1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam menjalani kehidupan ini, manusia memiliki kebutuhan pokok dan kebutuhan tersebut adalah sandang (pakaian), pangan (makan) dan papan (tempat tinggal), dimana ketiga-tiganya sangatlah penting bagi manusia untuk menjalani hidup. Dari ketiga tersebut hal yang paling diutamakan adalah pangan (makan) sebab setiap manusia harus makan.
Bisnis café dan restaurant (Food and Beverages) di sekarang ini merupakan salah satu jenis usaha yang saat ini sedang berkembang, dan semakin diminati oleh berbagai kalangan masyarakat terutama di kota-kota besar khususnya Surabaya.
Hal itu bisa dibuktikan dengan data dari BPS Jatim yaitu meskipun perekonomian Jatim menurun akan tetapi sektor perdagangan, hotel dan restoran tetap bertumbuh sebesar 2,47 persen dari total pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan IV pada tahun 2009.
Selain itu menurut para pakar bisnis, bisnis makanan adalah bisnis yang tidak mengenal krisis karena semua orang pasti harus makan. Walaupun bisnis ini dalam penerapannya tidak terlalu rumit dan memiliki struktur organisasi yang lebih ringkas dibandingkan dengan bisnis-bisnis lainnya, tetapi untuk membuka usaha bisnis ini memerlukan dana yang cukup besar. Dana yang dikeluarkan berdasarkan dari target segment mana yang dituju oleh cafe atau restaurant tersebut.
Perkembangan bisnis ini juga dipengaruhi oleh semakin banyaknya kebutuhan dari masyarakat yang terus berkembang, yang awalnya masyarakat hanya mencari sebuah tempat untuk makan saja, sekarang ini berubah menjadi masyarakat yang mencari tempat untuk makan, tempat yang nyaman, dan tempat yang bisa dibuat untuk kumpul-kumpul dalam waktu yang lama. Selain itu, kemajuan bisnis ini juga ikut terdongkrak karena perubahan gaya hidup masyarakat Surabaya yang semakin maju dan berkembang, maka dari itu cafe dan restaurant merupakan peluang bisnis yang sangat bagus. Sebab bisnis makanan adalah bisnis yang cepat dan mudah dikembangkan, dan sudah bisa dipastikan
permintaan konsumen yang akan selalu stabil dibandingkan bisnis yang lainnya, karena semua orang perlu makan
Saat ini di Surabaya sendiri sudah banyak sekali perusahaan food and beverage seperti café yang berdiri, dan juga semakin banyak café baru yang terus bermunculan. Di Surabaya saja misalnya, sudah banyak café yang terkenal baik franchise maupun milik perseorangan, misalnya saja Dome Café, Starbucks Café, Drago Café, Pisa Café, Praline, Rollas Café, dan lain-lain. Sudah banyak sekali para pebisnis yang terjun di bisnis ini. Adapun varian produk yang ditawarkan pada Café mulai dari berbagai macam, mulai dari appetizer, main course, snack, dessert, dan lain-lain. Hampir sebagian besar dari café yang sudah ada ini, mereka menawarkan jenis makanan Western Food.
Di Surabaya ini memiliki 5 wilayah yang terbagi menjadi Surabaya utara, Surabaya Timur, Surabaya selatan, Surabaya Barat dan Surabaya Pusat. Diantara 5 wilayah tersebut yang paling ramai adalah Surabaya Pusat, Surabaya Timur dan Surabaya Barat, dan dari ketiga pusat keramaian tersebut yang paling signifikan dalam perkembangannya dan telah menjadi pusat keramaian adalah Surabaya Barat. Perkembangan Surabaya barat yang signifikan tersebut bukanlah tanpa alasan, sebab perkembangan Surabaya Barat itu tidak terlepas dari kebijakan Pemkot Surabaya, yakni ketika pada 1970-an berani memberi izin lokasi bagi tiga pengembang milik Dharmala Group, yakni PT Darmo Permai, PT Darmo Satelit Town, dan PT Pembangunan Darmo Grande yang mendapat izin pembebasan lahan seluas 650 ha pada 1972, sebagai cikal-bakal Surabaya Barat
Hal itu langsung cukup mempengaruhi kawasan Surabaya barat, hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya mall-mall maupun pusat perkantoran dan lain- lainnya yang berdiri disana, maka dari itu banyak para pemain bisnis yang mendirikan berbagai macam bentuk usaha seperti bisnis cafe maupun restaurant di wilayah Surabaya Barat. Pada saat ini sudah banyak macam perusahaan Food and Beverage seperti Pisa Cafe, BlackCanyon Cafe, Bon Ami, Igor Bakery dan lain-lainnya yang berdiri di wilayah Surabaya Barat ini.
Honey Dip merupakan perusahaan Food and Beverage yang berkonsep Café, meskipun dalam penulisan brand yang dimiliki oleh Honey Dip ditulis
Honey Dip pastry and dessert tapi penulis mengatakan Honey Dip ini sebagai Café karena sang pemilik mengatakan Honey Dip adalah sebuah cafe, selain itu dari temuan lapangan yang di dapat Honey Dip memiliki konsep perusahaan food and beverage berjenis cafe. Cafe Honey Dip ini memiliki konsep yaitu mereka menyediakan sarana tempat yang nyaman, disertai dengan fasilitas WI-FI dan design tempat yang menarik.
Café ini menyediakan aneka jenis makanan ala Western food, mulai dari appetizer, main course, croissant, pasta, dessert, dan lain-lain yang disajikan dengan kombinasi resep yang menghasilkan rasa yang lezat. Spesialisasi dari Cafe ini sendiri adalah segala jenis cake, dan yang paling terkenal di mata pelanggan adalah cake berjenis chessecake.
Melalui hasil pengamatan dan pembicaraan secara langsung dengan pemilik, penulis mendapatkan realita yang terjadi bahwa Café ini sering sekali terlihat sepi pengunjung, tetapi mereka mempunyai omset yang bisa dibilang cukup tinggi sebagai ukuran Café yang masih berumur 1 tahun. Dari awal berdiri sampai sekarang, Café ini biasanya selalu mendapatkan lonjakan omset pada event-event atau hari libur tertentu, seperti Valentine, Idul Fitri, Natal, dan lain- lain. tetapi penulis merasakan bahwa hal ini masih bisa dimaksimalkan, sehingga lonjakan omzet tidak hanya terjadi pada saat event-event atau hari libur tersebut.
Selain itu Cafe Honey Dip ini dalam pemasarannya mereka melakukan promosi yaitu berupa iklan melalui radio, facebook dan bekerja sama dengan bank-bank ternama yang ada. Promosi mereka memiliki kelemahan seperti promosi melalui radio, menurut penulis promosi melalui radio sangatlah kurang tepat karena target yang dituju oleh Cafe Honey Dip ini adalah menengah hingga menengah ke atas. Sedangkan kenyataan yang ada konsumen dari kelas menengah hingga menengah ke atas kurang memperhatikan iklan yang ada di radio.
Sedangkan promosi yang ada di facebook dan menjalin kerjasama dengan bank- bank ternama yang ada cukup baik, akan tetapi penulis melihat kurang adanya promosi yang signifikan seperti diskon dan lain-lainnya pada Cafe Honey Dip ini.
Jika dibandingkan dengan promosi pesaing langsung dari Cafe Honey Dip yang cukup gencar dalam melakukan promosi seperti Harvest dan Pisa. Cafe Honey Dip bisa dibilang kurang dalam mengadakan promosi dan yang menjadi
keunggulan kedua perusahaan food & beverages tersebut adalah dalam melakukan promosi menggunakan media koran dan billboard sebagai media promosinya.
Promosi cafe Harvest misalnya, cafe ini menggunakan media billboard di jalan raya. Dan promosi ini cukup mengedukasi masyarakat akan keunggulan dari perusahaan food & beverages tersebut. Sedangkan cafe Pisa mereka dalam melakukan promosinya mereka juga menggunakan media billboard dalam menawarkan produk makanannya kepada masyarakat, selain itu mereka sering melakukan promosi lewat media cetak seperti koran ketika mereka mengadakan event–event tertentu seperti ulang tahun cafe tersebut.
Promosi dengan media seperti ini sangatlah efisien sebab pelanggan dengan target menengah ke atas lebih sering memperhatikan promosi yang ada di koran ataupun di jalan–jalan. Mengetahui realita yang ada ini, seperti kurangnya promosi yang signifikan, pemilihan media promosi yang kurang tepat oleh Cafe Honey Dip ini. Penulis bermaksud untuk menjadikannya sebagai bahan penelitian dengan fokus pada pendalaman teori-teori sales promotion sehingga dapat membantu café ini untuk meningkatkan volume penjualannya, baik dine-in maupun take away.
1.2 Perumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan yang ada maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
Bagaimanakah strategi promotion yang diharapkan dan mampu menjadi strategi promotion yang tepat bagi Cafe Honey Dip.
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui tentang strategi promosi yang digunakan oleh Cafe Honey Dip selama ini dalam menarik minat pelanggan
2. Menyusun strategi promosi yang tepat untuk meningkatkan volume penjualan.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Cafe Honey Dip sebagai berikut :
1. Bagi penulis
a. Dapat memenuhi syarat kelulusan sebagai Sarjana Ekonomi.
b. Dapat memahami lebih dalam tentang strategi penjualan dan pemasaran beserta bentuk-bentuk penerapannya di dalam bisnis food and beverages.
c. Meningkatkan kemampuan di dalam mengidentifikasi dan analisa masalah untuk mencari solusi dengan memberikan program promosi yang menguntungkan.
d. Dapat memperoleh pengalaman kerja di lapangan yang tidak bisa kita dapatkan secara lisan.
2. Bagi Cafe Honey Dip
a. Dapat memperbaiki strategi promosi yang sedang digunakan oleh café, sehingga bisa dilakukan perbaikan pada volume penjualan dari café ini.
b. Dapat meningkatkan awareness dan mampu menjaring pelanggan baru c. Dapat menentukan jenis promosi yang menguntungkan.
3. Bagi Universitas
Dapat menjadi referensi untuk penelitian tentang pengaruh promosi terhadap penjualan pada bisnis cafe
1.5 Metode Penelitian
Dalam riset bisnis terdapat beberapa teknik pengumpulan data primer, yaitu observasi, wawancara, angket, focus group discussion, dan tes.
Pengumpulan data primer tersebut menggunakan perangkat atau instrumennya sendiri-sendiri (Umar, 2003).
1. Observasi
Pengumpulan data melalui observasi dijalankan dengan mencatat dan mengamati pola prilaku orang, obyek atau kejadian-kejadian melalui cara sistematik (Malhotra, 1996). Dalam hal ini periset tidak berkomunikasi atau bertanya dengan orang atau obyek yang sedang diobservasi sehingga obyek atau orang yang diobservasi tidak menyadari kalau mereka sedang diteliti.
2. Wawancara/interview
Metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung, mendalam, tidak terstruktur dan individual. Dalam wawancara seorang
responden ditanya oleh pewawancara untuk mengungkapkan perasaan, motivasi, sikap, atau keyakinan terhadap suatu topik pemasaran (Malhotra, 2004).