Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 0
LAPORAN TATA KELOLA TAHUN 2018
PT BPR TAWANGMANGU JAYA
Kantor Pusat : Jl. Raya Solo-Sragen KM 3 Dagen Jaten Karanganyar 57731
Kantor Kas : Jl. Lawu No. 105 Karanganyar
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 1 DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN ………..………..………..………... 2
II. POKOK-POKOK ISI LAPORAN . ………..……….…………..…. 3
III. URAIAN DARI POKOK-POKOK LAPORAN . ……….…….……….. 4
a. Ruang Lingkup Tata Kelola 1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi……….…… 4
2. Pelaksanaan tugas dan Tanggung Jawab Komisaris …….……….……… 7
3. Fungsi Audit Ekstern ………...……...…… 9
4. Fungsi Audit Intern ………..……..…... 9
5. Benturan Kepentingan………...……….………… 9
6.Tata Kelola, Fungsi Kepatuhan dan Manajemen Risiko... 10
7.BMPK... 11
8.Rencana Bisnis Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan …... 11
b. Kepemilikan Saham Anggota Direksi serta Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga .………...…...………... 12
c. Kepemilikan Saham Anggota Komisaris serta Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga .………...…...………... 12
d. Paket/kebijakan renumerasi dan fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan Komisaris…….. 12
e. Rasio Gaji tertinggi dan terendah ……… 13
f. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris………..………. 13
g. Jumlah Penyimpangan Intern dan Upaya Penyelesaian ………. 13
h. Jumlah Permasalahan Hukum dan Upaya Penyelesaian ………. 14
i. Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan ………. 14
k. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Politik………. 14
IV. PENUTUP……… 15
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 2 LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA
PT BPR TAWANGMANGU JAYA
PERIODE JANUARI 2018 S.D. DESEMBER 2018
I. PENDAHULUAN
Bank Perkreditan Rakyat dalam rangka meningkatkan kinerja, melindungi pemangku kepentingan ( stakeholders ) , dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang- undangan, serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada Perbankan, perlu menerapkan tata kelola.
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 5/SE OJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT, maka PT BPR TAWANGMANGU JAYA menyajikan Laporan Penerapan Tata Kelola untuk periode Januari 2018 sampai dengan Desember 2018.
Laporan ini mengacu pada prinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggung jawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness) dengan penjelasan sebagai berikut :
a. Keterbukaan ( transparency ) yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Akuntabilitas ( accountability ) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ BPR sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif.
c. Pertanggungjawaban ( responsibility ) yaitu kesesuaian pengelolaan BPR dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip pengelolaan BPR yang sehat.
d. Independensi ( independency ) yaitu pengelolaan BPR secara profesional tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun.
e. Kewajaran ( fairness ) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan ( stakeholders ) yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan
perundangundangan.
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 3 II. POKOK-POKOK ISI LAPORAN
Mengacu pada POJK No.4/POJK.03/2015 pasal 75 dan SE OJK No. 5/SE OJK.03/2016 tentang Penerapan Tata kelola, pokok-pokok isi laporan disusun sebagai berikut:
a. Ruang lingkup Tata Kelola adalah penilaian faktor-faktor yang meliputi : 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi;
2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris;
3. Pelengkapan dan pelaksanaan tugas atau fungsi komite;
4. Penanganan benturan kepentingan;
5. Penerapan fungsi kepatuhan, audit intern, dan audit ekstern;
6. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian intern;
7. Batas maksimum pemberian kredit;
8. Rencana bisnis BPR;
9. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan.
Selain itu hasil penilaian (self assesment) atas penerapan Tata Kelola BPR yang akan disajikan dalam Kertas Kerja tersendiri dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam Laporan ini.
b. Kepemilikan saham anggota Direksi serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lain dan/atau pemegang saham BPR
c. Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dengan anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direksi dan/atau pemegang saham BPR.
d. Paket/kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan e. Rasio gaji tertinggi dan gaji terendah;
f. Frekuensi rapat Dewan Komisaris.
g. Jumlah penyimpangan intern yang terjadi dan upaya penyelesaian oleh BPR;
h. Jumlah permasalahan hukum dan upaya penyelesaian oleh BPR;
i. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan; dan
j. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan kegiatan politik, baik nominal maupun
penerima dana.
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 4 III. URAIAN DARI POKOK-POKOK LAPORAN
a. Ruang lingkup Tata Kelola
1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi : i. Jumlah dan komposisi anggota Direksi :
BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) wajib memiliki paling sedikit 2 (dua) orang anggota Direksi.
BPR Tawangmangu Jaya telah memenuhi jumlah dan komposisi anggota Direksi Pengangkatan Direksi telah memenuhi ketentuan, yaitu telah lulus fit & proper tes, penetapan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa serta disahkan melalui Akta Notaris dan dilaporkan ke Kementrian Hukum dan Hak asasi manusia.
Anggota Direksi PR BPR Tawangmangu Jaya adalah :
Sdr. Yoki Kristanto, SE sebagai Direktur Utama
Diangkat sesuai dengan surat persetujuan Bank Indonesia No14/48/KEP.GBI/Slo/2012 tanggal 23 April 2012 dan ditetapkan dalam RUPSLB yang disahkan dalam Akta Notaris no.10 tanggal 22 Juni 2012.
Diangkat kembali untuk masa jabatan 5 tahun berikutnya berdasar Akta Putusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa no 7 tanggal 21 Juni 2017
Sdr. Wikan Pawitra Hapsari, SE sebagai Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan
Disetujui sebagai Direktur sesuai dengan surat persetujuan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan KEP-43/KO.032/2017 tanggal 2 Juni 2017 dan diangkat dalam RUPSLB yang disahkan dalam Akta Notaris no.7 tanggal 21 Juni 2017.
Disetujui sebagai Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan sesuai
dengan surat persetujuan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan KEP-
54/KO.0301/2017 tanggal 24 Agustus 2017 dan diangkat dalam RUPSLB
yang disahkan dalam Akta Notaris no 4 tanggal November 2017
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 5 ii. Seluruh anggota Direksi wajib bertempat tinggal di kota/kabupaten yang sama atau
kota/kabupaten yang berbeda pada propinsi yang sama atau kota/kabupaten di propinsi lain yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten pada propinsi lokasi kantor pusat BPR.
Domisili anggota Direksi PT BPR Tawangmangu Jaya telah sesuai dengan ketentuan yaitu :
Sdr. Yoki Kristanto, SE berdomisili di Salatiga ( satu provinsi dengan lokasi kantor pusat BPR)
Sdri. Wikan Pawitra Hapsari, SE berdomisili di Kabupaten Karanganyar
iii. Anggota Direksi dilarang merangkap jabatan pada Bank dan/atau perusahaan lain
Saat ini anggota Direksi PT BPR Tawangmangu Jaya tidak sedang merangkap jabatan pada Bank/ Perusahaan lain.
iv. Anggota Direksi tidak memberikan kuasa umum yang mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas
v. Tindak lanjut rekomendasi
Direksi telah menindaklanjuti temuan dan rekomendasi dari Auditor Eksternal, Dewan Komisaris dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan /Otoritas lain
Tindak lanjut rekomendasi dan pengawasan OJK di tahun 2018 BPR Tawangmangu Jaya antara lain:
Memenuhi komposisi kepengurusan yaitu jumlah anggota Komisaris di bulan Februari 2018.
Memenuhi kekurangan tahun sebelumnya yaitu Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern yang independen terhadap fungsi operasional.
Menindaklanjuti Asuransi Cash in Save untuk keamanan uang yang disimpan di brankas.
Melakukan revisi beberapa pedoman, kebijakan, SOP seperti Pedoman
Kebijakan dan Prosedur Perkreditan; SOP Kantor Kas, ketentuan tabungan
pasif.
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 6
Tindak lanjut rekomendasi dan pengawasan Komisaris di tahun 2018 BPR Tawangmangu Jaya antara lain:
Membuat Action plan penyelesaian kredit bermasalah dengan model PICA ( Problem Identification Corrective Action) sehingga pemeliharaan kredit maupun tindak lanjut penanganan kredit lebih terstruktur sehingga ditahun 2018 mengalami penurunan NPL dari 8,42% per posisi 31 Desember 2017 ke posisi 5,92% per posisi 31 Desember 2018
Pemantauan pencapaian target, sehingga ditahun 2018 seluruh pos penting telah melampaui rencana bisnis sebagaimana tabel berikut :
vi. Dalam rangka melaksanakan Tata Kelola, Direksi pada BPR dengan modal inti kurang dari Rp 50.000.000.000,00 ( lima puluh milyar) wajib menunjuk Pejabat Eksekutif yang melaksanakan Fungsi Audit Intern, Fungsi Manajemen Risiko dan Fungsi Kepatuhan
PT BPR Tawangmangu Jaya telah menunjuk Pejabat Eksekutif yang melaksanakan Fungsi Audit Intern, namun belum menunjuk Pejabat Eksekutif yang melaksanakan Fungsi Manajemen Risiko dan Fungsi Kepatuhan.
vii. Dalam rangka mendukung terselenggaranya Tata Kelola, Direksi telah mlakukan pemisahan tugas dan tanggung jawab antara satuan dan unit kerja yang menangani pembukuan, operasional dan kegiatan penunjang operasional serta penunjukan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan audit intern dan independen terhadap unit kerja lain.
viii. Direksi menggunakan penyedia jasa professional sebagai konsultan yaitu vendor baru core banking system. Dalam hal Direksi menggunakan penyedia jasa professional telah memenuhi persyaratan yaitu :
POS PENCAPAIAN
Aset 125,26%
Kredit yang Diberikan 123,55%
Tabungan 113,98%
Deposito 126,89%
Laba 123,95%
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 7
Didasari perjanjian yang jelas, yang mencakup ruang lingkup pekerjaan, tanggung jawab, produk yang dihasilkan dan jangka waktu pekerjaan serta biaya.
ix. Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Pemegang Saham sesuai dengan peraturan Perundang-undangan
x. Direksi menyelenggarakan Rapat direksi
2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris i. Jumlah dan komposisi Dewan Komisaris
BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) wajib memiliki paling sedikit 2 (dua) orang anggota Dewan Komisaris dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi.
PT BPR Tawangmangu Jaya di tahun 2018 telah memenuhi jumlah anggota Dewan Komisaris yang dipersyaratkan. yaitu :
Sdr Novian Chandra Dewantara, AMd sebagai Komisaris Utama
Lulus Fit and Proper Tes Ojk dengan surat No.S-110/KO.032/2016 dan diangkat dalam RUPSLB yang disahkan dalam Akta Notaris no.3 tanggal 4 Mei 2016
Sdr. Drs. Didik Yochanan, MM sebagai Komisaris
Lulus Fit and Proper Tes OJK dengan surat No.S-434/KO.03011/2017 tanggal 28 Desember 2017 dan diangkat dalam RUPSLB yang disahkan dalam Akta Notaris no.14 tanggal 28 Februari 2018
ii. Seluruh anggota Dewan Komisaris wajib bertempat tinggal di Indonesia dan paling sedikit 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris harus bertempat tinggal di propinsi yang sama atau kota/kabupaten di propinsi lain yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten pada propinsi lokasi kantor pusat BPR.
Anggota Dewan Komisaris PT BPR Tawangmangu Jaya semuanya bertempat tinggal di kotamadya Semarang ( propinsi yang sama )
iii. Anggota Dewan Komisaris hanya dapat mempunyai 2 (dua) rangkap jabatan lain
sebagai Anggota Dewan Komisaris pada BPR dan/atau Bank Pembiayaan Rakyat
Syariah. Anggota Dewan Komisaris dilarang merangkap jabatan sebagai anggota
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 8 Direksi atau Pejabat eksekutif pada BPR, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dan/atau Bank Umum.
Anggota Dewan Komisaris BPR Tawangmangu Jaya merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada BPR lain di Restu Group sebagai berikut :
Sdr. Novian Chandra Dewantara, A.Md merangkap sebagai Komisaris Utama di PT BPR Restu Artha Abadi Kartasura
Sdr. Drs. Didik Yochanan, MM merangkap sebagai Komisaris Utama di PT BPR Restu Mandiri Makmur Yogyakarta
iv. Dewan Komisaris wajib melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi; Dewan Komisaris wajib mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR.
Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas tersebut ditahun 2018 melakukan hal- hal sebagai berikut :
Menyelenggarakan rapat koordinasi minimal 4 kali dalam 1 tahun.
Mengawasi dan memberikan saran-saran kepada Direksi, dengan pengawasan langsung (OTS), dan tidak langsung (memeriksa berkas-berkas dan laporan keuangan )
Mengevaluasi dan mengawasi penerapan Kebijakan antara lain kebijakan mengenai Tata Kelola, kebijakan perkreditan dll.
Memantau tindak lanjut temuan audit baik internal , eksternal dan hasil pengawasan Dewan Komisaris.
v. Rapat Dewan Komisaris wajib diselenggarakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan dan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris PT BPR Tawangmangu Jaya selama tahun 2018 sudah merealisasikan rapat Dewan Komisaris sebanyak 4 kali yaitu bulan Maret, Juli, September dan November.
Isu-isu penting antara lain pada penanganan kredit bermasalah, pertumbuhan yang sehat dan pencapaian target-target yang dicanangkan.
3. Fungsi Audit Ekstern
i. Dalam rangka penerapan fungsi audit ekstern, PT BPR Tawangmangu Jaya menunjuk
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 9 Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan , yaitu KAP Wartono dengan nomor registrasi AP.0789 dan nomor STTD AP-85/PD 122/2018 tanggal 5 Februari 2018, untuk melakukan audit laporan keuangan tahunan BPR
ii. Proses penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.
4. Fungsi Audit Intern
i. BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp 50.000.000.000,- ( lima puluh milyar) wajib menunjuk 1 (satu) orang Pejabat eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi Audit Intern yang independen terhadap fungsi operasional.
PT BPR Tawangmangu Jaya telah memiliki Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi Audit Intern
PE Audit Intern telah memiliki Pedoman Kerja serta SOP untuk melaksanakan tugas sebagai Auditor Intern
PE Audit Intern melaksanakan tugas independen terhadap satuan kerja operasional ( yang terkait dalam penyaluran maupun penghimpunan dana )
PT BPR Tawangmangu Jaya telah melakukan pengembangan sumber daya manusia yang melaksanakan fungsi audit intern secara berkala
5. Benturan Kepentingan
Hal-hal yang terkait dengan benturan kepentingan di tahun 2018 adalah sebagai berikut:
i. BPR Tawangmangu Jaya tidak ada benturan kepentingan.
ii. BPR Tawangmangu Jaya belum mempunyai SOP yang berkaitan dengan Benturan Kepentingan
6. Tata Kelola, Fungsi Kepatuhan dan Manajemen Risiko
i. Anggota Direksi BPR yang membawahkan fungsi kepatuhan pada BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) wajib independen dan memenuhi persyaratan paling sedikit tidak menangani penyaluran dana; dan memahami peraturan Otoritas Jasa Keuangan serta peraturan perundang- undangan lain yang berkaitan dengan perbankan.
Dalam rangka membantu pelaksanaan tugas anggota Direksi yang membawahkan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 10 fungsi kepatuhan, BPR yang memiliki modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) wajib menunjuk Pejabat Eksekutif yang independen terhadap operasional BPR untuk melaksanakan fungsi kepatuhan.
Dalam penerapannya di tahun 2018, PT BPR Tawangmangu Jaya sudah memiliki Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan seperti ketentuan, namun belum ada Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi kepatuhan.
Evaluasi dan pengkinian terhadap SOP, Kebijakan dan ketentuan agas sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan perturan perundangan lainnya sudah dilaksanakan namun belum maksimal.
ii. Direksi telah mengupayakan penerapkan Tata Kelola, Fungsi Kepatuhan dan manajemen Risiko sesuai ketentuan, namun belum sepenuhnya.
Upaya untuk penetapan Tata Kelola, Kepatuhan dan Manajemen Risiko antara lain :
BPR berhasil meminimalisir tingkat pelanggaran terhadap ketentuan
Dari hasil penilaian self assessment Tata Kelola, BPR Tawangmangu Jaya memperoleh nilai dan peringkat komposit 1,83 untuk penilaian sebelum manajemen resiko dan 1,64 untuk penilaian sesudah Manajemen Risiko (Sangat Baik). Kepatuhan terhadap ketentuan menunjukan hasil cukup baik, tercermin dari temuan audit OJK menurun dibandingkan pemeriksaan sebelumnya.
7. BMPK
Ditahun 2018 pemberian kredit oleh PT BPR Tawangmangu Jaya kepada pihak terkait dan/atau pemberian kredit besar telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang BMPK dan memperhatikan prinsip kehati-hatian maupun peraturan perundang- undangan. PT BPR Tawangmangu Jaya tidak melakukan pelanggaran maupun pelampauan BMPK
8. Rencana Bisnis BPR
PT BPR Tawangmangu Jaya telah menyusun rencana bisnis yang mencakup rencana
strategis dan rencana bisnis selama 1 tahun kedepan dan disampaikan ke Otoritas Jasa
Keuangan.
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 11 9. Transparansi Kondisi keuangan dan non keuangan
PT BPR Tawangmangu Jaya telah menjalankan transparansi informasi melalui Laporan Keuangan Publikasi per Triwulan, transparansi informasi mengenai produk dan layanan kepada nasabah, Laporan Keuangan Tahunan, Laporan Tata Kelola yang telah dipublikasi baik di website maupun Media BPR dan laporan - laporan lain sesuai ketentuan.
b. Kepemilikan saham anggota Direksi serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lain dan/atau pemegang saham BPR
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham
Susunan pengurus yang tercatat dalam administrasi Bank adalah sebagai berikut:
PENGURUS
JABATAN NAMA
Komisaris Utama Novian Chandra Dewantara, Amd
Komisaris Drs. Didik Yochanan, MM
Direktur Utama Yoki Kristanto, SE
Direktur Yg Membawahkan Fungsi Kepatuhan Wikan Pawitra Hapsari, SE
PEMEGANG SAHAM 1 = Rp1.000
PEMEGANG SAHAM KEPEMILIKAN SAHAM
Nominal %
1. PT Yasaniaga Utama Mulia 980.000 98%
2. Ir. Santoso Soegiarto 20.000 2%
TOTAL 1.000.000 100%
Anggota Direksi BPR Tawangmangu Jaya tidak memiliki kepemilikan saham; hubungan keuangan; hubungan keluarga sebagaimana dimaksud diatas
c. Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris serta hubungan keuangan dan/atau hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dengan anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direksi dan/atau pemegang saham BPR.
Anggota Dewan Komisaris BPR Tawangmangu Jaya tidak memiliki kepemilikan saham;
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 12 hubungan keuangan; hubungan keluarga sebagaimana dimaksud diatas.
d. Paket/kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang ditetapkan berdasarkan RUPS:
1. Berupa uang
Jenis remunerasi Direksi Dewan
Komisaris
1. Gaji/Honor
216.556.463 141.655.824 2. Tunjangan Kemahalan
-
-
3. Tantiem
- -
4. Kompensasi berbasis Saham
- -
Jumlah gaji Keseluruhan
216.556.463 141.655.824 2. Berupa fasilitas lain/non uang
Jenis remunerasi Direksi Dewan Komisaris
1. Perumahan Tidak ada Tidak ada
2. Transportasi Mobil Dinas Mobil Dinas
3. Asuransi Kesehatan BPJS BPJS
4. Telp Cell Tidak ada Tidak ada
e. Rasio gaji tertinggi dan terendah, dalam skala perbandingan:
1) rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah : 21% : 79%
2) rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah; 57% : 43%
3) rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah; 58% : 42%
4) rasio gaji Direksi tertinggi dan Komisaris tertinggi; 58% : 42%
5) rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi; 65% : 35%
f. Frekuensi rapat Dewan Komisaris.
Frekuensi Rapat Dewan Komisaris PT BPR Tawangmangu Jaya sebanyak 4 kali dalam
setahun yaitu bulan Maret, Juli, September dan November.
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 13 g. Jumlah penyimpangan intern yang terjadi dan upaya penyelesaian oleh BPR;
Internal Fraud Jumlah kasus yang dilakukan oleh
dalam Dalam 1tahun
Direksi Dewan Komisaris Pegawai tetap Pegawai tidak tetap Tahun
sebelu mnya
Tahun laporan
Tahun Sebelumnya
Tahun Laporan
Tahun sebelum nya
Tahun Laporan
Tahun sebelumnya
Tahun laporan
Total Fraud Telah Diselesaikan
Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil nihil Nihil Nihil
Nihil Nihil nihil Nihil
Dalam proses penyelesaian di
internal BPR
Nihil Nihil Nihil Nihil nihil nihil Nihil Nihil
Belum diupayakan penyelesaiann ya
Telah
ditindaklanjuti melalui proses hukum.
Nihil Nihil Nihil Nihil nihil nihil Nihil Nihil
Nihil Nihil nihil Nihil
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 14 h. Jumlah permasalahan hukum dan upaya penyelesaian oleh BPR;
Permasalahan Hukum Jumlah
Perdata Pidana
Telah selesai (telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap)
1 kasus 1 kasus
Dalam proses penyelesaian Nihil Nihil
Total 1 kasus 1 kasus
i. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan
No Nama dan Jabatan Pihak yang Memiliki Benturan
Kepentingan
Nama dan Jabatan Pengambil Keputusan
Jenis Transaksi
Nilai Transaksi (jutaan Rupiah)
Keterangan
*)
Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil
*) - tidak sesuai sistem dan prosedur yang berlaku; dan
- menjelaskan keterkaitan antara nama dan jabatan pihak yang memiliki benturan kepentingan dengan nama dan jabatan pengambil keputusan.
k. Pemberian dana untuk kegiatan sosial dan kegiatan politik, baik nominal maupun penerima dana.
No Kegiatan Sosial Pelaksanaan Jumlah (Rp)
1 Aksi sosial di Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi Permata Hati Jebres Solo
27 Juli 2018 Rp 1.500.650,-
2 Aksi sosial untuk para ibu yg tidak mampu, (program spesial Hari Ibu )
21 Desember 2018 Rp 3.856.050,-
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 15 IV. PENUTUP
Laporan Penerapan Tata Kelola BPR yang mengacu pada prinsip “TARIF” pada dasarnya
merupakan seluruh proses kerja (businnes process) PT BPR Tawangmangu Jaya selama satu tahun
melalui pendekatan pemberdayaan seluruh Sumber Daya yang ada di BPR sehingga mengupayakan
tidak terdapat data/informasi strategis dan signifikan yang tertinggal. Namun demikian apabila
dikemudian hari ditemukan data/informasi penting yang belum dilaporkan , maka agar segera
dilakukan pengkinian terhadap Laporan ini.
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 16
LAMPIRAN 1
PENILAIAN SEBELUM MANAJEMEN RISIKO
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 17
Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Penerapan Tata Kelola BPR
Profil BPR Nama BPR Alamat BPR Posisi Laporan Modal Inti BPR Total Aset BPR Bobot Faktor BPR
Rp6,072,241 Rp32,879,891,965 Desember, 2018
JL. RAYA SOLO SRAGEN KM 3 DAGEN JATEN KARANGANYAR
B
PT BPR TAWANGMANGU JAYA
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 18
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
1
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50M : Jumlah anggota Direksi paling sedikit 3 (tiga) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50 M : Jumlah anggota Direksi paling sedikit 2 (dua) orang, dan salah satu anggota Direksi bertindak sebagai Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
2) Seluruh anggota Direksi bertempat tinggal di kota/kabupaten yang sama, atau kota/kabupaten yang berbeda pada provinsi yang sama, atau kota/kabupaten di provinsi lain yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten pada provinsi lokasi Kantor Pusat BPR.
v
Sesuai Ketentuan
3) Anggota Direksi tidak merangkap jabatan pada Bank, Perusahaan Non Bank dan/atau lembaga lain (partai politik atau organisasi kemasyarakatan).
v
Anggota Direksi tidak merangkap jabatan
4) Mayoritas anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris.
v
Tidak memiliki
5) Direksi tidak menggunakan penasihat perorangan dan/atau penyedia jasa profesional sebagai konsultan kecuali memenuhi persyaratan yaitu untuk proyek yang bersifat khusus yang dari sisi karakteristik proyeknya membutuhkan adanya konsultan; telah didasari oleh kontrak yang jelas meliputi lingkup pekerjaan, tanggung jawab, produk yang dihasilkan, dan jangka waktu pekerjaan, serta biaya; dan perorangan dan/atau penyedia jasa profesional adalah pihak independen yang memiliki kualifikasi untuk proyek yang bersifat khusus dimaksud.
v
Tidak menggunakan
6) Seluruh anggota Direksi telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dan telah diangkat melalui RUPS termasuk perpanjangan masa jabatan Direksi telah ditetapkan oleh RUPS sebelum berakhir masa jabatannya.
v
Anggota Direksi telah lulus fit&proper tes dan ditetapkan RUPS
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 6 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 6
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
Jumlah Anggota Direksi terpenuhi Keterangan
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
v
No Kriteria/Indikator
6 1.00
0.50 Skala Penerapan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 19
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
1
7) Direksi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen dan tidak memberikan kuasa umum yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan wewenang tanpa batas.
v
Sesuai ketentuan
8) Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Pejabat Eksekutif yang ditunjuk sebagai auditor intern, auditor ekstern, dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.
v
Sudah menindaklanjuti temuan auditor ekstern, OJK.
9) Direksi menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, terkini, dan tepat waktu kepada
Dewan Komisaris. v
Direksi selalu memberikan data dan informasi yang dibutuhkan oleh Dewan Komisaris tepat waktu sesuai dengan deadline yang diberikan
10) Pengambilan keputusan rapat Direksi yang bersifat strategis dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting opinion jika terdapat perbedaan pendapat.
v
Ada Rapat Direksi
11) Direksi tidak menggunakan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.
v
Direksi tidak mengambil keuntungan untuk pribadi
12) Anggota Direksi membudayakan pembelajaran secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan/lainnya yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi antara lain dengan peningkatan keikutsertaan pegawai BPR dalam pendidikan/pelatihan dalam rangka pengembangan kualitas individu.
v
Membudayakan, namun baru sebagian besar pegawai
13) Anggota Direksi mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain pemahaman atas ketentuan mengenai prinsip kehati-hatian.
v
Sebagian besar telah terimplementasi
14) Direksi memiliki dan melaksanakan pedoman dan tata tertib kerja anggota Direksi yang paling sedikit mencantumkan etika kerja, waktu kerja, dan peraturan rapat.
v
Belum memiliki
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 5 4 0 0 5
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
14 1.75
0.70
Keterangan
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 20
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 21
4) Paling sedikit 1 (satu) anggota Dewan Komisaris bertempat tinggal di provinsi yang sama atau di kota/kabupaten pada provinsi lain yang berbatasan langsung dengan provinsi lokasi Kantor Pusat BPR.
v
Anggota Komisaris tinggal di provinsi yang sama
5) BPR memiliki Komisaris Independen:
a. Untuk BPR dengan modal inti paling sedikit Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah) paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.
b. Untuk BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) dan kurang dari Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah), paling sedikit satu anggota Dewan Komisaris merupakan Komisaris Independen.
v
Modal inti < Rp 50.000.000.000,-
6) Dewan Komisaris memiliki pedoman dan tata tertib kerja termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja, dan rapat.
v
Belum memeiliki
7) Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada lebih dari 2 (dua) BPR atau BPRS lainnya, atau sebagai Direksi atau pejabat eksekutif pada BPR, BPRS dan/atau Bank Umum.
v
Tidak merangkap lebih dari 2 BPR
8) Mayoritas anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan sesama anggota Dewan Komisaris atau Direksi.
v
Tidak memiliki
9) Seluruh Komisaris Independen tidak ada yang memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lain, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
v
Modal inti < Rp 50.000.000.000,-
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 6 4 0 0 5
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 9
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
2
10) Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab serta memberikan nasihat kepada Direksi, antara lain pemberian rekomendasi atau nasihat tertulis terkait dengan pemenuhan ketentuan BPR termasuk prinsip kehati-hatian.
v
Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan dan nasihat namun belum terdokumentasi/tidak tertulis
11) Dalam rangka melakukan tugas pengawasan, Komisaris mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR.
v
Telah melakukan
12) Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional BPR, kecuali dalam hal penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit BPR dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundangan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan.
v
Telah menjalankan sebagaimana mestinya
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan
0.83
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
15 1.67
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 22
13) Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan audit intern, audit ekstern, hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya antara lain dengan meminta Direksi untuk menyampaikan dokumen hasil tindak lanjut temuan.
v
Sudah melakukan
14) Dewan Komisaris menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal dan menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 bulan yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris.
v
Telah menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris 4x dalam setahun
15) Pengambilan keputusan rapat Dewan Komisaris yang bersifat strategis telah dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat atau suara terbanyak dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, atau sesuai ketentuan yang berlaku dengan mencantumkan dissenting opinion jika terdapat perbedaan pendapat.
v
Sudah melakukan
16) Anggota Dewan Komisaris tidak memanfaatkan BPR untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, serta tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari BPR, selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan RUPS.
v
anggota Komisaris tidak mengambil keuntungan untuk pribadi
17) Anggota Dewan Komisaris melakukan pemantauan terhadap laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan yang memerlukan tindak lanjut Direksi.
v
Sudah melakukan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan
7 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 8
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
18) Hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik dan jelas, termasuk dissenting opinions yang terjadi jika terdapat perbedaan pendapat, serta dibagikan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris.
v
Hasil rapat dewan Komisaris telah didokumentasikan dengan baik dan jelas sesuai dengan ketentuan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 2 Dikalikan dengan bobot Faktor 2
1 1.00
0.10 1.38 0.23 9 1.13
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
0.45
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 23
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
3
1) BPR telah memiliki Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko dengan anggota Komite sesuai ketentuan.
-
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
2) Komite Audit melakukan evaluasi terhadap penerapan fungsi audit intern.
-
3) Komite Pemantau Risiko melakukan evaluasi terhadap penerapan fungsi manajemen risiko.
-
4) Dewan Komisaris memastikan bahwa Komite yang dibentuk menjalankan tugasnya secara efektif antara lain telah sesuai dengan pedoman dan tata tertib kerja.
-
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 3
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
5) Komite memberikan rekomendasi terkait penerapan audit intern dan fungsi manajemen risiko kepada Dewan Komisaris untuk tindak lanjut kepada Direksi BPR.
-
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 3 Dikalikan dengan bobot Faktor 3
0 0
0.00 0.00 0.00 0 0
0.00 C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas atau Fungsi A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
0 0
0.00
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 24
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
4
1) BPR memiliki kebijakan, sistem dan prosedur penyelesaian mengenai benturan kepentingan yang mengikat setiap pengurus dan pegawai BPR termasuk administrasi, dokumentasi dan pengungkapan benturan kepentingan dimaksud dalam Risalah Rapat.
v
Belum memiliki sisdur mengenai Benturan Kepentingan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 0 0 0 5
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
2) Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan Pejabat Eksekutif tidak mengambil tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, atau tidak mengeksekusi transaksi yang memiliki benturan kepentingan tersebut.
v
Belum pernah terjadi benturan kepentingan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 0 0 0 0
Penanganan Benturan Kepentingan A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
5 5.00
2.50
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan 2) Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota
Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan Pejabat Eksekutif tidak mengambil tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan BPR, atau tidak mengeksekusi transaksi yang memiliki benturan kepentingan tersebut.
v
Belum pernah terjadi benturan kepentingan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
3) Benturan kepentingan yang dapat merugikan BPR atau mengurangi keuntungan BPR diungkapkan dalam setiap keputusan dan telah terdokumentasi dengan baik.
v
Belum pernah terjadi benturan kepentingan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 4 Dikalikan dengan bobot Faktor 4
1 1
0.10 3.00 0.33 1 1.00
0.40 C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 25
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
5
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah): Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan memenuhi persyaratan paling sedikit untuk:
a. tidak merangkap sebagai Direktur Utama;
b. tidak membawahkan bidang operasional penghimpunan dan penyaluran dana; dan c. mampu bekerja secara independen.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah): Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan tidak menangani penyaluran dana.
2) Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan memahami peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan dengan perbankan.
v
Memahami Sebagian besar
3) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Pelaksanaan fungsi kepatuhan dilakukan dengan membentuk satuan kerja kepatuhan yang independen terhadap satuan kerja atau fungsi operasional.
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
Pelaksanaan fungsi kepatuhan dilakukan dengan menunjuk Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan independen terhadap satuan kerja atau fungsi operasional.
v
Belum ada pejabat eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan
4) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan menyusun dan/atau mengkinikan pedoman kerja, sistem, dan prosedur kepatuhan.
v
Belum ada pejabat eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan
5) BPR memiliki ketentuan intern mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab bagi satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan.
v
Sudah ada
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 4 0 0 10
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
v
Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan tidak menangani penyaluran dana
0.90 Penerapan Fungsi Kepatuhan
Keterangan
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
15 3
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 26
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
5
6) Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan BPR telah memenuhi seluruh peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan lain termasuk penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan otoritas lainnya.
v
Sudah mengupayakan
7) Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan melakukan upaya untuk mendorong terciptanya budaya kepatuhan BPR antara lain melalui sosialisasi dan pelatihan ketentuan terkini.
v
Anggota Direksi YMFK telah berupaya menciptakan budaya BPR Patuh terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku
8) Anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan memantau dan menjaga kepatuhan BPR terhadap seluruh komitmen yang dibuat oleh BPR kepada Otoritas Jasa Keuangan termasuk melakukan tindakan pencegahan apabila terdapat kebijakan dan/atau keputusan Direksi BPR yang menyimpang dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan.
v
Sudah mengupayakan
9) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan memastikan bahwa seluruh kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan BPR telah sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan.
v
Belum ada pejabat eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan
10) Satuan kerja kepatuhan atau Pejabat Eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan melakukan reviu dan/atau merekomendasikan pengkinian dan penyempurnaan kebijakan, ketentuan, sistem maupun prosedur yang dimiliki oleh BPR agar sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundang-undangan.
v
Belum ada pejabat eksekutif yang menangani fungsi kepatuhan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 4 3 0 10
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
11) BPR berhasil menurunkan tingkat pelanggaran
terhadap ketentuan. v BPR telah berupaya untuk meminimalisir pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku 12) Anggota Direksi yang membawahkan fungsi
kepatuhan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara berkala kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris. Dalam hal anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan adalah Direktur Utama, laporan disampaikan kepada Dewan Komisaris.
v
Belum sepenuhnya terealisir
13) Anggota Direksi yang membawahkan Fungsi Kepatuhan menyampaikan laporan khusus kepada Otoritas Jasa Keuangan apabila terdapat kebijakan atau keputusan Direksi yang menyimpang dari peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan/atau peraturan perundang- undangan lain, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
Belum terjadi penyimpangan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 4 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 3
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 5 Dikalikan dengan bobot Faktor 5
3.03 0.34 C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
5 1.67 0.17 B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
17 3.4
1.36
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
Penerapan Fungsi Kepatuhan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 27
6
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
BPR memiliki Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
BPR memiliki Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern.
2) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah memiliki dan mengkinikan pedoman kerja serta sistem dan prosedur untuk melaksanakan tugas bagi auditor intern sesuai peraturan perundang-undangan dan telah disetujui oleh Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
v
Masih akan terus disempurnakan
3) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern independen terhadap satuan kerja operasional (satuan kerja terkait dengan penghimpunan dan penyaluran dana).
v
Independen terhadap Operasional
4) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.
v
Bertanggungjawab langsung terhadap Direktur Utama
5) BPR memiliki program rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia yang melaksanakan fungsi audit intern.
v
Sudah ada pengembangan SDM namun belum memiliki program rekruitmen
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 3 2 0 4 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 5
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
6) BPR menerapkan fungsi audit intern sesuai dengan ketentuan pedoman audit intern yang telah disusun oleh BPR pada seluruh aspek dan unsur kegiatan yang secara langsung diperkirakan dapat mempengaruhi kepentingan BPR dan masyarakat.
v
Belum sepenuhnya sempurna
7) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
BPR menugaskan pihak ekstern untuk melakukan kaji ulang paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun atas kepatuhan terhadap standar pelaksanaan fungsi audit intern, dan kelemahan SOP audit serta perbaikan yang mungkin dilakukan.
v
Modal inti < Rp 50.000.000.000,-
8) Pelaksanaan fungsi audit intern (kegiatan audit) dilaksanakan secara memadai dan independen yang mencakup persiapan audit, penyusunan program audit, pelaksanaan audit, pelaporan hasil audit, dan tindak lanjut hasil audit.
v
Sebagian telah diterapkan
9) BPR melaksanakan peningkatan mutu keterampilan sumber daya manusia secara berkala dan berkelanjutan terkait dengan penerapan fungsi audit intern.
v
Masih akan terus ditingkatkan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 6 3 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 4
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
Penerapan Fungsi Audit Intern
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
9 v
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
9 2.25
0.90 1.80
0.90
Telah sesuai dengan ketentuan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 28
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 29
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
7
1) Penugasan audit kepada Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik (KAP) memenuhi aspek- aspek legalitas perjanjian kerja, ruang lingkup audit, standar profesional akuntan publik, dan komunikasi antara Otoritas Jasa Keuangan dengan KAP dimaksud.
v
Memenuhi
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
2) Dalam pelaksanaan audit laporan keuangan BPR, BPR menunjuk Akuntan Publik dan KAP yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan serta memperoleh persetujuan RUPS berdasarkan usulan Dewan Komisaris.
v
Sesuai ketentuan
3) BPR telah melaporkan hasil audit KAP dan Management Letter kepada Otoritas Jasa Keuangan.
v
Dilaporkan oleh KAP
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 2 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 2
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
4) Hasil audit dan Management Letter telah menggambarkan permasalahan BPR dan disampaikan secara tepat waktu kepada BPR oleh KAP yang ditunjuk.
v
Sudah disampaikan
5) Cakupan hasil audit paling sedikit sesuai dengan ruang lingkup audit sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
Sesuai ketentuan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 2 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 2
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 7 Dikalikan dengan bobot Faktor 7
2 1
0.10 1.00 0.03 B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
2 1.00
0.40 C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
Penerapan Fungsi Audit Ektern
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
1 1
0.50
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 30
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
8
4) Direksi:
a. menyusun kebijakan dan pedoman penerapan Manajemen Risiko secara tertulis, dan
b. mengevaluasi dan memutuskan transaksi yang memerlukan persetujuan Direksi.
-
5) Dewan Komisaris:
a. menyetujui dan mengevaluasi kebijakan Manajemen Risiko,
b. mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan Manajemen Risiko, dan
c. mengevaluasi dan memutuskan permohonan Direksi yang berkaitan dengan transaksi yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris.
-
6) BPR melakukan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian Risiko terhadap seluruh faktor Risiko yang bersifat material.
-
7) BPR menerapkan sistem pengendalian intern yang menyeluruh.
- Penerapan M anajemen Risiko termasuk Sistem
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
8
1) BPR dengan modal inti paling sedikit Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah):
BPR telah membentuk Komite Manajemen Risiko dan satuan kerja Manajemen Risiko;
BPR dengan modal inti paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) dan kurang dari Rp80.000.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah):
BPR telah membentuk satuan kerja Manajemen Risiko
BPR dengan modal inti kurang dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah):
BPR telah menunjuk satu orang Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap penerapan fungsi Manajemen Risiko.
2) BPR memiliki kebijakan Manajemen Risiko, prosedur Manajemen Risiko, dan penetapan limit Risiko.
-
3) BPR memiliki kebijakan dan prosedur secara tertulis mengenai pengelolaan risiko yang melekat pada produk dan aktivitas baru sesuai ketentuan.
-
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 3
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
-
0 0.00
0.00
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
Penerapan M anajemen Risiko termasuk Sistem A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 31
8) BPR menerapkan manajemen risiko atas seluruh risiko yang diwajibkan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
-
9) BPR memiliki sistem informasi yang memadai yaitu sistem informasi manajemen yang mampu menyediakan data dan informasi yang lengkap, akurat, kini, dan utuh.
-
10) Direksi telah melakukan pengembangan budaya manajemen risiko pada seluruh jenjang organisasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia antara lain melalui pelatihan dan/atau sosialisasi mengenai manajemen risiko.
-
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 7
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
11) BPR menyusun laporan profil risiko dan profil risiko lain (jika ada) yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
-
12) BPR menyusun laporan produk dan aktivitas baru yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
-
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 2
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 8 Dikalikan dengan bobot Faktor 8
0 0
0.00 0.00 0.00 C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
0 0.00
0.00
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
9
1) BPR telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis yang memadai terkait dengan BMPK termasuk pemberian kredit kepada pihak terkait, debitur grup, dan/atau debitur besar, berikut monitoring dan penyelesaian masalahnya sebagai bagian atau bagian terpisah dari pedoman kebijakan perkreditan BPR.
v
Sudah ada tetapi belum sempurna
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
Batas M aksimum Pemberian Kredit A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
2 2.00
1.00
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 32
2) BPR secara berkala mengevaluasi dan mengkinikan kebijakan, sistem dan prosedur BMPK agar disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan.
v
Evaluasi dan pengkinian kebijakan sudah ada, namun masih perlu penyempurnaan dan tetap memantau realisasi kredit tetap dlm batas aman BMPK shg tdk ada
pelanggaran/pelampauan 3) Proses pemberian kredit oleh BPR kepada pihak
terkait dan/atau pemberian kredit besar telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang BMPK dan memperhatikan prinsip kehati-hatian maupun peraturan perundang- undangan.
v
Sesuai ketentuan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 2
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
4) Laporan pemberian kredit oleh BPR kepada pihak terkait dan/atau pemberian kredit yang melanggar dan/atau melampaui BMPK telah disampaikan secara berkala kepada Otoritas Jasa Keuangan secara benar dan tepat waktu sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
Tahun 2018 tidak ada pemberian kredit kepada pihak terkait dan /atau melanggar dan/atau melampaui BMPK
5) BPR tidak melanggar dan/atau melampaui BMPK
sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. v Tidak melanggar dan/atau melampaui Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 2 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 2
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 9 Dikalikan dengan bobot Faktor 9
1.70 0.14 0.60 1.5
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
2 1.00
0.10 B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
3
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
10
1) Rencana bisnis BPR telah disusun oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris sesuai dengan visi dan misi BPR.
v
Sesuai
2) Rencana bisnis BPR menggambarkan rencana strategis jangka panjang dan rencana bisnis tahunan termasuk rencana penyelesaian permasalahan BPR yang signifikan dengan cakupan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
Sesuai ketentuan
3) Rencana bisnis BPR didukung sepenuhnya oleh pemegang saham dalam rangka memperkuat permodalan dan infrastruktur yang memadai antara lain sumber daya manusia, teknologi informasi, jaringan kantor, kebijakan, dan prosedur.
v
Didukung sepenuhnya
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 3 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 3
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 50%
Rencana Bisnis BPR
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
3 1
0.50
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan
Laporan Penerapan Tata Kelola Tahun 2018 33
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P) 4) Rencana bisnis BPR disusun dengan
mempertimbangkan paling sedikit:
a. faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha BPR;
b. azas perbankan yang sehat dan prinsip kehati- hatian; dan
c. penerapan manajemen risiko.
v
Sebagian besar telah sesuai
5) Dewan Komisaris melaksanakan pengawasan
terhadap pelaksanaan rencana bisnis BPR. v Pengawasan dilaksanakan Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 2
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 40%
6) Rencana bisnis termasuk perubahan rencana bisnis disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
Sesuai ketentuan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 1 0 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S): 10%
Penjumlahan S + P + H
Total Penilaian Faktor 10 Dikalikan dengan bobot Faktor 10
SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
11
1) Tersedianya sistem pelaporan keuangan dan non keuangan yang didukung oleh sistem informasi manajemen yang memadai sesuai ketentuan termasuk sumber daya manusia yang kompeten untuk menghasilkan laporan yang lengkap, akurat, kini, dan utuh.
v
Belum sepenuhnya sempurna
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5 Hasil perkalian untuk masing-masing Skala
Penerapan 0 2 0 0 0
Total nilai untuk seluruh Skala Penerapan Perhitungan rata-rata dengan dibagi jumlah pertanyaan (S): 1
Dikali dengan bobot Struktur dan Infrastruktur
Tata Kelola (S): 50% 1.00
0.10
Keterangan C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
2 2.00 Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan,
Skala Penerapan
0.10
No Kriteria/Indikator
3 1.5
0.60
1 1
1.20