• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nauli. Terima Kasih Kak Tina

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Nauli. Terima Kasih Kak Tina"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Halo kak Tina! Masih ingat nggak awal kita bertemu. Pertama kali kami melihat kakak kami cuek karena belum kenal dan masih asing bagi kami. Namun kami tahu di sini akan dibuat perpustakaan dan kakak lah yang menjaganya.

Oh……penjaga perpus do hape kakak I (aku pikir dalam hati). Kami datang membaca ke rumah kakak tinggal karena sopo belum selesai diperbaiki. Kami pun senang membaca di rumah tempat kakak tinggal sampai sopo siap diperbaiki kami sering membaca dan kakak sudah mulai akrab dengan kami. Setelah pindah ke sopo kami juga sering membaca dan kakak selalu menmani kam, baik pun disaat bermain maupun membaca dan kegiatan-kegiatan yang lain dan kami pun senang dan suka bercanda dengan kakak, kadang-kadang membuat kakak marah.

Tak terasa sudah satu tahun berlalu, kakak akan pergi meninggalkan kami anak-anak perpus tapi walaupun kakak pergi jangan lupakan sama kami khusus anak Lontung Na Godang, terutama sama tiga serangkai yang selalu membuat kakak tertawa (ha…ha…ha…)

Terima kasih ya kak Tin udah mau mendidik kami dan menemani kami, tapi kami sedih karena kakak begitu cepat meninggalkan kami anak-anak perpus. Tapi kalau ada waktu datanglah ke Lontung Na Godang. Molo soboi paksama asa ro tu Lontung Na Godang on mangida hami. (Surat dari: Santri J. Pakpahan, Kelas : V SD Inpres).

Surat Dari : Goklas Situmorang Kelas : IV SD

Kak Tin, terima kasih atas pengorbanan kakak selama satu tahun ini. Wawasan yang aku miliki selama ini sudah bertambah. Kak, kalau udah nyampe di Medan jangan lupakan kami anak-anak perpus ya kak. Kalau kakak kangen sama kami lihat aja bulan pasti kami semua ada di bulan itu kak.

Kalau kami panen jahe, kunyit dll kakak beli ya…ha…ha…ha Sekian dulu ya ka….yang bisa saya sampaikan buat kakak.

Media Informasi ALUSI TaoToba No. 005 / Maret 2011

“Terima Kasih Kak Tina”

“Terima Kasih Kak Tina”

“Terima Kasih Kak Tina”

“Terima Kasih Kak Tina”



Nauli

(2)

Pada tanggal 1 Maret 2011, saya diundang untuk presentasi di Pride Training Program yang dilakukan oleh Rare (Sebuah lembaga konservasi dari Amerika Serikat) di Institut Pertanian Bogor. Saya diundang untuk memberikan mata kuliah gerilya fundraising dihadapan para mahasiswa S2 (program Master) yang berlabel Manajer Kampanye. Karena saya tidak mempunyai ilmu dan teori tentang bagaimana fundraising, saya hanya bercerita tentang Samosir MEMBACA. Dan sesuatu yang tidak terduga terjadi, salah satu manajer kampanye dari Alor, Nusa Tenggara Timur bernama Vidi memberikan sebuah buku yang masih dibacanya untuk bisa digunakan di Sopo Belajar Lontung dan setelah saya selesai presentasi, seorang manajer memberikan sebuah amplop yang berisi uang sebanyak Rp. 648.500. Puji Tuhan! Terima kasih kawan-kawan B10NC (Bogor 4) atas dukungannya.

Semoga Pride Campaign teman-teman semua bisa berjalan dengan baik, sukses dan bisa membantu pelestarian laut di Indonesia dan Timor Leste.

Beberapa buku sumbangan kami terima pada bulan ini. Penerbit BPK Gunung Mulia kembali menyumbangkan sebanyak 100 buku saat teduh edisi Maret-April 2011. Selain itu ada juga buku dari orang-orang Batak (Halak Hita) yang bekerja di perusahaan Thiess di Jakarta. Mereka menyumbang sebanyak 265 buku. Kami juga menerima 22 buku dari Agnes Marbun di Jakarta. Dan, Yayasan Ars86 Peduli yang merupakan kelompok alumni Fakultas Teknik Arsitek angkatan 86, Universitas Parahyangan Bandung memberikan donasi buku sebanyak 6 eksemplar cerita Seri Kotaku. Tidak ada ukuran banyak atau sedikit buku yang kami terima. Yang pasti buku-buku ini sangat berguna untuk mewujudkan sejuta mimpi masyarakat khususnya anak-anak Samosir. Terima kasih kepada para donatur yang telah mengambil bagian dalam Kampanye Donasi Buku - Satu Buku Sejuta Mimpi (Kadoku Sabuksemi). Kiranya Tuhan memberkati para donatur LEBIH BERLIMPAH!

Bulan ini juga merupakan bulan yang LUAR BIASA seperti bulan-bulan sebelumnya. Pada tanggal 26 Maret 2011, saya menerima email dari Daniel Pangaribuan yang mengatakan bahwa Masyarakat Batak di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat membelikan domain untuk website Yayasan ALUSI TaoToba dengan alamat www.alusitaotoba.org. Tidak

hanya itu, mereka juga membuatkan blog ALUSI TaoToba di http://alusitaotoba.tumblr.com. Dan, pekerjaan sayapun bertambah untuk mengupdate blog! PUJI TUHAN!!! Satu lagi mimpi ALUSI TaoToba terwujud. Tuhan bekerja dengan cara-cara yang misterius. Tuhan memberkati LEBIH BERLIMPAH masyarakat Batak di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat. Semoga suatu saat nanti, saya bisa bertemu lae dan ito semuanya.

Setelah satu tahun berbagi dengan masyarakat di Lontung, akhirnya Relawan ALUSI TaoToba, Tina Saragih melanjutkan kehidupan pribadinya. Tina meninggalkan Lontung untuk menikah pada bulan Mei 2011 mendatang. Dengan berat hati, ALUSI TaoToba dan masyarakat Lontung khususnya desa Pardomuan harus merelakan kepergian Tina. TERIMA KASIH atas kontribusi yang Tina berikan untuk pertumbuhan Sopo Belajar Lontung. TERIMA KASIH sudah membantu mewujudkan mimpi-mimpi ALUSI TaoToba. Tuhan memberkati Tina LEBIH BERLIMPAH.

Tercapailah semua mimpi-mimpimu, kawanku! Dan satu yang bisa saya pastikan bahwa akan muncul orang-orang HEBAT dari anak-anak Samosir yang tumbuh bersama denganmu selama setahun ini.

Buletin Nauli edisi kali inipun kami dedikasikan untukmu. A Tribute To Tina Saragih!

Salam dari tepian Danau Toba,

Cara Tuhan Sungguh Ajaib!

Cara Tuhan Sungguh Ajaib!

Cara Tuhan Sungguh Ajaib!

Cara Tuhan Sungguh Ajaib!



Sopo Belajar Lontung di desa Pardomuan, Lontung, Samosir. Sopo ini berusia 150 tahun.

(3)

“Selamat Jalan Kak Tina”

“Selamat Jalan Kak Tina”

“Selamat Jalan Kak Tina”

“Selamat Jalan Kak Tina”



Memulai sesuatu yang baru merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, kita berada dalam posisi keragu-raguan untuk memutuskan apakah kita tetap harus memulai sesuatu yang hasilnya tidak kita tahu pasti akan berhasil atau tidak. Sebaliknya apakah kita harus berhenti dan tidak mau mencoba karena takut akan mengalami kegagalan atau merasa tidak mampu untuk menghadapi tantangan yang akan datang? Itu semua tergantung kepada pribadi seseorang.

Seperti relawan pertama ALUSI TaoToba, seorang perempuan yang tinggal di kota dan bersekolah di kota mulai dari Sekolah Dasar sampai menjadi seorang sarjana, yaitu Tina Saragih. Kak Tina memilih untuk berbagi di Samosir tepatnya Huta Lontung Nagodang, Desa Pardomuan yang jauh dari suasana keramaian, kehidupan masyarakatnya yang masih dalam keterbatasan baik dari segi perekonomian, ilmu pegetahuan, teknologi dan pendidikan. Sopo Belajar yang akan menjadi tempat anak-anak untuk membaca dan tempat tinggalnya pun masih dalam tahap perenovasian, karena Sopo tersebut sudah lama tidak dipergunakan dan lantai dasar Sopo pernah menjadi kandang kerbau masyarakat yang berdomisili di sekitar Sopo. Juga semua fasilitas Sopo Belajar Lontung masih dalam serba kekurangan. Namun Kak Tina percaya untuk tetap melangkah dan dapat berbagi pengetahuan dengan anak-anak Samosir melalui Sopo Belajar Lontung. Walaupun Kak Tina tidak terbiasa dengan kehidupan di desa, di mana masyarakat Samosir mayoritas Batak dan bahasa sehari-harinya pun bahasa Batak, bahasa yang tidak terlalu dimengerti. Tetapi sudah menjadi pilihannya, berarti siap menerima resiko dalam bekerja,mengenai bahasa yang tidak dimengerti itu sesuatu yang harus dipelajari untuk bisa bergabung dengan masyarakat di tempat tinggal yang baru.

Waktu terus berjalan, sedikit demi sedikit fasilitas Sopo Belajar sudah mulai berkembang, fasilitator kegiatan sudah menjadi tiga orang dan anak-anak juga sudah banyak yang datang ke Sopo Belajar setiap harinya untuk membaca, mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada dan juga bermain. Dari keseringan anak-anak datang ke Sopo Belajar, mereka mulai merasa dekat dengan relawan ALUSI TaoToba. Tanpa terasa seiring bergulirnya waktu, kak Tina sudah sekitar satu tahun berbagi kepada anak-anak Samosir, saling bertukar cerita, bercanda tawa bersama dengan kepribadian anak-anak yang berbeda-beda. Kadang-kadang membuat kesal, marah dan juga tertawa. Namun canda tawa anak-anak Sopo Belajar Lontung tidak lagi setiap harinya bisa didengarkan Kak Tina karena sebentar lagi akan menikah sehingga harus meninggalkan Sopo Belajar Lontung. Anak-anak yang datang ke Sopo Belajar sudah mengetahui hal tersebut. Mereka sedih karena begitu cepatnya bagi mereka Kak Tina meninggalkan Sopo Belajar Lontung, tetapi mereka tidak bisa berkata apa-apa untuk bisa menghalanginya. Seperti ungkapan “Maksud Hati Memeluk Gunung Apadaya Tangan tak Sampai”.

(4)

ALUSI TaoToba dan juga anak-anak mengadakan acara perpisahan yang sederhana tepatnya Sabtu 26 Maret 2011 untuk mengucapakan terima kasih kepada Kak Tina. Anak-anak yang datang mengikuti acara tersebut 25 orang, masyarakat Desa Pardomuan yang berdomisili sekitar Sopo Belajar 4 orang, Kepala Desa Pardomuan beserta istri, Ketua ALUSI TaoToba dan Pustakawati Sopo Belajar. Acara dimulai dari kata sambutan Ketua Alusi Tao Toba dilanjutkan dengan anak-anak untuk mengucapkan terima kasih kepada Kak Tina di mana kurang lebih satu tahun telah mau berbagi untuk mereka anak-anak Samosir. Satu per satu anak-anak mulai mengucapkan sepatah dua patah kata yang dimulai dari Santri, tetapi disaat mengucapkan kata-katanya Santri mulai menangis karena sedih Kak Tina tidak lagi di Sopo Belajar untuk menemani mereka setiap harinya, baik disaat membaca, bermain dan mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya. Setelah Santri selesai, dilanjutkan dengan anak-anak yang lainnya dan tiba pada giliran Elieser. Elieser orang yang suka ngejahilin teman-temannya, membuat Kak Tina harus bersuara keras untuk menghentikan tingkahnya ternyata bisa juga menangis. Disaat dia mau mengucapkan terimakasih pada Kak Tina, dia tidak bisa berkata apa-apa karena sudah langsung menangis, menunggu tangisnya reda akhirnya diganti dengan temannya yang lain. Anak-anak yang lain juga menangis disaat mengucapkan kata terima kasih pada Kak Tina. Tetapi Elieser ditunjuk lagi untuk mengucapkan kata-kata terima kasihnya. Dia berkata

”Terimakasih Kak Tina sudah mau mendidik kami dari kecil sampai besar, semoga kakak panjang umur dan sehat selalu” itu dia ucapkan ditengah isak tangisnya dan dia tidak sadar akan apa yang dia ucapkan apakah tepat atau tidak. Anak-anak yang lain juga tidak menertawakannya karena mereka larut dalam tangisnya masing-masing. Juga Goklas yang sering datang ke Sopo Belajar dan begitu dekat dengan Kak Tina tidak bisa berkata banyak dia hanya berkata ”TERIMA KASIH KAK TINA”

karena Goklas tidak bisa menahan tangisnya karena merasa sedih akan ditinggalkan Kak Tina bahkan Kepala Desa terharu melihat anak-anak. Kepala Desa Pardomuan memberikan ULOS kepada Kak Tina sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau berbagi untuk Samosir. Keesokan harinya setelah acara perpisahan yaitu Minggu 27 Maret 2011, anak-anak juga ikut memberangkatkan Kak Tina sekalian menyalaminya. Anak-anak kembali menangis bahkan sampai ke mobil mereka kehilangan sosok seperti Kak Tina.

Semua itu karena Kak Tina mampu berbagi pengetahuan kepada anak-anak Samosir dengan baik walau keyakinan yang berbeda tidak menjadi penghalang karena Berbagi itu Indah.Terimakasih Kak Tina sudah mau berbagi dengan kami dan juga anak-anak Samosir, semoga Sopo Belajar semakin berkembang. Selamat Jalan Kak Tina! (Meike Pakpahan; putri desa Pardomuan; Pustakawati Sopo Belajar Lontung)

(5)

Satu Tahun Yang Indah di Lontung Satu Tahun Yang Indah di Lontung Satu Tahun Yang Indah di Lontung Satu Tahun Yang Indah di Lontung



Dunia ini begitu banyak memberikan pilihan untuk dijalani manusia. Kita begitu percaya bahwa Tuhanlah yang menentukan jalan hidup kita dan semua terjadi atas kita adalah kehendakNYA. Suka dan duka itu semua kehendak Tuhan. Namun Tuhan selalu punya rencana untuk tiap umatNYA dan rencana itu adalah kuasaNYA yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya.

Kita menganggap bahwa kita dengan satu sama lain berbeda baik fisik, sosial, keyakinan, derajat, martabat, dan lain-lain. Padahal dimata Tuhan kita semua sama, yang membedakan kita hanyalah tingkat keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun manusia dari zaman ke zaman selalu terlihat membedakan dirinya dengan satu sama lain. Jika yang merasa kaya dan berkecukupan lebih tentu jauh berbeda dengan yang serba kekurangan. Namun apakah semua yang kaya itu mau berbagi dengan yang kekurangan?

Pebruari 2010, mas Galih dari Klub Indonesia Hijau Medan menelepon. Ternyata hasil pembicaraan adalah penawaran untuk menjadi relawan di Samosir dalam program pendidikan lingkungan. Saat itu info yang kudapat tentu belum jelas namun dengan yakin walau entah apa yang menggerakkan hatiku untuk mengatakan iya. Tak lama setelah pembicaraan tersebut, HP ku menerima sms dari Togu Simorangkir yang akhirnya kuketahui, dialah yang menggagas berdirinya Yayasan ALUSI TaoToba. Inilah awal pembicaraan mimpi-mimpi ALUSI TaoToba.

Ada kebimbangan terhadap kemantapan pilihan, karena pada saat itu aku juga sudah ditawari oleh salah satu LSM yang bergerak dalam bidang kesehatan reproduksi remaja dan penanggulangan HIV/AIDS di Medan untuk menjadi konselor bagi para pengguna jarum suntik. Koordinator lapangan selalu mengingatkan untuk mengantar berkas data diri karena tanggal 9 April 2010 sudah harus dimulai. Pikir punya pikir, akhirnya aku memutuskan untuk memilih tawaran ALUSI TaoToba. Mungkin pada saat itu banyak yang beranggapan bahwa ALUSI TaoToba bisa memberikan salary yang lebih besar dibanding LSM Penanggulangan HIV/AIDS. Aku tidaklah munafik bahwa aku juga pasti butuh uang tetapi dari yang kujalani setelah menyelesaikan studi S1 Kesehatan Masyarakat, tekanan dan ketidaknyamanan selalu menghampiri walau dari segi salary cukup lumayan.

Sebelumnya aku tidak pernah tahu siapa itu Togu Simorangkir dan bagaimana dia, tetapi dari pertemuan di bandara Polonia – Medan untuk pertama kalinya pada 9 April 2010, aku yakin aku bisa dapatkan yang aku cari jika bekerja dengan timnya. 12 April 2010 kami berangkat (Togu, Tina, dan Ganda) ke desa Pardomuan – Samosir untuk survey lapangan tempat ALUSI TaoToba mewujudkan mimpi-mimpi indahnya. Kami tiba di rumah kepala desa Pardomuan disambut hangat oleh ibu Kades.

Awalnya saya sangat terkejut setelah tahu bahwa tidak ada penduduk desa Pardomuan yang muslim seperti saya. Pada malam harinya saat istirahat di kamar saya merenung, bisakah nanti saya bertahan di desa ini dimana saya harus harus hidup dengan orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda dengan saya. Namun akhirnya saya mantapkan hati bahwa saya sama dengan semuanya.

Yang berbeda hanyalah caranya dan bagiku urusan keyakinan itu urusan pribadi masing-masing.

Saya tidak akan mengganggu keyakinan masyarakat di desa ini dan dengan harapan masyarakat juga tidak mengganggu keyakinan saya.

Masyarakat desa Pardomuan mungkin merasa aneh melihat saya yang selalu memakai jilbab.

Adakalanya mereka mempertegas tentang keyakinan saya dengan bertanya langsung, “ito beragama islam ya?” Saya tidak ingin masyarakat beranggapan bahwa saya terikat dengan organisasi keagamaan bahwa saya ditugaskan untuk penyebaran agama Islam. Makanya jika ada kesempatan bertemu dengan masyarakat saya menjelaskan maksud dan tujuan saya berada di desa ini tidak lain tidak bukan hanya karena niat untuk berbagi dengan sesama tanpa memandang kepercayaan dan keyakinan. Awal keberadaan di desa ini, adalah hal yang sangat berat dimana saya harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa saya hanya untuk berbagi khususnya untuk pendidikan.

(6)

Terkadang saya mendengar di jalan jika ada orang “Eh, ada orang Islam” dan terkadang mereka bilang “Assalamualaikum”. Namun akhirnya semuanya berjalan baik dimana akhirnya masyarakat bisa menerima saya seperti saudara mereka dan kami tidak pernah saling merendahkan.

Memang terkadang tentu ada jarak antara Islam dan Kristen. Disaat ada pesta atau ada acara saya tidak pernah diundang karena tentunya makanan yang disajikan mereka tidak bisa saya makan.

Semua orang yang tahu tentang apa yang saya lakukan di Samosir heran, mengapa? Kok bisa ya dan mau tinggal yang berpenduduk Kristen semuanya dan jauh dari keramaian. Tapi semuanya berpulang pada hati dan niat yang tulus.

Ada Hal tidak kusuka dari hidup di Samosir khususnya Lontung, yang pertama jika malam sungguh sepi apalagi tidak ada hiburan ya setidaknya TV hanya suara jangkrik dan gemuruh angin sekali-kali yang datang menemani hampir tiap malamku. Sungguh suatu masalah jika terbangun tengah malam karena suara angin yang kencang, saya ketakutan padahal tidak ada apa-apa pasti segera ku sms si Abi (panggilan sayang untuk pujaan hatiku) dan langsung diteleponlah saya sampai nanti saya bisa terlelap tidur lagi. Si Abi memang tidak suka jika saya tinggal di Lontung dengan kondisi yang sering saya ceritakan dengannya namun dia selalu ada buat saya disaat saya butuh teman untuk diajak ngobrol, memberikan masukan dan selalu mensdukung untuk kegiatan positif yang saya lakukan.

Yang kedua, di Lontung sungguh susah mencari sayur-sayuran untuk dimakan. Kalau pun ada dijual yang ada selalu sawi putih dan kol. Di danau Toba yang katanya sumber ikan, juga susah untuk dibeli sekali-kali saja ada yang mau ke atas untuk mengantar ikan. Jadi ya harus puaslah kadang bisa makan ikan segar seminggu sekali bahkan lebih. Telor, sarden kaleng, mie instan, dan ikan teri adalah lauk rutin yang terus dikonsumsi. Syukuri, karena masih banyak saudara kita yang susah untuk bisa makan bahkan terkadang tidak bisa makan sehari sekali. Namun memang sungguh indah hidup berdampingan dengan damai, walau pun berbeda keyakinan tetangga selalu memberi makanan ke rumah.

Komitmen yang sudah tertanam dihati bahwa tujuan ke Samosir hanya untuk berbagi jadi tidaklah ada pertanyaan “berapa salary yang kamu inginkan?” Tetapi, tidaklah munafik kalau kebutuhan saya tidak hanya sebatas makan. Makan okelah tidak jadi pikiran tetapi asuransi perbulan yang selalu dipikirkan. Di ALUSI TaoToba tidak ada yang namanya salary yang ada hanya uang saku, itu pun harus bersabar tidak tiap bulan bisa dibayarkan kadang 2 bulan sekali, kadang 3 bulan sekali tergantung jika ada yang memberi donasi. Untung tidak hidup sendirian di dunia ini, jadi jika pas tidak ada uang ya pasang muka tembok pinjam ke teman-teman untuk bayar asuransi dan kebutuhan lainnya.

Dari cerita diatas kok sepertinya cerita bawang merah dan bawang putih yang selalu menceritakan kisah sedihnya bawang putih. Ada hal yang tidak bisa dibayar dengan uang atau barang -barang, apa yang kulakukan di Lontung memberi kebahagiaan tersendiri. Aku bisa tertawa dan bermain bersama masyarakat khususnya anak-anak. Aku bisa belajar tentang apa yang tidak kuketahui sebelumnya tentang kehidupan di desa. Banyak yang bisa kuambil dari Lontung ini, mulai dari cara hidup sampai kebudayaan yang begitu mengakar di Lontung ini. Terlalu indah memang bisa berbagi dengan masyarakat hingga saya bisa bertahan selama 1 tahun di Lontung dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Sebenarnya waktu untuk belajar di masyarakat dalam kurun waktu 1 tahun masih kurang tetapi saya juga punya tanggung jawab dan bakti kepada orangtua, diumur saya yang sudah 25 tahun, orangtua saya meminta untuk memberikan tanggung jawab mereka terhadap saya kepada seseorang yang bisa menggantikan tanggung jawab mereka. Akhirnya tercapailah keinginan mereka, Mei 2011 ada seseorang yang mau menggantikan tanggungjawab orangtua saya dan untuk itu akhirnya saya harus rela meninggalkan Lontung – Samosir dan keceriaan anak-anak.

Selain itu semua saya juga punya mimpi bahwa nanti saya ingin juga berbagi buat anak-anak jalanan dan cacat dan saya bisa melanjutkan studi S2 ke luar negeri. Amin.

(7)

Saat saya menulis cerita ini hanya tinggal menghitung hari keberadaan saya di Lontung. 27 Maret 2011, saya meninggalkan Lontung dan anak-anak. Entah mereka sedih atau tidak saat saya tinggalkan tetapi bagi saya sesungguhnya saya tidak sanggup untuk mengangkat kaki ini. Tetapi harapan saya jika nanti sudah beberapa tahun saya menerima kabar bahwa anak-anak ini sudah menjadi orang-orang yang hebat. Amin. Besar harapan saya terhadap ALUSI TaoToba untuk bisa terus berkarya dengan cara yang bersahaja dan sederhana. Meskipun nanti saya tidak berada lagi di Lontung tetapi saya akan terus ada buat ALUSI TaoToba semampu yang dapat saya lakukan.

Buat bang Togu, teruskanlah mimpi-mimpi indah yang sudah menjadi komitmen ALUSI TaoToba. Dengan keyakinan penuh, Tuhan pasti ada buat ketulusan hati.

Buat Ganda, hal kecil yang sudah dilakukan akan berdampak besar buat orang banyak.

Anggaplah Lontung ini sudah menjadi bagian dari keluargamu. Apapun nanti mimpi indahmu Tuhan ada bersamamu.

Buat Meike, Tuhan pasti membayar apa yang sudah Meike korbankan untuk kampung halamanmu. Tetap terus bermimpi dan yakin bahwa mimpi itu akan terwujud nantinya.

Buat anak-anak, terutama santri, sovia, goklas, elliezer, elle, lauren, lady dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, kakak sungguh sangat sedih untuk meninggalkan kebersamaan kita. Jadilah kalian semuanya orang hebat yang rendah hati. I’m Gonna Miss u all….

Buat Kepala desa dan Ibu kepala desa, terima kasih yang sungguh teramat dalam selama ini sudah menjadi pengganti orangtuaku. Tempat mengadu dan meminta bantuan. Tuhan memberkati amang dan namboru.

Buat keluarga Batara Situmorang terutama Mami Elle, sungguh saya seperti tinggal dengan kakak sendiri. Saya tidak bisa membalas kebaikan keluarga ini dengan apapun. Hanya doa yang bisa kuberikan agar keluarga ini diberkati Tuhan. Amin.

Buat masyarakat Pardomuan, terima kasih sudah menerima saya seperti keluarga sendiri meskipun kita berbeda keyakinan. Tuhan memberkati kita semua.

Buat para donatur, saya tidak bisa berkata apa-apa atas kemurahan hati para donatur yang mau berbagi dengan masyarakat desa Pardomuan ini. Tuhan memberkati kita semua. Amin

Sampai disinilah yang bisa saya bagikan tentang apa yang sudah saya jalani selama 1 tahun di Lontung. Jangan pernah takut bermimpi anak-anakku dan masyarakat desa Pardomuan. Tuhan memberkati kita semua. Amin

(8)

Nyanyian Anak Lontung Untuk Tina Saragih Nyanyian Anak Lontung Untuk Tina Saragih Nyanyian Anak Lontung Untuk Tina Saragih Nyanyian Anak Lontung Untuk Tina Saragih



Pada saat perpisahan Tina Saragih di Sopo Belajar Lontung, anak-anak yang selama ini menjadi anak didik Tina Saragih menyanyikan sebuah lagu yang mereka gubah liriknya. Lagu yang berjudul Burju Marsimatua ini bercerita tentang Tina akan meninggalkan mereka dan menikah. Doa anak-anak ini agar Tina menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan memiliki hubungan yang baik dengan mertua.

Tinggalhononmu ma Kak Tina Hami anak perpustakaan on Ai nunga ro be rokkap mi Natinodoni rohami

Borhat ma ho tiur ma nang lakkami Manang didia pe marhuta ho muse

Ditangiakon do kak Tina Hita mardongan hasian Ihutononmu namai Tulangku siadopan mi Horas ma ho uli nang nipimi

Digomgom tondiki ditumpak Tuhani

Reff:

Tubu ma laklak da inang tubu sikkoru Tubuan anak ho inang tubuan boru Asa marluga ma hamu disada solu Mangalului na ringkot dalanni ngolu

Sai hot ma ho dihatuanmi Tadingkon haposoonmi Tu au pangalahom

Malo-malo ma ho kak Tina marsiadopan Marsianjuan ma hamu marsada roha Burju-burju ma ho kak tina marsimatua Asa tanda ma ho kak Tina boru saragih

—————————————

Lagu : Burju Marsimatua Penyanyi asli : Nirwana Trio

Gubahan : Goklas Situmorang dan Santri Pakpahan (Anak-anak Lontung)

(9)

Update Kegiatan Sopo Belajar Lontung Update Kegiatan Sopo Belajar Lontung Update Kegiatan Sopo Belajar Lontung Update Kegiatan Sopo Belajar Lontung



Pada bulan Maret 2011 ini, jumlah kunjungan ke Sopo Belajar ALUSI TaoToba meningkat dibandingkan bulan Pebriuari 2011 yaitu sebanyak 369 kali. Terjadi kunjungan berulang bagi semua pengunjung. Dari 369 kali kunjungan ini, sebanyak 670 buku. Kategori buku yang dibaca sebagai berikut: cerita anak, komik, ensiklopedia anak, buku pelajaran SD, dunia hewan, kewarganegaraan, Pendidikan Anak Usia Dini, Kesehatan, kreatifitas, majalah, kerohanian, pendidikan aksara, pengetahuan umum.

Dibawah ini daftar kegiatan di Sopo Belajar Lontung selama bulan Maret 2011:

Pada bulan Maret 2011 ini, Kreta Baca tidak beroperasi dikarenakan relawan yang menjalankannya sedang ijin untuk keluar kota. Diharapkan Kreta Baca kembali beroperasi pada bulan April 2011 agar anak-anak yang jauh dari Sopo Belajar Lontung tetap memiliki akses terhadap buku.

Pulo Samosir do haroroanku Samosir do Ido asalhu sai tong ingotonhu

Saleleng ngolungku hupuji ho

Disi do pusokhi pardengkeanhu haumangki Gok disi hansang nang eme nang bawang Rarak do pinahan di dolok i

Reff: Laope au marhuta sada

Tung sopola leleng nga mulak au

Molo marujung ma, muse ngolungku sai ingot ma Anggo bangkeku disi tanomonmu

Disi udeanku sarihon ma

Molo masihol ho, di natinombur masihol ho Manang niura dohot na margota

Di Pulo Samosir do dapot ho, manang niura Dohot namargota Di Pulo Samosir do dapot ho

Tanggal Kegiatan Materi Peserta Tutor

01 Maret 2011 English For Fun Vocabulary of Transportation 7 orang Meike Pakpahan 02 Maret 2011 Kelas Kreativitas

Membuat Mainan dari karton dan kertas bekas

4 orang Ganda Manurung 03 Maret 2011 Pemutaran Film Getar Dawai Hasapi 10 orang Tina Saragih 04 Maret 2011 Klub Baca SD Bunga Batu 7 orang Tina Saragih 05 Maret 2011 Menggambar Apanyang terlintas di pikiran 8 orang Meike Pakpahan 06 Maret 2011 Pemutaran Film Getar Dawai Hasapi 11 orang Meike Pakpahan

08 Maret 2011 English For Fun Tenses 8 orang Tina Saragih

09 Maret 2011 Kelas Kreativitas Melengkapi gambar 8 orang Tina Saragih 10 Maret 2011 Pemutaran Film Nyumpi, Suku Dalam Jambi 11 orang Meike Pakpahan 11 Maret 2011 Klub Baca SD

Menceritakan wawasan Indonesia dari gambar

5 orang Tina Saragih 12 Maret 2011 Mewarnai Kupu-kupu, Ikan. Dan Hutan 19 orang Tina Saragih 13 Maret 2011 Belajar Cerdas Cermat Mata Pelajaran SD 6 orang Tina Saragih

15 Maret 2011 English For Fun Tenses 5 orang Tina Saragih

16 Maret 2011 Kelas Kreativitas Melipat kertas 4 orang Meike Pakpahan 17 Maret 2011 Pemutaran Film Cerita Anak dari Bajau 5 orang Tina Saragih 18 Maret 2011 Klub Baca SD Ensiklopedia Anak 4 orang Meike Pakpahan 19 Maret 2011 Mewarnai Ikan dan orang 13 orang Meike Pakpahan 20 Maret 2011 Pemutaran Film Getar Dawai Hasapi 9 orang Meike Pakpahan

22 Maret 2011 English For Fun Tenses 4 orang Meike Pakpahan

23 Maret 2011 Kelas Kreativitas Melengkapi gambar 4 orang Meike Pakpahan

24 Maret 2011 Pemutaran Film Pendekar cilik 4 orang Meike Pakpahan

25 Maret 2011 Klub Baca SD Percakapan 5 orang Tina Saragih

26 Maret 2011 Mewarnai Barby dan ikan 22 orang Meike Pakpahan

30 Maret 2011 Kelas Kreativitas Melipat kertas 4 orang Meike Pakpahan

31 Maret 2011 Pemutaran Film Desaku di Ufuk Barat 7 orang Meike Pakpahan

(10)

Catatan Keuangan Catatan Keuangan Catatan Keuangan Catatan Keuangan



Jumlah pengeluaran diatas adalah jumlah total setiap bulannya. Catatan yang lebih detail ada pada kami. Jika ada donatur yang menginginkan penggunaan keuangan yang lebih terperinci dapat menghubungi kami di email: [email protected].

Daftar Donatur bulan Maret 2011 adalah sebagai berikut:

Laporan Keuangan Yayasan ALUSI TaoToba Hingga 31 Maret 2011

Pemasukan

Pemasukan Tahun 2010 Rp 28.418.989

Pemasukan Tahun 2011 (s/d 31 Maret 2011) Rp 13.348.500

Jumlah Total Pemasukan Rp 41.767.489

Pengeluaran

April 2010 Rp 2.702.356

Mei 2010 Rp 3.784.000

Juni 2010 Rp 2.395.000

Juli 2010 Rp 645.000

Agustus 2010 Rp 3.915.500

September 2010 Rp 3.039.500

Oktober 2010 Rp 1.965.500

Nopember 2010 Rp 3.447.500

Desember 2010 Rp 3.383.175

Januari 2011 Rp 1.224.000

Pebruari 2011 Rp 8.634.750

Maret 2011 Rp 4.008.230

Rp 39.144.511 Sisa Dana Hingga 31 Maret 2011 Rp 2.622.978

No Tanggal Nama Lokasi Jumlah

1 1 Maret 2011 Bogor 4 Rare (B10NC) Bogor Rp 648.500 2 10 Maret 2011 NN Depok Rp 200.000

Rp 848.500

Dukungan kita bisa mewujudkan mimpi Anak Dukungan kita bisa mewujudkan mimpi Anak Dukungan kita bisa mewujudkan mimpi Anak

Dukungan kita bisa mewujudkan mimpi Anak----Anak Samosir. Yang kita Anak Samosir. Yang kita Anak Samosir. Yang kita Anak Samosir. Yang kita

lakukan adalah hal kecil yang bisa membawa perubahan besar.

lakukan adalah hal kecil yang bisa membawa perubahan besar.

lakukan adalah hal kecil yang bisa membawa perubahan besar.

lakukan adalah hal kecil yang bisa membawa perubahan besar.

Mari berbagi untuk sesama!

Mari berbagi untuk sesama! Mari berbagi untuk sesama!

Mari berbagi untuk sesama!

(11)

Dari Kita untuk Mereka Dari Kita untuk Mereka Dari Kita untuk Mereka Dari Kita untuk Mereka



Huta Lontung Na Godang tempat dimana Sopo Belajar Lontung berada tidak memiliki WC umum yang bisa diakses oleh masyarakat. Dari 10 rumah yang ada di huta, hanya 4 rumah saja yang memiliki WC. Jika masyarakat ingin buang air kecil atau air besar, mereka harus pergi ke binanga (sungai kecil). Begitu juga degan para pengunjung Sopo Belajar Lontung, jika mereka ingin buang air kecil harus ke binanga atau menumpang di rumah Kepala Desa. Melihat kondisi ini, kami ingin ada sebuah WC yang bisa digunakan oleh pengunjung Sopo Belajar Lontung agar kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat terjaga. Untuk itu, kami mohon dukungan dari pembaca yang baik untuk merealisasikan rencana ini. Mari kita ciptakan lingkungan yang sehat di sekitar Sopo Belajar Lontung!

Adapun kebutuhan untuk pembuatan WC Sopo Belajar Lontung adalah sebagai berikut:

No Item Unit Satuan Harga Total

1 Batu Bata 1200 biji Rp 450 Rp 540.000 2 Semen 15 sak Rp 50.000 Rp 750.000 3 Pasir 1 pick up Rp 250.000 Rp 250.000 4 Besi Beton 3 batang Rp 48.000 Rp 144.000 5 Seng 5 lembar Rp 56.000 Rp 280.000 6 Kayu 6 batang Rp 35.000 Rp 210.000 7 Kloset 1 buah Rp 100.000 Rp 100.000 8 Pintu WC 1 buh Rp 250.000 Rp 250.000 9 Paku Seng 1 kotak Rp 25.000 Rp 25.000 10 Paku 3 inchi 1 kg Rp 16.000 Rp 16.000 11 Upah pengerjaan 1 unit Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 12 Logistik Tukang 7 hari Rp 50.000 Rp 350.000 13 Ongkos antar barang 1 unit Rp 50.000 Rp 50.000 Rp 3.965.000 Donasi yang sudah masuk

Semen 5 sak Rp 50.000 Rp 250.000

Kekurangan dana Rp 3.715.000

(12)

Satu Buku Sejuta Mimpi

Kampanye Donasi Buku - Satu Buku Sejuta Mimpi (Kadoku Sabuksemi) merupakan Kampanye Donasi Buku yang dilakukan oleh Yayasan ALUSI TaoToba

guna mengumpulkan buku-buku untuk membantu program samosir membaca!. Buku-buku yang dikumpulkan adalah buku baru

ataupun buku bekas dalam kondisi layak baca. Adapun buku-buku yang diperlukan untuk membantu samosir membaca! adalah:

Cerita bergambar

Komik (tidak yang berisi kekerasan dan seks)

Novel

Buku pegetahuan umum

Ensiklopedia

Buku pertanian dan peternakan

Buku lingkungan dan konservasi

Buku keterampilan dan keahlian

Majalah (tidak yang pornografi)

Buku pelajaran untuk SD dan SMP (KTSP terbaru)

Dan buku-buku lainnya yang mendidik serta meningkatkan pengetahuan dan pengembangan diri masyarakat.

Dukungan kita bisa mewujudkan mimpi mereka. Yang kita lakukan adalah hal kecil yang bisa membawa perubahan besar. Mari berbagi untuk sesama!

Silahkan menghubungi Yayasan ALUSI TaoToba : togu simorangkir (085828467888)

email: [email protected]

(13)

Senin : belum ada kegiatan Selasa : English For Fun Jam : 15.30 - 16.30 WIB Rabu : Kelas Kreativitas Jam : 14.00 - 16.00 WIB Kamis : Pemutaran Film Jam : 14.00 - 15.00 WIB Jumat : Klub Baca SD Jam : 13.30 - 15.30 WIB

Sabtu : Mewarnai & Menggambar Jam : 14.00 - 15.30 WIB

Minggu : Pemutaran Film Jam : 14.00 - 15.00 WIB

Kegiatan lainnya dapat disusun bersama- sama dengan masyarakat.

Setiap kegiatan GRATIS!!!

Jadwal Kegiatan Jadwal Kegiatan Jadwal Kegiatan Jadwal Kegiatan Sopo Belajar Lontung Sopo Belajar Lontung Sopo Belajar Lontung Sopo Belajar Lontung



Ketika mereka berhenti belajar, mereka berhenti bertumbuh!

samosir membaca!

Beberapa kebutuhan ALUSI TaoToba untuk memaksimalkan program samosir membaca! yaitu:

1. LCD Projector + Screen (bekas/baru) : untuk pemutaran film di masyarakat.

2. Komputer (bekas/baru) : untuk media belajar anak-anak dan dewasa. Banyak masayarakat yang ingin belajar komputer.

3. Kamera Digital (bekas/baru) : untuk kegiatan Potret Tao Toba dari mata Anak-Anak Samosir. Diperlukan beberapa kamera untuk kegiatan ini. Foto-foto yang dihasilkan oleh anak-anak ini akan dipamerankan.

4. Sepeda Motor (bekas/baru) : untuk penambahan armada Kreta Baca agar semakin banyak masyarakat khususnya anak -anak yang bisa mendapatkan akses terhadap buku.

5. Alat dan bahan untuk menggambar, melukis

& mewarnai : untuk menumbuhkan kreativitas menggambar. Hasil-hasil gambar atau lukisnya akan dipamerkan.

Dukungan kita sangat dibutuhkan. Mari membantu Anak-Anak Samosir untuk bertumbuh! Tuhan memberkati kita semua!

Wish List ALUSI TaoToba Wish List ALUSI TaoToba Wish List ALUSI TaoToba Wish List ALUSI TaoToba



(14)

Daftar penyumbang buku:

1. Penerbit BPK Gunung Mulia (Jakarta) 2. Jeni Shannaz (Bogor)

3. Mella Puspita (Depok) 4. Sally Widyastuti (Jakarta) 5. Sandrak Manurung (Medan) 6. Argentino Siregar (Medan) 7. Tina Saragih (Medan) 8. Junita Sitanggang (Jakarta) 9. Arthur Tambunan (Jakarta) 10. Ruth Tambunan (Jakarta) 11. Sarilani Putu (Depok) 12. Nida Sofya (Samarinda)

13. Orangutan Information Center/IOC (Medan) 14. Yayasan Ekosistem Lestari/YEL (Medan) 15. Mario Gultom (Medan)

16. National High Jakarta School (Jakarta) 17. Marina Situmorang (Jakarta)

18. Lili Aries Sadikin (Jakarta)

19. Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia) (Kalimantan Tengah)

20. Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM)

21. Vidi B10NC (Alor, Nusa Tenggara Timur) 22. Agnes Marbun (Jakarta)

23. Yayasan Ars86 Peduli (Jakarta) 24. Halak Hita di Thiess (Jakarta)

Donasi Barang

1. Laptop (Hari Kushardanto/Bandung) 2. Kamera Digital (Nita Ryarti/Jakarta) 3. Perlengkapan rumah tangga (Ny. R.

Simorangkir br. Gultom/Pematang Siantar) 4. Semen dan Seng (Bapak V. Situmorang/

Lontung)

5. Film-Film Lingkungan (Yayorin/Yayasan Orangutan Indonesia/Kalimantan)

6. Film-Film Dancow (Frida Simorangkir/Jakarta) 7. Mainan anak-anak (Nancy Widyani/Bali)

8. Monitor Komputer (Poppy Simorangkir/Medan) 9. CPU Komputer (Tina Saragih/Kisaran)

Books Dropping Point Di Jakarta:

Jamartin Sihite

Jl. Kebon Baru IV No. 5, Tebet Jakarta Selatan

Telp. (021) 8294762

Books Dropping Point Di Bogor:

RARE

Jl. Papandayan No. 11A Bogor, Jawa Barat Telp. (0251) 8329449

Books Dropping Point Di Bandung:

Manganju Luhut Tambunan Institut Teknologi Bandung (ITB)

Gedung Kegiatan Mahasiswa

Institut Sosial Humaniora Tiang Bendera Jl. Ganesha 10, Bandung

Jawa Barat 40132 Telp. 081394730811

Books Dropping Point Di Medan:

Orangutan Information Center (OIC) Komplek Tasbih Blok RR No. 98

Medan, Sumatera Utara Telp. (061) 8200218

Books Dropping Point Di Bali:

Baby Saskia Tamba Jl. Ceningansari No. 12 G,

Sesetan, Denpasar, Bali Tlp. (0361) 9698777

Kirim Donasi Buku Di Siantar:

Togu Simorangkir Jl. H. Adam Malik No. 6

Pematang Siantar, Sumatera Utara Telp. 085828467888

Terima kasih kepada para donatur, relawan dan simpatisan.

Tuhan memberkati LEBIH BERLIMPAH!

Kami membutuhkan relawan untuk : 1. Edukator di Sopo Belajar Lontung 2. Edukator di Taman Baca Pangururan

(sedang dalam tahap persiapan)

3. Kreta Baca untuk wilayah Lontung dan Pangururan (relawan harus memiliki sepeda motor sendiri)

Hubungi ALUSI TaoToba di email:

[email protected]

(15)

Yayasan ALUSI TaoToba

Huta Lontung Na Godang Desa Pardomuan

Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Sumatera Utara

Telp. 0858-2846-7888 Email : [email protected]

Visi : Kesejahteraan Masyarakat untuk Kelestarian Danau Toba

Program : Pendidikan, Lingkungan dan Penguatan Masyarakat

Berdiri : 18 Juni 2009

Pembina:

DR. Ir. Jamartin Sihite Hari Kushardanto, M.Sc

Pengurus:

Togu Simorangkir (Ketua)

Yuanita Indah Ryarti, SE, MdevPract (Sekretaris) Dr. Junita Rosalina Sitanggang (Bendahara) Pengawas:

Jika ada yang bertanya: pengorbanan kecil apa yang bisa kita berikan dan membuat perubahan besar bagi hidup orang lain dan alam ciptaan Tuhan ini, apa jawaban yang akan kita sampaikan? Sebagian besar dari kita mungkin tidak mampu untuk menyampaikan jawaban karena kita cenderung percaya bahwa untuk membuat perubahan besar maka diperlukan pergorbanan yang besar pula. Padahal, hanya dengan menyisihkan 2000 rupiah per hari selama 365 hari, maka akan banyak saudara-saudara kita di sekitar Danau Toba yang akan bisa mendapatkan akses kepada buku dan sarana belajar lainnya. Dengan 2000 rupiah per hari selama 365 hari, kita menjadi saluran berkat bagi banyak orang!

• Untuk satu Sopo Belajar diperlukan dana sebesar Rp. 74.700.000 selama 1 tahun. Satu Sopo Belajar

dapat diwujudkan oleh 103 orang dengan menyisihkan 2000 rupiah per hari selama 365 hari (Rp. 730.000/

orang/tahun). Pembayaran dapat dilakukan sebanyak 4 kali (@ Rp. 182.500).

• Untuk pembuatan Kapal Pendidikan Keliling dan operasionalnya di tahun pertama dibutuhkan Rp. 247.800.000. Kapal Pendidikan Keliling dapat diwujudkan oleh 340 orang dengan menyisihkan 2000 rupiah per hari selama 365 hari (Rp. 730.000/orang/tahun). Pembayaran dapat dilakukan sebanyak 2 kali (@ Rp. 365.000).

• Perorangan, kelompok, perusahaan atau lembaga yang tertarik untuk mendukung Samosir MEMBACA dapat menjadi sponsor dengan menanggung penuh anggaran yang diperlukan. Nama sponsor akan menjadi nama dari Sopo Belajar atau Kapal Pendidikan Keliling.

• Jika perorangan, kelompok, perusahaan atau lembaga ingin membantu Samosir MEMBACA dapat memberikan donasi buku, alat tulis menulis, alat menggambar atau mewarnai, alat permainan olahraga dan film-film yang mendidik.

Rekening

Yayasan ALUSI TaoToba

Bank Mandiri Kantor Cabang Pematang Siantar No. Rek: 107-00-0592909-8

Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Apa Yang Bisa Kita Lakukan?



Referensi

Dokumen terkait

Apabila penelitian betul-betul memuaskan perhatian pada objek yang diteliti serta didukung dengan informan dan responden yang memberikan informasi yang diperlukan

Terima kasih peneliti ucapkan kepada para informan Kak Ivan Edbert, Kak Mayang Anzani, Mas Fajar Triadi, Alif Fathur Nasuha, Anita Rahmania, dan Pak Pandit

Kegiatan dari sub satelit ini yaitu memberikan pelayanan obat atau alat kesehatan/ alkes sesuai kartu obat yang diberikan dokter dan melayani pengembalian obat atau alat

Untuk penelitian di Gamefield Hongkons Limited terdapat 2 variabel, yaitu komunikasi pemasaran dan juga Loyalitas Pelanggan.Untuk variabel Komunikasi Pemasaran dengan

Pada kondisi lingkungan bisnis yang lebih kompleks seperti yang terjadi dewasa ini, sudah saatnya perusahaan-perusahaan mulai menerapkan perhitungan laba setiap pelanggan

Kaligis & Associates, Komando Pejuang Merah Putih (KPMP), Ikatan Alumni FE UKI, Pengurus Pusat Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan POLRI (PP POLRI), Kartika

Pemerintah Daerah Kabupaten Garut melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal dasar Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan Garut yang didirikan