93
Rohmat Taufiq*, Niswan Fiqih Fahrozi**
Teknik Informatika – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Tangerang
Jl. Perintis Kemerdekaan I, No. 33, Cikokol, Kec. Tangerang, Banten 15118, Indonesia.
Telepon: +62 21 5537198.
*[email protected],**[email protected]
Abstract
Decision Support System (DSS) selection of heavy equipment vehicles colliery is a decision support system that is used to select a heavy equipment vehicle at the moment of acquisition or prior to the purchase of heavy equipment vehicles. The system is made has many obstacles for using the manual system, such as: difficult to determine the type of vehicle quickly, purchase based on the proximity between sections by marketing the car, and the vehicle purchased does not meet the criteria. Methods of data collection are using observation, interviews, and library research. System development method used is Waterfall: Communication, Planning, Modelling, Construction, and Deployment. While the method of modelling with Analytical Hierarchy Process (AHP) with the steps: making hierarchy, determines the priority elements, synthesis, measuring consistency, counting consistency index (CI), calculate consistency Ratio (CR), check the consistency of the hierarchy. The benefits of this research is to facilitate in determining the selection of heavy equipment, the purchase process can be professional as well as vehicles that can be purchased as needed, so companies get the most benefit.
Keywords : Analytical Hierarchy Process, Decision Support System, heavy equipment vehicles.
1. Latar Belakang
Indonesia memiliki sumber cadangan batubara yang cukup besar, baru sedikit yang dapat di eksploitaskan.
Melimpahnya kandungan batu berwarna hitam ini tidak didukung oleh lokasi tambang. Jauhnya lokasi penambangan, serta tujuan (stock pile) penampungan yang berbeda perusahaan mengakibatkan perbedaan dalam memilih kendaraan.
Mobil adalah salah satu alat transport yang penting pada saat ini.
Memiliki mobil khususnya alat berat sebagian besar dikalangan pertambangan pada saat ini bagaikan suatu hal yang pokok dimana dapat membantu mereka dalam beraktivitas khususnya bekerja.
Oleh karena itu, para produsen mobil berlomba-lomba untuk menciptakan mobil dengan keunggulan dan kelebihan yang berbeda sehingga dipasaran jumlah mobil ini sangat banyak dan bervariasi. Disamping adanya beragam pilihan tersebut, PT
PamaPersada Nusantara juga dihadapkan dengan banyaknya kriteria yang berpengaruh dalam menentukan pilihan mobil misalnya performance, ramah lingkungan (euro3), safety device (sistem pengamanan unit), after sales ( pelayanan dari vendor), maintenance (perawatan yang mudah), spare part ( suku cadang yang mudah ), dan lain-lain.
Hal ini tentunya akan mempersulit konsumen dalam menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. Masalah ini dapat digolongkan kedalam masalah yang bersifat Multiple Attribute Decision Making (MADM.). MADM itu sendiri merupakan metode yang digunakan untuk mencari Alternatifiptional dari sejumlah alternatif yang ada.
Banyak metode pengambilan keputusan yang dapat membantu permasalahan diatas. Salah satu metode tersebut adalah AHP (Analytical Hierarchy Process) terjadi penyusunan permasalahan kedalam suatu struktur hirarki sehingga pengambilan keputusan semaksimal mungkin dapat melibatkan semua faktor yang perlu dipertimbangkan dan akan terlihat jelas kaitan antara faktor yang satu dengan yang lain.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada skripsi ini akan dibuat suatu aplikasi sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP, yang diharapkan dapat membantu calon pembeli mobil dalam hal menentukan
pilihan secara tepat dari beberapa alternatif pilihan yang ada.
Atas latar belakang tersebut maka peneliti mengambil Judul “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pemilihan Kendaraan Alat Berat Tambang Batubara dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
2. Landasan Teori 2.1 Perancangan
Pengertian perancangan menurut Ladjamudin (2005) dalam bukunya analisis dan desain sistem informasi “Perancangan adalah tahapan perancangan memiliki tujuan untuk mendesignsistem baru yang dapat menyelesaikan masalah – masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik”.
Menurut Satzinger, Jackson dan Burd (2010), “Perancangan Sistem adalah proses dari menspesifikasikan secara detail mengenai beberapa banyak komponen dari sistem
informasi yang harus
diimplementasikan secara fisik.
Menurut Whitten dan Bentley (2009), “Desain Sistem adalah teknik pemecahan masalah yang saling melengkapi (untuk analisis sistem) yang merakit kembali potongan komponen sistem menjadi sistem yang lengkap dengan mengharapkan peningkatan sistem”. Hal ini
mungkin melibatkan penambahan, penghapusan dan pengubahan potongan secara relatif terhadap sistem yang asli.
Tahapan perancangan menurut Ladjamudin (2005) dalam bukunya analisis dan desain sistem informasi meliputi: Perancangan output, Perancangan input dan Perancangan file. Sedangkan tujuan perancangan menurut Jogiyanto (2005) adalah Untuk memnuhi kebutuhan para pemakai sistem dan Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun. Kedua tujuan ini lebih berfokus pada perancangan atau desain sistem yang terinci yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap yang nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.
2.2 Pengertian Sistem
Pengertian sistem menurut Mudrick dalam Ladjamudin (2005) “Sistem sebagai seperangkat elemen –elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan bersama”. Pengertian sistem menurut Taufiq (2013), sistem merupakan “kumpulan dari dari sub –sub sistem baik abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan tertentu”.
Menurut Sutarman (2009), “Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan saling berinteraksi
dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.
2.3 Sistem Pendukung Keputusan DSS merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi tidak terstruktur, di mana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.
Menurut Dadan (2001), konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970- an oleh Michael S.Scott Morton yang menjelaskan bahwa “Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur”.
Selain itu Efraim Turban mengemukakan bahwa “Sistem Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi keputusan semi terstruktur”.
Menurut Mcleod, Jr & Schell (2008) dalam bukunya yang berjudulInfomation
Managementmenyatakan bahwa
“Decision Support System adalah suatu sistem yang membantu seorang manager atau sekelompok manager dalam memecahkan suatu masalah”.
Sedangkan menurut Krishnamuti (2008) dalam bukunya yang berjudul Developing a Work in Process Tracking System Via a Decision Support System. “Decision Support System adalah sebuah sistem informasi yang bersifat dan bersifat sebagai suatu sistem penyokong dalam mengambil keputusan untuk memecahkan suatu masalah dan mengambil keputusan yang di dasari dari informasi”.
2.4 Analytical Hierarchy Process (AHP) Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty sekitar tahun 1970, Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks. Tiga prinsip memecahkan persoalan dengan AHP, yaitu prinsip menyusun hirarki, prinsip menentukan prioritas, dan prinsip mengukur konsistensi (Kusrini, 2005).
Proses pengambilan keputusan pada dasarnya memilih suatu alternatif. Peralatan utama AHP adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan ke dalam kelompok-kelompok. Kemudian kelompok-kelompok tersebut diatur menjadi suatu bentuk hirarki (Permadi, 1992 ; Kadarsah, 2002).
Dalam menyelesaikan permasalahan dengan AHP ada beberapa prinsip yang harus dipahami, di antaranya adalah :
a. Membuat Hirarki
b. Penilaian Kriteria dan Alternatif c. Menentukan Prioritas
d. Mengukur Konsistensi
Proses yang terdapat pada langkah AHP adalah input kriteria dan sub kriteria disini menggunakan predefined process yang maksudnya input yang prosesnya berada dalam tempat lain, set nilai perbandingan, hitung prioritas lokal dan prioritas global bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 1. Diagram Alir AHP
3. Metode Penelitian
3.1 Metode Pencarian Data
Metode penelitian merupakan langkah penting dalam penyusunan laporan KKP khususnya bagi penerapan sistem.
Didalam kegiatan penelitian penulis melakukan pengumpulan data melalui cara :
1. Wawancara (interview)
Dalam penulisan skripsi ini, untuk mendapatkan informasi secara lengkap maka penulis melakukan suatu metode tanya jawab mengenai semua kegiatan yang berhubungan dengan penjulan barang dengan karyawan/karyawati PT.
PamaPersada Nusantara.
2. Pengamatan (Observasi)
Penulis melakukan pengamatan - pengamatan langsung terhadap
kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang diambil.
Hasil dari pengamatan tersebut langsung dicatat oleh penulis dan dari kegiatan observasi dapat diketahui kesalahan atau proses dan kegiatan tersebut.
3. Studi pustaka
Selain melakukan kegiatan diatas penulis juga melakukan studi kepustakaan melalui literature - literatur atau referensi - referensi yang ada di perpustakaan.
3.2 Metode Pengembangan Sistem
Gambar 2. Waterfall
1. Analisis kebutuhan perangkat lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakuka secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami peragnkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user.
Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
2. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan kerepresentasi desain agar dapat diimplementasikan mennjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat
lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
3. Pembuatan kode program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak.Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secar dari segi logik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji.
Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dan memastikan keluaran yang dihasilakn sesuai dengan yang diinginkan.
5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak menggalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user.
Perubahan bisa saja terjadi karena adanya kesalahan yang muncul
dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifik untu perubahan, tapi tidak membuat perangkat lunak baru.
4. Analisis dan Pembahasan
Analisis dan Pembahasan dalam bagian ini menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
4.1. Communication
Hasil dari langkah ini adalah dibutuhkan sebuah sistem pendukung
keputusan yang bisa membantu pihak manajemen dalam menentukan pembelian kendaraan alat berat di perusahaan yang berjalan dibidang batubara, oleh karena itu penelitian ini merancang sebuah sistem pendukung keputusan penentuan pembelian kendaraan alat berat.
4.2. Planning
Aplikasi yang akan dikembangkan ini direncanakan selama 6 bulan dengan menggunakan Bahasa pemrograman PHP, database MySQL dan WebServer APACHE.
4.3. Modeling
Dalam pemodelan ini yang dilakukan adalah :
Gambar 3. Hierarchy pada AHP
Tabel 1. Penilaian kendaraan
Faktor Pengamanan
Ramah
Lingkungan Pengamanan Maintenance
Priority Vector
Performance 1 1 1 2 0.28
Ramah
Lingkungan 1 1 2 2 0.34
Pengamanan 1 0.5 1 2 0.24
Maintenance 0.5 0.5 0.5 1 0.14
Total 3.50 3 4.50 7 1.00
imax 4.06
CI 0.02
CR 2%
Tahap kedua memberikan penilaian terhadap kriteria, dalam terminology AHP disebut pairwaise comparation.
Tabel 2 Penilaian alternative terhadap kriteria performance
Performance Komatsu Liebher Catterpillar Hitachi Priority Vector
Komatsu 1.0 2.0 3.0 2.0 0.41
Liebher 0.5 1.0 3.0 2.0 0.29
Catterpillar 0.3 0.3 1.0 2.0 0.16
Hitachi 0.5 0.5 0.5 1.0 0.14
Total 2.3 3.8 7.5 7.0 1.00
imax 4.25
CI 0.08
CR 9%
Tabel 3. Penilaian alternative terhadap kriteria pengamanan
Pengamanan Komatsu Liebher Catterpillar Hitachi Priority Vector
Komatsu 1 2.00 3 2.00 0.41
Liebher 0.50 1 3 2 0.29
Catterpillar 0.33 0.33 1 2 0.16
Hitachi 0.50 0.50 0.50 1 0.14
Total 2.33 3.83 7.50 7.00 1.00
imax 4.25
CI 0.08
CR 9%
Tabel 4. Penilaian alternative terhadap kriteria ramah lingkungan
Ramah
lingkungan Komatsu Liebher Catterpillar Hitachi Priority Vector
Komatsu 1 2 3 2 0.41
Liebher 0.5 1 2 4 0.31
Catterpillar 0.33 0.5 1 2 0.16
Hitachi 0.5 0.25 0.5 1 0.12
Total 2.33 3.75 6.5 9 1.00
imax 4.23
CI 0.08
CR 9%
Tabel 5. Penilaian alternative terhadap kriteria Maintenence
Maintenance Komatsu Liebher Catterpillar Hitachi Priority Vector
Komatsu 1 1 1 1 0.25
Liebher 1 1 1 1 0.25
Catterpillar 1 1 1 2 0.30
Hitachi 1 1 0.5 1 0.21
Total 4 4 3.5 5 1.00
imax 4.06
CI 0.02
CR 2%
Gambar 4. Use Case
Gambar 5. Activity Diagram Menu Data Alternatif
Gambar 6. State chart data kriteria
Gambar 7. Sequence data kriteria 4.4. Construction
1. Tampilan menu utama
Gambar 8. Tampilan menu utama
2. Tampilan data kriteria
Gambar 9. Tampilan data kriteria
3. Tampilan data alternatif
Gambar 10. Tampilan data alternatif
4. Tampilan nilai kriteria
Gsmbsr 11. Tampilan nilai kriteria
5. Tampilan nilai alternatif
Gambar 12. Tampilan nilai alternatif
6. Tampilan hasil alternatif
Gambar 13. Tampilan hasil alternatif
4.5. Deployment
Dalam langkah ini yang lakukan adalah aplikasi yang sudah jadi dilakukan uji coba kepada pemilik perusahaan. Dalam uji coba yang dilakukan beberapa kali telah mendapatkan berbagai masukan sehingga bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.
5. Kesimpulan
Sistem pendukung keputusan yang dibangun berdasarkan Analytic Hierarchy Process yang telah dikemukakan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Hasil Perhitungan dengan AHP
Tabel 6. Hasil perhitungan AHP OVERALL
COMPOSITE
WEIGHT Weight Komatsu Liebher Catterpillar Hitachi Pengamanan 0.2817 0.4090 0.2902 0.1622 0.1386 Performance 0.3373 0.4090 0.2902 0.1622 0.1386 Ramah Lingkungan 0.2401 0.4114 0.3083 0.1631 0.1172 Maintenance 0.1409 0.2464 0.2464 0.2964 0.2107
Total 0.3867 0.2884 0.1813 0.1436
Weight diambil dari kolom priority vector dalam matrix kriteria.
Overall composite weight diperoleh dari hasil jumlah perkalian diatasnya dengan weight. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa komatsu mempunyai skor palinh tinggi yaitu 0,38, kemudian Hitachi yaitu 0,28, kemudian liebher yaitu 0,18,dan paling bawah adalah Catterpilar 0,14. Sehingga kendaraan yang paling baik dipilih adalah brand dari komatsu
2. Sistem pendukung keputusan dapat membantu pengguna untuk memberikan alterenatif keputusan dalam pemilihan kendaraan.
3. Sistem pendukung keputusan memberikan solusi terhadap pemilihan kendaraan dengan mendayagunakan sumber daya individu-individu secara intelek dengan kemampuan komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan.
4. Software menyediakan bantuan dalam pemilihan kendaraan sehingga pengguna tidak perlu melakukan perbandingan kendaraan ketika akan
membeli kendaraa
DAFTAR PUSTAKA
Al-Bahra BIN Ladjamudin (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Satzinger, Jackson, dan Burd (2005). System analysis and Design . 10 th. Edition.
1STBL. Upper Saddle. River, New Jersey.
Bentley, Lonnie D, dan Jeffrey L Whitten (2010). Systems Analysis and Design for the Global Enterprise. Seventh Edition.
New York : McGraw-Hill.
Jogiyanto, HM (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Rohmat Taufiq (2013). Sistem Informasi Manajemen, Pengantar, Analisis, Metode Pengembangan. Graha Ilmu.
Yogyakarta.
Sutarman (2009). Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Dadan Umar (2001). Komputerisasi Pengambilan Keputusan, Jakarta: Elex Media Komputindo.
Mcleod,Jr, R., & Schell, G (2008). Sistem Informasi Manajemen. Edisi 10. Jakarta:
elex edia komputindo 2008
Krishnamuti, Gunasheel (2008). Developing a Work in Process Tracking System Via a Decision Support System. ProQuest, New York.
Suryadi Kadarsah (2002). Sistem Pendukung Keputusan. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Kusrini (2005). Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Penerbit Andi, Yogyakarta.