• Tidak ada hasil yang ditemukan

SESI 3 UNSUR KOMUNIKASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SESI 3 UNSUR KOMUNIKASI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

UNSUR

KOMUNIKASI

Team Teaching 2022

SESI 3

(2)

Tilawah

Q.S Al-Baqarah: ayat 81-83

(3)

Perspektif islam ttg komunikasi sdh dijelaskan dalam Q.S Al-Baqarah:83 yang artinya “Dan berkatalah kamu kepada semua manusia dengan cara yang baik”, selain itu juga Al Qur’an banyak memberikan penjelasan

tentang bagaimana pentingnya komunikasi bagi umat manusia, khususnya umat Islam.

Dalam perspektif Islam, komunikasi disamping untuk mewujudkan hubungan secara vertical dengan Allah Swt, juga untuk menegakkan komunikasi secara horizontal terhadap sesama manusia.

Komunikasi dengan Allah Swt tercermin melalui ibadah-ibadah fardhu (salat, puasa, zakat dan haji) yang bertujuan untuk membentuk takwa.

Sedangkan komunikasi dengan sesama manusia terwujud melalui

penekanan hubungan sosial yang disebut muamalah, yang tercermin

dalam semua aspek kehidupan manusia, seperti sosial, budaya, politik, ekonomi, seni dan sebagainya.

Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses

penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.

Komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang

merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. (Ruben dan Steward (1998)

(4)

Model Komunikasi

Teori Lasswell

Teori Shannon dan Weaver

Dua Model ini adalah dua teori dasar dalam komunikasi yang sangat

berpengaruh.

(5)

Teori2 komunikasi (lasswell)

Dikembangkan oleh ahli teori komunikasi Harold Laswell (1948) dlm tulisan The Structure and Function of

Communication in Society.

Dekenal sbg salah satu model dlm model aksi/model

komunikasi satu arah (one way model of communication)

Salah satu diantara model komunikasi yang berpengaruh.

Pengirim pesan (sender) adalah satu2nya elemen

komunikasi yg mengirimkan pesan kepada penerima pesan.

Sinyal pesan di-encode dikirimkan melalui media. mumnya,

diterapkan dlm konteks komunikasi massa (TV, Radio, dll.

(6)

Teori2 Komunikasi (lasswell)

Lasswell menyajikan suatu model komunikasi yang berbentuk

sederhana. Menurut Lasswell komunikasi dapat didefinisikan sebagai :

Siapa Mengatakan

Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan

Efek Apa

(7)

Pengertian Komunikasi (Lasswell)

Sebuah proses penyampaian pesan yang dilakukan melalui media kepada komunikate yang menimbulkan efek tertentu.

Model komunikasi Lasswell menggambarkan

kajian proses komunikasi secara ilmiah yg

menitikberatkan pada berbagai turunan dari

setiap elemen komunikasi dan sekaligus

merupakan jawaban dari pertanyaan yang

telah ia kemukakan.

(8)

Model Lasswell

Komunikator (Who)

Menyampaikan Pesan (Says

What)

Melalu Media (in which

channel)

Khalayak (to Whom)

Efek (With What Effect)

Delay

(9)

Komponen Model Lasswell

No Komponen Artinya Analisis

1 Who Komunikator, penyampai pesan, sumber pesan Control Analysis

2 Says What Isi dari pesan Content Analysis

3 In Which Channel Media yang dipakai Media Analysis

4 To Whom Penerima pesan atau audiens Audience Analysis

5 With What Effect Tanggapan balik/efek dari penerima kepada pesan Effect Analysis

• control analysis mengkaji kepemilikan media massa, ideologi media, dlsb.

• content analysis mengkaji isi pesan. Misalnya, bagaimana kaum minoritas digambarkan dlm televisi, dan lain sebagainya.

• Media Analysis mengkaji pemilihan dan penggunaan media dlm proses pengiriman pesan dan kesesuaian bagi khalayak. Pemilihan media mempengaruhi efek yg diharapkan.

• audience analysis mengkaji penerima pesan atau khalayak.

• Effect Analysis mengkaji efek dan bagaimana media massa mempengaruhi khalayak sasaran.

(10)

Kelebihan dan Kekurangan Model Komunikasi Lasswell

Kelebihan Kekurangan

1. Model komunikasi sangat

sederhana, mudah dipahami 2. Mudah dipahami.

3. Dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bentuk komunikasi.

4. Adanya konsep efek.

5. Dipandang lebih maju dari teori-teori lain yang ada.

6. medium pesan dalam arti yang lebih luas yakni media massa.

1. Tidak adanya konsep tujuan komunikasi dan konteks dimana komunikasi berlangsung.

2. Komunikasi bersifat satu arah sehingga tidak adanya konsep umpan balik (feedback).

3. Tdk dpt diterapkan dlm komunikasi secara langsung.

4. Tdk ada cara utk mengetahui apakah komunikasi yng efektif dapat dicapai atau tidak.

5. Tidak adanya konsep gangguan/hambatan2 komunikasi.

6. Dipandang terlalu umum

7. Jml pesan yg dpt dikirimkan pd satu waktu dpt lebih dari satu.

8. Tidak berlaku pada komunikasi elektronik/internet karena tidak jelasnya pengirim dan penerima pesan.

(11)

Teori2 komunikasi (Sannon Weaver)

Model komunikasi Shannon Weaver dikembangkan th1948 ketika Claude Shannon bersama dg Warren Weaver menulis artikel “A

Mathematical Theory of Communication” di Bell System Technical Journal.

Teori adalah salah satu model penting di bidang komunikasi. Ini juga disebut 'Teori Matematika Komunikasi' atau 'ibu dari semua model’

(‘mother of all models’).Dalam engineering, model ini disebut juga teori informasi dan digunakan secara akademis untuk menghitung transmisi melalui mesin. Teori ini juga memiliki rumus sendiri.

Model komunikasi Shannon Weaver berkaitan dengan berbagai konsep seperti sumber informasi, pemancar, Kebisingan, saluran, pesan,

penerima, saluran, tujuan informasi, penyandian dan dekode

sehingga model ini lebih terkait teknologi daripada model linier lainnya.

Claude Elwood Shannon (1916 – 2001)

Warren Weaver (1894 –1978)

(12)

Shannon Weaver Model of

Communication

(13)

Penejelasan Teori

Sender (Sumber Informasi) - memutuskan pesan informasi mana yg hars dikirim. Pesan dpt berupa bagian, ide, pendapat, pandangan, pemikiran, dll.

Encoder (Transmitter) - Pengirim menggunakan mesin utk mengubah/ mengolah pesan informasi menjadi sinyal yang kemudian dikirimkan ke penerima.

Misalnya- dalam percakapan telepon, suara diubah menjadi sinyal gelombang dan dipancarkan melalui kabel.

Noise - suara yang tdk menyenangkan. Noise (gangguan fisik) seperti lingkungan, orang, dll.

Yang benar-benar mengubah makna sebenarnya dari pesan yang ditransmisikan dan juga mendistorsi sumbernya.

Decoder (Receiver) - berlawanan dengan encoder, decoder menggunakan mesin untuk mengubah/ mengelola sinyal menjadi pesan yang dapat dimengerti oleh tujuan.

Tujuan- Tujuan pesan dari pengirim yg mengirimkan sinyal yg diterjemahkan oleh penerima.

(14)

Contoh I:

Otak bisa jadi

Pengirim, mulut bisa jadi encoder yang menyandikan ke

bahasa tertentu, udara bisa jadi saluran, telinga

orang lain bisa jadi

reseptor dan otaknya

bisa jadi decoder dan

penerima.

(15)

Contoh 2:

Seorang editor menelepon salah satu reporter ttg pertemuan yg terjadi utk liputan berita penting pd jam 5 sore tetapi selama panggilannya, suara muncul (kesalahan transmisi) dan reporter menerima 'kami ada pertemuan ttg liputan berita penting’ ('' pada jam 5 sore ' 'hilang karena gangguan jaringan telepon (kebisingan).

Pengirim: Editor

Encoder: Perusahaan jaringan telepon

Channel: Jaringan seluler

Noise : Waktu yang hilang karena gangguan

Decoder: Ponsel

Penerima: Reporter (di sini reporter lg bertanya atau memberi tanggapan) - pada jam berapa?

Karena kesalahan transmisi atau kebisingan, pelapor tidak dapat memahami pesan Editor. Kebisingan mempengaruhi aliran komunikasi di antara mereka.

(16)

Kelebihan dan Kekurangan Model Shannon Weaver

Kelebihan Kekurangan

1.Penyampaian komunikasi lebih mudah

2.Masalah komunikasi mslh kuantitas atau pengembangan teknologi

3.Model bisa diterpakan dlm

komunikasi antarpribadi, komunikasi massa dan komunikasi publik

1.Masi memandang komunikasi satu arah

2.Tdk ada konsep umpan balik/feedback

3.Dalam proses ada gangguan

4.Modelnya terlalu sederhana

(17)

Jenis Komunikasi

(Verbal dan Non Verbal)

(18)

KOMUNIKASI VERBAL

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang

menggunakan kata-kata lisan maupun tulisan.

Komunikasi verbal paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia, untuk mengungkapkan

perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling

bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat,

dan bertengkar.

(19)

Unsur Dalam Komunikasi Verbal

1.

Kata

Kata merupakan lambang terkecil dari bahasa.

Kata merupakan lambang yang mewakili sesuatu hal, baik itu orang, barang, kejadian, atau keadaan.

Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang

2.

Bahasa

Bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang berbagi makna.

Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik

Bahasa adalah suatu sistem lambang yang memungkinkan orang berbagi makna.

Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik.

Bahasa untuk mempelajari dunia sekitarnya, membina hubungan yang baik antar sesama dan menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.

(20)

JENIS KOMUNIKASI VERBAL

1. Berbicara dan menulis

Berbicara adalah komunikasi verbal vocal Contoh: Presentasi dalam rapat

Menulis adalah komunikasi verbal non vocal.

Contoh: surat menyurat adalah 2. Mendengarkan dan membaca

Mendengarkan melibatkan unsur mendengar, memperhatikan, memahami dan mengingat.

Membaca adalah satu cara untuk mendapatkan informasi dari

sesuatu yang ditulis.

(21)

Komunikasi Non Verbal

Frank EX Dance dan Carl E. Larson:

Komunikasi nonverbal adalah sebuah stimuli yang tidak bergantung pada isi simbolik untuk memaknainya

(a stimulus not dependent on symbolic content meaning).

Edward Sapir

Komunikasi nonverbal adalah sebuah kode yang luas yang

ditulis tidak di mana pun juga, diketahui oleh tidak seorang

pun dan dimengerti oleh semua (an elaborate code that is

written nowhere, known to none, and understood by all)

(22)

Jenis Komunikasi Non Verbal

1. Ekspresi wajah

Merupakan jenis komunikasi nonverbal yang paling umum digunakan.

Tidak jarang kita sudah mengetahui informasi yang akan disampaikan lawan bicara, bahkan sebelum ia menggunakan kata-kata, hanya dengan melihat ekspresi wajahnya.

2. Tatapan mata

Berperan besar dalam komunikasi nonverbal.

Dari cara melihat, menatap, atau bahkan berkedip pun sebenarnya sudah bisa menigirimkan suatu informasi.

3. Gestur

Salah satu jenis komunikasi nonverbal yang paling mudah dibaca. Contoh komunikasi nonverbal menggunakan gestur adalah menunjuk, melambaikan tangan, maupun

memperagakan jumlah angka tertentu.

4. Sentuhan

Dari sentuhan yang kita terima atau berikan ke orang lain, berbagai informasi bisa tersampaikan.

Sentuhan menunjukkan keramahan, ajakan, atau bahkan tanda bahaya

(23)

JENIS KOMUNIKASI NON VERBAL

5. Penampilan

Cara berbusana, pilihan gaya rambut, hingga warna yang kita kenakan, juga masuk sebagai salah satu bentuk komunikasi nonverbal.

Ternyata, penampilan bisa menentukan reaksi, interpretasi, hingga penilaian kita terhadap orang lain. Begitu juga sebaliknya.

6. Paralinguistik

Paralinguistik adalah aspek nonverbal dari proses bicara. Contohnya adalah nada bicara, kecepatannya, hingga volume suara kita. Aspek nonverbal inilah yang membantu memberikan konteks pada kata-kata yang diucapkan.

7. Proxemik

Komunikasi nonverbal jenis ini mengacu pada jarak dan tempat saat melakukan interaksi.

Jarak dan tempat interaksi dilakukan (zona publik, sosial, personal, dan intim)

Semakin jauh atau dekat jarak antara kita dengan lawan bicara, maka interaksi yang berlangsung pun akan berbeda.

8. Chronemics

Waktu dapat memengaruhi terjadinya komunikasi dan hal ini dimasukkan ke dalam komunikasi nonverbal jenis chronemics.

Contoh: ketika kita sedang berada dalam suatu forum yang membosankan, maka waktu akan terasa berjalan lebih lambat. Sementara itu, apabila kegiatan yang dilakukan menyenangkan, waktu akan terasa lebih cepat terlewati.

9. Artifak

Suatu benda atau objek, serta gambar bisa dijadikan sebagai alat untuk berkomunikasi secara nonverbal.

(24)

Perbedaan Komunikasi Verbal Dan Non Verbal

Komunikasi verbal dan nonverbal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dalam arti. kedua bahasa tersebut bekerja bersama-sama untuk menciptakan suatu makna.

Namun, keduanya juga memiliki perbedaan-perbedaan.

Komunikasi verbal dan nonverbal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dalam arti. kedua bahasa tersebut bekerja bersama-sama untuk menciptakan suatu makna.

Namun, keduanya juga memiliki perbedaan-perbedaan.

Menurut Don Stacks dan kawan-kawan, ada tiga perbedaan utama di antara komunikasi verbal dan nonverbal:

Kesengajaan pesan (the intentionality of the message),

tingkat simbolisme dalam tindakan atau pesan (the degree of symbolism in the act or message),

pemrosesan mekanisme (processing mechanism).

(25)

TIPE-TIPE KOMUNIKASI

(Ronald B. Adler, George Rodman)

KOMUNIKASI

VOKAL NONVOKAL

KOMUNIKASI VERBAL Bahasa Lisan

(spoken words)

Bahasa Tertulis (written words)

KOMUNIKASI NONVERBAL

Nada suara (tone of voice), Desah (sighs) jeritan (screams),

kualitas vokal (vocal quality)

Isyarat (gesture), gerakan

(movement), penampilan

(appearance), ekspresi

wajah (facial expression)

(26)

TERIMA KASIH Tetap Semangat

dan Ceriaa

Takut tidak selalu buruk. Tokoh-tokoh dunia justru muncul karena rasa takut. Thomas Alva Edison takut akan gelap sampai Ia menciptakan

lampu.

-Bong Chandra

Referensi

Dokumen terkait

CO atau Peduli Pada Keteraturan adalah kemampuan untuk peduli dan melaksanakan pekerjaan secara teratur dalam rangka mencapai sasaran kerja, dengan cara mengawasi dan meninjau

ALOKASI WAKTU ALAT/SUMBER BAHAN PBKB 4.Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka dalam pemecahan masalah 4.7 Menyelesaikan masalah yang

Set ujian pra (Lampiran B) diberikan kepada sampel untuk menguji tahap pengetahuan sedia ada para pelajar yang terpilih dalam kajian ini. Di akhir pengajaran dan

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Masyithoh (2017) yang menyatakan variabel bauran pemasaran tempat secara parsial berpengaruh terhadap keputusan pembelian madu

Hasil penelitian ini konsisten dengan Tanriverdi (2005), dan Ifada (2011) yang menyatakan bahwa information technology relatedness berpengaruh positif dan signifikan

XXX terdapat 4 orang teller dalam sistem antrian yang bertugas melayani nasabah, namun kadang hanya ada 3 teller yang melayani nasabah, sehingga terjadi penumpukan

Penelitian terdahulu pertama yang di lakukan oleh (Mohammad Doostar, Maryam Kazemi Iman Abadi, Reza Kazemi Iman Abadi) yang berjudul “Impact of Brand Equity on Purchase

Sebagai  perguruan  tinggi  terkemuka  di  Indonesia,  seyogyanya  ITB  ikut  berperan  aktif  untuk  mencari  solusi  bagi  penyelesaian  persoalan  bangsa