• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL MANAJEMEN REDAKSI MEDIA ONLINE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JURNAL MANAJEMEN REDAKSI MEDIA ONLINE"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL

MANAJEMEN REDAKSI MEDIA ONLINE

(Studi Deskriptif Tentang Manajemen Redaksi Borobudur News dalam Memenangkan Persaingan Antar Perusahaan Media Online di Wilayah

Magelang, Jawa Tengah)

Disusun Oleh : Vira Syafina

D0217100

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2022

(2)

1

MANAJEMEN REDAKSI MEDIA ONLINE

(Studi Deskriptif Tentang Manajemen Redaksi Borobudur News dalam Memenangkan Persaingan Antar Perusahaan Media Online di Wilayah

Magelang, Jawa Tengah)

Vira Syafina

Sri Herwindya Baskara Wijaya

Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta

Abstract

The emergence of online media with its advantages in the form of speed and activity is the most appropriate answer for today's society. The existence of the internet and technological advances make people thirsty for information that is fast, light, and easy to obtain. This opportunity is what makes online media appear and compete to get the attention of the public. In order to win this competition, various strategies are carried out by media actors ranging from planning, reporting, to promotional strategies. All these strategies are carried out so that they can survive in competition with fellow online media in this digitalization era. For this reason, researchers want to know the strategy and editorial management of Borobudur News so that they can win the online media competition in the Magelang Region.

This study used descriptive qualitative research with primary data sources are interviews with informants and secondary data from existing documents and searches on the internet. Meanwhile, the informants of this research are directors, editor-in-chief, editors, journalists, and accessors of Borobudur News who have been selected using a purposive sampling technique, namely by selecting people who are involved and often access Borobudur News and other online media for comparison. The data were then analyzed using POAC management theory by George R. Terry.

Based on the research results, it is known that Borobudur News used POAC management strategies, namely 1) Planning, the planning stages of the editorial team starting from collecting, discussing, and determining issues. 2) Organizing, division of work tasks in accordance with the strategy carried out in planning. 3) Actuating, news strategy and promotion strategy by using social media to distribute the news. 4) Controlling, supervising the course of news production in order to maintain consistency to become the mostmedia updated.

Keywords : Online media, editorial management, POAC

(3)

2 Pendahuluan

Media telah menjadi sumber informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga keberadaannya menjadi sangat penting. Munculnya media cetak dan media elektronik merupakan tahapan dari proses komunikasi massa. Namun posisi kedua media tersebut sekarang sudah digeser oleh media online yang hadir dengan keunggulannya yaitu lebih cepat dan aktual.

Di masa sekarang hampir setiap orang memiliki ponsel yang langsung terkoneksi ke internet sehingga dengan mudah mereka mencari informasi dimanapun dan kapanpun. Maka dari itu media online berusaha hadir untuk mengambil kesempatan dari peluang yang sangat menjanjikan ini.

Kemunculan media online sendiri didukung dengan data kenaikan jumlah pengguna internet. Menurut survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet naik 73,7 persen dari total populasi atau setara 196,7 pengguna dan jika dibandingkan dari tahun sebelumnya, jumlah pengguna internet di Indonesia naik sebesar 8,9 persen atau setara dengan 25,5 juta pengguna (APJII, 2020).

Kini beragam media online muncul dengan ciri khasnya masing-masing dan mereka bersaing untuk mendapatkan perhatian dari publik. Akhirnya demi memenangkan persaingan ini, berbagai strategi pun dikeluarkan oleh para redaksi media melalui melalui penyesuaian pola isi media berdasarkan konsumsi khalayak seperti desain media itu sendiri, layout, perencanaan, dan penjadwalan.

Selain strategi, diperlukan sebuah manajemen redaksi yang baik dari media untuk bisa bertahan dalam industri ini dan untuk memaksimalkan kinerjanya demi menghadapi persaingan dengan sesama media online. Dalam penerapannya, media online perlu menerapkan fungi manajemen seperti planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), dan controlling (pengawasan). Keempat fungsi ini dipopulerkan oleh George R. Terry dan sering disebut dengan istilah POAC.

Berbagai media online kini lebih sering memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram sebagai salah satu strategi untuk menunjang

(4)

3

eksistensi dari media itu sendiri. Media sosial dirasa mampu menjadi strategi yang cocok karena hampir semua kalangan masyarakat memiliki media sosial.

Selain menggunakan media sosial, cara penulisan berita hingga cara pengemasan berita juga menjadi strategi yang penting untuk memenangkan persaingan media online. Para pembaca sekarang menginginkan berita yang ringkas, to the point, dan cepat untuk sekadar mengisi waktu di sela-sela kegiatan mereka. Maka dari itu dibutuhkan judul berita yang “eye catching” untuk menarik perhatian dari para pembaca dan membuat mereka mau membaca berita tersebut.

Sayangnya, saat ini banyak media online memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan pemberitaan menyimpang atau tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Kasus yang paling sering dijumpai adalah adanya judul berita yang bombastis dan berlebihan (hiperbola), namun saat berita tersebut dibaca, ternyata isi dari berita tidak sesuai dengan judulnya.

Judul seperti ini disebut clickbait, yaitu judul yang menggoda pembaca yang biasanya menggunakan bahasa provokatif untuk menarik perhatian (Anand, Chakraborty, dan Park dalam Hadiyat, 2019). Hal tersebut menjadi salah satu masalah pokok dalam dunia jurnalisme online yaitu terkait kualitas dan kredibilitas informasi yang sampai ke masyarakat.

Borobudur News sebagai salah satu media online yang ternama di wilayah Magelang tentunya tak lepas dari berita-berita clickbait. Hampir di setiap postingan beritanya media ini menggunakan judul-judul yang bombastis yang membuat penasaran para pembacanya. Jika berita tersebut tidak dibaca sampai akhir maka pembaca hanya akan termakan oleh judul beritanya tanpa mengetahui isi informasi yang sebenarnya.

Borobudur News sendiri mengemas beritanya dengan tampilan menarik yang terlihat dari judul beritanya yang bombastis, sub menu beritanya yang beragam, dan memanfaatkan berbagai media sosial untuk penyebaran informasi.

Interaksi yang terjalin antara Borobudur News dan para pembacanya pun terlihat dari media sosial, dimana Borobudur News sering menyapa dan membalas komentar dari para pengikutnya di media sosial dalam beberapa postingannya.

(5)

4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis paparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana manajemen redaksi Borobudur News dalam memenangkan persaingan antar perusahaan media online di wilayah Magelang, Jawa tengah?

Tinjauan Pustaka 1. Komunikasi Massa

DeFleur dan McQuails mendefinisikan komunikasi massa sebagai suatu proses melalui komunikator dengan menggunakan media untuk menyebarluaskan pesan-pesan secara luas dan terus menerus menciptakan makna-makna serta diharapkan dapat memengaruhi khalayak yang besar dan beragam melalui berbagai cara (DeFleur dan McQuails dalam Mursito, 2006).

Harold D. Lasswell berpendapat bahwa komunikasi massa memiliki beberapa fungsi yaitu:

a. Pengawasan lingkungan

Berupa pengumpulan dan distribusi informasi mengenai kejadian yang berlangsung di lingkungan sekitar.

b. Korelasi antar bagian masyarakat dalam menangani lingkungan

Yaitu interpretasi informasi tentang lingkungannya dan bagaimana cara berperilaku dalam reaksinya terhadap peristiwa-peristiwa tersebut.

c. Transmisi warisan sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Transmisi warisan ini berfokus pada pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang berlaku dari generasi ke generasi.

d. Hiburan

Informasi yang disampaikan dalam komunikasi massa bisa digunakan sebagai hiburan massa.

2. Media Online

Media online merupakan hasil dari kajian teknologi komunikasi yang berperan sebagai alat komunikasi interpersonal atau juga disebut media interaktif, dimana media memungkinkan partisipasi aktif baik penerima maupun pengirim. Media online dapat menampung berita seperti tulisan e-journal,

(6)

5

gambar, suara, dan video. Berbeda dengan media cetak yang hanya menampilkan tulisan dan gambar.

Menurut Khoirunnisa (2018) media online disebut dengan media siber (cybermedia), internet media, dan new media yang secara sederhana dapat diartikan sebagai media yang tersaji secara online di situs website internet.

Media online memiliki keunggulan yaitu mampu menyajikan informasi yang lebih cepat dibandingkan media lainnya sehingga informasinya senantiasa up to date. Media online juga dapat melakukan upgrade informasi atau berita sewaktu waktu tanpa harus menunggu keesokan harinya seperti media cetak.

3. Manajemen Redaksi a. Manajemen

Kata manajemen dalam bahasa Inggris yaitu management yang berarti mengelola, menata, mengatur atau mengendalikan. Sementara dalam bahasa Latin, manajemen disebut managiere yang maknanya sama dengan management yaitu melaksanakan, mengelola, atau mengurus sesuatu.

Manajeman atau sering disebut dengan pengelolaan atau tata laksana merupakan suatu proses dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian serta pengendalian. Dengan demikian, unsur yang terkandung dalam manajemen ini terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian (Agus dan Gunawan, 2019) b. Redaksi

Redaksi adalah bagian atau sekumpulan orang dalam sebuah organisasi perusahaan media massa yang terdiri dari media cetak, elektronik, dan online yang bertugas untuk menolak atau mengizinkan pemuatan sebuah tulisan atau berita melalui berbagai pertimbangan, di antaranya ialah bentuk tulisan berupa berita atau bukan, bahasa, akurasi, dan kebeneran tulisan (Manulang dalam Ghea dan Djudjur, 2020)

Sedangkan menurut Pramudita dalam penelitiannya (2019) disebutkan bahwa redaksi merupakan bagian dalam sebuah organisasi perusahaan media massa yang berperan dan mempunyai tugas untuk

(7)

6

merencanakan dan membuat sebuah informasi berita melalui berbagai pertimbangan yang sudah disepakati bersama.

c. Manajemen Redaksi

Menurut Stefanus Akim dalam Pramudita (2019) dikatakan bahwa manajemen redaksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi, dan pemeliharaan orang-orang dengan tujuan membantu mencapai tujuan organisasi media, individual, dan masyarakat.

Sedangkan menurut peneliti, manajemen redaksi merupakan proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengkoordinasian terhadap pemuatan sebuah berita atau tulisan yang dilakukan oleh suatu bagian dalam organisasi perusahaan media yang berperan dan mempunyai tugas untuk merencanakan dan membuat sebuah informasi berita melalui berbagai pertimbangan yang sudah disepakati bersama.

4. Teori Manajamen Media

Manajemen media massa dapat didefinisikan sebagai pengelolaan atau suatu proses merencanakan, mengorganisir, dan mengarahkan suatu perusahaan media dalam menyajikan informasi atau berita kepada khalayak. Dalam ilmu dan pelaksanaannya, manajemen media masa bertujuan untuk mengetahui pangsa pasar, animo, dan keinginan pembaca atas berita atau informasi yang menjual sehingga dapat disajikan kepada khalayak (Agus dan Gunawan, 2019)

Manajemen media massa sangatlah penting untuk dibahas agar dapat memberi dampak positif dalam perkembangan media saat ini sehingga dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan media dalam meberikan informasi atau berita yang berdampak positif serta mendidik pembaca.

Sedangkan menurut George R. Terry dalam Utomo (2018), fungsi manajemen sendiri terdiri dari empat bahasan yang dikenal dengan sebutan POAC yaitu:

a. Perencanaan (planning)

(8)

7

Perencanaan adalah pemikiran yang logis dan rasional berdasarkan data atau informasi sebagai dasar kegiatan atau aktifitas organisasi, manajemen, maupun individu dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam buku Prinsip-Prinsip Manajemen (2018), George R. Terry mendefinisikan planning yaitu menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan.

Tahap perencanaan dalam manajemen pemberitaan untuk media online yaitu penyusunan rencana oleh manajemen redaksi yang dibuat dalam rapat dewan direksi. Menurut Nickels dan McHugh perencanaan berfungsi untuk menetapkan tujuan dan target, merumuskan strategi untuk mencapai suatu tujuan, menentukan sumber daya yang diperlukan, dan menetapkan standar keberhasilan dalam pencapaian target (Nickels dan McHugh dalam Khoirunnisa, 2018)

b. Pengorganisasian (organizing)

Tahap pengorganisasian dalam manajemen redaksi berupa pembagian tugas sesuai dengan struktur organisasi dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Pembagian tugas ini diperlukan demi terwujudnya perencanaan yang telah disusun oleh tim redaksi pada tahapan sebelumnya. Karena dengan adanya satuan kelompok kerja maka pekerjaan dapat dilakukan secara efektif.

Menurut George R Terry, proses pengorganisasian terdiri dari tiga tahap yaitu:

1. Perincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan setiap individu dalam mencapai tujuan.

2. Pembagian beban pekerjaan menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logika dapat dilaksanakan setiap individu.

3. Pengadaan dan pengembangan mekanisme kerja sehingga ada koordinasi pekerjaan para anggota organisasi agar menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.

c. Pelaksanaan (actuating)

Pelaksanaan merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan

(9)

8

tenaganya secara efektif serta efisien dalam pencapaian tujuan suatu organisasi.

Cara pelaksanaan yang dilakukan pemimpin perusahaan dapat berupa:

1. Orientasi yang merupakan cara penggerakan dengan memberikan informasi yang perlu supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik

2. Perintah yang merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada dibawahnya untuk melakukan atau mengulangi suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu.

3. Delegasi wewenang. Dalam pendelegasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahannya.

Tahapan pelaksanaan sangat penting demi mendorong seluruh anggota supaya melaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan pada tahap perencanaan dan pengorganisasian agar tujuan dapat tercapai. Sedangkan tercapai atau tidaknya suatu rencana tergantung kepada pergerakan seluruh anggota manajemen dari tingkat atas hingga bawah.

d. Pengawasan (controlling)

Tolak ukur pengawasan adalah rencana yang sudah disusun. Oleh karenanya dikatakan bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan dua sisi yang sama. Dengan pelaksanaan fungsi pengawasan diharapkan dapat dicapai:

1. Tereliminasinya penyimpangan

2. Memotivasi kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan 3. Memperbaiki kesalahan

4. Meningkatkan tanggung jawab 5. Diperolehnya umpan balik Metodologi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatannya adalah metode deskriptif.

Informan dari penelitian ini adalah direktur, pimpinan redaksi, redaktur, wartawan, dan para pengakses Borobudur News yang sudah dipilih dengan teknik

(10)

9

purposive sampling yaitu dengan memilih orang-orang yang terlibat dan sering mengakses Borobudur News serta media online lainnya untuk digunakan sebagai pembanding. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori manajemen POAC oleh George R. Terry.

Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis data milik Huberman dan Miles yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.

Sajian dan Analisis Data

1. Manajemen Redaksi Borobudur News

Terdapat beberapa pembagian dalam manajemen media yang bertujuan supaya setiap bagiannya bisa lebih fokus dan terarah dalam menjalankan tugasnya. Pembagian manajemen itu terdiri dari redaksional dan bisnis.

Di Borobudur News, bagian redaksional berfokus pada urusan pemberitaan yang dipimpin oleh pimpinan redaksi dan untuk bisnis dipegang langsung oleh direktur. Manajemen redaksi sendiri berfungsi untuk mengatur proses produksi berita dari pencarian isu hingga berita tersebut dipublikasikan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan penelitian dan hasil analisa data, peneliti mendapatkan jawaban mengenai manajemen redaksi Borobudur News dalam memenangkan persaingan media online diantaranya:

a. Planning (Perencanaan)

Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan adalah pembahasan ide atau isu yang angkat oleh redaksi sampai proses pembagian liputan.

Dalam manajemen redaksi Borobudur News, tahapan ini diisi dengan menentukan isu yang akan diangkat.

Setiap hari pimpinan redaksi berkoordinasi bersama redaktur menentukan topik berita yang akan diangkat. Kemudian redaktur membagi liputan tersebut kepada wartawan. Koordinasi secara keseluruhan dilakukan secara online melalui grup whatsapp.

Isu pemberitaan yang diangkat oleh Borobudur News sendiri adalah kejadian atau peristiwa yang menjadi perbincangan banyak orang. Tujuan

(11)

10

mengutamakan mengangkat isu yang viral karena Borobudur News menyadari bahwa masyarakat sekarang ini selalu haus akan informasi dan menginginkan berita tersebut secara cepat sehingga Borobudur News berusaha untuk mewadahi itu.

Selain menulis berita dari peristiwa yang viral, Borobudur News juga menulis informasi-informasi ringan yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti tips, tutorial, dan ramalan-ramalan. Informasi kecil seperti ini terkadang juga dicari oleh masyarakat untuk mempermudah kehidupan mereka.

b. Organizing (Pengorganisasian)

Pengorganisasian merupakan proses pembagian tugas sesuai dengan struktur organisasi dan kompetensi sumber daya manusia yang ada demi mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Pengorganisasian juga meliputi pembagian pekerjaan yang spesifik dan menentukan siapa yang berhak mengerjakan tugas tersebut.

Pembagian tugas dalam manajemen redaksi dilakukan oleh redaktur atas persetujuan dari pimpinan redaksi. Pembagian tanggung jawab disesuaikan dengan kapasitas dari masing-masing orang. Namun yang perlu digaris bawahi dalam pembagian tugas di Borobudur News yaitu Borobudur News menjunjung tinggi asas kekeluargaan sehingga walaupun ada pembagian tugas semua orang yang terlibat di dalam redaksi tetap saling bantu membantu. Pembagian kerja wartawan di Borobudur News ditentukan berdasarkan wilayah yakni Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.

Berikut adalah sistem pembagian tugas di Borobudur News disesuikan dengan struktur redaksinya:

1. Direktur : fokus untuk mengelola perusahaan termasuk menjalin kerja sama dengan pihak luar, mengelola karyawan, dan fokus pada bisnis.

2. Pimpinan redaksi : menentukan isu pemberitaan yang akan diangkat oleh redaksi, mengontrol jalannya produksi berita secara keseluruhan, dan memberikan evaluasi terhadap jalannya keredaksian.

(12)

11

3. Redaktur : melakukan briefing harian, membagi tugas kerja di tim redaksi, menyunting berita yang akan diunggah di website, dan mengunggah berita.

4. Wartawan : mencari berita, melakukan liputan di lapangan, dan menulis berita.

c. Actuating (Pelaksanaan)

Tahap pelaksanaan merupakan tahapan yang terpenting dalam manajemen redaksi Borobudur News, karena dengan adanya tahap pelaksanaan proses produksi berita di Borobudur News menjadi tertata dan terstruktur. Tahap pelaksanaan dimulai dengan peliputan berita. Peliputan berita merupakan usaha untuk mengumpulkan atau mencari berita dengan cara terjun langsung ke tempat kejadian dan melakukan wawancara dengan narasumber yang bersangkutan atas peristiwa tersebut.

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa proses penyajian berita di Borobudur News melewati beberapa tahapan yaitu:

1. Penugasan berita diperoleh dari pimpinan redaksi dan redaktur serta dari media sosial. Setelah mendapatkan arahan, reporter kemudian terjun langsung untuk mencari narasumber yang terkait dengan peristiwa serta kompeten dalam bidangnya misalnya seperti polisi yang melakukan olah TKP dan saksi mata atau warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.

2. Setelah mencari data dan informasi, kemudian reporter mengolah data tersebut dan membuat sebuah berita sesuai dengan ketentuan dan kriteria penulisan yang ditetapkan oleh Borobudur News. Berita ditulis secara singkat, padat, jelas, dan sesuai dengan 5W+1H.

3. Setelah berita selesai diolah kemudian berita dikirim ke grup whatsapp redaksi untuk dikoreksi dan diterbitkan oleh redaktur ke web Borobudur News.

4. Berita yang sudah muncul di website akan otomatis terlink ke Instagram, Facebook, dan Twitter.

(13)

12

Berita yang diutamakan untuk terbit di Borobudur News adalah berita dari kejadian langsung dimana berita ditulis secara singkat dan jelas sesuai dengan penulisan 5W+1H. Tak jarang terdapat berita yang sifatnya running yaitu berita tersebut masih bisa berlanjut menjadi beberapa rangkaian atau beberapa berita. Hal ini karena Borobudur News mengedepankan prinsip penyampaian informasi secara cepat namun akurat.

Setelah berita diunggah di website, maka berita-berita tersebut juga akan disebarluaskan secara otomatis melalui media sosial yang dimiliki Borobudur News. Tahapan ini mewakili beberapa strategi Borobudur News dalam menghadapi persaingan dengan media online lainnya yaitu memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebarluasan informasi.

Setiap berita yang diunggah di website pasti akan langsung terupdate di media sosial.

d. Controlling (Pengawasan)

Borobudur News melakukan pengawasan terhadap jalannya produksi berita. Hal tersebut bertujuan untuk dapat menghasilkan produksi berita secara kontinyu dan tidak berhenti ditengah jalan. Pengawasan dalam kegiatan memproduksi berita, dipimpin oleh seorang pimpinan redaksi dan redaktur yang bertanggung jawab terkait isi berita secara keseluruhan.

Tugas pimpinan redaksi dalam melakukan pengawasan yaitu mengawasi proses produksi berita lancar atau tidak, apakah ada kendala di lapangan atau tidak, terkait penulisannya sesuai 5W+1H atau tidak, dan lebih ke penulisan berita. Termasuk memastikan jam tayang berita, dimana minimal perjamnya harus ada berita supaya Borobudur News bisa terus menjadi media yang update dalam menyebarluaskan informasi.

2. Strategi Borobudur News dalam Menghadapi Persaingan dengan Sesama Media Online

Terdapat beberapa strategi pemberitaan yang digunakan oleh Borobudur News demi memenangkan persaingan dengan media online lainnya yaitu sebagai berikut:

a. Strategi pemilihan isu

(14)

13

Strategi pemilihan isu menjadi salah satu tolak ukur apakah media tersebut akan terus berkembang atau tidak. Setiap media seharusnya memiliki strategi dalam memilih isu saat melakukan sebuah perencanaan liputan dalam setiap harinya.

Redaksi Borobudur News fokus untuk mengangkat peristiwa viral yang ada di masyarakat. Peristiwa yang masih simpang siur kebenarannya diolah menjadi sebuah berita dengan dicari kebenarannya melalui narasumber-narasumber yang terpercaya. Setelah diolah menjadi sebuah berita harapannya masyarakat bisa mengetahui kebenaran dari peristiwa- peristiwa yang viral tersebut dari Borobudur News.

Selain itu, Borobudur News juga terus memperbanyak isu-isu lokal yang berasal dari wilayah Magelang dan sekitarnya karena tim redaksi Borobudur News sendiri menyadari bahwa pengikut dan pembaca Borobudur News sebagian besar adalah orang Magelang yang ingin mengetahui informasi di wilayah tempat tinggalnya.

b. Strategi Penulisan Berita

Strategi pengembangan pemberitaan yang utama di Borobudur News yaitu dalam penulisan berita yang sebisa mungkin tetap mengacu pada unsur 5W + 1H (what, who, when, why, where, dan how).

Sedangkan untuk strategi khusus yang terdapat dalam penulisan berita di Borobudur News ada dua poin yaitu:

1. Judul yang menarik

Pengadaan judul pada portal berita Borobudur News menggunakan kalimat awal yang menghebohkan. Judul dengan kata-kata yang bombastis ini dibuat supaya para pembaca menerka-nerka informasi yang terdapat di dalamnya. Hal ini merujuk pada fenomena clickbait yang sekarang digunakan oleh hampir semua media online.

2. Pemecahan Berita

Sebagai media dengan tagline “More Than Information” dimana Borobudur News berusaha untuk mengupas berita sampai tuntas namun tidak melupakan tujuannya untuk menjadi media yang paling update

(15)

14

membuat media ini menggunakan strategi lain untuk menengahi keduanya yaitu dengan memecah informasi menjadi beberapa bagian berita.

Tidak semua informasi dipecah menjadi beberapa berita namun biasanya hanya berita yang sifatnya kejadian yang masih berlanjut atau sering disebut berita running.

Strategi yang digunakan untuk yang pertama yaitu memberitakan dengan apa adanya, artinya yaitu memberikan informasi tentang suatu kejadian yang masih belum jelas faktanya namun sudah viral di tengah masyarakat. Sembari menerbitkan berita yang pertama, wartawan Borobudur News terjun ke lapangan untuk mencari fakta selanjutnya dan kemudian diolah menjadi berita yang kedua.

c. Strategi Perwajahan Berita

Strategi perwajahan atau branding dari Borobudur News dapat dikatakan paling cepat diantara media online lainnya yang ada di Magelang.

Hal ini dibuktikan dari beberapa strateginya yaitu berita-berita yang ada di website selalu diperbarui setiap setengah jam.

Selain itu, Borobudur News juga menjadi media yang paling aktif untuk menyebarkan berita melalui media sosial. Hampir semua media sosial dimanfaatkan demi mengikuti selera para pembacanya. Strategi lain yang digunakan oleh Borobudur News yaitu dengan memanfaatkan live streaming melalui Facebook maupun Instagram untuk menyiarkan kejadian-kejadian langsung maupun acara-acara dari pihak-pihak tertentu yang bekerja sama dengan Borobudur News.

Langkah selanjutnya yaitu dengan menghadirkan inovasi berupa konten kreatif yang jarang ditampilkan oleh media lain. Konten kreatif yang dimaksud adalah konten yang sedang viral di media sosial, tips, zodiak, dan berbagai konten lainnya.

3. Penggunaan Media Sosial Borobudur News

Borobudur News menjadi salah satu media online yang ikut berkompetisi dalam mempertahankan kedudukannya sebagai media lokal yang dikenal oleh masyarakat luas. Borobudur News menggunakan media sosial

(16)

15

sebagai sarana untuk menyebarluaskan beritanya. Penggunaan media sosial merupakan salah satu strategi yang digunakan Borobudur News dalam perwajahannya untuk menarik minat baca masyarakat di zaman sekarang yang menginginkan informasi tanpa harus membaca berita secara lengkap.

Berikut merupakan beberapa sosial media yang digunakan oleh Borobudur News untuk menyebarluaskan beritanya:

a. Instagram

Setiap hari Borobudur News memposting informasi di feed yang disertai dengan kalimat pelengkap yang singkat dan jelas untuk dinikmati sebagai berita harian singkat bagi para pengikutnya. Selain itu, Borobudur News juga memposting konten di story Instagram yaitu berupa tangkapan layar dari berita yang ada di website dan disertakan link berita tersebut di setiap postingan ceritanya.

b. Twitter

Meskipun tak sepopuler Instagram, Twitter masih dijadikan andalan oleh beberapa orang untuk akses informasi. Borobudur News pun masih menggunakan Twitter sebagai media untuk menyebarkan berita-beritanya.

Berita yang ada di Twitter sudah otomatis terposting apabila tim redaksi sudah mengupload berita di website.

c. Facebook

Facebook Borobudur News juga masih digunakan sebagai andalan dalam menyebarkan berita. Selain untuk menyebarkan berita, Facebook sendiri sering dimanfaatkan oleh Borobudur News untuk siaran langsung atau live streaming kegiatan-kegiatan tertentu.

d. Tiktok

Borobudur News menggunakan peluang dari Tiktok untuk menyebarkan berita-berita terkini dengan format video.

e. Youtube

Aplikasi Youtube Borobudur News menjadi media yang sangat jarang digunakan oleh Borobudur News karena kurangnya tim editor untuk

(17)

16

memegang media ini. Konten yang diunggah di Youtube kebanyakan merupakan video-video kejadian viral yang ada di Indonesia.

4. Faktor Pendukung dan Penghambat Redaksi Borobudur News dalam Menghadapi Persaingan Media Online

a. Faktor Pendukung

1. Konten yang menarik dan update

Konten-konten milik Borobudur News dibuat untuk mengikuti kemauan masyarakat. Konten itu termasuk kejadian viral, kejadian langsung, dan beberapa konten ringan seperti tips-tips atau ramalan-ramalan yang sering diakses oleh masyarakat. Tim redaksi juga terus berupaya agar para pembaca terus menerus mengakses berita Borobudur News dengan membuat judul untuk memancing rasa penasaran pembaca.

2. Penggunaan Media Sosial Secara Maksimal

Sejak tahun 2010, Borobudur News sudah mulai memiliki media sosial yang digunakan untuk berbagi informasi di sekitar Magelang.. Borobudur News menggunakan Instagram, Twitter, Facebook, Youtube, dan Tiktok sebagai tempat untuk berbagi informasi dan menjalin komunikasi dengan para pembacanya.

3. Kerja sama tim yang baik

Keterbatasan sumber daya manusia dalam tubuh Borobudur News tidak mengalahkan semangat media ini untuk terus berkembang. Dengan mengusung semangat kekeluargaan, tim redaksi Borobudur News dapat memproduksi berita secara terus menerus. Semua orang di dalam tim saling membantu untuk menyelesaikan pekerjaan orang lain dengan syarat pekerjaan mereka telah selesai dilaksanaan.

4. Relasi yang luas

Borobudur News memiliki relasi yang luas dimana media ini sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan besar dan instansi pemerintah. Tak hanya relasi perusahaan, Borobudur News juga memiliki kontributor yang cukup banyak. Kontributor ini lah yang membantu Borobudur News untuk memperoleh konten berita. Para kontributor di

(18)

17

lapangan yang akan menghubungi para wartawan jika ada suatu kejadian kemudian wartawan yang akan langsung turun sendiri ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya.

5. Teknologi yang berkembang

Teknologi yang berkembang pesat saat ini sangat mendukung mekanisme kerja di Borobudur News. Sebagai contoh yaitu para karyawan tidak perlu ke kantor setiap hari untuk bekerja. Untuk draft berita cukup dikirim melalui Whatsapp. Selain itu, koordinasi tim setiap harinya juga hanya perlu dilakukan melalui whatspp group.

Hal ini juga tentunya memudahkan wartawan untuk mencari berita, dengan adanya teknologi sekarang untuk mencari informasi dari narasumber semuanya bisa dilakukan via telefon maupun pesan teks.

6. Pembaca yang setia

Semakin hari pengikut Borobudur News semakin bertambah dan semua berasal dari berbagai kalangan mulai dari yang usia muda hingga tua dan mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga. Semua orang yang memiliki akses internet tentu saja dapat mengakses Borobudur News kapanpun dan dimanapun melalui berbagai cara.

Salah satunya cara untuk menjalin kedekatan dengan para pengakses yaitu melalui media sosial, tak jarang Borobudur News sering berbalas pesan melalui kolom komentar dengan para pengikutnya di media sosial.

b. Faktor Penghambat 1. Sumber Daya Manusia

Kurangnya sumber daya manusia di tim redaksi menjadi salah satu faktor penghambat di Borobudur News. Untuk saat ini tim redaksi Borobudur News masih kekurangan tim untuk editor, admin media sosial, dan wartawan yang fokus untuk masing-masing sub menu berita.

Editor sendiri diperlukan untuk menyunting berita supaya berita- berita di Borobudur News tidak lagi banyak yang salah tulis dan bisa lolos untuk terbaca oleh SEO. Tim untuk memegang media sosial Borobudur

(19)

18

News juga sangat dibutuhkan mengingat media ini memiliki lebih dari satu media sosial. Selain itu Borobudur News juga masih kekurangan wartawan yang bisa fokus untuk masing-masing sub menu berita. Untuk saat ini wartawan Borobudur News masih harus liputan untuk berita yang umum sehingga fokus untuk sub menu masing-masing berita masih belum bisa dicapai.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Borobudur News memiliki strategi di setiap tahap manajemennya dalam menghadapi persaingan dengan media online yang ada di wilayah Magelang.

Pertama untuk strategi perencanaan (planning), ada tahap pengumpulan, pembahasan, serta penentuan isu. Kedua yaitu strategi pengorganisasian (organizing) yaitu pembagian tugas kerja.

Ketiga adalah strategi pelaksanaan (actuating), yaitu melaksanakan strategi sesuai tahap perencanaan yaitu memberitakan isu-isu yang dekat dengan masyarakat dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan berita dengan lebih mudah. Terakhir adalah pengawasan (controlling). Borobudur News dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya produksi berita seperti penjadwalan berita.

2. Terdapat faktor pendukung dan penghambat dari manajemen redaksi Borobudur News dalam memenangkan persaingan dengan media online lainnya. Faktor pendukung yang pertama yaitu dengan menyajikan berita- berita yang viral dan berita-berita daerah yang dekat dengan masyarakat.

Kedua, penggunaan media sosial sebagai sarana untuk menyebarluaskan informasi. Ketiga yaitu adanya kerja sama tim yang baik. Faktor yang selanjutnya yaitu adanya relasi yang luas dan teknologi yang memadai. Faktor pendukung yang terakhir adalah Borobudur News memiliki pembaca yang setia dan jumlahnya yang terus bertambah.

Sedangkan untuk faktor penghambat dari berjalannya manajemen redaksi Borobudur News sendiri adalah kurangnya sumber daya manusia untuk menjadi editor, tim media sosial, dan wartawan.

(20)

19 Daftar Pustaka

APJII, T. (2020, November). Survei Penggunaan Internet APJII 2019-Q2 2020:

Ada Kenaikan 25,5 Juta Pengguna Internet Baru di RI. Buletin APJII, pp. 1- 10.

Hadiyat, Y. (2019). Clickbait di Media Online Indonesia. Jurnal Pekommas, 1-10.

Mursito. (2006). Memahami Institusi Media (Sebuah Pengantar).

Surakarta:Lindu Pustaka

Khoirunnisa, A. (2018). Strategi Pemberitaan Tribunsolo.Com dalam Menghadapi Persaingan Media Online. skripsi, 1-171

Agus, & Gunawan. (2019). Manajemen Media Massa Menghadapi Persaingan Media Online. Komunika: Journal of Communication Science and Islamic Da’wah, 206-213.

Pramudita. (2019). Manajemen Media Online dan Penggunaan Media Sosial pada Wonosobozone.com. skripsi. 1-100.

Utomo, S. (2018). Strategi Manajemen Pemberitaan Harian Ujungpandang Ekspres dalam Menghadapi Persaingan dengan Media Online. Skripsi, 1-111.

Terry,G. (2018). Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta:PT. Bumi Aksara

Referensi

Dokumen terkait

perilaku khalayak dalam menggunakan media massa (Media Lain; cetak dan elektronik), seperti : membaca surat kabar, majalah atau buku, menonton televisi, mendengarkan radio dan

 Wartawan media elektronik atau cetak yang bertugas mencari fakta/ data dan menyusunnya dalam format tulisan berita untuk media dimana ia bekerja 2..  Seorang wartawan aktif

Jurnal Online atau Electronic Journal (e-Journal) inilah yang dimaksud Jurnal Media Online dalam makalah ini, yakni karya tulis ilmiah yang dipublikasikan di media online

Salah satu berita yang akhir-akhir ini banyak diberitakan oleh media massa, baik cetak maupun elektronik dan khususnya media online adalah berita tentang kasus

Inilah yang menyebabkan jurnalistik online menjadi berbeda dengan jurnalistik di media massa lain yang sudah dikenal sebelumnya ( cetak, radio, televise), bukan semata

communication) adalah komunikasi.. yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan

Untuk penelusuran online yaitu menggunakan media digital atau elektronik seperti OPAC (Online Public Access Catalog), search engine (di internet), database online, jurnal

Meski demikian, bila dibandingkan antara media maya dengan media elektronik, media cetak memiliki nilai plus bahwa media massa cetak yang tak tergantikan adalah kemampuan analisis dan