EARNING RATIO (PER) TERHADAP HARGA SAHAM BRI SYARIAH PERIODE 2015-2019
Oleh:
DESI ROSITA DAMAYANTI NPM. 1602100220
Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
1443 H / 2022 M
ii
PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) DAN PRICE EARNING RATIO (PER) TERHADAP HARGA SAHAM
BRI SYARIAH PERIODE 2015-2019
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Oleh:
DESI ROSITA DAMAYANTI NPM. 1602100220
Pembimbing 1 : Nety Hermawati, SH, MA, MH Pembimbing II : Zumaroh, S.E.I., M.E.Sy
Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
1443 H / 2022 M
iii
iv
v
Oleh:
DESI ROSITA DAMAYANTI
Harga saham merupakan salah satu indicator keberhasilan pengelolaan perusahaan. Berdasarkan pada laporan keuangan bank syariah, harga saham dapat dipengaruhi oleh EPS dan PER. Secara teori, variabel EPS berpengaruh positif terhadap harga saham karena meningkatnya EPS perusahaan maka akan banyak investor yang ingin membeli saham dan harga saham naik. Variabel PER berpengaruh positif terhadap harga saham, karena meningkatnya PER maka semakin tinggi pertumbuhan laba dan harga saham meningkat. Namun fakta yang peneliti temukan pada penelitian data ini adalah EPS pada tahun 2015-2016 mengalami kenaikan sedangkan pada tahun 2016-2019 mengalami penurunan, sedangkan PER mengalami kenaikan dan Harga Saham pada tahun 2015-2016 mengalami kenaikan sedangkan pada tahun 2016-2019 Harga Saham Tetap.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian mengenai status akhir suatu objek yang menunjukkan keadaan berdasarkan angka yang sudah dihitung. Dari penjabaran di atas penelitian deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini menganalisis data-data dalam laporan keuangan yang dipublikasikan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) terhadap Harga Saham di Bank BRI Syariah Periode 2015-2019.
Penelitian ini memberikan hasil bahwa (1) hasil uji t variabel Earning Per Share (EPS) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham, dengan nilai thitung < ttabel (0,324<2,920). (2) hasil uji t variabel Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham, dengan nilai thitung < ttabel
(0,603<2,920), dengan hasil uji F (simultan)yang menyatakan besarnya Fhitung <
Ftabel (0,439 < 9,552) dengan nilai signifikansi 0,695 > 0,05. Jadi dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa EPS dan PER secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham Pada PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Periode 2015-2019.
KATA KUNCI : EPS, PER, HARGA SAHAM
ii
ORISINALITAS PENELITIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : DESI ROSITA DAMAYANTI NPM : 1602100220
Jurusan : S1 Perbankan Syariah Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam
Menyatakan bahwa skripsi ini secara keseluruhan adalah asli hasil penelitian saya kecuali bagian-bagian tertentu yang dirujuk dari sumbernya dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Metro, 30 Desember 2021 Yang Menyatakan,
Desi Rosita Damayanti NPM. 1602100220
iii MOTTO
اَهُّي َ أَٰٓ َي َنيِ لَّٱ ذ
ِب مُكَنۡيَب مُك َلََٰوۡمَأ ْآوُلُكۡأَت َلَ ْاوُنَماَء ِلِطَٰ َب ۡلٱ
نَع ًةَرَٰ َجِت َنوُكَت ن َ أ ٓ ذ
لَِإ
ۡۚۡمُكنِ م ٖضاَرَت ٢٩ …
) ءاسنلا ةروس ,
٩٢ (
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jangalah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu…” (Q.S An-Nisa : 29).
iv
PERSEMBAHAN
Dengan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT. Saya persembahkan Skripsi ini kepada:
1. Orangtua ku Ibu Ponikem yang tidak pernah berhenti memberikan kasih sayang, doa, semangat, motivasi serta selalu mendukung dalam bentuk moril materil, dan Ayah ku yang selalu di Hati Alm. Bapak Afrizal Said Chaniago.
2. Kakak-kakak ku, Ardiles Maradona, Honggo Valentino, Evi Afrida, Devika Friyani dan adik adik ku Muhammad Rehan Rasid, Cindy Fatika Sari, Indah Febia Sari yang selalu menyemangati ku untuk terus belajar dan motivasi.
3. Kakak-kakak ipar ku Fitri Handayani, Yunaini al ayubi, Suyatno, dan Heri Kuriawan yang selalu memberi ku semangat dan motivasi..
4. Bapak Dr.Suhairi,M.H. dan keluarga yang sudah sangat membantu diriku selama awal masuk IAIN Metro sampai penulis bisa menyelesaikan skripsi ini karena beliaulah penulis bisa berkuliah di IAIN Metro.
5. Sahabat-sahabat seperjuangan Anelia Anggraeni, Ifi Desta Lesiandini, Rahayu Anggraini Putri, dan Rahayu Novianti Lestari yang telah membantu, memberikan doa, semangat dan motivasi.
6. Saudara-saudara ku bibi dan paman ku yang telah memberikan doa, semangat dan motivasi.
7. Almamater IAIN Metro tempatku menggali ilmu yang ku banggakan.
Semoga orang yang telah berjasa sehingga skripsi ini selesai mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin.
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, atas taufik hidayah dan inayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini adalah sebagai salah satu bagian dari persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Metro guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E).
Dalam upaya penyelesaian skripsi ini, peneliti telah menerima banyak bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karenanya peneliti mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag, PIA, selaku Rektor IAIN Metro,
2. Bapak Dr. Mat Jalil, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
3. Bapak Muhammad Ryan Fahlevi, M.M, selaku ketua Jurusan S1 Perbankan Syariah
4. Ibu Nety Hermawati, SH, MA, MH, selaku Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan yang sangat berharga kepada peneliti.
5. Ibu Zumaroh, S.E.I., M.E.Sy, selaku Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan yang sangat berharga kepada peneliti.
6. Bapak dan Ibu Dosen/Karyawan IAIN Metro yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan sarana prasarana selama peneliti menempuh pendidikan.
Kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini sangat diharapkan dan akan diterima dengan kelapangan dada. Dan akhirnya semoga skripsi ini kiranya dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu S1 Perbankan Syariah.
Metro, 30 Desember 2021 Peneliti,
Desi Rosita Damayanti NPM. 1602100220
vi DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
NOTA DINAS ... iii
PERSETUJUAN ... iv
PENGESAHAN ... v
ABSTRAK ... vi
ORISINALITAS PENELITIAN ... vii
MOTTO ... viii
PERSEMBAHAN ... ix
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Pertanyaan Penelitian ... 7
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7
D. Penelitian Relevan ... 8
BAB II LANDASAN TEORI ... 10
A. Harga Saham ... 10
1. Pengertian Harga Saham ... 10
2. Jenis-jenis Harga Saham ... 11
3. Pembentukan atau Pertumbuhan Harga Saham ... 12
B. Rasio Pasar ... 14
1. Pengertian Rasio Pasar... 14
2. Jenis jenis Rasio Pasar ... 15
vii
C. Hubungan Rasio Pasar dan Harga Saham ... 21
D. Kerangka Konseptual Penelitian ... 22
E. Hipotesis Penelitian ... 23
BAB III METODE PENELITIAN ... 25
A. Rancangan Penelitian ... 25
B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 26
C. Teknik Pengumpulan Data ... 28
D. Instrumen Penelitian ... 29
E. Teknis Analisis Data ... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36
A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 36
1. Sejarah Perusahaan PT Bank BRI Syariah... 36
2. Visi dan Misi Perusahaan ... 37
B. Proses dan Hasil Penelitian ... 38
1. Analisis Deskriptif ... 38
2. Uji Asumsi Klasik ... 40
3. Persamaan Regresi Linier Berganda ... 44
4. Pengujian Hipotesis ... 45
C. Pembahasan ... 48
BAB V PENUTUP ... 53
A. Kesimpulan ... 53
B. Saran ... 54 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu dari berbagai faktor yang paling penting saat ini dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah investasi. Investasi sebagai alternatif penanaman modal yang dilakukan oleh seorang investor bertujuan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. Investasi daApat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu investasi di pasar modal dalam bentuk saham.1
Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas atas sebuah perusahaan yang melakukan penawaran umum (go public) dalam nominal atau persentase tertentu. Investasi dalam bentuk saham mempunyai daya tarik bagi investor dengan memberikan harapan untuk memperoleh keuntungan berupa capital again ataupun dividen selain itu investor juga mempunyai suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kegiatan pasar modal merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan sekaligus sebagai sara investasi bagi para pemodal. Pasar modal bertindak sebagai
1 Yuliawati dan Darmawan, “Rasio Keuangan dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Syariah dengan Pric Earning Ratio Sebagai Variabel Moderasi” , Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 4 No. 2 2019, 2
penghubung antara para investor dan perusahaan ataupun institusi melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang.2
Pengertian pasar modal secara umum menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No.1548/KMK/1990 tentang peraturan pasar modal, adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk di dalamnya adalah bank- bank komersial dan semua lembaga perantara di bidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Sedangkan dalam arti sempit pasar modal adalah suatu tempat dalam pengertian fisik yang mengorganisasikan transaksi penjualan efek atau disebut sebagai bursa efek.
Pengertian bursa efek atau stock exchange adalah suatu sistem yang terorganisir yang mempertemukan antara penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui wakil-wakilnya. Bursa efek ini berfungsi untuk menjaga kontinuitas pasar dan menciptakan harga efek yang wajar melalui mekanisme permintaan dan penawaran.3
Pasar modal dalam suatu perekonomian negara memiliki dua fungsi yaitu fungsi ekonomi dengan mewujudkan pertemuan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana dan fungsi keuangan dengan memberikan kemungkinan dan kesempatan untuk memperoleh imbalan bagi pemilik dana melalui investasi. Pada fungsi keuangan, pasar modal berperan sebagai sarana bagi perusahaan mendapatkan
2 Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, Investasi Pada Pasar Modal Syariah, (Jakarta: Kencana, 2007), 59
3 Sutrisno, Manajemen Keuangan Teori Konsep & Aplikasi, (Yogyakarta: Ekonosia, 2013), 309
dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain. Sedangkan pada fungsi yang kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi dan reksa dana.4
Bank syariah merupakan bank yang kegiatannya mengacu pada hukum islam dan dalam kegiatannya tidak membebankan bunga. Imbalan yang diterima oleh bank syariah maupun yang dibayarkan kepada nasabah berdasarkan akad dan perjanjian antara nasabah dan bank. Undang-Undang Perbankan Syariah No. 21 Tahun 2008 menyatakan bahwa perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syarah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi Bank jasa Arta, Oktober-Desember 2008 Bank Indonesia mengeluarkan izin usaha melalui suratnya No.10/67/KEP.GBI/DpG/2008. PADA 17 November 2008 PT Bank BRIsyariah Tbk secara resmi beroperasi dengan mengubah kegiatan usaha yang semula bereoperasi secara konvensional menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam. BRIsyariah Go Public pada tanggal 9 Mei 2018 di Bursa Efek Indonesia, melakukan Penawaran Saham
4 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2009), 112.
Pertama (Initial Public Offering) sebesar 2.623.350.600 kepada Investor domestic maupun asing dengan nilai nominal saham Rp.500 per saham.5
Salah satu aspek yang dinilai oleh investor adalah kinerja keuangan.
Pada prinsipnya semakin baik prestasi perusahaan maka akan meningkatkan permintaan saham perusahaan tersebut, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan pula harga saham perusahaan. Harga pasar merupakan ukuran indeks prestasi perusahaan yaitu seberapa jauh menejemen telah berhasil mengelola perusahaan atas nama pemegang saham. Harga saham mencerminkan indikator adanya keberhasilan dan dalam mengelola perusahaan. Jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil dalam mengelolah usahanya.6
Perusahaan yang memiliki kinerja cukup baik akan lebih diminati oleh para investor, karena kinerja perusahaan mempengaruhi harga saham di pasar. Investor akan membeli saham sesuai kinerja perusahaan saat ini dan prospeknya dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, kinerja perusahaan yang meningkat akan berpengaruh pada meningkatnya harga saham dan return saham yang dapat diterima. Berikut data harga saham PT.Bank Rakyat Indonesia Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019.
5 https://www.ir-bankbsi.com, diunduh pada 24 Agustus 2021
6 Kusdiyanto, “Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Bank-Bank Go Publik di Indonesia”, Emrika, No. 17, 1996, 39-49
Tabel 1.1
Perkembangan Harga saham PT.BRI Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019.
Tahun Saham Perlembar (Rupiah) Harga 1 Lot (100 Lembar)
2015 Rp 250 Rp 25.000
2016 Rp 500 Rp 50.000
2017 Rp 500 Rp 50.000
2018 Rp 500 Rp 50.000
2019 Rp 500 Rp 50.000
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa harga saham PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah tahun 2015 Rp 25.000, pada tahun 2016-2019 mengalami peningkatan menjadi Rp 50.000.
Beberapa banyak faktor yang mempengaruhi harga saham dan return saham, baik yang bersifat makro maupun mikro ekonomi. Faktor makro ada yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Faktor makro ekonomi terinci dalam dalam beberapa variabel ekonomi misalnya inflasi, suku bunga, kurs, valuta asing, tingkat pertumbuhan ekonomi, harga bahan bakar minyak di pasar internasional, dan indeks saham regional. Faktor makro non ekonomi mencakup peristiwa politik domestik, peristiwa sosial, peristiwa hukum, dan peristiwa politik internasional. Sementara itu faktor mikro ekonomi misalnya laporan keuangan.7
Rasio keuangan dikelompokan menjadi lima jenis berdasarkan ruang lingkup atau tujuan yang ingin dicapai, yaitu rasio likiuiditas, rasio solvabilitas, rasio rentabilitas, rasio aktivitas, dan rasio pasar.
Rasio Pasar merupakan Indikator untuk mengukur mahal murahnya suatu saham, yang digunakan untuk membantu investor dalam mencari saham
7 Mohammad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, (Surabaya: Erlangga, 2006), 335
yang memiliki potensi keuntungan deviden yang besar sebelum melakukan penanaman modal berupa saham.
Rasio yang banyak digunakan untuk pengambilan keputusan investasi adalah rasio harga saham terhadap laba bersih per sahamnya (Price Earning Ratio). Price Earning Ratio (PER) atau ratio laba atas saham merupakan salah satu cara mengukur prestasi kerja saham biasa di bursa yang paling lazim digunakan. Price earing ratio (PER) yang tinggi mencerminkan rendahnya kapasitas pemilik saham untuk memperoleh kembali nilai sahamnya.8
Earning Per Share (EPS) merupakan bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki. 9 Earning Per Share dapat diperoleh dengan menghitung perbandingan antara Earning after tax (laba bersih) dengan jumlah saham yang beredar. Sedangkan Price Earning Ratio dapat diperoleh dengan menghitung perbandingan laba bersih dalam setahun dengan jumlah saham yang berdedar dipasar.
Keterangan dari rasio-rasio di atas yang menjadi pembahasan bagi peneliti, bagaimana kondisi harga saham dengan menggunakan rasio pasar PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk. Periode 2015-2019. Berdasarkan uraian di atas peneliti akan melakukan penelitian dengan mengambil judul
“Pengaruh Earning Per Share (EPS) Dan Price Earning Ratio (PER)
8 Yeye Susilowati, “ Pengertian Price Earning Ratio (PER) Terhadap Faktor Fundamental Perusahaan (Dividen Pay Out, Earning Per Share dan Risiko) Pda Perusahaan publik di BEJ” , Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Maret 2013, 51-56
9 Irham Fahmi, Rahasia Saham dan Obligasi Strategi Meraih Keuntungan Tak Terbatas Dalam Bermain Saham dan Obligasi, (Bandung: Alfabeta, 2013), 52
Terhadap Harga Saham Bank Rakyat Indonesia Syariah Periode Tahun 2015- 2019.”
B. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka pertanyaan dalam penelitian ini adalah:
1. Adakah pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham Bank Rakyat Indonesia Syariah Periode 2015-2019?
2. Adakah pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap Harga Saham Bank Rakyat Indonesia Syariah Periode 2015-2019?
3. Adakah pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara bersama sama terhadap Harga Saham Bank Rakyat Indonesia Syariah Periode 2015-2019?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Rasio Pasar Terhadap Harga Saham Syariah Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah keilmuan dalam bidang perbankan syariah berkaitan dengan rasio keuangan khususnya pada Analisis Rasio Pasar Terhadap Harga Saham Syariah Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
b. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi khususnya Bank Syariah agar dapat memperbaiki manajemen bank dalam menjalankan kegiatan operasional bank, terutama dalam menggunakan dana yang dimiliki sehingga dapat berpengaruh terhadap laba yang diinginkan dimasa yang akan datang.
F. Penelitian Relevan
Suci Yolanda “ Pengaruh Earning Per Share (EPS)Terhadap Harga Saham Pada Bnk Panin Syariah Indonesia” . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham dan juga hal ini ditunjukkan dengan signifikan diatas 0,05. Sehingga apabila terjadi keanaikan pada Earning Per Share (EPS) maka akan mempengaruhi harga saham dan juga hal ini menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) bukan salah satu-satunya yang mempengaruhi harga saham bagi para peneliti lanjutan, sebaiknya perlu menambah variable variable lain yang memberikan pengaruh ddan tidak berpengaruh terhadap return saham sehingga dapat diketahui factor mana yang paling berpengaruh dan tidak berpengaruh dalam upaya meningkatkan harga saham.10
Tria Diana “ Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham Bank Syariah Periode Tahun 2018-2019. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap Harga Saham pada
10 Suci Yolanda, “Pengaruh Earning Per Share (EPS)Terhadap Harga Saham Pada Bnk Panin Syariah Indonesia” , Skripsi, (Palembang: UIN Raden Fatah, 2017), 51
Perusahaan Bank Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Mei 2018-November 2019 dengan Thitung 2,149 lebih besar dari Ttabel sebesar 2,045. Price Earning Ratio (PER) berpengaruh negative terhadap Harga Saham pada Perusahaan Bank Syariah yang terdaftar d Bursa Efek Indonesia periode Mei 2018- November 2019 dengan Thitung (-2,363) lebih besar dari Ttabel sebesar 2,045. Net Profi Margin (NPM) berpengaruh positif terhadap Harga Saham pada Perusahaan Bank Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Mei 2018- November 2019 dengan Thitung 2,889 lebih besar dari T table sebesar 2,045. Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Net Profit Margin (NPM), secara bersama sama berpengaruh positif terhadap Harga Saham Bnk Syariah yang Terdafar di Bursa Efek Indonesia Periode Mei 2018- November 2019 dengan Fhitung 4,893 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,90.11
Pada penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti terdapat persamaan dengan penelitian terdahulu, yaitu sama sama meneliti harga saham dengan menggunakan rasio pasar. Perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang adalah ada peneliti terdahulu menggunakan lebih dari satu jenis rasio keuangan yang digunakan.
Dengan demikian penelitian yang akan dilakukan dengan judul Pengaruh Earning Per Share ( EPS) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham Bank Rakyat Indonesia Syariah Pada Periode Tahun 2015-2019 Belum pernah diteliti di IAIN Metro.
11 Tria Diana. “Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham Bank Syariah Periode Tahun 2018-2019”, Skripsi, (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2020), 100
A. Harga Saham
1. Pengertian Harga Saham
Saham adalah surat berharga yang menunjukan kepemilikan perusahaan sehingga pemegang saham memiliki hak klaim atas dividen ataau distribusi lain yang dilakukan perusahaan kepada pemegang sahamnya, termasuk hak klaim atas asset perusahaan dengan prioritas setelah hak klaim pemegang surat berharga lan dipenuhi jika terjadi liquiditas. Ssekuritas (saham) merupakan secarik kertas yang menunjukan hak pemodal (yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut) untuk memperoleh bagian sari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut mnjalankan haknya.1
Sedangkan harga saham adalah harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat terentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal. Harga pasar saham terbentuk melalui mekanisme permintaan dan penawaran di pasar modal. Harga saham merupakan salah satu indikator pengelolaan perusahaan. Keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan akan memberikan kepuasan bagi investor yang rasional. Harga
1 Suad Husnan, Manajemen Keuangan Teori dan Praktek. (Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada Yogyakarta, 2002), 303.
saham yang cukup tinggi akan memberikan keuntungan, yaitu berupa capital gain dan citra yang lebih baik bagi perusahaan sehingga memudahkan bagi manajemen untuk mendapatkan dana dari luar perusahaan.
2. Jenis-jenis Harga Saham
Saham atau sekuritas merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak pemilik kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai kondisi untuk melaksanakan hak tersebut. Selembar saham mempunyai nilai atau harga dan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu: 2
a. Harga Nominal
Harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan arti penting saham karena deviden minimal biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal.
b. Harga Perdana
Harga ini merupakan harga saat saham itu dicatat di bursa efek.
Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk menentukan harga perdana.
2 Suad Husnan, Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang), (Yogyakarta: BPFE UGM, 1996), 27
c. Harga Pasar
Harga Pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Transaksi di sini tidak lagi melibatkan emiten dan penjamin emisi harga, ini disebut sebagai harga pasar sekunder dan harga inilah yang benar-benar mewakili harga perusahaan penerbitannya, karena transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi negoisasi harga investor dengan perusahaan penerbit.
3. Pembentukan atau Pertumbuhan Harga Saham
Ada banyak factor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan harga sahan adalah sebegai berikut :3
a. Kondisi Fundamental Emiten
Faktor Fundamental merupakan faktor yang erat kaitannya dengan kondisi perusahaan yaitu kondisi dimana manajeman organisasi sumber daya manusia, kondisi keuangan perusahaan yang tercermin dalm kinerja keuangan perusahaan .
b. Hukum Permintaan dan Penawaran
Setelah faktor fundamental, faktor permintaan dan penawaran menjadi faktor kedua yang memperngaruhi harga saham. Dengan asumsi bahwa begitu investor mengetahui kondisi fundamental perusahaan mereka akan melakukan transaksi jual beli. Transaksi- transaksi inilah yang akan memepengaruhi flutuasi harga saham.
3 Tria Diana. “Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Saham Bank Syariah Periode Tahun 2018-2019” , Skripsi, (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2020), 17-18
c. Tingkat Suku Bunga
Adanya perubahan suku bunga, tingkat pengembalian hasil berbagai sarana investasi akan mengalami perubahan. Bunga yang tinggi akan berdampak pada alokasi dana investasi pada investor.
Investor produk bank seperti deposito atau tabungan jelas lebih kecil resikonya jika dibandingkan dengan investasi dalam bentuk saham, karena investor akan menjual saham dan dananya akan ditempatkan di bank. Penjualan saham secara serentak akan berdampak pada penurunan harga saham secara signifikan.
d. Valuta Asing
Mata uang Amerika Serikat (Dollar) merupakan mata uang dunia pada saat ini. Apabila dolar naik maka investor asing akan menjual sahamnya dan dtempatkan dibank dalam bentuk dolar sehingga menyebabkan harga akan naik.
e. Dana Asing di Bursa
Mengamati jumlah dana investasi asing merupakan hal yang penting, karena demikian besarnya dana yang ditanamkan, hal ini menandakan bahwa kondisi investasi di Indonesia telah kondusif yang berarti pertumbuhan ekonomi tidak lagi negative, yang tentu saja akan merangsang kemampuan emiten untuk mencetak laba. Sebaliknya jika investasi asing berkurang, ada pertimbangan bahwa mereka sedang ragu atas negeri ini, bai katas keadaa social politik maupun
keamanannya. Jadi besar kecilnya investasi dana asing di bursan akan berpengaruh pada kenaikan atau penurunan harga saham.
f. Indeks Harga Saham
Kenaikan indeks harga saham gabungan sepanjang waktu tertentu, tentunya mendatangkan kondisi investasi dan perekonomian negara dalam keadaan baik. Sebaliknya jika turun berarti iklim investasi sedang buruk. Kondisi demikian akan mempengaruhi naik turunnya harg saham dipasar bursa.
g. News and Rumors
Berita yang beredar di masyarakat yang menyangkut beberapa hal baik itu masalah ekonomi, social, politik keamanan, hingga berita seputar reshuffle cabinet. Dengan adanya berita tersebut, para investor bisa memprediksi seberapa kondusif keamanan negeri ini sehingga kegiatan investasi dapat dilaksanakan. Ini akan berdampak pada pergerakan harga saham dibursa.
B. Rasio Pasar
1. Pengertian Rasio Pasar
Rasio Pasar adalah rasio yang memperhitungkan harga saham dengan laba, nilai buku per saham hingga arus kas. Rasio ini memberikan informasi seberapa besar masyarakat menghargai perusahaan, sehingga
mereka membeli saham perusahaan dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan nilai buku saham.4
Sementara, menurut Fahmi (2012: 70) rasio nilai pasar digunakan untuk menilai kondisi pasar saham pada periode tertentu.
Jadi dapat dipahami bahwa rasio pasar adalah rasio yang dapat memperhitungkan harga saham yang dapat digunakan oleh masyarakat atau investor untuk membeli saham dengan harga yang lebih.
2. Jenis jenis Rasio Pasar a. Price Earning Ratio (PER)
Menurut Tandelilin, “ PER adalah rasio yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu rupiah Earning perusahaan. PER melihat harga pasar saham relative terhadap earningnya.”
Menurut Hanafi “ Perusahaan diharapkan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tinggi (yang berarti mepunyai prospek yang baik), biasanya mempunyai PER yang tinggi. Sebaliknya perusahaan yang diharapkan mempunyai pertumbuhan yang renda, akan mempunyai PER yang rendah juga” .
Menurut Poernamawatie, “ Pada prinsipnya PER memberikan indikasi mengenai jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan dana pada tingkat harga saham dan keuntungan pada suatu periode tertentu” .5
4 Sutrisno, Manajemen Keuangan Teori Konsep & Aplikasi, (Yogyakarta: Ekonesia, 2013), 230
5 Jajang Badruzaman, “Pengaruh Earning Per Share Terhadap Harga Saham”, Jurnal Akuntansi Vol. 12 No. 1, Januari- Juni 2017
Jadi pengertian PER (Price Earning Ratio) adalah perbandingan harga saham dengan perbandingan laba bersih suatu perusahaan sehingga dapat diketahui keuntungan yang akan diperoleh suatu perusahaan tersebut.
Price Earning Ratio (PER) adalah nilai per lembar saham, indikator ini secara praktis telah diaplikasikan dalam laporan keuangan laba rugi bagian akhir dan menjadi bentuk standar pelaporan keuangan bagi perusahaan publik di Indonesia. Oleh, karena itu pemahaman terhadap PER penting dilakukan dan bisa dijadikan sebagai salah satu indikator nilai perusahaan dalam model penelitian. PER disebut juga sebagai pendekatan earning multiplier, menunjukkan seberapa besar investor menilai harga saham terhadap kelipatan earning. Misalnya nilai PER sebesar 10, artinya harga saham merupakan kelipatan dari 10 kali earning perusahaan. Jika earning tahunan dan semua dibagikan dalam bentuk dividen, maka nilai PER 10 kali menunjukkan lama investasi pembelian saham akan kembali dalam waktu lama investasi pembelian saham akan kembali dalam waktu 10 tahun.6
PER digunakan untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dimasa yang akan datang. Kesediaan para investor untuk menerima kenaikan PER sangat bergantung pada prospek perusahaan. Perusahaan dengan peluang tingkat perumbuhan yang tinggi, biasanya memilki PER yang tinggi. Sebaliknya perusahaan
6 Harmono, Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014), 57
dengan tingkat pertumbuhan yang rendah cenderung memilki PER yang rendah pula.
Perusahaan dengan peluang tingkat pertumbuhan tinggi biasanya mempunyai price earning ratio yang tinggi pula, dan hal ini menunjukkan bahwa pasar mengaharpkan pertumbuhan laba di masa mendatang. Sebaliknya perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang rendah cenderung mempunyai price earning ratio yang rendah pula.
Semakin rendah price earning ratio suatu saham maka semakin baik atau murah harganya untuk diinvestasikan, Price Earing Ratio menjadi rendah nilainya bisa karena harga saham cenderung semakin turun atau karena meningkatkannya laba bersih perusahaan. Jadi semakin kecil nilai price earning ratio maka semakin murah saham tersebut untuk dibeli dan semakin baik pula kinerja per lembar saham dalam menghasilkan laba rugi perusahaan.
Semakin baik kinerja per lembar saham akan mempengaruhi banyak investor untuk membeli saham tersebut. Menurut Tandelilin, rumus untuk menghitung PER suatu saham adalah dengan membagi harga saham perusahaan terhadap earning per lembar saham. Secara matematis, rumus untuk menghitung PER adalah sebagai berikut:7
PER = Market Per Share Earning Per Share
7 Bhekti Fitri Prasetyorini, “Pengaruh Ukuran Perussahaan, Leverage, Price Earning Ratio dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan”, Jurnal Manajemen Vol. 1, Januari 2013Universitas Negeri Surabaya
Earning per lembar saham dapat diperoleh dengan earning perusahaan dibagi dengan jumlah saham yang beredar. PER menunjukkan seberapa besar investor bersedia membayar untuk setiap rupiah dari keuntungan yang dilaporkan. Price Earning Ratio yang rendah akan memberikan konstribusi tersendiri bagi investor. Selain dapat membeli saham dengan harga murah dan kemungkinan capital again yang diraih semakin besar, investor dapat mempunyai banyak saham dari berbagai perusahaan yang go public. Dari segi investor Price earning ratio yang terlalu tinggi barangkali tidak menarik karena harga saham tidak naik lagi, yang berarti kemungkinan memperoleh capital again akan lebih kecil
b. Earning Per Share (EPS)
Earning Per Share (EPS) merupakan rasio untuk mrngukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Semakin tingg nilai Earning Per Share (EPS) tentu saja mengembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham. Rasio laba menunjukkan dampak gabungan dari likuiditas serta manajemen aktiva dan kewajiban terhadap kemampuang perusahaan menghasilkan laba.8
Selain kebijakan mengenai kegiatan investasinya, harga saham juga dapat dipengaruhi oleh usaha perusahaan dalam meningkatkan laba per saham perusahaan.
8 Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan, (Jakarta: Kencana, 2010), 112
Menurut Zaki Baridwan yang dimaksud dengan Earning per Share (EPS) atau laba per saham adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk setiap lembar saham yang beredar.
Laba per lembar saham dapat memberikan informasi bagi investor untuk mengetahui perkembangan dari perusahaan.
Menurut Eduardus Tandelilin informasi Earning per Share (EPS) suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan.
Jadi Earning Per Share (EPS) adalah rasio yang digunakan perusahan untuk menunjukkan besarnya laba bersih yang diperoleh perusahaan dan laba tersebut siap dibagikan kepda seluruh pemegang saham.
Earning per Share atau pendapatan per lembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki. Adapun menurut Van Home dan Wachowicz earning per share adalah “Earning after taxes (EAT) divided by the number of common share outstanding” . Adapun rumus Earning per Share (EPS) sebagai berikut:
EPS = Earning After Tax Jumlah Saham yang Beredar
Alat ukur yang paling sering digunakan adalah Earning per Share (EPS). Angka yang ditunjukkan dari Earning per Share (EPS) Inilah yang sering dipublikasikan mengenai performance perusahaan
yang menjual sahamnya ke masyarakat luas (go public) karena investor maupun calon investor berpandangan bahwa Earning per Share (EPS) mengandung informasi yang penting untuk melakukan prediksi mengenai mengenai besarnya dividen per saham dan tingkat harga saham dikemudikan hari, serta earning per share (EPS) juga relevan untuk menilai efektivitas manajemen dan kebijakan pembayaran dividen.9 Faktor faktor yang mempengaruhi EPS sebagai berikut : 1) Pengguna Hutang
Dalam menentukan sumber dana untuk menjalankan perusahaan, manajemen dituntut untuk mempertimbangkan kemungkinan perusahaan dalam struktur modal yang mampu memaksimumkan harga saham perusahaannya. Perubahan dalam pengguna hutang akan mengakibatkan harga saham. Dari penjelasan tersebut terlihat bahwa perubahan penggunaan hutang merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat besaran EPS.
2) Tingkat Laba Bersih Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT)
Dalam memenuhi sumber dananya, manajemenpun dihadapkan pada beberapa alternatif sumber pendanaan, apakah dengan modal sendiri atau dengan pinjaman (modal asing). Dalam memilih alternatif sumber dana, perlu diketahui pada tingkat profit sebelum bunga dan pajak (EBIT) berapa apabila dibelanjai dengan modal sendiri atau hutang menghasilkan EPS yang sama. Dari
9 Eduardus Tandelilin, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, (Yogyakarta: 2001), 24
penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat laba berish sebelum bunga dan pajak (EBIT) merupakan Faktor yang mempengaruhi besarnya laba per saham.10
Jadi dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa Earning Per Share adalah alat ukur yang biasa digunakan oleh perusahaan untuk menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan.
C. Hubungan Rasio Pasar dan Harga Saham
Earning Per Share (EPS) merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan bank syariah dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Semakin tinggi nilai EPS bank syariah maka investor menganggap prospek bank syariah sangat baik untuk kedepannya sehingga mempengaruhi tingkat permintaan terhadap saham bank syariah tersebeut.11
Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio digunakan untuk memprediksi kemampuan Bank Syariah dalam menghasilkan laba dimasa yang akan dating. Semakin rendah price earning ratio suatu saham maka semakin baik atau murah harganya untuk diinvestasikan, Price Earing Ratio menjadi rendah nilainya bisa karena harga saham cenderung semakin turun atau karena meningkatkannya laba bersih bank syariah. Jadi semakin kecil nilai price earning ratio maka semakin murah saham tersebut untuk dibeli dan semakin baik pula kinerja per lembar saham dalam menghasilkan laba
10 Ibid
11 Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan, (Jakarta: Kencana, 2010), 112
rugi bank syariah. Semakin baik kinerja per lembar saham akan mempengaruhi banyak investor untuk membeli saham tersebut.
D. Kerangka Konseptual Penelitian
Sesuai dengan judul yang penulis ambi yaitu Analisis Rasio Pasar Terhadap Harga Saham Syariah Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Maka dapat ditentukan beberapa konsep meliputi:
Harga saham mencerminkan indikator adanya keberhasilan dan dalam mengelola perusahaan. Jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil dalam mengelolah usahanya.12
Rasio yang banyak digunakan untuk pengambilan keputusan investasi adalah rasio Earning Per Share (EPS) dan rasio harga saham terhadap laba bersih per sahamnya (Price Earning Ratio). Earning Per Share (EPS) merupakan bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para
12 Kusdiyanto, “Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Bank-Bank Go Publik di Indonesia”, Emrika, No. 17, 1996, 39-49
Price Earning Ratio (PER) X2
Harga Saham Y Earning Per Share (EPS)
X1
pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki. 13 Price Earning Ratio (PER) atau ratio laba atas saham merupakan salah satu cara mengukur prestasi kerja saham biasa di bursa yang paling lazim digunakan. Price earing ratio (PER) yang tinggi mencerminkan rendahnya kapasitas pemilik saham untuk memperoleh kembali nilai sahamnya.14
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara dari pernyataan penelitian atau jawaban sementara terhadap masalah yang telah dijabarkan dalam rumusan masalah dan kebenarannya perlu dibuktikan lebih lanjut.15 Berdasarkan kerangka teori di atas maka hipotesis yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Ho1 : Earning Per Share (EPS) secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham.
Ha1 : Earning Per Share (EPS) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.
2. Ho2 : Price Earing Ratio (PER) secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham.
Ha2 : Price Earing Ratio (PER) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham
13 Irham Fahmi, Rahasia Saham dan Obligasi Strategi Meraih Keuntungan Tak Terbatas Dalam Bermain Saham dan Obligasi, (Bandung: Alfabeta, 2013), 52
14 Yeye Susilowati, “ Pengertian Price Earning Ratio (PER) Terhadap Faktor Fundamental Perusahaan (Dividen Pay Out, Earning Per Share dan Risiko) Pada Perusahaan publik di BEJ” , Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Maret 2013, 51-56
15 Dedy Takdir Syaifuddin, Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi), (Sulawesi Tenggara: Kampus Bumi Tridharma, 2008), 47
3. Ho3 : Earning Per Share (EPS) dan Price Earing Ratio (PER) secara simultan berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham.
A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian menjelaskan tentang bentuk, jenis dan sifat penelitian. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan peneliti.
Jenis penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literature (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian terdahulu.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian deskriptif. Metode pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka. Data yang berupa angka tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah dibalik angka-angka tersebut. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan data untuk menguji dan menjawab pertanyaan mengenai status terakhir suatu objek yang diteliti.
Jadi penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian mengenai status akhir suatu objek yang menunjukkan keadaan berdasarkan angka yang sudah dihitung. Dari penjabaran di atas penelitian deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini menganalisis data- data dalam
laporan keuangan yang dipublikasian untuk mengetahui bagaimana pengaruh Earning Per Share (EPS) Dan Price Earning Ratio (PER) Terhadap Harga Saham di Bank Rakyat Indonesia Syariah Periode 2015-2019
Data adalah segala informasi yang dijadikan dan diolah untuk suatu kegiatan penelitian sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, biasanya sudah dalam bentuk publikasi.1
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Syariah periode 2015-2019 meliputi laporan neraca, laporan laba rugi dan informasi lainnya yang dipublikasikan pada situs www.bi.go.id serta literature yang berkaitan dengan masalah penelitian, seperti buku Manajemen Perbankan Syariah (Khaerul Umam), Manajemen Keuangan (Sutrisno), Perbankan Syariah (Ismail), Analisis Laporan Keuangan Perbankan Syariah (Dwi Suwiknyo).
B. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulanya.2 Sedangkan definisi operasional variabel menjelaskan variabel-variabel yang diteliti, serta
1 Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2017), 102
2 Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), 60
penjabaran variabel.3 Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Variabel Bebas (X)
Variabel independen sering disebut sebagai variabel bebas.
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).4 Variabel independen dalam penelitian ini adalah Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER).
Earning Per Share (EPS) merupakan bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki. 5
Rumus rasio Earning After Tax adalah: 6
EPS = Earning After Tax × 100%
Jumlah Saham yang Beredar
Price Earning Ratio (PER) atau ratio laba atas saham merupakan salah satu cara mengukur prestasi kerja saham biasa di bursa yang paling lazim digunakan. Price earing ratio (PER) yang tinggi mencerminkan rendahnya kapasitas pemilik saham untuk memperoleh kembali nilai sahamnya.7
3 Zuhairi, et.al, Pedoman Penulisan Skripsi IAIN Metro, (Metro: IAIN Metro, 2018), 62
4 Sugiyono, Metodelogi Penelitian.., 39
5 Irham Fahmi, Rahasia Saham dan Obligasi Strategi Meraih Keuntungan Tak Terbatas Dalam Bermain Saham dan Obligasi, (Bandung: Alfabeta, 2013), 52
6 Ibid., 52
7Yeye Susilowati, “ Pengertian Price Earning Ratio (PER) Terhadap Faktor Fundamental Perusahaan (Dividen Pay Out, Earning Per Share dan Risiko) Pada Perusahaan publik di BEJ” , Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol. 10 No. 1 Maret 2013, 51-56
Rumus rasio Price earing ratio (PER) adalah: 8
PER = Market Per Share × 100%
Earning Per Share 2. Variabel Terikat (Y)
Variabel dependen sering disebut sebagai variabel terikat.
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.9 Dalam penelitian ini, variabel terikatnya adalah Harga Saham.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan metode dokumentasi. Metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis.10 Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan tahunan PT Bank Syariah Indonesia dari tahun 2015 sampai dengan 2019 yaitu berupa: Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Laba Rugi . Pencarian data laporan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia diambil berupa data yang telah dipublikasikan pada situs www.bi.go.id.
8 Irham Fahmi, Rahasia Saham.., 54
9 Sugiyono, Metodelogi Penelitian., 39
10 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial lainnya, (Jakarta: Kencana, 2007), 121
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah sebagai alat fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti cermat, lengkap dan sistematis sehingga mudah diolah.11
Instrument penelitian dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa dokumentasi yaitu laporan keuangan PT. Bank Syariah Indonesia tahun 2015-2019 yang telah diaudit dan dipublikasikan pada situs www.bi.go.id.
Dalam hal ini peneliti perlu sebuah rancangan penyusunan instrument penelitian yang dikenal dengan istilah kisi-kisi. Menurut pengertiannya kisi- kisi adalah sebuah tabel yang menunjukan hubungan antara hal-hal yang disebut dalam baris dengan hal-hal yang disebut dengan kolom. Kisi-kisi penyusunan instrument menunjukkan kaitan antara variabel yang diteliti dengan sumber data dari mana data akan diambil, metode yang digunakan dan instrumen yang disusun.12
Tabel 3.3
Kisi-kisi khusus untuk instrumen penelitian ini adalah sebagai berikut:
No Variabel
Penelitian Indikator Skala
Rasio Metode Instrumen 1. Earning
Per Share (EPS)
1. Earning After Tax
2. Jumlah Saham yang Beredar
Rasio Pasar
Dokumentasi Data Laporan Keuangan tahun 2015-2019
11 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 203
12 Ibid., 205
No Variabel
Penelitian Indikator Skala
Rasio Metode Instrumen 2. Price
Earning Ratio (PER)
1. Market Per Share 2. Earning
Per Share
Rasio Pasar
Dokumentasi Data Laporan Keuangan tahun 2015-2019 Dokumentasi digunakan untuk menggali data yang dibutuhkan guna mengukur rasio EPS, dan PER. Data untuk EPS dan PER diambil dari laporan neraca pada PT. Bank Syariah Indonesia melalui situs www.bi.go.id.
E. Teknis Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif merupakan cara pengelolaan dan penyajian data, melakukan perhitungan untuk mendiskripsikan data dan melakukan pengujian hipotesis dengan menggunkan uji statistik.13 Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Berikut ini adalah metode yang digunakan dalam menganalisis data menurut buku Husein Umar meliputi:
1. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak.14 Dalam penelitian ini uji normalitas yang digunakan yaitu uji Kolmogorov-Smirnov. Dasar pengambilan keputusan
13 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perhitungan Manual & SPSS, (Jakarta: Kencana, 2013), 86
14 Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), 182
menggunakan Kolmogorov-Smirnov taraf signifikansinya adalah 0,05.
Data berdistribusi normal jika memiliki nilai signifikansi > 0,05.15 b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen.16 Pada penelitian ini akan dilakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance.
Adapun untuk menentukan ada atau tidaknya multikolinearitas tersebut, maka ditetapkan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:
1) Jika nilai VIF ≤ 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.
2) Jika nilai VIF ≥ 10, maka terjadi multikolinearitas.
3) Jika nilai Tolerance ≥ 0,10, maka tidak terjadi multikolinearitas.
4) Jika nilai Tolerance ≤ 0,10, maka terjadi multikolinearitas.
c. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier terdapat hubungan yang kuat baik positif maupun negative antardata yang ada pada variabel-variabel penelitian.17 Pengujian autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji run tes.
Dasar pengambilan keputusan dalam uji run test, yaitu:
1) Jika nilai Asymp.Sig.(2-tailed) lebih kecil dari 0,05 maka terdapat gejala autokorelasi.
15 Sugiyono dan Agus Susanto, Cara Mudah Belajar SPSS & Lisrel Teori dan Aplikasi untuk Analisis Data Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2015), 321
16 Husein Umar, Metode Penelitian., 177
17 Husein Umar, Metode Penelitian., 182
2) Jika nilai Asymp.Sig.(2-tailed) lebih besar dari 0,05 maka tidak terdapat gejala autokorelasi.
d. Uji Heteroskedasitas
Uji heteroskedasitas digunakan untuk mengetahui variabel pengganggu dalam persamaan regresi mempunyai varian yang sama atau tidak. Jika mempunyai varian yang sama, berarti tidak terdapat heteroskedasitas, sedangkan jika mempunyai varian tidak sama, berarti terdapat heteroskedasitas.18 Pengujian heteroskedasitas dalam penelitian ini menggunakan Uji Glejser. Dasar pengambilan keputusan dalam uji glejser yaitu jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat gejala heteroskedasitas.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Regresi berganda adalah pengembangan dari regresi linier sederhana, yaitu sama-sama alat yang dapat digunakan untuk memprediksi permintaan dimasa akan datang berdasarkan data masa lalu atau untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independen) terhadap satu variabel terikat (dependen). Perbedaan penerapan metode ini hanya terletak pada jumlah variabel bebas (independen) yang digunakan.
Penerapan motode regresi berganda jumlah variabel bebas (independen) yang digunakan lebih dari satu yang mempengaruhi satu variabel terikat (dependen)
18 Ibid, 336-347
Rumus regresi linier berganda: 19 Y = + I XI + 2 X2 … + n Xn
Keterangan:
Y = Harga Saham X1 = Earning Per Share X2 = Price Earning Ratio
I … 2= Koefisien Regresi = Konstanta.
Nilai koefisen regresi disini sangat menuntukan sebagai dasar analisis. Hal ini berarti jika koefesien bernilai positif (+) maka dapat dikatakan terjadi pengaruh searah antara variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen), setiap kenaikan nilai variabel bebas akan mengakibatkan kenaikan variabel terikat. Demikian pula sebaliknya, bila koefesien nilai negatif (-) hal ini menunjukkan adanya pengaruh negatif dimana kenaikan variabel bebas (independen) akan mengakibatkan penurunan nilai variabel terikat (dependen), setiap kenaikan nilai variabel terikat.
3. Pengujian Hipotesis
a. Uji t (uji signifinikansi secara parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara parsial
19 Syofian Siregar, Metode Penelitian., 301
berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Dalam buku syofian, langkah-langkah uji t adalah :20
1) Menentukan hipotesis
Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Ha : Secara parsial ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
2) Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi menggunakan 0,05 ( = 5%) 3) Menentukan t hitung
Nilai t hitung dapat dicari dengan rumus:
thitung = bi Sbi Keterangan : bi : nilai konstanta Sbi : standar error 4) Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1
5) Kriteria Pengujian
a) Ho diterima jika – t tabel < t hitung < t tabel
b) Ho ditolak jika – t hitung <-t tabel atau t hitung > t tabel 6) Membandingkan t hitung dengan t table
20 Ibid., 304-306
b. Uji F (uji sigfinikansi secara simultan)
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap Harga Saham Dalam buku Syofian terdapat tahap-tahap yang dilakukan, yaitu:21
1) Merumuskan Hipotesis
Ho diterima berarti tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Ha diterima berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen Harga Saham secara simultan.
2) Menentukan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,05 ( = 0,05) 3) Menentukan F hitung
4) Menentukan F tabel 5) Kriteria pengujian
Ho diterima bila F hitung < F tabel Ho ditolak bila F hitung > F tabel
6) Membandingkan F hitung dengan F tabel.
21 Ibid., 303-304
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Perusahaan PT Bank BRI Syariah
Sejarah Perusahaan PT Bank BRI Syariah Tbk yaitu hasil akuisisi dari PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk terhadap Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007. Mendapatkan izin usaha dari Bank Indonesia melalui surat no. 10/67/Kep.GBI/ DPG/2008 pada 16 Oktober 2008 yang mulai beroperasi secara resmi pada tanggal 17 November 2008 yang seluruh kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah Islam.
BRIsyariah melihat adanya potensi besar pada segmen perbankan syariah. Dengan tujuan menghadirkan bisnis keuangan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip perbankan syariah, Bank berkomitmen untuk produk dan layanan terbaik yang menenteramkan, serta terus tumbuh secara positif.
BRIsyariah fokus membidik berbagai segmen di masyarakat. Basis nasabah yang terbentuk secara luas di seluruh penjuru Indonesia menunjukkan bahwa BRIsyariah memiliki kemampuan tinggi sebagai bank ritel modern terkemuka dengan layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah. Dan terus mengasah diri dalam menghadirkan yang terbaik bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. BRIsyariah Serta senantiasa memastikan terpenuhinya prinsip- prinsip 34 syariah serta Undang-
Undang yang berlaku di Indonesia. Sehingga, BRIsyariah dapat terus melaju menjadi bank syariah terdepan dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna.
Pada tahun 2018, BRIsyariah melaksanakan Initial Public Offering pada tanggal 9 Mei 2018 di Bursa Efek Indonesia. IPO ini menjadikan BRIsyariah sebagai anak usaha BUMN di bidang syariah yang pertama melaksanakan penawaran umum saham perdanayang berlandaskan pada prinsip-prinsip perbankan syariah.
2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi
Menjadi bank ritel modern terkemuka dengan ragam layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna.
b. Misi
1) Memahami keragaman individu dan mengakomodasi beragam kebutuhan finansial nasabah.
2) Menyediakan produk dan layanan yang mengedepankan etika sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
3) Menyediakan akses ternyaman melalui berbagai sarana kapan pun dan dimana pun.1
4) Memungkinkan setiap individu untuk meningkatkan kualitas hidup dan menghadirkan ketenteraman pikiran.
1“ www.brisyariah.co.id” diakses pada 28 November 2021
B. Proses dan Hasil Penelitian 1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai variabel yang akan diteliti. Dalam hal ini variabelnya terdiri dari Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) dan Harga Saham.
Berdasarkan data laporan keuangan publikasi PT. Bank BRI Syariah dapat dilihat perkembangan dari, Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) selama 5 tahun baik berupa peningkatan maupun penurunan. Berikut data perkembangan EPS, PER, dan Harga Saham PT. Bank BRI Syariah Periode 2015-2019.
Tabel 4.1
Perkembangan Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) dan Harga Saham pada PT. Bank BRI Syariah 2015-2019
Tahun EPS
X1(Rp)
PER X2(kali)
Harga Saham Y1 (Rp)
2015 36,34 6,88 250
2016 43,00 11,63 500
2017 25,54 19,58 500
2018 10,09 49,55 500
2019 7,62 65,62 500
Sumber : Laporan Tahunan PT Bank BRI Syariah, November 2021
Berdasarkan tabel perkembangan PT. Bank BRI Syariah Periode 2015 - 2019 diatas, terlihat jelas bahwa Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) dan Harga Saham mengalami fluktuasi.
Pada tahun 2016 Earning Per Share (EPS) mengalami peningkatan yaitu dari Rp.36,34 menjadi Rp. 43,00 peningkatan tersebut disebabkan oleh penggunaan hutang pajak yang menurun. Pada tahun 2015 sampai 2019 Price Earning Ratio (PER) terus mengalami peningkatan.
Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2019 yaitu dari 49,55 menjadi
62,54. Peningkatan tersebut disebabkan oleh nila EPS yang rendah pada tahun 2019.
Pada tahun 2016 harga saham mengalami kenaikan yaitu dari Rp 250 menjadi Rp.500. Akan tetapi dari tahun 2016-2019 harga saham stabil yaitu Rp.500. harga saham yang cukup tinggi akan memberikan keuntungan, yaitu berupa capital gain dan citra yang lebih baik bagi perusahaan sehingga mememudahkan bagi manejemen untuk memudahkan dan dari luar perusahaan.
Analisis perhitungan diatas merupakan analisis deskriptif yang diolah secara manual. Adapun analisis yang dihitung dengan menggunakan aplikasi SPSS For Windows Versi 16 sebagai berikut:
Tabel 4.2
Deskriptif Statistik Variabel EPS, PER Dan Harga Saham Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic
EPS 5 7.62 43.00 24.5180 15.62128
PER 5 6.88 65.62 30.6520 25.63898
HARGA
SAHAM 5 250 500 450.00 111.803
Valid N
(listwise) 5
Berdasarkan tabel deskriptif diatas, dapat dilihat bahwa nilai Earning Per share (EPS) minimum sebesar Rp.7.62 yang terjadi pada tahun 2019 dan nilai Earning Per share (EPS) maksimum sebesar Rp.43.00 yang terjadi pada tahun 2016, dengan nilai rata-rata (mean) sebesar Rp.24.5180. Nilai Price Earnig Ratio (PER) minimum adalah sebesar 6.88 kali yang terjadi pada tahun 2015 dan bahwa Price Earnig