Hasil Penelitian dan Pembahasan Gambaran Demografi Responden
Responden dalam penelitian ini adalah mereka yang tahu atau minimal pernah sekali membuka situs traveloka.com yang bertempat tinggal di Salatiga.
Adapun gambaran demografi responden diuraikan pada Tabel 2 berikut ini.
Tabel 2. Gambaran Demografi Responden
Karakteristik Kategori Jumlah %
Jenis Kelamin Pria 90 45,0
Wanita 110 55,0
Total 200 100,0
Usia < 20 23 11,5
20 – 30 166 83,0
31 – 40 11 5,5
> 40 0 0,0
Total 200 100,0
Pendidikan terakhir Sekolah Dasar 0 0,0
Sekolah Menengah Pertama 2 1,0
Sekolah Menengah Atas 108 54,0
Perguruan Tinggi 90 45,0
Total 200 100,0
Pekerjaan Pegawai Negeri/ TNI/POLRI 6 3,0
Wiraswasta 10 5,0
Pegawai Swasta 41 20,5
Ibu Rumah Tangga 6 3,0
Pelajar atau Mahasiswa/i 114 57,0
Lain-lain 23 11,5
Total 200 100,0
Pendapatan/ < Rp. 1.000.000 46 23,0
penerimaan per bulan Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 82 41,0
> Rp 2.000.000 72 36,0
Total 200 100,0
Frekuensi akses situs 1 kali 98 49,0
traveloka.com dalam 2 – 3 kali 83 41,5
dua bulan terakhir > 3 kali 19 9,5
Total 200 100,0
Sumber: Data Primer diolah, 2020
Berdasarkan jenis kelamin terlihat bahwa responden terbanyak adalah responden wanita dengan jumlah 110 orang (55%). Hal ini dapat menggambarkan bahwa lebih banyak wanita yang mengetahui dan mengakses situs traveloka. Dilihat dari usia tampak bahwa lebih banyak responden dengan usia 20 hingga 30 tahun yaitu 166 orang (83%) yang ditemui saat penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi responden adalah dalam usia dewasa.
Jenjang pendidikan terakhir responden cukup beragam dimana tampak bahwa sebagian besar responden memiliki jenjang pendidikan terakhir pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu 108 orang (54%) berikutnya responden pada jenjang Perguruan Tinggi yaitu 90 orang (45%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden berpendidikan menengah bahkan ada yang telah mencapai pendidikan tinggi. Sehubungan dengan mayoritas responden berada pada jenjang pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi maka terkait dengan jenis pekerjaan, responden didominasi oleh mereka yang bekerja sebagai pelajar atau mahasiswa/i yaitu sebanyak 114 orang (57%). Sementara itu, berdasarkan pendapatan/ penerimaan per bulan diketahui bahwa responden terbanyak adalah mereka yang memiliki besar pendapatan/ penerimaan per bulan antara Rp
1.000.000 – Rp 2.000.000 yaitu sebanyak 82 orang (41%).
Terkait dengan frekuensi mengakses situs traveloka.com, diperoleh informasi bahwa ada sebanyak 98 orang responden (49%) pernah sekali mengakses situs traveloka.com dalam dua bulan terakhir. Namun demikian, ada juga sebanyak 19 orang responden (9,5%) yang > 3 kali mengakses situs traveloka.com dalam dua bulan terakhir.
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Penyebaran kuesioner penelitian utama dilakukan terhadap 200 orang responden dalam menilai variabel persepsi manfaat, kualitas website dan minat beli online. Adapun hasil pengujian validitas dan reliabilitas dari masing-masing variabel disajikan dalam Tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Penelitian Utama
Variabel Indikator Empirik
Corrected item- total correlation
r Alpha Penilaian
Persepsi Manfaat
PM1 PM2 PM3 PM4 PM5 PM6
0,411 0,566 0,594 0,495 0,375 0,304
0,710
Valid dan Reliabel
Kualitas Website
KW1 KW2 KW3 KW4 KW5 KW6
0,449 0,579 0,482 0,491 0,518 0,503
0,759 Valid dan Reliabel
Minat Beli Online
MBO1 MBO2 MBO3 MBO4 MBO5
0,532 0,609 0,490 0,450 0,470
0,738 Valid dan Reliabel
Sumber: Data Primer diolah, 2020
Tabel 3. di atas menunjukkan hasil uji validitas variabel persepsi manfaat dimana nilai corrected item-total correlation atau r hit berada pada kisaran 0,304 s/d 0,594 dan keenam indikator empirik memiliki nilai r hit > r0,05 (0,117) yang berarti valid. Sementara itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai r alpha sebesar 0,710 > 0,70 yang berarti reliabel.
Hasil uji validitas variabel kualitas website diketahui bahwa nilai corrected item-total correlation atau r hit berada pada kisaran 0,449 s/d 0,579 dan keenam indikator empirik memiliki nilai r hit > r0,05 (0,117) yang berarti valid. Sementara itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai r alpha sebesar 0,759 > 0,70 yang berarti reliabel.
Hasil uji validitas variabel minat beli online diketahui bahwa nilai corrected item-total correlation atau r hit berada pada kisaran 0,450 s/d 0,609 dan ternyata kelima indikator empirik dianggap valid karena nilai r hit > r0,05 (0,117). Sementara itu, hasil uji reliabilitas diketahui bahwa nilai r alpha sebesar 0,738 > 0,70 yang berarti reliabel.
Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Statistik deskriptif untuk masing-masing variabel penelitian didasarkan pada perhitungan nilai rata-rata skor dari masing-masing indikator empirik. Tabel 4 berikut ini menyajikan hasil analisis statistik deskriptif variabel penelitian.
Tabel 4. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Variabel Indikator
Empirik Rata-rata Skor
Persepsi Manfaat
PM1 PM2 PM3 PM4 PM5 PM6
4,24 4,45 4,47 4,26 4,23 3,42
Kualitas Website
KW1 KW2 KW3 KW4 KW5 KW6
3,82 4,13 4,05 4,26 4,22 4,12
Minat Beli Online
MBO1 MBO2 MBO3 MBO4 MBO5
4,10 4,06 3,67 4,11 3,85 Sumber: Data Primer diolah, 2020
Berdasarkan perhitungan rata-rata skor, tampak bahwa untuk variabel persepsi manfaat mempunyai nilai rata-rata skor berkisar antara 3,42 s/d 4,47 dimana nilai rata-rata skor tertinggi adalah pada indikator empirik PM3 (Saya merasa bahwa pembelian tiket di situs traveloka.com menghemat waktu) dengan nilai rata-rata skor sebesar 4,47. Sedangkan nilai rata-rata skor terendah adalah pada indikator empirik PM6 (Saya merasa bahwa pembelian tiket di situs traveloka.com lebih murah di banding di situs penjualan tiket online lainnya) dengan nilai rata- rata skor 3,42.
Variabel kualitas website mempunyai nilai rata-rata skor berkisar antara 3,82 s/d 4,26 dimana nilai rata-rata skor tertinggi adalah pada indikator empirik KW4 (Situs traveloka.com menyediakan informasi yang dapat dipercaya) dengan nilai rata-rata skor sebesar 4,26. Sedangkan nilai rata-rata skor terendah adalah pada
indikator empirik KW1 (Situs traveloka.com memiliki tampilan website yang menarik) dengan nilai rata-rata skor 3,82.
Variabel minat beli online mempunyai nilai rata-rata skor berkisar antara 3,67 s/d 4,11 dimana nilai rata-rata skor tertinggi adalah pada indikator empirik MBO4 (Saya lebih berminat membeli tiket di situs traveloka.com dibanding di agen atau counter tiket) dengan nilai rata-rata skor sebesar 4,11. Sedangkan nilai rata- rata skor terendah adalah pada indikator empirik MBO3 (Saya lebih berminat membeli tiket di situs traveloka.com dibanding di situs tiket online lainnya) dengan nilai rata-rata skor 3,67.
Hasil Uji Asumsi Klasik Regresi Berganda Hasil Uji Normalitas
Variabel yang diuji normal tidaknya adalah variabel residual. Uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) dipilih guna menguji normalitas variabel residual tersebut yang hasil pengujiannya ditampilkan pada Tabel 5 dibawah ini.
Tabel 5. Hasil Pengujian Normalitas
Unstandardized Residual Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig (2-tailed)
0,424 0,994 Sumber: Data Primer diolah, 2020
Penggunaan uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) untuk menilai normalitas residual mengacu pada ketentuan: jika angka signifikansi < 0,05 maka data residualnya tidak terdistribusi normal, sebaliknya jika angka signifikansi
> 0,05 maka data residualnya terdistribusi normal (Ghozali, 2011). Hasil uji normalitas seperti tampak pada Tabel 5. di atas dimana nilai Kolmogorov-Smirnov (K-S) dari variabel residual adalah sebesar 0,424 yang mempunyai nilai signifikan sebesar 0,994 > 0,05 dengan demikian dapat diartikan bahwa variabel residualnya terdistribusi normal.
Selain dengan uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S), pengujian normalitas juga dapat dilihat dari analisis grafik yaitu dengan menggunakan grafik normal plot seperti ditampilkan pada Gambar 2 berikut ini.
Gambar 2. Grafik Normal Plot
Berdasarkan Gambar 2 di atas tampak bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa pola distribusi datanya adalah normal, sehingga model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Hasil Uji Multikolinearitas
Model regresi yang baik mensyaratkan bahwa tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Identifikasi multikolinearitas diantara variabel bebas mengacu pada nilai Tolerance dan VIF dari hasil pengujian regresi. Adapun hasil uji multikolinearitas ditunjukkan pada Tabel 6. dibawah ini.
Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerance VIF
Persepsi Manfaat Kualitas Website
0,672 0,672
1,489 1,489 Sumber: Data Primer diolah, 2020
Penilaian terhadap multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan nilai VIF. Berdasar pada nilai Tolerance: bila nilai Tolerance ≤ 0,10 maka terdapat multikolinearitas, sebaliknya bila nilai Tolerance > 0,10 maka tidak terdapat multikolinearitas. Berdasar pada nilai VIF: jika VIF ≥ 10 maka terdapat multikolinearitas diantara variabel bebas, sebaliknya jika VIF < 10 maka tidak terdapat multikolinearitas diantara variabel bebas (Ghozali, 2011). Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa berdasar pada nilai Tolerance, baik variabel persepsi manfaat maupun kualitas website mempunyai nilai Tolerance > 0,10 sehingga dapat diartikan bahwa diantara variabel bebasnya tidak terdapat multikolinearitas.
Berdasar pada nilai VIF, tampak bahwa baik variabel persepsi manfaat maupun kualitas website mempunyai nilai VIF < 10 maka dapat diartikan bahwa diantara variabel bebasnya tidak terdapat multikolinearitas.
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Model regresi yang baik juga mensyaratkan tidak terjadi heteroskedastisitas.
Penelitian ini menggunakan uji Glejser untuk identifikasi ada tidaknya heteroskedastisitas dalam variabel penelitian dimana hasil pengujiannya ditampilkan pada Tabel 7.
Tabel 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel t hitung Sig
Persepsi Manfaat Kualitas Website
-0,339 1,272
0,735 0,205 Sumber: Data; Primer diolah, 2020
Penilaian heteroskedastisitas menggunakan ketentuan berikut ini: bila dari persamaan regresi terdapat koefisien parameter beta yang signifikan secara statistik
maka dianggap terdapat heteroskedastisitas dalam data model empiris yang diestimasi. Sebaliknya, bila koefisien parameter beta tidak signifikan secara statistik maka dianggap tidak terdapat heteroskedastisitas (Ghozali, 2011). Hasil uji Glejser yang ditunjukkan pada Tabel 7 di atas terlihat bahwa baik variabel persepsi manfaat maupun kualitas website mempunyai koefisien parameter yang tidak signifikan (angka sig > 0,05), hal ini dapat diartikan bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.
Selain dengan uji Glejser, pengujian heteroskedastisitas juga dapat dilihat dari analisis grafik yaitu dengan menggunakan grafik scatterplot seperti ditampilkan pada Gambar 3 berikut ini.
Gambar 3. Grafik Scatterplot
Berdasarkan Gambar 3 di atas tampak bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat diartikan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
Hasil Uji Hipotesis
Setelah semua asumsi klasik regresi telah dipenuhi maka uji hipotesis dapat dilakukan. Ada dua hipotesis yang diujikan dalam penelitian ini. Pengujian
hipotesis menggunakan uji parsial (Uji t) dimana hasil pengujian tersebut disajikan pada Tabel 8. dibawah ini.
Tabel 8. Hasil Uji Parsial dengan Uji t
Variabel Koef B t hitung Sig
Persepsi Manfaat Kualitas Website
0,241 0,422
4,397*
6,937*
0,000 0,000 Sumber: Data Primer diolah, 2020
Keterangan : * = signifikan pada = 5 % t 0,05 (df = 197) = 1,972
Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa secara parsial, terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel persepsi manfaat dan kualitas website terhadap minat beli online di situs traveloka.com.
Besarnya kontribusi pengaruh dari variabel persepsi manfaat dan kualitas website terhadap minat beli online di situs traveloka.com dapat diketahui dari nilai
R Square sebesar 0,436 yang berarti bahwa 43,6% pengaruh minat beli online di situs traveloka.com dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel persepsi manfaat dan kualitas website. Sementara itu, sebanyak 56,4% pengaruh minat beli online di situs traveloka.com dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diuji dalam penelitian ini.
Pembahasan Hasil Uji Hipotesis
Pengaruh Persepsi Manfaat terhadap Minat Beli Online di situs traveloka.com Hasil uji parsial (uji t) pada Tabel 8 menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari persepsi manfaat terhadap minat beli online di situs traveloka.com.
Hal tersebut didasarkan pada nilai t hitung 4,397 > t tabel 1,972 atau angka sig sebesar 0,00 < 0,05 sehingga H1 diterima. Pengaruh yang ditunjukkan memiliki arah positif yang dapat diartikan semakin baik persepsi manfaat menurut konsumen maka semakin tinggi minat beli online di situs traveloka.com, demikian halnya semakin buruk persepsi manfaat menurut konsumen maka semakin rendah juga minat beli online di situs traveloka.com.
Pengaruh yang ditunjukkan oleh variabel persepsi manfaat terhadap minat beli online di situs traveloka.com dapat disebabkan karena responden menganggap bahwa selama mereka mengakses situs traveloka.com, ada banyak manfaat yang mereka peroleh. Seperti misalnya rata-rata responden merasa bahwa pembelian tiket di situs traveloka.com menghemat waktu. Rata-rata responden juga menyatakan bahwa layanan di situs traveloka.com memperlancar proses pembelian tiket. Manfaat lainnya yang juga dirasakan responden adalah bahwa rata-rata responden memperoleh informasi yang dibutuhkan di situs traveloka.com.
Berbagai manfaat yang dirasakan responden menjadikan tingginya minat beli online di situs traveloka.com. Hal ini sejalan dengan pendapat Disa dan Kesuma (2015) bahwa konsumen yang menggunakan portal penjualan online merasa mendapatkan manfaat besar dan akhirnya memiliki minat untuk membeli saat mengunjungi portal penjualan online tersebut. Demikian halnya Wahyunugroho dan Wibowo (2015) menyatakan bahwa semakin banyak konsumen merasakan manfaat terkait transaksi online dengan website tertentu, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan transaksi online.
Temuan penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya seperti yang diungkapkan oleh Fadhilah (2019) bahwa ada pengaruh yang signifikan dari persepsi manfaat terhadap minat beli tiket bioskop secara online. Temuan penelitian ini juga mendukung temuan Syahab (2019) dimana ada pengaruh signifikan persepsi manfaat terhadap minat beli konsumen pada toko online Lazada.co.id.
Konsistensi temuan penelitian ini dengan kedua temuan penelitian sebelumnya menunjukkan bukti bahwa meskipun berbeda objek penelitian namun bukti temuan memberikan hasil yang sama dimana persepsi manfaat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli online.
Pengaruh Kualitas Website terhadap Minat Beli Online di situs traveloka.com Hasil uji parsial (Uji t) pada Tabel 8 memperlihatkan bahwa ada pengaruh signifikan dari kualitas website terhadap minat beli online di situs traveloka.com.
Hal tersebut didasarkan pada nilai t hitung 6,937 > t tabel 1,972 atau angka sig sebesar 0,00 < 0,05 sehingga H2 diterima. Pengaruh yang ditunjukkan memiliki arah positif yang mengandung arti bahwa semakin baik kualitas website maka
semakin tinggi minat beli online di situs traveloka.com, sebaliknya semakin buruk kualitas website maka semakin rendah minat beli online di situs traveloka.com.
Pengaruh yang ditunjukkan oleh variabel kualitas website terhadap minat beli online di situs traveloka.com dapat disebabkan karena pada kenyataannya responden menganggap bahwa situs traveloka.com memang berkualitas. Hal ini terlihat dari beberapa indikator kualitas website yang dinilai baik oleh responden diantaranya: rata-rata responden menyatakan bahwa situs traveloka.com menyediakan informasi yang dapat dipercaya, situs traveloka.com memberikan rasa aman dalam bertransaksi, situs traveloka.com juga dinilai mudah digunakan.
Berkualitasnya situs traveloka.com menurut responden menjadikan mereka memiliki minat untuk membeli yang tinggi pada situs traveloka.com. Dengan demikian semakin berkualitas sebuah website maka akan mendorong minat beli online konsumen. Hal ini sejalan dengan pendapat Mowen & Minor (2002) bahwa peningkatan kualitas website dapat meningkatkan minat untuk bertransaksi di website tersebut (Mowen & Minor, 2002).
Temuan hasil penelitian ini mendukung temuan penelitian sebelumnya seperti yang dikemukakan oleh Ramdhany (2019) dimana kualitas website berpengaruh signifikan terhadap minat beli online pada situs OLX.co.id. Temuan lainnya diungkapkan Permana (2020) bahwa kualitas website mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat beli online di situs belanja online Bukalapak. Konsistensi temuan penelitian ini dengan kedua temuan penelitian sebelumnya menunjukkan bukti bahwa meskipun berbeda objek yang diteliti namun bukti temuan memberikan hasil yang sama dimana kualitas website merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli online.