1 BAB I
P E N D A H U L U A N
A. GAMBARAN UMUM PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN 1. Kedudukan
Kabupaten Pekalongan sebagai daerah otonom dari Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri berdasarkan Undang-undang Nomor 13 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Jawa Tengah dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1988 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekalongan, Kabupaten Daerah Tingkat II Pekalongan dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batang.
Daerah Kabupaten berwenang mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten meliputi perencanaan dan pengendalian pembangunan; perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang; penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat; penyediaan sarana dan prasarana umum;
penanganan bidang kesehatan; penyelenggaraan pendidikan;
penanggulangan masalah sosial; pelayanan bidang ketenaga- kerjaan; fasilitasi pengembangan koperasi; usaha kecil dan menengah; pengendalian lingkungan hidup; pelayanan pertanahan;
pelayanan kependudukan dan catatan sipil; pelayanan administrasi umum pemerintahan; pelayanan administrasi pelayanan modal;
penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya; dan urusan wajib yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan serta urusan pilihan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah.
2
Dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan Tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Pekalongan masih berdasarkan Undang-undang Nomor : 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan penataan kelembagaan Perangkat Daerah melalui Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 13, 14, 15 dan 16 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan yang kemudian diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 4, 5, 6, dan 7 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD.
Setiap Daerah di pimpin oleh Seorang Kepala Daerah sebagai Kepala pemerintahan daerah yang dibantu oleh Seorang Wakil Kepala Daerah. Dalam menjalankan tugas dan kewenangan selaku Kepala Daerah, Bupati berkewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemerintah, dan memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD.
Sekretariat Daerah adalah unsur pembantu Pimpinan Pemerintah Kabupaten yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten yang selanjutnya disebut Sekretaris DPRD merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD Kabupaten, dipimpin oleh seorang Sekretaris dewan yang secara teknis operasional berada dan bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretari Daerah.
3
Dinas Kabupaten merupakan unsur pelaksana otonomi daerah Kabupaten yang mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanankan kewenangan desentralisasi, sedangkan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah yang mempunyai tugas melaksanankan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik., dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Kecamatan merupakan Perangkat Daerah sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu, dipimpin oleh Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dan Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah dalam wilayah Kecamatan dipimpin oleh seorang Lurah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat.
2. Tugas dan Fungsi
Pada Daerah Kabupaten / Kota di bentuk Lembaga Perangkat Daerah untuk membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya. Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.
Tugas dan Fungsi dari masing-masing lembaga perangkat daerah adalah sebagai berikut :
a. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagai Pimpinan Pemerintahan Daerah adalah implementator kebijakan publik yang mengemban tugas dan fungsi pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat serta mengemban fungsi manajemen pemerintahan di daerah mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai pada tingkat monitoring dan evaluasi (Surat Mendagri Nomor 120/562/S.J tanggal 3
4
Maret 2004 tentang Implementasi Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah).
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah Pasal 27, Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah mempunyai kewajiban sebagai berikut : 1) Memegang teguh dan mengamalkan Pacasila,
melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2) Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
3) Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat.
4) Melaksanakan kehidupan demokrasi.
5) Mentaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang- undangan.
6) Menjaga etika dan norma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
7) Memajukan dan mengembangkan daya saing daerah.
8) Melaksanakan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik.
9) Menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di dfaerah dan semua perangkat daerah.
10) Menyampaikan Rencana strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah dihadapan Rapat Paripurna DPRD.
11) Memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemerintah dan memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD.
b. Tugas Sekretariat Daerah adalah membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong
5
Praja, Lembaga Lain Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.dengan fungsi :
penyusunan kebijakan pemerintahan daerah;
pengoordinasian pelaksanaan tugas Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Lembaga Lain Daerah, Kecamatan dan Kelurahan;
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah;
pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah;
pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
c. Tugas Sekretariat DPRD mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, dan menyediakan serta mengkoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, dengan fungsi:
penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD;
penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD;
penyelenggaraan rapat-rapat DPRD;
penyediaan dan pengkoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD.
d. Tugas Dinas Daerah Kabupaten adalah melaksanakan kewenangan desentralisasi, dengan fungsi :
perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang tugasnya;
6
Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang tugasnya;
pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang tugasnya;
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan ole Bupati sesuai denga tugas dan fungsinya.
e. Tugas Lembaga Teknis Daerah adalah merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik, dengan fungsi :
perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya ;
pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan lingkup tugasnya ;
pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya ;
pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
f. Tugas Kecamatan adalah membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Pembinaan Kemasyarakatan dalam wilayah kecamatan serta melaksanakan tugas pemerintah lainnya yang tidak termasuk dalam tugas perangkat daerah dan atau instansi lainnya, dengan fungsi :
- pengkoordinasian penyelenggaraan pemerintahan di Wilayah Kecamatan ;
- penyelenggaraan kegiatan pembinaan ideologi negara dan kesatuan bangsa;
- penyelenggaraan pelayanan masyarakat;
- pelaksanaan pemberdayaan masyarakat;
- penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan umum dan keagrariaan;
- penyelenggaraan kegiatan pembinaan pemerintahan desa;
7 - Pembinaan Kelurahan;
- Pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah;
- Pelaksanaan koordinasi operasional Unit Pelaksana Teknis Dinas Kabupaten;
- Penyelenggaraan kegiatan pembinaan pembangunan dan pengembangan partisipasi masyarakat;
- Penyusunan program, pembinaan administrasi, ketatausahaan dan rumah tangga;
- pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
g. Tugas Kelurahan adalah membantu Camat dalam penyelenggaraan pemerintahan kecamatan, dengan fungsi : - Pelaksanaan pelimpahan sebagaian kewenangan
pemerintahan dari Kecamatan;
- Pelayanaan penyelenggaraan pemerintahan Kelurahan;
- Koordinasi terhadap jalannya pemerintahan Kelurahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan Kemasyarakatan;
- Pelaksanaan tugas di bidang pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan yang menjadi tanggung jawabnya;
- Pelaksanaan usaha dalam rangka peningkatan partisipasi dan swadaya gotong-royong masyarakat;
- Pelaksanaan kegiatan dalam rangka pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah;
- Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
3. Susunan Organisasi
Susunan Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 4, 5, 6 dan 7 Tahun 2011 pada intinya adalah sebagai berikut :
a. Sekretariat Daerah, terdiri dari :
8 - Sekretaris Daerah.
- Asisten Sekretaris Daerah, terdiri dari : 1) Asisten Pemerintahan;
2) Asisten , Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat; 3) Asisten Administrasi.
- Bagian, terdiri dari :
1) Bagian Tata Pemerintahan;
2) Bagian Humas;
3) Bagian Hukum;
4) Bagian Perekonomian ; 5) Bagian Pembangunan;
6) Bagian Kesra;
7) Bagian Organisasi Dan Kepegawaian;
8) Bagian Umum;
9) Bagian Asset.
b. Sekretariat DPRD, terdiri dari :
Sekretaris DPRD;
Bagian Persidangan, Risalah Dan Dokumentasi;
Bagian Umum.
c. Dinas Daerah, terdiri dari :
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan;
Dinas Pekerjaan Umum;
Dinas Pengelolaann Sumber Daya Air, Energi Dan Sumber Daya Mineral;
Dinas Kesehatan;
Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Daerah;
Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil;
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah;
Dinas Kelautan, Perikanan Dan Peternakan;
9
Dinas Pertanian, Perkebunan Dan Kehutanan;
Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika;
Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi;
Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata.
d. Lembaga Teknis, terdiri dari :
Inspektorat;
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah;
Badan Kepegawaian Daerah;
Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan;
Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu;
Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan Dan Keluarga Berencana;
RSUD;
Kantor Lingkungan Hidup;
Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah;
Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik ;.
e. Pemerintah Kecamatan, terdiri dari 19 Kecamatan, yaitu:
Kecamatan Petungkriyono;
Kecamatan Lebakbarang;
Kecamatan Talun;
Kecamatan Kandangserang;
Kecamatan Paninggaran;
Kecamatan Doro;
Kecamatan Buaran;
Kecamatan Karangdadap;
Kecamatan Kedungwuni;
Kecamatan Kajen;
Kecamatan Karanganyar;
Kecamatan Kesesi;
Kecamatan Wonopringgo;
Kecamatan Bojong;
Kecamatan Wiradesa;
Kecamatan Wonokerto;
10
Kecamatan Sragi;
Kecamatan Siwalan;
Kecamatan Tirto.
f. Pemerintah Kelurahan, terdiri dari 13 Kelurahan, yaitu:
Kelurahan Kedungwuni Barat;
Kelurahan Kedungwuni Timur;
Kelurahan Pekajangan;
Kelurahan Sapugarut;
Kelurahan Simbangkulon;
Kelurahan Bligo;
Kelurahan Bener;
Kelurahan Pekuncen;
Kelurahan Mayangan;
Kelurahan Kepatihan;
Kelurahan Gumawang;
Kelurahan Sragi;
Kelurahan Kajen.
4. Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintah Kabupaten Pekalongan berjumlah 11.134 orang Pegawai Negeri Sipil dengan kriteria pendidikan formal ( Tabel I.I ) SD 194 orang, SLTP 547 orang , SLTA 2.316
orang, Diploma 3.117 orang, S1/D4 4.669 orang dan S2 291 orang.
yang telah mengikuti pendidikan pimpinan ( Tabel I.2 ) dengan kriteria Diklatpim Tingkat I belum ada, Diklatpim Tingkat II 19 orang, Diklatpim Tingkat III 109 orang, Diklatpim Tingkat IV 216 orang dan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan golongan ( Tabel I.3) Golongan I 492 orang, Golongan II 3.570 orang, Golongan III 3.780 orang, dan Golongan IV 3.292 orang, serta dibantu oleh pegawai tidak tetap berjumlah 254 orang yang tersebar pada Satuan Unit Kerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Tabel 1.1
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Pekalongan menurut Pendidikan Formal
No. Jenis Pendidikan Jumlah
11 1.
2.
3.
4.
5.
6.
SD SLTP SLTA Diploma S1/ D4 S2
194 547 2.316 3.117 4.669 291
JUMLAH 11.134
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pekalongan Tahun 2011.
Tabel 1.2
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Pekalongan menurut Pendidikan Struktural
No. Pendidikan Struktural Jumlah
1.
2.
3.
4.
Diklat. Pim. Tk I Diklat. Pim. Tk II Diklat. Pim. Tk III Diklat. Pim. Tk IV
- 19 109 216
JUMLAH 344
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pekalongan Tahun 2011.
Tabel 1.3
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Pekalongan menurut Golongan
No. Golongan Jumlah
1.
2.
Golongan I Golongan II
492 3.570
12 3.
4.
Golongan III Golongan IV
3.780 3.292
JUMLAH 11.134
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kab. Pekalongan Tahun 2011.
5. Aset Tetap Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tabel 1.4
Aset tetap Pemerintah Kabupaten Pekalongan terdiri dari :
No. Nama Bidang Barang Jumlah
Barang
Ket.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
Tanah
Jalan dan Jembatan Bangunan Air/ Irigasi Bangunan Gedung Monumen
Alat-alat Besar
Alat-alat Bengkel dan alat ukur Alat-alat Pertanian dan peternakan Alat-alat angkutan
Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Alat-alat Studio dn alat komunikasi Alat-alat Kedokteran
Alat-alat Laboratorium Alat-alat keamanan Instalasi
Jaringan
Buku Perpustakaan
1,272 517 2,023 5,435 1,561 154 1,415 309 1,331 112,052 1,555 5,370 17,851 1 10 27 698,501
Bidang Km Buah
13 18.
19.
20.
Barang Bercorak dan kesenian/Kebudayaan
Hewan, Ternak dan Tanaman Konstruksi dalam pengerjaan
4,525
502 1
Sumber : Bidang Asset DPPKA Kabupaten Pekalongan Tahun 2011
LINGKUNGAN STRATEGIS 1. Letak Geografi
Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu Kabupaten di wilayah Propinsi Jawa Tengah, terletak antara 6-723’ LS dan 109-10978’BT sebelah utara berbatasan dengan laut jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara, sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Batang dan sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Pemalang dengan pusat Pemerintahan di Kajen.
Wilayah Kabupaten memiliki luas 836,13 Km² yang terbagi menjadi 19 kecamatan, dan terdiri dari 272 desa dan 13 kelurahan. Dari total luas tersebut 30,36% (253,86 Km²) diantaranya berupa tanah basah atau sawah, dan sisanya 69,64%
( 582,27 Km²). Karena sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Laut Jawa maka dari 285 desa/kelurahan yang ada, terdapat 6 desa pantai. Secara topografi Kabupaten Pekalongan merupakan perpaduan antara wilayah dataran rendah di bagian utara dan dataran tinggi di bagian selatan yang termasuk dalam kawasan dataran tinggi Dieng. Kawasan dataran tinggi di kabupaten ini berada pada 1.294 meter dari permukaan laut.
Secara topografis, ada 60 desa/kelurahan (20%) berada di kawasan dataran tinggi dan 225 desa/kelurahan (80%) berada di kawasan dataran rendah.
14
2. Penduduk, Kesempatan Kerja dan Kemiskinan
Jumlah Penduduk Kabupaten Pekalongan tahun 2011 sebanyak 841.123 jiwa yang terdiri dari laki-laki 418.651 jiwa dan perempuan sebanyak 422.472 jiwa, apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2010 sesuai dengan hasil Sensus penduduk tahun 2010 sebanyak 838.621 jiwa yang terdiri dari laki- laki 417.406 jiwa dan perempuan sebanyak 421.215 jiwa, sehingga mengalami pertumbuhan sekitar 0,30%.
Dalam bidang ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pekalongan tahun 2011 sebanyak 419.446 jiwa terdiri dari yang bekerja sebanyak 393.783 jiwa dan pengangguran sebanyak 25.663 jiwa. Tingkat kesempatan kerja pada tahun 2011 mencapai 93,88% sehingga potensi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,12% bila dibanding tahun 2010 dimana untuk tingkat kesempatan kerja mencapai 95,96% dan TPT mencapai 4,04%, ada peningkatan TPT sebesar 2,08%.
Jumlah penduduk miskin pada tahun 2011 sebesar 136.600 jiwa atau 16,24% dari jumlah penduduk yang berarti mengalami penurunan dibanding angka tahun 2010 sebanyak 151.630 jiwa atau 18,08%. Hal ini sejalan dengan komitmen kita bersama dalam upaya untuk selalu mengurangi dan menanggulangi kemiskinan menuju target MDG’s 2015.
Pada tahun 2011 pemerintah pusat juga memberikan dukungan berbagai program penanggulangan kemiskinan antara lain :
1. Bantuan Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin) sebanyak 15.490.260 kilogram kepada 86.057 RTS (Rumah Tangga Sasaran) yang masing-masing RTS menerima 15 kilogram per bulan dengan harga beras Rp 1.600 per kiligram.
2. Bantuan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp. 5.228.084.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.465.980.758,00 atau 8,91%.
15
3. Bantuan Jaminan Persalinan (Jampersal) sebesar Rp.3.122.127.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.2.189.490.000,00 atau 70,13%.
3. Pangan dan Gizi, Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat
Ketersediaan pangan khususnya beras dalam kondisi aman bahkan selalu menghalami surplus. Pada tahun 2010 ketersediaan beras mencapai 178.146 ton dengan tingkat kebutuhan mencapai 128.315 ton sehingga terdapat surplus sebanyak 49.831 ton.
Sedangkan kondisi pada tahun 2011 karena jumlah produksi beras mengalami penurunan maka ketersediaan beras juga turun menjadi 119.784 ton, selanjutnya tingkat kebutuhan sebesar 70.345 ton sehingga terdapat surplus sebanyak 49.439 ton. Situasi pangan dan gizi di Kabupaten Pekalongan secara umum dalam kondisi aman.
Pada urusan pendidikan, tahun 2011 kebijakan pembangunan pendidikan diarahkan pada pengembangan sarana prasarana pendidikan, pemberdayaan Komite Sekolah dan penyadaran masyarakat, peningkatan pelayanan pemerintah di bidang pendidikan, pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan ketentuan dan potensi daerah, serta peningkatan profesioanlisme tenaga pendidik dan kependidikan melalui penyetaraan.
Pembangunan pendidikan diarahkan antara lain untuk pelaksananaan Program Pendidikan Anak Usia Dini; Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun; Pendidikan Menengah;
Pendidikan Non Formal; Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Manajemen Pelayanan Pendidikan; Peningkatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak;
Pengembangan Kebijakan Manajemen Olah Raga; dan Pembinaan dan pemasyarakatan olah Raga.
Pelaksanaan program pembangunan pendidikan telah memberikan implikasi makin berkembangnya suasana belajar
16
mengajar di berbagai jenis dan jenjang pendidikan, sehingga pelayanan pendidikan telah dapat menjangkau ke seluruh daerah termasuk daerah yang terpencil dan penduduk miskin. Kemudian capaian pembangunan pendidikan tahun 2011 dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk SD/MI sebesar 102,59%, meningkat dibandingkan tahun 2010 yang sebesar 102,57%, SMP/MTs sebesar 99,48% meningkat dibandingkan tahun 2010 yang sebesar 99,43%, dan untuk SMA/MA dan SMK sebesar 65,07% meningkat bila dibanding tahun 2010 yang sebesar 61,13%. Kemudian untuk Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI pada tahun 2011 sebesar 87,33%, meningkat dibanding tahun 2010 yang sebesar 87,26%. Untuk SMP/MTs sebesar 75,56%, meningkat bila dibanding tahun 2010 yang sebesar 75,55%, dan untuk SMA/MA dan SMK tahun 2011 sebesar 43,76%, meningkat dibanding tahun 2010 yang sebesar 40,95%.
Selanjutnya Angka Putus Sekolah (APS) untuk SD/MI pada tahun 2011 sebesar 0,42% lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 0,44 %, SMP/MTs sebesar 0,6 % lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 0,9 % dan untuk SMA/MA dan SMK sebesar 1,1% lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebesar 1,2%. Dilihat dari Angka Kelulusan secara keseluruhan pada tahun 2011 cukup menggembirakan karena semuanya mendekati 100 %, yatu untuk SD/MI 99,50%, SMP/MTs 91,90% dan SMA/MA dan SMK sebesar 99,80%. Kemudian untuk angka melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs pada tahun 2011 ini sebesar 84,38% dan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA sebesar 71,19%.
Penyediaan sarana pendidikan di Kabupaten Pekalongan sampai tahun anggaran 2011 menunjukkan perkembangan yang cukup berarti, sehingga dapat meningkatkan Angka Partisipasi.
Jumlah pembangunan gedung atau RKB (Ruang Kelas Baru) pada tahun 2011 ini untuk SD/MI sebanyak 5 lokal, SMP/MTs sebanyak 13 lokal dan SMA/SMK 30 lokal. Sementara untuk rehab gedung SD/MI pada tahun 2011 sebanyak 311 lokal, SMP/MTs sebanyak 17 lokal dan SMA/MA/SMK sebanyak 9 lokal. Selanjutnya pada
17
tahun 2011 terdapat penambahan 2 sekolah di tingkat SMP/MTs yaitu MTs At Thohiriyah Simbang Wetan Kecamatan Buaran dan MTs Syarif Hidayatullah Kecamatan Wonopringgo, sementara untuk tingkat SMA/MA/SMK terdapat penambahan 2 sekolah yaitu SMK Nurul Ummah Kecamatan Paninggaran dan SMK Hasbullah Kecamatan Karanganyar, sehingga jumlah keseluruhan tahun 2011 menjadi 832 unit sekolah, yang terdiri dari : SD/MI sebanyak 651 unit, SMP/MTs sebanyak 126 unit dan SMA/MA/SMK sebanyak 55 unit.
Jumlah siswa untuk SD/MI pada tahun 2011 sebanyak 104.266 siswa menurun bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebanyak 105.459 siswa, SMP/MTs sebanyak 43.254 siswa menurun bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebanyak 44.479 siswa, sedangkan untuk SMA/MA/SMK sebanyak 25.622 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2010 sebanyak 24.060 siswa. Penurunan siswa SD/MI dan SMP/MTs dikarenakan kelompok penduduk usia sekolah SD/MI (7-12 tahun) dan SMP/MTs (13-15 tahun) yang berkurang. Kemudian untuk kualitas guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV pada tahun 2011 sebanyak 80,05%
meningkat jika dibandingkan tahun 2010 yang sebesar 78,28%.
Keberhasilan dalam penyediaan sarana tersebut tidak secara langsung dapat mengatasi permasalahan atau persoalan pendidikan. Berbagai permasalahan yang masih harus diatasi antara lain masih adanya sebagian penduduk kurang mampu yang belum dapat mengakses pendidikan menengah serta masih adanya cara pandang sebagian masyarakat yang masih menganggap bahwa bidang pendidikan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja.
Di bidang kesehatan, Pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui Program Obat dan Perbekalan Kesehatan;
Upaya Kesehatan Masyarakat; Pengawasan Obat dan Makanan;
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; Perbaikan Gizi Masyarakat; Pengembangan Lingkungan Sehat; Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular; Standarisasi Pelayanan Kesehatan; Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin; Pengadaan,
18
Peningkatan dan Perbaikan sarana dan Prasarana Puskesmas/
Puskesmas Pembantu dan Jaringannya; Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan; Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan Anak; Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat;
Standarisasi Pelayanan Kesehatan; Pengadaan, Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru - Paru/ Rumah sakit Mata; Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru- Paru/ Rumah Sakit Mata.
Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan menunjukkan hasil yang meningkat antara lain ditandai oleh : membaiknya beberapa indikator pembangunan kesehatan seperti menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu dari 11 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2010 menjadi 8,5 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2011 angka tersebut lebih baik dari pada pencapaian Provinsi Jawa Tengah tahun 2011 yaitu 10,34 per 1.000 kelahiran hidup, juga melampaui Target Nasional di tahun 2015 yaitu 23 per 1.000 kelahiran hidup. Kemudian Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dari 162 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010 turun menjadi 105 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2011 dengan jumlah kematian ibu sebanyak 17 kasus. AKI tersebut sudah dibawah angka Provinsi Jawa Tengah yaitu 116,01 per 100.000 kelahiran hidup dan dibawah angka Nasional yaitu 108 per 100.000 kelahiran hidup.
Selain itu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dari tahun ke tahun semakin meningkat, ditandai dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 75,83 yang termasuk dalam kategori mutu pelayanan B (range Baik : antara 62,51 – 81,25). Hal ini tidak lepas dari semakin meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan.
4. Agama
Suasana kerukunan hidup intern dan antar umat beragama diwilayah kabupaten Pekalongan sangat baik. Hal ini ditunjukan
19
dari adanya kebebasan masing - masing umat beragama dapat melaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing- masing.
Tempat peribadatan tahun 2011 mengalami peningkatan tahun 2010 tercatat 633 Masjid, 14 Gereja, 3 Pura dan 2.285 Mushola. Dan pada tahun 2011 tercatat 560 Masjid, Gereja Kristen 10 unit dan Gereja Katolik 3 unit, 3 Pura dan 2.064 Mushola yang tersebar di 19 kecamatan. Banyaknya jumlah Masjid dan Mushola karena mayoritas penduduknya beragama Islam.
5. Perekonomian Daerah
Potensi ekonomi daerah Kabupaten Pekalongan sebagai potensi andalan daerah memiliki daya saing dan keunikan tertentu, yang membedakan dengan daerah lain. Penetapan produk unggulan daerah telah ditempuh melalui sektor Pertanian dan Kehutanan, Industri, Perdagangan serta Pariwisata. Dengan telah ditetapkannya produk - produk unggulan diharapkan dapat memacu para pelaku ekonomi daerah dalam mengembangkan kreativitas dan usahanya sehingga diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Kinerja makro ekonomi daerah dapat dilihat dari beberapa variabel antara lain yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi, Pendapatan per Kapita dan Tingkat Inflasi.
PDRB Kabupaten Pekalongan tahun 2011 atas dasar harga berlaku diperkirakan bisa mencapai sebesar Rp. 8,06 triliyun, meningkat 11,57% dibandingkan tahun 2010 yang sebesar Rp. 7,22 triliyun.
Sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000, PDRB Kabupaten
20
Pekalongan pada tahun 2011 diperkirakan bisa mencapai sebesar Rp. 3,38 triliyun, meningkat sekitar 4,76% dibandingkan tahun 2010 yang sebesar Rp. 3,23 triliyun sehingga pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 lebih tinggi bila dibandingkan tahun 2010 yang tumbuh sebesar 4,27%.
Apabila dilihat dari peranan sektor dominan dalam pembentukan PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2011, sektor industri pengolahan diperkirakan masih tertinggi yaitu sebesar 26,64%, disusul sektor pertanian sebesar 21,01%, sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar 18,69% dan sektor jasa- jasa sebesar 16,77 %.
Pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Pekalongan tahun 2011 mencapai Rp. 8.285.352,00 meningkat 11,30%
dibanding tahun 2010 sebesar Rp. 7.444.022,00. Kemudian laju inflasi di Kabupaten Pekalongan tahun 2011 mencapai 2,65%, lebih rendah dibanding tahun 2010 sebesar 6,54%. Laju inflasi yang rendah tersebut mengindikasikan bahwa perekonomian di Kabupaten Pekalongan semakin membaik, harga-harga berbagai komoditas pokok relatif stabil, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tinggi adalah kelompok sandang yaitu sebesar 13,44% dan kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,54%.
6. Infrastruktur
Peran infrastruktur sangat penting dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Selama tahun 2011 pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan dapat kami sampaikan sebagai berikut :
a. Jalan dan Jembatan
21
Pembangunan prasarana jalan dititikberatkan pada usaha untuk menunjang pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam pelayanan bidang transportasi darat yang menyangkut jalan dan jembatan. Kondisi infrastruktur jalan pada tahun 2011 ini mengalami peningkatan yaitu kondisi jalan baik yang semula sepanjang 183,35 Km meningkat menjadi 318,77 Km, jalan sedang yang semula 163,78 Km menjadi 130,57 Km, jalan rusak yang semula sepanjang 162,50 Km berkurang menjadi 85,29 km demikian pula terhadap jalan rusak berat yang semula 48,45 Km berkurang manjadi 23,45 Km. Sementara itu kondisi jembatan pada tahun 2011 ini yaitu jembatan baik sebanyak 287 buah, jembatan sedang 2 buah, jembatan rusak 5 buah dan rusak berat sebanyak 15 buah. Untuk meningkatkan kualitas jalan desa juga telah disalurkan bantuan stimulan berupa aspal pada tahun 2011 sebanyak 911 drum aspal dan menghasilkan peningkatan jalan desa dengan volume 56.482 meter persegi yang tersebar di 125 desa.
b. Irigasi dan Sungai
Pembangunan pengairan/irigasi bertujuan untuk menunjang peningkatan hasil pertanian dalam rangka mendukung program nasional tentang ketahanan pangan dan dalam rangka mengembalikan fungsi irigasi dan sungai serta mempertahankan dan melestarikan keberlangsungan fungsi sumber daya air, untuk menunjang pembangunan industri dan pariwisata. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain yaitu rehabilitasi dan perbaikan jaringan irigasi sepanjang 43,75 Km, pembangunan embung 1 unit di Desa Pododadi Kecamatan Karanganyar, perbaikan bantaran serta tanggul sungai sepanjang 1,15 Km, normalisasi sungai sepanjang 176 Km, pembangunan turab sepanjang 828 Meter, serta rehab bendung pengendali 3 buah. Sampai dengan tahun 2011 jumlah bangunan air sebanyak 790 buah dengan kondisi baik
22
641 buah, sedang 113 buah dan rusak 36 buah. Sedangkan saluran primer sekunder sampai dengan tahun 2011 ini sepanjang 389,58 Km mengairi sawah seluas 27.948,88 hektar.
Dari luasan tersebut yang diairi dengan irigasi kondisi baik seluas 20.766,43 hektar, meningkat dari tahun 2010 seluas 18.616,43 hektar, hal ini karena adanya rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi tahun 2011 seluas 2.150 hektar.
c. Air Bersih, Kelistrikan, Perhubungan dan Telekomunikasi.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dalam rangka menunjang iklim kondusif bagi pengembangan investasi di Kabupaten Pekalongan, selama tahun 2011 telah dilakukan upaya-upaya untuk menangani air bersih, kelistrikan dan telekomunikasi.
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat sehingga upaya-upaya pemenuhannya akan terus diupayakan, baik melalui PDAM maupun program pembangunan air bersih lainnya. Jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Pekalongan tahun 2011 sebanyak 7.360 Sambungan Rumah (SR) dengan pemakaian air sebanyak 1.559.210 meter kubik, meningkat 9,92% dibanding tahun 2010 yang sebanyak 6.696 SR dengan pemakaian air 1.744.867 meter kubik. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk yang tidak terjangkau PDAM maka dilaksanakan program penyediaan prasarana air minum dan PAMSIMAS. Untuk tahun 2011 ini telah dilaksanakan pembangunan jaringan air bersih yaitu Broncaptering sebanyak 5 unit, 1 unit sumur dalam dan PAMSIMAS di 15 desa.
Jumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang telah terpasang pada tahun 2011 sebanyak 69 titik sehingga jumlah keseluruhan LPJU di Kabupaten Pekalongan sampai
23
dengan tahun 2011 sebanyak 2.884 titik. Jumlah LPJU tersebut belum bisa menerangi seluruh ruas jalan di Kabupaten Pekalongan baik ruas jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten, maupun jalan kolektor. Kedepan pemasangan LPJU akan tetap diupayakan secara bertahap hingga dapat memenuhi kebutuhan penerangan seluruh ruas jalan.
Jumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang telah terpasang pada tahun 2011 sebanyak 225 titik sehingga jumlah keseluruhan LPJU di Kabupaten Pekalongan sampai dengan tahun 2011 sebanyak 5.022 titik. Jumlah LPJU tersebut belum bisa menerangi seluruh ruas jalan di Kabupaten Pekalongan baik ruas jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten, maupun jalan kolektor. Ke depan pemasangan LPJU akan tetap diupayakan secara bertahap hingga dapat memenuhi kebutuhan penerangan seluruh ruas jalan. Dalam rangka memacu pembangunan kelistrikan, untuk wilayah terpencil dan belum berlistrik PLN tetapi memiliki potensi sumberdaya air yang memungkinkan, telah diupayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Pada tahun 2011 melalui bantuan dari Provinsi Jawa Tengah telah dibangun 2 unit PLTMH yaitu di desa Sidomulyo Kecamatan Petungkriono dengan daya 25 Kilo Watt yang mampu mengakses 91 sambungan rumah dan fasilitas umum dan Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriono dengan daya 22 Kilo Watt yang mampu mengakses 80 sambungan rumah dan fasilitas umum, dengan demikian jumlah PLTMH di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2011 menjadi 13 unit, dari semula 11 unit pada tahun 2010. Selain PLTMH juga telah dilaksanakan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sampai dengan tahun 2010 sebanyak 974 unit berasal dari bantuan Provinsi Jawa Tengah, tersebar di Kecamatan Karanganyar, Paninggaran, Lebakbarang, dan Doro . Pada tahun 2011 mendapatkan bantuan sebanyak 323 unit, yang dialokasikan di Desa Pedawang Kecamatan Karanganyar 54 unit, Desa Lambangggelun Kecamatan Paninggaran 103 unit, Desa Pamutuh Kecamatan Lebakbarang 55 unit, Desa Lemahabang Kecamatan Doro 111 unit. Sehingga jumlah PLTS sampai dengan tahun 2011 berjumlah 1.297 unit . Disamping itu juga
24
telah dibangun Penerangan Jalan Umum PLTS sebanyak 233 unit di Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang dan Wonokerto.
Dibidang Perhubungan untuk meningkatkan pembangunan sarana pendukung keselamatan lalu lintas telah dibangun rambu lalu lintas baru sebanyak 257 buah yaitu dari 851 unit pada tahun 2010 menjadi 1.108 unit pada tahun 2011, kemudian Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL) bertambah sebanyak 2 unit dari tahun 2010 yang sebanyak 49 unit menjadi 51 unit pada tahun 2011. Selanjutnya di bidang komunikasi dan informasi untuk mendukung pelaksanaan Elektronik Government (e-Gov) jaringan Wifi Kominfo pada tahun 2011 ini telah mencakup sebanyak 22 instansi atau meningkat 4 instansi dari tahun 2010 yang sebanyak 18 instansi pengguna Wifi Kominfo. Jaringan WAP (Wireless Acces Point) yang pada tahun 2010 sebanyak 16 titik menjadi 18 titik pada tahun 2011.
Selanjutnya untuk peningkatan pelayanan informasi kepada masyarakat telah dilakukan upgrade home page www.pekalongankab.go.id dari versi 1 ke versi 2 yang lebih baik dan cepat dalam mengaksesnya.
Di bidang telekomunikasi, melalui jalinan kerjasama yang semakin baik dengan pihak swasta, prasarana telekomunikasi sampai dengan tahun 2011 semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah BTS (Base Transmission Receiver) telepon seluler yang mencapai 87 buah dan sudah menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan, berarti mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebanyak 81 buah. Dengan adanya peningkatan instalasi BTS ini maka hubungan komunikasi masyarakat semakin lancar dan luas, yang selanjutnya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Pekalongan.
C. TUJUAN DAN MANFAAT LAKIP
Tujuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan adalah untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai unsur penyelenggara Pemerintah dengan kewenangan yang diberikan dalam pengelolaan
25
sumber daya yang ada dalam rangka mewujudkan suatu kepemerintahan yang baik (good governance).
Sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan LAKIP dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatue Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang merupakan pedoman pelaksanaan dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 maka LAKIP Pemerintah Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1) Mendorong Bupati untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan secara baik dan benar yang didasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku, kebijakan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
2) Menjadikan Instansi Pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.
3) Menjadikan masukan dan umpan balik dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
4) Terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
D. SISTEMATIKA PENYAJIAN LAKIP.
Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja ini mengkomunikasikan pencapain kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama Tahun 2012. Capaian Kinerja 2012 tersebut diukur dan dinilai berdasarkan rencana kinerja tahun 2012 yang disusun pada awal tahun anggaran. Rencana kinerja tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Pekalongan berdasarkan Repetada Tahun 2012 dan LAKIP Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2012 sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatue Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman
26
Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dapat disajikan sebagai berikut :
1. Ringkasan Eksekutif 2. BAB I : Pendahuluan
3. BAB II : Perencanaa dan Perjanjian Kinerja 4. BAB III : Akuntabilitas Kinerja
5. BAB IV : Penutup 6. Lampiran-lampiran :
I. Penetapan Kinerja Pemerintah Kabupaten pekalongan Tahun 2012
II. Rencana Kinerja Tahun 2012 III. Pengukuran Kinerja Tahun 2012
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD).
Sesuai tugas dan kewenangannya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun, yang termuat dalam RPJMD Kab. Pekalongan periode 2006 – 2011 dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan yang mencakup visi, misi, tujuan dan sasaran serta strategi pencapainan sasaran akan diuraikan dalam bab ini.
Sedangkan uraian sasaran target kinerja yang ingin dicapai dalam tahun 2012 berikut program dan kegiatan pendukungnya akan dijelaskan dalam rencana kinerja tahun 2012.
1. Visi Pemerintah Kabupaten Pekalongan
Visi Pemerintah Kabupaten Pekalongan adalah :
27
”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis pada Kearifan Lokal”
Rumusan visi tersebut terdiri dari 3 unsur frasa kalimat sebagai berikut :
1. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera.
2. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Bermartabat.
3. Kearifan Lokal sebagai Basis Tercapainya Masyarakat Sejahtera dan Bermartabat.
Pengertian masing-masing unsur frasa visi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, yang dimaksud adalah kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang dapat terpenuhi kebutuhan dasar meliputi sandang, pangan, papan, dan memperoleh pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan secara layak serta terbukanya kesempatan kerja yang luas dan mampu menyerap tenaga kerja dengan penghasilan memadai.
2. Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Bermartabat, yang dimaksud adalah kondisi Kabupaten Pekalongan yang masyarakatnya berahlak mulia, aparaturnya bersih dan berwibawa, serta diperhitungkan, dihargai dan dihormati dalam pergaulan di lingkungan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
3. Kearifan Lokal sebagai Basis Tercapainya Masyarakat Sejahtera dan Bermartabat, yang dimaksud adalah Kabupaten Pekalongan memiliki potensi sumberdaya lokal yang bisa dikembangkan dengan optimal, menjadi modal dalam mencapai Kabupaten Pekalongan yang sejahtera dan bermartabat.
28
Sumberdaya lokal dimaksud antara lain adalah potensi industri kerajinan batik, tenun dan produk tekstil lainya, potensi sumberdaya alam serta potensi sistem sosial budaya masyarakat dengan ciri religiusitas yang menonjol.
2. Pernyataan Misi
Suatu organisasi harus memastikan agar misi masa depan sesuai dan selaras dengan perubahan yang harus dilakukan, sehingga organisasi akan efektif dan efisien dalam pencapaian misi. Visi dan Misi akan mendorong alokasi sumber daya diseluruh unsur organisasi sehingga keduanya harus selaras.
Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan instansi pemerintah dan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu melalui penetapan strategi yang dipilih. Proses perumusan misi harus memperhatikan masukan pihak-pihak yang berkepentingan (stake holders) dan memberi peluang untuk perubahan/penyesuaian dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategik.
Suatu pernyataan misi secara eksplisit menyatakan apa yang harus dicapai oleh suatu organisasi pemerintah dan kegiatan spesifik apa yang harus dilaksanakan dalam pencapaian hal tersebut dan harus memperhatikan secara jelas apa yang penting buat organisasi dan apa bidang usaha organisasi itu.
Misi Pemerintah Kabupaten Pekalongan adalah : 1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik.
2. Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berbasis pada pemerataan wilayah dan berwawasan lingkungan.
3. Memantapkan kondisi sosial budaya yang berbasis kearifan lokal.
4. Fasilitasi pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis pada UMKM, pertanian, peternakan dan perikanan.
29
5. Mendorong iklim investasi yang berbasis potensi dan budaya daerah.
6. Mewujudkan rasa aman dan adil pada masyarakat.
7. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
3. Tujuan
Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus menunjukan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang.
Dalam rangka pencapaian misi organisasi, maka perlu disusun tujuan organisasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai berikut:
1. Meningkatkan kapasitas pemerintah daerah kabupaten Pekalongan yang mencakup unsur sistem, kelembagaan dan individu atau aparat.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur secara di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.
3. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan derajat kesehatan masyarakat.
4. Meningkatkan pemerataan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan dan keterjaminan pelayanan pendidikan.
5. Mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan dan penanganan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial (PMKS).
6. Mengoptimalkan dan menggali kearifan lokal dalam rangka meningkatkan ketahanan nilai-nilai budaya dan pelestarian peninggalan sejarah serta aset kesenian dan budaya lokal.
7. Mengoptimalkan pengurangan resiko pada masyarakat di daerah rawan bencana.
30
8. Mengoptimalkan fasilitasi dan pembinaan dalam rangka peningkatan kinerja koperasi, industri kecil dan menengah, serta Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
9. Meningkatkan produktivitas pertanian, perikanan dan peternakan dengan memperhatikan pelestarian sumberdaya pertanian, perikanan dan peternakan.
10. Menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan mengandalkan pada potensi dan budaya daerah.
11. Menciptakan rasa aman yang berkeadilan dalam masyarakat dan mewujudkan iklim yang kondusif bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas.
12. Membuka dan mengembangkan peran serta masyarakat secara aktif dalam bidang politik, pembangunan ekonomi, sosial maupun budaya.
3. Sasaran
Adapun sasaran sebagai penjabaran dari tujuan merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu instansi pemerintah dalam jangka waktu tertentu. Fokus utama penentu sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan atau operasional serta didukung dengan sumber dana dari APBD yang dilaksanakan Pemerintah Kab. Pekalongan.
Untuk tujuan tersebut, maka sasaran dan indikator kinerja Pemerintah Kab. Pekalongan adalah sebagai berikut:
1. Terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang mapan dan berkelanjutan, yang mecakup system, kelembagaan, aparatur dan pengelolaan keuangan daerah serta pelayanan public sesuai prinsip-prinsip good governance;
a. ...
b. ...
2. Meningkatnya penegakan hukum dan perlindungan terhadap Hak Azasi Manusia (HAM);
a. ...
31 b. ...
3. Meningkatnya ketertiban, ketentraman dan keindahan di kalangan masyarakat;
a. ...
b. ...
c. ...
4. Meningkatnya kemampuan keuangan daerah;
5. Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur perhubungan dan transportasi;
6. Meningkatnya kualitas sarana dan prasana pelayanan kesehatan dasar dan rujukan;
7. Meningkatnya pemerataan kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan beserta sarana pelengkap sampai ke pelosok desa;
8. Meningkatnya ketersediaan rumah layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang sehat;
9. Meningkatnya kualitas dan kuantitas jaringan irigasi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian;
10. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana, prasarana air bersih, sanitasi, dan utilitas lingkungan permukiman sampai ke pelosok desa;
11. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup termasuk sanitasi lingkungan permukiman;
12. Meningkatnya derajat kesehatan Ibu dan Anak;
13. Menurunnya angka gizi buruk;
14. Menurunnya angka kesakitan penduduk.
15. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin melalui Jamkesmas dan Jamkesda;
16. Meningkatnya peserta Keluarga Berencana (KB) aktif;
17. Meningkatnya pemerataan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan untuk semua jenjang pendidikan termasuk pendidikan Non Formal;
32
18. Tersedianya pelayanan pendidikan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Pekalongan untuk semua jenjang pendidikan;
19. Meningkatnya kualitas, kesetaraan dan keterjaminan pendidikan pada semua jenjang pendidikan termasuk pendidikan non formal;
20. Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta penempatan tenaga pendidik;
21. Meningkatnya minat baca masyarakat;
22. Menurunnya jumlah penduduk miskin;
23. Meningkatnya penanganan masyarakat PMKS;
24. Meningkatnya pembinaan kelompok kesenian, organisasi budaya dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal;
25. Meningkatnya jumlah kearifan lokal yang mendukung penyelenggaraan pembangunan daerah;
26. Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi resiko bencana, pemanasan global dan dampak perubahan iklim;
27. Meningkatnya kinerja Koperasi dan UMKM;
28. Meningkatnya produktivitas Industri Kecil;
29. Meningkatnya aktivitas perdagangan;
30. Meningkatnya kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Kabupaten Pekalongan;
31. Meningkatnya produktivitas pertanian;
32. Meningkatnya produktivitas peternakan;
33. Meningkatnya produktivitas perikanan tangkap dan budidaya;
34. Peningkatan produktivitas perkebunan dan kehutanan;
35. Meningkatnya potensi produk unggulan daerah;
36. Meningkatnya realisasasi investasi baik investasi PMA, PMDN termasuk non fasilitas dan lokal;
37. Meningkatnya keamanan dan perlindungan masyarakat berbasis pada masyarakat;
33
38. Meningkatnya rasa keadilan sosial di kalangan masyarakat berbasis potensi kearifan lokal;
39. Terciptanya keseteraaan dan keadilan gender, perlindungan anak, serta mengoptimalkan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender;
40. Meningkatnya peran kelembagaan masyarakat dalam pembangunan ekonomi, sosial dan budaya;
41. Meningkatnya partisipasi politik masyarakat;
42. Terciptanya mekanisme yang memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi, sosial dan budaya;
43. Meningkatnya peran pihak swasta untuk membantu memecahkan permasalahan pembangunan;
a.
5. Kebijakan Umum
Arah kebijakan umum dalam kerangka pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Pekalongan tahun 2011- 2016 sebagai berikut:
a. Penciptaan pelayanan publik yang bekualitas berorientasi pada kebutuhan dan harapan masyarakat.
b. Peningkatan kualitas manajemen pemerintahan, perencanaan pembangunan, pengawasan pembangunan, pelayanan publik dan peningkatan kualitas dan komptensi SDM aparatur.
c. Peningkatan kualitas kinerja sistem, kelembagaan dan aparatur pemerintahan daerah.
d. Perwujudan pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien, dan kemampuan keuangan daerah.
e. Peningkatan penyediaan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat untuk memperlancar aktivitas dan mobilitas
34
masyarakat di bidang sosial, ekonomi dan pengurangan terjadinya kerusakan lingkungan hidup.
f. Peningkatan pemerataan kualitas dan kuantitas infrastruktur berwawasan lingkungan di seluruh pelosok kabupaten dengan titik berat pada pembangunan dan rehabilitasi jalan, jembatan, irigasi, sarana dan prasarana air bersih, jaringan listrik dan sarana perdagangan serta pengurangan kerusakan lingkungan.
g. Optimalisasi kinerja kelembagaan pemerintahan daerah dalam penyediaan infrastruktur yang berwawasan lingkungan
h. Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam pemerataan kualitas dan kuantitias infrastrukutr ke seluruh pelosok wilayah.
i. Perwujudan masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan dan meningkatkan pendapatan serta memiliki ketahanan budaya berbasis kearifan lokal.
j. Peningkatan pennyelenggaraan pemerintahan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan budaya berbasis kearifan lokal.
k. Peningkatan kinerja kelambagaan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan budaya berbasis kearifan lokal.
l. Peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan budaya berbasis kearifan local.
m. Perwujudan masyarakat yang memiliki peluang usaha optimal dalam berbagai bidang seperti UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan.
n. Optimalisasi upaya peningkatan produktivitas UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan perdagangan serta peningkatan kontribusi pariwisata.
o. Peningkatan kinerja SKPD dan kelembagaan masyarakat dalam pencapaian produktivitas di bidang produktivitas UMKM,
35
pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan perdagangan serta peningkatan kontribusi pariwisata.
p. Peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan untuk mewujudkan peningkatan produktivitas UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan perdagangan serta peningkatan kontribusi pariwisata.
q. Peningkatan peluang dan iklim investasi untuk meningkatkan realisasi investasi dengan memanfaatkan potensi lokal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan pengangguran.
r. Peningkatan pemanfaatan potensi lokal dan budaya daerah untuk meningkatkan peluang dan iklim investasi untuk serta realisasi investasi.
s. Pengembangan kelembagaan pengelola perijinan investasi dan lembaga pembinaan investasi untuk menyediakan dan meningkatkan kualitas sarana dan prasrana investasi berbasis pada potensi dan budaya daerah.
t. Peningkatan alokasi pendanaan yang bersumber dari APBD kabupaten dan permohonan alokasi dana dari APBD Provinsi untuk mewujudkan peningkatan investasi baik PMA, PMDN dan non fasilitas.
u. Peningkatan system keamanan lingkungan dalam menciptakan rasa aman di kalangan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas serta menciptakan keadilan dan kesetaraan gender.
v. Peningkatan perencanaan dan implementasi dan evaluasi dalam rangka menciptakan rasa aman dalam masyarakat serta mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.
w. Penciptaan kelembagaan yang handal di kalangan masyarakat dan pemerintah yang saling bersinergi dalam rangka meningkatkan rasa aman di kalangan masyarakat.
x. Peningkatan alokasi pendanaan dalam perwujudaan peningkatan rasa aman, perlindungan masyarakat dan peningkatan keadilan serta kesetaraan gender.
36
y. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.
z. Peningkatan perencanaan dan implementasi serta evaluasi dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat.
aa. Penciptaan kelembagaan yang handal di kalangan masyarakat dan pemerintah yang bekerjasama dalam mewujudkan partisipasi masyarakat.
bb. Peningkatan alokasi pendanaan dalam perwujudan partisipasi masyarakat dalam pembangunan politik, sosial, ekonomi dan budaya.
2. PRIORITAS PEMBANGUNAN KABUPATEN PEKALONGAN.
1) Peningkatkan mutu pelayanan publik.
2) Peningkatan pendidikan dan kebudayaan.
3) Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
4) Peningkatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur yang mendorong percepatan pembangunan sektor-sektor lain.
5) Peningkatan penanganan potensi ekonomi lokal dan mendorong pertumbuhan sektor riil dan dunia usaha.
6) Peningkatan penanggulangan kemiskinan, ketenagakerjaan dan penyandang masalah-masalah kesejahteraan sosial.
7) Penegakan hukum dan peningkatan ketertiban masyarakat.
8) Peningkatan pengelolaan Sumber Daya Alam dan lingkungan yang sehat.
B. PERJANJIAN KINERJA
1. Tujuan dan Manfaat Penetapan Kinerja
Tujuan penyusunan Penetapan Kinerja Bupati Pekalongan adalah untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai unsur penyelenggara Pemerintah dengan kewenangan yang diberikan dalam pengelolaan sumber daya yang ada dalam rangka mewujudkan suatu kepemerintahan yang baik (good governance).
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor No 29 Tahun 2010 tentang
37
Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka Penyusunan Penetapan Kinerja dapat bermanfaat untuk :
1) Memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi.
2) Melaporkan capaian realisasi kinerja dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
3) Menilai keberhasilan organisasi.
2. Penetapan Kinerja Tahun 2012
Penetapan kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/ kesepakatan kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dengan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh instansi.
Penetapan Kinerja Kabupaten Pekalongan Tahun 2012 Berkaitan dengan tupoksi Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, maka indikator kinerja yang dirumuskan diselaraskan berdasarkan pengelompokkan sasaran strategis sebagaimana terlampir pada lampiran I.