• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH ISLAMIC GOVERNANCE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH ISLAMIC GOVERNANCE"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH ISLAMIC GOVERNANCE, STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP

PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA LAPORAN TAHUNAN BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2011-2015

SKRIPSI

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA

DALAM ILMU EKONOMI ISLAM OLEH:

USWATUN CHASANAH NIM: 13820079 DOSEN PEMBIMBING:

Dr. MISNEN ARDIANSYAH, S, E., M.SI.,AK.CA NIP: 19710929 200003 1 001

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUANAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2017

(2)

PENGARUH ISLAMIC GOVERNANCE, STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP

PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA LAPORAN TAHUNAN BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2011-2015

SKRIPSI

DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA

DALAM ILMU EKONOMI ISLAM

OLEH:

USWATUN CHASANAH NIM: 13820079

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUANAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2017

(3)

ii

PENGARUH ISLAMIC GOVERNANCE, STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP

PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA LAPORAN TAHUNAN BANK UMUM SYARIAH (BUS) PERIODE 2011-

2015 ABSTRAK Oleh: Uswatun Chasanah

Berdasarkan pada laporan Good Corporate Governance (GCG), perusahaan perbankan syariah di Indonesia tidak sepenuhnya menjalankan perannya sesuai dengan tuntunan Islam, melainkan lebih mementingkan kepentingan ekonomi atau mencari keuntungan. Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Islamic governance, kepemilikan manajerial, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan corporate social responsibility

Polupasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan bank syariah di Indonesia yang terdaftar di Bank Umum Syariah (BUS). Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini mengambil 6 (enam) perusahaan bank syariah yang terdaftar di Bank Umum Syariah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari masing-masing website perbankan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data panel dengan metode analisis regresi data panel dengan software Eviews 8.

Hasil penelitian menunjukkan variabel Islamic governance, kepemilikan manajerial dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Sedangkan variael ukuran perusahaan erpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada Bank Umum Syariah.

.

Kata Kunci: Islamic governance, IGscore, kepemilikan manajerial, profitabilitas, ukuran perusahaan, corporate social responsibility

(4)

iii

ISLAMIC INFLUENCE OF GOVERNANCE, SHAREHOLDING STRUCTURE, PROFITABILITY AND SIZE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE ON ANNUAL REPORT OF ISLAMIC

BANKS (BUS) PERIOD 2011-2015 ABSTRACT

By: Uswatun Chasanah

Based on the report of Good Corporate Governance (GCG), Islamic banking companies in Indonesia did not fully perform its role in accordance with Islamic guidance, but more concerned with economic interests or for profit. This research aims to determine the influence of Islamic governance, managerial ownership, profitability and company size on the disclosure of corporate social responsibility

Population in this study are all Islamic bank companies in Indonesia registered in the Islamic Banks (BUS). The sample in this research is taken by using purposive sampling method. The sample in this study takes six (6) Islamic bank companies which is listed in BUS . The data which is used in this research is secondary data which is obtained from the respective websites of Islamic banking.

The method used in this study using panel data using panel regression analysis using Eviews 8.

The result of research shows that Islamic governance, managerial ownership and profitability variable do not affect the disclosure of corporate social responsibility. While company size variable have a significabt positive effect the disclosure of corporate social responsibility at Sharia Commercial Bank.

Keywords: Islamic governance, IGscore, managerial ownership, profitability, company size. corporate social responsibility

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

viii MOTTO

Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh

(urusan) yang lain.

Dan hanya kepada Rabb-mulah hendaknya kamu berharap

(Q.S Al-Insyirah : 6-8)

(10)

ix

HALAMAN PERSEMBAHAN ميحرلا نمحرلا الله مسب

Puji syukur kehadirat Allah SWT dan atas dukungaan serta doa dari orang-orang tercinta akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan dengan

baik.

Skripsi ini saya persembahkan untuk:

Bapak SUDARMAN dan Ibu TUMINAH, terimakasih senantiasa memberikan doa, kasih sayang, dan dukungannya yang tak terkira…

Kakak-kakak dan adikku tersayang, Mas Kurniawan Yulianto, Mas Fitri Adi Nugroho, Mba Dyah Anggraini dan adik Mukhlas Nur Arifin yang

selalu memberikan doa dan dukungan untukku…

Keluarga besar mahasiswa mahasiswi Perbankan Syariah angkatan 2013…

Dan Alumni Universitas Islam Negeri Yogyakarta tercinta.

(11)

x

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Transliterasi kata-kata arab yang dipakai dalam penyusunan skripsi ini berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987.

A. Konsonan Tunggal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan ا Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan

ة Bā‟ b Be

ت Tā‟ t Te

ث Śā‟ Ś Es (dengan titik di atas)

ج Jim j Je

ح Ha‟ H Ha (dengan titik di bawah)

خ Kha‟ kh Ka dan ha

د Dal D De

ذ Zal Z Zet (dengan titik di atas)

ز Ra‟ R Er

ش Zai Z Zet

س Sin S Es

ش Syin Sy Es dan Ye

ص Sad S Es (dengan titik di bawah)

ض Dad D De (dengan titik di bawah)

(12)

xi

ط Ta‟ T Te (dengan titik di bawah)

ظ Za‟ Z Zet (dengan titik di bawah)

ع „ain „ Koma terbalik di atas

غ Gain G Ge

ف Fa‟ F Ef

ق Qaf Q Qi

ك Kaf K Ka

ل Lam L El

و Mim M Em

ٌ Nun N En

و Wawu W We

ِ Ha‟ H Ha

ء Hamzah ` Apostrof

ي Ya Y Ye

B. Konsonan Rangkap karena Syaddah Ditulis Rangkap

ةدّدعتي ditulis Muta’addidah

ةّدع ditulis ‘iddah

C. Ta’ Marbuttah

Semua ta’ marbuttah ditulis dengan h, baik berada pada kata tunggal ataupun berada di tengah penggabungan kata (kata yang diikuti oleh kata sandang “al”). Ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata arab yang sudah

(13)

xii

terserap dalam bahasa Indonesia, seperti shalat, zakat dan sebagainya kecuali dikehendaki kata aslinya.

ةًكح ditulis Hikmah

ةّهع ditulis ‘illah

ءبينولآا ةيسك ditulis Karamah al auliya’

D. Vokal Pendek dan Penerapannya ---

َ

--- Fathah ditulis A

َ---

--- Kasrah ditulis I

--- َ

--- Dammah ditulis U

معف Fathah ditulis Fa’ala

سكذ Kasrah ditulis Zukira

هري

ت Dammah ditulis Yazhabu

E. Vokal Panjang

1. fathah + alif ditulis A

ةّيههبج ditulis Jahiliyyah

2. fathah + ya‟ mati ditulis A

ىسُت ditulis Tansa

3. kasrah + ya‟ mati ditulis I

ىيسك ditulis Karim

4. dhammah + wawu mati ditulis U

(14)

xiii

ضوسف ditulis Furud

F. Vokal Rangkap

1. fathah + ya‟ mati ditulis Ai

ىكُيث ditulis Bainakum

2. fathah + wawu mati ditulis Au

لوق ditulis Qaul

G. Vokal pendek yang Berurutan dalam Satu Kata yang Dipisahkan dengan Apostrof

ىتَأأ ditulis a’antum

تّدعأ ditulis u’iddat

تسكش ٍئن

ى ditulis la’in syakartum

H. Kata Sandang Alif + Lam

1. Bila diikuti huruf qamariyyah maka ditulis menggunakan huruf awal “al”

ٌآسقنا ditulis Al-Quran

سبيقنا ditulis Al-Qiyas

2. Bila diikuti huruf Syamsiyyah maka ditulis sesuai dengan huruf pertama Syamsiyyah tersebut

ءبًّسنا ditulis As-sama’

سًّشنا ditulis Asy-syams

(15)

xiv

I. Penulisan kata-kata dalam Rangkaian Kalimat

ضوسفنا يوذ ditulis Zawi al-furud

ةُّسنا مهأ ditulis Ahl as-sunnah

(16)

xv

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, hidayah dan karunia Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat serta salam penulis curahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, yang telah membimbing kita dan senantiasa kita nantikan syafa‟atnya di yaumul qiyamah nanti.

Penelitian ini merupakan tugas akhir program studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam penyusunannya, skripsi ini tidak lepas dari bantuan, petunjuk serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, Penulis ingin mengucapkan banyak terimakaksih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2. Bapak Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

3. Bapak Joko Setyono, S.E., M.Si. selaku Ketua Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah membimbing, mengarahkan, memberikan kritik dan saran serta memberikan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.

4. Bapak Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah membimbing saya dari awal proses perkuliahan hingga akhir masa perkuliahan.

5. Bapak Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah membimbing saya dari awal proses skripsi sampai akhir skripsi.

6. Seluruh Dosen Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang telah memberikan pengetahuan dan wawasan untuk penulis selama menempuh pendidikan.

(17)
(18)

xvii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

ABSTRAK ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

SURAT PERNYATAAN ... vi

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI ... vii

HALAMAN MOTTO ... viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

PEDOMAN TRANSLITERASI ... x

KATA PENGANTAR ... xv

DAFTAR ISI ... xvii

DAFTAR TABEL ... xx

DAFTAR GAMBAR ... xxi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan dan Kegunaan penelitian ... 9

1. Tujuan Penelitian ... 9

2. Kegunaan Penelitian ... 9

D. Sistematika Pembahasan ... 10

BAB II LANDASAN TEORI ... 12

A. Telaah Pustaka ... 12

B. Landasan Teori ... 14

1. Pengertian Corporate Social Responsibility ... 14

2. Teori Legitimasi ... 17

3. Teori Keagenan ... 19

4. Teori Stakeholder ... 21

5. Islamic Governance ... 23

6. Kepemilikan manajerial ... 26

7. Profitabilitas ... 27

8. Ukuran Perusahaan... 28

9. Perspektif Keislaman ... 29

a. CSR dalam pespektif Islam ... 29

(19)

xviii

b. Profitabilitas dalam perspektif Islam ... 31

c. Kepemilikan dalam Islam ... 32

10. Bank Umum Syariah ... 34

11. Pengembangan Hipotesis ... 36

12. Kerangka teoritis ... 41

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 43

A. Metodologi Penelitian ... 43

1. Jenis dan Sifat Penelitian ... 43

2. Jenis Sumber Data ... 43

3. Populasi dan Sampel ... 44

4. Definisi Operasional Variabel ... 45

B. Teknik Analisis Data ... 49

1. Pemilihan Teknik Estimasi Regresi Data Panel ... 49

a. Uji Chow ... 50

b. Uji Hausman ... 50

c. Uji Langrange Multiplier ... 51

2. Analisis Regresi Data Panel ... 51

a. Commont Effect Model ... 51

b. Fixed Effect Model ... 52

c. Random Effect Model ... 53

3. Pengujian Hipotesis ... 54

a. Uji F ... 54

b. Uji Koefisien Determinasi ... 54

c. Uji T ... 55

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 56

A. Deskripsi Objek Penelitian ... 56

B. Hasil Uji Analisis ... 57

1. Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 57

2. Pemilihan Teknik Estimasi Regresi Data Panel ... 59

a. Hasil Uji Chow ... 59

b. Hasil Uji Hausman ... 60

c. Hasil Uji Langrange Multiplier ... 61

3. Analisis Regresi Data Panel ... 62

4. Hasil Hji Hipotesis ... 64

a. Uji F ... 64

b. Uji Koefisien Determinasi ... 65

c. Uji T ... 66

1. Pembahasan ... 67

BAB V PENUTUP ... 75

A. Kesimpulan ... 75

(20)

xix

B. Saran ... 76 DAFTAR PUSTAKA ... 78 LAMPIRAN LAMPIRAN ... I A. Lampiran Kode Perusahaan ... I B. Lampiran Data Bank Umum Syariah ... II C. Lampiran Indikator Pengungkapan CSR ... III D. Lampiran Pengungkapan CSR BUS ... VIII E. Lampiran Data Penilaian DPS ... XV F. Lampiran Output Hasil Pengujian ... XVI G. Curriculum Vitae ... XXI

(21)

xx

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jaringan Kantor Perbankan Syariah di Indonesia ... 1

Tabel 4.1 Rincian Sampel Penelitian ... 56

Tabel 4.2 Statistik Deskriptif ... 57

Tabel 4.3 Hasil Uji Chow... 60

Tabel 4.4 Hasil Uji Hausman ... 60

Tabel 4.5 Hasil Uji Langrenge Multiplier... 61

Tabel 4.6 Hasil Regresi Panel Random Effect ... 62

Tabel 4.7 Haasil Uji statistic F dan Hasil Uji T ... 65

Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis ... 68

(22)

xxi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teoritis ... 42

(23)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Awal mula perkembangan bank syariah di Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Bank syariah pertama yang ada di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia.

Dengan mampu bertahannya BMI menghadapi krisis ekonomi pada tahun 1998, perkembangan perbankan syariah di Indonesia semakin pesat. Setelah berlakunya Undang-ndang No. 10 tahun 1998 mulai banyak berdiri Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha syariah (UUS). Salah satu indikator untuk menilai semakin berkembangnya perbankan syariah di Indonesia adalah dengan mencermati bertambahnya jumlah jaringan kantor perbankan syariah.

Dalam tabel 1.1 diperlihatkan jumlah jaringan perbankan syariah dari tahun 2011-2015. Pada kurun waktu tahun 2011 sampai 2013 jumlah BUS masih menetap di angka 11 sampai pada akhirnya bertambah pada bulan juli 2014 menjadi 12 BUS.

Tabel 1.1

Jaringan Kantor Perbankan Syariah di Indonesia Jenis

Bank

Kelas 2011 2012 2013 2014 2015 Bank

umum syariah

Jumlah Bank 11 11 11 12 12

Jumlah kantor

1401 1745 1998 2163 1990 Unit

Usaha Syariah

UUS 24 24 23 22 22

Jumlah Kantor

336 517 590 320 311

Sumber: Statistik Perbankan Syariah

(24)

2

Dengan berkembangnya perbankan syariah di Indonesia, konsep corporate social responsibility (CSR) juga berkembang pada perbankan

syariah. Beberapa tahun terakhir, berbagai bank syariah sudah mulai menunjukkan komitmennya untuk menerapkan praktik tanggung jawab sosial kepada para pemangku kepentingan mereka. Selain itu, perkembangan praktik dan pengungkapan CSR juga mendapat dukungan dari pemerintah, yaitu dengan dikeluarkannya Undang-Undang No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas yang mulai diberlakukan tanggal 16 Agustus 2007, dimana dalam peraturan tersebut dinyatakan secara eksplisit bahwa CSR merupakan suatu kewajiban bagi perseroan (UU No 40 Tahun 2007).

Undang-undang tersebut tentu bukan hanya sekedar memberikan kewajiban bagi bank syariah untuk melaksanakan tanggung jawab sosial saja, akan tetapi juga mewajibkan bank syariah tersebut melaporkan pelaksanaan tanggung jawab sosialnya, dimana laporan tersebut dilaporkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Benar adanya jika CSR dan GCG merupakan dua hal yang sama pentingnya dan tidak terpisahkan, di Indonesia GCG diatur dalam Undang- Undang No. 27 tahun 2007 tentang perseroan Terbatas. Khusus pada perbankan syariah, diatur dalam pasal 34 Undang-Undang No. 21 tahun 2007 tentang perbankan syariah. Kemudian Bank Indonesia secara spesifik membuat aturan dalam Peraturan Bank Indonesia No. 11/33.PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank umum syariah dan dilengkapi oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dengan pedoman GCG Perbankan

(25)

3

Indonesia tahun 2004 dan Pedoman Good Governance Bisnis Syariah (GGBS) tahun 2011. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa implementasi Good Corporate Governance (GCG) di lembaga perbankan syariah

merupakan hal yang harus dilakukan oleh lembaga tersebut (Syukron, 2015).

CSR dalam perspektif Islam merupakan konsekuensi dari ajaran Islam itu sendiri, tujuan dari syariat Islam adalah maslahah sehingga bisnis adalah upaya untuk menciptakan maslahah, bukan sekedar mencari keuntungan.

Bisnis dalam Islam memiliki posisi yang sangat mulia karena bukan sekedar diperbolehkan, justru diperintahkan oleh Allah dalam AlQuran. Dalam pandangan Islam, kewajiban melaksanakan CSR bukan hanya menyangkut pemenuhan kewajiban secara hukum dan moral, tetapi juga strategi agar perusahaan dan masyarakat tetap berhubungan dengan baik untuk jangka panjang.

Nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dapat digunakan sebagai landasan tanggung jawab sosial perbankan sama seperti halnya pada perbankan konvensional. Konsep ini dalam Islam lebih menekankan bentuk ketaqwaan umat manusia kepada Allah SWT dalam bidang keuangan. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai-nilai Islam memiliki hubungan yang relevan dan memiliki kontribusi terhadap konsep CSR yang telah berkembang hingga saat ini.

Dengan demikian, tantangan utama bank syariah saat ini diantaranya adalah bagaimana mewujudkan kepercayaan dari para stakeholder, dimana dengan hal tersebut diharapkan bank syariah mampu memobilisasi simpanan,

(26)

4

menarik investasi, menyalurkan pembiayaan, menanamkan investasi, sekaligus memperluas kesempatan kerja, membantu pemerintah membiayai defisit anggaran untuk pembangunan, dan mengakselerasi pembangunan ekonomi dengan baik (Setiawan, 2009). Dengan memiliki kepercayaan dari para stakeholder maka para stakeholder akan berkontribusi dengan baik.

Namun, ternyata masih ada bank syariah yang lebih mengutamakan untuk memaksimalkan keuntungan sebagaimana yang dilakukan bank-bank konvensional. Implementasi CSR cenderung bersifat mengasihani, responsif, berorientasi jangka pendek, dan kurang melibatkan masyarakat, jadi CSR dinilai hanya digunakan dalam keadaan darurat. Untuk itu CSR seharusnya dapat lebih diarahkan kepada pemerataan pemilikan (wealth) dan ke arah partispasi dan emansipasi yang berjangka panjang, jadi stakeholder bank syariah tidak hanya merasa memiliki tetapi benar benar memiliki.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan variabel islamic governance, stuktur kepemilikan saham, profitabilitas dan ukuran perusahaan.

Variabel islamic governance atau tata kelola Islam akan memberikan gambaran bagaimana tingkat keislaman pada Bank Umum Syariah (BUS) dengan melihat jumlah Dewan Pengawas Syariah (DPS), tingkat pendidikan, dan reputasi DPS. Menurut Charles Chariri (2012) dalam penelitiannya mengenai pengaruh Corporate Governance terhadap pengungkapan CSR studi kasus pada bank syariah di Asia yang hasil dari salah satu variabelnya yaitu Islamic Governance berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan corporate social responsibility. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Dwi

(27)

5

Sudaryanti dan Yunita Eskadewi (2012) meneliti tentang pengaruh Corporate Governance terhadap tingkat pengungkapan CSR di Bank Syariah Malaysia,

yang hasilnya variabel Islamic Governance berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pengungkapan CSR. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti bagaimana pengaruh Islamic governance terhadap pengungkapan CSR pada BUS di Indonesia.

Variabel selanjutnya dalam penelitian ini penulis memilih variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan manajerial adalah kondisi yang menunjukkan bahwa manajer memiliki saham dalam perusahaan atau manajer tersebut sekaligus sebagai pemegang saham perusahaan. Varibel ini dipilih guna untuk membandingkan bagaimana struktur kepemilikan saham manajerial pada bank syariah yang terdaftar pada BUS. Struktur kepemilikan merupakan suatu mekanisme untuk mengurangi konflik antara manajemen dan pemegang saham. Anggraini (2006) menyatakan bahwa semakin besar kepemilikan manajer di dalam perusahaan, maka perusahaan akan semakin banyak mengungkapkan informasi sosialnya. Namun dalam penelitian yang dilakukan oleh Ratnawati (2013) menunjukkan hasil yang berbeda yaitu kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan CSR yang objek penelitiannya perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia), oleh karena itu peneliti ingin mengkaji bagaimana pengaruh kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan CSR dengan objek yang berbeda yaitu Bank Umum Syariah.

(28)

6

Variabel profitabilitas sebagai variabel ke tiga dalam penelitian dipilih karena peneliti menganggap profitabilitas merupakan variabel pokok dalam sebuah laporan keuangan. Perusahaan akan mengungkapkan laporan keuangan yang berhubungan dengan salah satunya profitabilitas disamping hal-hal lain pada setiap periodenya. Profitabilitas merupakan faktor yang membuat manajemen menjadi bebas dan fleksibel untuk mengungkapkan pertanggungjawaban sosial kepada pemegang saham. Profitabilitas dan pengungkapan CSR memiliki keterkaitan satu sama lain. Profitabilitas yang tinggi memicu para stakeholder untuk meningkatkan kepentingan dan harapan mereka akan transparansi yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Pengungkapan CSR adalah bentuk implementasi perusahaan untuk memenuhi harapan dari para stakeholder yang ingin mendapatkan informasi lebih terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan.

Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dihasilkan perusahaan maka pengungkapan CSR akan cenderung semakin besar (Putri, 2013: 4). Dalam penelitian Putri (2013) menemukan hasil bahwa profitabilitas yang diukur menggunakan variabel ROA, dan NPM berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR, sedangkan ROE berpengaruh negatif tehadap pengungkapan CSR dengan objek penelitian perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Variabel ukuran perusahaan merupakan variabel yang paling banyak diunakan untuk menjelaskan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Secara umum perusahaan besar memiliki kelepngkapan

(29)

7

informasi yang lebih luas dibandingka perusahaan kecil. Semakin besar ukuran perusahaan maka akan semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut untuk melaksanakan aktivitas CSR. Penelitian mengenai ukuran perusahaan terhadap CSR juga pernah dilakukan oleh Barnas dkk (2016) tentang pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan CSR dimana hasilnya menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap pengungkapan CSR.

Berdasarkan uraian di atas, menarik untuk dicermati lebih lanjut mengenai Islamic Governance, struktur kepemilikan saham, dan profitabilitas terhadap pengungkapan CSR. Sehingga dipandang perlu untuk mengadakan sebuah penelitian yang berhubungan dengan masalah tersebut. Oleh karena itu penulis merumuskan sebuah penelitian dengan judul ”Pengaruh Islamic Governance, Struktur Kepemilikan Saham, Profitabilitas dan Ukuran

Perusahaan terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank Umum Syariah (BUS) Periode 2011-2015”.

Penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu: Islamic Governance, struktur kepemilikan saham, profitabilitas dan ukuran perusahaan untuk mengetahui seberapa pengaruhnya terhadap penungkapan CSR pada Bank umum syariah.

Penulis dalam penelitian ini memilih sampel perusahaan perbankan syariah yang ada di Indonesia dikarenakan telah banyak penelitian terdahulu yang menggunakan sampel pada perusahaan manufaktur dan Bank luar negeri. oleh karena itu peneliti lebih memilih menggunakan perusahaan

(30)

8

perbankan syariah yang ada di Indonesia sebagai objek penelitian. Selain itu perkembangan perbankan syariah di Indonesia juga mengalami peningkatan.

Pada bulan Juni 2016 sektor perbankan syariah tercatat memiliki total aset sebesar Rp 306,23 triliun dan terdiri dari 12 Bank Umum Syariah, 22 Unit Usaha Syariah, dan 165 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Aset perbankan syariah tersebut tumbuh sebesar 11,97% dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya.1

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka peneliti merumuskan beberapa rumusan masalah untuk diteliti, diantaranya:

1. Apakah terdapat pengaruh pada Islamic Governance terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum syariah periode 2011-2015?

2. Apakah terdapat pengaruh pada kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum syariah periode 2011-2015?

3. Apakah terdapat pengaruh pada profitabilitas terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum

syariah periode 2011-2015?

4. Apakah terdapat pengaruh pada ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum syariah periode 2011-2015?

1 http://economy.okezone.com/read/2016/09/07/320/1483404/aset-perbankan- syariah-rp306-23-triliun diakses pada 2 Agustus 2017.

(31)

9

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:

1. Untuk meneliti pengaruh Islamic governance terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum

syariah periode 2011-2015

2. Untuk meneliti pengaruh pengaruh kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum syariah periode 2011-2015

3. Untuk meneliti pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum

syariah periode 2011-2015

4. Untuk meneliti pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Laporan Tahunan Bank umum

syariah periode 2011-2015

Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat teoritis: diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan ilmu khususnya mengenai pengaruh Islamic governance, struktur kepemilikan saham, profitabilitas dan ukuran

perusahaan terhadap penungkapan CSR pada Bank umum syariah.

2. Manfaat praktis: penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan mengenai pengaruh Islamic governance,

(32)

10

struktur kepemilikan saham, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap penungkapan CSR pada Bank umum syariah.

D. Sistematika Pembahasan

Dalam kajian penelitian ini, sistematika pembahasan secara garis besar dibagi menjadi 5 bab yang saling berkaitan. Sistematika ini memberikan gambaran serta logika berpikir dalam penelitian. Adapun sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bab pertama, bagian ini berupa pendahuluan. Bagian pendahuluan merupakan gambaran umum dari penelitoan ini. Pendahuluan terdiri dari latar belakang yang menjelaskan mengapa penelitian ini dilakukan, pokok masalah yang dibahas dalam penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian yang ingin dicapai oleh penyusun baik manfaat secara praktis maupun teoritis, serta sistematika pembahasan yang merupakan gambaran secara singkat alur penyusunan penelitian ini.

Bab kedua dalam penelitian ini berupa landasan teori dari penelitian yang akan dilakukan. Bab kedua ini terdiri dari beberapa sub bab antara lain:

telaah pustaka yang berisi kutipan-kutipan hasil beberapa penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini, landasan teori yang menjadi acuan pengembangan dalam pembahasan penelitian yang akan dilakukan, rerangka teoritis yang memuat hubungan antar variabel berdasarkan teori serta pengembangan hipotesis yang akan diteliti selanjutnya.

Bab ketiga memaparkan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini. Metode penelitian tersebut akan menjelaskan mulai dari jenis

(33)

11

penelitian apa yang akan dilakukan, sampel, populasi, teknik pengumpulan data, hingga teknik analisis apa yang akan digunakan dalam penelitian ini.

Bab keempat terdiri dari uraian analisis dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pembahasan lebih lanjut dari hasil penelitian tersebut.

Bab kelima merupakan penutup yang berisikan kesimpulan yang menjadi jawaban dari pokok masalah dalam penelitian ini, keterbatasan penelitian yang berisi kekurangan penyusun dalam melakukan penelitian ini serta saran yang diberikan penyusun untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

(34)

75 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini menguji pengaruh Islamic governance, kepemilikan manajerial, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan CSR Bank Umum Syariah (BUS) periode 2011-2015. Alat pengujian ini adalah regresi data panel. Pengujian hipotesis menghasilkan kesimpulan sebagai berikut.

Tidak terdapat pengaruh pada Islamic governance terhadap penungkapan CSR pada Bank Umum Syariah. Hal ini dikarenakan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang kurang menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan perbankan syariah di Indonesia masih membutuhkan suatu tata kelola Islam yang lebih baik. Dengan demikian H1 yang menyatakan bahwa Islamic Governance berpengaruh positif terhadap penungkapan CSR pada Bank Umum Syariah di Indonesia ditolak.

Tidak terdapat pengaruh dari kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan CSR pada Bank Umum Syariah. Hal ini menunjukkan bahwa ketika presentase kepemilikan saham manajerial mengalami peningkatan atau penurunan, maka tidak akan berdampak pada luas tingkat pengungkapan CSR. Dengan demikian H2 yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR pada Bank Umum Syariah tidak ditolak.

(35)

76

Terdapat pengaruh negatif dari profitabilitas terhadap pengungkapan CSR pada Bank Umum Syariah. Hal ini dikarenakan untuk melakukan pengungkapan diperlukan biaya yang tidak sedikit sehingga presentase ROA pada setiap periode pada Bak Umum Syariah yang diteliti menurun. Dengan demikian H3 yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR pada Bank Umum Syariah ditolak.

Terdapat pengaruh positif signifikan dari ukuran perusahaan terhadap pengungkapan CSR pada Bank Umum Syariah. Hal ini menunjukkan bahwa pihak manajemen dari Bank Umum Syariah menunjukkan peran yang cukup baik dalam mengelola aset perusahaan, sehingga dengan nilai total aset yang dimiliki Bank Umum Syariah dapat mempengaruhi luas penguangkapan CSR. Dengan demikian H4 yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR pada Bank Umum Syariah diterima.

B. Saran

Saran yang dapat direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya mendasarkan keterbatasan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Penelitian ini memiliki keterbatasan penggunaan sampel hanya pada Bank Umum Syariah. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah ukuran populasi, bukan hanya di BUS saja tetapi juga menambah populasi Unit Usaha Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah sebagai objek dalam penelitian.

(36)

77

2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas sampel penelitian dengan menambah periode penelitian.

3. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain yang berperan dalam mempengaruhi pengungkapan CSR Bank Umum Syariah.

(37)

78

DAFTAR PUSTAKA

AlQuran

Al-isra (17): 26 Al-isra (17): 35 Al-Hadid (57): 7 Buku

Arifin, Zainal. 2005. Teori Keuangan dan Pasar Modal. Yogyakarta:

Ekonomika

Ghozali, Imam. 2005. Ekonometrika Teori, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS 17. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Harahap, Syofian Syafri. 2004. Akuntansi Islam. Jakarta: Bumi aksara.

Hasan, Ahmad. 2005. Mata Uang Islami telaah Komprehensif Sistem Keuangan Islami. Bandung: Raja Grafindo Persada

Husnan, Suad. 198. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan Jangka Panjang). Yogyakarta: BPFE

Ihyaul, Ulum. 2009. Intellectual Capital. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Indriantono, Nur & Supomo, Bambang. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE

Mudrajad, Kuncoro. (2013). Metode Riset untuk Ekonomi & Bisnis Edisi 4.

Jakarta: Penerbit Erlangga.

Noor, Hadi. 2011. Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu Sangadji, E. Mamang dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan

Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif Kualitatif Dan E Dan D. Bandung: Alfabeta

Untung, Hendrik Budi. 2007. Corporate Social Responsibility. Jakarta: Sinar Grafika.

Widarjono, Agus. 2007. Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:

EKONISIA FE UII.

(38)

79

Jurnal

Barnas, Alyssa Natasya, dkk. “Pengaruh Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Penungkapan Corporate Social Responsibility”. E-Proceeding of Management: Vol.3, No.2 Agustus 2016. Unib=versitas Telkom

Chariri, Charles. 2012. “Analisis Pengaruh Islamic Corporate Governance terhadap Pengungkapan Corporate Social responsibility (Studi Kasus pada Bank Syariah di Asia)”. Diponegoro Journal of accounting.

Semarang.

Dewi, Ni Putu Marni Septian Dewi dan Suaryana, Agung. 2015. “ Pengaruh Profitabilitas dan Kepemilikan asing pada Pengungkapan Corporate Social Responsibility”. E-jurnal Akuntansi Universitas Udayana 13.1 84- 98.

Farook, Sayd dan Roman Lanis. 2005. “Banking on Islam? Determinant of Corporate Social Disclosure”. Proceeding of 6 International Conference on Islamic Economic and Finance, Vol.1, pp.367-402.

Haniffa, Ross. 2002. “Social Reporting Disclosure: An Islamic Perspective”.

Indonesian Management and Accounting Research, Vol. 1, No. 2, July, pp. 128-146

Harahap, Sofyan Syafri. 2003. “Akuntansi Sosial ekonomi dan Akuntansi Islam”. Media Riset Akuntansi, Auditing, dan Informasi. Vol. 3, No. 1, April hal 56-75.

Khoirudin, Amirul. 2013. “Corporate Governance dan Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perbankan Syariah di Indonesia”. Accounting Analysis Journal. Universitas Negeri Semarang.

Purwanto, Agus. 2011. “Pengaruh Tipe Indusstri, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, erhadap Corporate Social Responsibility”. Jurnal Akuntansi dan Auditing Vol. 8 No.1.

Raharjo, Eko. 2007. “Teori Agensi dan Teori Stewarship dalam Perspektif Akuntansi”. Fokus Ekonomi Vol. 2 No. 1.

Ratnaningsing, Dewi dan Jogiyanto, Hartono. 2001. “Conclict of Interest problem in the management-controlled Firma”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol 243.

Ratnawati. 2013. “Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham Terhadap Penungkapan Corporate Social Responsibility Studi pada Perusahaan

(39)

80

Manufaktur yang Terdaftar Bursa Efek Indonesia. Fakultas Ekonomi &

Bisnis Universitas Wisnuwardhana Malang.

Rustiarini, Ni Wayan. 2011. “Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham Pada Pengungkapan Corporate Social Responsibility” Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis. Vol. 6, No. 1.

Sudaryati, Dwi dan Eskadewi, Yunita. 2012. “Pengaruh Corporate Governance terhadap Tingkat Pengungkapan Corporate Social Responsibility di Bankan Syariah”. Jurnal ekonomi dan Bisnis Vol. 11 No. 01.

Syukron, Ali. 2015. “CSR dalam Perspektif Islam dan Perbankan Syariah”

Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam, Vol. 5, No. 1.

Taufik, dkk. 2015. “Pengaruh Islamic Governance Score, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Islamic Social Reporting Index pada Bank Umum Syariah di Indonesia”. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya Vol.13 No. 2.

Peraturan

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. “ED PSAK 1 (Revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan”

Peraturan BAPEPAM-LK Nomor X.K.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

Skripsi

Gotama, Zen Ahmad. 2015. “Analisis Faktor Fundamental Pengungkapan CSR pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar pada Daftar Efek Syariah Periode tahun 2012-2014”. Skripsi. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Nasir, Ahmad Amin. 2015. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Tipe Kepemilikan dan Tipe Industri terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)”. Skripsi. Fakultas Syariah dan Hukum.

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

(40)

81

Putri, Rani Widyasari Eko, 2013. “Pengaruh Profitabilitas Terhadap Penungkapan Corporate Social Responsibility Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2010-2013”. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.

Widyani, Tiara. 2016. “Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Intelectual Capital dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas Perusahaan Studi Pada bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2015”. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Simposium

Anggraini, R. Retno. 2006.”Pengungkapan Informasi Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengarui Penungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Keuangan Tahunan (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan yang terdaftar Bursa Efek Jakarta). Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang.

Web

Bank BCA Syariah. Laporan Tahunan 2011-2015. Diakses tanggal 20 Mei 2017. www.bcasyariah.co.id

Bank BNI Syariah. Laporan Tahunan 2011-2015. Diakses tanggal 20 Mei 2017. www.bnisyariah.co.id

Bank Syariah Mandiri. Laporan Tahunan 2011-2015. Diakses tanggal 20 Mei 2017.www.syariahmandiri.co.id

Bank Muamallat Indonesia. Laporan Tahunan 2011-2015. Diakses tanggal 20 Mei 2017. www.bankmuamalat.co.id

Bank Syariah Bukopin. Laporan Tahunan 2011-2015. Diakses tanggal 20 Mei 2017. www.syariahbukopin.co.id

Bank Mega Syariah. Laporan Tahunan 2011-2015. Diakses tanggal tanggal 20 Mei 2017. www.megasyariah.co.id

http://economy.okezone.com/read/2016/09/07/320/1483404/aset-perbankan- syariah-rp306-23-triliun diakses pada 2 Austus 2017.

https://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_eksplanatori diakses pada 5 Juni 2017

(41)

I

LAMPIRAN

Lampiran Kode Perusahaan

KODE Bank

BMI Bank Muamalat Indonesia BCAS Bank Central Asia Syariah BSB Bank Syariah Bukopin BSM Bank Syariah Mandiri BNIS Bank Negara Indonesia Syariah

BMS Bank Mega Syariah

(42)

II Lampiran data Bank Umum Syariah

FIRM TAHUN CSR IG-SCORE MOWN ROA UP

BMI 2011 0.35 1.00 4.33 1.52 17.30

BMI 2012 0.35 1.00 3.19 1.54 17.62

BMI 2013 0.38 1.00 3.19 0.50 1.78

BMI 2014 0.38 1.00 3.19 0.17 17.95

BMI 2015 0.41 1.00 0.00 0.20 17.79

BMS 2011 0.28 1.00 0.00 1.58 15.53

BMS 2012 0.31 1.00 0.00 3.81 15.92

BMS 2013 0.33 1.00 0.00 2.33 16.03

BMS 2014 0.32 1.00 0.00 0.29 15.76

BMS 2015 0.33 1.00 0.00 0.30 15.53

BSB 2011 0.27 0.75 1.64 0.52 14.82

BSB 2012 0.29 0.75 1.64 0.55 15.10

BSB 2013 0.31 0.75 1.64 0.69 15.28

BSB 2014 0.32 0.75 0.96 0.27 15.46

BSB 2015 0.32 0.75 0.77 0.79 15.58

BSM 2011 0.46 1.00 0.00 1.95 17.70

BSM 2012 0.49 1.00 0.00 2.25 17.81

BSM 2013 0.65 1.00 0.00 1.53 17.97

BSM 2014 0.69 1.00 0.00 0.17 18.02

BSM 2015 0.65 1.00 0.00 0.56 18.07

BNIS 2011 0.53 0.50 0.00 1.29 15.95

BNIS 2012 0.37 0.50 0.00 1.48 16.18

BNIS 2013 0.44 0.50 0.00 1.37 16.50

BNIS 2014 0.44 0.75 0.00 1.27 16.79

BNIS 2015 0.44 0.75 0.00 1.43 16.95

BCAS 2011 0.27 0.75 0.00 0.80 14.01

BCAS 2012 0.33 0.75 0.00 1.00 14.29

BCAS 2013 0.33 0.75 0.00 0.80 14.53

BCAS 2014 0.33 0.75 0.00 0.90 14.91

BCAS 2015 0.33 0.75 0.00 1.00 15.29

(43)

III Lampiran indikator Pengungkapan CSR

Indikator kinerja ekonomi Kinerja ekonomi

EC 1 Nillai ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan secara langsung, termasuk pendapatan, biaya operator, kompensasi kepada karyawan, donasi, dan investasi ke masyarakat, laba ditahan serta pembayaran ke penyedia modal pemerintah EC 2 Implikasi keuangan dan berbagai risiko dan peluang untuk segala aktivitas

perusahaan dalam menghadapi perubahan iklim

EC 3 Daftar cakupan kewajiban perusahaan dalam perencanaan benefit yang sudah ditetapkan

EC 4 Bantuan keuangan finansial signifikan yang diperoleh dari pemerintah Keberadaan pasar

EC 5 Parameter standart upah karyawan dijenjang awal dibandingkan dengan upah karyawan minimum yang berlaku pada lokasi operasi tertentu

EC 6 Kebijakan penerapan dan pembagian pembelanjaan pada subindikator (mitra kerja) setempat yang berlaku pada lokasi operasi

EC 7 Prosedur penerimaan tenaga kerja local dan beberapa orang yang di level manajemen yang diambil dari komunikasi setempat di beberapa lokasi operasi Dampak ekonomi tidak langsung

EC 8 Pengembangan dan dampak dari investasi infrastruktur dan pelayanan yang disediakan terutama bagi kepentingan public melalui perdagangan, jasa, dan pelayanan ataupun yang sifatnya pro bono

EC 9 Pemahaman dan penjelasan atas dampak ekonomi secara tidak langsung termasuk luasan dampak

Indikator kerja bidang lingkungan Material

EN 1 Material yang digunakan dan diklasifikasikan berdasarkan berat dan ukuran EN 2 Presentase material bahan daur ulang yang digunakan

Energi

EN 3 Pemakaian energi yang berasal dari sumber energi yang utama baik secara langsung maupun tidak langsunh

EN 4 Pemakaian energi yang berasal dari sumber energi yang utama dan tidak langsung

EN 5 Energi yang berhasil dihhemat berkat adanya efisiensi dana konserfasi yang lebih baik

EN 6 Inisiatif penyediaan produk dan jasa yang menggunakan energy atau sumber daya terbaru serta penguranggan penggunaan energy sebagai dampak dari inisiatif ini

EN 7 Inisiatif dalam hal pengurangan secara tidak langsung dan pengurangan yang berhasil dilakukan

Air

EN 8 Total penggunaan air dan sumber daya

(44)

IV

EN 9 Pemakaian air yang memberi dampak cukup signifikan dari sumber mata air EN 10 Presentasi dan total jumlah air yang didaur ulang dan digunakan kembali Keanekaragaman hayati

EN 11 Lokasi dan luas lahan yang dimiliki, disewakan, dikelola, atau yang berdekatandengan area yang dilindungi dan area dengan nilai keanekaragaman hayati yang tinggi diluar area yang dilindungi

EN 12 Deskripsi dampak signifikan yang ditimbulkan oleh aktifitas produk dan jasa pada keanekaragaman hayati yang ada di wilayah yang dilindungi serta area dengan nilai keanekaragaman hayati diluar wilayah yang dilindungi

EN 13 Habitat yang dilindungi atau dikembalikan kembali

EN 14 Strategi aktifitas saat ini dan rencana masa depan untuk mengelola dampak terhadap keanekaragaman hayati

EN 15 Jumlah spesies yang termasuk dalam data konservasi nasional dan habitat di wilayah yang terkena dampak operasi kepunahan

Efisiensi efluent, dan limbah

EN 16 Total emisi gas rumah kaca secara langsung dan tidak langsung yang diukur berdasarkan berat

EN 17 Emisi gas rumah kaca secara tidak langsung dan relevan yang diukur berdasarkan berat

EN 18 Inisiatif untuk mengurangi gas rumah kaca dan penurangan yang berhasil dilakukan

EN 19 Emisi dan substansi perusak lapisan ozon yang diukur berdasarkan berat

EN 20 NO, SO dan emisi udara lain yang signifikan dan diklasifikasikan berdasarkan jenis dan berat

EN 21 Total air yang dibuang berdasarkan kualitas dan tujuan EN 22 Total biaya dan jumlah yang tumpah

EN 23 Berat dari limbah yang ditransportasikan di impor di eksport atau diolah yang diklasifikasikan berbahaya berdasarkan Basel Convention Amex I,II,III dan IV dan presentase limbah yang dikapalkan secara internasional

EN 24 Identitas, ukuran, status yang dilindungi dan dinilai keanekaragaman hayati yang terkandung didalam air an habitat yang ada disekitarnya secara signifikan terkena dampak akibat adanya laporan mengenai kebocoran dan pemborosan air yang dilakukan perusahaan

Produk dan jasa

EN 25 Inisiatif untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan yang dilakukan produk dan jasa dan memperluas dampak dari inisiatif ini

EN 26 Presentase dari produk yang terjual dan materi kemasan dikembalikan berdasarkan kategori

Kesesuaian

EN 27 Nilai moneter dari denda dan jumlah biaya sanksi-sanksi akibat adanya pelanggaran terhadap peraturan dan hukum lingkungan hidup

Transport

EN 28 Dampak signifikan terhadap lingkungan yang diakibatkan adanya transportasi, benda lain dan materi yang digunakan perusahaan dalam operasinya menenai

(45)

V pegawainya

Keselarasan

EN 29 Jumlah biaya untuk perlindungan lingkungan dan investasi berdasarkan jenis kegiatan

Indikator praktik tenaga kerja manajemen

LA 1 Komposisi tenaga kerja berdasarkan tipe pekerjaan, kontrak, dan lokasi

LA 2 Jumlah total rata-rata turover tenaga kerja berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan are

LA 3 Benefit yang diberikan kepada pegawai tetap Hubungan tenaga kerja manajemen

LA 4 Presenntase pegawai yan dijamin oleh ketetapan hasil negosiasi yang dibuat secara kolektif

LA 5 Batas waktu minimum peberitahuan yang terkait mengenai perubahan kebijakan operasional, termasuk mengenai apakah hal tersebut alkan tercantum dalam perjanjian bersama

Keselamatan dan kesehatan kerja

LA 6 Presentase total pegawai yang ada dalam struktur formal manajemen yaitu komite keselamatan dan kesehatan kerja yang membatu mengawasi dan memberi arahan dalam program keselamatan dan kesehatan kerja

LA 7 Tingkat dan jumlah kecelakaan, jumlah hari hilang, tingkat absensi yang ada berdasarkan area

LA 8 Program pendidikan, pelatihan, pembimbingan, pencegahan, dan pengendalian risiko diadakan untuk membantu pegawai, keluarga mereka dan linkungan sekitar dalam menanggulangi penyakit serius

LA 9 Hal-hal mengenai keselamatana dan kesehatan kerja tercantum secara formal dan tertulis dalam sebuah perjanjian bersama serikat pekerja

Pendidikan dan pelatihan

LA 10 Jumlah waktu rata-rata untuk pelatihan setiap tahunnya, setiap pegawai berdasarkan kategori pegawai

LA 11 Program keterampilan manajemen dan pendidikan jangka panjang yang mendukung kecakapan para pegawai dan membantu mereka untuk terus berkarya

LA 12 Presentase para pegawai yang menerima penilaian pegawai atas performa dan perkembangan mereka secara berkala

Keanekaragaman dan kesempatan yang sama

LA 13 Komposisi badan tata kelola dan penjabaran pegawai berdasarkan kategori jenis kelmin, usia, kelompok minoritas, dan indikasi keanekaragaman lainnya

LA 14 Perbandingan upah standart antara pria dan wanita berdasarkan kategori pegawai

Praktik investasi dan pengadaan

HR 1 Presentase dan total jumlah perjanjian investasi yang ada dan mencakup pasal mengenai hak asasi manusia atau telah melalui evaluasi mengenai hal asasi manusia

HR 2 Presentase dari mitra kerja dan pemasok yang telah melalui proses seleksi

(46)

VI

berdasarkan prinsip-prinsip HAM yang telah dijalankan

HR 3 Total jumlah waktu pelatihan mengenai kebijakan dan prosedur yang terkait denan aspek HAM yang berhubungan dengan prosedur kerja, termasuk presentase pegawai yang dilatih

Non-diskriminasi

HR 4 Total jumlah kasus diskriminasi dan langkah penyelesaian masalah yang diambil

Kebebasan berserikat dan daya tawar kelompok

HR 5 Prosedur kerja yang teridentifikasi dimana hak untuk melatih kebebasan berserikat dan perundingan bersama menjadi berisiko dan langkah yang diambil untuk mendukung hak kebebasan berserikat tersebut

Tenaga kerja anak

HR 6 Prosedur kerja yang tteridentifikasi memiliki risiko akan adanya pekerja anak dan langkah yang diambil untuk mendukung hak kebebasan berserikat tersebut Pegawai tetap dan kontrak

HR 7 Prosedur kerja yang teridentifikasi memiliki risiko akan adanya pegawai tetap dan kontrak dan langkah yang diambil untuk menghapuskan pegawai tetap Praktik keselamatan

HR 8 Presentase perluasan keamanan yang dilatih sesuai dengan kebijakan atau prosedur perusahaan yang terkait dengan aspek HAM dan prosedur kerja

Hak masyarakat (adat)

HR 9 Total jumlah kasus pelanggaran yang berkaitan dengan hak masyarakat adat dan lankah yang diambil

Indikator kinerja kemasyarakatan Kemasyarakatan

SO 1 Sifat, cakupan, dan keefektifan atas program dan kegiatan apapun yang menilai dan mengelola dampak operasi terhadap masyarakat ttermasuk saat memasuki wilayah operasi selama beroperasi dan pasca operasi

Korupsi

SO 2 Presentase dan total jumlah unit usaha yang dianalisa memiliki risiko terkait tindakan penyuapan dan korupsi

SO 3 Presentase jumlah pegawai yang dilatih dalam prosedur dan kebijakan perusahaan terkait penyuapan korupsi

SO 4 Langkah yang diambil dalam mengatasi kasus tindakan penyuapan korupsi Kebijakan publik

SO 5 Deskripsi kebijakan umum dan kontribusi dalam pengembangan kebijakan umum dan prosedur lobi

SO 6 Perolehan keuntungan secara finansial dan bentuk keuntungan lainnya yang diperoleh dari hasil kontribusi kepada partai politik, politisi dan instansi terkait oleh negara

Perilaku anti persaingan

SO 8 Nilai moneter dari dnda dan jumlah biaya sanksi-sanksi akibat adanya pelanggaran hukum dan kebijakan

Indicator kinerja tanggung jawab dari dampak produk

(47)

VII Keselamatan dan kesehatan konsumen

PR 1 Proses dan tahapan kerja dalam mempertahankan kesehatan dan keselamatan konsumen dalam penggunaa produk atau jasa yang dievaluasi untuk perbaikan dan presentase dari kateori produk dan jasa yang terkait dalam prosedur tersebut PR 2 Jumlah total kasus pelanggaran kebijakan dan mekanisme kepatuhan yang terkait dengan kesehatan dan keselamatan konsumen dalam keseluruhan proses diukur berdasarkan proses akhirnya

Labeling produk dan jasa

PR 3 Jenis informasi produk dan jasa yang dibutuhkan dalam prosedur kerja dan presentase produk dan jasa yang terkait dalam prosedur tersebut

PR 4 Jumlah total kasus pelanggaran kebijakan dan mekanisme kepatuhan yang terkait dengan informasi produk dan jasa pelabelan diukur berdasarkan hasil akhirnya

PR 5 Praktik-praktik yang terkait dengan kepuasan konsumen, termasuk hasil survey evaluasi kepuasan konsumen

Komunikasi pemasaran

PR 6 Program-program yang mendukung adanya standar hukum dan mekanisme kepatuhan yang terkait dengan komunikasi penjualan termasuk iklan, promosi dan bentuk kerjasama diukur berdasarkan hasil akhirnya

PR 7 Jumlah total kasus pelanggaran kebijakan dan mekanisme kepatuhan yang terkait dengan komunikasi penjualan termasuk iklan, promosi, dan bentuk kerjasama, diukur berdasarkan hasil akhirnya

Privasi konsumen

PR 8 Jumlah total pengaduan yang tervalidasi yang berkaitan dengan pelanggaran privasi konsumen dan data konsumen yang hilang

Kesesuaian

PR 9 Nilai noneter dari denda dan jumlah biaya sanksi-sanksi akibat pelanggaran hukum dan kebijakan yan terkait dengan pengadaan dan penggunaan produk dan jasa

(48)

VIII

Lampiran pengungkapan CSR BUS tahun 2011 dan 2012

2011 2012

BCA S

BNI S

BS M

BM I

BS B

BM S

BCA S

BNI S

BS M

BM I

BS B

BM S

EC 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EC 5 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1

EC 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 7 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0

EC 8 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0

EC 9 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1

EN 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 2 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 6 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 7 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0

EN 8 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 10 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 11 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 14 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 22 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 24 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 25 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

(49)

IX

EN 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EN 27 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 3 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 5 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1

LA 6 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

LA 7 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0

LA 8 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0

LA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

LA 10 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 13 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1

LA 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 3 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

HR 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 5 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0

HR 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SO 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SO 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

SO 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SO 4 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0

SO 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

SO 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SO 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SO 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

PR 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0

PR 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

PR 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

PR 4 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1

PR 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

(50)

X

PR 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

PR 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

PR 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

PR 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

TOTA

L 21 27 36 27 21 22 26 29 38 30 23 24

Lampiran pengungkapan CSR BUS tahun 2013 dan 2014

2013 2014

BCA S

BNI S

BS M

BM I

BS B

BM S

BCA S

BNI S

BS M

BM I

BS B

BM S

EC 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EC 5 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1

EC 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EC 7 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0

EC 8 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0

EC 9 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1

EN 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 2 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 6 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 7 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0

EN 8 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 9 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 10 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 11 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 14 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

(51)

XI

EN 18 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 21 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 22 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 23 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 24 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 25 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

EN 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

EN 27 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0

EN 28 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

EN 29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 5 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1

LA 6 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

LA 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 8 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0

LA 9 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

LA 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

LA 13 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1

LA 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

HR 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 5 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0

HR 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

HR 8 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

HR 9 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0

SO 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SO 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

SO 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

SO 4 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0

SO 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Referensi

Dokumen terkait

Komposisi substrat bagase dan zeolit memberikan hasil yang paling tinggi pada biomassa dan volume bunga, sedangkan volume akar tertinggi yaitu pada komposisi

Time for action – creating the Stage3dEntity class 180 Time for action – creating the Stage3dEntity class constructor 182 Hiding complex code by using get and set functions 183

data nilai pada vision sensor untuk data nilai diatas batas kesalahan (threshold).. maka vision sensor memberi pesan OK dan data nilai dibawah batas

Sisa tanaman yang jatuh ke tanah kemudian didegradasi oleh mikroba yang berperan dalam menguraikan lignin sehingga sisa tanaman diubah menjadi bahan organik yang

Penulisan spanduk masih banyak memiliki kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Baik artinya sesuai konteks yang digunakan dengan norma

Dalam konteks hubungan antar partai maka komunikasi politik antar partai sangat penting untuk menegosiasikan berbagai inisiatif politik, sehingga dapat diperoleh

Bila seseorang lebih dominan pola pikir negatifnya maka yang tampak adalah sikap dan perilaku negatif.. Sebaliknya bila seseorang lebih cenderung berpola pikir positif, maka

Melibatkan anak dalam perencanaan dan persiapan makan merupakan pola asuh makan yang baik karena anak dilibatkan memilih makanan yang sehat tetapi apabila orang