• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ASUHAN AKUPUNKTUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III ASUHAN AKUPUNKTUR"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

21 Tanggal : 09 Desember 2010

Nama Pasien : Ny. S Pendidikan : SMP Jenis Kelamin : P Pekerjaan : Karyawati Umur : 44 tahun Alamat : Weru, Sukoharjo Agama : Islam

A. Pengkajian

I. Pengamatan ( WANG ) 1. Shen

Semangat : tampak bersemangat Sinar mata : tampak bersinar Ekspresi Umum : tampak ceria

Kesadaran : tampak sadar penuh 2. Se

Warna Kulit Wajah : tampak tidak menunjukkan adanya kelainan Ekspresi Wajah : tampak berseri dan segar

3. Sing Tay

Resam tubuh : ideal, BMI : 24,08 (normal)

(2)

Gerak-gerik : ada hambatan pada ekstremitas atas (bahu kanan nyeri)

Posisi tubuh : tegap, tidak ada kelainan tulang belakang Keadaan :

- Kulit tubuh : cukup lembab

- Hidung : simetris, tidak tampak lendir - Keringat : tidak tampak adanya keringat

- Bibir : simetris, kelembapan cukup, warna tampak merah muda

- Mata : simetris, tidak berkacamata - Rambut : hitam, kelembapan cukup - Telinga : simetris, tidak ada serumen - Kepala : proporsional, tidak ada benjolan 4. Pengamatan Lidah

a. Otot lidah

- Warna : tampak merah muda - Gemuk/kurus : tampak kurus - Kebasahan : tampak lembab - Pergerakan : tampak tremor b. Selaput lidah

- Warna : tampak putih

tampak tipis tampak basah tampak bersih

(3)

II. Pendengaran dan Penciuman (WEN ) 1. Pendengaran

- Suara bicara : terdengar jelas dan keras - Suara berdahak : tidak terdengar dahak

- Suara bernafas : terdengar halus, tidak terdengar sesak, tidak terdengar mengi

- Suara cegukan : tidak terdengar cegukan - Suara batuk : tidak terdengar batuk 2. Penciuman

- Bau hawa mulut : tidak tercium bau hawa mulut - Bau riak : tidak dievaluasi

- Bau keringat : tidak tercium bau keringat menyengat

- Bau air seni : tidak dievaluasi - Bau tinja : tidak dievaluasi III. Anamnesa ( WUN )

1. Keluhan utama : bahu kanan nyeri (±2 bulan) 2. Keluhan tambahan : telapak tangan kanan terasa baal 3. Riwayat penyakit :

a. Dulu : tidak ada b. Sekarang :

Bangun tidur bahu kanan sering terasa ngilu. Untuk digerakkan terasa nyeri dan kaku, nyerinya menetap. Selama bahunya sakit

(4)

tidak mengkonsumsi obat, pijat, atau pun fisioterapi. Pasien mempunyai kebiasaan tidur dengan posisi miring. Selain bekerja di pabrik kain pasien juga mempunyai kerja sampingan di rumah sebagai pembuat emping.

Pertanyaan Khusus

a. Sering / ada panas/dingin : tidak merasa demam/panas b. Keadaan berkeringat : berkeringat saat beraktivitas,

cukup banyak

c. Keluhan / rasa dibagian

- kepala : tidak ada pusing, tidak ada nyeri kepala

- tubuh / badan : tubuh tidak terasa berat

- anggota gerak : ada hambatan pada ekstremitas atas (bahu kanan nyeri)

- dada : tidak sesak, tidak berdebar-debar, tidak nyeri dada

- perut : tidak nyeri, tidak kembung, tidak mual

d. Buang Air Besar : lancar, tidak diare/konstipasi, 1x/hari

Buang Air Kecil : lancar, urine banyak dan warnanya jernih, kadang ada BAK malam 1x

(5)

e. Nafsu makan : biasa, 3x/hari

f Kebiasaan makan-minum : tidak ada spesifikasi suka rasa/makanan apa, suka minum hangat dan air putih

g. Kehausan : tidak haus dan tidak ingin minum h. Telinga/pendengaran : telinga tidak berdenging

i. Penyakit yang pernah diderita : tidak ada j. Khusus wanita keadaan haidnya :

- Teratur / tidak teratur : teratur - Sakit / tidak sakit : tidak sakit

- Keputihan : jarang keputihan

- Lama dan banyaknya darah haid : 4 hari, darah haid cukup banyak

- Warna darah haid : merah terang

k. Exercise : jarang berolahraga

l. Emosi : berpikir

m. Tidur : tidak keluhan untuk tidur n. Kebiasaan lainnya : tidak menggunakan kipas

angin, tidur posisi miring

4. Sindrom kelainan meridian Zang Fu

a. Meridian Paru-paru : tidak ada keluhan sepanjang meridian Paru

(6)

b. Meridian Usus besar : ada keluhan keluhan sepanjang meridian Usus besar

c. Meridian Lambung : tidak ada keluhan sepanjang meridian Lambung

d. Meridian Limpa : tidak ada keluhan sepanjang meridian Limpa

e. Meridian Limpa : tidak ada keluhan sepanjang meridian Limpa

f. Meridian Usus Kecil : ada keluhan sepanjang meridian Usus Kecil

g. Meridian Kandung Kemih : tidak ada keluhan sepanjang meridian Kandung Kemih

h. Meridian Ginjal : tidak keluhan sepanjang meridian Ginjal

i. Meridian Pericardium : tidak ada keluhan sepanjang meridian Pericardium

j. Meridian Sanjiao : ada keluhan sepanjang meridian Sanjiao

k. Meridian Kandung Empedu : tidak ada keluhan sepanjang meridian Kandung Empedu l. Meridian Hati : tidak ada keluhan sepanjang

meridian Hati

(7)

IV. Perabaan ( CIE )

1. Perabaan Lokal / Keluhan

a. Ketegangan otot : ada ketegangan otot pada daerah bahu kanan

b. Nyeri tekan : sakit

c. Perabaan suhu tubuh : dalam batas normal d. Pembengkakan : tidak ada pembengkakan 2. Perabaan Nadi

Nadi umum : mengambang, lambat, dan tegang 3. Pemeriksaan Tambahan

a. Keadaan umum : baik

b. Tekanan darah : 130/100 mmHg (tanggal 09 Desember 2010)

c. BB / TB : 64 kg/ 163 cm

d. Frekuensi nadi : 78 x/menit e. Frekuensi nafas : 17 x/ menit

(8)

V. Analisa Tanda Dan Gejala 1. Pengamatan (Wang)

a. Shen : pasien tampak semangat, sadar penuh, matanya bersinar menunjukkan bahwa tubuh masih kuat dan penyakit baru diderita.

b. Ekspresi wajah : pasien tampak bersinar, segar menandakan bahwa penyakit masih berada pada tingkat luar, baru, dan masih ringan.

c. Lidah : selaput lidah tampak putih tipis menunjukkan adanya serangan faktor pathogen angin dingin dalam tubuh. Sifat penyakit masih baru, menandakan sindrom luar. Lidah tampak tremor menandakan adanya serangan angin.

2. Pendengaran dan Penciuman (Wen)

Suara bicara terdengar jelas dan keras menunjukkan ekses. Suara bernafas terdengar halus menunjukkan keadaan defisien.

3. Anamnesa (Wun)

Nyerinya menetap menandakan adanya serangan angin dingin. Tidak merasa haus menunjukan adanya serangan dingin. BAK banyak dan jernih menandakan adanya dingin. Warna darah haid merah terang menandakan adanya dingin.

(9)

4. Perabaan (Cie)

Nyeri tekan terasa sakit menunjukan sindrom ekses, perabaan nadi mengambang menunjukkan sindrom luar, nadi lambat menunjukkan adanya pathogen dingin.

VI. Kesimpulan :

a. Delapan dasar diagnosa

Tabel 3.1 Delapan Dasar Diagnosa

NO Wang Wen Wun Cie

1. Yin

2. Yang V

3. Panas

4. Dingin V V V

5. Ekses V V

6. Defisiensi V

7 Luar V V

8. Dalam

B. Diagnosa

Ny.S 44 tahun seorang karyawati dengan keluhan utama bahu kanan nyeri (±2 bulan) dan keluhan tambahan telapak tangan kanan terasa baal oleh karena serangan angin dingin pada Meridian Usus Kecil, Meridian Usus Besar, Meridian Sanjiao yang diperberat oleh PP3 (kebiasaan tidur miring dan aktivitas yang berlebihan).

(10)

a. Keluhan utama : Nyeri pada bahu kanan

b. Letak kelainan : Meridian Usus Kecil, Meridian Usus besar, dan Meridian Sanjiao

c. Jenis kelainan : Luar, dingin, dan ekses

d. Etiologi : PPL angin dingin, PP3 (kebiasaan tidur miring dan aktivitas yang berlebihan)

C. Terapi

a. Prinsip terapi : Mengeluarkan angin dingin dari meridian-meridian b. Alat terapi : Jarum akupunktur filiform (ukuran 1,5 cun dan 1 cun) dan elektrostimulator gelombang Adjustable selama 20 menit dengan frekuensi 80 Hz.

c. Pemilihan Titik

Tabel 3.2 Titik Yang Digunakan Dalam Terapi

Titik Fungsi

SJ 5 Waiguan titik Luo meridian Sanjiao, mengusir PPL SJ 3 Zhongzhu titik Shu U-Shu meridian Sanjiao

SI 7 Zhizheng titik Luo meridian Usus Kecil,

menghilangkan sumbatan di meridian Usus Kecil

SI 3 Houxi titik Shu U-Shu meridian Usus Kecil LI 3 Sanjian Titik Shu U-Shu meridian Usus Besar LI 6 Pianli Titik Luo meridian Usus Besar

GB 21 Jianjing Menahan angin dan menghilangkan rasa sakit Ashi poin Mengurangi keluhan nyeri di lokal keluhan

(11)

d. Frekuensi pengobatan : seminggu 3 kali terapi e. Dasar pertimbangan /

penjelasan penentuan terapi : Mempercepat penyembuhan pasien dan mengurangi intensitas nyeri yang di keluhkan pasien.

f. Posisi pasien saat penusukan : duduk g. Nasehat dan anjuran :

1. Menghindari angkat beban yang berat 2. Olahraga ringan secara teratur

3. Hindari kebiaasaan tidur miring

4. Hindari angin (biasakan bepergian menggunakan jaket) 5. Istirahat yang cukup

D. Evaluasi Kunjungan Pasien

Tabel 3.3 Evaluasi Kunjungan Pasien

Kunjungan Tanggal Keterangan

Ke I 9-12-2010 Tekanan Darah 110/90 mmHg

Pasien mengeluhkan setiap bangun tidur bahu terasa nyeri dan ngilu. Untuk beraktivitas sehari-hari sangat mengganggu.

Ke II 11-12-2010 Tekanan Darah 110/90 mmHg

Bangun tidur bahu sudah tidak terasa nyeri dan ngilu. Untuk digerakkan keatas dan kebelakang masih terasa nyeri

(12)

Ke III 13-12-2010 Tekanan Darah 120/100 mmHg

Nyeri semakin berkurang, sewaktu tangan diangkat keatas sedikit tidak nyeri.

Ke IV 15-12-2010 Tekanan Darah 120/90 mmHg

Pasien merasa nyaman saat beraktivitas sehari-hari. Sewaktu tangan diangkat keatas dan kebelakang tidak nyeri. Setiap bangun tidur tidak mengeluhkan nyeri pada bahunya. Pasien mengatakan rasa baal pada telapak tangannya sedikit mulai berkurang.

Ke V 17-12-2010 Tekanan Darah 130/90 mmHg

Nyerinya semakin berkurang, untuk beraktivitas tidak ada hambatan. Dalam beraktivitas sehari-hari seperti mencuci, memasak, bekerja terasa nyaman.

Ke VI 20-12-2010 Tekanan Darah 120/90 mmHg

Nyerinya semakin berkurang, bahunya sudah tidak terasa nyeri, ngilu dan kaku.

Untuk beraktivitas sehari-hari pun tidak ada hambatan. Pasien mengatakan rasa baal pada telapak tangannya sedikit berkurang tetapi kadang-kadang kambuh saat membuat emping.

Referensi

Dokumen terkait

Gabungan data lapangan, mineral dan kimia batuan serta air panas yang diperoleh, diinterpretasikan sistem panasbumi di Rabunan dapat ditunjukkan oleh arah

Pada pasien dengan hemofilia adanya kekurangan faktor VIII dan IX mengakibatkan proses pembekuan memerlukan waktu yang lebih panjang sehingga fibrin

Untuk kompor tekan dengan bahan bakar minyak jarak mentah, waktu yang dibutuhkan untuk penyalaan sangat lama (>20 menit) dan hanya menyala selama 2 menit kemudian nosel akan

Hasil %FFA pada  praktikum yang diperoleh dari kelompok 7 sampai dengan kelompok 12 memiliki nilai dibawah 0,30% sehingga sampel pada praktikum penentuan asam lemak

kenaikan pangkat berikutnya sampai pada pangkat maksimum dalam lingkup jabatan setingkat lebih tinggi dari jabatan semula tidak lagi disyaratkan tambahan angka kredit, sedangkan

Belum mampu mengidentifikasi karakteristik dataran tinggi, dataran rendah, dan pantai serta sumber daya alam dan pemanfaatannya dengan tepat. Peyajian informasi tentang

Melalui diskusi darring antara guru dan peserta didik, peserta didik dapat membedakan variasi dan kombinasi teknik dasar passing dan servis pada permainan bola

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil analisis hipotesis 1 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan motivasi berprestasi antara siswa yang belajar