• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 1 BATANGHARI LEKO Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas/ Semester : IX/Genap

Materi Pokok : Pewarisan Sifat Alokasi Waktu : 10 Menit

Jumlah Pertemuan : 1 Kali Pertemuan A. KOMPETENSI INTI

KI – 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI – 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya.

KI – 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifikasi sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI – 4 : Menunjukan keterampilan menaral, mengolah dan menyajikan secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 1.1 Mengagumi keteraturan dan

kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistemdan peranan dalam pengalaman ajaran agama yang dianut.

1.1.1 Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan yang Maha Esa

1.1.2 Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.

2.1 Menunjukan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, jujur, teleti, cermat, tekun hati-hati, bertanggungjawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan)dalam aktifitas sehari-hari.

2.1.1 Menunjukan perilaku rasa ingin tahu tentang pewarisan sifat

3.3 Menerapkan Konsep pewarisan sifat dalam pemuliaan dan kelangsungan makhluk hidup.

3.3.7 Memahami hukum pewarisan sifat 3.3.8 Menjelaskan hukum pewarisan sifat

pada manusia

3.3.9 Menjelaskan kelainan sifat menurun pada manusia

3.3.10 Menerapkan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup

4.3 Menyajikan hasi penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman dan hewan hasil pemuliaan.

4.3.1 Menyajikan poster hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tantang tanaman dan hewan hasil pemuliaan

C. FOKUS PERKEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK 1. Sikap Disiplin

2. Tanggung Jawab D. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Peserta didik mampu menerapkan hukum Mendel pada pewarisan sifat makhluk hidup 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi pewarisan sifat yang ada pada manusia

(2)

3. Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik anggota keluarga untuk menemukan hukum pewarisan sifat

4. Peserta didik mampu membandingkan kromososm tubuh orang laki-laki, orang perempuan, dan sel kelamin

5. Peserta didik mampu Menyajikan poster hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tantang tanaman dan hewan hasil pemuliaan

E. MATERI PEMBELAJARAN

Materi Pembelajaran Pewarisan Sifat Pertemuan Pertama Materi Konsep

Hukum Pewarisan Mendel adalah hukum tentang pewarisan sifat pada organisme makhluk hidup yang di jelaskan oleh Gregor Johann Mendel. Hukum ini terdiri dari dua bagian:

1. Hukum Segregation = Hukum pemisahan, dikenal Hukum Mendel Pertama

2. Hukum Independent Assortment = Hukum sepasan secara lepas, dikenal Hukum Mendel Kedua

Hukum segregasi (hukum pertama Mendel)

Hukum Segregasi lepas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin), kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya.

Hukum asortasi lepas (hukum kedua Mendel)

Hukum Mendel Kedua menyatakan bahwa bila dua individu ada dua pasang atau lebih sifat, karenanya diturunkannya sepasang sifat secara lepas, tidak bergantung pada pasangan sifat lainnya.

Dengan kata lain gen sifat yang berlainan tidak saling memengaruhi.

Pewarisan sifat pada manusia

Pewarisan sifat pada manusia ditentukan oleh gen dan kromosom yang dimiliki oleh individu yang melakukan persilangan.

1. Kromosom

Kromosom merupakan komponen paling utama, sebab fungsinya adalah membawakan informasi genetik yang akan diwariskan.

Setiap tubuh manusia mengandung 46 kromosom (23 pasang).

Dari 23 pasang kromosom tersebut, terdapat dua macam kromosom, yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom kelamin (gonosom). Kromosom tubuh atau autosom menentukan sifat seorang individu, sedangkan kromosom kelamin atau gonosom menentukan jenis kelamin (perempuan atau laki-laki).

2. Gen

Jumlah gen yang ada pada tubuh mencapai puluhan bahkan ratusan ribu. Masing-masing gen mengkode sifat yang berbeda dan memiliki rumah tersendiri di kromosom yang disebut lokus. Gen yang menempati lokus disebut dengan alel. Seorang ilmuwan dalam bidang genetika bernama Mendel menyebutkan bahwa alel sebagai genotipe, yaitu sifat yang tersembunyi atau tidak tampak.

Sedangkan genotipe yang tampak disebut dengan fenotipe.

Bentuk pewarisan sifat pada manusia meliputi, warna kulit bentuk

(3)

rambut, perlekatan cuping telinga, jenis kelamin, dan penentuan golongan darah.

Materi Fakta

Kelainan Sifat Menurun pada Manusia Penyakit Genetika

1. Hemofilia

Hemofilia merupakan kelainan pada darah yang terjadi secara turun-temurun. Kelainan ini disebabkan karena kesalahan pada salah satu gen di kromosom X yang menentukan factor pembekuan darah bagi tubuh. Kondisi ini mengakibatkan penderitanya mengalami pendarahan lebih lama ketika mengalami luka.

2. Albino

Albino merupakan kelainan yang disebabkan tidak adanya zat warna (pigmen)yang disebut zat melanin. Penderita albinoa tidak dapat membentuk melanin di kuklit, rambut, dan mata.

3. Buta Warna

Penyakit buta warna adalah cacat menurun yang menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan warna tertentu oleh orang dengan mata normal.

Buta warna disebabkan oleh gen resesif c (dari kata colour blind) yang menempel atau terpaut pada kromosom.

Seorang perempuan akan menderita buta warna jika kedua kromosom X mengandung gen buta warna (XcXc).

Akan tetapi jika hanya salah satu kromosom X yang mengandung gen buta warna (XcX), maka perempuan tersebut akan menjadi pembawa (carrier) gen buta warna tanpa menjadi penderita.

Pada laki-laki jika kromosom X mengandung gen buta warna maka akan langsung menderita buta warna (XcY).

Susunan genotip orang normal dan buta warna dapat dituliskan sebagai berikut.

XCY = laki-laki normal XcY = laki-laki buta warna XCXC = wanita normal

XCXc = wanita normal pembawa sifat buta warna (carrier) XcXc = wanita buta warna

Materi Prosedur

Melakukan penerpaan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup melalui persilangan dihybrid melalui tahap (P1, G1, F1, P2, G2, dan F2).

Materi Metakognitif

(4)

Menerapkan pewarisan sifat dalam kehidupan sehari-hari untuk pemuliaan tumbuhan dan hewan

Materi Pengayaan: -

Materi Remedial: Materi yang belum dikuasai peserta didik F. METODE PEMBELAJARAN

a. Pendekatan: Saintifik

b. Model: Problem Based Learning (PBL) c. Metode: tanya jawab, diskusi, eksperimen.

G. MEDIA PEMBELAJARAN 1. Media

a. LKPD

b. Model Kartu Genetik c. Tayangan Video 2. Alat/Bahan

a. Buku Erlangga b. Spidol

c. Proyektor H. SUMBER BELAJAR

1. Abdi Guru, (2018), IPA Terpadu Untuk SMP / MTs Kelas VIII, Erlangga, Jakarta.

2. Sumber lain yang relevan 3. Internet

4. Lingkungan Sekitar

I. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke-1

TAHAP PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN ALOKASI

WAKTU A. Kegiatan Pendahuluan

Pendahuluan

(Persiapan/Orientasi)

 Memberi salam, menyapa dan mengajak peserta didik berdoa

 Salam PPK dan Literasi

 Memeriksa kesiapan peserta didik dalam mengikuti pelajaran

 Menanyakan kabar dan Mengecek kehadiran peserta didik.

2 menit

Apersepsi  Adakah sifat kalian yang mirip ayah atau ibu?

Mengapa bias demikian?

Apa yang menyebabkan wajah, warna kulit dan sifat kita mirip salah satu orang tua kita? Lalu bagiamanakah cara sifat-sifat tersebut diturunkan?

Siapa yang bias menjelaskan?

 Siswa diminta untuk mengamati Mangga besar rasa manisdengan manga kecil rasa asam. Guru menanyakan untuk menggali pengetahuan siswa”

Bagaimana cara untuk mendapatkan bibit unggul bentuk besar rasa manis?

Motivasi  Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran (terutama rasa syukur kepad Tuhan Yang Maha Esa)

 Menyampaikan garis besar kegiatan yang akan

(5)

dilakukan peserta didik

 Menyampaikan penilaian yang akan dilakukan selama pembelajaran

 Membeagi kelompok secara heterogen

 Manfaat mempelajari materi pewarisan sifat

B. Kegiatan Inti 6 menit

Mengorientasi

peserta didik pada masalah

 Peserta didik ditugaskan untuk mengamati video tentang Kelainan Sifat Menurun Pada Manusia

 Peserta didik menyelami permasalahan kelainan pewarisan sifat pada manusia

 Peserta didik dimotivasi untuk menyampaikan ide terkait permasalahan.

Mengorganisasikan pesera didik untuk belajar

 Peserta didik dikelompokan secara merata untuk yang menonjol secara akademik.

 Peserta didik dimotivasi untuk berkolaborasi dengan baik dalam kelompok.

Membantu penyelidikan mandiri/kelompok

 Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan dan factual untuk menjawab permasalahan yang diidentifikasi melalui kartu model genetika.

 Peserta didik difasilitasi untuk melakukan percobaan persilangan atau diskusi kelompok kasus pemuliaan tanaman/ hewan untuk mendapatkan variasi jenisnya.

Mengembangkan dan menyajikan hasil penyelidikan

 Peserta didik difasilitasi untuk menyusun bahan presentasi dalam bentuk poster persilangan monohibrid dan dihibrid dan disajikan secara sistematis.

 Peserta didik mempresentasikan di depan kelas secara berkelompok

 Peserta didik menanggapi terkait bagaimana ilmu pewarisan sifat dapat menjawab kebutuhan manusia melalui kartu model genetika.

Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah

 Peserta didik melakukan diskusi mengenai gagasangagasan hasil penyelidikannya.

 Peserta didik menganalisis hasil poster yang telah dibuat berdasarkan macam genotip, macam fenotip, rasio perbandingan genotip dan fenotip, dan prosentase genotip dan fenotip pada F2.

 Peserta didik menyelesaikan pemecahan masalah pewarisan sifat

C. Kegiatan Penutup 2 menit

Peserta didik :

 Membuat rangkuman/simpulan pelajaran tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran persilangan dihibrid.

 Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. Guru:

 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik yang selesai mengerjakan perisilangan kartu genetika dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat.

 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

(6)

 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/ perseorangan.

 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

 Berdoá dan Memberi salam

Penilaian

a. Teknik Penilaian 1) Sikap Sosial

No Teknik Bentuk

Instrumen

Butir Instrumen

Waktu Pelaksanaan

Keterangan

1 Observasi Lembar

Observasi

Terlampir Saat

Pembelajaran Berlangsung

Penilaian untuk pencapaian pembelajarn (Assesment for learning) 2) Keterampilan

No Teknik Bentuk

Instrumen

Butir Instrumen

Waktu Pelaksanaan

Keterangan

1 Observasi Lembar

Observasi keterampilan

Terlampir Saat

Pembelajaran Berlangsung

Penilaian untuk pencapaian pembelajarn (Assesment for learning) 3) Pengetahuan

No Teknik Bentuk

Instrumen

Butir Instrumen

Waktu Pelaksanaan

Keterangan 1 Tertulis Kuis tertulis

berbentuk pilihan ganda

Terlampir Setelah Pembelajaran Usai

Penilaian pencapaian pembelajarn (Assesment for learning) b. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

 Pembelajaran remedial dilaksanakan berdasarkan hasil analisis penilaian harian.

- Belum tuntas secara klasikal : pembelajaran ulang (2JP) diluar jam regular

- Belum tuntas secara individual : belajar kelompok atau tutor sebaya dan bimbingan guru

 Kemudian diberikan tes kembali dengan ketentuan :

- Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumnya namun setara

- Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir dengan nilai maksimal setara KKM

(7)

PROGRAM REMIDIAL

Sekolah : SMP Negeri 1 Batanghari Leko Kelas/Semester : IX / Ganjil

Mata Pelajaran : IPA

Ulangan Harian Ke : ………

Tanggal Ulangan Harian : ………

Bentuk Ulangan Harian : ………

Materi Ulangan Harian : ………

KKM 71

No Nama PD Nilai PH Nilai

Remedial

Nilai Akhir

Ket.

(tuntas/tdk)

1 2 3

dst

 Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang sudah dapat mencapai KKM.

Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah melampaui nilai KKM. Kemudian guru memberikan materi pengayaan berupa penajaman pemahaman dan ketrampilan memecahkan soal yang lebih kompleks

I. Bahan Ajar (terlampir)

Pandaan, 18 Juni 2022 Guru IPA

AL MUZZAMMIL AL RABB, M.Pd.

NIP. -

Referensi

Dokumen terkait

peserta didik dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan Peserta didik mengeluarkan pendapat untuk menyusun hipotesis Peserta didik menentukan hipotesis

Setelah melakukan identifikasi dan membuat alur perancangan dalam proses pengumpulan data, langkah selanjutnya yang dilakukan dalam proses pembuatan website tanggap

Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan percobaan sesuai dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Grafik gempabumi berdasarkan kedalaman sumber gempanya (Grafik 3) menunjukkan bahwa gempabumi yang terjadi di Sulawesi Tenggara berada pada skala Dangkal ( di bawah 60

Guru meminta peserta didik secara berkelompok mengumpulkan informasi yang relevan dari buku peserta didik, internet, dan sumber yang lain untuk menentukan jarak antar titik,

Data hasil observasi yang peneliti lakukan di ruang rawat inap sebuah Rumah Sakit di Bojonegoro terhadap 10 perawat pelaksana menunjukkan bahwa hanya 3 perawat (30%) yang

yaitu materi atau bahan yang menjadi obyek penyelidikan filsafat, maupun bagi segala turunan filsafat itu sendiri, misalnya, pengetahuan atau ilmu1. Jadi, dengan kata sifat

Proses produksi yang terjadi dalam berbagai macam pabrik saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagai akibat kemajuan yang dicapai dibidang teknologi