• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VI HASIL PERANCANGAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

45

BAB VI

HASIL PERANCANGAN

6.1 Penjelasan Rencana tapak

6.1.1 Perletakan dan orientasi massa bangunan

Gambar 6. 1 Orientasi Massa Bangunan

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Gambar 6. 2 Perspektif Bangunan Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Pada Gambar 6.1 dapat dilihat orientasi massa bangunan menghadap ke jalan utama yaitu Jl.

Pangeran Antasari. Karena orientasi massa pada bangunan sekitar lokasi berorientasi ke jalan utama yang merupakan area yang memiliki potensi dan view yang baik, maka bangunan Lifestyle Center ini

(2)

46 memiliki orientasi yang sama. Ruang-ruang terbuka dan kegiatan outdoor diletakkan pada bagian

timur bangunan yang merupakan bagian samping tapak. Pada bagian terbuka ini diberikan pelindung atap dengan kesan terbuka. Parkir kendaraan diletakkan pada bagian bawah massa bangunan utama, yaitu basemen. Sedangkan entrance utama bangunan ini terletak di depan jalan utama.

Terlihat pada Gambar 6.2.

6.1.2 Sirkulasi Manusia dan Kendaraan

Sirkulasi menuju tapak memiliki satu jalur, yaitu melaui Jalan Pangeran Antasari semua baik untuk kendaraan pengunjungi maupun service dan untuk kendaraan pengunjung menuju ke basement yang terletak dibagian barat tapak.

a. Sirkulasi Kendaraan Pengunjung

Sirkulasi Kendaraan Pengujung dimulai dari Jalan masuk melalui sisi barat jalan utama yaitu Jalan Pangeran Antasari dan keluar melaui sisi timur Jl. Pangeran Antasari. Hal ini agar tidak terjadi penumpukan kendaraan saat keluar jika melalui Jl. Nusa Indah yang merupakan jalan menuju permukiman warga. Terlihat pada Gambar 6.3.

Gambar 6. 3 Sirkulasi Kendaraan Pengunjung

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021 PARKIR VALET

AREA PARKIR BASEMENT

(3)

47

Gambar 6. 4 Entrance Kendaraan Pengunjung

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

b. Sirkulasi Pedestrian

Sirkulasi pedestrian dapat diakses pada Jalan Pangeran Antasari. Pola sirkulasi manusia dibuat lurus langsung menuju bangunan, dimana pengunjung dapat melakukan kegiatan berjalan kaki dari pemberhentian kendaraan umum, yaitu drop off dibagian depan. Terlihat pada Gambar 6.5.

Gambar 6. 5 Sirkulasi Pedestrian

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

c. Sirkulasi Servis

Sirkulasi servis dapat diakses dengan mulai dari melewati sisi barat jalan utama yaitu Jalan Pangeran Antasari dan keluar melaui sisi timur Jalan Pangeran Antasari. Pola sirkulasi servis dibuat mengelilingi bangunan karena untuk mengurangi resiko penumpukan saat bongkar muat barang. Terlihat pada Gambar 6.6.

(4)

48

Gambar 6. 6 Sirkulasi Loading Dock Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

d. Sirkulasi Kendaraan Online

Sirkulasi pertama, Kendaraan umum dapat berhenti di area drop off dibagian depan lahan yang terhubung langsung dengan Jalan Pangeran Antasari. Terlihat pada Gambar 6.7. Sedangkan pengunjung yang menggunakan Kendaraan Online dapat berhenti di bagian depan lahan atau di bagian depan bangunan. Terlihat pada Gambar 6.8.

Gambar 6. 7 Drop Off di Jl. Pangeran Antasari

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

(5)

49

Gambar 6. 8 Drop Off Bagian Depan Bangunan

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

6.1.3 Ruang Terbuka Hijau

Ruang Terbuka Hijau pada Lifestyle Center diperuntukan bukan hanya sebagai area hijau, akan tetapi dapat digunakan sebagai area komunal dan Titik Kumpul. Area komunal ini diperuntukan agar pengunjung dapat melakukan kegiatan santai, seperti mengobrol, beristirahat, dan lain sebagainya. Terlihat pada Gambar 6.9.

Gambar 6. 9 Area Komunal

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Gambar 6. 10 Area Atrium dalam Bangunan

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

(6)

50 Pada Gambar 6.10 terdapat area atrium yang diberikan sedikit area hijau sehingga dapat

memberikan kenyamanan kepada pengunjung pada saat berbelanja. Lalu pada area sekeliling tapak diberikan juga vegetasi berupa pohon tanjung dan angsana yang dapat memberikan manfaat seperti mengurangi kebisingan, menyamarkan jalur servis dari pengunjung, dan lain sebagainya

6.2 Rancangan Bangunan 6.2.1 Bentuk bangunan

Gambar 6. 11 Bentuk Bangunan

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Berdasarkan dengan gubahan massa, bentuk bangunan Lifestyle Center ini merupakan perpaduan dari bentuk geometri yaitu bentuk persegi dan persegi panjang lalu dipotong mengikuti bentuk lahan. Massa dan ruang dibentuk dengan semaksimal mungkin dapat berfungsi untuk aktivitas pengguna, dan meminimkan ruang tidak terpakai. Pemilihan bentuk massa bangunan juga mempengaruhi fungsionalisme tersebut. Terlihat pada Gambar 6.11.

6.2.2 Tata letak dan bentuk ruang

Ruang-ruang akan diatur menggunakan aturan Form Follow Function, sehingga menciptakan ruang-ruang yang fungsional. Melalui metode ini, ruang-ruang yang akan direncanakan akan dianalisis kebutuhan ruangnya dan berhubungan dengan pengguna bangunannya. Besaran ruang tersebutlah yang akan digunakan untuk menciptakan ruang yang fungsional. Terlihat pada Gambar 6.12 yang merupakan Entrance bangunan yang terletak pada utara lahan. Setelah pengunjung memasuki bangunan, terlihat langsung retail-retail yang menjajakan berbagai jenis kebutuhan.

Terlihat pada Gambar 6.13.

(7)

51

Gambar 6. 12 Entrance Bangunan

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Gambar 6. 13 Interior Retail

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Terdapat atrium yang dapat digunakan sebagai tempat pelaksanaan event-event tertentu seperti pertunjukan musik, pameran dan lain sebagainya yang terlihat pada Gambar 6.14. Pada bangunan ini juga terdapat area rekreasi, kuliner dan berbelanja seperti freshmarket, game center, cafeteria, book store, bioskop, salon, fitness center, restoran, coffee shop, dan retail-retail dengan berbagai ukuran. Terlihat pada Gambar 6.15 hingga 6.17.

Gambar 6. 14 Atrium Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

(8)

52

Gambar 6. 15 Freshmarket

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Gambar 6. 16 Fitnes Center

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Gambar 6. 17 Coffee Shop

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Terdapat juga area outdoor yang terhubung langsung dengan area indoor. Area ini dapat digunakan untuk area bersantai, beristirahat atau sekedar mengobrol. Terlihat pada Gambar 6.18.

(9)

53

Gambar 6. 18 Area Outdoor Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

6.2.3. Sirkulasi dalam bangunan

Sirkulasi dalam bangunan menggunakan pola sirkulasi linier dengan alur sirkulasi radial dan linier. Pada alur sirkulasi radial, alur ini menyebarkan pengunjung, dimana bentuk ini menggunakan void sebagai pemisah retail-retail dan menggunakan jenis koridor double-loaded. Bentuk radial memiliki jalan yang berkembang yang berhenti pada sebuah pusat. Selain itu juga terdapat juga sirkulasi vertical yaitu tangga, ramp, lift, dan escalator yang merupakan penghubung antar basement, lantai 1, lantai 2, lantai 3, dan rooftop. Terlihat pada gambar 6.19 dan 6.20.

Gambar 6. 19 Koridor Pusat Perbelanjaan

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

(10)

54

Gambar 6. 20 Sirkulasi Pusat Perbelanjaan

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

6.2.3 Rancangan fasad dan atap

Fasad Bangunan Lifestyle Center menggunakan material Alumunium Composite Panel (ACP), yang cocok digunakan untuk secondary skin pada area utara lahan. Secondary Skin ini digunakan untuk melapisi dinding kaca sehingga dapat meminimalkan panas matahari yang akan masuk ke dalam bangunan. Namun, dapat juga sebagai pencahayaan alami yang merupakan salah satu prinsip dari Arsitektur Modern yang banyak menggunakan material transparan. Terlihat pada Gambar 6.21.

Gambar 6. 21 Fasad Secondary Skin

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Penggunaan beton dipilih untuk memberikan efek masif. Beton digunakan dengan finishing acian dan cat. Kesesuaian dengan Arsitektur Modern yaitu bentuk mengikuti fungsi (fasad beton mengikuti ruang) dan bentuk simpel (bentuk material beton persegi sederhana dan datar).

Pada bagian sebelah barat dan timur bangunan juga menggunakan material Alumunium Composite Panel (ACP) yang dibuat dengan bentuk vertical. Pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP) dapat dilihat pada Gambar 6.22. Pemilihan bentuk ini dapat memberikan kesan bangunan yang tinggi dan juga berfungsi sebagai secondary skin. Penggunaan warna natural seperti concrete dan warna kayu serta didukung dengan ruang terbuka hijau yang mengelilingi lahan,

(11)

55 memberi nuansa alami dan menyatu dengan lingkungan. Sehingga pengunjung bangunan ini dapat

merasa refresh dan lepas dari kehidupan perkotaan sejenak. Terlihat pada Gambar 6.23.

Gambar 6. 22 Ilustrasi Pemasangan ACP Sumber : Acpindo.com

Gambar 6. 23 Fasad ACP Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Rancangan atap pada bangunan Lifestyle Center ini menggunakan atap datar yaitu dak beton yang dikombinasikan dengan skylight yang terdapat pada bagian Atrium dan kanopi di area outdoor.

Terlihat pada Gambar 6.24.

(12)

56

Gambar 6. 24 Atap Skylight Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

6.2.4 Sistem Struktur dan Konstruksi

Sistem struktur bangunan ini mengunakan struktur portal dengan pondasi boredpile menjadi alternatif yang baik untuk menyesuaikan dengan kondisi tanah dan lingkungan. Struktur yang dipilih merupakan jenis yang efisien dan mudah dikerjakan serta memiliki kekuatan dan dengan modul struktur yang besar.

1. Struktur Bawah (Basement)

Pondasi yang digunakan adalah pondasi dalam boredpile dengan pertimbangan efisiensi pengerjaan dan tidak menimbulkan suara yang keras dalam pengerjaannya sehingga tidak menggangu lingkungan sekitar terutama bangunan heritage yang ada disekitar lokasi. Pondasi ini digunakan pada massa bangunan utama. Terlihat pada gambar 6.25 proses pemasangan pondasi Bored Pile dan Gambar 6.26 detail potongan pondasi Bored Pile.

Gambar 6. 25 Ilustrasi Pemasangan Pondasi Bored Pile Sumber : DocPlayer.info.com

(13)

57

Gambar 6. 26 Detail Potongan Pondasi Bored Pile Sumber : jasaborpile.info.com

Sistem struktur pada basement menggunakan tipe basement perlindungan integral terstruktur (Structuraly integral protection), yang dimana struktur ini membutuhkan pembangunan struktur itu sendiri untuk dibangunan sebagai kulit integral tahan air. Pembangunan beton yang dikuatkan atau pratekan yang tanpa alternative lain, struktur basement harus dirancang sesuai dengan rekomendasi BS 8007 atau BS 8110. Terlihat pada gambar 6.27 dan 6.28.

Gambar 6. 27 Struktur tembok pratekan Sumber: academia.edu

(14)

58

Gambar 6. 28 sistem struktur basement tipe Structuraly integral protection Sumber: academia.edu

2. Struktur Kolom dan Balok

Struktur kolom pada bangunan ini menggunakan kolom beton berukuran 60 cm x 60 cm.

Terdapat beberapa tahapan dalam pengerjaan kolom, yaitu dimulai dari menentukan AS kolom, lalu pemasangan pembesian, dilanjutkan dengan pemasangan bekistring lalu dilakukan pengukuran untuk melihat kolom tersebut lurus atau tidak dan terakhir dilakukan pengecoran.

Terlihat pada gambar 6.29.

Gambar 6. 29 Detail Pemasangan Kolom Sumber: situstekniksipil.com

Struktur Balok pada bangunan ini berfungsi sebagai penobang plat lantai pada bangunan bertingkat. Terdapat dua jenis balok, yaitu balok induk dan balok anak yang ukurannya lebih kecil daripada balok induk dan berfungsi sebagai penghubung serta menyalurkan beban plat ke balok

(15)

59 induk. Untuk bangunan ini, digunakan balok induk berukuran 45/70 cm dan balok anak 30/45 cm.

Terlihat pada Gambar 6.30 yang merupakan Ilustrasi pemasangan balok dan kolom.

Gambar 6. 30 Isometri Kolom dan Balok Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021

Struktur dinding pada bangunan ini menggunakan dinding beton yang memiliki ketebalan 15 cm. Pada bagian utara bangunan, dikombinasikan juga dengan dinding kaca tempered glass yang berukuran 12 mm dan dilapisan terluarnya terdapat secondary skin dan Alumunium Composite Panel (ACP). Terlihat pada gambar 6.31 untuk pemasangan dinding kaca.

Gambar 6. 31 Pemasangan Dinding Kaca Sumber : DocPlayer.info.com

3. Struktur Atap

Struktur atap bangunan merupakan struktur tritisan datar menggunakan struktur atap skylight dan atap dak cor beton. Pada penggunaan skylight yang merupakan atap kaca memiliki karakter transparan yang biasanya dibuat untuk menghalangi masuknya hujan, bukan hanya sinar matahari dan perawatan atap skylight ini tergolong mudah dan aman. Kaca yang digunakan

(16)

60 memiliki ketebalan minimal 12 mm, berjenis tempered (diproses suhu tinggi sehingga lebih kuat)

dan laminated (memiliki lapisan penahan agar pecahan tidak tersebar). Terlihat pada gambar 6.32 dan 6.33 pemasangan Skylight.

Gambar 6. 32 tempered glass pada skylight Sumber: academia.edu

Gambar 6. 33 Detail Pemasangan Skylight Sumber: pinterest.com

6.2.5 Sistem Utilitas

A. Sistem Penyediaan dan Distribusi Air Bersih

Penyediaan air bersih pada bangunan ini dapat diperoleh dari PDAM dengan sistem pendistribusian air bersih Tangki Atap. Sistem Tangki Atap yaitu air bersih dari saluran PDAM ditampung terlebih dahulu dalam ground reservoir, lalu dipompakan ke Roof Tank. Dari Roof Tank, air didistribusikan ke seluruh bangunan. Sistem Tangki Atap ini dapat dilihat pada Gambar 6.4. Sistem tangki atap ini diterapkan karena perubahan tekanan diakibatkan perubahan muka air pada tangki atap pada alat plumbing tidak besar, pompa pengisi tangki atap dapat bekerja secara otomatis, dan perawatan tangki yang mudah.

(17)

61

Gambar 6. 34 Diagram Alir Air Bersih

Gambar 6. 35 Sistem Tangki Tekan Sumber: ilmutekniksipil.com

B. Sistem Pembuangan Air Kotor dan Kotoran

Sistem pembuangan air kotor dibagi menjadi dua, yaitu air kotor dan air kotoran. Pada Gambar 6.6 merupakan diagram pembuangan air kotor yang berasal dari washtafel dan floor drain.

Gambar 6. 36 Diagram Alir Air Kotor

Pada Gambar 6.7 merupakan diagram pembuangan air kotoran yang berasal dari kloset.

(18)

62

Gambar 6. 37 Diagram Alir Air Kotoran

Pada Gambar 6.8 merupakan diagram pembuangan air hujan.

Gambar 6. 38 Diagram Alir Air Hujan

D. Sistem Penyediaan dan Distribusi Listrik

Distribusi listrik berasal dari PLN yang disalurkan ke gardu utama.

Gambar 6. 39 Diagram Alir Pendistribusian Listrik

E. Sistem Transportasi Vertikal

Sistem transportasi vertical yang digunakan dalam Lifestyle Center ini adalah:

1. Lift penumpang

2. Lift barang / fright elevator 3. Lift pemadam kebakaran 4. Escalator

E. Sistem Pencahayaan

Pencahayaan merupakan salah satu bagian utama dalam sebuah interior karena cahaya akan mempengaruhi performa kerja dari manusia didalamnya. (Soegandhi, Indrani, & Dora, 2015).

Kenyamanan visual ditentukan oleh kuat penerangan/tingkat pencahayaan, kualitas warna, dan tingkat penyilauan (Latifah, Anugrah, Ayunani, & Garini, 2013). Pencahayaan buatan

(19)

63 yang dipakai untuk fungsi toko retail, tingkat pencahayaan minimal yang disarankan adalah

500 lux, ruang kantor 350 lux, serta café dan restoran 250 lux (Thojib & Adhitama, 2013).

Sehingga café dan restoran bangunan ini menggunakan jenis lampu LED berwarna warm dengan distribusi pencahayaan Indirect Lighting dan General Lighting. Pada bagian outdoor menggunakan jenis lampu CFL (Compact Fluorescent Lamp) dan lampu Halogen dengan distribusi pencahayaan Direct Lighting. Dan Toko Retail menggunakan jenis lampu LED dan Lampu Fluorescent/TL dengan distribusi pencahayaan General Lighting. Terlihat pada Gambar 6.40 dan 6.41.

Gambar 6. 40 Jenis Lampu Sumber: sentracn.com

Gambar 6. 41 Jenis Distribusi Pencahayaan Sumber: indalux.com

6.3 Rekapitulasi Data Hasil Rancangan

Dalam proses perancangan tentunya terdapat pengembangan-pengembangan desain dalam bentuk kebutuhan ruang ataupun hal lainnya. Hal tersebut menghasilkan perbedaan perhitungan program ruang dengan luas bangunan yang sudah terancang. Besaran luas tersebut yaitu :

(20)

64

Tabel 6. 1 Perhitungan Total Lahan

No. Perhitungan Luas (m²)

1 Luas Lahan 12.000

2 KDB 1200

3 KLB 1,2 (Koef)

4 Luas Basement 5.600

5 Luas Lantai 1 4.344

6 Luas Lantai 2 4.044

7 Luas Lantai 3 4.044

8 Total Luas Lantai 18.032

Sumber : Hasil Analisis, 2021

Berdasarkan hasil rancangan parkir Lifestyle Center didapatkan luas parkir sebagai berikut:

Tabel 6. 2 Perhitungan Luas Parkir

No. Perhitungan Kapasitas Luas (m²)

1 Truk 2 unit 110

2 Mobil 96 unit 1872

3 Motor 192 unit 375

Total 2357

Sumber : Hasil Analisis, 2021

Gambar

Gambar 6. 3 Sirkulasi Kendaraan Pengunjung
Gambar 6. 4 Entrance Kendaraan Pengunjung
Gambar 6. 6 Sirkulasi Loading Dock Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2021
Gambar 6. 8 Drop Off Bagian Depan Bangunan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Komponen Struktur Pengendalian Intern Pada Efisiensi Usaha Di kmbaga Perkreditan Desa Di Kecamatan Sukawati - Gianyar.. Efek Moderasi Corporate GouernancePada

Arduino adalah open source controller platform yang berbasis mikroprosesor atmel, dikembangkan di Italia oleh Massimo Banzi dan David Cuartilles (H. Pada

Oktien Harsari P, SpPK; Sutarti, Amd.; Teti Rahmawati; Dian Ratna Sari; Ferry Ariyanto; Fia

PENGARUH TENURE, ROTASI AUDIT, DAN SPESIALISASI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT.. (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Listed

View dari luar ke dalam pada tapak dengan mengorientasikan/mengarahkan seluruh komponen rancangan tapak dan bangunan terminal menghadap kearah tenggara, karena

Bahan baku utama dari menu utama adalah karkas ayam potong atau ayam ras. Lokasi pengambilan bahan baku haruslah tempat yang memilki harga paling kompetitif. Setelah disurvei

Kebebasan yang bertanggungjawab adalah kebebasan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan minat dan bakat masing-masing, bukannya kebebasan