• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

20 BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian (case study) studi kasus. Dimana studi kasus adalah penelitian yang mendalam tentang masalah penelitian tertentu. Desain ini bertujuan untuk memperkecil bidang yang sangat luas ke dalam satu atau beberapa hal yang lebih spesifik39.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk berusaha memahami sebuah fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya tindakan, perilaku, persepsi, motivasi dan lain sebagainya secara menyeluruh dengan cara mendeskripsikannya dalam suatu konteks yang alamiah serta dengan menggunakan berbagai metode alamiah40. Penelitian dengan metode deskripsi digunakan untuk pengkajian fenomena secara lebih rinci dan membedakannya dengan fenomena yang lain41..

Penelitian kualitatif yang sering digunakan di Indonesia adalah penelitian naturalistik atau “kualitatif naturalistik”. naturalistik menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian ini terjadi secara alamiah, apa adanya dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan terhadap pendeskripsian secara alami. Yang berarti pengambilan data fenomena yang dilakukan secara alami dengan keterlibatan langsung peneliti di lapangan.42

39 Ismail Nurdin, Sri Hartati, Metodologi Penelitian Sosial, (Surabaya: Media Sahabat Cendikia, 2019), 46.

40 Ibid., 75.

41 Rasimin, Metodologi penelitian Pendekatan Praktis Kualitatif, (Yogyakarta: Mitra Cendikia, 2018), 12.

42 Ibid., 76.

(2)

21 B. Kehadiran Peneliti

Sebagai instrument kunci, peneliti adalah perencana. Pengumpulan serta penganalisisan data, pelapor dari hasil penelitianya sendiri. Karena peneliti dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan situasi di lapangan.

Good relationship antara peneliti dengan subjek penelitian, sesbelum ataupun sesudah. Hal tersebut adalah kunci utama di dalam keberhasilan pengumpulan data. Good relationship akan membangun rasa saling percaya sehingga peneliti akan mudah menggali informasi dengan lebih mendalam. Akan tetapi, peneliti juga harus menjauhi hal-hal yang membuat subjek penelitian merasa tidak nyaman demi kelancaran peneltian.

C. Lokasi Penelitian

Penelitian berlokasi di Pesantren Al-Hasanul Mukmin Kepanjen, Kabupaten Malang.

Alasan peneliti memilih lokasi penelitian di tempat tersebut karena di Pesantren Al-Hasanul Mukmin memiliki tradisi takzim yang kental dan cukup menarik untuk diteliti sehingga peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian di tempat tersebut.

D. Sumber Data

Narasumber atau informan adalah orang yang bisa memberikan informasi-informasi utama yang dibutuhkan dalam penelitian. Di dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan sumber data primer. Data primer berupa:

1. Pengasuh Pesantren Al-Hasanul Mukmin

Mencangkup kyai dan gus yang memiliki peran sentral dalam memimpin pesantren. Pengasuh pesantren yaitu terdiri dari kyai yang bernama H. Muhammad Hafidz serta Gus atau anak dari kyai yang bernama Taftazani dalam rangka menggali

(3)

22

informasi terkait nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi takzim di Pesantren Al-Hasanul Mukmin Kepanjen, Malang.

2. Pengurus Pesantren Al-Hasanul Mukmin

Merupakan orang yang memiliki peran dalam mengatur pesantren atau menjalankan amanah dari pengasuh serta selalu berkoordinasi dengan pengasuh pesantren.

3. Santri Pesantren Al-Hasanul Mukmin

Santri adalah murid yang belajar atau menimba ilmu di pesantren. Santri merupakan salah satu informan penting, karena santri memiliki peran sebagai aktor dalam menjalankan tradisi takzim yang ada di pesantren.

E. Teknik Penentuan Informan 1. Snowballing sampling.

Penelitian ini menggukana cara snowballing sampling untuk memperoleh informasi. Memperoleh informan dengan cara snowballing sampling dilakukan jika peneliti tidak mengetahui siapa yang paling memahami informasi tentang objek penelitian, oleh sebab itu, peneliti harus melakukan langkah-langkah sebagi berikut;

1) Peneliti saat hendak melaksanakan penelitian dan mengumpukan informasi, diusahakan untuk mendapatkan gatekeeper. Orang yang dapat menerima kehadiran peneliti di lokasi objek penelitian untuk pertama kali, dapat memberikan petunjuk siapa-siapa saja yang bisa diwawancarai serta diobservasi untuk mendapatkan informasi.

2) Gatekeeper bisa menjadi orang yang pertama kali peneliti wawancarai.

3) Kemudian, apabila wawancara pertama telah selesai, peneliti dapat meminta informan untuk menunjuk orang beriktunya yang dapat diwawancarai untuk melengkapi informasi yang sudah diperoleh.

4) Terus-menerus peneliti meminta informan menunjuk orang lain berikutnya yang dapat diwawancarai guna melengkapi informasi yang telah di dapat sampai informasi yang di dapat telah mentok

(4)

23

atau tidak ada kebaharuan informasi lagi terhadap informan yang berbeda.43

F. Tekhnik Pengumpulan Data 1. Observasi.

Observasi diartikan proses merekam perilaku yang sistematis dengan cara melihat, mengamati dan mencermati. Observasi merupakan kegiatan perncarian data yang bisa dimanfaatkan dalam memberikan diagnosis.44

Tehnik ini digunakan untuk mencermati serta merekam bagaimana perilaku takzim para santri terhadap ustad dan kyai di pesantren Al- Hasnul Mukmin Kepanjen, Malang.

peneliti melakukan serangkaian observasi kurang lebih seminggu 2x yaitu pada hari sabtu dan minggu baik pada saat proses pembelajaran maupun saat istirahat atau sebelum dan sesudah proses pembelajaran dilakukan.

2. Wawancara.

Wawancara adalah sebuah proses interaksi komunikasi dengan dilakukan oleh dua orang secara alamiah. Dimana arah dari pada percakapan sesuai dengan apa yang telah menjadi tujuan dengan mengedepankan kepercayaan.45

Secara umum, wawancara dibagi menjadi setidaknya dua yaitu wawancara yang terstruktur dan wawancara yang tidak terstruktur.

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data sudah memeprsiapkan

43 H. M. Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, Dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2010), 225.

44 Umar Sidiq, Moh. Miftachul Choiri, Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan, (Ponorogo: CV. Nata Karya, 2019), 75.

45 Ibid., 68.

(5)

24

pertanyaan-pertanyaan tertulis yang jawaban alternatifnya sudah dipersiapkan. Sedangkan wawancara yang tidak terstruktur ialah wawancara yang tidak memanfaatkan pedoman wawancara dengan sistematis, melainkan wawancara bebas yang hanya perlu memperhatikan garis besar dari permasalahan atau fenomena yang sesuai dengan tujuan penelti.46

Wawancara yang gunakan oleh peneliti adalah jenis wawancara yang tidak terstruktur, yang berarti peneliti pertanyaan peneliti dapat berkembang dengan sendirinya seiring pelaksanaan wawancara dilakukan. Dengan memanfaatkan wawancara jenis ini, diharapkan peneliti dapat menjalin kedekatan dan memberikan kenyamanan kepada para nara sumber agar dapat menggali informasi secara mendalam.

Peneliti mewawancarai pengasuh, pengajar dan para santri yang berada di pesantren Al-Hasanul Mukmin Kepanjen, Malang dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai tradisi takzim santri terhadap kyai yang berada di pesantren tersebut.

G. Analisis Data

1. Data Reduction (Reduksi data).

Reduksi data adalah proses memperoleh data di lapangan dengan memilih hal-hal yang pokok dan membuang yang tidak perlu sesuai dengan tema peneliti. Setelah direduksi maka data akan dapat menjadi jelas.47

Metode ini peneliti lakukan untuk membuat rangkuman secara inti dari observasi dan wawancara yang sudah dilaksanakan kepada pengasuh, pengurus, dan juga santri yang menjadi informan penting

46 Umar Sidiq, Moh. Miftachul Choiri, Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan, (Ponorogo: CV. Nata Karya, 2019), 70-71.

47 Ibid., 86.

(6)

25

terhadap nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi takzim di pesantren Al-Hasanul Mukmin.

2. Date Display (Penyajian data).

Sesudah data direduksi, kemudian adalah penyajian data. Dalam penelitian kualitatif, menyajikan data dapat dilakukan dengan bentuk hubungan uraian singkat dari bagian-bagian penting. Dalam penyajian data biasanya yang paling sering digunakan untuk menyajikan data adalah teks yang berbentuk naratif.48

Peneliti menggunakan bentuk deskriptif dalam penyajian data tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi takzim di pesantren Al-Hasanul Mukmin. Agar peneliti serta pembaca bisa mudah untuk memahami gambaran yang telah dipaparkan oleh peneliti.

3. Data Conclution/Verification (Penarikan kesimpulan/ verifikasi.

Kesimpulan yang dapat berubah-ubah sesuai dengan hasil bukti- bukti temuan di lapangan. Dimana kesimpulan awal dapat berubah menjadi kesimpulan akhir apabila tidak ada temuan bukti-bukti kuat yang dapat meruntuhkan kesimpulan awal. Akan tetapi hal itu akan dapat berubah jika terdapat temuan-temuan baru yang memberikan klarifikasi terhadap kesimpulan awal.49

Peneliti memanfaatkan metode ini untuk dapat mengambil kesimpulan dari berbagai macam informasi tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi takzim di pesantren Al-Hasanul Mukmin.

H. Teknik Keabsahan Data 1. Uji Kreadibilitas.

48 Umar Sidiq, Moh. Miftachul Choiri, Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan, (Ponorogo: CV. Nata Karya, 2019), 89.

49 Ibid.., 91.

(7)

26

Kredibilitas dalam penelitian kualitatif juga dapat dikatakan validasi internal. Data dapat dikatakan kredibel jika apa yang ditemukan oleh peneliti sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.

Terdapat kategori di dalam menguji kepercyaan data pada penelitian kualitatif yaitu, pengamatan yang diperpanjang, ketekunan yang ditingkatkan, triangulasi, analisis kasus negaitif, bahan referensi serta member chek.50

a. Perpanjangan pengamatan.

Dengan menggunakan perpanjangan pengamatan diharapkan hubungan peneliti dengan para narasumber akan semakin akrab, semakin terbuka dan saling mempercayai, sehingga tidak ada yang disembunyikan lagi.51

b. Meningkatkan ketekunan.

Pengecekan yang kembali peneliti lakukan baik dari temuan hasil pengamatan secara berkelanjutan, kembali membaca beberapa referensi buku dan hasil dari penelitian dengan harapan wawasan yang dimiliki peneliti semakin tajam dan luas.52

c. Triangulasi.

Usaha yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kekuatan teoritis, metodologis ataupun interpretative dari penelitian kualitatif. Dengan melakukan pengcekan kembali terhadap data menggunakan beragam sumber, teknik serta waktu.53

d. Analisis kasus negatif.

Adalah kondisi dimana kasus atau data berbeda dengan hasil yang dilakukan oleh peniliti. Analisis ini bisa

50 Arnild Augina Mekarisce, “Tehnik Pemeriksaan Keabsahan Data Pada Penelitian Kualitatif Di Bidang Kesehatan Masyarakat,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. Vol. 12 Edisi.

3 (Agustus, 2020), 3-4.

51 Ibid., 4.

52 Ibid., 4.

53 Ibid., 4.

(8)

27

dilaksanakan dengan cara mencari data berbeda atau yang bertentangan.54

e. Menggunakan bahan referensi.

Bahan referensi merupakan bagian pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti secara autentik.55

f. Member check.

Adalah kesesuaian maksud daripada informan atau data agar informasi yang di dapat tidak bertentangan terhadap maksud dari informan.56

2. Uji Transferbilitas (Transferability)

Bagaimana sudut pandang pembaca dalam meletakkan sejauh mana hasil penelitian ini dapat diterapkan pada konteks maupun situasi sosial lainnya.57

3. Uji Dependabilitas (Dependability)

Bagaimana peneliti dapat membuktikan secara nyata serangkaian proses penelitian yang sudah dilakukan.58

4. Uji Konfirmabilitas (Confirmability)

Dalam peneltian kualitatif konfirmabilitas berarti peneliti dituntut harus transparan dalam mengungkapkan bagaimana proses pengambilan data melalui semua elemen-elemen yang terkait.59

54 Arnild Augina Mekarisce, “Tehnik Pemeriksaan Keabsahan Data Pada Penelitian Kualitatif Di Bidang Kesehatan Masyarakat,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. Vol. 12 Edisi.

3 (Agustus, 2020), 5.

55 Ibid., 6.

56 Ibid., 6.

57 Ibid., 6.

58 Ibid., 6.

59 Ibid., 6-7.

Referensi

Dokumen terkait

Dikeluarkannya Keputusan Presiden Noor 80 tahun 2003 pada satu sisi bertujuan agar pengadaan barang dan jasa pemerintah lebih efisien, efektif, transparan dan bersaing, adil dan

Rasio Aktivitas merupakan rasio yang dipakai untuk mengetahui sejauh mana perusahaan menggunakan sumberdaya yang dimiliki dalam meningkatkan aktivitas perusahaan, dimana

Berdasarkan pada tujuan penelitian ini yaitu merupakan penelitian yang deskriptif kualitatif yang terjadi pada peran kepemimpinan kepala sekolah dalam

Dalam hal terdapat perbedaan data antara DIPA Petikan dengan database RKA-K/L-DIPA Kementerian Keuangan maka yang berlaku adalah data yang terdapat di dalam database

Dalam penelitian ini akan dilakukan suatu analisis kefektivitasan kebijakan BLT menggunakan sebuah instrumen pemodelan dinamis yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan

Agar dapat menyalurkan air melalui saluran tersier dalam jumlah yang cukup dan tidak terjadi kehilangan air yang besar pada saluran atau untuk mendapatkan

Perselisihan atau sengketa yang akan dibahas dalam penulisan skripsi ini adalah perselisihan hasil Pilkada berdasarkan studi kasus Pilkada Kabupaten Dairi, yakni perselisihan

Hasil ini tidak sama dengan hasil penelitian yang dilakukan (Khan & Salim, 2020) yang menyatakan bahwa motivational factors memiliki pengaruh signifikan