• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEKONSTRUKSI JATI DIRI BANGSA MINANGKABAU.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DEKONSTRUKSI JATI DIRI BANGSA MINANGKABAU."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

DEKONSTRUKSI JATI DIRI BANGSA MINANGKABAU

Oleh: Fadillah

Nomor Kontrak: 001/ SP2H/PP/DP2M/III/2007

ABSTRAK

Penelitian ini mengunakan metode kualitatif positivisme, lebih tepatnya post-strukturalis dengan teori dekonstruksi “jejak” (trace) Jaques Derrida.

Dalam penelitian ditemukan dekonstruksi teks dan dekonstruksi jejak. Teks dan jejak tragedi jati diri tidak hanya pada bangsa Minangkabau tetapi juga untuk seluruh bangsa-bangsa di Indonesia. Tragedi itu adalah rekayasa politik kekuasaan dengan cara mengacaukan defenisi bangsa. Padahal Indonesia bukanlah sebuah bangsa tetapi multi-bangsa atau multi-nation. Koentjaraningrat mengukuhkan konsep “sukumulti-bangsa” yang merupakan konsep kamuplase politik kekuasaan sentralistik, bukan konsep realitas sosio-budaya antropologis.

Referensi

Dokumen terkait

casila untuk menguatkan karakter dan jati diri bangsa dengan didasari oleh: (a) integrasi kearifan lokal budaya jawa yang bersumber dari core value hormat, rukun,

Arus perubahan zaman terus terjadi. Salah satunya adalah dibidang Pendidikan. Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak statis, melainkan Pendidikan merupakan hal yang dinamis. Pendidikan selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Tentunya, hal ini membawa perubahan baik sistem maupun dalam landasan pendidikan. Tetapi, saat ini terdapat teori-teori serta kebijakan Pendidikan di Indonesia yang malah mengikuti teori-teori yang sudah ada. Untuk itu, perlu adanya penentuan landasan Pendidikan yang sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam tulisan-tulisannya. Penulisan karya ini berdasarkan dengan studi pustaka dengan menggunakan berbagai sumber yang relevan. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan dan mengidentifikasi pemikiranpemikiran Ki Hajar Dewantara sebagi tujuan akhirnya adalah ditemukannya sebuah solusi untuk kebijakan Pendidikan nasional yang sesuai dengan pribadi