• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH BAGI HASIL TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA BANK SYARIAH : Studi Pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH BAGI HASIL TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA BANK SYARIAH : Studi Pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia."

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

No. Daftar FPEB : 382/UN 40.7.DI/LT/2013

PENGARUH BAGI HASIL TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK

KETIGA BANK SYARIAH

(Studi pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Akuntansi

Oleh:

Kikim Mustaqimah

0900706

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

PENGARUH BAGI HASIL TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK

KETIGA BANK SYARIAH

(Studi pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia)

SKRIPSI

Oleh:

Kikim Mustaqimah NIM.0900706

Telah disetujui oleh :

Pembimbing,

Badria Muntashofi, S.Pd, M.Si NIP. 19800628 200501 2 001

Mengetahui, Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI

(3)

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI DAN BEBAS PLAGIARISME

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Lengkap : Kikim Mustaqimah

NIM : 0900706

Jurusan : Pendidikan Akuntansi FPEB UPI Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa skripsi yang berjudul :

Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Bank Syariah (Sudi pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia)

Adalah hasil karya saya sendiri.

Saya menyatakan pula bahwa saya tidak melakukan pengutipan sebagian atau seluruh gagasan, pemikiran, atau tulisan orang lain dengan cara-cara yang melanggar hukum dan etika penulisan karya ilmiah. Sebagian atau seluruh gagasan, pemikiran, atau tulisan orang lain yang saya kutip dalam skripsi ini telah saya cantumkan sumbernya dalam naskah skripsi dan daftar pustaka.

Atas pernyataan ini saya bersedia menerima sanksi apapun jika dikemudian hari ditemukan adanya bukti pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam skripsi ini atau jika ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian skripsi ini.

Bandung, Oktober 2013 Yang membuat pernyataan

(4)

PENGARUH BAGI HASIL TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA BANK SYARIAH

(Studi pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia)

Oleh

Kikim Mustaqimah NIM. 0900706

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Kikim Mustaqimah 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Oktober 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(5)

PENGARUH BAGI HASIL TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA BANK SYARIAH

(Studi Pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia)

Kikim Mustaqimah

Pembimbing : Badria Muntashofi, S.Pd, M.Si

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran bagi hasil Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia. 2) Gambaran penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia. 3) Pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia.

Penelitian ini dilakukan pada Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa telaah dokumen berupa laporan keuangan bank syari’ah pada tahun 2012. Teknik analisis yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Sebelum melakukan uji regresi linier sederhana, dilakukan uji linieritas untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Selain itu, menggunakan uji F untuk mengetahui keberartian regresi dan uji T untuk mengetahui keberartian koefisien regresi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi hasil berpengaruh terhadap penghimpunan dana pihak ketiga bank syari’ah. Berdasarkan uji F, diperoleh Fhitung (375,075) > Ftabel (5,12) pada = 1 dan = 9 dengan tingkat signifikansi (derajat kepercayaan) 0,05, artinya regresi tersebut berarti (signifikan). Selain itu, uji T menunjukkan bahwa Thitung (19,367 ) > Ttabel (2,2622) pada dk= (n-2) = 11 – 2 = 9 dengan taraf signifikansi (derajat kepercayaan) 0,05, sehingga koefisien bagi hasil berpengaruh positif terhadap penghimpunan dana pihak ketiga.

Implikasi dari hasil penelitian ini adalah Bank Umum Syari’ah di Indonesia hendaknya melakukan efektifitas pengelolaan dana pihak ketiga dengan memberikan dan meningkatkan profit (keuntungan) yang kompetitif sehingga Bank Umum Syari’ah dapat lebih menarik minat nasabah untuk menginvestasikan dananya pada Bank Umum Syari’ah.

(6)

THE INFLUENCE OF PROFIT SHARING TO THIRD FUNDING IN SHARIA BANK

(Studied in Sharia Banks Listed in Bank Indonesia)

Kikim Mustaqimah

Counsellor : Badria Muntashofi, S.Pd, M.Si

ABSTRACT

This study aims to determine: 1) Overview profit sharing in Sharia Banks listed in Bank Indonesia. 2) Overview third funding in Sharia Banks listed in Bank Indonesia. 3)The influence of profit sharing to third funding in Sharia Banks listed in Bank Indonesia.

This study was conducted on the Sharia Banks listed in Bank Indonesia. This study used a descriptive research which technique of data collection used document review in financial statements of Sharia Banks in 2012. The analysis technique used is simple linear regression. Before performing a simple linear regression test, performed linearity test to determine the relationship between the variables studied. Furthermore, using the F test to determine the significance of regression and T test to determine the significance the coefficients of regression .

The results showed that there is influence between the profit sharing to third funding in Sharia Bank. Based on the F test, obtained F value (375.075) > F table (5,12) at = 1 and = 9 with a significance level (confidence level) of 0.05, meaning that the regression is significant. Furthermore, T test showed that T value(19.367) > T table (2.2622) at df = (n-2) = 11-2 = 9 with a significance level (confidence level) of 0.05, indicated that there is positive influence between the profit sharing to third funding in Sharia Bank.

The implications of this research is Sharia Banks in Indonesia should conduct the effectivity of third funds management by providing and increasing competitive profit so Sharia Bank can attract more customers to invest their funds in Sharia Bank.

(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

UCAPAN TERIMA KASIH ... ii

ABSTRAK... iv

ABSTRACT...v

DAFTAR ISI ...vi

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 8

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Kegunaan Penelitian... 8

BAB II LANDASAN TEORI ... 10

2.1 Bank Syariah ... 10

2.1.1. Pengertian Bank Syariah...10

2.1.2. Karakteristik Bank Syariah ...12

2.1.3. Fungsi dan Peran Bank Syariah ...15

2.1.4. Sumber Dana Bank Syariah ...17

2.2 Bagi Hasil ... ...18

2.2.1. Pengertian Bagi Hasil ... 18

2.2.2. Nisbah ... 19

2.2.2.1. Pengertian Nisbah ... 19

2.2.2.2. Karakteristik Nisbah Bagi Hasil... 20

2.2.2.3. Penetapan Nisbah Bagi Hasil ... 21

2.2.3. Pola Bagi Hasil ... 22

2.2.4. Perbedaan Bagi Hasil dan Bunga ...23

(8)

2.2.6. Perhitungan Bagi Hasil dalam Penghimpunan Dana Bank

Syariah ...29

2.3. Penghimpunan Dana Bank Syariah ...34

2.3.1. Prinsip Penghimpunan Dana Bank Syariah ...34

2.3.2. Produk Penghimpunan Dana Bank Syariah ...50

2.3.2.1. Giro Syariah ...51

2.3.2.2. Tabungan Syariah ...56

2.3.2.3. Deposito Syariah ...59

2.4. Kajian Penelitian Terdahulu ...61

2.5. Kerangka Pemikiran ...65

2.6. Hipotesis ...68

BAB III METODE PENELITIAN ...70

3.1. Desain Penelitian ...70

3.2. Operasionalisasi Variabel ...71

3.3. Objek Penelitian dan Sumber Data ...72

3.4. Teknik Pengumpulan Data ...74

3.5. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis ...75

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...81

4.1 Gambaran Obyek Penelitian ...81

4.2 Deskripsi Hasil Penelitian ...81

4.2.1. Bagi Hasil ...81

4.2.2. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga ...86

4.3 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Penelitian ...92

4.3.1. Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia ...92

4.3.3.1. Uji Linieritas ...94

4.3.3.2. Regresi Linier Sederhana ...96

(9)

4.4. Pembahasan Hasil Penelitian ...101

4.4.1 Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia ...101

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...110

5.1. Kesimpulan ...110

5.2. Saran ... 111

DAFTAR PUSTAKA ...113

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Prosentase Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syari’ah Terhadap Total

DPK Perbankan Tahun 2009-2012 (dalam Milyar Rupiah) ...5

Tabel 2.1. Perbedaan Sistem Bunga dan Bagi Hasil ...24

Tabel 2.2. Tabel Distribusi Pendapatan (Bagi Hasil) ...31

Tabel 3.1. Operasionalisasi Variabel ...68

Tabel 3.2. Daftar Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia ...32

Tabel 4.1. Bagi Hasil DPK Bank Umum Syariah (BUS) yang terdaftar di Bank Indonesia Tahun 2012 ...82

Tabel 4.2. Urutan Bank Umum Syari’ah (BUS) yang Memberikan Bagi Hasil Paling Besar Kepada Nasabah Dana Pihak Ketiga ...86

Tabel 4.3. DPK yang dihimpun Bank Umum Syari’ah (BUS) yang terdaftar di Bank Indonesia Tahun 201...88

Tabel 4.4. Bagi Hasil dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syari’ah yang Terdaftar di Bank Indonesia ...93

Tabel 4.5. Coefficients ...97

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Sumber Dana Bank Umum Syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah Tahun

2012-2012 ...2

Gambar 1.2. Perubahan Marketshare Aset Industri Perbankan Syari’ah Terhadap Total Aset Perbankan ...4

Gambar 2.1. Sistem Operasional Bank Syari’ah ...16

Gambar 2.2. Skema Perhitungan Bagi Hasil DPK dalam Pengelolaan Penghimpunan dana ...33

Gambar 2.3. Skema Wadi’ah Yad Al-Amanat ...37

Gambar 2.4. Skema Wadi’ah Yad Adh-Dhamanah ...37

Gambar 2.5. Skema Mudharabah ...42

Gambar 2.6. Kerangka Pemikiran ...68

Gambar 2.7. Hubungan Antara Variabel ...68

Gambar 4.1. Bagi Hasil Bank Umum Syari’ah (BUS) yang terdaftar di Bank Indonesia ...83

Gambar 4.2. DPK yang dihimpun Bank Umum Syari’ah (BUS) yang terdaftar di Bank IndonesiaTahun 2012 ...89

Gambar 4.3. Komposisi (Giro Wadi’ah , Tabungan Wadi’ah, Tabungan Mudharabah, dan Deposito Mudharabah Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia Tahun 2012 ...90

Gambar 4.4. Histogram ...94

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Perkembangan perbankan syari’ah di Indonesia didorong oleh

sebagian masyarakat yang memandang bahwa dengan sistem konvensional ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keyakinan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam khususnya yang menolak adanya penetapan

imbalan dan penetapan beban yang dikenal dengan “bunga”. Selain itu, perbankan syari’ah dianggap lebih tahan terhadap krisis, hal ini dikarenakan

ketika terjadi krisis ekonomi dunia yang berdampak pada perekonomian Indonesia secara makro maupun mikro pada tahun 1997, bank syari’ah tetap

mampu bertahan ditengah krisis tersebut.

Perkembangan perbankan syari’ah dinilai cukup pesat. Menurut statistik Perbankan Indonesia, No. 6 Mei 2012, industri perbankan syari’ah

telah memiliki jaringan sebanyak 11 Bank Umum Syari’ah (BUS), 24 Unit Usaha Syari’ah (UUS), dan 155 BPRS, dengan total jaringan kantor mencapai

2.380 kantor yang tersebar di hampir seluruh penjuru nusantara. Total aset perbankan syari’ah mencapai Rp.149,3 Triliun (BUS & UUS Rp. 145,6 triliun dan BPRS Rp. 3,7 triliun) atau tumbuh sebesar 51,1 % dari posisi

(13)

2

Pertumbuhan setiap bank sangat dipengaruhi oleh perkembangan kemampuannya menghimpun dana dari masyarakat, baik berskala kecil

maupun besar. Sebagai lembaga keuangan, dana merupakan masalah bank yang paling utama. Tanpa dana yang cukup, bank tidak dapat berbuat

apa-apa, atau dengan kata lain bank tidak dapat berfungsi sama sekali.

Gambar 1.1.

Sumber Dana Bank Umum Syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah Tahun 2011-2012

Sumber : www.bi.go.id

Berdasarkan grafik diatas, proporsi Dana Pihak Ketiga (DPK)

memiliki porsi terbesar dalam sumber dana Bank Umum dan Unit Usaha Syari’ah 2011-2012 yaitu sebesar 87,50% di tahun 2011 dan 67,52% di tahun

2012.

Berdasarkan data empiris, dana yang berasal dari pemilik bank itu sendiri, ditambah dengan cadangan modal yang berasal dari akumulasi

(14)

3

dari total aktiva bank. Di Indonesia rata-rata jumlah modal dan cadangan yang dimiliki oleh bank-bank belum pernah melebihi 4% dari total aktiva. Ini

berarti bahwa sebagian besar modal kerja bank berasal dari masyarakat, lembaga keuangan lain dan pinjaman likuiditas dari bank sentral (Maski,

2010:43).

Kegiatan penghimpunan dana perbankan syari’ah itu sendiri mengalami peningkatan yang cukup pesat selama periode 2011 sampai

dengan akhir Januari 2012, dana pihak ketiga (DPK) perbankan syari’ah meningkat 51,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Perbankan syari’ah

nasional pada tahun 2011-2012 masih berada dalam fase high-growth-nya. (Sumber: www.bi.go.id). Dibawah ini merupakan grafik DPK Bank syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah tahun 2011-2012 dengan rata-rata mengalami

pertumbuhan.

Sekalipun perkembangan perbankan syari’ah cukup pesat, namun total

(15)

4

Gambar 1.2.

Perubahan Marketshare Aset Industri Perbankan Syari’ah Terhadap Total Aset Perbankan

Sumber : www.bi.go.id (data diolah)

Rendahnya aset perbankan syari’ah di Indonesia bila dibandingkan perbankan konvensional ini dikarenakan Dana Pihak Ketiga (DPK) di

perbankan syari’ah masih jauh di bawah perbankan konvensional. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini.

Tabel 1.1.

Prosentase Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syari’ah terhadap Total DPK Perbankan Tahun 2009 – 2012 (dalam Milyar Rupiah)

Keterangan/Tahun Des 2009 Des 2010 Des 2011 Des 2012 DPK Bank Umum

Konvensional

1.638.454 1.990.518 2.398.474 2.366.656

DPK Bank Umum dan Unit Usaha Syari’ah

50.226 72.807 115.415 147.512

Total DPK di Perbankan

1.688.680 2.063.325 2.513.889 2.514.168

Prosentase DPK Bank Syari’ah

2,97 % 3,53 % 4,60 % 5,87 %

(16)

5

Rendahnya DPK bank syari’ah dibandingkan bank konvensional

sangat penting untuk diteliti. Karena menurut Adiwarman Karim dan Adi

Zakaria Affif dari Karim Bussiness Consulting, segmentasi nasabah perbankan syari’ah di Indonesia terbagi menjadi 3 segmen, yaitu syari’ah

loyalist market, floating market dan conventional loyalist market. Segmen

loyalitas syari’ah dan loyalitas konvensional merupakan kelompok nasabah

yang memilih menggunakan jasa suatu perbankan lebih disebabkan oleh

faktor keyakinan. Sedangkan floating market memilih menggunakan jasa suatu perbankan lebih disebabkan oleh faktor kualitas layanan dan keuntungan yang ditawarkan. Sehingga bila bank syari’ah tidak memberikan

keuntungan bagi hasil yang kompetitif, dimungkinkan akan terjadi pemindahan dana dari bank syari’ah ke bank konvensional, sehingga DPK bank syari’ah akan semakin kecil. Bila hal ini terus terjadi dalam jangka

waktu yang lama, maka bank syari’ah tidak dapat memenuhi kebutuhan

dananya. Akhirnya akan mengganggu kinerja bank syari’ah secara keseluruhan.

Teori yang menjelaskan langsung faktor-faktor yang mempengaruhi

penghimpunan dana pihak ketiga bank syari’ah sulit ditemukan karena trend perbankan syari’ah di Indonesia itu sendiri baru berkembang setelah krisis

1997. Namun berbagai penelitian empiris dapat dijadikan pijakan. Menurut Ulfah (2010), kenaikan jumlah DPK disebabkan karena beragamnya

(17)

6

pelayanan bank syari’ah, akan menyebabkan pertumbuhan jumlah DPK bank

itu sendiri.

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Haron dan Azmi (2005), mereka menggunakan variabel-variabel makro ekonomi seperti

lending rate, inflasi, indeks komposit, GDP, dan jumlah uang beredar dalam

mempengaruhi jumlah dana pihak ketiga bank syari’ah. Hal ini juga sejalan dengan Hasibuan (2006) yang menyatakan bahwa selain dipengaruhi oleh

faktor-faktor internal bank itu sendiri, kinerja perbankan syari’ah juga dipengaruhi oleh indikator-indikator moneter dan finansial. Dalam penelitian

ini, peneliti menggunakan faktor internal berupa bagi hasil dalam mempengaruhi penghimpunan dana pihak ketiga bank syari’ah.

Menurut Adiwarman (2004: 107) bahwa “dalam penghimpunan dana

masyarakat, bank syari’ah menerapkan prinsip wadi’ah dan mudharabah.

Prinsip mudharabah merupakan prinsip yang akan menjelaskan pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan dana pihak ketiga bank syari’ah. Inti dari

prinsip tersebut adalah terletak pada kerjasama yang baik antara shahibul maal dan mudharib, dimana kedua belah pihak tidak akan mendapatkan

bunga, tetapi mendapatkan bagi hasil atau profit dan loss sharing dari proyek ekonomi yang disepakati bersama.

(18)

7

keuntungan dan kerugian bersama. Menurut Adiwarman (2004:76) dalam

kontrak ini berlaku keuntungan sebagai berikut:

“Bila bisnis untung maka pembagian keuntungannya didasarkan menurut nisbah bagi hasil yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang bercampur. Bila bisnis rugi, maka pembagian kerugiannya didasarkan menurut porsi modal masing-masing pihak yang bercampur.”

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk

melakukan penelitian mengenai pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan dana bank syari’ah. Objek yang diteliti adalah bank umum syari’ah yang

terdaftar di Bank Indonesia. Menurut Undang-Undang No.10 Tahun 1998, bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/ atau berdasarkan prinsip syari’ah yang dalam kegiatannya

memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Peneliti mengambil objek bank umum syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia karena laporan

keuangan bank tersebut telah di publikasikan pada situs Bank Indonesia. Selain itu, untuk menyetarakan kedudukan dengan bank umum konvensional yang menjadi fenomena pada penelitian ini. Sehingga judul pada penelitian

ini adalah “PENGARUH BAGI HASIL TERHADAP PENGHIMPUNAN

DANA PIHAK KETIGA BANK SYARI’AH (STUDI PADA BANK

(19)

8

a. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan

dijadikan pedoman penelitian kami adalah :

1. Bagaimana gambaran bagi hasil Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank

Indonesia.

2. Bagaimana gambaran penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia.

3. Bagaimana pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia.

b. Maksud Dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud dan tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui gambaran bagi hasil Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia.

2. Untuk mengetahui gambaran penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia.

3. Untuk mengetahui pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan Dana Pihak

Ketiga (DPK) Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank Indonesia.

c. Kegunaan Penelitian

a. Teoritis

(20)

9

1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman pada penulis tentang pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan dana bank syari’ah.

2. Memberikan gambaran mengenai muamalah berdasarkan hukum Islam, yaitu berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Dalam hal ini digambarkan

dalam prinsip bagi hasil dalam mengelola produk penghimpunan bank syari’ah.

3. Diharapkan dapat menjadi masukan sebagai bahan kajian lebih lanjut bagi

para ilmuan/ pemerhati/ akademisi yang ingin mendalami maupun yang sedang mempelajari perbankan syari’ah terutama dalam prinsip yang

digunakan bank syari’ah dalam operasionalnya.

4. Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan bagi pihak yang tertarik

untuk membandingkan antara bagi hasil dengan suku bunga dalam mempengaruhi penghimpunan dana nasabah.

b. Praktis

Penelitian ini diharapkan sebagai media pengembangan dan aplikasi

ilmu pengetahuan mengenai teori bagi hasil yang penulis dapat di bangku kuliah pada mata kuliah perbankan syari’ah. Selain itu, sebagai bahan masukan bagi bank syari’ah untuk memecahkan masalah dalam penentuan

bagi hasil yang dapat menimbulkan minat bagi nasabah atau deposan (shahibul maal) untuk menginvestasikan dananya di bank syari’ah.

(21)

70

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Menurut Mardalis (2009: 24) mengemukakan bahwa:

Desain penelitian merupakan suatu cara teknis yang dilakukan dalam proses penelitian sebagai upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran.

Berdasarkan sifat-sifat masalah, rancangan penelitian ini dikategorikan ke

dalam penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Dimana tujuan dari

penelitian deskriptif yaitu membuat suatu deskripsi, gambaran, atau lukisan yang sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta – fakta, sifat – sifat serta hubungan

antara fenomena yang diselidiki.

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 22) langkah-langkah penelitian deskriptif adalah:

Mengkategorikan langkah-langkah penelitian yaitu dimulai dari memilih masalah, studi pendahuluan, merumuskan masalah, merumuskan anggapan dasar-hipotesis, memilih pendekatan, menentukan variabel dan sumber data, menentukan dan menyusun instrumen, mengumpulkan data, analisis data, menarik kesimpulan, serta menulis laporan.

Pada penelitian ini, penulis menerapkan langkah-langkah penelitian yang mencakup proses sebagai berikut :

(22)

71

b. Menetapkan judul yang akan diteliti, yaitu pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah, studi kasus pada bank

syariah yang terdaftar di Bank Indonesia.

c. Menetapkan masalah-masalah yang akan dibahas.

d. Memilih serta menentukan pengukuran variabel, pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dengan skala rasio.

e. Pelaporan hasil penelitian. Yaitu mendeskripsikan bagi hasil yang diterima

nasabah penyimpan dana dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia. Selain itu menggambarkan

pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia tersebut.

3.2. Operasionalisasi Variabel

Menurut Wirartha (2006:220) variabel diartikan sebagai segala sesuatu

yang akan menjadi objek pengamatan penelitian, atau dapat pula diartikan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.

Setelah variabel diidentifikasi, maka variabel tersebut perlu didefinisikan

secara operasional. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan dan dapat diamati. Dalam penelitian ini,

(23)

72

Tabel 3.1 : Operasionalisasi Variabel

VARIABEL INDIKATOR SKALA

Bagi Hasil (X)

Bagi hasil yang diberikan

mudharib/

pengelola dana (bank) kepada

shahibul maal/

pemilik dana (nasabah pemilih dana)

Skala Rasio

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (Y)

Penjumlahan dari total simpanan giro, tabungan dan deposito.

Skala Rasio

3.3. Objek Penelitian dan Sumber Data

Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing bank syariah yang bersumber dari situs resmi Bank Indonesia. Penelitian ini akan dilakukan pada laporan keuangan tahun 2012. Di bawah ini merupakan daftar

(24)

73

Tabel 3.2

Daftar Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bank Indonesia

NO. NAMA BANK ALAMAT KANTOR PUSAT

BUSN DEVISA

1

BNI Syariah Jl. Jend. Sudirman Kavling 1

Jakarta pusat

2

Bank Muamalat Indonesia Arthaloka Building

Jl.Jend.Sudirman No 2 Jkt 10220

3

Bank Syariah Mandiri Gd. Bank Syariah mandiri, Jl.

Mh.Thamrin No.5, Jkt

4

Bank Syariah Mega Indonesia Mega Tower,Jl.Kapten

Tandean No.12-14,Mampang Prapatan,Jkt

BUSN NON DEVISA

1

BCA Syariah Jl.Jatinegara Timur No 72,

Jakarta

2

BRI Syariah Jl Abdul Muis No. 2-4 Jakarta

Pusat

3

BJB Syariah Jl. Pelajar Pejuang 45 no. 54

Bandung

4

Bank Panin Syariah Jl. Letjend S. Parman kav. 91

Slipi Jakarta Barat 11420

5

Bank Syariah Bukopin Jl Salemba Raya No 55 JakPus

10440

6

Bank Victoria Syariah Jl.Rs Fatmawati No 85 A

Jakarta 12150 BANK CAMPURAN

1

Bank MayBank Syariah Indonesia Menara BCD Lt.17

Jl.Jend.Sudirman Kav 26 Jakarta 1

Sumber: Bank Indonesia

Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder. Pengertian data sekunder menurut Hasan (2002: 82) adalah “data yang diperoleh

atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.” Dengan kata lain data ini diperoleh peneliti secara tidak langsung

(25)

74

umum syariah di situs Bank Indonesia dan situs resmi bank syari’ah yang

bersangkutan.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Agar penelitian mempunyai kualitas yang cukup tinggi maka baik teknik maupun alat pengumpulan harus reliabel (handal) dan valid (sahih). Maka dalam

memperoleh jawaban dari rumusan masalah penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data telaah dokumen.

Dalam melakukan telaah dokumen, peneliti mengumpulkan

dokumen-dokumen laporan keuangan bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia baik dari laporan keuangan publikasi bank umum syariah di situs bank Indonesia dan

situs resmi bank yang bersangkutan.

Menurut Daniel (2003:114), data dalam penelitian ini termasuk ke dalam jenis data sekunder dengan sumber primer, karena tanggung jawab terhadap

pengumpulan data dan penerbitannya berada dalam satu tangan. Data dapat diperoleh dengan mengakses situs resmi Bank Indonesia pada http://www.bi.go.id

(26)

75

3.5.Teknik Pengolahan Data dan Pengujian Hipotesis

1. Teknik Pengolahan Data

“Pengolahan data penelitian yang sudah diperoleh dimaksudkan sebagai

suatu cara mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dan ditafsirkan” Wirartha (2006: 259). Namun sekalipun data penelitian telah diolah

sedemikian rupa, tetapi pada umumnya belum dapat memberikan informasi yang diinginkan. Oleh karena itu analisis data merupakan bagian yang sangat penting

dalam memecahkan masalah penelitian, sekaligus menjawab hipotesis dan

mencapai tujuan penelitian.

Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah:

1. Mengumpulkan data yang diperlukan berupa laporan keuangan Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia

2. Mengelompokkan data berdasarkan variabel-variabel yang akan diteliti

3. Mentabulasi data berdasarkan variabel-variabel yang akan diteliti 4. Menyajikan data tiap variabel yang diteliti

5. Menghitung uji linieritas, uji regresi sederhana, dilanjutkan dengan uji keberartian regresi menggunakan uji F, apabila menunjukkan regresi berarti, kemudian menguji keberartian koefisien regresi dengan memakai uji T.

6. Menarik kesimpulan.

a. Uji Linieritas

(27)

76

menyajikan data yang diketahui dengan menggunakan grafik yang biasa disebut dengan diagram pencar. Untuk mengujinya dapat dilihat pada gambar diagram

pencar (scatter plot) dengan menggunakan grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual dari hasil pengolahan SPSS Versi 16.0.

Diagram ini melukiskan titik-titik pada bidang ( ) yang tiap titik

ditentukan oleh setiap pasang ( ). Menurut (Sudjana, 2005: 313) :

“Jika letak titik-tik itu sekitar garis lurus, maka cakupan beralasan untuk menduga regresi linier. Jika letak titik-titik sekitar garis lengkung, wajarlah untuk menduga regresi nonlinier. Apabila terdapat gejala bahwa titik-titik data menyebar sekitar garis lurus, maka variabel-variabel tersebut memiliki hubungan linier baik itu linier positif ataupun negatif. Sebaliknya, apabila tidak terdapat gejala bahwa titik-titik data tidak menyebar sekitar garis lurus maka variabel-variabel tersebut tidak memiliki hubungan.”

Oleh karena itu, apabila titik-titik sebaran data berada sekitar garis linier,

dapat disimpulkan variabel dalam penelitian ini memiliki hubungan sehingga bisa dilanjutkan pada perhitungan untuk mengetahui arah pengaruh variabel dengan menggunakan analisis regresi sederhana.

b. Analisis Regresi Linier Sederhana

Menurut Sudjana (2001: 200) :” analisis regresi adalah mempelajari hubungan yang ada diantara variabel-variabel sehingga dari hubungan yang diperoleh kita dapat menaksir variabel yang satu apabila harga variabel lainnya diketahui.”

(28)

77

Dimana :

̂ = Subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan

a = Harga ̂ ketika harga X = 0 (harga konstan)

b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan atau

penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan variabel

independen. Bila (+) arah garis naik, dan bila (-) maka arah garis akan turun.

Atau dengan kata lain bila b positif, maka garis regresinya condong ke

sebelah kanan dan ini mengakibatkan rata-rata pertambahan Y untuk setiap unit X yang bertambah. Untuk b negatif, condongnya garis regresi itu ke sebelah kiri dan nilai b ini menyatakan rata-rata berkurangnya Y untuk setiap

pertambahan X.

X = Subjek pada variabel independen yang mempunyai nila tertentu.

Rumus perhitungan koefisien :

a = ∑ ∑ ∑ ∑ ∑

b = ∑ ∑ ∑

keterangan :

n = Jumlah sampel yang diteliti

X = variabel independen

(29)

78

2. Pengujian Hipotesis

a. Uji Signifikansi F (Keberartian Regresi)

Uji signifikansi F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variable dependen. Untuk F hitung diperoleh

dengan bantuan SPPS Versi 16.0. Sedangkan untuk menentukan F tabel dapat dilihat pada tabel statistik pada tingkat signifikansi 0,05 dengan df 1 (jumlah variabel-1), df 2 (n-k-1) dengan n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel

independen.

Hipotesis untuk uji F tersebut diuraikan sebagai berikut :

: β ≤ 0, Regresi tidak berarti

: β > 0, Regresi berarti

Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

1. Jika F hitung ≤ F tabel maka diterima, artinya regresi tidak berarti

2. Jika F hitung > F tabel maka ditolak, artinya regresi berarti

(Priyatno, 2012: 138)

b. Uji T (Pengujian dengan Koefisien Regresi Parsial)

Uji hipotesis T bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap

variabel Y dengan pengujian koefisien regresi, dapat dirumuskan sebagai berikut :

H0 : β ≤ 0, bagi hasil tidak berpengaruh positif terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK)

(30)

79

Untuk menguji hipotesis dapat diuji dengan menggunakan rumus uji t yang bertujuan untuk menguji keberartian koefisien regresi. Uji t dilakukan melalui

persamaan:

(Sudjana, 2003:31) Dimana:

t: Uji hipotesis b: koefisien regresi

Sb : standar error dari b

Dalam penelitian ini, Untuk F hitung diperoleh dengan bantuan SPPS Versi 16.0. Sedangkan F tabel, Dapat dilihat dari tabel statistik, Dengan taraf

signifikansinya, yaitu α: 0,05 atau 5% dan dk= (n-2).

Adapun pengujiannya adalah sebagai berikut.

(31)

110

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari pembahasan mengenai pengaruh bagi hasil terhadap penghimpunan dana bank syari’ah (studi pada Bank Umum Syari’ah yang terdaftar di Bank

Indonesia), maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut.

1. Bank Umum Syari’ah (BUS) yang memberikan bagi hasil yang paling tinggi

adalah Bank Syari’ah Mandiri. Sedangkan yang paling rendah adalah Bank

MayBank Syari’ah. Bagi hasil yang diberikan Bank Umum Syari’ah di

Indonesia kepada nasabah/deposan bervariasi, karena rentang antara jumlah

bagi hasil Bank Syari’ah Mandiri dan Bank MayBank Syari’ah sangat besar.

2. Produk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang digunakan Bank

Umum Syari’ah di Indonesia terdiri dari : giro wadi’ah, tabungan wadi’ah,

tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah. Kecuali Bank Victoria

Syari’ah dan Bank MayBank Syari’ah Indonesia tidak menggunakan produk

penghimpunan dana pihak ketiga berupa tabungan wadi’ah. Produk yang

paling diminati oleh nasabah Bank Umum Syari’ah adalah deposito

mudharabah, disusul oleh tabungan mudharabah, giro wadi’ah dan tabungan

wadi’ah. Adapun Bank Umum Syari’ah yang memiliki jumlah deposito

mudharabah paling besar adalah Bank Muamalat Indonesia, tabungan

(32)

111

3. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara bagi hasil dan

penghimpunan dana pihak ketiga bank syari’ah. Semakin besar bagi hasil

yang diberikan kepada nasabah akan semakin membuat jumlah dana pihak

ketiga yang dihimpun bank Syari’ah meningkat pula. Begitu pun ketika bagi

hasil yang diberikan kepada nasabah semakin kecil, maka dana pihak ketiga

yang dihimpun bank Syari’ah pun akan menurun.

5.2. Saran

Setelah mengamati dan menganalisa hasil penelitian, terdapat beberapa hal yang menjadi masukan.

1. Bank Umum Syari’ah hendaknya melakukan efektifitas pengelolaan dana

pihak ketiga, terutama bagi BUS yang total bagi hasil yang diberikan kepada nasabah masih sangat kecil. Karena besarnya keuntungan bagi hasil yang

diperoleh nasabah akan menimbulkan minat bagi nasabah untuk menginvestasikan dananya pada Bank Umum Syari’ah.

2. Selain bagi hasil, bank syari’ah harus memperhatikan faktor keyakinan yang mendasari nasabah loyalitas dalam menginvestasikan dananya. Selain itu, faktor-faktor lainnya yang ditemukan di lapangan

3. Bagi penelitian selanjutnya, sebaiknya menggunakan variabel bebas selain bagi hasil dalam mempengaruhi jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun.

(33)

112

4. Bagi peneliti selanjutnya yang menggunakan bagi hasil sebagai variabel bebas, untuk mencoba menemukan teori yang menyatakan bahwa

penghimpunan dana pihak ketiga dipengaruhi oleh bagi hasil.

5. Bagi peneliti berikutnya, diharapkan menggunakan variabel terikat yang lebih

sempit, misalnya memilih salah satu dari produk penghimpunan dana baik giro, tabungan maupun deposito. Sehingga hasil penelitiannya lebih mendalam.

6. Objek penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan deret angka tahun (time series), sehingga dapat dilihat kecendrungan tiap tahun dari variabel bebas dan

(34)

113

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku :

Antonio, Muhammad Syafi‟i. (2001). Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani

Aziz, Amin M. (1996). Mengembangkan Bank Islam di Indonesia. Jakarta: Penerbit Bangkit.

Daniel, Moehar. (2003). Metode Penelitian Sosial Ekonomi. Jakarta: PT Bumi Aksara

Dendawijawa, Lukman. (2005). Manajemen Perbankan Edisi 2. Jakarta: GHALIA INDONESIA

Dendawijawa, Lukman. (2009). Manajemen Perbankan. Jakarta: GHALIA INDONESIA

Ghazali, Imam. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: UNDIP

Hakim, Atang Abd. (2011). Fiqh Perbankan Syariah: Transformasi Fiqih Muamalah ke dalam Peraturan Perundang-Undangan. Jakarta: Refika Aditama.

Hasan, M. Iqbal. (2002). Pokok-Pokok Materi Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hasan, M. Iqbal. (2001). Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif). Jakarta: Bumi Aksara.

Hendi, Suhendi. (2005). Fiqh Muamalah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Karim, Adiwarman. (2009). Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta:

Rajawali Pers.

Karim, Adiwarman. (2004). Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Kasmir. (2004). Pemasaran Bank. Jakarta: Pernada Media Group

Kasmir. (2008). Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Mardalis. (2009). Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. PT Bumi

Aksara: Jakarta

(35)

114

Muthaher, Osmad. (2012). Akuntansi Perbankan Syariah. Jakarta: Graha Ilmu. N, Lapoliwa dan Daniel S. Kuswandi. (2000). Akuntansi Perbankan Akuntansi

Transaksi Bank dalam Valuta Asing. Jakarta : Institut Bankir Indonesia.

Nopirin. (2002). Ekonomi Moneter edisi ke empat. Yogyakarta: BPFE

Priyatno, D. (2012). Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 20. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET

Rasyid, Sulaiman. (1976). Fiqh Islam. Jakarta: Attahiriyah

Sevilla Consuelo, dkk.(1993). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta:UI-Press Sudjana. (2003). Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Sudjana. (2005). Statistika untuk Ekonomi dan Niaga. Bandung: Tarsito Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: CV.Alfabeta

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suharsmi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Trimeka Cipta

Umar, Husein. (2004). Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wibowo, Edy dan Hendy Widodo. (2005). Mengapa Memilih Bank Syariah. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Wirartha, I Made. (2006).Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. CV ANDI OFFSET: Yogyakarta

Wiroso. (2005). Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah. Jakarta: PT. Grasindo.

Sumber Tesis :

Farikh, N. (2007). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah dan Konvensional di Indonesia. Tesis. Jakarta: PSKTTI UI.

(36)

115

dan Unit Usaha Syariah di Indonesia).Tesis. Bandung: Universitas Padjajaran.

Sumber Skripsi :

Anniswah, Lina. (2011). Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil Terhadap Volume Deposito Mudharabah (Studi pada Bank Muamalat Indonesia tahun 2009-2011). Skripsi. Semarang: Institut Agama Islam Negeri Walisongo.

Budiati, A.N. (2007). Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Tingkat Bagi Hasil Terhadap Pendanaan Pada Bank Muamalat Indonesia. Skripsi. Jakarta: FEUI

Rio Irawan, Erik . (2006). Pengaruh Tingkat Bagi Hasil dan Suku Bunga Terhadap Simpanan Mudharabah. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Rizqiana, Rizqa. (2010). Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Jumlah Dana Deposito Syariah Mudharabah Yang Ada Bank Syariah Mandiri. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Taqwa Audiansyah, Muhammad. (2008). Pengaruh Ekuivalen Rate Terhadap Tabungan Mudharabah Pada BTN Syariah. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Ulfah, M. (2010). Analisa perkembangan Asset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan pembiayaan Perbankan Syariah di Indonesia. Skripsi: Universitas Gunadarma.

Sumber Jurnal:

Ahmad Siddiqui, Shamim. “Establishing the Need and Suggesting a Strategy to Develop “Profit and Loss Sharing Islamic Banking”. Journal of Islamic Economics, Banking and Finance. Volume E-6 Number-4. [online]. Tersedia : http://ibtra.com/pdf/journal/v6_n4_article2.pdf

Annisah, Nur.(2013). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Deposito

Mudharabah Bank Syariah.” Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi. Volume 1 Nomor 2, Maret 2013.

Fitriah, Eliza dan Nur S.Buchori. (2011). “Pengaruh Nisbah Bagi Hasil terhadap Penghimpunan Dana Bank syariah (Studi Kasus Pada Produk Tabungan di BPR Syariah Kota Bekasi).” Maslahah. Volume 2, No. 2, Agustus 2011. Haron, S. Dan N.Ahmad (2000). “The Effects of Conventional Interest Rate and

(37)

116

Haron, S. Dan W. N. W. Azmi 2005. Measuring Depositors. Of Malaysian Islamic Banking System: A Co-integration Approach.” Proceeding 6th International Conference On Islamic Economic and Finance Vol.2.

Hassan, Zubair. (2010). “ Profit Sharing Ratio in Mudharaba Contract.” International Journal of Banking and Finance. Volume 7: Iss 1, Article 1. [online]. Tersedia : http://epublications.bond.edu.au/ijbf/vol7/iss/1

Maski, Ghozali. (2010). “Analisis Keputusan Nasabah Menabung : Pendekatan Komponen dan Model Logistik Studi pada Bank Syariah Malang.” Journal of Indonesian Applied Economics. Volume 4 Nomor 1 Mei 2010, 43-57.

Mettawa, S.A., and Almossawi, M. (1997). „Bankir Behaviour Of Islamic Bank Customer: Perspektives and Implications., International Journal of Banking Marketing, Vol 16, no 7, pp 299-313

Pertiwi, Dita dan Haroni Doli. (2012). “ Analisis Minat Menabung Masyarakat pada Bank Muamalat di Kota Kisaran.” Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Volume 1, Nomor 1, Desember 2012.

Putra, Adityasmono. “Analisis Penerapan Akuntansi Syariah Sistem Bagi Hasil dalam Program Tabungan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Gresik.” Tersedia : http://ejournal.unesa.ac.id.article/485/57/article.pdf

Rifadin.”Tinjauan Deskriptif Sistem Pembagian Hasil Bank Syariah dengan Bank Konvensional.” Jurnal Eksis. Volume 6 Nomor 1, Maret 2010: 1267-1266. Sugianto Wangsa. (2011). “ Analisis Pengukuran, Pengklasifikasian, dan

Pengakuan Pendapatan pada Bank Konvensional dan Bank Syariah.” Jurnal Ilmiah Akuntansi. No. 06 Tahun Ke-2 September – Desember 2011.

Sumber Makalah:

Alamsyah, Halim. (2012). Perkembangan dan Prospek Perbankan Syariah Indonesia : Tantangan dalam Menyongsong MEA 2015. Jakarta: Bank Indonesia.

Ratnawati, Anny, dkk. (2000). Bank Syariah, Potensi, Preferensi & Prilaku Masyarakat di Wilayah Jawa Barat. Bogor: Lembaga Penelitian IPB.

(38)

117

Fatwa Dewan Syari‟ah Nasional Nomor 01/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Giro

Fatwa Dewan Syari‟ah Nasional Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000 Tentang

Tabungan

Fatwa Dewan Syari‟ah Nasional Nomor 03/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Deposito

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). (2002). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.59. Akuntansi Perbankan Syariah. Jakarta: IAI. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). (2007). Pernyataan Standar Akuntansi

Keuangan (PSAK) No. 105. Akuntansi Mudharabah. Jakarta: IAI

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). (2007). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 106. Akuntansi Musyarakah. Jakarta: IAI

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah

Sumber Internet:

www.bi.o.id (14 Mei 2013)

http://www.bi.go.id/biweb/Templates/Statistik/Default_Bank_Umum_Syariah_ID .aspx?NRMODE=Published&NRNODEGUID={238591E4-C5AF-494E-

987D-0E18629A73E2}&NRORIGINALURL=%2fweb%2fid%2fPublikasi%2fLa poran%2bKeuangan%2bPublikasi%2bBank%2fBank%2fBank%2bUmum% 2bSyariah%2f&NRCACHEHINT=Guest (16 Mei 2013)

http://www.muamalatbank.com (16 Mei 2013)

Gambar

Tabel 4.2. Urutan Bank Umum Syari’ah (BUS) yang Memberikan Bagi Hasil Paling Besar Kepada Nasabah Dana Pihak Ketiga ...............................86
Gambar 1.1.
Tabel 1.1.
Tabel 3.1 : Operasionalisasi Variabel
+2

Referensi

Dokumen terkait

a) Penerimaan: penerimaan orang tua terhadap anaknya diwujudkan dalam bentuk perhatian, kehangatan, kasih sayang, akan memberikan sumbangan yang berarti bagi berkembangnya

Sistem yang dirancang dengan metode LBP dan ekstraksi ciri statistik orde pertama dan orde kedua, serta metode klasifikasi KNN dapat digunakan untuk mendeteksi

Dalam hal ini peneliti akan mengadakan sebuah observasi berkaitan dengan pendidikan formal yaitu melakukan sebuah Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar dalam upaya

Kesimpulan : Hasil pengkajian pemberian terapi terapi okupasi menggambar selama 1 minggu dilakukan kepada klien dengan halusinasi didapatkan hasil bahwa

KELOMPOK KERJA GURU (KKG) MADRASAH IBTIDAIYAH KECAMATAN GENUK KOTA

Waktu yang dibutuhkan untuk proses enkripsi cenderung lebih lama dibandingkan waktu yang dibutuhkan untuk proses dekripsi, dan semakin panjang kunci yang digunakan maka

Dalam sebuah penelitian, teknik pengambilan sampel digunakan untuk mempermudah peneliti dalam mendefinisikan sebuah populasi dengan cara yang tepat dan dapat dengan

Berdasarkan hasil pengujian dan analisis pada identifikasi typographical error pada dokumen bahasa Indonesia menggunakan metode N-gram dan Levenshtein Distance dapat