• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

13

III. METODOLOGI PENELITIAN

A. PELAKSANAAN PENELITIAN

1. Waktu dan Tempat

Penelitian dilaksanakan di PT PG Rajawali II Unit PG Subang, Kecamatan Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Tempat penelitian merupakan industri gula yang merupakan suatu industri bergerak pada bidang agroindustri dengan bahan baku tebu (Saccharum officinarum). Waktu pelaksanaan dilakukan selama dua bulan terhitung mulai bulan Mei - Juni 2012.

2. Jenis dan Sumber Data

Target pengambilan data adalah bagian-bagian dari industri gula yang diperkirakan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Pengukuran emisi GRK dilakukan dengan pengumpulan data primer dan sekunder dari industri gula yang bersangkutan. Data primer merupakan data yang didapat dari hasil wawancara langsung dengan orang yang ahli di bidang gula berbasis tebu dan penggunaan energi serta observasi lapang di beberapa industri gula tebu sementara data sekunder berupa data penggunaan energi seperti bahan bakar boiler, listrik, LPG, solar dan peralatan yang digunakan selama tahapan proses produksi.

3. Metode Pengumpulan Data

a. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data sekunder yang telah didapatkan dari pihak-pihak terkait, buku-buku acuan, jurnal, dan literatur lainnya. Selain itu, studi pustaka juga dilakukan untuk menunjang atau memenuhi data yang kurang dari observasi lapangan. Studi pustaka pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permodelan perhitungan emisi gas rumah kaca yang biasa dilakukan serta mengetahui dampak dari emisi dan cara penurunan emisi gas rumah kaca yang diakibatkan dari adanya proses produksi gula kristal.

b. Observasi Lapangan

Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi serta mempelajari penggunaan energi yang dilakukan selama proses produksi untuk mendapatkan data primer. Observasi lapang dilakukan di beberapa lokasi terkait yaitu di pabrik pengolahan tebu menjadi gula kristal putih di PG Subang.

c. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan para ahli di bidang gula dan penggunaan energi serta para tim peneliti yang melakukan tahapan proses dalam menghasilkan gula tebu. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data atau informasi berupa data sekunder yang dibutuhkan dalam melakukan perhitungan emisi gas rumah kaca pada industri gula.

d. Kuesioner

Tujuan menyebar kuesioner adalah mendapatkan data atau informasi berupa data sekunder yang dibutuhkan dalam menganalisis kebutuhan energi. Kuesioner yang dibuat untuk penelitian

(2)

14 berisi tentang informasi mengenai penggunaan listrik, bahan bakar dan pengolahan serta jumlah limbah yang dihasilkan dalam suatu proses produksi gula. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada Lampiran 1.

B. METODE PENGOLAHAN DATA

Penurunan emisi GRK pada suatu industri dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu mengidentifikasi sumber CO2 industri gula, mengklasifikasikan sumber emisi menjadi emisi langsung dan tidak langsung, mengidentifikasi data yang dibutuhkan, mengestimasikan faktor emisi, menghitung emisi yang dapat direduksi, dan menentukan target atau bagian yang dapat dilakukan penurunan emisi. Berikut ini adalah diagram metode yang dilakukan dalam penelitian ini (Gambar 3).

Gambar 3. Tahapan penelitian

a. Tahap Perencanaan dan Identifikasi (Plan and Identify)

Tahap perencanaan merupakan tahapan yang dilakukan untuk merencanakan kajian yang dilakukan. Komitmen dari manajemen puncak sangat dibutuhkan untuk menjalankan tahapan selanjutnya. Manajemen puncak dan tim harus sepakat dalam menentukan area atau bagian dari industri yang akan dilakukan efisiensi. Tahap identifikasi merupakan tahap mengidentifikasi bagian- bagian dari industri yang memiliki potensi menghasilkan emisi gas rumah kaca, khususnya CO2. Fokus dari tahap ini adalah sumber emisi atau energi yang digunakan dan jumlah yang dipergunakan pada industri tersebut.

b. Tahap Klasifikasi Sumber Emisi CO2 (Classification)

Tahap klasifikasi merupakan tahapan setelah tahap perencanaan dan identifikasi. Pada tahap ini dilakukan pengelompokan emisi CO2 berdasarkan sumbernya. Berdasarkan sumbernya emisi

Perencanaan dan identifikasi sumber emisi GRK

Klasifikasi sumber emisi CO2

Identifikasi data

Perhitungan emisi

Opsi penurunan emisi

Laporan prakiraan emisi yang dapat diturunkan

(3)

15 dibedakan menjadi dua bagian, yaitu emisi langsung (direct emissions) dan emisi tidak langsung (indirect emissions). Tahap klasifikasi ini diperlukan untuk membedakan perhitungan emisi CO2 yang dihasilkan dari sumber yang berbeda-beda pula.

c. Tahap Identifikasi Data (Gather Data)

Tahap identifikasi data merupakan tahap pengelompokan data menjadi dua bagian, yaitu data aktifitas dan faktor emisi. Dua bagian tersebut dibutuhkan untuk menghitung emisi CO2. Data aktifitas yang digunakan berupa data kuantitas yang berasal dari aktifitas yang menjadi sumber emisi secara langsung dan tidak langsung, sedangkan faktor emisi yang digunakan berdasarkan penggunaannya.

d. Tahap Menghitung Emisi (Calculate the Emissions)

Tahap ini dilakukan setelah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan berupa data aktifitas dan faktor emisi. Perhitungan emisi dilakukan dengan mengelompokan berdasarkan sumber emisi GRK tersebut dan mengkonversi nilai emisi GRK menjadi setara dengan emisi karbondioksida.

Berikut adalah formulasi perhitungan emisi CO2 (Putt del Pino dan Bhatia 2002):

Data aktivitas industri gula berupa data energi yang dikonsumsi seperti data penggunaan listrik, solar, dan LPG. Perhitungan emisi dilakukan dengan mengelompokan berdasarkan sumber emisi GRK dengan tetapan faktor emisi dari laporan IPCC (2006). Perhitungan ini menghasilkan nilai dengan satuan kg CO2.

Menurut UNFCCC (2006), faktor emisi untuk pembakaran bagas pada pabrik gula adalah sebesar 0,485 tCO2/MWh. Biomassa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk ketel uap/boiler. Perhitungan emisi yang dikeluarkan dari penggunaan bahan bakar bagas adalah sebagai berikut :

Menurut (Putt del Pino dan Bhatia 2002), berikut adalah formulasi perhitungan emisi CO2 dari penggunaan listrik :

Perhitungan emisi selain dari sumber listrik menggunakan faktor emisi berdasarkan jenis bahan bakar yang telah ditentukan oleh IPCC. Faktor emisi yang digunakan pada penelitian ini disajikan pada Tabel 5 berikut :

Tabel 5 . Faktor emisi berdasarkan sumber emisinya Sumber

Emisi

Faktor Emisi (kg/TJ) CO2 CH4 N2O

LPG 63.100 5 0,1

Solar 74.100 10 0,6

Sumber : IPCC (2006)

(4)

16 Emisi yang berasal dari penggunaan energi, dilakukan dengan cara mengkonversi nilai data aktivitas ke dalam satuan energi terlebih dahulu. Konversi satuan energi berdasarkan bahan bakar yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Konversi satuan energi berdasarkan bahan bakar yang digunakan Bahan Bakar Kalor Satuan

Solar 10,70 kWh/L

1.187,00 L/ton 12.668,00 kWh/ton

LPG 7,40 kWh/L

1.850,00 L/ton 13.721,00 kWh/ton Sumber : AZoCleantech (2007)

Perhitungan emisi metana (CH4) yang berasal dari limbah cair dapat dilakukan dengan perhitungan yang berasal dari jumlah COD yang dihasilkan. IPCC (2006) menyatakan bahwa emisi gas metan (CH4) yang berasal dari limbah cair industri dilakukan dengan perhitungan :

∑ ( )

Ket : TOW : Total bahan organik yang terdegradasi pada limbah cair industri (kg COD/tahun) Si : Komponen bahan organik yang hilang sebagai lumpur atau padatan (kg COD/tahun) EFi : Faktor emisi untuk industri (kg CH4/kg COD)

Ri : Jumlah CH4 yang dapat dihasilkam kembali

Ket : EF : Faktor emisi dari setiap pengolahan limbah (kg CH4/ kg COD) Bo : Kapasitas maksimum produksi CH4 (0,25 kg CH4/ kg COD) MCF : Faktor koreksi metan untuk pengolahan secara aerobik (0,3)

Perhitungan emisi dinitrogen oksida (N2O) yang berasal dari limbah padat organik dapat dilakukan dengan perhitungan yang berasal dari jumlah kandungan nitrogen pada suatu bahan yang dikalikan dengan :

Ket : Emisi N2O : Emisi N2Oyang dihasilkan dari (Kg) FE : Faktor Emisi (0,01 kg N2O - N / Kg N)

Menurut IPCC (2002) gas metana memiliki nilai GWP sebesar 23 dan gas nitrooksida memiliki nilai GWP sebesar 293. GWP merupakan nilai yang relatif sama dengan CO2 maka konversinya sebagai berikut :

1 ton CH4 = 23 ton CO2 1 ton N2O = 293 ton CO2

(5)

17 Maka perhitungan emisi yang setara dengan emisi karbon adalah sebagai berikut :

ECO2 CH4 = ECH4 x 23 ton CO2 ECO2 N2O = EN2O x 293 ton CO2

Total Emisi (tCO2e) = EEBiomassa + ECO2CH4 + ECO2N2O

e. Tahap Penentuan Opsi Penurunan Emisi

Tahap penentuan opsi penurunan emisi merupakan tahap pemberian opsi-opsi yang dapat dilakukan perusahaan untuk menurunkan emisi karbon yang dihasilkan. Penentuan opsi ini dilakukan setelah sumber emisi dan jumlah emisi yang dihasilkan diketahui.

f. Tahap Penulisan Laporan Prakiraan Penurunan Emisi (Reporting)

Penulisan laporan prakiraan penurunan emisi merupakan laporan estimasi yang dibuat untuk membantu industri dalam mengimplementasikan penurunan emisi CO2. Laporan ini menjelaskan tahapan yang harus dilakukan pabrik gula dalam upaya penurunan emisi CO2, opsi yang dapat dipilih untuk mengimplementasikan program tersebut, dan keuntungan yang didapatkan industri jika melakukan program ini.

C. ANALISA DATA

Analisis data dilakukan setelah pengolahan data selesai dikerjakan, yaitu setelah semua emisi GRK diketahui berdasarkan sumbernya. Analisis dilakukan secara kualitatif, yaitu dengan mempertimbangkan opsi yang dapat diberikan kepada pabrik gula agar mudah diimplementasikan sehingga penurunan GRK dapat dilakukan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menduga evapotranspirasi pada tanaman padi di kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan menggunakan model simulasi Neraca Air yang

selain itu mereka tak lupa untuk menggosok gigi menggunakan sikat gigi yang diberi pasta gigi sehingga gigi mereka menjadi putih dan kuat bobi dan nita juga terhindar dari

Gambar 9(a) memperlihatkan sinyal keluaran radio penerima FM dalam kondisi baik jika masukannya tidak melebihi masukan maksimum modul pemancar, sedangkan Gambar 9(b)

(1) Penarikan / Pencairan Alokasi Dana Kampung yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA akan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap sesuai dengan kebutuhan dan atau sesuai

Dalam proses perancangan warna yang digunakan adalah warna yang soft yaitu bertujuan untuk menonjolkan logo dan produk dari Fresco Smoothie, di mana juga dipadukan

ASPÉK SOSIAL DINA NOVÉL KABANDANG KU KUDA LUMPING KARYA AHMAD BAKRI PIKEUN BAHAN PANGAJARAN MACA NOVÉL DI SMP (ULIKAN STRUKTURAL JEUNG SOSIOLOGI SASTRA) Universitas

Hipotesa kemungkinan penyebab peningkatan ketahanan korosi lokal yang tidak signifikan dari hasil yang didapatkan, bisa jadi karena penambahan unsur boron dan titanium

Sesuai dengan kurikulum sekolah menengah pertama yang baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dalam mengelola proses belajar mengajar seorang