• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Setiap manusia pada hakekatnya memiliki berbagai aktivitas. Dalam satu hari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Setiap manusia pada hakekatnya memiliki berbagai aktivitas. Dalam satu hari"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Setiap manusia pada hakekatnya memiliki berbagai aktivitas. Dalam satu hari manusia melakukan banyak sekali aktivitas seperti bekerja, bermain dan aktivitas- aktivitas lainnya. Terdapat juga kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang atau rutinitas seperti misalnya anak-anak yang bersekolah maupun orang dewasa yang memiliki pekerjaan dan bekerja sesuai dengan jadwal kerjanya. Di setiap bidang pekerjaan memiliki kesulitannya masing-masing. Rasa bosan, kepenatan, dan tekanan-tekanan yang dihadapi sehari-hari dalam melakukan kegiatan rutinitas biasanya dapat menyebabkan stress dan kurangnya konsentrasi dan semangat dalam mengerjakan sesuatu. Oleh karena itulah orang-orang meluangkan waktu pada hari libur untuk liburan atau rekreasi ke suatu tempat guna berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari dan menenangkan pikiran agar dapat kembali melakukan rutinitasnya dengan jiwa dan raga yang bugar.

Rekreasi berasal dari bahasa Latin yaitu re-creare, yang secara harafiah berarti

“membuat ulang”, memiliki arti sebuah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran

kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktifitas yang dilakukan

seseorang selain pekerjaan, dan kegiatan yang umum atau biasa dilakukan untuk

rekreasi adalah pariwisata, olahraga, permainan dan hobi. Olahraga itu sendiri

merupakan suatu kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk memelihara

kesehatan dan memperkuat otot-otot tubuh. Kegiatan berolah raga dan berekreasi

dalam perkembangannya dapat dilakukan sebagai kegiatan yang menghibur,

menyenangkan atau juga dilakukan pada waktu senggang atau luang yang disebut

(2)

dengan “rekreasi olahraga” seperti yang diungkapkan oleh Herbert Hagg (1994),

“Recreational sport /leisure time sports are formd of physical activity in leisure under a time perspective. It comprises sport after work, on weekends, in vacations, in retirement, or during periods of (unfortunate) unemployment”.

1

Selain itu, bentuk rekreasi tidak hanya berupa sebuah kegiatan, melainkan dapat berbentuk perasaan yang didapat ketika seseorang berada di suasana lingkungan yang berbeda dari biasanya. Alam menawarkan berbagai metode penyembuhan, seperti misalnya udara yang sejuk, lingkungan yang asri, atau suasana yang menenangkan. Suasana yang asri dan menenangkan dapat diciptakan melalui elemen interior yang diolah melalui bentuk, ergonomi ruang, dan suasana ruang.

Kurt Lewin menjelaskan dalam teorinya mengenai psikologi lingkungan; yaitu bahwa lingkungan fisik dapat mempengaruhi perilaku manusia yang berada di dalamnya.

2

Lingkungan fisik yang dimaksud terbentuk dari elemen-elemen interior (bentuk, ergonomi ruang, suasana) maupun estetika ruang. Keadaan lingkungan fisik tertentu dapat merangsang stimulus yang berhubungan dengan indera-indera pengguna lingkungan sehingga mempengaruhi tingkah lakunya; jika seseorang berada pada ruangan yang sangat panas dengan bau ruangan yang tidak sedap, orang tersebut tidak akan betah berlama-lama di dalam ruangan, dan muncul keinginan untuk segera meninggalkan ruangan tersebut. Demikian pula sebaliknya, keadaan lingkungan yang asri dan alami dengan estetika ruang yang baik dapat mempengaruhi psikologis dan tingkah laku pengguna ruang, apalagi mengingat hiruk-pikuk perkotaan dengan kemonotonan dan tingkat polusi yang tinggi, lingkungan alami merupakan alternatif yang sesuai bagi pemulihan seseorang, baik secara fisik maupun psikologis.

1http://ayinosa31.wordpress.com/2010/03/29/rekreasi-olahraga/(18November 2011)

(3)

Penerapan aplikasi elemen-elemen interior tersebutlah yang ingin diwujudkan dalam sebuah wadah yang menampung kegiatan berolah raga sekaligus rekreasi pada club house/ sport club Kelapa Gading. Hal ini sejalan dengan konsep klub yaitu “to emphasize the importance of natural environments.”

3

Klub Kelapa Gading adalah sebuah sport club yang mengusung pergerakan healthy lifestyle dengan konsep recreational sport yang memiliki target pasar kalangan menengah ke atas. Klub ini bermula dari banyaknya minat masyarakat Kelapa Gading untuk berolah raga bersama komunitas ataupun keluarga. Hal ini lah yang membedakan Klub ini dengan pusat kebugaran lain yang bersifat individual.

Masyarakat yang datang ke sport club tentunya memiliki harapan akan adanya pemulihan kondisi jiwa dan raganya. Pemulihan kondisi fisik yang sempurna, tentunya akan lebih mudah tercapai jika pemulihan kondisi psikologis sudah terpenuhi, seperti yang dijelaskan oleh Woodham dan Peters dalam bukunya yang berjudul Encyclopedia of Complementary Medicine yang berkata “well-being is when the mind and body works in harmony”.

4

Disinilah bagaimana desainer menerapkan aplikasi elemen interior yang berperan dalam mendukung revitalisasi tubuh tentunya ditunjang oleh faktor lainnya yaitu penyediaan fasilitas-fasilitas dengan lengkap dan baik sehingga klub ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai dengan fungsinya.

3http://www.klubkelapagading.com/concept.htm(18 November 2011)

4Woodham, Anne, & Peters, David. “Encyclopedia of Complementary Medicine”, 1997

(4)

I.2. Identifikasi Masalah

Perumusan masalah yang ada di dalam perancangan interior Sport Club sebagai sarana rekreasi adalah:

1. Bagaimana menciptakan ruang interior sebuah pusat kebugaran dan rekreasi secara inovatif melalui pengolahan elemen interior (architectural features & ambient condition) yang mendukung terciptanya suasana alami sehingga dapat mendukung proses revitalisasi pengunjung baik secara fisik maupun psikologis?

2. Bagaimana menciptakan interior dengan penerapan sirkulasi yang baik bagi pengguna berdasarkan dari kebutuhan dan aktivitas yang ada di dalam sport club, disesuaikan dengan kondisi eksisting bangunan terpilih?

1.3. Tujuan Perencanaan

Tujuan yang ingin dicapai dalam perancangan interior sport club ini adalah:

1. Menciptakan ruang interior pusat kebugaran dan rekreasi secara inovatif melalui pengolahan elemen interior (architectural features & ambient condition) yang mendukung terciptanya suasana alami sehingga dapat mendukung proses revitalisasi pengunjung baik secara fisik maupun psikologis.

2. Menciptakan interior dengan penerapan sirkulasi yang baik bagi pengguna

berdasarkan dari kebutuhan dan aktivitas di dalam sport club yang disesuaikan

dengan kondisi eksisting bangunan terpilih.

(5)

1.4. Kontribusi Perancangan

Dari perancangan sport club ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada:

1. Masyarakat

 Mengenal lebih dalam tentang dunia kesehatan tubuh mengingat pentingnya nilai kesehatan disaat sekarang ini.

 Dapat membantu masyrakat untuk lebih selektif dalam mencari tempat kebugaran yang benar-benar efektif.

 Memberikan image positif terhadap pandangan masyarakat terhadap pusat kebugaran dengan cara menerapkan desain yang bergaya natural.

2. Desainer dan calon desainer

 Memberikan pengetahuan mengenai teknik perancangan dan perencanaan sebuah fasilitas olahraga yang sekaligus sebagai tempat untuk berekreasi

 Mengetahui fasilitas apa saja yang diperlukan sebuah pusat kebugaran agar dapat berfungsi maksimal dan memberikan hasil yang optimal bagi kesehatan tubuh masing-masing individu yang berolahraga ditempat itu.

1.5. Ruang Lingkup

1.5.1 Kawasan penelitian

Proyek sport club ini mengambil lokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Klub

Kelapa Gading adalah salah satu sarana yang disediakan oleh Summarecon Group

(6)

bagi masyarakat Kelapa Gading maupun sekitarnya sebagai tempat untuk berolahraga maupun berekreasi.

1.5.2 Batasan penelitian

 Mencakup seleksi material alami yang dapat digunakan dalam interior sebuah pusat kebugaran dan rekreasi.

 Hal-hal teknis pendukung terciptanya suasana alami seperti pencahayaan alami, dan penghawaan alami.

 Fasilitas kebugaran dan rekreasi yang disediakan, ruang-ruang yang diperlukan, disesuaikan dengan aktifitas dan kapasitas ruang maupun sirkulasi yang dibutuhkan.

 Kegiatan sehari-hari yang dikerjakan (aktifitas dan jadwal).

 Tema dan konsep yang diangkat.

 Pembagian fasilitas menentukan perbedaan sirkulasi.

1.5.3 Sampel penelitian

Untuk membantu penelitian topik ini, maka akan diambil narasumber dari berbagai kalangan, antara lain:

 Karyawan

 Pengunjung

 Warga sekitar

(7)

1.6 Metode Penelitian

1.6.1. Metode Pengumpulan Data

Metode pendekatan yang dipakai untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam perancangan ini adalah:

 Studi Lapangan;

Pengamatan langsung pada obyek perancangan untuk memperoleh gambaran suasana sekitar lokasi obyek,

 Studi Literatur;

Studi pengenalan masalah untuk melengkapi data. Literatur diperoleh melalui artikel ilmiah, buku teks, jurnal ilmiah, surat kabar, makalah, serta Laporan Tugas Akhir S1,

 Observasi,

Pengamatan terhadap berbagai fasilitas yang ada dan permasalahan yang timbul. Misalnya, pola aktifitas dan sirkulasi pengguna, dan sebagainya,

 Wawancara,

Proses Tanya jawab dengan pihak-pihak yang berkompeten dengan lingkup perancangan untuk melengkapi data,

 Dokumenter,

Dengan melakukan dokumentasi keadaan/kegiatan yang berlangsung di

dalamnya.

(8)

1.7 Pendekatan Pemecahan Masalah

Pendekatan pemecahan masalah yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan multi pendekatan desain yang berarti usaha menuju optimalisasi desain dengan menerapkan beberapa pendekatan desain dalam suatu perancangan.

Pendekatan yang dimaksud diantaranya adalah dengan berorientasi pada penguasaan material dan teknologi, psikologi dan perilaku, keseimbangan lingkungan, serta harmonisasi gaya hidup. Optimalisasi desain tersebut diharapkan mewujud dalam menjawab berbagai permasalahan desain

1.8 Kerangka Berpikir

(Table 1.1 Kerangka pikir)

(9)

1.9. Rencana Jadwal Kerja

(Tabel 1.2 Rencana Kerja)

1.10 Sistematika Penulisan

Untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai isi laporan ini maka akan diuraikan secara singkat isi dari masing-masing bab sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Penjabaran tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, kontribusi penulisan, batasan masalah, kerangka pikir, rencana jadwal kerja, sistematika penulisan, dan kajian pustaka

BAB II TINJAUAN DATA UMUM

WAKTU (BULAN) JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI

KETERANGAN 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

I. Persiapan Proposal Denah

Data dan Analisis Lpaoran PA II. Konsep Matriks Zoning Grouping Konsep III. Gambar Kerja Denah

Tampak Potongan Furnitur Detail Perspektif IV. Presentasi Color Scheme Material Board Power Point

(10)

Berisi mengenai pengertian judul, sejarah, objek penelitian, studi ergonomis dan anthropometri, teori pendukung dan studi teknis elemen interior.

BAB III TINJAUAN DATA KHUSUS

Berisi tentang latar belakang sejarah, visi, misi, aktifitas dan fasilitas, target market, data lokasi proyek, data survei, besaran ruang, program ruang, diagram hubungan antar ruang, diagram bubble, dan studi aktivitas dan fasilitas.

BAB IV IDENTIFIKASI DAN ANALISA PERMASALAHAN

Berisi mengenai permasalahan dan pendekatannya baik secara fisik maupun non-fisik.

BAB V KONSEP PERENCANAAN INTERIOR DAN PENERAPAN DESAIN

Berisi tentang penjabaran konsep perencanaan interior secara umum dan ruang khusus yang meliputi konsep desain, konsep style, konsep citra, konsep bentuk, konsep material, konsep warna, konsep pencahayaan, dan konsep penghawaan serta berisikan zoning dan grouping.

BAB VI PENUTUP

Kesimpulan dan saran DAFTAR PUSTAKA

Daftar sumber-sumber dan literatur yang diperoleh guna membantu proses

pembuatan laporan pengantar Tugas Akhir.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Perubahan Sosial, 2003), hal.. Upacara kematian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah keluarga untuk memberikan peringatan terakhir kepada orang yang dikasihinya

Pengawasan terhadap kegiatan yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) dilakukan secara fungsional oleh pejabat yang berwenang dan masyarakat melalui BPD sesuai

Dari beberapa studi terdahulu dan dibandingkan dengan studi ini yang dilakukan maka disimpulkan bahwa orientasi kewirausahaan pada UMKM tidak berpengaruh signifikan

Jika sebelum adanya sistem pendukung kreatifitas rata-rata ide yang dihasilkan setiap sesi pertemuan R&D adalah 5 ide, maka kini untuk setiap pertemuan R&D

anita usia subur - cakupan yang tinggi untuk semua kelompok sasaran sulit dicapai ;aksinasi rnasai bnntuk - cukup potensial menghambat h-ansmisi - rnenyisakan kelompok

Setelah narasumber yaitu Bapak Purnomo (46 tahun) tiba dilokasi, pelatihan pun dimulai. Pelatihan dimulai dengan dibuka oleh Bapak Imron untuk memberikan pengantar

Proses pertumbuhan cacing tanah pada penelitian ini selain dipengaruhi oleh pH, suhu dan kelembaban juga dipengaruhi oleh jumlah pemberian pakan, dapat dilihat pada Tabel