PRODUK
Chapter 2
Gasal 2014
Debrina Puspita Andriani
Teknik Industri Universitas Brawijaya e-Mail : [email protected] Blog : http://debrina.lecture.ub.ac.id/
KARAKTERISTIK
PENGEMBANGAN PRODUK YANG SUKSES
Kualitas Produk Biaya Produk
Waktu Pengembangan Produk Biaya Pengembangan
Durasi dan Biaya Pengembangan Produk Kapabilitas Pengembangan
Kualitas Produk
• Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan?
• Apakah produk tersebut memuaskan kebutuhan pelanggan?
• Apakah produk tersebut kuat dan andal?
• Kualitas produk mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar pelanggan untuk mendapatkan produk tersebut.
Biaya Produk
• Biaya manufaktur untuk produk = Biaya untuk modal
peralatan dan alat bantu, serta biaya produksi setiap unit produk.
• Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.
Waktu Pengembangan Produk
Seberapa cepat anggota tim menyelesaikan perancangan produk?
Menentukan kemampuan perusahaan dalam
berkompetisi
Menunjukkan daya tanggap perusahaan
terhadap perubahan teknologi
Menentukan kecepatan perusahaan dalam menerima pengembalian
ekonomis dari usaha yang dilakukan tim
pengembangan
Biaya Pengembangan
• Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan produk?
• Biaya pengembangan merupakan salah satu
komponen penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit
Durasi dan Biaya Pengembangan Produk
• Sebagian besar pengembangan produk membutuhkan waktu 3 sampai dengan 5 tahun
• Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan biaya pengembangan produk
• Teknologi yang digunakan
• Volume produksi tahunan
• Volume penjualan
• Harga jual produk
• Umur penjualan
• Waktu pengembangan
• Tim pengembangan
Kapabilitas Pengembangan
• Apakah tim pengembang dan perusahaan mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk mengembangkan
produk masa depan sebagai hasil dari pengalaman yang diperoleh pada proyek pengembangan saat ini?
• Merupakan aset yang dapat digunakan perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis di masa mendatang
TANTANGAN
PENGEMBANGAN PRODUK
Atribut yang Berkontribusi terhadap Daya Tarik Pengembangan Produk Realita Organisasi
Tantangan Pengembangan Produk
Trade-offs
• Mengetahui, memahami, dan mengendalikan pertentangan (trade-offs)
• Misal:
meningkatkan kualitas akan mempengaruhi biaya
manufaktur
Dinamika
• Mengambil keputusan dalan lingkungan yang selalu berubah
• Teknologi berkembang
• Selera konsumen berubah
• Kompetitor meluncurkan produk baru
• Kondisi lingkungan makroekonomi berubah
Detail
• Permasalahan menyangkut desain detail
• Mengutamakan sisi ergonomis atau estetis
• Menentukan penggunaan komponen yang tepat
Tekanan waktu
• Seringkali
keputusan harus diambil dengan cepat tanpa informasi yang lengkap
Faktor ekonomi
• Pengembangan, produksi, dan pemasaran produk
membutuhkan investasi yang besar
• Untuk
mendapatkan pengembalian yang layak, produk harus menarik bagi pelanggan dan relatif tidak mahal untuk diproduksi
Atribut yang Berkontribusi terhadap Daya
Tarik Pengembangan Produk
Realita Organisasi
• Intervensi dari manajer umum/
fungsional
Kurangnya pemahaman terhadap tim
• Mengutamakan kepentingan fungsi daripada tujuan bersama
Konsistensi terhadap sasaran proyek keseluruhan
• Kekurangan anggota, ketidaksesuaian keahlian, kekurangan dana, peralatan
Kekurangan sumber daya
• Keputusan penting tidak melibatkan fungsi penting
Representasi yang kurang baik dari berbagai anggota
tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu
PROSES PENGEMBANGAN PRODUK
1. Perencanaan
2. Pengembangan Konsep
3. Perancangan Tingkatan Sistem 4. Perancangan Detail
5. Pengujian dan Perbaikan 6. Produksi Awal
Manfaat Proses Pengembangan yang
Terdefinisi dengan Baik
6 Tahap Proses Pengembangan
1 • Perencanaan
2 • Pengembangan Konsep
3 • Perancangan Tingkatan Sistem 4 • Perancangan Detail
5 • Pengujian dan Perbaikan 6 • Produksi Awal
6 Tahap Proses Pengembangan (1)
• “Zerofase” mendahului persetujuan proyek & proses peluncuran pengembangan produk aktual
Perencanaan
• Identifikasi kebutuhan pasar yang ditargetkan
• Memunculkan dan mengevaluasi alternatif-alternatif konsep produk
• Memilih satu atau lebih alternatif konsep produk untuk dikembangkan dan dilakukan percobaan
• Konsep: uraian bentuk, fungsi, tampilan suatu produk disertai spesifikasi, analisis produk pesaing, dan pertimbangan
ekonomis produk
Pengembangan Konsep
6 Tahap Proses Pengembangan (2)
• Mendefinisikan arsitektur produk dan uraian produk menjadi subsistem- subsistem serta komponen-komponen
• Mendefinisikan gambaran rakitan akhir untuk sistem produksi
• Output: tata letak bentuk produk, spesifikasi fungsional tiap subsistem produk, serta diagram aliran proses pendahuluan untuk proses rakitan akhir
Perancangan Tingkatan Sistem
• Mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan toleransi-toleransi seluruh komponen unik pada produk
• Mengidentifikasi seluruh komponen standar yang dibeli dari pemasok
• Merencanakan proses dan merancang peralatan untuk tiap komponen yang dibuat dalam sistem produksi
• Output: pencatatan pengendalian untuk produk, gambar bentuk tiap
komponen, peralatan produksi, spesifikasi komponen yang dibeli, rencana proses pabrikasi dan perakitan produk
Perancangan Detail
6 Tahap Proses Pengembangan (3)
• Melibatkan konstruksi dan evaluasi dari berbagai versi produksi awal produk
• Prototype awal (alpha) dibuat menggunakan komponen dengan bentuk dan jenis material pada produksi sesungguhnya tapi tidak dengan proses pabrikasinya; diuji untuk mengetahui apakah produk bekerja sesuai rencana dan mampu memenuhi kepuasan konsumen utama
• Prototype beta dibuat dengan komponen yang dibutuhkan pada produksi namun tidak dirakit dengan proses perakitan akhir; diuji secara internal dan oleh konsumen dengan menggunakannya langsung untuk mengetahui kinerja dan keandalan
produk dalam rangka mengidentifikasi kebutuhan perubahan teknik untuk produk akhir
Pengujian dan Perbaikan
• Produk dibuat dengan menggunakan sistem produksi yang sesungguhnya
• Tujuan: melatih tenaga kerja memecahkan masalah yang mungkin timbul pada proses produksi sesungguhnya
• Produk yang dihasilkan disesuaikan dengan keinginan pelanggan dan dievaluasi untuk mengidentifikasi kekurangan
• Peralihan dari produksi awal ke produksi sesungguhnya dilakukan secara bertahap;
produk mulai diluncurkan dan disediakan untuk didistribusikan Produksi Awal
MACAM PROSES
PENGEMBANGAN PRODUK
Proses Pengembangan Generik Produk Technology-Push
Produk-Produk Platform
Produk-Produk Process-Intensive Produk-produk Customized
Macam Proses Pengembangan Produk
Generic (Market Pull)
Technology Push
Produk Platform
Process
Intensive Customized
Uraian
Diawali peluang pasar à
mendapatkan teknologi yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
Diawali dengan suatu teknologi baru à
mendapatkan pasar yang sesuai
Perusahaan mengasumsikan produk baru dibuat
berdasarkan sub sistem teknologi yang telah ada
Karakteristik produk sangat dibatasi oleh proses produksi
Produk baru memungkinkan sedikit variasi dari model yang telah ada
Perbedaan sehubungan dengan proses generik
• Tahap
perencanaan à
melibatkan kesesuaian teknologi &
kebutuhan pasar.
• Pengembangan konsep à
mengasumsikan teknologi
tersedia
Proses
pengembangan mengasumsikan adanya teknologi platform
Proses & produk harus
dikembangkan bersama-sama dari awal atau proses produksi harus dispesialisasikan sejak awal
Sama dengan proyek yang memungkinkan proses
pengembangan yang sangat terstruktur
Contoh Peralatan olahraga, furniture, alat bantu kerja
Pakaian hujan GoreTex, amplop Tyvek
Peralatan elektronik,
komputer, printer
Makanan ringan, cereal, bahan kimia,
semikonduktor
Saklar, motor, baterai, dan kontainer
Proses Pengembangan Generik
• Proses
• urutan langkah-langkah pengubahan sekumpulan input menjadi sekumpulan output
• Proses pengembangan produk
• urutan langkah-langkah atau kegiatan-kegiatan dimana suatu perusahaan berusaha menyusun, merancang, dan
mengkomersialkan suatu produk sampai feedback kembali ke perusahaan
Produk Technology-Push
• Perusahaan mulai dengan suatu teknologi teruji yang baru, kemudian mencari pasar yang sesuai untuk mengembangkan teknologi ini à teknolgi mendorong pengembangan
• Fase perencanaan à teknologi yang tersedia dipasangkan dengan suatu peluan pasar
• Selanjutnya à mengikuti proses pengembangan generik
• Tim menyertakan suatu asumsi dalam pernyataan misi dimana sebagian teknologi akan diwujudkan dalam konsep-konsep
produk yang dipertimbangkan oleh tim
• Kunci keberhasilan
• Teknologi yang diasumsikan, memberikan kompetitif yang jelas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
• Teknologi alternatif yang sesuai tidak tersedia atau sangat sulit untuk digunakan oleh pesaing
Produk-Produk Platform
• Produk platform dibentuk di sekitar subsistem-subsistem teknologi
• Tim memulai usaha pengembangan dengan suatu asusmsi bahwa konsep produk akan mewujudkan sebagian teknologi
• Teknologi platform telah menunjukkan kegunaannya kepada pasar dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
• Produk yang dihasilkan dengan teknologi platform lebih mudah dikembangkan daripada bila teknologi
dikembangkan dari sketsa awal
Produk-Produk Process-Intensive
• Proses produksi menetapkan batasan yang ketat pada produk, sehingga rancangan produk tidak dapat
dipisahkan dari perancangan proses produksi
• Umumnya produk process-intensive dihasilkan dalam jumlah besar dan borongan, berbeda dari produk diskrit
• Pada beberapa situasi, suatu produk baru dan proses baru dikembangkan secara simultan
Produk-produk Customized
• Merupakan variasi dari konfigurasi standar dan
berdasarkan jensnya dikembangkan untuk menjawab pesanan khusus pelanggan
• Pengembangan produk customized terdiri dari penentuan nilai-nilai variabel rancangan seperti dimensi fisik dan
material
• Ketika pelanggan meminta suatu produk baru,
perusahaan melakukan rancangan terstruktur dan proses pengembangan untuk merancang produk guna memenuhi kebutuhan pelanggan
• Untuk produk customized, proses generik diperbanyak dengan suatu uraian detail dari kegiatan pemrosesan informasi detail yang dibutuhkan untuk tiap fase
ORGANISASI-ORGANISASI PENGEMBANGAN PRODUK
Organisasi Fungsi Organisasi Proyek Organisasi Matriks
Organisasi Proyek dengan Bobot Berat Organisasi Proyek dengan Bobot Ringan
Organisasi
• Merupakan keterkaitan individu dalam hubungan pelaporan, hubungan finansial, dan/atau tata letak secara fisik
Organisasi
Organisasi
fungsional Organisasi proyek:
Gabungan:
organisasi matriks
Organisasi proyek bobot
berat
Organisasi proyek bobot
ringan
Organisasi Dibentuk dengan Membuat Keterkaitan antar
Individu
Tata Letak Secara Fisik
• Keterkaitan dirancang saat
berbagi kantor, lantai, bangunan, atau kedudukan yang sama
• Informal, berasal dari pertemuan spontan saat bekerja
Pengaturan Finansial
• Individu dihubungkan dengan menjadi
anggota dari entitas finansial yang sama
Hubungan Pelaporan
• Melahirkan ide-ide klasik dari pengawas dan bawahan
• Formal
Fungsi, Proyek, atau Keduanya (1)
• Fungsi adalah bidang tanggung jawab yang biasanya melibatkan kekhususan dalam pendidikan, pelatihan, atau pengalaman
• Fungsi klasik dalam organisasi pengembangan prosuk adalah
pemasaran, desain, dan manufaktur
• Divisi lainnya yang juga memungkinkan antara lain penelitian pasar, strategi pasar, analisis tekanan, perancangan industri, teknik ergonomi,
pengembangan proses, dan manajemen operasional
Organisasi Fungsi
• Tanpa memperhatikan fungsi-fungsi mereka, individu menggunakan keahliannya untuk proyek- proyek khusus
• Dalam pengembangan produk, proyek adalah
sekumpulan kegiatan dalam proses pengembangan untuk suatu produk dan meliputi kegiatan identifikasi
kebutuhan pelanggan, pembangkitan konsep, dan lain-lainnya
Organisasi Proyek Organisasi Matriks
• Dibentuk sebagai suatu gabungan dari organisasi fungsi dan
organisasi proyek
• Individu
dihubungkan berdasarkan proyek dimana mereka bekerja dan juga fungsi mereka
• Setiap individu memiliki dua atasan, manajer proyek dan
manajer fungsi
Organisasi Proyek dengan Bobot Berat
• Keterkaitan proyek yang kuat
Organisasi Proyek dengan Bobot Ringan
• Keterkaitan proyek lebih lemah, keterkaitan fungsi lebih kuat
Fungsi, Proyek, atau Keduanya (2)
Organisasi Matriks
Fungsi, Proyek, atau Keduanya (3)
Kekuatan Kelemahan Permasalahan Utama Contoh
Organisasi Fungsional
Membantu
mengembangkan kedalaman spesialisasi dan keahlian
Koordinasi antar kelompok dengan fungsi yang berbeda berjalan lambat dan birokratis
Bagaimana
mengintegrasikan fungsi- fungsi yang berbeda untuk mencapai sasaran secara umum
Pengembangan customization.
Contoh: motor, bantalan, pengemasan
Organisasi Proyek
• Sumber daya dapat secara optimal
dialokasikan dalam tim proyek
• Pilihan antara teknis dan pasar dapat
dievaluasi secara cepat
Individu-individu mungkin memiliki kesulitan dalam menjaga kemampuan fungsional
• Bagaimana memelihara keahlian fungsional sepanjang waktu
• Bagaimana membagi pembelajaran secara teknis dari satu proyek ke proyek lainnya
• Perusahaan yang baru memulai bisnis, kerja keras untuk mencapai keberhasilan
• Perusahaan yang bersaing dalam pasar yang berubah sangat cepat
Organisasi Proyek Bobot Ringan
• Koordinasi &
administrasi proyek secara eksplisit dirancang untuk
manajer proyek tunggal
• Memelihara pengembangan
spesialisasi & keahlian
Membutuhkan lebih banyak manajer dan administrator
dibandingkan organisasi non-matriks
• Bagaimana
menyeimbangkan fungsi- fungsi dan proyek
• Bagaimana mengevaluasi kinerja proyek dan
fungsional secara simultan
Perusahaan mobil
sederhana, elektronik, dan angkasa luar
Organisasi Proyek Bobot Berat
• Memberikan integrasi dan kecepatan manfaat dari organisasi proyek
• Beberapa dari
spesialisasi organisasi fungsional diperoleh
Perusahaan dengan banyak proyek yang berhasil dalam mobil, elektronik, dan angkasa luar
Pemilihan Struktur Organisasi
Pilihan antara organisasi
fungsional dan
proyek merupakan pilihan antara
kedalaman
keahlian secara fungsional
atau
efisiensi dalam koordinasi
SIAPA YANG MERANCANG DAN MENGEMBANGKAN PRODUK
Pemasaran Perancangan Manufaktur Lainnya
Tim Proyek Perancangan Produk
• Kumpulan individu yang mengembangkan produk
• Dipimpin satu orang dari fungsi yang ada di perusahaan
• Terdiri atas tim inti (core team) dan tim tambahan (extended team)
• Tim inti – cukup kecil, beranggotakan beberapa orang saja agar dapat bekerja secara efektif
• Tim tambahan – beranggotakan lusinan, ratusan, bahkan ribuan orang – tergantung kebutuhan
• Seringkali ditunjang oleh individu/tim lain: perusahaan partner, supplier, perusahaan konsultan
Fungsi Pemasaran
• Menjembatani interaksi antara perusahaan
dengan pelanggan
• Memfasilitasi
proses identifikasi peluang produk
• Pendefinisian segmen pasar
• Identifikasi kebutuhan pelanggan
• Merancang
komunikasi antara perusahaan dan pelanggan
• Menetapkan target harga
• Merancang peluncuran dan promosi produk
Fungsi Perancangan
• Mendefinisikan bentuk fisik produk agar dapat
memenuhi kebutuhan pelanggan
• Membuat desain engineering
(mekanik, elektrik, software, dll)
• Membuat desain industri (estetika, ergonomi, user interface)
Fungsi Manufaktur
• Merancang dan mengoperasikan sistem produksi pada proses produksi produk
• Pembelian
• Distribusi
• Instalasi
Fungsi Lainnya
• Individu yang terlibat pada proses
pengembangan produk umumnya memiliki keahlian yang spesifik
• Fungsi keuangan dan penjualan sering dilibatkan secara paruh waktu
• Komposisi fungsi- fungsi yang ada pada tim
pengembangan produk tergantung pada karakteristik produk yang akan dikembangkan
Di Setiap Tahap Proses Pengembangan
• Menterjemahkan peluang pasar
• Mendefinisikan segmen pasar
2. Pengembangan Konsep
• Mengumpulkan kebutuhan konsumen
• Mengidentifikasi pengguna utama
• Mengidentifikasi produk pesaing
3. Perancangan Tingkatan Sistem
• Mengembangkan rencana
perluasan keluarga produk 4. Perancangan Detail
• Mengembangkan rencana pemasaran
5. Pengujian dan Perbaikan
• Mengembangkan promosi dan peluncuran material
• Menyiapkan percobaan lapangan
6. Produksi Awal
• Menempatkan produksi awal pada konsumen utama
Di Setiap Tahap Proses Pengembangan
arsitektur produk
• Memperkirakan teknologi-teknologi baru
2. Pengembangan Konsep
• Meneliti kelayakan konsep produk
• Mengembangkan konsep perancangan secara industri
• Membuat dan melakukan percobaan prototype
3. Perancangan Tingkatan Sistem
• Menurunkan alternatif-alternatif ke dalam arsitektur produk
• Mendefinisikan subsistem &
perantara
• Melakukan perbaikan rancangan secara industri
4. Perancangan Detail
• Mendefinisikan bentuk komponen
• Memilih material
• Merancang toleransi
• Melengkapi pencatatan
pengendalian rancangan secara industri
5. Pengujian dan Perbaikan
• Melakukan percobaan keandalan
• Melakukan percobaan umur pakai
• Melakukan percobaan kinerja
• Memperoleh persetujuan sesuai dengan peraturan
• Menerapkan perubahan rancangan
6. Produksi Awal
• Mengevaluasi output produk awal
Di Setiap Tahap Proses Pengembangan
1. Perencanaan
• Mengidentifikasi batasan produksi
• Mengatur strategi rantai penawaran
2. Pengembangan Konsep
• Memperkirakan biaya manufaktur
• Memperkirakan kelayakan produksi
3. Perancangan Tingkatan Sistem
• Mengidentifikasi pemasok untuk komponen utama
• Melakukan analisis beli atau buat
• Mendefinisikan gambaran rakitan akhir
4. Perancangan Detail
• Mendefinisikan proses produksi sub komponen
• Merancang peralatan
• Mendefinisikan proses yang menjamin kualitas
• Memulai pengadaan peralatan utama
5. Pengujian dan Perbaikan
• Menyiapkan pemasok untuk produksi awal
• Memperbaiki proses pabrikasi & perakitan
• Melakukan pelatihan tenaga kerja
• Memperbaiki proses yang menjamin kualitas
6. Produksi Awal
• Memulai operasi sistem produksi keseluruhan
Di Setiap Tahap Proses Pengembangan
1. Perencanaan
• Penelitian: mendemonstrasikan teknologi yang tersedia
• Keuangan: membantu merencanakan sasaran
• Manajeman umum: Mengalokasikan sumber daya proyek
2. Pengembangan Konsep
• Keuangan: melakukan analisis ekonomi
• Hukum: menyelidiki permasalahan paten
3. Perancangan Tingkatan Sistem
• Keuangan: Mempersiapkan analisis beli-buat
• Jasa: mengidentifikasi
permasalahan yang berhubungan dengan jasa
4. Perancangan Detail
• -
5. Pengujian dan Perbaikan
• Penjualan: mengembangkan rencana-rencana penjualan
6. Produksi Awal
• -