• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Perbankan dapat didefinisikan sebagai suatu badan usaha yang menghimpun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Perbankan dapat didefinisikan sebagai suatu badan usaha yang menghimpun"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan ketentuan klausula baku yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42 Pasal

Ruang lingkup larangan pencantuman klausula eksonerasi terdapat dalam Pasal 18 ayat (1) UUPK antara lain pengalihan tanggung jawab, pemberian kuasa dari konsumen kepada pengusaha

Ruang lingkup larangan pencantuman klausula eksonerasi terdapat dalam Pasal 18 ayat (1) UUPK antara lain pengalihan tanggung jawab, pemberian kuasa dari konsumen kepada pengusaha

perlindungan konsumen; (c) Melakukan penga- wasan terhadap pencantuman klausula baku; (d) Melaporkan kepada penyidik umum jika ter- jadi pelanggaran Undang-Undang

Pada penelitian ini, Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen ditinjau oleh penulis menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Menurut Pasal 1 angka (2) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/ atau jasa yang tersedia

Pengaturan mengenai pencantuman klausula baku dalam perjanjian terdapat dalam UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), dimana pada Pasal 1 ayat (10), dijelaskan

Terkait dengan perjanjian leasing, terdapat ketentuaan dalam Pasal 18 Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang dilarang dalam bentuk klausula baku : a pelaku usaha perusahaan