18
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Diagram Alir
Berikut ini diagram alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian
Analisis kebutuhan air Analisis ketersediaan air Analisis keseimbangan air
Analisis kinerja bendung Analisis tingkat kelayakan Ekonomi
Identifikasi Masalah
Data curah hujan tahun 2011-2020 Data Inflow Bendung Argoguruh 10
tahun Data kebutuhan air
Harga ditetapakan 3,5 USD per m3dari RP. 14.351
Harga Gabah Kering Giling (GKG) Produksi 2 MT sebsar 5,5 ton/ha
Studi Literatur:
Analisis kebutuhan air, Analisis keseimbangan air, dan analisis kinerja bendung
Pengumpulan data
Data Outflow:
Kebutuhan SPAM Kebutuhan air irigasi
Kesimpulan dan Saran Mulai
Selesai
19 3.2. Lokasi Studi
Bendung Argoguruh di Sungai Way Sekampung terletak di Jalan Raya Lintas Sumatera, Tegineneng, Lampung Tengah. Bendung ini berada pada ± 79,6 km di bawah Bendungan Batutegi dengan memiliki luas DAS untuk Bendung Argoguruh seluas 1430 km2 yang dapat dilihat pada Gambar 3.2 berikut ini.
Gambar 3.2. Lokasi Studi Daerah Aliran Sungai Sekampung dan Bendung Argoguruh
Sumber: BBWS Mesuji Sekampung,2019
Bendung Argoguruh dengan posisi geografis terletak pada koordinat 5° 11' 57.24"
LS dan 105° 10' 45.58" BT yang dapat dilihat pada Gambar 3.3 berikut ini.
Gambar 3.3.Tampak Atas Lokasi Sungai Way Sekampung dan Bendung Argoguruh
Sumber: Google Earth,2021
Sungai way sekampung
D.I. Sekampung 76.006 Ha
Arah Lokasi Daerah Irigasi Argogugruh
20 Berikut ini ada pun foto kondisi Bendung Argoguruh dan Intake yang dapat dilihat pada Gambar 3.4 ini.
Gambar 3.4. Foto Kondisi Bendung Argoguruh dan Intake
Berikut ini lokasi D.I. Sekampung Sistem yang dialirin dari Bendung Argoguruh yang dapat dilihat pada Gambar 3.5.
Gambar 3.5. Lokasi Daerah Irigasi Sekampung Luas 76.006 Ha dari Suplesi Bendung Argoguruh
Sumber: Jurnal Teknik Sipil UBL,2017
Kondisi pintu air dan aliran air Bendung Argoguruh yang terletak didekat Jalan Raya Lintas Sumatera, Tegineneng, Lampung Tengah yang dapat dilihat pada Gambar 3.6 berikut.
Bendung Argoguruh
D.I Sekampung Luas 76.006 Ha
Sungai Way Sekampung
21 (a) (b)
Gambar 3.6. (a) Kondisi Aliran Air Fider Canal 1, (b) Kondisi Aliran Air Fider Canal 1
Berdasarkan arah mata angin lokasi Bendung Argoguruh terletak di beberapa posisi berikut ini:
1. Arah Utara = Bumiagung, Kecamatan Tegineneng 2. Arah Timur = Rulung helok, Kecamatan Natar 3. Arah Selatan = Rulung Sari, Kecamatan Natar
4. Arah Barat = (Jembatan Tegineneng) Mandah, Kecamatan Natar
1.3. Alat dan Aplikasi
Pada penelitian ini terdapat alat dan aplikasi yang digunakan antara lain : 1. Microsoft Office 2010
Microsoft Office berguna dalam membantu pengerjaan laporan, analisis, perhitungan, serta presentasi data yaitu Microsoft Office Excel, Word dan Power Point.
2. Aplikasi Google Earth
Aplikasi ini berguna untuk menentukan lokasi titik Bendung dan menentukan elevasi tampungan.
3. Aplikasi GIS
Aplikasi ArcGIS 10.3 berguna untuk mengolah peta tata guna lahan, peta topografi dan peta luasan DAS (Daerah Aliran Sungai).
4. Aplikasi CROPWAT 8.0
Aplikasi CROPWAT berguna untuk menghitung evapotranspirasi tanaman.
3.4. Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang didapatkan secara tidak langsung atau melalui media perantara. Pada penelitian ini data diperoleh dari instansi dan arsip
22 yang terkait dengan topik penelitian. Adapun data sekunder yang digunakan, sebagai berikut:
1. Data Curah Hujan
Data tersebut meliputi pengukuran curah hujan dari stasiun curah hujan. Data curah hujan selama 10 tahun terakhir (2011-2020), berdasarkan Instansi (BBWSMS) Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung. Posisi sebaran stasiun curah hujan berada di dalam DAS seperti yang dapat dilihat pada Gambar 3.7 berikut ini, sehingga dalam menghitung perlu dikalikan nilai Luas DAS sebesar 1.430 km2.
Gambar 3.7. Lokasi Stasiun Curah Hujan
Sumber: Aplikasi GIS 10.3,2021
2. Data debit Inflow Bendung Argoguruh
Data inflow adalah debit air yang melimpas di atas Bendung Argoguruh. Data ini didapatkan dari Instansi (BBWSMS) Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung. Data inflow dapat di lihat dapat dilihat pada Gambar 3.8 berikut ini,
Bendung Argoguruh
23 Gambar 3.8. Grafik Debit Inflow Tahun 2011-2020
Sumber: BBWS Mesuji Sekampung
3. Data kebutuhan air
Data kebutuhan air yang digunakan untuk sistem air irigasi dan SPAM. Daerah kebutuhan yang terdekat dengan bendung argoguruh yaitu sistem air irigasi dan SPAM sekitar Bendung Argoguruh. Berikut ini adalah data kebutuhan air dapat di liat di Tabel 3.1:
Tabel 3.1. Data Kebutuhan Air di Bendung Argoguruh
Bulan Air irigasi
( m^3/s) SPAM ( m^3/s)
Jan-1 13,560 0,750
Jan-2 35,520 0,750
Feb-1 50,590 0,750
Feb-2 64,750 0,750
Mar-1 61,990 0,750
Mar-2 50,480 0,750
Apr-1 57,540 0,750
Apr-2 45,810 0,750
Mei-1 37,160 0,750
Mei-2 40,740 0,750
Jun-1 47,360 0,750
Jun-2 49,570 0,750
Jul-1 46,510 0,750
Jul-2 49,870 0,750
Agt-1 42,380 0,750
Agt-2 32,820 0,750
0 50 100 150 200 250 300
1 6 11 16 21 26 31 36 41 46 51 56 61 66 71 76 81 86 91 96 101 106 111 116
Debit (m^3/s)
Bulan
Debit Inflow (m
3/s)
Debit (m^3/s)24
Bulan Air irigasi
( m^3/s) SPAM ( m^3/s)
Sep-1 21,940 0,750
Sep-2 16,710 0,750
Okt-1 0,050 0,750
Okt-2 0,050 0,750
Nop-1 8,410 0,750
Nop-2 25,520 0,750
Des-1 45,120 0,750
Des-2 55,760 0,750
Sumber:BBWS Mesuji Sekampung,2019
2. Data Teknis
Data teknis pada Bendung Argoguruh didapatkan dari BBWS Mesuji Sekampung didajikan dalam Tabel 3.2 sebagai berikut:
Tabel 3.2. Data Teknis Bendung Argoguruh
No. Uraian Satuan Keterangan
1 Tipe Bendung Tetap
2 Panjang Bendung m 140,00
3 Tinggi Bendung dari dasar sungai m 5,90 4 Jumlah Bendung (Bentang) 1
5 Debit Banjir Rencana m3/s 1.300,00
6 Jumlah Pintu Gerak Bendung set - 7 Sistem Penggerak Pintu Bendung -
8 Lebar Bukaan Pintu m 3×2
9 Jumlah Pintu Bilas bh 1
10 Lebar Pintu Bilas m 5,60
11 Bangunan Intake bh 2
12 Sistem Operasi Pintu Intake Manual/Elektrik
13 Panjang Feder Canal (I dan II) km 17,10 14 Jumlah Pintu Pengambil (Intake) bh 13 15 Lebar Pintu Pengambil (Intake) m 2,55
16 Debit Saluran m/s 113,50
17 Panjang Saluran Primer km 143,27
18 Panjang Saluran Sekunder km 340,32
19 Area Irigasi Ha 76.006,00
Sumber:BBWS Mesuji Sekampung,2021
25 5. Skema Manfaat Air Sungai Way Sekampung
Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung yang didapatkan dari Instansi (BBWSMS) Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung dapat ditunjukan dengan Gambar 3.9 berikut ini.
Gambar 3.9. Skema Manfaat Air Sungai Way Sekampung
Sumber:BBWS Mesuji Sekampung
3.5. Metode Analisis Data
Pada bagian metode analisis data ini terbagi menjadi beberapa penelitian sebagai berikut.
3.5.1. Analisis Ketersediaan Air
Penentuan ketersediaan air di mulai dari pembuatan luasan dengan metode poligon Thiessen dengan bantuan aplikasi GIS dengan 11 stasiun curah hujan. Selanjutnya
melakukan perhitungan curah hujan efektif untuk jenis tanam padi dan palawija dari stasiun berikut ini:
1. PH-101 Simba Waringin, Trimurjo 2. PH-102 BRU VIII Punggur, Totokraton 3. PH-103 BD VIII, Sri Rejo Kencono 4. PH-104 DH IV Sumber rejo, Kota Gajah 5. R-106 Bendung Argoguruh, Tegineneng
26 6. R-107 Dam Raman, Pekalongan
7. PH-108 Punggur, Punggur 8. R-054 Magelang, Metro Barat 9. PH-114 Binjai, Gunung Sugih
10. R.141 Komering Putih, Gunung Sugih 11. R-206 PSDA, Metro
3.5.2. Analisis Kebutuhan Air
Dalam perhitungan analisis ini terdapat beberapa langkah-langkah yang dilakukan terdiri dari :
1. Debit Andalan menggunakan metode Weibull dan debit andalan dihitung dari debit terukur.
2. Analisis klimatologi dengan menentukan temperatur rata-rata, temperatur minimum dan maksimum, lama penyinaran matahari rata-rata, kecepatan angin rata-rata, dan kelembaban rata-rata dari data 10 Tahun terakhir (2011-2020).
3. Analisis evapotranspirasi dengan menggunakan metode Penman Modifikasi.
4. Menentukan Koefisien Tanam, perkolasi dan pengganti lapisan air tanah (WLR) pada daerah irigasi.
5. Perhitungan kebutuhan air untuk penyiapan lahan (IR).
6. Perhitungan kebutuhan air tanam (NFR).
7. Perhitungan kebutuhan pengambilan air dari sumbernya (DR) dan debit (Q).
3.5.3. Analisis Keseimbangan Air
Analisis ini membandingkan debit air yang disuplai Bendungan batutegi dengan kebutuhan air maupun limpasan. Adapun juga perbandingan antara nilai
keseimbangan air yang terhitung dengan keseimbangan air yang di dapat.
3.5.4. Analisis Kinerja Bendung Argoguruh
Menganalisis dari data debit Inflow dan data outflow dari bendung. Outflow adalah setiap parameter yang disediakan atau disuplai air oleh Regulating Dam. Parameter ini yang digunakan seperti nilai supply and demand.
3.5.5. Analisis Kelayakan Ekonomi
Mengkaji sebuah Waduk Way Semah dengan kapasita 300 juta m3 seharga 3,5 USD per m3, sehingga harga Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp. 5.000.000 per ton dengan produksi 2 MT sebesar 5,5 ton/ha.