• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Maraknya fenomena clickbait dikarenakan headline berita yang sensasional di media daring demi memperkaya jumlah views menyebabkan menurunnya kualitas jurnalisme di Indonesia. Terlebih lagi, media daring di Indonesia berjumlah lebih dari 43 ribu yang menyajikan berita positif dan negatif setiap harinya. Konten berita negatif lebih banyak tersaji daripada positif, hal itu dapat menebarkan aura pesimisme dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kestabilan hidup di Indonesia. Tiap hari disuguhkan berita yang fenomenal dan viral seperti konten terkait intervensi politik, agama, kepentingan pribadi, dan hoax atau berita bohong masih cukup diminati masyarakat Indonesia.

Era teknologi kini membuktikan pertumbuhan pengguna internet dari tahun ke tahun semakin tinggi, dampaknya jelas saja peristiwa penyebaran hoax atau berita bohong yang marak diperbincangkan oleh warganet di Indonesia.

Hoax bisa membentuk persepsi yang salah terhadap suatu informasi yang sebenarnya, padahal penyebaran berita bohong memiliki dampak yang cukup signifikan seperti pengalihan isu, sarana menipu khalayak, dan kegaduhan publik. Pihak yang tidak bertanggung jawab dalam penyebaran hoax telah melakukan suatu manipulasi dan penyebaran informasi yang tidak benar secara sadar (Marwan & Ahyad, 2016).

Di tengah derasnya informasi atau berita di media arus utama, kebenaran berita kerap dipertanyakan. Tak heran bila berita bohong atau hoax sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. Kecenderungan munculnya berita hoax mengangkat tren jurnalisme negatif menjadi titik dimana media arus utama bisa memengaruhi opini publik. Berita yang berkaitan dengan korupsi, kriminal, bencana alam, kericuhan politik, dan sebagainya menjadi komoditas bagi industri media massa saat ini (Wibisono, 2019).

(2)

2

Hanya sekitar 168 media daring di Indonesia yang kredibel dan terpercaya semakin memberikan gambaran bahwa berita negatif atau fitnah mudah diunggah sebagai berita seperti dilansir pada situs Masyarakat Anti Fitnah Indonesia -www.mafindo.or.id- bahwa sepanjang 2018 hoax mencapai 997 konten. Dengan pemetaan narasi sebanyak 340 hoax (34,10%) serta narasi dan foto 443 hoax (44,43%), sisanya berupa video dan lainnya. Gambaran tersebut menunjukkan kecolongan dampak buruk dari berita negatif dalam pemberitaan di media.

Maraknya berita-berita serba cepat saat ini didukung teknologi komunikasi yang mumpuni, terpaan informasi yang mengandung masalah- masalah berat termasuk kejahatan, kekerasan, kriminalitas, terorisme, dan lain sebagainya. Sehingga, perasaan manusia yang ditempa sedemikian rupa sedikit banyak melahirkan sikap kurang percaya diri terhadap lingkungannya. Selain itu, kepekaan seseorang terhadap masalah-masalah baru bisa saja hilang akibat berita negatif yang merugikan di dalam kehidupan bermasyarakat.

Ditinjau dari beberapa media berbagai platform yang ada di Indonesia, mayoritas halaman depan atau sampul berita setiap hari di media massa seperti cetak, elektronik, dan daring sering memuat berita yang memiliki unsur negativitas dan sedang ramai diperbincangkan. Berita-berita feature news yang bernilai positif jarang bertengger di berita utama atau halaman depan media massa.

Melihat fakta yang telah disebutkan, pada prinsipnya media memiliki tanggung jawab sosial (Social Responsibility Theory) yaitu kewajiban kepada masyarakat dengan menetapkan standar tinggi pada arus informasi yang professional, akurat, dan berimbang. Selain itu, media harus menghindari suatu konten berita yang dapat menimbulkan perpecahan, kriminalitas, kejahatan, kekerasan, serta penghinaan terhadap kelompok minoritas. Secara universal, media harus bersifat plural dan menunjukkan keberagaman dari berbagai sudut pandang dan hak jawab. Media dan pekerja di dalamnya wajib memiliki sifat keterbukaan terkait informasi, bertanggung jawab kepada masyarakat, karyawan, dan pasar.

(3)

3

Demi mengembalikan semangat percaya diri dan optimisme terhadap potensi bangsa Indonesia, peran jurnalisme positif dalam media daring harus direalisasikan. Penerapan jurnalisme yang objektif di media daring bertujuan terciptanya keseimbangan antara konten berita positif dan negatif. Di Indonesia masih sedikit media daring yang memiliki satu sisi konten berita positif saja, sedangkan mayoritas media daring arus utama memiliki dua sisi konten berita positif dan negatif.

Melihat kondisi tersebut, media dan khalayak media harus bersinergi mengembalikan sikap percaya diri terhadap kehadiran berita positif. Paradigma jurnalisme tidak selalu mengutamakan kekuatan bad news is good news.

Masyarakat kini memerlukan berita-berita yang mengandung harapan, optimisme, dan positif (Syah, 2011).

Jurnalisme positif berperan penting dalam menyampaikan informasi, kabar, dan fenomena yang membangun semangat yang dapat menimbulkan sikap optimis bagi khalayak media. Maka, diharapkan media di Indonesia bisa mensosialisasikan paradigma good news is also news kepada pekerja media khususnya wartawan.

Penulisan “berita baik” sebenarnya sudah ada sejak 1993 silam. Shauna Crocket Burrows (1930 – 2012) merupakan pendiri The Positive News dan pelopor pendekatan baru dalam jurnalisme yang menjadi cikal bakal berita positif. Ia menginisiasikan tujuan “untuk melawan negativitas dalam media arus utama dan memberikan orang-orang serta inisiatif-inisiatifnya dalam menciptakan dunia yang sejahtera dan berkelanjutan.”

Tren media dengan lini berita positif misalnya, pada 2011 Huffington Post membuat rubrik “Good News”. Pada 2014 The Washington Post meluncurkan

“The Optimist” sebagai kompilasi mingguan berita-berita yang menginspirasi.

Setelah itu, The Guardian membuat rubrik “Solutions & Innovation” pada 2016.

Tepatnya Desember 2016, The New York Times tak mau ketinggalan juga membuat rubrik “This Week in Good News”.

Media khusus berita positif di dunia masih sangat sedikit diantaranya seperti Positive.News, Good News Network, abc News, dan Good News from

(4)

4

Indonesia. Kehadiran jurnalisme positif bukan hanya sebagai jurnalisme yang sekedar menyajikan berita yang memuji dan dielu-elukan. Lebih dari itu, penerapan jurnalisme positif mengacu pada objektivitas dan cover both sides, serta menerapkan penyajian berita yang sesuai fakta dengan memberikan alternatif pemecahan sebagai bentuk keseimbangan kepada khalayak media untuk bisa menatap masa depan dengan penuh percaya diri.

Media daring yang mengkhususkan diri dengan berita positif di Indonesia salah satunya adalah Good News from Indonesia (GNFI). GNFI merupakan media pertama khusus di Indonesia yang memiliki konten berita positif saja.

GNFI menyajikan konten berita positif sejak tahun 2009 dan menelurkan produk kabar baik Indonesia dari berbagai bidang mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi, pariwisata, militer, dan lainnya.

Dikutip dari portal berita tirto.id, menurut Akhyari Hananto, pendiri sekaligus pemimpin redaksi GNFI, dasar dibentuknya GNFI adalah kurang baiknya reputasi Indonesia di luar negeri dan pudarnya kebanggaan dan kecintaan anak muda Indonesia pada bangsanya. Pemicu tersebut menjadikan GNFI memiliki kebijakan redaksional yang diterapkan dan menjadi tolok ukur bagi wartawan untuk membentuk ciri khas media dan berfungsi menjaga keseragaman bahasa di kalangan wartawan itu sendiri.

Saat pertama kali diluncurkan pada 2009 silam, GNFI sepenuhnya menyampaikan berbagai kabar baik dari Indonesia dalam bahasa Inggris.

Seiring dengan perkembangannya, kini GNFI juga menggunakan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, hal ini bisa ditelusuri di kantor redaksi GNFI yang terletak di Jl. Ketintang Madya III No. 45, Karah, Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur untuk dilakukan penelitian terkait kebijakan redaksi yang menjadi acuan bagi wartawan dalam mengolah sebuah berita baik tersebut.

Portal berita yang mengusung gaya jurnalisme positif ini tidak bermaksud menghilangkan sisi kritis masyarakat. Kehadiran GNFI justru ingin menjadi penyeimbang sekaligus penyegar informasi di tengah kejenuhan masyarakat terhadap jumlah berita negatif di media massa di Indonesia yang masih mendominasi arus informasi publik. Masyarakat bisa berbagi berita dan cerita

(5)

5

positif ke redaksi GNFI melalui surat elektronik atau sesuai syarat dan ketentuan berlaku yang ada di portal berita tersebut. Redaksi menyebut mereka dengan Kawan GNFI. Kawan GNFI adalah ruang berkreasi dan kontribusi para pendukung, para teman sejawat, para relawan, dan para anak bangsa yang memiliki visi bersama. Mempersembahkan tulisan-tulisan “Good News from Indonesia” terbaiknya untuk masa depan Indonesia.

GNFI fokus dalam pemberitaan kabar baik di media daring, dinyatakan dengan memiliki berbagai platform di media massa dan sosial yakni situs yaitu goodnewsfromindonesia.id, twitter di @GNFI, Facebook di halaman Good News from Indonesia, YouTube di Good News from Indonesia, dan instagram di @gnfi.

Sebagai pelopor media yang hanya menyajikan berita baik saja, GNFI yang menggunakan platform portal berita di internet tidak lepas dari kebijakan redaksi sebagai panduan utama bagi wartawan di media tersebut. Penerapan kebijakan redaksi yang memiliki batasan-batasan dalam mencari, mengolah, dan menyebarkan berita di platform berita sebagai ciri khas khusus suatu media.

Kebijakan redaksi GNFI dikeluarkan untuk berita utama dan artikel lainnya yang ditampilkan merupakan berita terbaik menyangkut kepentingan khalayak luas menurut redaksi. Kebijakan tersebut menjadi tanggung jawab penuh pemimpin redaksi. Yaitu tugas utamanya sebagai orang yang mengendalikan keredaksian di medianya yang meliputi penyajian berita, penentuan liputan, pencarian fokus pemberitaan, pemilihan berita, berita pembuka halaman (opening news), menugaskan atau membuat sendiri tajuk dan sebagainya.

Sebagai inisiator media berita positif, GNFI memiliki ciri khas menyebarluaskan berita positif tentang prestasi dan keunggulan Indonesia yang bahasa redaksinya terkesan ringan dan mudah dibaca oleh semua kalangan.

Penerapan kebijakan redaksi yang diterapkan oleh wartawan dan pekerja media di dalamnya seakan memberikan nyawa Indonesia pada portal kabar baik dari Indonesia tersebut.

(6)

6

Media daring seperti GNFI yang fokus pada kabar baik tentang Indonesia berhasil mempertahankan eksistensinya lebih dari satu dekade memberikan sinyal bahwa pembaca kabar baik tentang Indonesia masih diminati dan dicari, seperti yang disebutkan dalam Tech in Asia bahwa pada 2014 memiliki jumlah traffic sekitar 3500 hingga 4000 pengunjung per hari dengan pageview bisa mencapai 12000 per hari di situs portal beritanya.

Dilansir dari www.alexa.com -situs yang menyediakan data komersial terkait data traffic dan ranking situs web secara global maupun dalam suatu negara tertentu- pada 2019 GNFI berada pada urutan 95085 secara global, sedangkan di Indonesia sendiri berada pada urutan 1581. Pengunjung terbanyaknya berasal dari masyarakat Indonesia dengan rata-rata sekitar 5962 pengunjung tiap harinya.

Media arus utama Indonesia di atas GNFI yang termasuk ke dalam 10 besar melalui situs www.alexa.com adalah Okezone.com, Tribunnews.com, Detik.com, Liputan6.com, Kompas.com, Sindonews.com, dan Grid.id.

Sedangkan, dibandingkan dengan Times Indonesia -m.timesindonesia.co.id- yang merupakan media arus utama, namun juga mengangkat jurnalisme positif dalam portal beritanya. Hasil analisanya menunjukkan Times Indonesia bertengger pada posisi 1402 di Indonesia dan 103968 pada kancah dunia.

Berjumlah 4856 rata-rata pengunjung tiap harinya.

Berdasarkan data dan fakta yang telah disebutkan, GNFI sebagai media kabar baik masih sangat jauh posisinya dengan media arus utama. Tentunya, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih menyukai berita-berita yang umum, kontroversial, serta berkonten campuran antara negatif dan positif.

Adanya GNFI sebagai sumber segala kabar baik dari Indonesia, memacu peneliti untuk mengetahui bagaimana kebijakan redaksional itu menjadi pedoman bagi pekerja media dalam mencari, mengolah, dan menyebarluaskan berita baik tersebut meski berada pada ranking yang masih jauh dari kata memuaskan.

Berdasarkan penjabaran latar belakang yang telah disebutkan di paragraf- paragraf sebelumnya, maka peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian

(7)

7

dengan judul skripsi “Kebijakan Redaksional Situs Berita Good News from Indonesia (Studi Newsroom pada Kantor Redaksi GNFI di Surabaya)”.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana kebijakan redaksional situs berita Good News from Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui kebijakan redaksional situs berita Good News from Indonesia.

Dengan menggunakan Teori Hierarki Pengaruh milik Pamela J.

Shoemaker dan Stephen D. Reese, khususnya dalam Kebijakan Redaksional Good News from Indonesia (GNFI) bertujuan untuk memperoleh data berupa:

1. Individu Pekerja Media (Individual Level) mencakup latar belakang dan pengalaman jurnalis yang menjadi bagian dari redaksi GNFI.

2. Rutinitas Media (Media Routines Level) yaitu kebiasaan atau ciri khas GNFI dalam mengemas sebuah berita yang dikolaborasikan dari unsur sumber berita, organisasi media, dan audiens.

3. Organisasi Media (Organizational Level) berupa kebijakan, visi misi, dan tujuan media yang harus ditaati dan dilaksanakan sesuai dengan penentu kebijakan media atau pemilik media GNFI.

4. Luar Media (Extramedia Level) mencakup aturan, perjanjian, atau kerjasama yang memengaruhi isi berita berasal dari luar GNFI seperti sumber berita, pengiklan dan penonton, kontrol dari pemerintah, pangsa pasar dan teknologi.

5. Ideologi (Ideology Level) diperoleh dari konsepsi atau perspektif jurnalis ketika menerapkan kebijakan redaksional GNFI dalam pekerjaannya secara profesional.

(8)

8 1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan pengetahuan tambahan bagi institusi pendidikan ilmu komunikasi. Khususnya yang berkaitan dengan penerapan jurnalisme positif dan kebijakan redaksional suatu media berita. Serta untuk memperluas pemikiran sekaligus tambahan referensi pustaka ilmu komunikasi.

1.4.2 Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan berguna bagi media daring khususnya portal berita dan media sosial yang terkoneksi dengan perusahaan media tertentu dalam memberikan informasi yang menebarkan optimisme dan kebanggaan atas bangsanya sendiri. Serta, diharapkan bisa memberikan informasi dan wawasan terbaru bagi pembaca penelitian ini.

Referensi

Dokumen terkait

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, sumber segala kebenaran, sang kekasih tercinta yang tidak terbatas pencahayaan cinta-Nya bagi hamba-Nya, Allah Subhana Wata‟ala

Melalui kegiatan observasi di kelas, mahasiswa praktikan dapat. a) Mengetahui situasi pembelajaran yang sedang berlangsung. b) Mengetahui kesiapan dan kemampuan siswa dalam

Dua hal yang dipelajari penulis dengan pendekatan kemosistematika dalam peng- amatan adalah: (1) ketetapan karakter pada kelompok besar tetumbuhan yang memiliki arti dalam

Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi Masyarakat Kampung Bali, yang penelitiannya meliputi wawancara pada Masyarakat Suku Bali di Desa Cipta Dharma atau

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar

Perbandingan distribusi severitas antara yang menggunakan KDE dengan yang menggunakan suatu model distribusi tertentu dilakukan untuk melihat secara visual, manakah dari