• Tidak ada hasil yang ditemukan

Garment Factories (2465) Crude Palm Oil (2742 & 3160) Private Warehouses (29371) Show Room (29395)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Garment Factories (2465) Crude Palm Oil (2742 & 3160) Private Warehouses (29371) Show Room (29395)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Garment Factories (2465)

Private Warehouses (29371) Show Room (29395) Crude Palm Oil (2742 & 3160)

Jl. Salemba Raya No. 30 JAKARTA 10340, Indonesia

62 - 21 31934208, 3920101 ext 3161, 3163, 3164 Fax 62 - 21 3911432

Email : [email protected] www.reindo.co.id/bppdan

(2)

>> Okupasi : 2465 ( Garment Factories )

Merupakan salah satu industri tertua dengan hasil produksi aneka jenis pakaian dari berbagai jenis bahan baku mulai dari bahan alami, artificial atau serat sintetis.

Di Indonesia sebagian besar industri ini berskala kecil dengan jumlah karyawan di bawah 50 orang dan biasanya terspesialisasi dengan produk lini tertentu seperti t-shirt dan kemeja akan tetapi untuk industri yang berskala besar cenderung menghasilkan produk yang lebih terdiversifikasi dalam beberapa produk lini.

Saat ini beberapa perusahaan mulai menggunakan outsourcing supplier atau subkontraktor untuk menghasilkan beberapa produk yang spesifik sesuai dengan “brand name” yang mereka miliki.

Proses produksi terdiri dari empat tahap : pembelian bahan baku, styling, cutting, sewing, finishing dan kontrol kualitas, serta pengiriman ke pembeli. Ada dua system produksi, yaitu inside

system dan outside system. Di dalam inside system, semua proses dikontrol oleh pabrik dari mulai pembelian bahan baku sampai dengan penjualan ke retailer.

Sedangkan di outside system, pabrikan hanya memberikan contoh dan desain produk sedangkan proses produksi dilakukan secara outsourcing atau mekanisme subkontraktor

Pertimbangan Underwriting :

• Lokasi pabrik, apakah di area banjir atau area padat penduduk

• Penerapan upah minimum regional

• Tempat penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus terpisah terutama yang menggunakan serat sintetis.

• Usia dan konstruksi bangunan karena mayoritas sudah berusia tua termasuk di dalamnya sistem perkabelan dan listrik

• Fasilitas pencegah kebakaran

dan alat pemadam kebakaran

• Perkembangan industri ini tergantung kepada tingkat konsumsi dan dipengaruhi oleh kemampuan finansial dan stabilitas pasar sehingga merupakan salah satu faktor pertimbangan underwriting

• Moral hazard berkaitan dengan kegagalan

mengantisipasi perubahan fashion design dan pembatasan kuota serta tujuan ekspor.

• Karena proses produksi melibatkan beberapa tahap yang dikerjakan secara terpisah di beberapa lokasi yang berbeda, maka underwriter harus mempertimbangkan potensial loss tidak hanya dilokasi tertanggung tetapi juga di lokasi subkontraktor dalam kaitannya pada business interruption.

• Kerugian akibat penumpukan stok yang tidak laku

• Ketersediaan suku cadang mesin dan bahan baku produksi.

Special exposures : - Akumulasi scrap dan debu akibat proses pemotongan

- Bahan baku yang mudah terbakar khususnya untuk aksesories pakaian anak - Panas yang timbul pada saat proses pemotongan dan pada saat ironing - Pemindahan barang pada saat transit atau di tempat subkontraktor

Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional Salemba Raya No 30 Jakarta Pusat 10430

Sumber :

1. Data statistik : BPPDAN

2. Narasi : Winarko, AAAIK , Departemen Underwriting Non Marine PT.ReINDO

0.00 50.00 100.00 150.00 200.00 250.00 300.00 350.00 400.00 450.00 500.00

0 50 100 200 300 500 750 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 4,500 5,000 20,000 35,000 50,000 75,000 100,000 190,000

Loss Ratio ( % )

Band of TSI ( Rp Juta ) 2465

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

BPPDAN April, 2009

(3)

Okupasi CPO secara garis besar dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu yang hanya meliputi pabrik pengolahan saja (2742) dan yang memiliki perkebunan serta pengolahannya (3160). Secara garis besar proses produksi CPO dapat digambarkan sebagai berikut : Dari tandan buah segar dilakukan sterilisasi melalui pemanasan dengan metode steam di dalam tunnel kemudian

dilakukan pengupasan dan dilanjutkan dengan pressing. Dari proses pressing akan dihasilkan dua material yang bersifat liquid dan yang solid. Yang liquid dikenal dengan CPO sementara yang solid disebut kernel.

Dari data BPS sejak 2002 sampai dengan 2007 sektor industri yang paling menonjol nilai ekspornya adalah kelapa sawit. Nilai ekspor tersebut sebesar 42.22%

sementara kelompok industri lainnya yang cukup tinggi adalah 34.8% dari total ekspor nasional yang meliputi tembaga, besi/baja dan kertas. Meningkatnya nilai ekspor kelapa sawit disebabkan karena naiknya harga di pasar

internasional serta permintaan kelapa sawit dunia.

Namun kondisi tragis di alami saat ini karena harga CPO dunia menukik turun dan belum menunjukkan kenaikan yang berarti walaupun harga mulai

merambat naik. Kondisi global saat ini mempengaruhi turunnya permintaan CPO dunia. India dengan 30 importirnya telah membatalkan sepihak

kesepakatan impor yang telah di buat sampai akhir tahun ini.

Pembatalan kontrak salah satunya disebabkan karena harga kontrak awal dengan harga saat ini terjadi selisih yang sangat tajam.

Proyeksi untuk tahun 2009 ekspor CPO tetap naik 1 juta ton

dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 14 juta ton pada tahun 2008. Optimisme ini tetap ada karena produksi CPO melimpah tinggal mencari pembelinya.

Okupasi : 2742 & 3160 Crude Palm Oil ( CPO )

Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional Salemba Raya No 30 Jakarta Pusat 10430

2

0 50 100 150 200 250 300 350 400

0 50 100 200 300 500 750 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 4,500 5,000 20,000 35,000 50,000 75,000 100,000 190,000

Loss Ratio (%)

Band of TSI (Rp juta ) 2742

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

BPPDAN April, 2009

(4)

Untuk menyiasati suramnya pasar Eropa dan Amerika akibat krisis keuangan global saat ini maka ekportir harus mencari pasar baru di Asia. Diantaranya Pakistan yang merupakan negara potensial untuk tujuan ekspor CPO ini karena Indonesia baru mengisi 40 % dari total demand sisanya dipenuhi Malaysia.

Akibat suramnya harga CPO di dunia maka pemerintah telah menyiapkan beberapa kebijakan yaitu akan meninjau ulang pungutan ekspor (PE) untuk ekspor CPO menjadi nol persen.

Adanya aturan mandatori terhadap sektor industri,

transportasi dan pembangkit listrik nasional untuk menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN) merupakan peluang penyerapan pasar di dalam negeri.

Pertimbangan bagi Underwriter:

- Kerugian yang disebabkan Risiko bencana alam (AOG) karena itu perlu memahami lokasi risiko yang bersangkutan - Risiko kerusuhan yang dapat timbul dari lingkungan sekitar - Risiko kebakaran yang dapat ditimbulkan dari instalasi listrik yang tidak rapi , dari mesin boiler karena ada proses yang menggunakan steam atau dari sampah produksi dan penyimpanan bahan bakar yang mudah terbakar.

Sehubungan dengan itu harus memperhatikan lay out pabrik dan kebersihan pabrik.

- Jika terdapat conveyor maka maintenance harus dilakukan secara terkontrol dan reguler - Pertimbangan terkini yang

perlu diperhatikan adalah:

- Demand turun

- Stock potensial meningkat - Harga turun, ongkos produksi stabil cenderung meningkat

- Perlu kehati-hatian jika ada kenaikan sum insured stock dan business interuptionnya

- Untuk pabrik kecil akan sulit untuk survive karena skala ekonomi tidak tercapai

Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional Salemba Raya No 30 Jakarta Pusat 10430 Sumber :

1. Data statistik : BPPDAN

2. Narasi : Panut Suranto. AAAIK , Departemen Underwriting Non Marine PT. ReINDO

April, 2009 BPPDAN

0 50 100 150 200 250 300

0 50 100 200 300 500 750 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 4,500 5,000 20,000 35,000 50,000 75,000 100,000 190,000

Loss Ratio (%)

Band of TSI ( Rp juta )

3160

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

(5)

Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional Salemba Raya No 30 Jakarta Pusat 10430

Berdasarkan sifatnya gudang berfungsi untuk menyimpan barang atau stock. Khusus untuk gudang pribadi maka kepemilikan dari gudang dan juga

barang-barang yang disimpan di dalam gudang sepenuhnya milik tertanggung dan tidak terdapat barang-barang titipan milik pihak lain tanpa ijin dari perusahaan asuransi serta pengelolaan gudang dilakukan dan menjadi tanggung jawab dari tertanggung.

Barang atau stock di dalam gudang dapat berupa:

- Raw material (bahan baku) yang akan digunakan dalam proses produksi - Finished goods (barang jadi) - Work in progress (barang dalam pengerjaan) - Stock di bawah pengawasan &

tanggung jawab tertanggung

Khusus untuk jenis stock, yang perlu menjadi perhatian dalam

melakukan underwriting risiko gudang adalah sebagai berikut:

- Nature of risk Setiap bahan memiliki

sifat dan karakteristik yang khusus

terhadap flammibility

(kemudahan untuk terbakar), reaksinya terhadap suhu dan tekanan

- Penyimpanan

Metode penyimpanan stock

seharusnya disesuaikan dengan sifat dari stock tersebut, misalnya untuk barang-barang yang mudah terbakar dan meledak maka suhu dan tekanan harus diatur sedemikian rupa sehingga bahan akan relatif stabil dalam tempat penyimpanan dan untuk produk pertanian yang bersifat combustible maka gudang harus memiliki ventilasi dan sirkulasi yang baik

- Tingkat ketertarikan

Ada beberapa stock yang cenderung menarik perhatian pencuri untuk mengambilnya seperti barang elektronik, handphone, dan lain-lain.

Sedangkan informasi lainnya yang dibutuhkan dalam menganalisa risiko adalah sebagai

berikut:

- lokasi resiko untuk melihat apakah gudang terdapat pada lokasi yang rawan banjir atau kawasan pemukiman yang rawan pencurian

- pengelolaan, kebersihan &

kerapian gudang - ketersediaan alat-alat pemadam kebakaran - penjagaan & keamanan - pengalaman kerugian sebelumnya

April, 2009 BPPDAN

Okupasi : 29371 ( Private Warehouses )

Sumber :

1. Data statistik : BPPDAN

2. Narasi : Yusas Nugraha, AAIK , Departemen Underwriting Non Marine PT. ReINDO 0

50 100 150 200 250

0 50 100 200 300 500 750 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 4,500 5,000 20,000 35,000 50,000 75,000 100,000 190,000

Loss Ratio ( % )

Band of TSI ( Rp juta ) 29371

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

(6)

>>

Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional Salemba Raya No 30 Jakarta Pusat 10430

O kupasi : 29395

Definisi dari showroom pada kode 29395 ini adalah bangunan yang cukup luas dan permanen yang digunakan untuk menampilkan

produk-produk yang akan dijual seperti kendaraan bermotor baik baru atau bekas, barang-barang elektronik, mesin-mesin, perlengkapan kantor, peralatan kesehatan, furnitur, dan sejenisnya.

Dalam kode okupasi ini juga mensyaratkan bahwa : - Tidak ada kegiatan repair/work shop atau bengkel, hanya diperuntukkan ruang pamer saja.

Penambahan kegiatan tersebut tentu saja akan

meningkatkan hazard.

- Ruang pamer ini harus digunakan sehari-hari untuk memamerkan produk atau used daily, bukan showroom yang dipakai sewaktu-waktu hanya jika ada pesanan atau dikenal dengan booked to perform.

Namun demikian perkembangan di Indonesia saat ini, banyak showroom kendaraan bermotor sekaligus sebagai tempat reparasi kendaraan atau bengkel, baik untuk pekerjaan yang bersifat service station atau yang lebih berat lagi. Jika ini terjadi maka kode okupasi akan berubah menjadi 29395 / 296 : showroom / motor vehicle repair shop and service station, perubahan ini terjadi karena adanya peningkatan hazard.

Risiko yang terexpose : - Paling utama RSMD / RSCC, karena denah atau lay out dari showroom dibuat untuk menarik perhatian orang / attractive design

- Banjir, lokasi showroom kebanyakan berada di pusat perkotaan dan umumnya sangat jelek drainasenya.

Hal ini terbukti berdasarkan data underwriting 2006 peningkatan L/R cukup tinggi di kode okupasi ini yang disebabkan oleh banjir.

- Kebakaran, rata-rata disebabkan shortcircuit dan menjalarnya api.

Beberapa pertimbangan underwriting yang perlu diperhatikan :

- Lokasi, sangat

penting untuk menilai okupasi ini, terutama berkaitan dgn peril banjir & RSMD/ RSCC.

o Apakah berdasarkan data areal ini bebas banjir ?

o Apakah berada di lokasi utama yang sering dilalui masa demonstrasi?

o Apakah berdekatan dgn gedung-gedung

pemerintahan ?

o Apakah berada di areal khusus showroom mobil?

pasar mobil?

- Keamanan, bagaimana security sistem yang dipunyai? apakah ada jalan alternatif di lokasi untuk mengeluarkan stock mobil jika ada huru hara atau kebakaran?

- Perlengkapan FEA, terutama keberadaan Hydrant dan sprinkler. Kalau bisa kita mengetahui jarak tempuh dari pusat pemadam kebakaran terdekat.

- Kepemilikan dan jenis/merek yang ada di showroom, perlu diperhatikan siapa pemilik showroom, apakah ada kaitan dengan personage person, etnis atau kelompok tertentu.

Okupasi 29395 : ( Show Room )

Sumber :

1. Data statistik : BPPDAN 2. Narasi : Darmadji AAAIK,

Departemen Underwriting Non Marine PT. ReINDO 0

50 100 150 200 250 300

0 50 100 200 300 500 750 1,000 1,500 2,000 2,500 3,000 4,500 5,000 20,000 35,000 50,000 75,000 100,000 190,000

Loss Ratio ( %)

Band of TSI ( Rp juta ) 29395

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

April, 2009 BPPDAN

Referensi

Dokumen terkait

Kecenderungan bahwa kaderi- sasi konservasi dan konservasi etika seni dan budaya muncul sebagai pilar yang tertinggi di dua fakultas berbeda menunjukkan bahwa pengetahuan

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui masalah yang dihadapi Katumiri Coffee Shop The Travelhotel Cipaganti Bandung khususnya untuk mengetahui tingkat

Pasal 4 UU 41/1999 tentang Kehutanan berbunyi: (1) Semua hutan di dalam wilayah Republik Indonesia termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara

Ahli waris menurut undang-undang yang dinyatakan tidak patut untuk menerima warisan, dalam Pasal 838 KUH Perdata, adalah: (1) Mereka yang telah dihukum karena

(ex aquo et bono).. Salinan putusan ini tidak bisa dipergunakan sebagai rujukan resmi atau alat bukti. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Sekretaris Persidangan DKPP RI, Jl..

Dari Kota medan, UMKM Binaan TDA dalam menjawab pertanyaan daerah pemasaran yang dipilih untuk melakukan bisnis adalah Dimana saja yang terpentinng dan dapat aspek

Setelah dilaksanakan penelitian yang diawali dari pengambilan data hingga pengolahan data yang akhirnya dijadikan patokan sebagai pembahasan hasil penelitian

Dilakukan studi pasar untuk katagori produk rotan aksesoris fesyen dan rumah, kedua katagori ini dipilih karena sesuai dengan keahlian pengrajin. Berdasarkan data statistik dari