Nama : Bahtiar Arbi Angkatan : VII
Kelompok : 1
Satuan Kerja : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
No Kegiatan Waktu Hasil Bukti
1 Mengecek tata tulis 08.00-10.00 Terlampir Terlampir 2 Mereview ulang rancangan 10.00-12.00 Terlampir Terlampir 3 Membuat presentasi 12.00-14.00 Terlampir Terlampir 4 Menambah Referensi 14.00-16.00 Terlampir Terlampir
RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL CALON DOSEN SENI MUSIK
PENGGUNAAN ALAT MUSIK PENGGANTI BERBASIS DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) MATA KULIAH SENI MUSIK DI PROGRAM STUDI (PRODI)
PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI,
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN 2021
Oleh
NAMA : Bahtiar Arbi, M.Pd.
NIP : 199305042020121006
Peserta Latihan Dasar CPNS Gol. III Angkatan VII
KEMENTERIAN REPUBLIK INDONESIA
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEMARANG
TAHUN 2021
iii
LEMBAR PERSETUJUAN ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan dan dan Manfaat... 4
1. Tujuan Umum ... 4
2. Tujuan Khusus ... 4
3. Manfaat ... 4
C. Ruang Lingkup ... 5
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI ... 6
A. Deskripsi Organisasi ... 6
1. Profil Organisasi ... 6
2. Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Organisasi ... 9
B. Deskripsi Isu ... 10
C. Analisis Isu ... 12
1. Analisis AKPL ... 13
2. Analisis USG... 14
D. Argumentasi terhadap Core Issue Terpilih... 15
E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS dan Alat Musik Berbasis Digital ... 15
1. Nilai Dasar Profesi PNS ... 15
2. Alat Musik Berbasis Digital ... 17
F. Matriks Rancangan ... 18
G. Jadwal Kegiatan ... 22
H. Kendala dan Antisipasi ... 23
BAB III PENUTUP ... 25
DAFTAR PUSTAKA ... 26
i
CALON DOSEN SENI MUSIK
Penggunaan Alat Musik Pengganti Berbasis Digital dalam Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Mata Kuliah Seni Musik di Program Studi (Prodi)
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2021
Nama: Bahtiar Arbi, M.Pd.
NIP : 199305042020121006
Telah Disetujui
Pada Hari Senin, Tanggal 20 September 2021
Mentor Coach/Pembimbing
Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd. Drs. Muhroji Arifin, S.Ag., M.Pd.
NIP 197910112009121005 NIP 196110251992041001
Mengetahui
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Semarang
Drs. H. Anshori
NIP 196605191993031002
ii
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS CALON DOSEN SENI MUSIK
Penggunaan Alat Musik Pengganti Berbasis Digital dalam Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Mata Kuliah Seni Musik di Program Studi (Prodi)
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2021
Nama: Bahtiar Arbi, M.Pd.
NIP : 199305042020121006
Telah diuji di depan Penguji
Pada Hari Kamis Tanggal 24 September 2021
Penguji
NIP
Mengetahui
Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Semarang
Drs. H. Anshori
NIP 196605191993031002
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki nilai-nilai dasar yang harus dipahami dan menjadi landasan dalam menjalankan profesinya yang termuat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Nilai-nilai dasar tersebut meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Dalam rangka melaksanakan ketentuan tersebut, Pasal 34 ayat 7 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang diterjemahkan dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) penyelenggarakan pengembangan pelbagai kompetensi CPNS secara terintegrasi seperti (a) menunjukkan sikap perilaku bela negara, (b) mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya, (c) mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan (d) menunjukkan penguasaan kompetensi teknik yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut cakap menyelenggarakan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat dan sanggup berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus ASN berperan penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan pemerintah yang baik (whole of government).
Universitas Negeri adalah wujud lembaga pemerintah yang bergerak dibidang Pendidikan dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membantu pemerintah mencapai tujuan pendidikan. Tri dharma perguruan tinggi diambil dari bahasa sansekerta. “Tri” yang artinya tiga dan “Dharma” yang artinya kewajiban. Jika dijabarkan secara istilah tri dharma perguruan tinggi adalah suatu asas yang dipegang oleh setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.
Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut Tridharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (UU No. 12 Tahun 2012, Pasal 1 Ayat 9). Seluruh sivitas akademika wajib dan bertanggung jawab dalam mewujudkan Tridharma tersebut. Sivitas akademika sendiri menurut Undang-Undang merupakan komunitas yang memiliki tradisi ilmiah dengan mengembangkan budaya akademik. Sivitas akademika yang di maksud disini adalah dosen dan mahasiswa.
Pertama, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Kedua, penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga, pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah salah satu lembaga pemerintah dibawah naungan Kementerian Agama.
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, atau sering disebut UIN Suka, merupakan pergutuan tinggi negeri yang didirikan pada tanggal 26 September 1951.
Memiliki usia hampir 70 tahun membuat UIN Sunan Kalijaga menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) tertua di Indonesia. Kampus UIN Sunan Kalijaga terletak di dekat perbatasan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, tepatnya di Jalan Marsda Adisucipto No. 1. Universitas ini telah melalui berbagai proses perkembangan sebelum menjadi Universias Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta seperti sekarang.
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) merupakan fakultas dengan jumlah prodi terbanyak se-UIN Suka. Salah satu program studi yang ada di FITK adalah Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Visi prodi PIAUD terkait dengan visi yang dibangun UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yaitu “Unggul dan terkemuka dalam pemaduan dan pengembangan studi keislaman dan keilmuan bagi peradaban”. Program Studi PIAUD menempatkan diri sebagai ujung tombak dari pencapaian visi universitas, khusus dalam bidang pendidikan anak usia dini Islam. Visi tersebut juga erat dengan visi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yakni “Pemaduan dan pengembangan pendidikan keislaman dan keilmuan bagi peradaban, akan tetapi arahnya lebih spesifik untuk menyiapkan calon pendidik anak usia dini”. Upaya integrasi dan pengembangan tersebut, kini didukung dengan adanya kebijakan universitas mengintegrasikan Program Studi PIAUD, Program Magister yang sebelumnya dikelola oleh Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Melalui serangkaian pembelajaran dan diperkaya jaringan akademisi yang dinamis tetapi berakar pada keindonesiaan, prodi PIAUD menyiapkan pendidik anak usia dini yang memiliki integritas, berpikir kritis, komunikatif-adaptif, dan keterampilan digital yang diperlukan untuk melayani masyarakat.
Nilai-nilai PIAUD yang unggul secara resmi dinyatakan sebagai Program Education Objectives (PEOs). Nilai-nilai unggul ini dirumuskan sesuai dengan visi dan misi UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Program Studi PIAUD. Perumusan nilai-nilai umum ini mempertimbangkan saran pengguna, alumni, dan asosiasi profesional. PEO terdiri dari kata kunci penting berikut: Integritas; Berpikir kritis; Komunikatif-adaptif; kompetensi; profesionalisme; kepemimpinan dan etos kerja.
Integrasi dan interkonteksi antar visi-misi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh sumber daya manusia yang progresif.
Pengembangan keterampilan baik dosen, tendik, maupun pejabat menjadi hal yang harus mendapat perhatian khusus. Sebagai contoh, adanya kelas internasional menjadikan dosen dituntut untuk memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni.
Selain itu, pemehaman akan teknologi menjadi suatu kewajiban bagi dosen. Hal ini juga dipengaruhi oleh fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh kampus.
Fasilitas pembelajaran yang dimiliki prodi, fakultas, maupun universitas cukup memadai. Laboratorium, ketersediaan alat-alat pembelajaran, media pembalajaran, dan segala jenis layanannya tersedia cukup baik. Fasilitas yang menunjang mata kuliah seni musik masih dirasa kurang memadai dengan keterbatasan alat yang ada. Harapannya, diadakannya laboratorium multimedia dengan segala kelengkapan alat musiknya. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat berekspresi, berkreasi, dan mengeksplorasi lebih dalam terkait mata kuliah seni musik. Begitu pula dengan adaptasi model pembelajaran yang dilakukan tidak dalam bentuk tatap muka.
Pembelajaran di era pandemi covid-19 mengharuskan pembelajaran dilakukan melalui sistem dalam jaringan. Perubahan yang terjadi diluar dugaan ini membuat semua lini kehidupan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Dunia Pendidikan termasuk bidang yang terkena imbas dari pandemi ini. Pembelajaran yang normalnya dilakukan melalui tatap muka, kini harus diselenggarkan daring. Pembelajaran synchronous dilakukan menggunakan layanan daring seperti Zoom, Google Meet.
Sedangkan pembelajaran asynchronous bisa menggunakan Google Drive, Whatsapp, Instagram, Youtube, maupun E-Learning Instansi.
Pembelajaran yang dilakukan secara daring menghambat proses pembelajaran mata kuliah yang sifatnya praktik. Pendidikan Seni Musik merupakan mata kuliah yang lebih berorientasi pada pembelajaran praktik. Keterbatasan alat musik yang dimiliki mahasiswa menambah permasalahan tersendiri untuk mencapai tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman musikal dalam memainkan alat musik. Pembelajaran daring menghambat proses mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman musikal dengan stimulus yang tepat.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meminimalisir permasalahan pembelajaran daring pata mata kuliah yang sifatnya praktik. Pada mata kuliah seni musik, keterbatasan alat musik yang dimiliki mahasiswa dapat diganti menggunakan alat musik berbasis digital. Penggunaan alat musik virtual bisa berupa aplikasi yang dapat diunduh di smartphone atau dengan mengakses situs web penyedia alat musik virtual.
Penggunaan alat musik berbasis digital ini menjadi salah satu solusi di era pembelajaran daring yang terbatas bagi mata kuliah bersifat praktik. Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang yang dijelaskan di paragraf-paragraf sebelumnya, permasalahan terkait ketebatasan pembelajaran daring dapat diatasi dengan penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Peserta mengajukan rancangan aktualisasi berjudul
“Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital dalam pembelajaran daring mata kuliah Seni Musik di program studi Pendidikan Anak Usia Din, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2021.”
B. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan Umum
Mengidentifikasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS berdasarkan ANEKA, Manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik
2. Tujuan Khusus
Untuk menjadi solusi pemecahan masalah yang dihadapi oleh unit organisasi tempat melaksanakan aktualisasi. Tujuannya untuk menerapkan pembelajaran seni musik tentang lagu-lagu untuk anak usia dini dengan alat musik pengganti berbasis digital baik secara synchronous maupun asynchronous.
3. Manfaat
a. Manfaat bagi peserta latihan dasar
1) Agar lebih bisa menjalankan dan mengimplementasikan perannya dalam lingkup kegiatan sehari-hari menggunakan nilai-nilai dasar ASN yang telah didapatkan selama mengikuti Pelatihan Dasar CPNS.
2) Agar lebih bisa memahami, menginternalisasi, dan mengaktualisasi relevansi ANEKA, Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of Government (WoG).
3) Agar memiliki pemahaman mendalam terkait konsep-konsep dan pelaksanaan terkait keterbatasan pembelajaran daring.
b. Manfaat bagi unit kerja
Agar menjadi masukan bagi unit kerja untuk menemukan kendala-kendala dalam pembelajaran daring, kemudian mencari solusi permasalahannya.
c. Manfaat bagi organisasi
Agar menjadi referensi terkait pembelajaran mata kuliah seni musik secara daring dengan segala macam cara yang dilakukan agar pembelajaran tetap berlangsung efektif dan efisien dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
d. Manfaat bagi stakeholder
Agar menjadi data dan masukan bagi pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran seperti media, fasilitas, dan juga soft skills yang dimiliki oleh dosen.
C. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup kegiatan rancangan aktualisasi sebagai berikut:
1. Mencakup pembelajaran mata kuliah Seni Musik.
2. Terkait pembelajaran secara daring.
3. Penggunaan alat musik berbasis digital.
4. Objek kegiatan aktualisasi ini adalah mahasiswa prodi PIAUD Semester III.
Ruang Lingkup Rinciannya
Alat musik pembelajaran daring a. Alat musik digital berbasis web
b. Alat musik digital berbasis smartphone c. Game (permainan)
d. Film (scoring musik)
Pembelajaran daring a. Syncronus
1. Zoom Meeting 2. Google Meet b. Asyncronus
1. Tugas 2. Pengamatan 3. Analisis 4. Instagram c. Youtube
Mata kuliah Seni Musik
a. Anak b. Tradisional c. Modern d. Islami Mahasiswa prodi PIAUD Semester III
6 BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Organisasi 1. Profil Organisasi
a. Periode Rintisan (1951-1960)
Periode ini dimulai dengan Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan Peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada Periode ini, terjadi pula peleburan PTAIN (didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950) dan ADIA (didirikan berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. pada periode ini, PTAIN berada di bawah kepemimpinan KHR Moh Adnan (1951-1959) dan Prof. Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960).
b. Periode Peletakan Landasan (1960-1972)
Periode ini ditandai dengan Peresmian IAIN pada tanggal 24 Agustus 1960. Pada periode ini, terjadi pemisahan IAIN. Pertama berpusat di Yogyakarta dan kedua, berpusat di Jakarta berdasarkan Keputusan Agama Nomor 49 Tahun 1963 Tanggal 25 Februari 1963. Pada periode ini, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965 Tanggal 1 Juli 1965. Pada periode ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dimulai dengan pemindahan kampus lama (di Jalan Simanjuntak, yang sekarang menjadi gedung MAN 1 Yogyakarta ) ke kampus baru yang jauh lebih luas (di Jalan Marsda Adisucipto Yogyakarta). Sejumlah gedung fakultas dibangun dan di tengah-tengahnya dibangun pula sebuah masjid yang masih berdiri kokoh. Sistem pendidikan yang berlaku pada periode ini masih bersifat 'bebas' karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar mempersiapkan diri. Adapun materi kurikulumnya masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar, Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. R.H.A. Soenaryo, S.H. (1960-1972).
c. Periode Peletakan Landasan Akademik (1972-1996)
Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga dipimpin secara berturut-turut oleh Kolonel Drs. H. Bakri Syahid (1972-1976), Prof. H. Zaini Dahlan, MA (selama 2 masa jabatan: 1976-1980 dan 1980-1983), Prof. Dr. HA Mu'in Umar (1983-1992) dan Prof. Dr. Simuh (1992-1996). Pada periodeini, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat dilanjutkan. Sistem pendidikan yang digunakan pada periode ini mulai bergeser dari 'sistem liberal' ke 'sistem terpimpin' dengan mengintrodusir 'sistem semester semu' dan akhirnya 'sistem kredit semester murni'. Dari segi kurikulum, IAIN Sunan Kalijaga telah mengalami penyesuaian yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia.
Jumlah fakultas bertambah menjadi 5 (lima); yaitu Fakultas Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dibuka pada periode ini, tepatnya pada tahun akademik 1983/1984. Program Pascasarjana ini telah diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master. Untuk itu, pembukaan Program pAscasarjana pada dasawarsa delapan puluhan tersebut telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.
d. Periode Pemantapan Akademik dan Manajemen (1996-2001)
Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. Dr.
HM. Atho Mudzhar (1997-2001). Pada periode ini, upaya peningkatan mutu akademik, khususnya mutu dosen (tenaga edukatif) dan mutu alumni, terus dilanjutkan. Para dosen dalam jumlah yang besar didorong dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi, baik untuk tingkat Magister (S2) maupun Doktor (S3) dalam berbagai disiplin ilmu, baik di dalam maupun di luar negeri.
Demikian pula peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif dilakukan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan orientasi akademiknya dan mengokohkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Jumlah tenaga dosen yang bergelar Doktor dan Guru Besar meningkat disertai dengan peningkatan dalam jumlah koleksi perpustakaan dan sistem layanannya.
e. Periode Pengembangan Kelembagaan (2001-2010)
Periode ini dapat disebut sebagai 'Periode Trasformasi', karena, pada periode ini telah terjadi peristiwa penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam tertua di tanah air, yaitu Transformasi Institut Agama ISlam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004.
Deklarasi UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2004.
Periode ini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (2001-2005) dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Drs. H. Masyhudi, BBA, M.Si. dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Ismail Lubis, MA (Almarhum) yang kemudian digantikan oleh Dr. Maragustam Siregar, MA.Pada periode kedua (2006-2010) dari kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah telah dibentuk Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama. Dengan ditetapkannya keberadaan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, maka kepemimpinan UIN Sunan Kalijaga pada periode kedua ini adalah sebagai berikut : PEmbantu Rektor Bidang Akademik, Dr. H. Sukamta, MA, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, Dr. H. Tasman Hamami, MA, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Maragustam Siregar, MA, dan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama dijabat oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA.Perubahan Institut menjadi universitas dilakukan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi interkoneksi. Paradigma ini mensyaratkan adanya upaya untuk mendialogkan secara terbuka dan intensif antara hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah. Dengan paradigma ini, UIN Sunan Kalijaga semakin menegaskan kepeduliannya terhadap perkembangan masyarakat muslim khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Pemaduan dan pengaitan kedua bidang studi yang sebelumnya dipandang secara dimatral berbeda memungkinkan lahirnya pemahaman Islam yang ramah, demokratis, dan menjadi rahmatan lil 'alamin.
f. Periode Kebersamaan dan Kesejahteraan (2010-2014)
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : B.II/3/16522/2010 Tanggal 6 Desember 2010, Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam diberi tugas tambahan sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa jabatan 2010-2014. Periode di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Musa Asy’arie dibantu oleh empat Pembantu Rektor yaitu: Pembantu Rektor Bidang Akademik
Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof.
Dr. H. Nizar, M.Ag,. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Rifai,. M.Phil., dan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, M.A.Seiring dengan perkembangan jaman dan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan tinggi, dinilai organisasi tata kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta perlu ditata kembali. Oleh karena itu, Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengalami perubahan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2013. Sesuai dengan Organisasi Tata Kerja Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang baru, dalam melaksanakan tugasnya, Rektor dibantu oleh tiga Wakil Rektor yaitu: Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.,dan wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerja sama Dr. H. Maksudin, MA.
2. Visi, Misi, Nilai-Nilai Organisasi a. Visi
Unggul dan Terkemuka dalam Pemaduan dan Pengembangan Keislaman dan Keilmuan bagi Peradaban.
b. Misi
1. Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran.
2. Mengembangkan budaya ijtihad dalam penelitian multidisipliner yang bermanfaat bagi kepentingan akademik dan masyarakat.
3. Meningkatkan peran serta institusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada wawasan keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani.
4. Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
c. Tujuan
1. Menghasilkan sarjana yang mempunyai kemampuan akademis dan profesional yang integratif-interkonektif.
2. Menghasilkan sarjana yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kecakapan sosial, manajerial, dan berjiwa kewirausahaan serta rasa tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
3. Menghasilkan sarjana yang yang menghargai dan menjiwai nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.
4. Menjadikan Universitas sebagai pusat studi yang unggul dalam bidang kajian dan penelitian yang integratif-interkonektif.
5. Membangun jaringan yang kokoh dan fungsional dengan para alumni.
d. Core Values
1) Integratif-Interkonektif
Sistem keterpaduan dalam pengembangan akademik, manajemen, kemahasiswaan, kerjasama, dan entrepreneurship.
2) Dedikatif-Inovatif
Bersikap dedikatif, amanah, pro mutu, berpikir dan bergerak aktif, kreatif, cerdas, dan inovatif; tidak sekadar bekerja rutin dan rajin.
3) Inklusif-Continuous Improvement
Bersifat terbuka, akuntabel, dan komit terhadap perubahan dan keberlanjutan.
B. Deskripsi Isu
No Isu Nilai-Nilai Dasar
PNS
Alasan 1 Tidak semua dosen
dan mahasiswa mengikuti arus utama terkini.
Pelayanan Publik
Mulawarman (2020) menjelasankan berbagai macam permasalahan muncul di tengah kondisi Indonesia yang telah dilanda pandemik COVID 19 seperti saat ini salah satunya di bidang pendidikan. Beberapa pihak kampus melakukan pembelajaran melalui sistem daring online dengan
ditunjang oleh beberapa aplikasi.
Dengan sistem online diharapkan mahasiswa lebih terbantu untuk memperoleh pengetahuan dan belajar tanpa harus pergi ke kampus dan untuk mematuhi peraturan pemerintah yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Dengan kuliah online seperti ini pun kita telah berusaha untuk memutus rantai penyebaran COVID 19 di negeri kita tercinta.
Namun persoalanpun bertubi-tubi dating di antaranya ditemukan beberapa dosen dan mahasiswa yang mengalami gagap teknologi.
2 Fasilitas yang tidak merata yang dimiliki mahasiswa untuk mengikuti
perkuliahan daring.
Pelayanan Publik
Rahayu (2021) menjelaskan sistem informasi pembelajaran yang paling banyak digunakan dalam
pembelajaran daring yaitu Zoom dan Google Classroom karena aplikasi ini mudah dalam memberikan pelayanan bagi pengguna. Aktivitas pembelajaran daring tidak lepas dari penggunaan gawai atau alat
elektronik dan jaringan internet.
Namun dalam pelaksanannya, terdapat kendala atau hambatan yang dialami seperti ketersediaan fasilitas sarana yang belum memadai, diantaranya: 1)
Konektivitas jaringan internet yang lemah, 2) Kebutuhan kuota internet yang tinggi, 3) Kepemilikan gawai yang tidak seluruh peserta didik miliki, dan 4) Keterampilan guru belum optimal dalam memanfaatkan teknologi informasi.
3 Minimnya tingkat literasi mahasiswa terkait materi akademik maupun non akademik.
Pelayanan Publik
Akbar (2020) memaparkan bahwa minat mahasiswa dalam membaca buku-buku ilmiah sangat rendah, sehingga pengetahuan mahasiswa termsuk dalam kategori kurang. Hal ini terbukti dengan adanya fakta- fakta yang ditemukan dilapangan di antaranya, pengetahuan mahaiswa yang minim mengenai materi dalam perkulihan, minimnya buku
pegangan yang dimiliki, bila ada buku pegangan yang dimiliki mahasiswa masih belum dibaca seluruhnya, mahasiswa tidak membaca dengan fokus buku yang pegangannya.
4 Kurang efektifnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila
dilaksanakan secara daring.
Pelayanan Publik
Kristanti (2020) mengutarkan pemanfaatan ruang virtual menjadi prioritas utama di masa pandemi Covid-19 untuk keberlanjutan kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut terjadi pada seni musik khususnya proses pembelajaran vokal yang dilakukan secara daring.
Semula praktik vokal dilakukan melalui bertatap muka dalam satu ruangan secara luring maka sekarang hal tersebut mendapat penyesuaian yaitu pembelajaran praktik vokal dilakukan melalui virtual. Pembelajaran vokasl secara daring merupakan kegiatan belajar mengajar yang berkaitan dengan teknologi di dalam pelaksanaannya.
Bentuk pembelajaran vokal secara daring dapat dilakukan dengan memanfaatkan beberapa aplikasi digital.
5 Kurangnya
pelatihan-pelatihan kekinian terkait edit video, menulis, dan membuat media pembelajaran.
Whole of Goverment
Puryono (2020) memaparkan bahwa pandemik Covid-19 berpengaruh langsung terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Namun proses belajar mengajar harus tetap dilaksanakan dalam situasi yang aman. Maka dari itu proses belajar secara daring atau jarak jauh menjadi alternatif dalam
penyelengaraan pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui pemanfaatan media pada proses belajar mengajar. Solusi dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih para guru agar mampu membuat dan memanfaatkan media video dalam pembelajaran. Sehingga proses belajar mengajar tetap bisa efektif dan menarik.
C. Analisis Isu
Isu-isu kontemporer terkait tugas saya sebagai dosen yang ditugaskan mengajar yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa di program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain tugas mengajar, saya juga mendapat tanggung jawab mengurus sosial media dan hal-hal yang berkaitan dengan publikasi digital prodi PIAUD.
Pengalaman saya mengajar selama satu semester ini membawa saya menemukan isu- isu yang nantinya saya analisis dengan teknik AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan) dan USG (Urgency, Seriousness, Growth).
1. Analisis AKPL
Aktual, benar benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat.
Kekhalayakan, isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Problematik, isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya.
Kelayakan, isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalah.
No Pokok Bahasan Isu Identifikasi Isu Pemilihan Isu Keterangan
A K P L
1 Sumber Daya Manusia (Dosen)
Tidak semua dosen dan mahasiswa mengikuti arus utama terkini.
✓ ✓ ✓ - Tidak memenuhi syarat
2 Fasilitas Pembelajaran Daring (Sarana Prasarana)
Fasilitas yang tidak merata yang dimiliki
mahasiswa untuk mengikuti
perkuliahan daring.
✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
3 Literasi (Mahasiswa)
Minimnya tingkat literasi
mahasiswa terkait materi akademik maupun non akademik.
✓ ✓ - ✓ Tidak memenuhi syarat
4 Mata kuliah praktik (Media
Pembelajaran)
Kurang efektifnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila
dilaksanakan secara daring.
✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
5 Soft Skills (Dosen dan Mahasiswa)
Kurangnya pelatihan-
pelatihan kekinian terkait edit video, menulis, dan membuat media pembelajaran.
✓ ✓ ✓ ✓ Memeunhi syarat
Berdasarkan hasil analisis AKPL, isu-isu yang memenuhi syarat yaitu: (1) Fasilitas yang tidak merata yang dimiliki mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan daring; (2)
Kurang efektifnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila dilaksanakan secara daring; dan (3) Kurangnya pelatihan-pelatihan kekinian terkait edit video, menulis, dan membuat media pembelajaran.
2. Analisis USG
Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) merupakan salah satu cara menetapkan urutan prioritas masalah dengan metode teknik penilaian skor 1-5 dan dengan mempertimbangkan tiga komponen dalam metode USG. Urgency, seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti. Seriousness, seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
Growth, seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani sebagaimana mestinya. Indikator peninilaiannya adalah sebagai berikut:
a. 5 = Sangat Besar b. 4 = Besar
c. 3 = Sedang d. 2 = Kecil
e. 1 = Sangat Kecil
No Pokok Bahasan Isu Identifikasi Isu Pemilihan Isu Total
U S G
1 Sumber Daya Manusia (Dosen)
Tidak semua dosen dan mahasiswa mengikuti arus utama terkini.
5 4 4 13
2 Mata kuliah praktik (Media
Pembelajaran)
Kurang optimalnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila
dilaksanakan secara daring.
5 5 5 15
3 Soft Skills (Mahasiswa dan Dosen)
Kurangnya
pelatihan-pelatihan kekinian terkait edit video, menulis, dan membuat media pembelajaran.
5 5 4 14
Berdasarkan analisis USG, isu yang menjadi topik yang akan diangkat untuk rancangan aktualisasi berkaitan dengan Kurang optimalnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila dilaksanakan secara daring.
D. Argumentasi terhadap Core Issue Terpilih
Isu utama yang dapat saya ambil dari analisis AKPL dan USG terkait dengan pembelajaran mata kuliah seni musik yang bersifat praktik apabila dilakukan secara daring. Kurang optimalnya pembelajaran mata kuliah praktik jika dilakukan secara daring karena rawan terjadi perbedaan pemahaman terkait materi yang diajarkan oleh dosen.
Mata kuliah praktik membutuhkan pengalaman nyata dalam proses pembelajarannya.
Keterbatasan sarana dan keterampilan musikal masing-masing mahasiswa menjadikan pembelajaran yang sifatnya praktik menjadi terhambat.
Pembelajaran praktik secara daring di era pandemi covid-19 adalah dengan dilakukan secara sinkronus untuk ice breaking dan memberikan stimulus kepada mahasiswa, dan asinkronus untuk pendalaman materi dengan materi yang saya buat sendiri demi memudahkan pembelajaran. Bagi mahasiswa yang tidak mempunyai alat musik, solusinya adalah dengan menggunakan media alat rumah tangga seperti galon, panci, botol yang berisi air dan media digital yang bisa diakses secara daring seperti piano virtual melalui web dan aplikasi piano yang bisa diunduh di gawai mahasiswa.
Lagu-lagu yang digunakan sebagai media pembelejaran dengan menggunakan referensi lagu-lagu yang bersifat umum, moderat, memilki pesan moral dan filosofis.
Materi latihan memainkan alat musik dengan lagu-lagu tersebut saya unggah di platform Youtube. Saya memberikan contoh cara memainkan lagu di Youtube beserta iringannya, kemudian mahasiswa bergantian memainkan bagian lagu tersebut.
E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS dan Alat Musik Berbasis Digital 1. Nilai Dasar Profesi PNS
a. Akuntabilitas
Merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yaitu:
1) Kepemimpinan 2) Transparansi 3) Integritas
4) Tanggung jawab 5) Keadilan
6) Kepercayaan 7) Keseimbangan 8) Kejelasan 9) Konsistensi
b. Nasionalisme
Merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Adapun indikator dari nasionalisme adalah kelima sila dari Pancasila.
c. Etika Publik
Merupakan sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara mengambil keputusan. Untuk membantu membedakan serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan nilai yang dianut.
Adapun indikator etika publik adalah:
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara pancasila 2) Setia dan mempertahankan UUD 1945
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak 4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif 6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, dan santun
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi 11) Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai 13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir
d. Komitmen Mutu
Merupakan janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin da lam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Adapun indikator komitmen mutu adalah:
1) Efektif 2) Efisien 3) Inovasi 4) Mutu
e. Anti Korupsi
Indikator dari anti korupsi yaitu:
1) Jujur 2) Peduli 3) Mandiri 4) Disiplin
5) Tanggungjawab 6) Kerja keras 7) Sederhana 8) Berani Adil
2. Alat Musik Berbasis Digital
Pembelajaran seni musik merupakan pembelajaran yang memberikan kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasikan seni secara kreatif untuk pengembangan kepribadian siswa dan memberikan sikap-sikap/emosional yang seimbang. Seni musik membentuk disiplin, toleran, sosialisasi, sikap demokrasi yang meliputi kepekaan terhadap lingkungan. Pembelajaran seni musik merupakan materi yang memegang peranan penting untuk membantu pengembangan individu siswa yang berdampak pada pertumbuhan akal, pikiran, sosialisasi, dan emosional. Menurut Djohan (2005) unsur-unsur musik yang ditekankan pada pembelajaran musik yaitu:
(1) Bunyi (nada): tinggi rendahnya bunyi, melodi (rangkaian- rangkaian nada); (2) Irama: gerak musik yang teratur, pengaturan bunyi dalam waktu; (3) Tempo: ketukan konstan atau cepat lambatnya suatu musik/lagu; (4) Timbre: warna suara sangat dipengaruhi sumber bunyi, dan cara menggetarkan/membunyikan; dan (5) Dinamika:
keras lembutnya suatu lagu/musik seperti piano (p), forte (keras). Pada tingkat awal sebaiknya dipakai alat-alat ritmis didahulukan dari pada alat-alat melodis, penampilan bersifat irama, lalu permainan irama bersifat melodis. Maka dalam hal ini instrumen sebaiknya digunakan adalah alat-alat musik melodis yang dipukul.
Rumapea (2019) menjelaskan perkembangan dunia digital berbasis komputer dan internet membuat seluruh aktivitas menjadi tanpa batas ruang, dan waktu. Dunia digital tidak hanya menawarkan peluang berbasis bisnis, namun juga memberikan tantangan terhadap segala bidang kehidupan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam kehidupan. Dengan memudahkan kehidupan, tentu mengharuskan untuk mengontrol dan mengendalikan dalam kehidupan. Dengan alasan jika teknologi bersifat berlebihan maka akan merugikan dan tidak menghasilkan yang maksimal.
Perkembangan teknologi yang begitu cepat dapat merusak seluruh bidang kehidupan seperti bidang sosial, budaya, dan politik. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kebutuhan konsep dan mekanisme pembelajaran berbasis digital sesuatu yang tidak terelakkan. Konsep terkenal dengan sebutan era digital. Artinya era digital membawa pengaruh terjadi proses transformasi pendidikan konvensional kedalam bentuk digital baik secara isi dan sistem.
Pengembangan era digital ini menjadi kecenderungan dan pilihan karena adanya perubahan dalam kehidupan. Pada era digital ini telah terjadi perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Adapun yang menjadi tantangan bidang pendidikan yaitu tantangan berasal dari perubahan pandangan terhadap belajar itu sendiri, dimana seperti perilaku kurikulum (stimulus dan respon) tidak menghasilkan hasil yang maksimal. Hal ini juga terjadi pada mata kuliah Seni Musik dimana mahasiswa memiliki keterbatasan akses alat musik nyata.
Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital yang dapat diakses secara online dan dapat diunduh di smartphone dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran mata kuliah seni musik. Penggunaan alat musik digital ini bisa digunakan mahasiswa untuk belajar mendapatkan pengalaman musikal tentang teori musik dasar. Hal ini bisa diterapkan di era pembelajaran daring dimana keterbatasan harus ditemukan solusi alternatifnya, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
F. Matriks Rancangan 1. Persiapan
a. Koordinasi dan konsultasi dengan mentor.
b. Konsultasi dengan tim dosen.
c. Konsultasi dengan himpunan dosen seni musik di Indonesia.
d. Mencari referensi buku, artikel, musik, dan video yang bisa dibagikan ke mahasiswa.
e. Uji coba pembuatan media alternatif pembelajaran sebelum diterapkan ke mahasiswa.
f. Membuat tutorial video cara belajar musik dengan media alternatif berbasis digital.
g. Membuat iringan musik sebagai media belajar mahasiswa yang diunggah di Youtube.
2. Pelaksanaan
a. Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritme dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
b. Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
c. Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
d. Mengunggah hasil belajar ritme, melodi, dan harmoni ke masing-masing akun media sosial mahasiswa yang bisa dipantau secara langsung oleh dosen pengampu.
3. Evaluasi
a. Evalusasi penerapan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritme dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
b. Evalusasi penerapan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
c. Evalusasi penerapan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
d. Evaluasi hasil belajar mahasiswa yang diunggah di akun media sosial.
e. Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritme dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
f. Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
g. Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
h. Mengunggah hasil belajar ritme, melodi, dan harmoni ke masing-masing akun media sosial mahasiswa yang bisa dipantau secara langsung oleh dosen pengampu.
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan Substabsi Mata
Pelatihan
Kontribusi Kegiatan Pencapaian Visi
dan Misi Organisasi
Kontribusi Pencapaian
Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1 Persiapan a. Koordinasi
dan konsultasi dengan mentor.
b. Konsultasi dengan tim dosen.
c. Konsultasi dengan himpunan dosen seni musik di Indonesia.
d. Mencari referensi buku, artikel, musik, dan video yang bisa
dibagikan ke mahasiswa.
e. Uji coba pembuatan media alternatif pembelajaran sebelum diterapkan ke mahasiswa.
f. Membuat tutorial video cara belajar musik dengan media
alternatif berbasis digital.
g. Membuat iringan musik sebagai media belajar mahasiswa yang diunggah di Youtube.
a. Persetujuan Mentor b. Kesiapan
bahan ajar
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama
dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Integratif- Interkonektif Dedikatif- Inovatif Inklusif- Continuous Improvement
2 Pelaksanaan
A Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritme dengan menggunakan media
berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam
pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif- Inovatif
B Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi
dengan menggunakan media
berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam
pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif- Inovatif
C Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media
berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam
pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif- Inovatif
D Mengunggah hasil belajar ritme, melodi, dan harmoni ke masing- masing akun media sosial mahasiswa yang bisa dipantau secara
langsung oleh
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Ketercapaian tujuan
pembelajaran mata kuliah seni musik
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam
pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif- Inovatif
dosen pengampu.
3 Evaluasi
Evaluasi Media Alternatif media
pembelajaran berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Meningkatkan peran serta institusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada wawasan keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani.
Dedikatif- Inovatif
Evaluasi Konten Ketercapaian hasil belajar
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Meningkatkan peran serta institusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada wawasan keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani.
Dedikatif- Inovatif
G. Jadwal Kegiatan
No Kegiatan September Oktober Tanggal
1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 Persiapan
a Konsultasi dan koordinasi dengan mentor dan coach mengenai rancangan aktualisasi
24-25 September
2021 b Koordinasi dengan tim dosen
dan konsultasi dengan
himpunan dosen seni musik di Indonesia.
27 September
2021 c Mencari referensi buku, artikel,
musik, dan video untuk mendukung materi pembelajaran
28 September
2021 d Membuat tutorial video cara
belajar musik dengan media alternatif berbasis digital dan menguji cobanya
29-30 September
2021
e Membuat iringan musik sebagai media belajar
mahasiswa yang diunggah di Youtube
29-30 September
2021 2 Pelaksanaan
A Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritme dengan
menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone
5-8 Oktober
2021
b Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi dengan
menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone
5-8 Oktober
2021
c Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone
12-15 Oktober
2021
d Mengunggah hasil belajar ritme, melodi, dan harmoni ke masing-masing akun media sosial mahasiswa yang bisa dipantau secara langsung oleh dosen pengampu
16-19 Oktober
2021
3 Evaluasi pembelajaran 20
Oktober 2021
4 Menyusun laporan aktualisasi 20-23
Oktober 2021
H. Kendala dan Antisipasi
Kendala yang kemungkinan terjadi pada proses aktualisasi adalah sudah mulai ada pembelajaran tatap muka. Permasalahan yang dihadapi tetap sama, kurangnya media alat musik yang sama dengan jumlah mahasiswa per rombel. Solusinya tetap menggunakan alat musik alternatif berbasis digital melalui smartphone dan laman web.
No Kegiatan Kendala Solusi
1 Persiapan
a Konsultasi dengan mentor Jadwal bertemu mentor
Membuat janji pertemuan sedini mungkin
b Koordinasi dengan tim dosen dan himpunan dosen seni musik
Tidak ada kendala Berkoordinasi dengan tim dosen dan mencari referensi solusi
dari himpunan dosen seni musik c Mencari referensi Tidak ada kendala Membaca,
mengunduh, mengendengarkan berbagai referensi lebih banyak d Membuat tutorial video Proses pembuatan Pembuatan
dilakukan dari sekarang e Membuat iringan musik Proses pembuatan Pembuatan
dilakukan dari sekarang 2 Pelaksanaan
a Pembelajaran ritme dengan alat musik digital
Kemampuan mahasiswa dalam menyerap materi
Memberikan video tutorial
asynchronous yang saya unggah di Youtube
b Pembelajaran melodi dengan alat musik digital
Kemampuan mahasiswa dalam menyerap materi
Memberikan video tutorial
asynchronous yang saya unggah di Youtube
c Pembelajaran harmoni dengan alat musik digital
Kemampuan mahasiswa dalam menyerap materi
Memberikan video tutorial
asynchronous yang saya unggah di Youtube
d Mengunggah hasil belajar ritme, melodi, harmoni dengan
menggunakan alat musik digital
Proses pembuatan video
Memberikan referensi tutorial edit video sehingga proses pembuatan video bisa lebih dipersingkat
3 Evaluasi Kegiatan tidak
selesai tepat waktu
Manajemen waktu yang baik
25 BAB III PENUTUP
Rancangan Aktualisasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat untuk mencari solusi terkait isu-isu yang ada di unit kerja. Selain menjalankan tugas dan fungsi unit organisasi, kegiatan aktualisasi ini juga sebagai sarana untuk menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Selain itu, melalui aktualisasi di satuan kerja UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penulis juga menerapkan nilai-nilai organisasi yaitu mengintegrasikan dan menginterkoneksikan ilmu agama dan ilmu semesta yang menjadi visi-misi satuan kerja.
26
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, A. (2020). “MINAT LITERASI MAHASISWA”. NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2b), 593-596.
https://doi.org/10.35568/naturalistic.v4i2b.768
Djohan. (2005). “PSIKOLOGI MUSIK”. Yogyakarta: Buku Baik
Kristanto, A. (2020). “BENTUK PEMBELAJARAN VOKAL SECARA DARING”. Tonika:
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 3(2), 128-137.
https://doi.org/10.37368/tonika.v3i2.181
Mulawarman, Widyatmike G. (2020). “PERSOALAN DOSEN DAN MAHASISWA MASA PANDEMIK COVID 19: DARI GAGAP TEKNOLOGI HINGGA MENGELUH BOROS KUOTA”. Prosiding Seminar Nasional Hardiknas: Vol. 1, 37-46
http://proceedings.ideaspublishing.co.id/index.php/hardiknas/article/view/6 Puryono, Daniel Alfa. (2020). “PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN
UNTUK GURU SD KRISTEN TERANG BAGI BANGSA PATI MENGGUNAKAN KINEASTER”. Jurnal Pengabdian Vokasi, 1(4), 242-247
https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpv/article/view/8821/RemoteURL
Rahayu, Aryuna Dini dan Mohamad Syahidul Haq. (2021). “SARANA DAN PRASARANA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN DARING MASA PADNEMI COVID 19”.
Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, 9(1), 186-199 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inspirasi-manajemen- pendidikan/article/view/38623
Rumapea, Murni Eva M. (2019). “TANTANGAN PEMBELAJARAN MUSIK PADA ERA DIGITAL”. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 3(2), 101-110
https://doi.org/10.24114/gondang.v3i2.13168
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
http://diktis.kemenag.go.id/prodi/dokumen/UU-Nomor-12-Tahun-2012-ttg- Pendidikan-Tinggi.pdf
https://uin-suka.ac.id/id/page/universitas/59-sejarah
https://uin-suka.ac.id/id/page/universitas/60-Visi-misi-tujuan https://uin-suka.ac.id/id/page/universitas/61-corevalues
http://tarbiyah.uin-suka.ac.id/id/page/prodi/190-Visi-Misi-dan-Tujuan http://piaud.uin-suka.ac.id/id/page/prodi/449-Profil-Program-Studi http://piaud.uin-suka.ac.id/id/page/prodi/2059-Visi-Misi-dan-Tujuan
DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) MATA KULIAH SENI MUSIK
DI PROGRAM STUDI (PRODI) PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD), UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN 2021
Bahtiar Arbi, M.Pd.
199305042020121006
LATAR BELAKANG
• Pembelajaran di era pandemi covid-19 dilakukan secara daring.
• Pembelajaran synchronous dilakukan menggunakan layanan daring seperti Zoom, Google Meet.
• Pembelajaran asynchronous bisa menggunakan Google Drive, Whatsapp, Instagram, Youtube, maupun E-Learning Instansi.
• Pembelajaran yang dilakukan secara daring menghambat proses pembelajaran mata kuliah yang sifatnya praktik.
• Pendidikan Seni Musik merupakan mata kuliah yang lebih berorientasi pada pembelajaran praktik.
• Keterbatasan alat musik yang dimiliki mahasiswa.
• Mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman musikal dalam memainkan alat musik.
• Pembelajaran daring menghambat proses mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman musikal dengan
stimulus yang tepat.
LATAR BELAKANG
• Keterbatasan alat musik yang dimiliki mahasiswa dapat diganti menggunakan alat musik berbasis digital.
• Penggunaan alat musik virtual bisa berupa aplikasi yang dapat diunduh di smartphone.
• Penggunaan alat musik virtual bisa diakses melalui laman penyedia alat musik virtual.
• Penggunaan alat musik berbasis digital ini menjadi salah satu solusi di era pembelajaran daring yang
terbatas bagi mata kuliah bersifat praktik.
TUJUAN DAN MANFAAT
• Tujuan Umum
• Mengidentifikasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS berdasarkan ANEKA, Manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik
• Tujuan Khusus
• Untuk menjadi solusi pemecahan masalah yang dihadapi oleh unit organisasi tempat
melaksanakan aktualisasi. Tujuannya untuk menerapkan pembelajaran seni musik
tentang lagu-lagu untuk anak usia dini dengan alat musik pengganti berbasis digital
baik secara synchronous maupun asynchronous.
TUJUAN DAN MANFAAT
• Manfaat bagi peserta latihan dasar
• Agar lebih bisa menjalankan dan mengimplementasikan perannya dalam lingkup kegiatan sehari-hari menggunakan nilai-nilai dasar ASN yang telah didapatkan selama mengikuti Pelatihan Dasar CPNS.
• Agar lebih bisa memahami, menginternalisasi, dan mengaktualisasi relevansi ANEKA, Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of Government (WoG).
• Agar memiliki pemahaman mendalam terkait konsep-konsep dan pelaksanaan terkait keterbatasan pembelajaran daring.
• Manfaat bagi unit kerja
• Agar menjadi masukan bagi unit kerja untuk menemukan kendala-kendala dalam pembelajaran daring,
kemudian mencari solusi permasalahannya.
TUJUAN DAN MANFAAT
• Manfaat bagi organisasi
• Agar menjadi referensi terkait pembelajaran mata kuliah seni musik secara daring dengan segala macam cara yang dilakukan agar pembelajaran tetap berlangsung efektif dan efisien dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
• Manfaat bagi stakeholder
• Agar menjadi data dan masukan bagi pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan dalam
pelaksanaan pembelajaran daring. Hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran seperti
media, fasilitas, dan juga soft skills yang dimiliki oleh dosen.
RUANG LINGKUP
• Mencakup pembelajaran mata kuliah Seni Musik
• Terkait pembelajaran secara daring
• Penggunaan alat musik berbasis digital
• Objek kegiatan aktualisasi ini adalah mahasiswa prodi PIAUD Semester III
DESKRIPSI ISU
• Tidak semua dosen dan mahasiswa mengikuti arus utama terkini. - Pelayanan Publik
• Fasilitas yang tidak merata yang dimiliki mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan daring. - Pelayanan Publik
• Minimnya tingkat literasi mahasiswa terkait materi akademik maupun non akademik. - Pelayanan Publik
• Kurang efektifnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila dilaksanakan secara daring. - Pelayanan Publik
• Kurangnya pelatihan-pelatihan kekinian terkait edit video, menulis, dan membuat media pembelajaran.
- Whole of Goverment
ANALISIS ISU
• AKPL
No Pokok Bahasan Isu Identifikasi Isu Pemilihan Isu KeteranganA K P L
1 Sumber Daya Manusia (Dosen)
Tidak semua dosen dan mahasiswa mengikuti arus utama terkini.
✓ ✓ ✓ - Tidak memenuhi syarat
2 Fasilitas Pembelajaran Daring (Sarana Prasarana)
Fasilitas yang tidak merata yang dimiliki
mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan daring.
✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
3 Literasi (Mahasiswa)
Minimnya tingkat literasi
mahasiswa terkait materi akademik maupun non akademik.
✓ ✓ - ✓ Tidak memenuhi syarat
4 Mata kuliah praktik (Media
Pembelajaran)
Kurang efektifnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila dilaksanakan secara daring.
✓ ✓ ✓ ✓ Memenuhi syarat
5 Soft Skills (Dosen dan Mahasiswa)
Kurangnya pelatihan- pelatihan kekinian terkait edit video, menulis, dan membuat media pembelajaran.
✓ ✓ ✓ ✓ Memeunhi syarat
ANALISIS ISU
• USG
No Pokok Bahasan Isu Identifikasi Isu Pemilihan Isu TotalU S G
1 Sumber Daya Manusia (Dosen)
Tidak semua dosen dan mahasiswa mengikuti arus utama terkini.
5 4 4 13
2 Mata kuliah praktik (Media
Pembelajaran)
Kurang optimalnya pembelajaran mata kuliah seni musik yang sifatnya praktik apabila
dilaksanakan secara daring.
5 5 5 15
3 Soft Skills
(Mahasiswa dan Dosen)
Kurangnya
pelatihan-pelatihan kekinian terkait edit video, menulis, dan membuat media pembelajaran.
5 5 4 14
CORE ISSUE
• Core Issue
• Belum adanya alat atau media pembelajaran seni musik yang bisa digunakan oleh semua mahasiswa pada pembelajaran daring.
• Kegiatan
• Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital dalam pembelajaran daring mata kuliah seni musik di
prodi PIAUD.
CORE ISSUE
• Persiapan
• Koordinasi dan konsultasi dengan mentor.
• Konsultasi dengan tim dosen.
• Konsultasi dengan himpunan dosen seni musik di Indonesia.
• Mencari referensi buku, artikel, musik, dan video yang bisa dibagikan ke mahasiswa.
• Uji coba pembuatan media alternatif pembelajaran sebelum diterapkan ke mahasiswa.
• Membuat tutorial video cara belajar musik dengan media alternatif berbasis digital.
• Membuat iringan musik sebagai media belajar mahasiswa yang diunggah di Youtube.
CORE ISSUE
• Pelaksanaan
• Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritmis dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
• Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
• Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
• Mengunggah hasil belajar ritmis, melodi, dan harmoni ke masing-masing akun media sosial mahasiswa
yang bisa dipantau secara langsung oleh dosen pengampu.
CORE ISSUE
• Evaluasi
• Evalusasi penerapan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritmis dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
• Evalusasi penerapan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
• Evalusasi penerapan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
• Evaluasi hasil belajar mahasiswa yang diunggah di akun media sosial.
MATRIX KEGIATAN
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan
Substabsi Mata Pelatihan
Kontribusi Kegiatan Pencapaian Visi dan
Misi Organisasi
Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-
Nilai Organisasi 1 Persiapan a. Koordinasi dan konsultasi dengan
mentor.
b. Konsultasi dengan tim dosen.
c. Konsultasi dengan himpunan dosen seni musik di Indonesia.
d. Mencari referensi buku, artikel, musik, dan video yang bisa dibagikan ke mahasiswa.
e. Uji coba pembuatan media alternatif pembelajaran sebelum diterapkan ke mahasiswa.
f. Membuat tutorial video cara belajar musik dengan media alternatif berbasis digital.
g. Membuat iringan musik sebagai media belajar mahasiswa yang diunggah di Youtube.
a. Persetujuan Mentor b. Kesiapan bahan ajar
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen Mutu
Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan
kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Integratif-Interkonektif Dedikatif-Inovatif Inklusif-Continuous Improvement
MATRIX KEGIATAN
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan
Substabsi Mata Pelatihan
Kontribusi Kegiatan Pencapaian Visi dan Misi
Organisasi
Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-
Nilai Organisasi
2 Pelaksanaan
A Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar ritme dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan
keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif-Inovatif
B Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar melodi dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan
keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif-Inovatif
C Menerapkan pembelajaran mata kuliah seni musik materi belajar harmoni dengan menggunakan media berbasis digital dengan menggunakan laptop atau smartphone.
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Penggunaan alat musik pengganti berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan
keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif-Inovatif
D Mengunggah hasil belajar ritme, melodi, dan harmoni ke masing- masing akun media sosial mahasiswa yang bisa dipantau secara langsung oleh dosen pengampu.
a. Persiapan b. Pelaksanaan c. Evaluasi
Ketercapaian tujuan pembelajaran mata kuliah seni musik
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen
Mutu
Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan
keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran.
Dedikatif-Inovatif
MATRIX KEGIATAN
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Keterkaitan
Substabsi Mata Pelatihan
Kontribusi Kegiatan Pencapaian Visi dan Misi Organisasi
Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-
Nilai Organisasi 3 Evaluasi
Evaluasi Media Alternatif media
pembelajaran berbasis digital
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen Mutu
Meningkatkan peran serta institusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada wawasan keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani.
Dedikatif-Inovatif
Evaluasi Konten Ketercapaian hasil belajar
a. Akuntabilitas b. Etika Publik c. Komitmen Mutu
Meningkatkan peran serta institusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada wawasan keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani.
Dedikatif-Inovatif