• Tidak ada hasil yang ditemukan

Subroto TK Al Husna. Kata Kunci: Aktifitas Dan Prestasi Belajar, Metode Eksperimen, Anak TK Kelompok A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Subroto TK Al Husna. Kata Kunci: Aktifitas Dan Prestasi Belajar, Metode Eksperimen, Anak TK Kelompok A"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

117

PENINGKATAN AKTIFITAS DAN PRESTASI BELAJAR ANAK MELALUI METODE EKSPERIMEN MENCOBA, MEMBUAT,

DAN MERASAKAN BERBAGAI MACAM MINUMAN PADA ANAK TK AL HUSNA KELOMPOK A, SEMESTER 2,

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Subroto TK Al Husna

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk meningkatan Aktifitas Dan Prestasi Belajar Anak melalui Metode Eksperimen Mencoba, Membuat, Dan Merasakan Berbagai Macam Minuman Pada Anak TK Al Husna Kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan langkah-langkah menyusun rencana, melaksankan tindakan, observasi dan mengadakan refleksi. Teknik sampling penelitian ini adalah studi populasi dengan alasan bahwa semua populasi yang dijadikan sample tanpa menyeleksi informasi. Sebagai sample adalah semua anak kelompok A TK AL HUSNA, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 20 anak. Kondisi awal dai hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode eksperimen dapat dilihat bahwa dari 20 anak kelompok A, anak yang Belum Berkembang/BB/1 adalah 16 anak (80%), Mulai Berkembang/MB/2 adalah 3 anak (15%), Berkembang Sesuai Harapan BSH/3 adalah 1 anak (5%), dan Berkembang Sangat Baik/BSB/4 tidak ada atau 0%. Di siklus satu dan siklus dua akan menjadi baik.

Kata Kunci: Aktifitas Dan Prestasi Belajar, Metode Eksperimen, Anak TK Kelompok A

PENDAHULUAN

Peningkatan kualitas pendidikan harus dilaksanakan secara terpadu, sistematis dan bertahap serta berkesinambungan. Di samping itu kemampuan profesional guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar akan terpenuhi keberhasilan anak didik dalam mencapai perkembangan optimal pribadinya. Oleh karena itu, seorang guru harus mengerti, memahami dan menghayati berbagai prinsip pendidikan dan pengajaran serta tahap-tahap perkembangan anak sehingga guru dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Disebutkan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdinas bahwa tujuan pendidikan anak usia dini untuk mengembagkan potensi anak usia dini secara optimal agar terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tingkat pengembangannya. Adapun salah satu pendidikan anak usia 4 – 6 tahun adalah mengembangkan ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap pengembangannya (Kompetensi Dasar KBK. Pendidikan Usia Dini, 2002)

Disela-sela jaman ultra modern ini, masalah lingkungan hidup perlu di kenalkan pada anak-anak Taman Kanak-kanak, tentang gejala alam, tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada kegiatan sehari-hari anak. Namun sebagian siswa tentu ada yang tidak percaya dan igin membuktikannya sendiri. Untuk itu dalam pembelajaran sains di taman kanak-

(2)

118

kanak disajikan percobaan dan penuntunan bereksperimen. Dari situpun pemikiran anak semakin berkembang. Anak-anak dapat mengenal penemuan-penemuan modern yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Maka diharapkan dengan pemberian pembelajaran pengenalan Sains di Taman Kanak-Kanak dapat membentuk anak menjadi ilmuwan yag trampil dan berwawasan lingkungan.

Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, di TK masih banyak mengalami beberapa kendala di antaranya sarana dan prasarananya yang masih belum tersedia, maka salah satu cara untuk mengatasinya, anak diajak untuk mengamatidan melakukan eksperimen secara sederhana sesuai dengan kondisi yang ada dan terjadi yang dialami anak di dalam kehidupannya sehari-hari.

Berdasarkan pengalaman mengajar di kelas pada waktu belajar anak pada kegiatan eksperimen mencoba, membuat, dan merasakan berbagai macam minuman pada anak tk al husna kelompok A, semester 2, tahun pelajaran 2017/2018. Kegiatan tersebut kurang memuaskan, banyak anak tidak aktif, saat diberikan kegiatan tersebut dan juga banyak anak yang tidak mau melaksanakan kegiatan atau tugas yang diberikan oleh guru dengan berbagai alasan. Hal ini merupakan salah satu penyebab kurang aktifnya anak TK AL Husna dalam melaksanakan kegiatan Eksperimen mencoba, membuat, dan merasakan berbagai macam minuman. Dapat dilihat bahwa dari 20 anak kelompok A, anak yang Belum Berkembang/BB/1 adalah anak (80%), Mulai Berkembang/MB/2 adalah 3 anak (15%), Berkembang Sesuai Harapan/BSH/3 adalah 1 anak (5%), sedangkang yang Berkembang Sangat Baik/BSB/4 adalah belom ada alias Nol.

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul

“Peningkatan Aktifitas dan Prestasi Belajar Anak Melalui Metode Eksperimen Mencoba, Membuat, dan Merasakan Berbagai Macam Minuman Pada Anak TK Al Husna Kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018”

Berdasarkan identifikasi dan analisis masalah maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan keaktifan pada Anak TK Al Husna Kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018? (2) Bagaimana penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar pada Anak TK Al Husna Kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018?

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan keaktifan anak TK Al Husna Kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018. (2) untuk mengetahui bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar pada Anak TK Al Husna Kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018.

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR Kajian Teori

Peningkatan

Pengertian peningkatan secara epistemologi adalah menaikkan derajat tar af dan sebagainya, mempertinggi memperhebat produksi dan sebagainya, proses adalah cara perbuatan meningkatkan usaha kegiatan dan sebagainya. Dalam pandangan Zamroni dikatakan bahwa peningkatan mutu sekolah adalah suatu proses yang sistematis yang terus menerus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan

(3)

119

dengan itu, dengan tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien Peningkatan mutu berkaitan dengan target yang harus dicapai proses Untuk mencapai dan faktor-faktor yang terkait dalam peningkatan mutu ada dua aspek yang perlu mendapat perhatian, yakni aspek kualitas hasil dan aspek proses mencapai hasil tersebut teori manajemen mutu terpadu atau yang lebih dikenal dengan Total Quality Management (TQM). Akhir-akhir ini banyak diadopsi dan digunakan oleh dunia pendidikan dan teori ini dianggap sangat tepat dalam dunia pendidikan saat ini. (Lalu Sumayang: 2003),

Kata peningkatan juga dapat menggambarkan perubahan dari keadaan atau sifat yang negatif berubah menjadi positif. Sedangkan hasil dari sebuah peningkatan dapat berupa kuantitas dan kualitas. Kuantitas adalah jumlah hasil dari sebuah proses atau dengan tujuan peningkatan. Sedangkan kualitas menggambarkan nilai dari suatu objek karena terjadinya proses yang memiliki tujuan berupa peningkatan. Hasil dari suatu peningkatan juga ditandai dengan tercapainya tujuan pada suatu titik tertentu. Dimana saat satu usaha atau proses telah sampai pada titik tersebut maka akan timbul perasaan puas dan bangga atas pencapaian yang telah diharapkan. (Zamroni, 2007)

Aktifitas

Aktivitas belajar berasal dari dua kata yaitu aktivitas dan belajar. Kita akan mencoba untuk menguraikan satu per satu kata terlebih dahulu: Aktivitas menurut KBBI Kemendikbud (online) mempunyai arti kegiatan, kegiatan atau kerja yang dilaksanakan dalam tiap-tiap bagian perusahaan. Semenetara para ahli juga mendefinisikan aktifitas, dianataranya: Anton M. Mulyono yang menjelaskan bahwa aktivitas ialah kegiatan atau keaktifan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non-fisik merupakan suatu aktivitas. Menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Dari penjelasan beberapa referensi diatas maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas adalah kegiatan seseorang yang dilakukan baik secara jasmani maupun rohani atau kegiatan fisik atau nonfisik. (http://www. karyatulisku.

com/2017/09/pengertian-aktivitas-belajar-menurut- para-ahli. html) Prestasi Belajar

Mendengar kata prestasi pastinya semua orang langsung memikirkan tentang pencapaian dan hasil kerja. Hal itu memang saling berhubungan karena prestasi merupakan sebuah hasil dari proses. Lalu untuk pengertian prestasi belajar juga sudah lain lagi. Belajar di sini bisa diartikan bermacam-macam, diambil dari sudut pandang para pelajar atau diambil dari sudut pandang para ahli. Kata belajar memang tak melulu yang berhubungan dengan sekolah saja. Belajar bisa juga diartikan sebagai proses memahami suatu kehidupan atau proses pengendalian diri menuju ke yang lebih baik. Pengertian prestasi belajar menurut para ahli pasti artinya berbeda-beda. Pertama ada pengertian menurut Winkel, prestasi belajar diartikan sebagai bukti seseorang telah berhasil dicapai. Bukti pencapaian tersebut merupakan sebuah hasil yang telah dilalui seseorang dengan usaha-usaha pembelajaran. Menurut Saifudin Anwar, prestasi belajar diartikan sebagai sesuatu yang bisa dicapai maupun tak bisa dicapai oleh seseorang. Prestasi belajar tersebut nantinya bisa diperoleh dengan mengikuti sebuah tes belajar.

Definisi prestasi belajar menurut Udin S. Winataputra adalah sebuah proses perubahan yang dicapai oleh individu sebagai hasil dari pengalaman. Jadi ini bisa diartikan jika prestasi belajar adalah pencapaian dari sebuah pengalaman yang sudah dijala ni oleh

(4)

120

seseorang. Pengertian menurut para ahli lainnya seperti Thursan Hakim adalah proses perubahan yang dialami oleh seseorang baik itu perubahan kualitas dan kuantitas seperti tingkah laku, pengetahuan, sikap, kecakapan dan lain sebagainya. Jadi prestasi belajar di sini diartikan sebagai perubahan pada diri seseorang menuju ke hal yang lebih baik. Adapun definisi selanjutnya yaitu dari Arif Gunarso, mengungkapkan jika prestasi belajar itu diartikan sebagai hasil maksimal yang telah dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha belajar yang telah dilaksanakan. Jadi kesimpulannya adalah prestasi bisa didapat dari hasil belajar yang telah dilalui.

Prestasi belajar memang merupakan sebuah hasil dari pencapaian atau proses . Belajar sendiri bisa diartikan sebagai sebuah proses baik itu proses di dunia pendidikan maupun di kehidupan atau pengendalian diri. Pengertian prestasi belajar secara umum maupun menurut para ahli sebenarnya tak ada bedanya. Semuanya mengungkapkan jika prestasi belajar adalah sebuah hasil pencapaian yang telah dilalui seseorang melalui sebuah proses. (https://pengertiandefinisi. com/pengertian-prestasi-belajar/)

Metode Eksperimen

Tamir (1991: 14) mengemukakan bahwa “metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, melalui percobaan-percobaan untuk membuktikan sendiri sesuatu pertanyaan atau hipotesis tertentu”. Sementara Sumantri dan Permana (1999: 12) mengemukakan bahwa metode ekperimen sebagai cara belajar-mengajar yang melibatkan siswa dengan mengalami, menguji, membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan”.

Menurut Roestiyah (2001: 46) metode eksperimen memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan antara lain (1) Melatih disiplin diri peserta didik melalui eksperimen yang di lakukannya terutama kaitannya dengan keterlibatan, ketelitian, ketekunan dalam melakukan eksperimen. (2) Kesimpulan eksperimen lebih lama tersimpan dalam ingatan peserta karena eksperimen dilakukannya sendiri secara langsung. (3) Peserta didik akan lebih memahami hakikat dari ilmu pengetahuan dan hakikat kebenaran secara langsung.

Kekurangan metode eksperimen (1) Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen. (2) Memerlukan jangka waktu yang lama (3) Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu sains dan teknologi. (4) Memerlukan biaya yang sangat banyak.

Anak TK

Pengertian anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (undang-undang Sisdiknas tahun 2013). Anak yang berusia 0-8 tahun (sejumlah ahli pendidikan). Anak usia dini didefinisikan pula sebagai kelompok anak yang dalam proses pertumbuhandan perkembangannya bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuaidengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur 2005).

Menurut Beichler dan Snowman (Dwi Yulianti, 2010: 7), anak usia dini adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun. Sedangkan hakikat anak usia dini (Augusta, 2012) adalah individu yang unik dimana ia memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek fisik, kognitif, sosio-emosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus yang sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut. Masa anak usia dini sering disebut dengan istilah “golden age” atau masa emas. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak

(5)

121

2 2

mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat.

Perkembangan setiap anak tidak sama karena setiap individu memiliki perkembangan yang berbeda. Makanan yang bergizi dan seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Apabila anak diberikan stimulasi secara intensif dari lingkungannya, maka anak akan mampu menjalani tugas perkembangannya dengan baik.

Dari berbagai definisi, peneliti menyimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental.

Kerangka berfikir

Sebelum diterapkan pembelajaran dengan metode eksperimen, suasana pembelajaran dikelas tidak menyenangkan anak merasa bosan dengan pembelajaran yang monoton.

Untuk meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar anak melalui metode eksperimen mencoba, membuat, dan merasakan berbagai macam minuman pada anak TK Al Husna kelompok A, semester 2, tahun pelajaran 2017/2018, guru harus dapat menciptakan suasana pembelajaran dengan metode eksperimen yang menarik bagi anak sehingga anak aktif untuk melakukan proses/kegiatan eksperimen dengan baik .

Dengan melakukan penelitian penulis dibantu oleh teman sejawat atau kepala sekolah menerapkan metode eksperimen supaya keaktifan dan hasil belajar anak meningkat.

Dengan menerapkan pembelajaran metode eksperimen, pembelajaran di Taman Kanak- Kanak mulai menyenangkan anak- anak aktif dan pretasi belajar anak berhasil dengan baik.

Hipotesis Tindakan.

Dalam upaya peningkatan kemampuan sains anak melalui eksperimen mencoba membuat dan merasakan aneka macam dan rasa minuman sehingga dapat menambah pengetahuan bagi anak serta dapat membantu tercapainya indikator yang diinginkan oleh pendidik.

Dari bagan kerangka berpikir diatas dapat dirumuskan hipotesa tindakan: Dengan metode eksperimen mencoba, membuat, dan merasakan berbagai macam minuman pada anak TK Al Husna kelompok A, semester 2, tahun pelajaran 2017/2018, diduga dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar pada anak TK Al Husna kelompok A, semester 2, tahun pelajaran 2017/2018.

METODE PENELITIAN Setting Penelitian.

Penelitian dilaksanakan di TK Al Husna, Gembong rt 03/01, Saradan, Karangmalang, Sragen, 57291. Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Tema: Diri Sendiri, Jumlah Murid (20 Anak L = 10, P = 10)

Pelaksanaan dua Siklus, pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 PADA BULAN Januari sampai Juni 2018.

(6)

122 Subyek Penelitian.

Subyek penelitian Tindakan Kelas ini adalah semua anak TK AL HUSNA Kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, 57291, Jumlah Murid (20 Anak L = 10, P= 10)

Pengumpulan Data.

Dalam penelitian tindakan kelas ini data yang dikumpulkan berupa informasi tentang aktifitas dan prestasi belajar anak kelompok A, Semester 2, Tahun Pelajaran 2017/2018, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, 57291. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber: (1) Informasi yaitu keadaan anak kelompok A. (2) Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktifitas pembelajaran. (3) Dokumen-dokumen berupa Kurikulum, RPPH, dan Buku Penilaian.

Analisa Data.

Dengan cara pengamatan (teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan, dan pencatatan secara sistematis, obyektif, logis, dan rasional mengenai fenomena/keadaan). Pengamatan sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner di mana wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi pada obyek-obyek yang lainnya.

Prosedur Penelitian

Prosedur adalah langkah-langkah dalam melaksanakan tindakan mengikuti model yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946. Menurut Kurt Lewin bahwa dalam siklus terdiri dari empat langkah yaitu: perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (refleksion). Menurut Arikunto dalam Suyadi (2010:49): prosedur penelitian terdiri dari empat langkah, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kondisi Awal.

Indikator Keberhasilan.

Indikator keberhasilannya adalah sebagai berikut: Apabila setelah tindakan terjadi peningkatan aktifitas dan prestasi belajar anak, dengan ketuntasan 80% maka dapat disimpulkan bahwa penelitian berhasil. Tetapi apabila tidak terjadi peningkatan aktifitas dan prestasi belajar anak, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tersebut belum berhasil.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Per Siklus

Pra Siklus

Dalam pelaksanaan kegiatan mencoba, membuat, dan merasakan berbagai macam minuman pada anak TK Al Husna kelompok A semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018, hasilnya kurang memuaskan. Hal ini dapat dilihat bahwa dari keseluruhan jumlah anak, masik banyak anak yang hasilnya belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena cara guru didalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar masih menggunakan metode yang konvensional, sehingga banyak anak yang tidak mau memperhatikan, tidak aktif, dan tidak mau melaksanakan tugas permainan (kegiatan) yang diberikan oleh guru.

(7)

123

Oleh karena itu guru akan menerapkan metode eksperimen mencoba, membuat, dan merasakan berbagai macam minuman kepada anak TK AL HUSNA kelompok A semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018. Pembelajaran pra siklus tentang Peningkatan Aktifitas dan Prestasi Belajar Anak Melalui Metode Eksperimen Mencoba, Membuat, dan Merasakan Berbagai Macam Minuman, dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Februari 2018 hasilnya belum memuaskan atau belum tuntas. Hasil pembelajaran pra siklus sebagai berikut: nilai BB (Belum Berkembang) 80%, nilai MB (Mulai Berkembang) 15%, nilai BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 5% dan nilai BSB (Berkembang sangat baik) 0%. Yang tuntas yang minimal mendapat nilai BSH, sebanyak 4 anak atau 15% sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 16 anak atau 80% dari 20 anak.

Siklus I

Pelaksanaan penelitian tindakan siklus dilaksanakan tanggal 12 – 17 Februari 2018, di Kelompok A TK Al Husna, Gembong RT 03/01, Saradan, Karangmalang, Sragen. Sesuai dengan siklus membahas tentang kegiatan eksperiment mencoba, membuat, membuat, dan rasasakan berbagai macam minuman.

Hasil pembelajaran siklus 1 sebagai berikut: nilai BB (Belum Berkembang) 5 anak atau 25%, nilai MB (Mulai Berkembang) 5 anak atau 25%, nilai BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 8 anak atau 30% dan nilai BSB (Berkembang sangat baik) 2 anak atau 20%. Yang tuntas yang minimal mendapat nilai BSH, sebanyak 10 anak atau 50% sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 10 anak atau 50% dari 20 anak.

Pada pra siklus anak yang belum tuntas adalah 95%, tuntas baru 5%, pada siklus I anak yang belum tuntas adalah 50%. Pada siklus I anak yang belum tuntas adalah 50%, ada siklus anak yang sudah tuntas adalah 50%, kenaikan ketuntasan pada siklus I adalah 45%. Jadi belum memenuhi indikator keberhasilan sehingga perlu perbaikan pembelajaran siklus II

Siklus II

Pelaksanaan penelitian tindakan siklus dilaksanakan tanggal 12 – 17 Maret 2018, di Kelompok A TK Al Husna, Gembong rt 03/01, Saradan, Karangmalang, Sragen. Sesuai dengan siklus membahas tentang kegiatan eksperiment mencoba, membuat, membuat, dan rasasakan berbagai macam minuman.

Hasil pembelajaran siklus II sebagai berikut: nilai BB (Belum Berkembang) 0 anak atau 0%, nilai MB (Mulai Berkembang) 1 anak atau 5%, nilai BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 9 anak atau 45% dan nilai BSB (Berkembang sangat baik) 10 anak atau 50%.

Yang tuntas yang minimal mendapat nilai BSH, jadi sebanyak 19 anak atau 95% sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 1 anak atau 5% dari 20 anak.

Pada pra siklus anak yang belum tuntas adalah 95%, tuntas baru 5%, pada siklus I anak yang belum tuntas adalah 50%, tuntas 50%. Pada siklus II anak yang tuntas 95%, yang belum tuntas adalah 5%, kenaikan ketuntasan pada siklus I ke siklus II adalah 45%.

Jadi sudah memenuhi indikator keberhasilan sehingga sudah tidak perlu perbikan siklus berikutnya.

(8)

124 Pembahasan

Dari hasil observasi kegiatan pembelajaran dari awal sampai perbaikan pembelajaran siklus I dan siklus II, pada pokok permasalahan keaktifan anak dan prestasi belajar anak di TK AL HUSNA, Gembong rt 03/01, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, pada kelompok A semester 2 tahun pelajaran 2017/2018, dapat diketahui pada Pra Siklus hanya 05% anak yang meraih ketuntasan, ketuntasan 50% pada siklus I dan pada siklus II yang tuntas sebanyak 95%. Pada siklus II tinggal 5% yang belum tuntas, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan yang signifikan apabila kita menggunakan metode dan cara belajar yang tepat sehingga anak dapat belajar dengan aktif, semangat, sehingga prestasi belajar anak akan tercapai seperti apa yang kita harapkan.

Sebelum perbaikan pembelajaran dari 20 anak yang mengalami ketuntasan dalam belajar sebanyak 1 anak atau hanya 05% dan 19 anak atau 95% belum tuntas . Hal ini menunjukkan kegagalan dalam pembelajaran. Setelah peneliti merefleksi diri, maka kegagalan ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: (1) Pembelajaran tidak dipersiapkan dengan RPPH yang baik. (2) Kurang menggunakan alat peraga. (3) Kurang relevannya metode yang digunakan.

Pada siklus II keberhasilan masih 50%, belum tuntas 50%. Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat, bahwa ketidaktuntasan siswa dalam proses pembelajaran dengan metode eksperimen pada kelompok A TK AL HUSNA Semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018, pada siklus I disebabkan oleh: (1) Anak kurang konsentrasi dalam pembelajaran. (2) Kurangnya motivasi peneliti terhadap anak. (3) Penggunaan bahan untuk bereksperimen kurang.

Pada siklus II ketuntasan mencapai 95% atau 19 anak. Adapun hasil refleksi pada siklus II adalah: (1) Anak sudah aktif didalam proses pembelajaran. (2) Bahan dan alat disediakan oleh guru. (3) Anak aktif dan percaya diri di dalam bereksperimen mencoba, membuat, dan merasakan berbagai macam minuman. (5) Hasil akhir kegiatan anak sudah baik, walaupun masih ada 1 anak yang nilainya belum tuntas, dan tingkat ketuntasan 95%.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Dari hasil laporan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan ternyata pembelajaran Sains di TK itu sangat seperti dalam prinsip belajar yaitu Belajar sambil bermain, bermain sambil belajar. “Anak- anak sangat antusias mengikuti pembelajaran.

Dengan melakukan berbagai macam percobaan sederhana dapat memupuk percaya diri anak sehingga dapat membangkitkan minat serta meningkatkan kreativitas anak dalam mengembangkan pengetahuannya pada kehidupan sehari-hari juga dapat memberikan pengertian yang logis/nyata dan mengurangi pengertian yang tabu bagi anak pada kehidupannya sehari-hari meskipun dalam melaksanakan percobaan atau eksperimen masih banyak mengalami kekurangan-kekurangan namun pembelajaran sains perlu ditanamkan sejak Anak Usia Dini.

Peningkatan ini terjadi pada siklus I maupun siklus II dengan bukti adanya peningkatan pada: (1)Keaktifan anak meningkat. (2) Prestasi belajar anak meningkat. (3) Ketuntasan belajar anak meningkat. (4) Prosentase ketuntasan belajar anak meningkat, sebelum perbaikan/kondisi awal pembelajaran ada 1 anak atau 5% dari 20 anak yang sudah

(9)

125

tuntas. Pada perbaikan pembelajaran siklus I meningkat ada ada 10 anak atau 50% dari 20 anak yang sudah tuntas. Pada siklus II menjadi 19 anak yang tuntas atau 95%, dengan nilai BSH/3 adalah 10 anak dan BSB/4 adalah 9 anak.

Saran

Berdasarkan pembahasan pada hasil perbaikan maka diberikan saran sebagai berikut:

1. Guru TK diharapkan terus mengikuti perkembangan tentang dunia pendidikan ana k usia dini sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pengembangannya.

2. Guru sebaiknya mengguanakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran.

3. Guru harus menyiapkan dan menggunakan alat peraga benda-benda kongrit yang berada di sekitar anak, agar tidak terjadi verbalisme dalam pembelajaran.

4. Guru hendaknya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

5. Anak perlu dilatih kegiatan pembiasaan yang positif.

6. Dalam kegiatan eksperimen hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak yang terjadi pada kehidupannya sehari-hari.

7. Hendaknya Guru dan orang tua selalu memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi sehingga dapat mengembangkan pengetahuan secara leluasa namun orang tua dan guru juga harus memberikan stimulasi dan bimbingan, serta pendampingan atau pengawasan kepada anak.

8. Laporan ini dapat dijadikan bahan kajian untuk meningkatkan pengetahuannya melalui forum KKG.

DAFTAR PUSTAKA

Augusta. 2012. Pengertian Anak Usia Dini. dari http://infoini. com/Pengertian Anak Usia Dini.

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pola Permainan di Taman Kanak-Kanak. Jakarta:

Depdiknas.

http://www. karyatulisku. com/2017/09/pengertian-aktivitas-belajar-menurut- para-ahli.

html. diakses tanggal 01-02- 2018.

Dwi Yulianti, 2010. Metode Pengembangan Koqnitif. Jakarta: Universitas Terbuka.

Lalu Sumayang, Manajemen Produksi dan Operasi (Jakarta: Salemba Empat, 2003

Mansur. 2005, Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Zamroni, 2007. Meningkatkan Mutu Sekolah. Jakarta: PSAP Muhamadiyah Roestiyah, N. K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

(10)

126

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan konstribusi pada metode fuzzy logic dalam menerapkan teknik fuzzy logic tsukamoto untuk kasus yang berbeda atau pada kasus yang sama namun dengan

Kata kerja (1) ngeplak berkomponen makna ‘memukul dengan telapak tangan terbuka pada wajah orang’ ; (2) nabok dan nggablog berkomponen makna ‘memukul dengan telapak tangan

Thanks to my Motorcycle Kawasaki ZX 130 (H2933YA) that always be my best ride in Yogyakarta, to my Mac Book that help me a lot to completed all my task and also my thesis, thanks

Jenis Hasil Hutan yang Dimanfaatkan Masyarakat Desa Batu Mbilin Dari Praktek

Dalam pekerjaan tahun yang lalu, pekerjaan tidak signifikan yang kurang baik diperbaiki dan yang telah baik dilanjutkan dan diting- katkan, perlunya terus

Nama : Hotman Harahap Gelar : Sutan Maujalo. Universitas

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bahasa Inggris Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.. Creating Classroom Communities of

Tujuan dari penelitian ilmiah ini secara singkat adalah untuk mengetahui metode yang hasilnya bisa lebih baik digunakan oleh PT. NGK Ceramics Indonesia dan untuk meramalkan