• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH P A S C A S A R J A N A IAIN JEMBER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH P A S C A S A R J A N A IAIN JEMBER"

Copied!
169
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN

PENULISAN KARYA ILMIAH

P A S C A S A R J A N A IAIN JEMBER

TAHUN 2016

(2)
(3)

Kata Pengantar

Dalam penulisan karya ilmiah, termasuk penulisan tesis, disertasi dan makalah, konsistensi merupakan kata kunci yang dapat menjaga kualitas penulisan karya tersebut. Selain itu, prosedur dan mekanismenya membutuhkan acuan yang jelas agar dapat menjadi panduan dalam rangka membantu penyelesaian studi mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

Dengan demikian, kehadiran Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa Pascasarjana IAIN Jember dalam rangka menyelesaikan tugas akhirnya yang berupa penulisan tesis/disertasi serta melaksanakan tugas akademik lainnya (penulisan makalah dan lain sebagainya). Demikian juga buku ini dapat menjadi acuan yang dapat dipedomani oleh semua pihak yang terkait dalam proses penulisan tesis, disertasi dan makalah di kelas.

Demikian, pedoman penulisan karya ilmiah ini harap dapat dijadikan sebagai standar acuan bagi mahasiswa dan semua pihak yang terkait di Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Jember.

Jember, 1 Januari 2016 Direktur,

Prof. Dr. H. Miftah Arifin, M.Ag.

NIP. 19750103 199903 1 001

(4)
(5)
(6)
(7)

DAFTAR ISI

JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... iii

SK BUKU PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ... iv

SK PANITIA PENYUSUNAN BUKU KARYA ILMIAH ... v

DAFTAR ISI ... vii

BAB I KETENTUAN UMUM ... 1

BAB II PENYUSUNAN TESIS/DISERTASI ... 4

A. PROPOSAL ... 4

B. ORGANISASI ... 33

BAB III ARTIKEL DAN MAKALAH ... 79

A. ARTIKEL HASIL PENELITIAN ... 79

B. ARTIKEL NON PENELITIAN ... 87

C. MAKALAH ... 91

BAB IV TEKNIK PENULISAN ... 103

A. SISTEMATIKA PENULISAN ... 103

B. CARA MERUJUK DAN MENULIS DAFTAR RUJUKAN ... 107

RUJUKAN ... 137

LAMPIRAN ... 138

(8)
(9)

BAB I

KETENTUAN UMUM

edoman penulisan karya ilmiah ini disusun berdasarkan kebutuhan yang dirasakan oleh civitas akademika Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam menulis Karya Ilmiah yang berupa tesis, disertasi, artikel jurnal, dan makalah.

Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu ciri pokok kegiatan perguruan tinggi. Karya ilmiah adalah karya tulis atau bentuk lainnya yang telah diakui dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Melalui pembuatan karya ilmiah, anggota masyarakat akademik pada suatu perguruan tinggi dapat mengkomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, dan atau hasil penelitian. Untuk pelaporan karya ilmiah diperlukan suatu pedoman tentang pembuatan karya ilmiah, khususnya karya ilmiah tertulis. Pedoman ini merupakan pedoman resmi yang harus diikuti oleh segenap civitas akademik Pascasarjana IAIN Jember dalam penulisan karya ilmiah, terutama bagi mahasiswa dalam menulis tesis, artikel jurnal dan makalah.

Beberapa ketentuan umum yang harus diketahui oleh mahasiswa Pascasarjana, sebagaimana disebutkan di bawah ini:

1. Yang dimaksud dengan tesis/disertasi adalah karya tulis ilmiah untuk memenuhi persyaratan dalam rangka menyelesaikan tugas

P

(10)

akhir bagi mahasiswa jenjang studi Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3).

2. Dalam penulisan tesis, seorang mahasiswa dibimbing oleh dua (2) dosen pembimbing yang memenuhi ketentuan sesuai peraturan yang berlaku.

3. Dalam penulisan tesis/disertasi, ide dan gagasan yang dituangkan dalam tesis harus didukung oleh data dan fakta yang obyektif dan logis, baik berdasarkan penelitian lapangan (field research) maupun kepustakaan (library research).

4. Naskah tesis/disertasi dapat ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan bisa juga dengan bahasa Asing (Arab atau Inggris) sesuai standar dan benar.

5. Tesis/disertasi yang ditulis oleh mahasiswa harus sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni atau Program Studi yang ditempuh di Pascasarjana IAIN Jember.

6. Naskah tesis/disertasi minimal terdiri dari 100 halaman, jika ditulis dengan bahasa Indonesia, dan 90 halaman jika menggunakan bahasa Asing (Arab atau Inggris).

7. Penyusunan dan teknik penulisan tesis/disertasi dijelaskan pada Bab II dan Bab III.

8. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah

yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan dan data

kepustakaan yang bersifat empiris-obyektif, dan disusun dalam

rangka untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di

Pascasarjana (S2 dan S3).

(11)

9. Makalah dapat ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan bisa juga dengan bahasa Asing (Arab atau Inggris) sesuai standar dan benar. Jumlah halaman antara 10 sampai 15 halaman.

10. Makalah yang ditulis oleh mahasiswa harus sesuai dengan bidang atau topik yang ditentukan pada mata kuliah yang sedang ditempuh oleh mahasiswa.

11. Isi dan sitematika pembahasan dalam makalah disesuaikan dengan ketentuan.

12. Artikel jurnal ilmiah adalah artikel yang disusun guna memberikan kontribusi terhadap teori atau penerarapan ilmu.

Artikel jurnal ilmiah ada 2 (dua) macam, yaitu artikel konseptual (bukan hasil penelitian) dan artikel hasil penelitian. Artikel konseptual tersusun atas judul, abstrak, pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, dan daftar rujukan. Sedangkan artikel hasil penelitian tersusun atas judul, abstrak, pendahuluan, metode, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar rujukan.

13. Karya ilmiah/Tesis/Makalah yang dibuat merupakan hasil karya sendiri bukan merupakan hasil plagiasi yang dibuktikan dengan pernyataan keaslian (lihat lampiran 14) dan atau report dari software program anti plagiasi dengan ketentuan maksimal 35%

(lihat lampiran 17).

(12)
(13)

BAB II

PENYUSUNAN TESIS/DISERTASI

enyusunan tesis/disertasi diprogramkan kepada mahasiswa yang telah mencapai satuan kredit semester minimal 24 sks (sistem kredit semester), telah lulus mata kuliah Metodologi Penelitian, dan telah menyelesaikan syarat-syarat administratif yang ditentukan.

A. PROPOSAL

1. PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF

Secara umum, proposal penelitian kuantitatif memiliki tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Secara rinci, proposal penelitian harus memuat hal hal sebagai berikut.

Bagian Awal a. Halaman Judul b. Halaman Persetujuan c. Halaman Pengesahan d. Abstrak

e. Daftar Isi (Jika ada) Bagian Inti

a. Judul Penelitian

b. Latar Belakang Masalah c. Rumusan Masalah d. Tujuan Penelitian

e. Manfaat Penelitian

P

(14)

f. Ruang Lingkup Penelitian 1) Variabel Penelitian 2) Indikator Variabel g. Definisi Operasional h. Asumsi Penelitian (jika ada) i. Kajian Pustaka

1) Penelitian Terdahulu 2) Kajian Teori

3) Kerangka Konseptual 4) Hipotesis (Jika Ada) j. Metode Penelitian

1) Pendekatan dan Jenis Penelitian 2) Populasi dan Sampel

3) Teknik Pengumpulan Data 4) Instrumen Penelitian 5) Validitas dan Reliabilitas 6) Analisis Data

7) Sistematika Penulisan Bagian Akhir

a. Daftar Rujukan

b. Lampiran-lampiran (Jika ada)

Untuk memperoleh gambaran alur proposal kuantitatif yang

lebih jelas tentang hal-hal yang terkait tersebut di atas, berikut ini

diuraikan isi yang terkandung dalam masing-masing unsur paada

proposal kuantitatif tersebut di atas.

(15)

Bagian Awal

1. Halaman Judul

Pada halaman sampul luar diketik judul tesis/disertasi secara lengkap. Jika ada judul besar, maka diketik dengan huruf besar (kapital) semua, sedangkan subjudul ditulis dengan huruf besar (kapital) hanya huruf awal setiap kata (Capitalize Each Word), kecuali kata sambung (tetap ditulis dengan huruf kecil).

Penempatannya diatur sedemikian rupa sehingga dalam posisi

"center". Setelah itu, dicantumkan logo IAIN Jember, identitas mahasiswa (Nama dan NIM) kemudian nama program studi, pascasarjana, IAIN Jember, lalu bulan dan tahun pembuatan tesis/disertasi. Contoh sampul luar dan dalam (lampiran 1)

Penulisan halaman judul sama dengan penulisan halaman sampul. Contoh halaman sampul atau halaman judul proposal tesis/disertasi dapat dilihat pada lampiran 1. Judul ditulis dengan kalimat seefisien mungkin, dengan rambu-rambu jumlah kata berkisar antara 15–20 kata.

2. Halaman Persetujuan

Halaman Persetujuan adalah lembar yang menyatakan bahwa proposal tesis/disertasi telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk selanjutnya diuji dalam forum seminar proposal. Lihat lampiran 2.

3. Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan adalah lembar yang menyatakan

bahwa proposal tesis/disertasi yang telah diuji dalam forum

seminar proposal, telah dilakukan revisi sesuai rekomendasi hasil

(16)

ujian tesis/disertasi dari dewan penguji. Sebagai bukti, dewan penguji membubuhkan tanda tangan pada Halaman Pengesahan.

Hal ini dilakukan setelah mereka memeriksa hasil revisi proposal berdasarkan rekomendasi tersebut. Lihat lampiran 3.

4. Abstrak.

Abstrak dibuat satu halaman diketik dengan spasi tunggal.

Abstrak berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan metode penelitian.

5. Daftar Isi

Daftar isi ditulis dengan spasi 1,5. Kata "daftar isi" diketik dengan huruf besar (kapital) dan di tengah (center). Daftar isi ditulis dengan tanpa mencantumkan Bab I, bab II, dan Bab III, tetapi ditulis secara berurutan berdasarkan subbab yang ada. Penulisan diawali dengan judul proposal dan diakhiri dengan daftar rujukan. Subbab ditulis dengan huruf kapital hanya pada huruf awal setiap kata (Capitalize Each Word). Lihat lampiran 10.

Bagian inti

1. Judul Penelitian

Judul penelitian ditulis di bagian awal secara lengkap dan jelas dengan menggunakan huruf kapital semua, baik judul maupun subjudul atau anak judul (jika ada).

2. Latar Belakang Masalah

Dalam menulis latar belakang masalah, peneliti harus terlebih dahulu menentukan masalah penelitiannya secara jelas.

Sehingga peneliti perlu menghubungkan masalah penelitian itu

(17)

dengan informasi-informasi yang telah ada di lapangan serta memperlihatkan urgensi dan signifikansi penelitian tersebut dilakukan.

Latar belakang masalah mengungkapkan permasalahan- permasalahan yang akan diteliti sehingga dapat diketahui hal-hal yang melandasi dilakukannya penelitian. Masalah tersebut berisi tentang kesenjangan antara teori dan praktek, atau kesenjangan antara harapan dan realitas serta berisi tentang keunikan-keunikan dari obyek yang diteliti. Latar belakang masalah hendaknya disusun secara singkat dan mampu mencakup inti masalah yang akan dibahas. Masalah-masalah tersebut dapat bersumber dari bahan bacaan, seperti buku, koran, majalah, jurnal atau dapat juga berupa pengamatan peneliti tentang suatu peristiwa yang berlangsung di masyarakat dan berhubungan dengan obyek penelitian yang akan dilakukan.

3. Rumusan Masalah

Bagian ini mencantumkan semua rumusan masalah yang hendak dicari jawabannya melalui penelitian. Perumusan masalah disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional yang sebaiknya dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

Rumusan masalah yang baik memperlihatkan variabel- variabel yang diteliti, jenis hubungan antar variabel, dan juga subjek penelitianya. Masalah itu juga harus dapat diuji secara empiris.

4. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian merupakan gambaran yang spesifik

tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan

(18)

penelitian ini mempunyai korelasi dengan masalah penelitiannya.

Oleh sebab itu Tujuan penelitian harus mengacu dan konsisten dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah. Tulislah tujuan penelitian dengan kalimat pernyataan.

5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisi tentang konstribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Manfaat dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus realistis, tidak bombastis.

6. Ruang Lingkup Penelitian a. Variabel Penelitian

Pada bagian ini peneliti harus menentukan variabel secara jelas dan tegas. Mana yang menjadi variabel bebas dan mana variabel terikatnya.

b. Indikator Variabel

Setelah varibel penelitian terpenuhi kemudian dilanjutkan dengan mengemukakan indikator-indikator variabel yang merupakan rujukan empiris dari variabel yang diteliti. Indikator empiris ini nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam membuat butir-butir atau item pertanyaan dalam angket, interview, dan observasi.

7. Definisi Operasional

Berdasar indikator empiris variabel penelitian kemudian dilanjutkan dengan mengemukakan definisi operasionalnya.

Definisi operasional adalah definisi yang digunakan

sebagai pijakan pengukuran secara empiris terhadap variabel

(19)

penelitian dengan rumusan yang didasarkan pada indikator variabel. Dengan kata lain, definisi operasional adalah pengertian sebuah konsep berdasarkan realitas yang ada di lapangan.

8. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian biasa disebut juga sebagai anggapan dasar atau postulat, yaitu sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti. Anggapan dasar harus dirumuskan secara jelas sebelum peneliti melangkah mengumpulkan data. Anggapan dasar di samping berfungsi sebagai dasar berpijak yang kukuh bagi masalah yang diteliti juga untuk mempertegas variabel yang menjadi pusat perhatian penelitian dan merumuskan hipotesis.

9. Kajian Pustaka

a. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu (Kajian Empirik) yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan. Dengan melakukan langkah ini, akan dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakukan.

b. Kajian Teori

Bagian ini berisi tentang pembahasan teori yang

dijadikan sebagai dasar pijakan dalam penelitian. Pembahasan

secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam

wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak

dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan

(20)

penelitian. Dari kajian teori ini akan tampak posisi variabel penelitian dibandingkan dengan variabel penelitian yang lain;

apakah ia berperan sebagai variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, variabel intervening, dan lain sebagainya.

Dari sini peneliti dapat merumuskan hipotesis penelitiannya.

c. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual pada dasarnya bisa diwujudkan dengan dengan diagram alur (atau flowchart) yang menjelaskan tentang bagaimana alur pikir dalam penelitian. Kerangka konseptual itu juga menjelaskan hubungan antar konsep (variabel penelitian). Hal yang perlu diperhatikan bahwa kerangka konseptual bukan merupakan Kerangka Pemecahan Masalah, karena ini lebih merupakan cara kerja dalam penelitian.

d. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya. Hipotesis adalah pernyataan dugaan (conjectural) tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.

Hipotesis selalu mengambil bentuk kalimat pernyataan (declarative), dan menghubungkan secara umum maupun kasus–variabel yang satu dengan yang lain. Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak memerlukan hipotesis.

Hipotesis diajukan dalam bentuk pernyataan

sementara terhadap hasil penelitian. Contoh: Jika rumusan

masalahnya: ”Apakah ada hubungan antara keaktifan

mengikuti pengajian terhadap peningkatan pemahaman

(21)

keagamaan?”, maka hipotesis alternatif (Ha): ”Keaktifan mengikuti pengajian mempunyai hubungan terhadap peningkatan pemahaman agama”. Sementara hipotesis nihil (Ho): ”Keaktifan mengikuti pengajian tidak mempunyai hubungan terhadap peningkatan pemahaman agama”.

10. Metode Penelitian

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang pendekatan penelitian yang dipilih, yaitu pendekatan penelitian kuantitatif. Sementara jenis penelitian misalnya dapat mengambil jenis survey, eksprimen, pengembangan, deskriptif, eksploratoris, eksplanatoris, korelasional dan komparasi kausal atau jenis lainnya. Penentuan pendekatan dan jenis penelitian harus diikuti oleh alasan-alasan.

b. Populasi dan Sampel

Istilah ini digunakan untuk penelitian yang

menggunakan sampel. Sementara untuk penelitian yang

menggunakan seluruh populasi disebut dengan subyek

penelitian. Penjelasan yang tentang karakterisktik populasi

perlu diberikan agar jumlah sampel yang dipilih benar-benar

representatif (menggambarkan keadaan populasinya). Hal-hal

penting dalam bagian ini berisi: (1) identifikasi dan batasan

populasi, (2) prosedur dan teknik pengambilan sampel yang

hendak dilakukan, dan (3) besarnya sampel yang diambil.

(22)

c. Teknik Pengumpulan Data

Bagian ini menjelaskan bagaimana peneliti akan melakukan pengumpulan data serta menjelaskan sarana atau alat yang digunakan dalam metode pengumpulan data (angket, wawancara, checklist, pengamatan dan sebagainya) atau alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian tersebut. Hal lain yang perlu diuraikan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap setiap butir pertanyaan.

d. Instrumen Pengumpulan Data

Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian.

Pada bagian ini, hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan.

e. Validitas dan Reabilitas

Untuk menghasilkan data yang benar maka instrumen

yang hendak digunakan harus memenuhi standar validitas dan

reliabilitas instrumen. Oleh karenanya, harus dipastikan bahwa

instrumen tersebut adalah valid dan reliabel, sehingga perlu

diadakan uji validitas dan reliabilitas instrumen sesuai ketentuan

yang lazim dipakai dalam penelitian kuantitatif.

(23)

f. Analisis Data

Bagian ini menguraikan jenis teknik analisis statistik yang akan digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dipilih, statistik deskriptif dan inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan nonparametrik.

Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data (nominal, ordinal, interval dan rasio) yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi kepada tujuan atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karenanya, yang pokok bukan kecanggihan, tetapi ketepatan teknik analisisnya.

11. Sistematika Penulisan

Berisi tentang deskripsi alur pembahasan tesis/disertasi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika penulisan adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti pada daftar isi.

Bagian Akhir 1. Daftar Rujukan

Sumber-Sumber yang dijadikan sebagai rujukan hendaknya dicantumkan dalam bagian ini. Bagian ini juga mencerminkan sejauh mana peneliti telah melakukan survey pustaka yang menunjang pelaksanaan penelitiannya.

2. Lampiran-lampiran

Lampiran ini berisi tentang hal-hal atau keterangan yang

dipandang penting untuk menunjang proposal penelitian seperti

alat pengumpul data yang hendak digunakan, matrik penelitian

dan sebagainya.

(24)

2. PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

Seperti dalam penelitian kualitatif, proposal penelitian kuantitatif juga memiliki tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Paling tidak, proposal penelitian harus memuat hal hal sebagai berikut.

Bagian Awal a. Halaman Judul b. Halaman Persetujuan c. Halaman Pengesahan d. Abstrak

e. Daftar Isi (Jika ada) Bagian Inti

a. Judul Penelitian b. Konteks Penelitian c. Fokus Penelitian d. Tujuan Penelitian e. Manfaat Penelitian f. Definisi Istilah g. Kajian Pustaka

1) Penelitian Terdahulu 2) Kajian Teori

3) Kerangka Konseptual h. Metode Penelitian

1) Pendekatan dan Jenis Penelitian 2) Lokasi Penelitian

3) Kehadiran Peneliti

4) Subjek Penelitian

(25)

5) Sumber Data

6) Teknik Pengumpulan Data 7) Analisis Data

8) Keabsahan Data

9) Tahapan-tahapan penelitian 10) Sistematika Penulisan Bagian Akhir

a. Daftar Rujukan

b. Lampiran-lampiran (Jika ada)

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang terkait dengan hal-hal tersebut di atas, berikut ini diuraikan isi proposal penelitian kualitatif yang terkandung dalam masing-masing unsur yang tersebut di atas.

Bagian Awal

1. Halaman Judul

Halaman Judul (sampul luar dan dalam). Pada halaman judul untuk sampul luar diketik judul tesis/disertasi secara lengkap. Jika ada judul besar, maka diketik dengan huruf besar (kapital) semua, sedangkan subjudul ditulis dengan huruf besar (kapital) hanya huruf awal setiap kata (Capitalize Each Word), kecuali kata sambung (tetap ditulis dengan huruf kecil).

Penempatannya diatur sedemikian rupa sehingga dalam posisi

"center". Setelah itu, dicantumkan logo IAIN Jember, identitas mahasiswa (Nama dan NIM) kemudian nama program studi, pascasarjana, IAIN Jember, lalu bulan dan tahun pembuatan tesis/disertasi. Contoh sampul luar dan dalam (lampiran 1).

Jumlah kata dalam judul berkisar antara 15–20.

(26)

2. Halaman Persetujuan

Halaman Persetujuan adalah lembar yang menyatakan bahwa proposal tesis/disertasi telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk selanjutnya diuji dalam forum seminar proposal. Lihat lampiran 2.

3. Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan adalah lembar yang menyatakan bahwa proposal tesis/disertasi yang telah diuji dalam forum seminar proposal, telah dilakukan revisi sesuai rekomendasi hasil ujian tesis/disertasi dari dewan penguji. Sebagai bukti, dewan penguji membubuhkan tanda tangan pada Halaman Pengesahan.

Hal ini dilakukan setelah mereka memeriksa hasil revisi proposal berdasarkan rekomendasi tersebut. Lihat Lampiran 3.

4. Abstrak.

Abstrak dibuat satu halaman diketik dengan spasi tunggal.

Abstrak berisi tentang latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, teori yang digunakan dan metode penelitian.

5. Daftar Isi

Daftar isi ditulis dengan spasi 1,5. Kata "daftar isi" diketik

dengan huruf besar (kapital) dan di tengah (center). Daftar isi ditulis

dengan tanpa mencantumkan Bab I, bab II, dan Bab III, tetapi

ditulis secara berurutan berdasarkan subbab yang ada. Penulisan

diawali dengan judul proposal dan diakhiri dengan daftar

rujukan. Subbab ditulis dengan huruf kapital hanya pada huruf

awal setiap kata (Capitalize Each Word). Lihat lampiran 10.

(27)

Bagian inti

1. Judul Penelitian

Judul Penelitian ditulis di bagian awal secara lengkap dan jelas dengan seluruhnya menggunakan huruf kapital.

2. Konteks Penelitian

Dalam konteks penelitian harus diungkapkan permasalahan-permasalahan yang akan diteliti sehingga dapat diketahui hal-hal yang melandasi dilakukannya penelitian.

Masalah tersebut berisi tentang keunikan-keunikan dari obyek yang diteliti, atau kesenjangan antara teori dan praktek, atau kesenjangan antara harapan dan realitas. Bagian ini memuat uraian tentang untuk maksud apa penelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian, juga perlu dipaparkan di sini.

Konteks penelitian disusun secara singkat namun mampu mencakup inti masalah yang akan dibahas. Masalah-masalah tersebut juga dapat diperkaya dari bahan bacaan, seperti buku, koran, majalah, jurnal atau dapat juga berupa pengamatan peneliti tentang suatu peristiwa yang berlangsung di masyarakat, dan berhubungan dengan obyek kajian yang akan diteliti.

3. Fokus Penelitian

Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini mencantumkan fokus penelitian yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian.

Fokus penelitian harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang

cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam

(28)

penelitian ini. Fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan.

Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan.

Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan

4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya pada fokus penelitian.

5. Manfaat Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan manfaat atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Uraian dalam manfaat penelitian ini berisi tentang alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat difahami bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan

Manfaat penelitian juga berisi tentang konstribusi apa yang

akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Manfaat

(29)

dapat bersifat teoritis dan praktis, seperti manfaat bagi penulis, instansi dan masyarakat secara keseluruhan.

6. Definisi istilah

Definisi istilah berisi tentang pengertian istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaimana dimaksud oleh peneliti. Definisi istilah adalah paparan tentang pengertian sebuah konsep dengan merujuk pendapat para pakar di bidangnya.

7. Kajian Pustaka a. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu (Kajian empirik) yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan (tesis, disertasi dan sebaginya). Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakukan.

b. Kajian Teori

Bagian ini berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai perspektif dalam melakukan penelitian. Pembahasan teori secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Berbeda dengan penelitian kuantitatif, posisi teori dalam penelitian

kualitatif diletakkan sebagai perspektif, bukan untuk diuji.

(30)

c. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual pada dasarnya bisa diwujudkan dengan dengan diagram alur (atau flowchart) yang menjelaskan tentang bagaimana alur pikir dalam penelitian. Hal yang perlu diperhatikan bahwa kerangka konseptual bukan merupakan Kerangka Pemecahan Masalah, karena ini lebih merupakan cara kerja dalam penelitian.

8. Metode Penelitian

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang pendekatan penelitian yang dipilih, yaitu pendekatan penelitian kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Sementara jenis penelitian misalnya dapat mengambil jenis studi kasus, etnografi, etnometodologi, grouded theory, fenomenologis, interaksi simbolik, hermeneutik, analasis wacana, penelitian tindakan kelas, dan atau jenis lainnya.

Penentuan pendekatan dan jenis penelitian harus diikuti oleh alasan-alasan.

b. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian menunjukkan di mana penelitian tersebut hendak dilakukan. Wilayah penelitian biasanya berisi tentang lokasi (Desa, Organisasi, peristiwa, teks, dan sebagainya) dan unit analisis. Contoh: Penelitian di Desa ”X” dengan unit analisisnya

”individu”.

c. Kehadiran Peneliti

Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup

signifikan (key instrument). Dia sebagai perencana, pelaksana

(31)

pengumpu data, analisis, penafsir data, dan pada akhirnya dia menjadi pelapor hasil penelitian. Oleh karena itu, agar dia dapat melakukan peran semua itu secara maksimal dan tidak mendapat hambatan, dia harus menginformasikan kehadirannya di lapangan kepada subyek terteliti. Apakah dia hadir secara terang-terangan menginformasikan perannya sebagai peneliti atau secara tersembunyi, dalam arti perannya sebagai peneliti tidak diinformasikan kepada subyek terteliti.

d. Subyek Penelitian

Pada bagian ini dilaporkan dan dijelaskan tentang pihak- phak yang hendak dijadikan informan atau subyek penelitian dan juga teknik penentuan informan atau subyek penelitian (pakai pusposive sampling atau snowball sampling) dan alasan-alasan mengapa mereka dipilih.

e. Sumber Data

Pada bagian ini dilaporkan jenis data dan sumber data.

Uraian tersebut meliputi data apa saja yang ingin dikumpulkan dan diperoleh, bagaimana karakteristiknya, bagaimana data akan dicari dan dijaring sehingga validitasnya dapat dijamin. Istilah sampel jarang digunakan karena istilah ini biasanya digunakan untuk melakukan generalisasi dalam pendekatan kuantitatif.

f. Teknik Pengumpulan Data

Pada bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang

akan digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara

terbuka dan mendalam, dan dokumentasi. Masing-masing harus

dideskripsikan tentang data apa saja yang akan diperoleh melalui

teknik-teknik tersebut dan mengapa teknik itu yang dipakai.

(32)

g. Analisis Data

Pada bagian ini disebutkan teknik analisis data yang digunakan, lalu diuraikan prosedur analisis data yang akan dilakukan sehingga memberikan gambaran bagaimana peneliti akan melakukan pengolahan data seperti proses pelacakan, pengaturan, dan klasifikasi data yang akan dilakukan.

h. Keabsahan Data

Bagian ini memuat bagaimana usaha-usaha yang hendak dilakukan peneliti untuk memperoleh keabsahan data-data temuan di lapangan. Agar diperoleh temuan yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik keabsahan data seperti perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi secara lebih mendalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan oleh teman sejawat, analisis kasus lain, melacak kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota (member check).

i. Tahap-tahap Penelitian

Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.

j. Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan berisi tentang deskripsi alur

pembahasan tesis/disertasi yang dimulai dari bab pendahuluan

hingga bab penutup. Format penulisan sistematika penulisan

adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi.

(33)

Bagian Akhir 1. Daftar Rujukan

Sumber-Sumber yang dijadikan sebagai rujukan dicantumkan dalam bagian ini. Bagian ini juga mencerminkan sejauh mana peneliti telah melakukan survey pustaka yang menunjang pelaksanaan penelitiannya.

2. Lampiran-lampiran

Lampiran ini berisi tentang hal-hal atau keterangan yang dipandang penting untuk menunjang proposal penelitian seperti alat (instrumen) pengumpul data yang hendak digunakan, hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen, catatan lapangan (field note), profil lembaga yang diteliti, dan lain sebagainya.

3. PROPOSAL PENELITIAN KEPUSTAKAAN

Proposal penelitian pustaka (seperti halnya penelitian yang lain; penelitian kuantitatif dan kualitatif) juga memiliki tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Secara rinci, proposal penelitian harus memuat hal hal sebagai berikut.

Bagian Awal a. Halaman Judul b. Halaman Persetujuan c. Halaman Pengesahan d. Abstrak

e. Daftar Isi (Jika ada) Bagian Inti

a. Konteks Penelitian

b. Fokus Kajian

(34)

c. Tujuan Kajian d. Manfaat Kajian e. Definisi Istilah f. Kajian Pustaka

1) Penelitian Terdahulu 2) Kajian Teori

3). Kerang Konseptual g. Metode Penelitian h. Sistematika Penulisan Bagian Akhir

a. Daftar Rujukan

b. Lampiran-lampiran (Jika ada)

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal tersebut di atas, berikut ini diuraikan isi yang terkandung dalam masing-masing unsur.

Bagian Awal 1. Halaman Judul

Halaman Judul (sampul luar dan dalam). Pada halaman judul untuk sampul luar diketik judul tesis/disertasi secara lengkap. Jika ada judul besar, maka diketik dengan huruf besar (kapital) semua, sedangkan subjudul ditulis dengan huruf besar (kapital) hanya huruf awal setiap kata (Capitalize Each Word), kecuali kata sambung (tetap ditulis dengan huruf kecil).

Penempatannya diatur sedemikian rupa sehingga dalam posisi

"center". Setelah itu, dicantumkan logo IAIN Jember, identitas

mahasiswa (Nama dan NIM) kemudian nama program studi,

pascasarjana, IAIN Jember, lalu bulan dan tahun pembuatan

(35)

tesis/disertasi. Contoh sampul luar dan dalam (lampiran 1 dan 2).

Jumlah kata dalam judul berkisar antara 15–20.

2. Halaman Persetujuan

Halaman Persetujuan adalah lembar yang menyatakan bahwa proposal tesis/disertasi telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk selanjutnya diuji dalam forum seminar proposal. Lihat lampiran 2

3. Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan adalah lembar yang menyatakan bahwa proposal tesis/disertasi yang telah diuji dalam forum seminar proposal, telah dilakukan revisi sesuai rekomendasi hasil ujian tesis/disertasi dari dewan penguji. Sebagai bukti, dewan penguji membubuhkan tanda tangan pada Halaman Pengesahan.

Hal ini dilakukan setelah mereka memeriksa hasil revisi proposal berdasarkan rekomendasi tersebut. Lihat lampiran 3.

4. Abstrak

Abstrak dibuat satu halaman diketik dengan spasi tunggal.

Abstrak berisi latar belakang, fokus penelitian, tujuan penelitian, kerangka teori yang digunakan dan metode penelitian.

5. Daftar Isi

Daftar isi ditulis dengan spasi 1,5. Kata "daftar isi" diketik

dengan huruf besar (kapital) dan di tengah (center). Daftar isi ditulis

dengan tanpa mencantumkan Bab I, bab II, dan Bab III, tetapi

ditulis secara berurutan berdasarkan subbab yang ada. Penulisan

diawali dengan judul proposal dan diakhiri dengan daftar

rujukan. Subbab ditulis dengan huruf kapital hanya pada huruf

awal setiap kata (Capitalize Each Word). Lihat lampiran 10.

(36)

Bagian inti

1. Judul Penelitian

Judul Penelitian ditulis di bagian awal secara lengkap dan jelas dengan seluruhnya menggunakan huruf kapital.

2. Konteks Penelitian

Konteks penelitian mengungkapkan permasalahan- permasala-han yang akan diteliti sehingga dapat diketahui hal-hal yang melandasi dilakukannya penelitian. Konteks penelitian hendaknya disusun secara singkat dan mampu mencakup inti masalah yang akan dibahas. Masalah-masalah tersebut dapat bersumber dari bahan bacaan, seperti buku, koran, majalah, jurnal atau dapat juga berupa pengamatan peneliti tentang suatu peristiwa yang berlangsung di masyarakat.

3. Fokus Kajian

Perumusan masalah dalam penelitian pustaka disebut dengan istilah fokus kajian. Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian konteks penelitian yang menunjukkan bahwa masalah yang akan ditelaah memang belum terjawab atau belum dipecahkan secara memuaskan. Uraian tersebut didukung berbagai publikasi yang berhubungan dengan masalah yang dikaji, yang mencakup aspek yang dikaji, konsep-konsep yang berkaitan dengan hal yang akan ditulis, dan trend yang melandasi kajian.

Pembahasan ini hanya berisi uraian yang memang relevan dengan masalah yang akan dikaji serta disajikan secara sistematis dan terpadu.

Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan

dijawab melalui telaah pustaka (dalam bentuk kalimat tanya), yang

(37)

memuat sejumlah masalah yang akan dikaji. Kata tanya yang digunakan berupa apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa, dan sebagainya bergantung pada ruang lingkup masalah yang akan dibahas. Fokus kajian disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

4. Tujuan Kajian

Tujuan Kajian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan kajian harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya.

5. Manfaat Kajian

Manfaat kajian berisi tentang konstribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Manfaat dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan kajian dalam penelitian harus realistis.

6. Definisi Istilah

Definisi istilah berisi tentang pengertian istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah sebagaimana dimaksud oleh peneliti. Definisi istilah adalah paparan tentang pengertian sebuah konsep dengan merujuk pendapat para pakar di bidangnya.

7. Kajian Pustaka

a. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil

penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang

(38)

hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terpublikasikan (tesis, disertasi dan sebaginya). Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang hendak dilakukan.

b. Kajian Teori

Bagian ini juga berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai perspektif dalam melakukan penelitian.

Pembahasan teori secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan fokus kajian.

c. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual pada dasarnya bisa diwujudkan dengan dengan diagram alur (atau flowchart) yang menjelaskan tentang bagaimana alur pikir dalam penelitian. Hal yang perlu diperhatikan bahwa kerangka konseptual bukan merupakan Kerangka Pemecahan Masalah, karena ini lebih merupakan cara kerja dalam penelitian.

8. Metode Penelitian

Metode penelitian menjelaskan semua langkah yang

dikerjakan penulis sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat

dimuat hal-hal yang berkaitan dengan anggapan-anggapan dasar

atau fakta-fakta yang dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan

keterbatasan, yaitu aspek-aspek tertentu yang dijadikan kerangka

berpikir. Selanjutnya dilakukan analisis masalah dan variabel

(topik kajian) yang terdapat dalam judul kajian. Analisis masalah

(39)

menghasilkan variabel dan hubungan antarvariabel. Selanjutnya dilakukan analisis variabel dengan mengajukan pertanyaan mengenai masing-masing variabel dan pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antarvariabel. Analisis ini diperlukan untuk menyusun alur berpikir dalam memecahkan masalah.

Perlu ditekankan bahwa tulisan tentang metode penelitian hendaknya didasarkan atas kajian teori dan khasanah ilmu, yaitu paradigma, teori, konsep, prinsip, hukum, postulat, dan asumsi keilmuan yang relevan dengan masalah yang dibahas.

Secara garis besar sistematika isi/alur metode penelitian pada proposal penelitian kualitatif yang menggunakan studi pustaka/Library Research sebagai berikut: a). pendekatan dan jenis penelitian, b). Sumber Data, c). Tehnik pengumpulan data, d).

Tehnik anaalisis data, e) keabsahan data. F). Sistematika penulisan.

9. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berisi tentang deskripsi alur pembahasan tesis/disertasi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format sistematika penulisan adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi. Topik-topik kajian yang hendak dibahas disampaikan secara garis besar sehingga nampak alur penelitian yang akan dilakukan dari awal sampai akhir.

Bagian Akhir 1. Daftar Rujukan

Sumber-Sumber yang hendak dijadikan sebagai rujukan

hendaknya dicantumkan dalam bagian ini. Bagian ini juga

(40)

mencerminkan sejauh mana peneliti telah melakukan survey pustaka yang menunjang pelaksanaan penelitiannya.

2. Lampiran-lampiran

Lampiran ini berisi tentang hal-hal atau keterangan yang dipandang penting untuk menunjang proposal penelitian seperti outline penelitian, matrik penelitian dan sebagainya.

B. ORGANISASI

Tesis/disertasi, dalam pedoman ini dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu yang disusun berdasarkan hasil penelitian kuantitatif, hasil penelitian kualitatif, dan hasil kajian pustaka.

1. TESIS/DISERTASI HASIL PENELITIAN KUANTITATIF

Hal-hal yang disajikan dalam laporan penelitian kuantitatif pada umumnya bersifat kompleks, mulai dari isi kajian terhadap berbagai teori yang bersifat substantif dan mendasar sampai kepada hal-hal yang bersifat operasional teknis. Karena kompleksnya metode yang disajikan, maka laporan penelitian kuantitatif perlu diatur sedemikian rupa sehingga pembaca laporan dapat dengan mudah menemukan setiap bagian yang dicarinya dan dapat memahaminya secara tepat.

Laporan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk

tesis/disertasi terutama ditujukan untuk kepentingan masyarakat

akademik. Laporan untuk masyarakat akademik cenderung

bersifat teknis, berisi apa yang diteliti secara lengkap, mengapa hal

itu diteliti, cara melakukan penelitian, hasil-hasil yang diperoleh,

dan kesimpulan penelitian. isinya disajikan secara lugas dan

(41)

objektif. Format laporan cenderung baku, mengikuti ketentuan dan perguruan tinggi atau suatu kelompok masyarakat akademik.

Berdasarkan pemikiran di atas, isi dan sistematika tesis/disertasi sebagai laporan hasil penelitian kuantitatif dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Masing-masing bagian dapat dirinci sebagai berikut.

a) Bagian Awal

Hal-hal yang termasuk dalam bagian awal.

1) Halaman Judul 2) Halaman Persetujuan 3) Halaman Pengesahan 4) Abstrak

5) Kata Pengantar 6) Daftar Isi 7) Daftar Tabel

8) Daftar Gambar /Bagan (Jika ada)

9) Daftar Pedoman Transliterasi Arab – Latin b) Bagian Inti

Bagian inti berisi seluruh bab dan subbab yang ada dalam tesis/disertasi.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian E. Ruang Lingkup Penelitian

(1) Variabel Penelitian

(42)

(2) Indikator Variabel F. Definisi Operasional G. Asumsi Penelitian (Jika ada) H. Sistematik Penulisan BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Penelitian Terdahulu C. Kajian Teori

D. Kerangka Konseptual E. Hipotesis (Jika Ada) BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian B. Populasi dan Sampel

C. Teknik Pengumpulan Data D. Instrumen Penelitian

E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen F. Analisis Data

BAB IV: HASIL PENELITIAN (PAPARAN DATA DAN ANALISIS)

A. Paparan Data/Deskripsi Data B. Analisis dan Pengujian Hipotesis BAB V: PEMBAHASAN

A. ...

B. ....

C. ....(menyesuaikan dengan rumusan masalahnya) BAB VI: PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

(43)

c) Bagian Akhir

Bagian akhir ini mendeskripsikan hal-hal berikut.

1) Daftar Rujukan

2) Pernyataan Keaslian Tulisan 3) Lampiran-lampiran

4) Riwayat Hidup

Sistematika penulisan tesis/disertasi, sejak bagian awal, bagian inti, hingga bagian akhir tersebut, selanjutnya dijelaskan sebagai berikut.

a) Bagian awal

Bagian awal mencakup halaman sampul, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, abstrak (bahasa Indonesia, Arab dan Inggris), kata pengantar, daftar isi, daftar tabel (jika ada), daftar gambar/bagan (jika ada), daftar lampiran, dan pedoman transliterasi huruf Arab – Latin.

1) Halaman Sampul

Halaman sampul memuat judul tesis/disertasi, tujuan penulisan, logo IAIN Jember, nama dan nomor induk mahasiswa, instansi yang dituju, dan waktu penyelesaian tesis/disertasi.

Semua huruf dicetak dengan huruf kapital (besar), kecuali anak

judul atau sub judul, ia ditulis dengan huruf kapital hanya pada

huruf awal setiap kata (Capitalise Each Word). Komposisi huruf dan

tata letak masing-masing bagian diatur secara simetris, rapi, dan

serasi. Ukuran jenis huruf yang digunakan adalah Times New

Roman 12-16 point. Contoh halaman sampul dapat dilihat pada

lampiran 4. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan berikut:

(44)

(a) Judul tesis/disertasi dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti, serta tidak membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam

(b) Logo IAIN Jember berbentuk segi 5 dengan diameter 3 cm.

dapat dilihat pada lampiran 4.

(c) Nama mahasiswa ditulis dengan lengkap, tidak boleh disingkat dan tanpa gelar apapun (kesarjanaan atau adat) dan digaris bawahi. Di bawah nama dicantumkan nomor induk mahasiswa.

(d) Instansi yang dituju ialah Konsentrasi dan Program Studi Pacasarjana IAIN Jember.

(e) Waktu penyelesaian tesis/disertasi ditunjukkan dengan menuliskan bulan dan tahun di bawah Pascasarjana IAIN Jember.

2) Halaman Judul

Halaman judul tesis/disertasi (sampul dalam) diketik dengan format sama dengan halaman sampul tesis/disertasi.

Hanya saja di atas logo ditulis tujuan penulisan tesis/disertasi yaitu untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Magister Strata 2 (S-2) yakni Magister Pendidikan Islam atau Magister Hukum Islam, Magister Pendidikan Bahasa Arab, Magister Ekonomi Syariah atau Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, dll Pascasarjana IAIN Jember (lihat lampiran 5).

3) Halaman Persetujuan

Halaman persetujuan pembimbing memuat pernyataan

bahwa naskah tesis/disertasi mahasiswa yang bersangkutan telah

(45)

diperiksa dan disetujui untuk diuji dan dipertahankan di depan dewan penguji. Persetujuan ini dibuktikan dengan tanda tangan pembimbing disertai tanggal, bulan, dan tahun persetujuan (lihat lampiran 6).

4) Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan memuat pernyataan bahwa tesis/disertasi telah dilakukan revisi atau perbaikan berdasarkan rekomendasi dewan penguji tesis/disertasi, dan karenanya tesis/disertasi disahkan. Pengesahan ditanda-tangani oleh pembimbing, disahkan oleh Direktur Pascasarjana, lengkap dengan tanggal, bulan dan tahun pengesahan (lihat lampiran 7).

5) Abstrak

Abstrak memuat uraian singkat yang dibahas dalam tesis/disertasi, meliputi latar belakang, perumusan masalah/fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode yang digunakan, hasil dan kesimpulan. Isi abstrak tidak boleh lebih dari dua halaman. Abstrak dibuat dalam bahasa Indonesia, bahasa Arab dan Inggris, diketik satu spasi, dengan font Times New Roman ukuran 12 (lihat lampiran 8).

6) Kata Pengantar

Kata pengantar berisi ungkapan rasa syukur dan apresiasi

atau terima kasih kepada perorangan, lembaga, organisasi

dan/atau pihak-pihak lain atas selesainya penulisan

Tesis/disertasi (judul tesis/disertasi ditulis dengan huruf kapital

(besar) khusus setiap awal kata). Ucapan terima kasih ditulis

sesudah rasa syukur kepada Allah SWT. Kata pengantar ditulis

tanpa menggunakan kata salam dan ditandatangani oleh penulis.

(46)

Ungkapan terimakasih dikemukakan secara wajar, tidak berlebihan, tidak terlalu merendahkan diri, dan tidak perlu ada ucapan permintaan maaf atas segala kekurangan yang terdapat dalam karya tulis (Tesis/disertasi), karena Tesis/disertasi tersebut dianggap sebagai karya ilmiah yang bersifat obyektif (lihat lampiran 9).

(7) Daftar Isi

Daftar isi memuat aspek-aspek atau sub topik bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir (lihat lampiran 10).

(8) Daftar Tabel

Jika dalam tesis/disertasi terdapat lebih dari 5 tabel, maka perlu dibuat daftar tabel. Daftar tabel memuat nomor tabel, judul tabel serta halaman untuk setiap tabel (lihat lampiran 11).

(9) Daftar Gambar/Bagan

Pada daftar gambar/bagan dicantumkan nomor gambar, judul gambar/bagan dan halaman tempat pemuatannya dalam teks (lihat lampiran 12).

(10) Pedoman Transliterasi

Dafar Transliterasi memuat transliterasi huruf Arab-Latin yang digunakan dalam penyusunan tesis/disertasi (lihat Bab IV Teknik Penulisan sub bab D, Transliterasi).

b) Bagian inti

Bagian inti tesis/disertasi terdiri dari enam bab, yaitu

pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil penelitian,

pembahasan dan interpretasi data, dan penutup. Rincian isi dari

masing-masing bab diuraikan sebagai berikut:

(47)

Bab I Pendahuluan

Pendahuluan adalah bab pertama dari tesis/disertasi yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan.

Oleh karena itu, bab pendahuluan ini memuat (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, (5) ruang lingkup penelitian, (6) definisi operasional, (7) asumsi penelitian (jika ada), dan (8) sistematika penulisan.

(1) Latar Belakang Masalah

Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, juga teori dan praktik. Di dalamnya dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah, atau pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.

(2) Rumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.

Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel

yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel

tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah

(48)

hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

Contoh: Apakah terdapat hubungan antara motivasi kerja dan latar belakang pendidikan dengan kinerja guru Madrasah Tsanwiyah di Kabupaten Jember?

(3) Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan latar belakang pendidikan dengan kinerja guru Madrasah Tsanwiyah di Kabupaten Jember.

(4) Manfaat Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan manfaat penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab ini berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan adanya kejelasan atau kemantapan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

(5) Ruang Lingkup Penelitian

Yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah

variabel-variabel yang diteliti, populasi dan sampel penelitian,

teknik analisis data, dan lokasi penelitian. Dalam bagian ini dapat

(49)

juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikator-indikatornya dalam bentuk matrik atau model hubungan konseptual.

Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam tesis/disertasi. Namun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik.

Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan.

(6) Definisi Operasional

Definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau makna yang kurang jelas dan multi tafsir, seandainya penegasan istilah tidak diberikan. Definisi operasional merujuk kepada pendapat para pakar di bidangnya dan teori utama (grand theory). Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam judul tesis/disertasi. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian.

Definisi operasional disampaikan secara langsung, dalam arti tidak

diuraikan asal-usulnya.

(50)

Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati yang terjadi di lapangan. Definisi operasional menjelaskan indikator sebagai alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel. Contoh definisi operasional dari variabel "keterampilan manajerial" adalah kompetensi dalam bidang manajemen yang meliputi keterampilan konseptual, hubungan manusia, dan keterampilan teknik.

Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.

(7) Asumsi Penelitan

Asumsi Penelitian adalah anggapan-anggapan dasar

tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak

dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan

asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan

skala sikap. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran

hal-hal yang diasumsikan itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan

hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Assumsi dapat bersifat

substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan

dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis

berkenaan dengan metodologi penelitian.

(51)

(8) Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berisi tentang deskripsi alur pembahasan tesis/disertasi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup. Format penulisan sistematika penulisan adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti pada daftar isi

Bab II Kajian Pustaka Kajian Penelitian Terdahulu

Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji hasil-hasil penelitian dan teori-teori yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Bab II (Inilah yang disebut kajian penelitian terdahulu).

Kajian Teori

Kajian teori memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoretis

tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang

kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang

telah diajukan dalam Bab I. Untuk dapat memberikan deskripsi

teoretis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya

kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas

hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan

teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian

mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap

(52)

hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri.

Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan- terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian.

Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang.

Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.

Terkait dengan deskripsi penelitian terdahulu dan kajian

teori dapat dibaca pula pada Bab II Penyusunan Tesis/disertasi sub

A. Proposal, subbab 1. Proposal Penelitian Kuantitatif, sub Bagian

Inti, point 8 Kajian Pustaka.

(53)

Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual pada dasarnya bisa diwujudkan dengan dengan diagram alur (atau flowchart) yang menjelaskan tentang bagaimana alur pikir dalam penelitian. Kerangka konseptual itu juga menjelaskan hubungan antar konsep (variabel penelitian). Hal yang perlu diperhatikan bahwa kerangka konseptual bukan merupakan Kerangka Pemecahan Masalah, karena ini lebih merupakan cara kerja dalam penelitian.

Hipotesis Penelitian

Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam tesis/disertasi hasil penelitian kuantitatif.

Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.

Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab

I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti

dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar

inilah, maka di dalam latar belakang masalah sudah harus ada

paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya

yang ringkas.

(54)

Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel, melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu.Contoh: ada hubungan positif antara motivasi kerja dan latar belakang pendidikan dengan kinerja guru Madrasah Tsanwiyah di Kabupaten Jember. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa Sekolah Menengah Pertama yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam mata pelajaran Agama Islam dibandingkan dengan yang tingkat kecerdasannya sedang.

Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris.

Bab III Metode Penelitian

Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian mencakup (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) populasi dan sampel, (3), pengumpulan data (4), instrumen penelitian, (5) validitas dan reliabilitas instrumen, dan (6), analisis data.

(1) Pendekatan dan jenis Penelitian

Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang pendekatan penelitian yang dipilih, yaitu pendekatan penelitian kuantitatif. Sementara jenis penelitian misalnya dapat mengambil jenis survey, eksprimen, pengembangan, dan atau jenis lainnya.

Penentuan pendekatan dan jenis penelitian harus diikuti oleh

alasan-alasan.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun kagiatan pendahuluan yaitu siswa diarahkan untuk memulai pembelajaran dengan berdoa, kemudian siswa diarahkan untuk menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai

Aplikasi SINCAN dan Aplikasi PPKP belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk monitoring, dan evaluasi atas kinerja yang telah diperjanjikan pada Perjanjian secara berkala... Melakukan

Note : Sila bawa salinan dokumen yang dinyatakan di atas semasa Hari Pendaftaran dan telah DISAHKAN BENAR SEPERTI DOKUMEN ASAL OLEH PEGAWAI

Influence of Different Extracts Addition on Total Phenols, Anthocyanin Content and Antioxidant Activity of Blackberry Juice During Storage.. Studies on the Mechanism of The

Iran dan Turki sangat menginginkan pembayaran kontribusi APA berdasarkan pada model Inter-parliamentary Union (IPU). Indonesia mengusulkan equal payment dengan fixed amount dan

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmad dan karuniaNya, alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk tesis dengan judul

a) Pindahan dari lingkungan Pascasarjana IAIN Jember, yakni pindah program studi yang satu ke program studi yang lain dalam strata yang sama. b) Pindahan dari luar

• Terwujudnya proses pembelajaran yang bermutu, unggul dan berdaya saing nasional. • Terwujudnya peningkatan kemampuan pendidik dalam proses pembelajaran, penelitian