1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Safe Motherhood adalah upaya yang dilakukan untuk menekan angka kematian ibu. Di Indonesia upaya Safe Motherhood diartikan sebagai upaya untuk kesejahteraan atau keselamatan ibu. Gerakan yang digunakan untuk menyelamatkan wanita agar kehamilan dan persalinanya berjalan dengan sehat, aman dan mendapatkan bayi yang sehat. Safe Motherhood merupakan upaya global untuk mencegah atau menurunkan kematian ibu dengan slogan Making Pregnancy Safer (MPS). Pelaksanaan Safe Motherthood terdapat 3 pesan kunci dalam MPS yaitu setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, setiap komplikasi obstetrik dan neonatal mendapat penanganan adekuat, dan setiap perempuan usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Empat strategi utama dalam MPS yaitu meningkatkan akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang berkualitas, membangun kemitraan yang efektif melalui kerja sama lintas program, lintas sektor dan mitra lainnya, mendorong pemberdayaan perempuan dan juga keluarga melalui peningkatan pengetahuan, mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjamin penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir (Martaadisoebrata, 2005).
Strategi MPS yaitu mendorong pemberdayaan dan juga keluarga melalui peningkatan pengetahuan seperti pemberian penyuluhan pendidikan kesehatan tentang kehamilan dan persalinan. Merupakan tugas tenaga kesehatan khususnya perawat dalam memberikan pendidikan kesehatan kehamilan sebab kematian dan kesakitan pada ibu hamil dan bersalin serta bayi baru lahir sejak lama menjadi masalah terutama di negara-negara berkembang.
Sekitar 25-50% kematian perempuan usia subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan menjadi penyebab utama mortalitas perempuan pada masa puncak produksinya. World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun 210 juta kehamilan diseluruh dunia. Dari jumlah ini 20 juta perempuan mengalami kesakitan sebagai akibat kehamilan (Martaadisoebrata, 2005).
Kehamilan dan proses persalinan merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi seorang wanita, apalagi bagi ibu yang baru bersalin. Bagi wanita primigravida merupakan hal yang pertama dialami, sedangkan pada ibu multigravida mereka telah mempunyai riwayat dan pengalaman tentang proses melahirkan yang mempengaruhi proses persalinanya (Salmah, 2007). Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses kelahiran tanpa komplikasi pada ibu dan janin, janin pada usia cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi kepala berlangsung selama 18 jam (Prawirohardjo, 2008).
Proses persalinan pada ibu merupakan proses yang baru dialami. Proses ini merupakan pengalaman baru yang memberikan perasaan antara bahagia dan khawatir menghadapi proses persalinan. Mereka membayangkan proses persalinan yang berjalan sangat lama dan menimbulkan nyeri. Nyeri dalam proses persalinan terutama nyeri yang timbul dari kala I hingga kala IV persalinan. Pada kala I nyeri ditimbulkan karena rangsangan visceral, kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Nyeri yang dialami selama kala I disebabkan karena perubahan serviks dan iskemia uterus dan pada kala I merupakan puncak nyeri terhebat (Wiknojosastro, 2007). Pada kala II nyeri disebabkan karena pembukaan uterus, meregangnya segmen bawah uterus dan adanya hambatan dari serviks dan perineum. Nyeri yang timbul pada kala III disebabkan oleh pelepasan uri yang berasal dari endometrium. Sedangkan nyeri pada kala IV disebabkan oleh robeknya jalan rahim dan sebagai penyesuaian organ reproduksi kembali seperti semula sebelum hamil (Bobak, 2004).
Nyeri merupakan keadaan yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, ditandai oleh kekhawatiran, ketidakenakan dan perasaan yang tidak dihindari. Nyeri juga dapat menyebabkan peregangan otot-otot polos sehingga dapat menyebabkan rasa sakit (Wiknjosastro, 2007).
Penanganan nyeri pada proses persalinan merupakan hal yang sangat penting karena penentu apakah seorang ibu bersalin dapat bersalin dengan normal atau diakhiri dengan suatu tindakan dikarenakan nyeri. Suatu tindakan untuk mengatasi nyeri dibedakan menjadi tindakan farmakologis dan non farmakologis. Merupakan tanggung jawab seorang perawat dalam mengurangi nyeri secara farmakologis.
Perawat dapat membantu mengurangi nyeri dengan tehnik salah satunya adalah dengan menggunakan tehnik masase dan relaksasi nafas dalam. Tehnik masase merupakan suatu metode menurunkan nyeri dengan memberikan sentuhan yang berguna untuk menghilangkan rasa lelah ditubuh, memperbaiki sirkulasi darah, merangsang tubuh mengeluarkan racun dan meningkatkan kesejahtaraan pikiran (Walsh,2007). Relaksasi merupakan teknik pengendoran atau pelepasan ketegangan, misalnya: bernafas dalam dan pelan. Selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigen darah (Bare& Smeltzer, 2002).
Berdasarkan penelitian Krestanti (2012) yang berjudul Perbedaan Efektifitas back Effluarage dan Teknik Counter Pressure Terhadap Tingkat Nyeri Pinggang Kala I fase Aktif Persalinan, kesimpulannya adalah dari kudua teknik tersebut yang lebih efektif dalam mengurangi nyeri persalinan adalah teknik Counter Pressure.
Penelitian Sinaga (2011) yang berjudul Pengaruh Metode Masase Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Inpartu di Klinik Bersalin Sally Medan, kesimpulannya adalah adanya pengaruh metode masase terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Klinik Bidan Indriani didapatkan bahwa selama bulan Juli sampai bulan Agustus jumlah persalinan ada 39 ibu bersalin. Studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Klinik pada tanggal 10 September 2012 terdapat 2 pasien yang akan menjalani persalinan terlihat nyeri, karena belum pernah mendapatkan informasi mengenai manajemen nyeri persalinan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang efektifitas pemberian Effeurage dan Abdominal Lifting dengan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I di Klinik Bidan Indriani di Semarang.
B. Rumusan Masalah
Sepanjang proses persalinan ibu hamil merasakan nyeri. Nyeri yang timbul adalah suatu proses yang berlangsung dari kala I hingga kala IV persalinan. Dalam hal ini bagi pemberi pelayan kesehatan sangat penting untuk mengurangi nyeri persalinan dengan menggunakan teknik yang dapat meningkatkan kenyamanan fisik.
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah efektifitas pemberian Effleurage dan Abdominal Lifting dengan relaksasi nafas dalam terhadap tingkat nyeri persalinan kala I.
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum
Untuk mengidentifikasi efektifitas pemberian Effleurage dan abdominal lifting dengan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I di Klinik Bidan Indriani Semarang.
2. Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik Effleurage dan abdominal lifting
b. Mendeskripsikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan tehnik relaksasi nafas dalam
c. Menganalisis perbedaan efektifitas Effleurage dan abdominal lifting dengan relaksasi nafas dalam pada ibu yang mengalami nyeri persalinan kala I.
D. Manfaat Penelitian 1. Bagi pendidikan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas wawasan tentang efektifitas Effleurage dan abdominal lifting dengan relaksasi nafas dalam, dalam menurunkan nyeri persalinan kala I. 2. Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadikan sumber data bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang manajemen nyeri persalinan.
3. Bagi ibu hamil
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang manajemen nyeri persalinan dan mengurangi nyeri persalinan. 4. Bagi Parawat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi perawat dalam meningkatkan Asuhan Keperawatan kepada ibu hamil tentang manajemen nyeri persalinan.
5. Bagi Klinik
Sebagai masukan dalam memberikan tehnik mengurangi nyeri persalinan kala I.
E. Bidang Ilmu
Bidang ilmu yang terkait dengan penelitian ini adalah bidang Ilmu Keperawatan Maternitas.
F. Keaslian Penelitian
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian
No Judul Nama Metode Variabel Penelitian Hasil
1. Pengaruh Tehnik Akupresur Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di Klinik Budi Kemuliaan Medan
Ria Febriana (2011) Quasi Eksperimental Tehnik akupresur, nyeri persalinan Adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian teknik akupresur terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif 2. Pengaruh Metode
Masase Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Inpartu di Klinik Bersalin Sally Medan Tahun 2011 Plora Sinaga (2011) Quasi Eksperimen Massase, nyeri persalinan Adanya pengaruh metode masase terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu 3. 3 . Perbedaan efektifitas teknik Back effluarage dan teknik counter-pressure terhadap tingkat nyeri punggang kala I fase aktif
persalinan Retno Krestanti (2012) Quasi Eksperimen Back effluarage, counter-pressure, tingkat nyeri Teknik counter-pressure lebih efektif untuk mengurangi nyeri pinggang persalinan dibandingkan teknik Back effluarage dengan hasil mean 3,63>2,92