• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR, ETIKA PROFESI, PENGALAMAN AUDITOR, DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI MEDAN).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR, ETIKA PROFESI, PENGALAMAN AUDITOR, DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI MEDAN)."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR, ETIKA PROFESI, PENGALAMAN AUDITOR DAN INDEPENDENSI

AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS

(Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Medan)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

OLEH :

ERINI SIRINGO RINGO NIM. 7102220009

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Erini Siringo Ringo, NIM. 7102220009. Pengaruh Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor, dan Independensi Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Medan). Skripsi, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, 2014

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor berpengaruh terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh antara variabel independen yaitu, Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor dan Independensi Auditor terhadap variabel dependen yaitu Pertimbangan Tingkat Materialitas.

Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Medan. Sampel penelitian ini yaitu 40 auditor yang terdapat pada 8 KAP. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, dengan cara menyebarkan kuesioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi berganda dengan menggunakan uji t dan uji F.

Hasil yang diperoleh dari analisis data dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa probabilitas signifikansi Profesionalisme Auditor (0,020 < 0,05), Etika Profesi (0,818 > 0,05), Pengalaman Auditor (0,448 > 0,05), dan Independensi Auditor (0,075 > 0,05). Sedangkan secara simultan diperoleh probabilitasnya (0,000 < 0,05).

Dapat disimpulkan bahwa secara parsial yang berpengaruh hanya Profesionalisme Auditor, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh. Namun, secara simultan terdapat pengaruh antara Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, pengalaman Auditor, dan Independensi Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan.

(6)

ABSTRACT

Erini Siringo Ringo, NIM. 7102220009. The Influence of Auditor’s Professionalism, Professional Ethic, Auditor’s Impression, Auditor’s Independence, To the Judgement of Audit Materiality (Empirical Study at Public Accountants Firm in Medan). Thesis, Program of Accounting Studies, Faculty of Economics, State University of Medan, 2014.

The problem discussed this study is whether the Auditor Professionalism, Professional Ethic, Auditor Impression, and auditor Independence affect to the Judgement of Audit Materiality in Public Accounting Firm in Medan. This study aims to empirically examine the influence of independent variables: Auditor Profesionalism, Professional Ethic, Auditor Impression, and Auditor Independence to dependent variable is the Judgement of Audit Materiality.

The population of this study is auditors who worked on the Public Accounting Firm in Medan. Samples of 40 auditors found at 8 Public Accountant Firm. Sampling was purposive sampling method. Data use in this study are primary data, by distributing questionnaires. The method used in this study is the multiple regression model using the t test and F test.

Result obtained from data analysis with significance level of 5 % indicates that the probability of the Auditor Profesionalism of significance (0,020 < 0,05), Professional Ethic (0,818 > 0,05), Auditor Impression (0,448 > 0,05) and Auditor Independence (0,075 > 0,05). while simultaneously obtained probability of (0,000 < 0,05).

It can be concluded that partially affect only Auditor Profesionalism, while the others variable does not affect. Yet, the effect of simultaneously there are influence between Auditor Professionalism, Professional Ethic, Auditor Impression and Auditor Independence to the Judgement of Audit Materiality in Public Accountant Firm in Medan.

(7)

DAFTAR ISI

Hal.

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

UCAPAN TERIMAKASIH ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 6

1.3Batasan Masalah... 7

1.4Rumusan Masalah ... 7

1.5Tujuan Penelitian ... 8

1.6Manfaat Penelitian... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 10

(8)

2.1.1 Pertimbangan Tingkat Materialitas ... 10

2.1.2 Profesionalisme Auditor ... 15

2.1.3 Etika Profesi ... 19

2.1.4 Pengalaman Auditor ... 21

2.1.5 Independensi Auditor ... 23

2.2 Penelitian Terdahulu ... 28

2.3 Kerangka Berpikir ... 30

2.4 Hipotesis Penelitian ... 33

BAB III METODE PENELITIAN ... 34

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 34

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 34

3.3 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 36

3.3.1 Variabel Penelitian... 36

3.3.2 Defenisi Operasional... 36

3.4 Jenis Data dan Sumber Data ... 40

3.5 Teknik Pengumpulan Data... 41

3.6 Teknik Analisis Data ... 41

3.6.1 Uji Statistik Deskriptif ... 41

3.6.2 Uji Kualitas Data ... 42

3.6.2.1 Uji Validitas ... 42

3.6.2.2 Uji Reliabilitas ... 42

3.6.3 Uji Asumsi Klasik ... 42

(9)

3.6.3.2 Uji Multikolonieritas ... 43

3.6.3.3 Uji Heteroskedastisitas ... 43

3.6.4 Pengujian Hipotesis ... 44

3.6.4.1 Uji Kefisien Determinasi ... 45

3.6.4.2 Uji Statistik t ... 45

3.6.4.3 Uji Statistik F ... 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47

4.1 Hasil Penelitian ... 47

4.1.1 Gambaran Umum Sampel Penelitian ... 47

4.1.2 Analisis Deskriptif ... 48

4.2 Uji Kulaitas Data ... 51

4.2.1 Uji Validitas ... 51

4.2.2 Uji Reliabilitas ... 57

4.3 Uji Asumsi Klasik ... 60

4.3.1 Uji Normalitas ... 60

4.3.2 Uji Multikolinearitas ... 62

4.3.3 Uji Heteroskedastisitas ... 62

4.4 Uji Hipotesis ... 63

4.4.1 Uji Koefisien Determinasi... 63

4.4.2 Uji Pengaruh Parsial (Uji t) ... 64

4.4.3 Uji Pengaruh Simultan (Uji F) ... 67

4.5 Pembahasan... 68

(10)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 74

5.1 Kesimpulan ... 74

5.2 Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 76

(11)
[image:11.595.86.525.116.650.2]

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ... 32

Gambar 4.1 P-P Plot of Regression Standardized Residual ... 61

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian

Lampiran 2 : Tabulasi Data

Lampiran 3 : Uji Kualitas Data

Lampiran 4 : Uji Asumsi Klasik

Lampiran 5 : Uji Hipotesis

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi ini, perkembangan dunia usaha semakin pesat. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha tersebut, persaingan diantara para pelaku bisnispun semakin ketat pula. Hal tersebut mengakibatkan para pelaku bisnis berusaha dengan berbagai cara untuk menjadi yang lebih unggul dibandingkan perusahaan lainnya, salah satunya melalui rekayasa laporan keuangan. Untuk mencegah adanya rekayasa laporan keuangan, maka perusahaan diwajibkan menyusun laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku umum. Agar laporan keuangan dapat dipercaya, maka perusahaan perlu melakukan pemeriksaan laporan keuangan kepada auditor eksternal selaku pihak yang dianggap independen untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen perusahaan. Auditor adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis, yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam standar profesional akuntan publik (Mulyadi, 2002:52).

(14)

keputusan. Oleh karena itu, seorang auditor dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dibidangnya guna mempertahankan kepercayaan dari pihak-pihak yang membutuhkan informasi laporan keuangan.

Agar laporan keuangan yang telah diaudit dapat diandalkan, maka auditor harus memiliki sikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Gambaran mengenai profesionalisme seorang auditor menurut Yendrawaty (2008) yang dikutip dari Hall (2002) dicerminkan melalui lima hal, yaitu: pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap profesi dan hubungan dengan rekan seprofesi. Namun, ada juga auditor yang tidak menjalankan profesinya sesuai dengan cerminan seorang auditor. Sebagai contoh dapat dilihat seperti kasus yang menimpa salah satu auditor yaitu Drs. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Mitra Winata dan Rekan yang dikenakan sanksi pembekuan selama dua tahun, karena melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Pelanggaran itu berkaitan dengan pembatasan audit umum atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku yang berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus (Harsen.2011).

(15)

Masduki mengungkapkan, berdasarkan temuan BPKP, sembilan dari sepuluh KAP yang melakukan audit terhadap sekitar 36 bank bermasalah ternyata tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit, sehingga mayoritas bank-bank tersebut dibekukan (Intan, 15 Januari 2013).

Pengalaman auditor juga merupakan suatu hal yang dapat mempengaruhi pendapat auditor mengenai material atau tidaknya informasi dalam laporan keuangan yang diaudit. Auditor yang memiliki pengalaman yang berbeda akan berbeda pula dalam menanggapi informasi yang diperoleh pada saat melakukan pemeriksaan. Semakin berpengalaman seorang auditor, maka kualitas audit yang dilakukan tentu akan semakin baik. Hal itu dikarenakan auditor yang berpengalaman biasanya akan lebih mudah mengingat kesalahan yang tidak wajar sehingga lebih selektif terhadap informasi-informasi yang relevan dibandingkan auditor yang kurang berpengalaman.

(16)

baru kalau perusahaan tidak memperoleh pendapat wajar tanpa pengecualian. Untuk mencegah adanya tekanan dari pihak manajemen, maka auditor memerlukan independensi. Bahkan sekalipun auditor dibayar oleh klien, dia harus memiliki kebebasan yang cukup untuk melakukan audit. Auditor akan sepenuhnya tidak independen apabila dia mendapatkan imbalan yang lebih agar memberikan pendapat yang wajar tanpa pengecualian (Kusuma, 2012:5).

Kurangnya independensi auditor dapat dilihat dari terjadinya berbagai kasus yang melibatkan kantor akuntan publik. Salah satunya kasus Enron Corporation, dimana pada beberapa tahun lalu perusahaan Enron dinyatakan pailit atau bangkrut oleh pengadilan, padahal sebelumnya laporan keuangan Enron dinyatakan wajar tanpa pengecualian oleh Arthur Andersen salah satu kantor akuntan publik yang masuk dalam jajaran The Big Five (Arthur Andersen, Ernst & Young, PWC, Deloitte Touche Tohmatsu, dan KPMG). Enron perusahaan energy terbesar di AS yang jatuh bangkrut itu meninggalkan hutang hampir sebesar US$ 31,2 milyar. Kepailitan tersebut salah satunya karena Arthur Andersen memberikan dua jasa sekaligus, yaitu sebagai auditor dan konsultan bisnis (Triyasa, 18 Januari 2013).

(17)

mempertimbangkan resiko audit dan membuat estimasi tingkat materialitas untuk menyatakan kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan.

Sebagai contoh, jika auditor memandang Rp 10 juta adalah material untuk laporan keuangan, maka auditor harus mengkonsumsi waktu dan usaha untuk mengumpulkan bukti audit mengenai akun akun secara individual. Jika batas materialitas diturunkan menjadi Rp 4 juta, maka auditor harus menambah waktu dan usaha yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti audit. Oleh karena itu, auditor harus mempertimbangkan dengan baik penafsiran materialitas pada tahap perencanaan audit. Jika auditor menentukan jumlah rupiah materialitas terlalu rendah, auditor akan mengkonsumsi waktu dan usaha yang sebenarnya tidak diperlukan. Sebaliknya, jika auditor menentukan jumlah rupiah materialitas terlalu tinggi, auditor akan mengabaikan salah saji yang signifikan sehingga ia memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian untuk laporan keuangan yang sebenarnya berisi salah saji material (Mulyadi, 2002:161). Dengan demikian, semakin profesional seorang auditor ditambah dengan penerapan etika profesi dan pengalaman serta adanya sikap independen, maka auditor diharapkan dapat membuat perencanaan dan pertimbangan yang lebih bijaksana dalam menentukan tingkat materialitas suatu laporan keuangan.

(18)

pada KAP di wilayah Yogyakarta, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel pada KAP yang ada di kota Medan. Pemilihan wilayah sampel di kota Medan didasarkan pada kemampuan peneliti melakukan kunjungan lapangan serta mayoritas KAP yang ada di Sumatera Utara berada di Medan. Dalam hal ini, peneliti ingin membuktikan secara empiris apakah Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor dan Independensi Auditor berpengaruh terhadap pertimbangan Tingkat Materialitas. Selain itu, juga untuk membuktikan apakah hasil penelitian selanjutnya sama atau berbeda apabila dilakukan pada auditor yang berbeda dan wilayah yang berbeda.

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengambil judul “Pengaruh Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor dan

Independensi auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas (Studi

Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Medan)”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Mengapa sebagian auditor tidak mematuhi Standar Auditing – Standar Profesional Akuntan Publik dalam pelaksanaan audit?

2. Apakah terdapat pengaruh Profesionalisme auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan?

(19)

4. Apakah terdapat pengaruh Pengalaman auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan?

5. Apakah terdapat pengaruh Independensi auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan?

6. Apakah terdapat pengaruh secara simultan antara Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor, dan Independensi Auditorterhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan? 7. Apakah dengan adanya perbedaan lokasi dan sampel penelitian akan

mendapatkan hasil yang sama atau berbeda dengan penelitian sebelumnya?

1.3 Pembatasan Masalah

Peneliti membatasi penelitian ini hanya pada pengaruh Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor, dan Independensi Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah yang ada, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah Profesionalisme Auditor berpengaruh terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan?

(20)

3. Apakah Pengalaman Auditor berpengaruh terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan?

4. Apakah Independensi Auditor berpengaruh terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan?

5. Apakah Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor, dan Independensi Auditor secara simultan berpengaruh terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan?

1.5 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan.

2. Pengaruh Etika Profesi terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan.

3. Pengaruh Pengalaman Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan.

4. Pengaruh Independensi Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas pada Kantor Akuntan Publik di Medan.

(21)

1.6 Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas wawasan penulis, khususnya dalam mengetahui pengaruh Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Pengalaman Auditor, dan Independensi Auditor terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas.

2. Bagi Institusi

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur serta menjadi bahan referensi bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian yang sama pada masa yang akan datang.

3. Bagi Instansi/Objek yang diteliti

(22)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat diperoleh

kesimpulan sebagai berikut:

1. Variabel Profesionalisme Auditor (X1) secara parsial mempunyai pengaruh

yang positif dan signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal

ini terlihat dari level signifikansi uji t untuk variabel profesionalisme auditor

sebesar 0,020 lebih kecil dari level signifikansi penelitian sebesar 0,05.

2. Variabel Etika Profesi (X2) secara parsial tidak memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini terlihat dari

level signifikansi uji t untuk variabel etika profesi sebesar 0,818 lebih besar

dari level signifikansi penelitian sebesar 0,05.

3. Variabel Pengalaman Auditor (�3) secara parsial tidak memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini terlihat

dari level signifikansi uji t untuk variabel pengalaman auditor sebesar 0,448

lebih besar dari level signifikansi penelitian sebesar 0,05.

4. Variabel Independensi Auditor (�4) secara parsial tidak memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini terlihat

dari level signifikansi uji t untuk variabel independensi auditor sebesar

0,075 lebih besar dari level signifikansi penelitian sebesar 0,05.

5. Terbukti bahwa ada pengaruh secara simultan variabel profesionalisme

(23)

berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Hal ini terlihat dari

nilai signifikansi model sebesar 0,000 yang lebih kecil dari level signifikansi

penelitian sebesar 0,05.

1.2Saran

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka penulis memberikan

saran dari hasil penelitian sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti Selanjutnya

Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penambahan

jumlah sampel dan meningkatkan kriteria pengambilan sampel yaitu

pengalaman responden yang menjadi sampel serta dapat menambah variabel

lain yang mungkin memiliki pengaruh terhadap pertimbangan tingkat

materialitas, seperti variabel gender, karena Adjusted R Square pada

penelitian ini masih sekitar 50,1%. Hal tersebut berarti masih ada pengaruh

dari variabel lain yang belum diteliti sebanyak 49,9%.

2. Bagi Kantor Akuntan Publik di Medan

Dari kesimpulan di atas, hendaknya profesionalisme auditor, etika profesi,

pengalaman auditor dan independensi auditor perlu diperhatikan dan

ditingkatkan, sehingga pengambilan keputusan terhadap pertimbangan

tingkat materialitas lebih akurat dan terpercaya. Bagi pihak Kantor Akuntan

Publik juga diharapkan dapat memberikan izin kepada mahasiswa/i untuk

melakukan penelitian di KAP, sehingga jumlah sampel yang diambil

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno. 2012.“Auditing”. Jakarta: Salemba Empat

Arens, Alvin A., dkk. 2008. “Auditing dan Jasa Assurance”. Edisi Kedua belas. Jakarta: Erlangga

Ayuningtyas, Harvita Yulian. 2012. “Pengaruh Pengalaman, Independensi, Obyektifitas, Integritas dan Kompetensi terhadap Kualitas Hasil audit”. Skripsi Fakultas Ekonomi pada Universitas Diponegoro: Semarang

Badjuri, Achmad. 2012. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Pemeriksaan Audit Sektor Publik”. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Perbankan, Vol. 1, No. 2. Universitas Stikubank

Boynton, William C., dkk.2003.“Modern Auditing”. Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga

Christian, Yohannes. 2012. “Peran Profesionalisme Auditor Dalam Mengukur Tingkat Materialitas Pada Pemeriksaan Laporan Keuangan”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, Vol.1, No.3. UNIKA Widya Mandala Surabaya

Desiana, 2012.“Pengaruh Profesionalisme Auditor, Pengetahuan Mendeteksi

Kekeliruan dan Etika Profesi Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, Vol. 1, No. 1.

Fajri, Mohammad. 2009. “Kasus Waskita & Kelemahan Implementasi GCG Indonesia”. Diakses dari http://www.blogspot.com pada tanggal 12 Feb 2014, pukul 15:07 WIB

Fakultas Ekonomi. 2013. “Buku Pedoman Penulisan skripsi”. Medan

Ghozali, Imam. 2012. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Harsen, Rio. 2011. “Contoh Kasus Audit”. Diakses dari http://rioharsen11.blogspot.com/p/5-contoh-kasus.html pada tanggal 17 feb 2014, pukul 18:13 WIB

Herawaty, Arleen & Yulius Kurnia Susanto. 2009. “Pengaruh Profesionalisme, Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan, dan Etika Profesi Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas Akuntan Publik”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 11 No.1

(25)

Institut Akuntan Publik Indonesia. 2011. “Standar Profesional Akuntan Publik Per 31 Maret 2011”. Jakarta: Salemba Empat

Intan, Vanez. 2013. “Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi”. Diakses dari http://vanezintania.wordpress.com/2013/01/15/5-kasus-pelanggaran-etika-profesi-kuntansi/. Pada tanggal 17 feb 2014, pukul 18:42 WIB

Januar, Jimmy. 2010. “Profesi Akuntansi”. Diakses dari http://jimmy-januar.blogspot.com/2010/11/profesi-akuntansi.html. Pada tanggal 17 Juli 2014, pukul 16:19 WIB

Jogiyanto. 2004. “Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-pengalaman”. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Jogiyanto. 2008. “Pedoman Survei Kuesioner”. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Kuncoro, Mudrajat. 2003. “Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi”. Jakarta: Erlangga

Kusuma, Novanda Friska B.A. 2012. “Pengaruh Profesionalisme auditor, Etika Profesi dan Pengalaman Auditor Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas”. Skripsi Fakultas Ekonomi pada Universitas Negeri Yogyakarta

Lestari, Ayu. 2013. “Pengaruh Profesionalisme, Pengetahuan Mendeteksi

Kekeliruan, Pengalaman, dan Etika Profesi terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana

Marito, Erminta Riris. 2013. “Hubungan Skeptisme Profesional Auditor, Situasi

Audit, Etika, Pengalaman Audit, Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas”. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Riau

Mulyadi. 2002. “Auditing”. Jakarta: Salemba Empat

Ningrum, Annisa. 2010. “Peran Kompetensi dan Independensi Akuntan Publik dalam Audit Laporan Keuangan”. Diakses dari

http://annisaningrum.blogspot.com/2010/04/peran-kompetensi-dan-independensi.html. Pada tanggal 04 Mei 2014, pukul 14.10 WIB

Pahlawi, Rizal. 2010. “Pengaruh Penerapan EDP Audit, Kompetensi, dan Independensi Auditor Terhadap Tingkat Materialitas Dalam Audit Laporan Keuangan”. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

(26)

Putra, Nugraha Agung Eka. 2012. “Pengaruh Kompetensi, Tekanan Waktu, Pengalaman Kerja, Etika dan Independensi Auditor terhadap Kualitas audit”. Skripsi Fakultas Ekonomi pada Universitas Negeri Yogyakarta

Rahayu, Siti Kurnia & Ely Suhayati. 2010. “Auditing: Konsep Dasar dan Pedoman Pemeriksaan Akuntan Publik”. Yogyakarta: Graha Ilmu

Rapina, dkk. 2010. “Pengaruh Independensi Eksternal Auditor Terhadap Kualitas Pelaksanaan Audit di KAP”. Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 1, No. 2.Universitas Kristen Maranatha

Sugiyono. 2011. “Statistika untuk Penelitian”. Bandung: Alfabeta

Suharyadi dan Purwanto. 2011. “Statistika: Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern”. Jakarta: Salemba Empat

Supri. 2011. “Materialitas dan Resiko”. Diakses dari

http://supriakuntansisy.blogspot.com/2011/05/materialitas-dan-risiko.html pada tanggal 04 Mei 2014, pukul 15.16 WIB

Tjun, dkk. 2012. “Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhaadp Kualitas Audit”. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen

Maranatha

Triyasa, Erwin. 2013.“Contoh-contoh kasus dalam Etika Profesi Akuntansi”. Diakses dari http://erwintriasa.blogspot.com/2013/01/18/contoh-kasus-dalam-etika-profesi.html pada tanggal 31 Jan 2014, pukul 14.56 WIB

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir .................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan dalam membuat perencanaan persediaan material dapat menggunakan metode Period Order Quantity supaya total biaya persediaan menjadi minimum, tidak terjadi

Untuk mengidentifikasi dan menjabarkan secara terperinci unsur-unsur rupa dari ragam hias semèn rama, semèn sida mukti, dan semèn sida luhur yang diterapkan

Memiliki keterampilan hidup dalam aspek vocational skill dalam bidang produksi bahan bangunan berbahan pasir dengan baik. Memperoleh bekal keterampilan pengelolaan

Permohonan Pemisahan Harta Perkawinan dal am Penetapan i ni di l akukan setel ah perkawinan dilakukan. Permohonan Penetapan ini kemudian dikabulkan / ditetapkan oleh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduga statistik area kecil untuk data cacahan yakni penduga resiko relatif Bayes empirik dari model Poisson-Gamma dengan peubah

Dari hasil analisis data penelitian, menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara keadilan distributif dengan perilaku kerja kontraproduktif sales Nissan Basuki

Laporan yang kami sajikan ini berisi tentang kajian komprehensif tentang permintaan dan penawaran dari produk-produk potential untuk dikembangankan di Kota Parepare

Alfa Minimart Utama (AMU) ini kemudian membuka Alfa Minimart pada tanggal 18 Oktober 1999 berlokasi dijalan Beringin Raya, Karawaci Tangerang. Pada tanggal 27 Juni 2002,