• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEMINAR NASIONAL RISET INOVATIF I TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SEMINAR NASIONAL RISET INOVATIF I TAHUN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PENGEMBANGAN SISTEM TERINTEGRASI

BERBASIS MOBILE UNTUK PANDUAN PARIWISATA

DI KABUPATEN BULELENG

I Made Agus Wirawan1, I Made Gede Sunarya2

1,2 Jurusan Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Kejuruan

Universitas Pendidikan Ganesha

e-mail : [email protected][email protected]

Abstract

The rapid development of technology, tourism information access not only b e known through newspapers, brochures or magazines, but can be known through internet access via mobile. The use of mobile technology in tourism applications in Buleleng regency has not b een used optimally and presentation of information supporting tourism still has not presented a complete and integrated, so tourists will have difficulty in accessing the information. This study aims to develop an integrated system based on mobile to guide tourism Buleleng regency. This system is used b y tourists and other tourism players in order to support access information related to tourism in an integrated manner. This research is the development of software (System Development Life Cycle) with the waterfall model. Keywords: development, integration systems,tourismguides, mob ile technology, tourism ofBulelengregency. Result of the development and testing has b een carried out, shows that the mobile -based integrated system for Buleleng regency tourism guide can provide the information needed b y the tourists who visited Buleleng regency.

Keywords: Reaserch development, integration systems,tourismguides, mob ile technology, tourism ofBulelengregency

Abstrak

Berkembangnya teknologi yang semakin pesat, akses informasi pariwisata tidak hanya dapat diketahui melalui surat kabar, brosur ataupun majalah, namun dapat diketahui melalui akses internet melalui mobile. Pemanfaatan teknologi mob ile dalam aplikasi kepariwisataan di Kabupaten Buleleng belum digunakan secara optimal dan penyajian informasi pendukung kepariwisataan masih belum disajikan secara lengkap dan terpadu, sehingga wisatawan akan kesulitan dalam mengakses informasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem terpadu berbasis mob ile untuk panduan pariwisata di Kabupaten Buleleng.Sistem ini digunakan oleh wisatawan dan pelaku pariwisata lainnya dalam rangka mendukung akses informasi terkait dengan pariwisata se cara terpadu.Penelitian ini merupakan pengembangan perangkat lunak (System Development Life Cycle) dengan model air terjun.Hasil pengembangan dan pengujian telah dilakukan, menunjukkan bahwa sistem terpadu berbasis

mobile untuk panduan pariwisata di Kabupaten Buleleng dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Buleleng.

Kata kunci :Penelitian pengembangan, sistem terintegrasi, panduan pariwisata, teknologi mobile, pariwisata Kabupaten Buleleng

1. PENDAHULUAN

Timpangnya pendapatan antara B ali Selatan dan B ali Utara yang tampak mencolok t erlihat dari terfokusnya

pengembangan pariwisata di B ali

Selatan.Para wisatawan lebih mengenal daerah wisata Kuta di Kabupaten B adung dan Tanah Lot di Kabupaten Tabanan.

Padahal Bali utara tidak kalah indahnya dengan daerah lain di Bali. Wilayahnya yang masih tradisional dan menyat u dengan alam dan k ebudayaan y ang ada m emberikan suatu daya tarik tersendiri yang tidak dapat diperoleh wisatawan di daerah lain. Banyaknya us aha konservasi di berbagai daerah wis ata di Bali Utara memberikan suatu nilai tambah akan keunikan yang

membanggakan. Namunsangat

(3)

dapat dinikmati oleh wisatawan y ang dat ang ke Bali.Hal ini disebabkan karena masih kurangnya upaya pemerintah Bali untuk mempromosikan berbagai pot ensi wisata yang ada di wilayah Bali Utara agar dapat lebih siap menerima calon wisatawan baru. Wilayah Bali Utara yang berada paling jauh dari pusat kota seakan ditinggalkan begitu saja semenjak berpindahnya ibukota B ali dari kota Singaraja menjadi Denpasar.

Berkembangnya teknologi yang

semakin pesat, pariwisata tidak hanya dapat diketahui melalui surat kabar, brosur ataupun majalah, namun dapat diketahui melalui akses internet melalui mobile. Perkembangan teknologi informasi melalui

mobile saat ini yang begitu pesat

dikarenakan banyak orang membut uhkan suatu sistem informasi yang mudah diakses serta bisa dibawa kemana – mana.Dengan banyakny a penyebaran teknologi mobile

yang ada dan kemudahan yang ditawarkan akan sangat membantu jika para wisatawan dapat mengetahui informasi wisata yang

akan dikunjungi. Oleh karena itu

pemanfaatan teknologi mobile yang

menekankan pada informasi pariwisata, sebagai panduan dan landasan dalam pengembangan pariwisata di Bali Ut ara merupakan hal yang harus diperhatikan.

Dalam persoalan yang ada saat ini adalah pemanfaatan teknologi mobile dalam aplikasi kepariwisataan belum dijalankan secara optimal dan penyajian informasi pendukung kepariwisataan masih belum disajikan secara lengk ap dan terpadu, sehingga wisatawan akan kesulitan dalam mengakses informasi tersebut.

Gelombang pembangunan akomodasi pariwisata di B ali terlihat pesat pasca studi masterplan pariwisata Bali oleh SCE TO. Kebijakan yang diterapkan berdas arkan studi tersebut memang terbukti mampu meningkatkan kedatangan pariwisat a secara

signifikan dari tahun ke tahun.

Konsekuensinya daerah kawasan segitiga emas (Badung, Gianyar dan Tabanan) tersebut mulai dipadati dengan investasi. Terjadi penumpukan pembangunan fasilitas pariwisata di daerah tersebut menyebabkan kepadatan penduduk serta kemacetan dimana – mana, sehingga membuat dampak yang tidak baik bagi dunia pariwisata ke depan. Sebaliknya, Kabupaten Buleleng yang memiliki wilayah paling luas diant ara kabupaten – k abupaten yang lain di B ali mendapat kunjungan wisatawan yang masih rendah. Dat a dinas pariwisata provinsi B ali 2011 diperoleh bahwa Kabupaten Buleleng

selama lima tahun terakhir memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang lebih rendah dibandingkan dengan K ota Denpas ar dan Kabupaten Gianyar. Padahal dari segi jumlah dan nilai, Kabupaten Buleleng memiliki Daya Tarik Wisata (DTW) yang paling banyak (38 DTW) dibandingkan dengan Kota Denpasar (13 DTW ) dan Kabupaten Gianyar (16 DTW). K alau ketimpangan pembangunan pariwisata ini dibiarkan tentu akan membawa dampak-dampak negatif terhadap pariwisata Bali.

[Wiranatha dan Pujaastawa:2005]

mengemukakan dampak – dampak negatif

tersebut berupa makin meningkatnya

kesenjangan ekonomi ant ara Bali S elatan dengan wilayah B ali lainnya, kepadatan penduduk, persaingan hidup serta anc aman terhadap lingkungan.

Untuk itu upaya – upaya yang dilakukan untuk mendukung percep atan pembangunan pariwisata adalah dengan mengintegrasikan bisnis pariwisata dan teknologi menjadi satu dengan harapan dapat menunjang dan bersinegi secara utuh. Hal ini memunculkan perlunya berbagai macam sarana promosi tempat – tempat pariwisata di K abupat en B uleleng, salah satunya dengan teknologi mobile. Dengan teknologi ini diharapkan dapat menyediakan informasi kepada banyak orang, terutama

para wisatawan yang berkunjung ke

Kabupaten Buleleng secara terintegrasi baik informasi t empat wisata maupun informasi pendukung kepariwisataan lainnya.

Selain itu dengan adanya sistem ini,

dapat meningkatkan layanan

kepariwisataan yang ada di Kabupaten Buleleng sehingga dapat meningkatkan citra pariwisata Kabupaten Buleleng di nasional maupun internasional. Tent u dengan semakin dikenalnya wilay ah Bali Utara, hal ini dapat membantu pemerataan jumlah kunjungan wisatawan di Pulau Bali, sehingga hal ini dapat menguntungkan masyarakat di wilayah Bali Utara, dan juga bisa membant u memecahkan permasalahan kepadatan aktivitas di wilayah B ali selatan. Menjadikan B ali tetap sebagai pulau yang indah dan mempesona.

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengembangkan sebuah sistem terintegrasi berbasis mobile

untuk panduan pariwisata di Kabupaten Buleleng.

(4)

kabupaten B uleleng, (ii) Meningkatkan daya saing daerah pariwisata kabupaten Buleleng dengan daerah lainnya, (iii) Meningkatkan

jumlah k unjungan wisatawan yang

berkunjung ke kabupaten B uleleng, (iv) Memberikan kontribusi positif dalam peningkatan pendapatan baik pemerintah

daerah maupun warga setempat (v)

Memberikan pelayanan informasi maksimal kepada para wisatawan yang berkunjung ke Buleleng dan (vi) Meningkatnya citra daerah sebagai daerah tujuan pariwisata berkelas dunia.

Mobile dapat diartikan sebagai

perpindahan yang mudah dari satu tempat ke tempat lain. Phone berasal dari bahasa Inggris yang berarti telepon. Mobile Phone

adalah terminal telepon yang dapat berpindah dengan mudah dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa terjadinya

pemutus an atau terputusnya

komunikasi[Silalahi: 2002]. Java adalah

sebuah bahasa pemrograman yang

dikembangkan oleh S un Microsystem yang mempunyai kebebasan plat form, sehingga bisa dijalankan baik di komput er server, komputer dekstop maupun peralatan yang

mempunyai memori kecil seperti

handphone, Pers onal Digital Assistance

(PDA) dan sebagainy a. Sehingga Java

Mobile Phone adalah Mobile Phone yang

bisa support dengan teknologi Java.Ketika

teknologi Java diperkenalkan pada

lingkungan yang begitu tidak stabil ini, sedikit demi sedikit batasan – batasan dari aplikasi berbasis browser pada perangkat komunikasi bergerak dapat diat asi.Di samping berkurangnya latensi selama koneksi antara perangkat keras di sisi

server, tampilan layar perangkat komunikasi

user juga semakin diperk aya dengan animasi – animasi grafis yang menarik, interaksi user dengan sistem semakin meningkat dan sebagainya [Suparno: 2005].

Konten pembelajaran dalam

m-learning memiliki jenis

bermacam-macam.Konten sangat terkait dengan

kemampuan device untuk menampilkan

atau enjalankannya.Keragaman jenis

konten ini mengharuskan pengembang untuk membuat konten-konten yang tepat dan sesuai dengan karakteristik device

maupun pengguna. (1)Teks,Kebanyakan

device saat ini telah mendukung

penggunaan teks. Salah satu contoh aplikasi pembelajaran berbasis teks/SMS adalah Mobile School Service (MSS) yang dikembangkan di University of Novi Sad, Zrenjanin, Serbia [Zoran Vucetic, et all;

2010]. (2) Gambar, Device bergerak yang ada sekarang telah banyak mendukung pemakaian gambar. Kualitas gambar yang dapat ditampilkan dapat beragam dari tipe

monokrom sampai gambar berwarna

berkualitas tinggi tergantung kemampuan

device. File gambar yang didukung oleh

device umumnya bertipe PNG, GIF, JP G.

Ukuran gambar yang bisa ditampilkan pada handphone masih tergantung dari kapasitas memory pada handphone. Penggunaan gambar sebagai konten pembelajaran biasanya digabungkan dengan konten lain,

misalnya teks, audio, dan video

[Wirawan.,2010]. (3) Audio, Banyak

perangkat bergerak saat ini telah

mendukung penggunaan audio. Beberapa tipe file yang biasanya digunakan di lingkungan device bergerak antara lain rm, mp3, amr dan lain-lain. Oleh karena file audio biasanya memiliki ukuran yang cukup besar, meny ebabkan file audio tersebut harus diolah terlebih dahulu sehingga dapat digunakan di lingkungan device bergerak yang memiliki kapasitas memori yang relatif kecil. (4)Video,Meski dalam kualitas dan ukuran yang terbatas, beberapa tipe device

bergerak telah mampu memainkan file video. (5)Aplikasi Perangkat Lunak, Konten yang cukup menarik pada aplikasi mobile

adalah aplikasi perangkat lunak yang dipasang pada device dapat dikostumisasi sesuai kebutuhan sehingga akan lebih mudah dan intuitif untuk digunakan. Aplikasi

mobile ini juga mampu menggabungkan

konten-k onten lain seperti teks, audio dan video sehingga menjadi lebih interaktif. Jenis aplikasi yang saat ini banyak digunakan antara lain aplikasi berbasis WAP/WML, J2ME, dan aplikasi lainnya. Salah satu contohnya adalah aplikasi

mobile yang dikembangkan dalam

penelitian yaitu P engembangan

Ranc angan MobilePhone Based Learning pada Mat eri Basic SQL mat a kuliah Basis

Data Lanjut [Wirawan:2011]. Media

pembelajaran yang dikembangkan

menggabungkan beberapa konten teks dan gambar. Media ini digunakan sebagai sarana pembelajaran pada mat eri Basic SQL mata kuliah Basis Data Lanjut, dimana pebelajar dapat melakukan proses belajar dimana saja dan kapan saja. Contoh media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti.

(5)

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

pengembangan (research and

development), dimanadesain

pengembangan yang dipilih adalah

menggunakan met ode Soft ware

Development Life Cycle (S DLC) dengan

Waterfall-based Model.

Agar dapat divalidasi secara akademik dan ilmiah, produk perangkat lunak yang dihasilkan dari proses pengembangan ini akan divalidasi dan diuji melalui dua tahap pengujian yaitu, (i)Pengujian produk secara teknik (technical test) sebagai sebuah perangkat lunak, dilakukan sesuai dengan prosedur pengujian sebuah perangkat lunak dan juga melalui uji ahli desain (ii) Pengujian sistem di lapangan untuk menguji efektifitas sistem yang telah dikembangkan dengan melihat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dalam kurun waktu tertentu dengan pemanfaatan sistem terintegrasi berbasis mobile

Pengembangan sistem terint egrasi berbasis mobile unt uk panduan pariwisata di Kabupaten Buleleng ini dikat akan berhasil jika memenuhi kriteria dihasilkannya sebuah produk berupa sistem terintegrasi berbasis

mobile untuk panduan pariwisat a di

Kabupaten Buleleng dalam rangka strategi percepatan pembangunan.

3. HASIL DAN P EMBAHASAN

Dari hasil analisis Kondisi Umum dan kondisi teknis Teknologi Informasi di Dinas Pariwisat a Kabupaten B uleleng, diperlukan

perangkat lunak yang mampu

mengintegrasikan sistem yang telah ada sebelumnya dengan sistem yang akan dikembangkan sebagai panduan pariwisata

sehingga mendukung peningkatan

pariwisata di K abupat en Buleleng. Untuk itu dibutuhkanlah sistem yang berbasis web dan berbasis mobile dengan tampilan yang menarik dengan fasilitas informasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan dan selalu update. Secara tek nis, perangkat lunak ini mampu: (1) Menampilkan informasi tempat wisat a yang menjadi unggulan di Kabupaten Buleleng. (2) Menampilkan informasi hotel (penginapan) yang ada di Kabupaten Buleleng s ecara det ail. (3) Menampilkan informasi t empat wisata

kuliner yang menjadi trademark di

Kabupaten Buleleng. 4) Menampilkan

informasi kegiatan seni dan budaya di wilayah Buleleng baik yang ak an diadakan

maupun yang sedang berlangsung

Menampilkan informasi kerajinan dan kesenian yang menjadi khas masing-masing daerah (desa unggulan) yang ada di

Kabupaten Buleleng. 5) Menampilkan

informasi tambahan lainnya seperti Lokasi Bank, Money Changer, Apotek, Rumah Sakit, dan SPBU serta lokasi kantor Polisi.

Sesuai dengan tujuan penelitian ini, Sistem Terintegrasi Berbasis Mobile untuk Panduan Pariwisata di Kabupaten Buleleng, diharapkan dapat memberikan infomasi yang update dan detail mengenai daerah pariwisata yang belum tergali dan keindahan yang belum terpublikasikan dengan baik karena pemerintah yang masih terfokus kepada apa yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia. Melalui sistem yang terintegrasi ini diharapk an dapat membuka wawasan masyarakat/wisatawan bahwa B ali juga memiliki daerah utara yang indah. Mengubah pikiran wisatawan untuk dapat melihat keindahan yang t ersembunyi di

wilayah Bali Utara dengan cara

mengeksplorasi alam sehingga dengan demikian mampu meningkatkan kunjungan

wisatawan dan juga investor untuk

membangun wilayah B ali Utara menjadi B ali yang berbeda dengan wilayah di selatan Bali. Perangkat lunak sistem terint egrasi panduan pariwisata ini dikembangkan berbasis web dan berbasis mobile. Grand arsitektur sistem dapat ditunjukkan pada Gambar 1.

(6)

Model fungsional perangkat lunak memberikan gambaran umum mengenai proses-proses yang terjadi dalam perangkat lunak tanpa memberikan detail mengenai

bagaimana proses-proses tersebut

diimplementasikan. Model fungsional juga memberikan gambaran t entang aliran data yang terjadi antar proses-proses yang ada maupun antar proses dengan entitas luar, misalnya pengguna perangkat lunak. Aliran data tersebut akan mendefInisikan masukan dan k eluaran yang terdapat pada masing-masing proses yang terjadi, sehingga hubungan antar proses dapat t erlihat dengan jelas.

Ranc angan layar antarmuka perangkat

lunak ini diimplementasikan dengan

menggunakan halaman-halaman web pada lingkungan implementasi web browser.

Implementasi rancangan layar utama

antarmuka perangkat lunak di web dan mobile dapat dilihat pada gambar 2 dan gambar 3

Gambar 2 Antarmuk a aplikasi berbasis Web

Gambar 3 Tampilan aplikasi berbasis mobile

Aplikasi Sistem Terintegrasi Panduan Pariwisat a berbasis Mobile merupakan aplikasi yang memberikan informasi kepada pengguna info-info daerah yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Buleleng lengkap dengan s egala fasilitas umum terdekat nya. Info-info tersebut diantaranya Obyek wisata, Hotel, kegiatan seni dan

budaya, kerajinan, kuliner khas Kabupaten Buleleng, Money changer, Bank, ATM, Post Polisi, Klinik dan Rumah S akit, Apotek hingga SPBU. Semua disampaikan secara detail dalam sistem ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung pembangunan pariwisata di K abupaten Buleleng.Sistem ini terhubung ke dalam dua sisi yaitu sisi server dan client. Dalam sisi Server berada pada

lingkungan web

(http://www.wisata-singaraja.com) sedangkan client berada dalam lingkungan mobile. Pada Saat aplikasi telah terinstall di handset mobile (HP) dengan Sistem Operasi BADA atau Android, Aplikasi akan muncul dengan jelas.

Namun apabila menggunak an Sistem

Operasi Symbian, tampilan text pada HP terlihat masih belum rapi. Ini disebabkan karena keterbatasan ukuran layar dan kemampuan sistem yang belum mampu mengatur teks yang melebihi lebar layar.

Saat pengguna membuka aplikasi, akan muncul splashscreen atau layar pembuka sekitar 3 detik. Setelah tampil splashscreen, pengguna akan diminta untuk memilih bahas a yang digunakan. Terdapat dua pililhan bahasa yang disediakan, yaitu bahasa Indones a dan Inggris. Menu utama aplikasi akan muncul setelah bahasa yang digunakan pada sistem dipilih. Menu-menu utama yang muncul ak an dises uaikan dengan bahasa yang terpilih. Pengguna dapat memilih menu utama yang terdiri dari menu Hotel, Bank/ATM, SPBU, Money Changer, Klinik/Rumah S akit, Apotek, Acara Seni & Budaya, Objek Wisata, Wisata Kuliner, Tempat Oleh-Oleh, Kantor Polisi. Secara umum aplikasi dapat menampilkan informasi umum dan informasi detail dari

masing-masing menu utama.Pengguna

(7)

(Ekonomi, VIP, VVIP ). Masing-masing kamar dapat dilihat informasi dan gambar kamarny a. Selain informasi kamar, pada informasi detail juga ditampilkan denah lokasi dari hotel t ersebut. Proses yang sama juga dapat dilakukan pada menu utama yang lainnya (Bank/ATM, SPBU, Money Changer, Klinik/Rumah S akit, Apotek, Acara Seni & Budaya, Objek Wisata, Wisata Kuliner, Tempat Oleh-Oleh, Kantor Polisi). Untuk keluar dari sistem, tombol kembali pada bagian kanan bawah dapat dipilih sampai pada menu pemilihan bahasa kemudian pilih menu exit. Setelah dipilih menu exit, maka sistem akan ditutup.

4. SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pengembangan dan pengujian fungsional sistem terint egrasi panduan pariwisata berbasis mobile yang telah dil akukan, dapat disimpulkan bahwa Aplikasi sistem terintegrasi panduan

pariwisata berbasis mobile dapat

menjalankan fungsionalitas yang dibut uhkan dalam mencari info-info daerah pariwisata di Kabupaten Buleleng sec ara detail, beserta fasilitas umum terdekat nya.

Saran-saran yang dapat diberikan, Pengembangan sistem terintegrasi panduan pariwisata berbasis mobile ini kedepannya

agar lebih bervariasi bidang

pengembangannya juga dari segi fit ur-fiturnya seperti push service sehingga pengguna tidak merasa bosan dalam

menggunakan aplikasi ini. Perlu

ditambahkan fasilitas Global P ositioning

System (GPS ) sehi ngga pengguna

mendapatkan informasi mengenai lokasi fasilitas umum terdekat dari c urrent posisi pengguna.

DAFTAR PUSTAKA

Silalahi, A., 2002, Teknologi Pemrograman Mobile Commerce, Informatika, Bandung.

Suparno., 2005, Implementasi Java Mob ile

Phone Via GPRS untuk Sistem Akses Informasi Akademik Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, Tugas Akhir,

FMIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Wiranatha, A.S. dan Pujaastawa, I.B.G., 2010,

Analisa Pasar Wisatawan Nusantara 2010, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Bali.

Wirawan., 2010, Sistem Pencatatan Perkembangan Pasien Berbasis Mob ile

Phone, Prosiding Senapati 2010

Wirawan., 2011, Development Mobile Phone Based Learning for Basic SQL Syntax in Subjects Advanced Database (Case Study on IT Educational Programs Semester III);

Prosiding Seminar Internasional Teknologi Informasi dan Pendidikan, Bridging ICT and Education, ISSN 1907-3739,DIN EN ISO 9001:2008,Cert. No.01 100 086042, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Gambar

Gambar 2 Antarmuka aplikasi berbasis Web

Referensi

Dokumen terkait

Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan

Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Tubuhku

Pengendalian kualitas penting untuk dilakukan oleh perusahaan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, memperbaiki serta meningkatkan kualitas

Program Riset Inovatif-Produktif (Rispro) Invitasi ini bertujuan untuk mengintegrasi beberapa kajian yang telah ada sebelumnya ke tahap pengembangan sistem kontrol cerdas

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development).Produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran materi perang Mu’tah menggunakan Camtasia

Memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan konsep-konsep dasar pengembangan perangkat lunak dan kecakapan yang berhubungan dengan proses pengembangan

Prosedur dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap penyusunan perangkat pembelajaran IPS yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS

Analisa kebutuhan user merupakan salah satu tahapan pengembangan perangkat lunak, dimana perancang perangkat lunak akan mencoba mengidentifikasi kebutuhan dari user sehingga