PENGERTIAN KEGIATAN PARENTING DAN URGENSINYA
PADA KELOMPOK BERMAIN
MAKALAH
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Kelompok Bermain
Dosen : M.Dani Wahyudi,M.Pd
TUGAS KELOMPOK VI
Kelas B Konversi
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SI PG PAUD KONVERSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
PERANAN PARENTING DAN URGENSINYA PADA
KELOMPOK BERMAIN
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah S.W.T atas nikmat iman dan kecerdasan dalam kehidupan dan Shalawat dan Salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah S.A.W sebagai rujukan tauladan dalam perbuatan, berfikir dan menjalani kehidupan spiritualitas.
Dan karena rahmat-Nya pula kami dapat menyelesaikan tugas ini yang mudah-mudahan di dalamnya terkandung nilai-nilai ilmiah di bidang disiplin ilmu pembelajaran kelompok bermain pada khususnya dan ilmu kependidikan pada umumnya. Penulisan karya ilmiah ini adalah suatu bagi penulis di masa-masa yang akan datang.
Banjarmasin, 1 Mei 2015
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini di kalangan masyarakat masih menyisakan
banyak perbedaan pemikiran, tidak sedikit yang beranggapan bahwa PAUD
adalah hanya sebuah kegiatan anak usia di bawah lima tahun di luar rumah dengan
sebuah tendensi yang bernama “sekolah TK”. Jika anak mereka memasuki usia
tiga tahun mereka mulai berfikir untuk “menyekolahkan” anak mereka ke sebuah
TK dengan harapan dalam waktu singkat anak mereka akan menjadi miniatur
manusia dewasa yang banyak mengerti sesuatu dan mampu melakukan banyak
hal. Kata menyekolahkan di sini mengandung arti membebankan seluruh harapan
atas pendidikan dan perkembangan anak ada pada sekolah dan pendidik.
Rasa malu tidak kalah penting menjadi pemicu kelatahan masyarakat
dalam salah mengartikan Pendidikan Anak Usia Dini, malu pada saat anak
tetangga sudah masuk sekolah dengan seragam yang bagus, sementara anak
sendiri belum memiliki tujuan untuk sekolah, maka jadilah ini sebuah kelatahan
massal yang banyak menyisakan pekerjaan rumah bagi pendidik maupun praktisi
PAUD untuk meluruskan banyak hal tentang PAUD.
Untuk memudahkan meluruskan hal tersebut, serta untuk menjembatani
pemikiran antara orang tua dan sekolah maka dikenalah sebuah istilah yang
B. Tujuan
Tujuan umum penulisan makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas
mata kuliah Pembelajaran Kelompok Bermain. Tujuan khusus penulisan
makalah ini adalah untuk mengetahui definisi, manfaat, langkah-langkah,
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi.
Parenting adalah pekerjaan dan ketrampilan orang tua dalam mengasuh anak. Pembahasan mengenai parenting dalam tugas ini, kami tekankan pada pembahasan pola asuh anak oleh orang tua dalam keluarga dan guru di sekolah.
Menurut Chabib Thoha, parenting merupakan suatu cara terbaik yang ditempuh oleh orang tua dalam mendidik anak sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawab kepada anak. Sedangkan menurut M. Shohib, pola asuh adalah upaya orang tua yang diaktualisasikan pada penataan lingkungan sosial, lingkungan budaya, suasana psikologis serta perilaku yang ditampilkan pada saat terjadinya pertemuan dengan anak-anak.
dari itu, pengasuhan merupakan proses interaksi antara orang tua dan anak yang dipengaruhi oleh budaya dan kelembagaan sosial dimana anak dibesarkan.
Pengasuhan erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga/ rumah tangga dan komunitas dalam hal memberikan perhatian, waktu, dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan serta bagi anggota keluarga lainnya (ICN 1992 dalam Engel et al. 1997). Hoghughi (2004) menyebutkan bahwa pengasuhan mencakup beragam aktifitas yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara optimal dan dapat bertahan hidup dengan baik.
Prinsip pengasuhan menurut Hoghughi tidak menekankan pada siapa (pelaku) namun lebih menekankan pada aktifitas dari perkembangan dan pendidikan anak. Oleh karenanya, pengasuhan meliputi pengasuhan fisik, pengasuhan emosi, dan pengasuhan sosial.
Dengan demikian, parenting adalah bagaimana cara mendidik orang tua
terhadap anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Parenting
menyangkut semua perilaku orang tua sehari-hari baik yang berhubungan
langsung dengan anak maupun tidak, yang dapat ditangkap maupun dilihat oleh
anak-anaknya, dengan harapan apa yang diberikan kepada anak (pengasuhan)
akan berdampak positif bagi kehidupannya terutama bagi agama, diri, bangsa, dan
juga negaranya.
Dalam aplikasinya pada sebuah program pada Pendidikan Anak Usia
Dini, maka parenting adalah bentuk kegiatan informal yang dilakukan untuk
menyelaraskan kegiatan-kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak antara di
pengasuh, dan anggota keluarga lain yang berperan secara langsung dalam proses
perkembangan anak.
B. Manfaat
Kegiatan parenting akan menjadi suatu wadah yang dapat memberikan
keuntungan pada semua pihak, baik kepada orang tua, kelompok bermain,
maupun pemerintah.
Ada beberapa manfaat dalam pelaksanaan parenting adalah :
1. Terjalinnya mitra kerja lintas sektor, misalnya dari pengusaha-pengusaha yang
berkaitan dengan produk yang berkaitan dengan kebutuhan tumbuh kembang
anak, instansi pemerintah, penerbit buku, dan lain-lain. 2. Terpenuhinya kebutuhan hak-hak anak.
3. Berkembangnya rasa percaya diri orangtua dalam mendidik anak.
4. Terjalinnya hubungan yang harmonis pada masing-masing anggota keluarga
sesuai dengan tugasnya masing-masing.
5. Terciptanya hubungan antar keluarga di lingkungan masyarakat sekitar
lembaga pendidikan, dan
6. Terjalinnya mitra kerja antar sesama anggota parenting.
C. Langkah-langkah Parenting
Dalam melaksanakan parenting langkah-langkah yang dapat dilakukan
oleh kelompok bermain adalah : (1) adanya komitmen bersama antara pengelola
dan orangtua pada saat mendaftarkan putra-putrinya di kelompok bermain, (2)
kelompok bermain, (3) mengidentifikasi kebutuhan informasi (isu-isu penting
seputar pendidikan dan tumbuh kembang anak) yang ingin diketahui oleh
orangtua, (4) menyusun program-program kegiatan yang akan dilakukan untuk
kegiatan parenting, dan (5) menyusun jadual kegiatan sekaligus menentukan
narasumber atau sponsor, misalnya, kegiatan dapat dilakukan seminggu sekali,
sebulan sekali, atau memanfaatkan hari-hari libur nasional, tergantung kebutuhan.
D. Bentuk-bentuk Parenting
Kegiatan parenting akan lebih bermakna jika kelompok bermain dapat
menyusun suatu kegiatan parenting sehingga “kumpul-kumpul orangtua”
mempunyai makna. Bentuk bentuk kegiatan parenting yang dapat dilakukan
antara lain:
1. Think-thank, yaitu sumbang saran yaitu mengeluarkan pendapat dan diskusi
tentang pembelajaran yang paling tepat bagi anak usia dini misalnya
pembelajaran tematik, setiap anggota dapat menyampaikan gagasan-gagasan
atau permasalahan-permasalahan yang ada sekaligus melakukan
pembahasannya.
2. Arisan Bicara, yaitu setiap anggota, secara undian bergilir menjadi pembicara
untuk menyampaikan gagasan sesuai topik yang telah ditentukan. 3. Seminar, mengundang narasumber dan sponsor.
4. Praktek ketrampilan, misalnya membuat alat permainan edukatif, memasak
makanan bergizi untuk anak, dan sebagainya.
5. Outbond, yakni kegiatan di luar ruangan yang dilakukan secara bersama-sama
permainan-permainan yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga secara
bersama-sama.
6. Kunjungan Lapangan, yaitu kegiatan kunjungan ke tempat–tempat khusus
yang bersifat mendidik, misalnya ke museum, perpustakaan umum, panti
BAB III
PENUTUP
Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam
dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak adalah
tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki
peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan
eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Pendidikan anak tidak dapat
dilepaskan begitu saja terhadap lembaga pendidikan khusunya kelompok bermain.
Orangtua perlu mengetahui dan menindaklanjuti kegiatan atau perlakuan yang
diberikan oleh tenaga pendidik dalam menstimulus kecerdasan anak usia dini
Daftar Pustaka :
Gordon, T. (1993). Menjadi Orang Tua Efektif. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama
Hanafi Taufik (2009) Makalah STRATEGI NASIONAL Pengembangan
Anak Usia Dini Holistik-Integratif
Junaedi, Uken. (2005). Membangkitkan Sikap& Sifat Positif Anak,
Bandung: Ikhtiar Publishing,
Saifullah,Ach. (2004). Melejitkan Potensi Kecerdasan Anak .