• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kriteria Ideal Menteri dan Kinerja Pemerintah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Kriteria Ideal Menteri dan Kinerja Pemerintah"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

KRITERIA IDEAL MENTERI

DAN EVALUASI ATAS KINERJA

PEMERINTAHAN SBY MENJELANG

TERBENTUKNYA KABINET BARU

18 – 28 Juli 2009

Jl. Le m ba n g Te r u sa n N o. D 5 7 , M e n t e n g Ja k a r t a Pusa t , 1 0 3 4 0 , I ndon e sia

(2)

LATAR BELAKANG

z Rakyat telah memberi mandat secara demokratis kepada SBY-JK

untuk memimpin negeri selama lima tahun terakhir ini.

z Dalam masa pemerintahan SBY-JK ini, rakyat juga berhak menilai, dan

didengar aspirasinya.

z Rakyat ikut menentukan bulat-lonjongnya negeri ini, dan karena itu

mencermati pandangan rakyat tentang kepemimpinan nasional dan kinerja pemerintah menjadi penting agar jalannya kekuasaan tidak menyimpang jauh dari keinginan rakyat.

z Survei opini publik yang dilakukan dengan cara dan metodologi yang

benar merupakan salah satu cara sistematis untuk menampilkan opini publik nasional ke permukaan sehingga terjadi komunikasi antara

rakyat dan elite politik di Jakarta.

z Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei ini secara periodik

untuk tujuan di atas, dengan fokus kali ini pada preferensi warga

(3)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

3

Lanjutan….

z Mengangkat menteri adalah hak prerogatif presiden. Namun, seorang

presiden pasti memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu yang bisa dijadikan landasan oleh presiden dalam membangun kabinet yang kuat dan efisien.

z Di antaranya, pertama, kapasitas dan profesionalitas serta kecakapan

teknis calon menteri, sehingga presiden terpilih mampu membentuk

zaken kabinet atau kabinet yang profesional dan memiliki kompetensi,

baik secara keilmuan maupun pengalaman dan jam terbang panjang dalam bidang tertentu. Dalam membentuk zaken kabinet atau kabinet ahli, prinsip pertama dan utama adalah meritokrasi atau the right

person in the right place.

z Kedua, dalam membentuk kabinet, presiden terpilih sulit untuk

mengabaikan representasi politik dari partai-partai yang mendukungnya untuk mendapatkan dukungan dari parlemen. Akseptabilitas secara

(4)

Lanjutan …

z

Evaluasi atas kondisi makro: arah bangsa, politik

dan pemerintahan, penegakkan hukum,

keamanan dan ketertiban nasional, keadaan

ekonomi nasional; kepuasan atas kinerja

presiden dan wakil presiden.

z

Latar belakang demografi: jender, kelompok

(5)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

5

METODOLOGI

z Survei opini publik nasional dengan populasi: semua penduduk

Indonesia yang punya hak pilih.

z Sampel: Sampel asal sebanyak 1270 dipilih dengan teknik multistage

random sampling. Sampel akhir yang yang dapat dianalisis, respond rate (berhasil diobservasi) sekitar: 1.265 responden (sangat baik). Dengan jumlah sampel ini, dengan memasukan faktor cluster dalam sampling design, margin of error sebesar +/-2,8% pada tingkat

kepercayaan 95%.

z Wawancara dilakukan tatap muka.

z Kontrol kualitas: 50% responden yang dipilih secara random dimonitor

dan diverifikasi lewat telpon (setelah wawancara selesai, pewawancara lapor ke superviser untuk memastikan telah dilakukan wawancara

dengan responden dimaksud); dan 20% secara random dilakukan spot check/didatangi kembali secara langsung oleh supervisor.

(6)

Prosedur Multistage Random Sampling

dalam pemilihan sampel

z

Startifikasi 1 = populasi pemilih dikelompokan menurut

provinsi dan masing-masing provinsi diberi kuota sesuai

dengan total pemilih di masing-masing provinsi.

z

Starifikasi 2: popuasi pemilih dikelompokan menurut

jenis kelamin: 50% laki-laki, dan 50% perempuan.

z

Startifikasi 3: populasi pemlih dikelompokan ke dalam

(7)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

7

Lanjutan …

z Cluster 1: Di masing-masing provinsi ditentukan jumlah pemilih sesuai dengan populasi pemilih masing-masing provinsi. Atas dasar ini, dipilih desa dan kelurahan secara random sebagai

primary sampling unit. Berapa desa atau kelurahan? Tergantung jumlah pemilih di masing-masing provinsi. Ditetapkan untuk

setiap desa dipilih 10 pemilih (5 laki-laki, dan 5 perempuan)

secara random. Bila di Jawa Barat prosentase pemilih 17%, dan di Gorontalo 1%, maka kalau di Jabar dipilih 17 desa/kelurahan maka di Gorontalo dipilih hanya 1 desa/kelurahan, dst.

(8)

Lanjutan …

z Cluster 3: Di masing-masing RT terpilih, didaftar populasi keluarga, dan dipilih secara random 2 keluarga.

z Cluster 4: Di masing-masing keluarga terpilih, kemudian didaftar seluruh anggota keluarga yang punya hak pilih laki-laki atau

perempuan, dan kemudian dipilih secara random siapa yang akan menjadi responden di antara mereka.

(9)
(10)

PROFI LE D EM OGRAFI RESPON D EN

KATEGORI SAMPEL BPS KATEGORI SAMPEL BPS

LAKI - LAKI 50. 0 50. 0 I slam 87. 0 87. 0

PEREMPUAN 50. 0 50. 0 Krist en 10. 5 10. 0

Lainny a 2. 5 2. 0

DESA 59. 8 59. 0

KOTA 40. 2 41. 0 Jaw a 43. 4 41. 6

Sunda 15. 9 15. 4

Melay u 5. 4 3. 4

Madura 3. 2 3. 4

Bugis 3. 4 2. 5

Bet aw i 1. 9 2. 5

Minang 2. 7 2. 7

Lainny a 23. 6 28. 5

ETNI S AGAMA JENI S KELAMI N

(11)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

11

D EM OGRAFI N ASI ON AL

KATEGORI SAMPEL BPS KATEGORI SAMPEL BPS

NAD 1. 7 1. 9 BALI 1. 5 1. 5

SUMATERA UTARA 5. 4 5. 3 NTB 1. 9 2. 0

SUMATERA BARAT 1. 9 2. 1 NTT 1. 6 2. 0

RI AU 2. 1 2. 2 KALBAR 1. 8 1. 9

JAMBI 1. 3 1. 3 KALTENG 0. 9 0. 9

SUMATERA SELATAN 3. 0 3. 2 KALSEL 1. 5 1. 5

BENGKULU 0. 7 0. 8 KALTI M 1. 4 1. 4

LAMPUNG 3. 1 3. 4 SULUT 1. 0 1. 0

BANGKA BELI TUNG 0. 5 0. 5 SULTENG 1. 0 1. 1

KEPULAUAN RI AU 0. 7 0. 6 SULSEL 3. 3 3. 5

DKI JAKARTA 4. 4 3. 5 SULTRA 0. 9 0. 9

JAWA BARAT 17. 2 17. 4 GORONTALO 0. 4 0. 4

JAWA TENGAH 15. 0 15. 2 SULBAR 0. 4 0. 5

DI YOGYAKARTA 1. 6 1. 6 MALUKU 0. 6 0. 6

JAWA TI MUR 17. 0 16. 7 MALUKU UTARA 0. 4 0. 4

BANTEN 4. 1 4. 1 PUPUA 1. 2 0. 9

I RJABAR 0. 3 0. 3

(12)

Apakah negara kita sekarang sedang bergerak

menuju arah yang benar atau arah yang salah? (%)

79

10 11

84

8 8

85

7 11

87

6 7

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

(13)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

13

Keadaan penegakan hukum secara

nasional sekarang (%)

41

(14)

Keadaan keamanan dan ketertiban

secara nasional sekarang (%)

52

(15)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

15

Kondisi ekonomi nasional sekarang

dibanding tahun lalu (%)

(16)

Kondisi ekonomi nasional sekarang

dibanding tahun lalu (%)

(17)
(18)

Kinerja pemerintah dalam menanggulangi

masalah Korupsi: Baik atau sangat baik (%)

65

55

45

56

63

77 80 78 79 80

84

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

(19)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

19

(20)

Kinerj a pem erint ah di sekt or pendidikan dan kesehat an:

Baik at au sangat baik ( % )

7 5

7 0

7 9 8 0

6 9

7 4

6 7 7 0

8 8

8 5

4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 0 1 0 0

(21)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

21

KRITERIA

MENTERI

(22)

KRI TERI A M EN TERI

Sebent ar lagi presiden t erpilih akan m em ilih m ent er i- m ent eri sebagai pem bant unya dalam pem erint ahan lim a t ahun ke depan. Mana di ant ara krit eria paling pent ing yang har us dim iliki oleh seorang m ent eri?

3.5 3.1 4.0 4.1 6.9

78.3

Tidak tahu/jawab Harus mewakili kelompok-kelompok agama secara

seimbang.

Harus berasal dari organisasi sosial kemasyarakatan Harus berasal dari partai politik atau orang partai. Harus mewakili daerah-daerah di Indonesia secara

seimbang.

Harus orang yang dinilai paling mampu atau bahkan ahli untuk bidang-bidang terkait dengan kementeriannya apapun latar belakang partai, agama, maupun daerahnya

Perwakilan Kelompok tertentu

(23)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

23

KRITERIA MENTERI

by Gender

80.3

17.5

2.1 76.3

18.8

4.9

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Profesional Perwakilan kelompok tertentu

Tidak tahu/tidak jawab

(24)

KRITERIA MENTERI

by Desa-Kota

73.7

22.7

3.7 85.2

11.5

3.4

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Profesional Perwakilan kelompok tertentu

Tidak tahu/tidak jawab

(25)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

25

KRITERIA MENTERI

by Usia

86

Profesional Perwakilan kelompok

tertentu

Tidak tahu/tidak jawab

(26)

KRITERIA MENTERI

by Tingkat Pendidikan

70

24

7 77

22

1 91

9

1 98

2 0

0 20 40 60 80 100 120

Profesional Perwakilan kelompok

tertentu

Tidak tahu/tidak jawab

(27)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

27

KRITERIA MENTERI

by Pekerjaan

74

Profesional Perwakilan kelompok

tertentu

Tidak tahu/tidak jawab

(28)

KRITERIA MENTERI

by

Tingkat Pendapatan Responden

69

23

8 78

20

2 86

12

2

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Profesional Perwakilan kelompok

tertentu

Tidak tahu/tidak jawab

(29)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

29

KRITERIA MENTERI

by Wilayah

85

Profesional Perwakilan kelompok

tertentu

(30)

Kesimpulan

z Secara umum, semakin banyak warga yang menilai negara

Indonesia sekarang ini sedang bergerak menuju ke arah yang benar.

z Namun demikian, tingkat kepuasan publik terhadap penegakan

hukum cenderung menurun. Hal ini mungkin karena belakangan muncul kasus-kasus yang melibatkan perseteruan antara penegak hukum, yakni KPK-Polri. Bahkan, salah satu pimpinan KPK,

Antasari Azhar, diberitakan secara gencar terlibat dalam kasus pembunuhan. Juga muncul kasus-kasus hukum yang mendapat coverage luas seperti Prita.

z Demikian pula evaluasi publik terhadap keadaan keamanan dan

ketertiban secara nasional. Secara umum, tren kepuasan terhadap keamanan dan ketertiban juga cenderung menurun. Pada saat

(31)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

31

Kesimpulan

z Sebaliknya, tren kepuasan terhadap ekonomi nasional cenderung

meningkat. Evaluasi sosiotropik warga menunjukkan membaiknya persepsi terhadap ekonomi nasional dibanding tahun lalu.

z Sejalan dengan meningkatnya tingkat kepuasan publik terhadap

kinerja SBY, peningkatan kepuasan juga terjadi dalam penilaian publik atas kinerja pemerintah di sejumlah sektor penting.

z Di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat, peningkatan kinerja

pemerintah di mata publik terjadi dalam penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Menurut BPS, jumlah

(32)

Kesimpulan

z Demikian pula penilaian publik di bidang pendidikan dan

kesehatan secara umum juga makin positif. Sosialisasi masif program-program pemerintah di bidang pendidikan, i.e sekolah gratis untuk tingkat pendidikan dasar 9 tahun, Bantuan

Operasional Sekolah dll, dan di bidang kesehatan i.e Jankesmas dll, membuat persepsi publik terhadap kinerja pemerintah di dua bidang tersebut mengalami peningkatan.

z Di bidang pemberantasan korupsi, relatif tidak ada perubahan atau stabil. Tapi secara umum persepsi positif atas kinerja pemerintah dalam pemberantasan korupsi masih tinggi.

z Semua ini merupakan sumber dari meningkatnya kepuasan

(33)

Bahan Rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), 27 Aug 2009

33

Kesimpulan

z Sebagian besar masyarakat mengidealkan kabinet mendatang diisi dari kalangan profesional. Publik menilai bahwa

profesionalitas, kapasitas, dan kompetensi serta pengalaman seseorang, terlepas dari apapun latar belakang politik, agama dan daerah, merupakan faktor yang lebih penting untuk

dipertimbang menjadi menteri. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia berharap SBY yang terpilih sebagai presiden mampu membentuk zaken kabinet.

z Hanya sebagian kecil dari warga yang mengharapkan menteri sebaiknya mewakili dari kelompok tertentu, baik berdasarkan keterwakilan parpol, daerah, agama, maupun ormas.

z Dilihat dari karakteristik demografi, laki-laki, warga yang

berdomisili di perkotaan, kalangan berpendidikan menengah ke atas, middle-upper class, dan mereka yang berprofesi pegawai (PNS/dosen/guru) cenderung memilih kalangan profesional

(34)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis penjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif terhadap objek orang, barang, dan

Turbin yang bergerak karena uap dipergunakan baling baling kapal dan sisa amoniak yang dari turbin menggunakan air dingin dari kedalaman laut yang suhunya C,

Katarak bilateral partial, biasanya pengobatan lebih konservatif sehingga sementara dapat dicoba dengan kacamata atau midriatika, bila terjadi

Modal kerja dan rasio leverage mempunyai peranan penting dalam pembentukan rentabilitas, karena dengan adanya pengelolaan modal kerja yang efektif dan manajemen hutang yang baik

Kolom 11, 12, diisi dengan rencana biaya dan sumber pembiayaan, misalnya. APBN, APBD Provinsi/Kabupaten/Kota, APBDes dan kerjasama

Permasalahan yang dihadapi guru di Indonesia sangatlah komplek khususnya pada kepuasan kerja yang dirasa kurang bagi para guru sekarang ini, ketidak hadiran guru

tersebut tentu sangat mengganggu proses pembelajaran Mata pelajaran tajwid dalam kelas. Untuk mencapai pembelajaran yang diharapkan oleh guru, maka kesulitan-