• Tidak ada hasil yang ditemukan

contoh TA manajemen pemasaran Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "contoh TA manajemen pemasaran Indonesia"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

STATISTIK DAERAH

STATISTIK DAERAH

STATISTIK DAERAH

KECAMATAN CIPOCOK JAYA

KECAMATAN CIPOCOK JAYA

KECAMATAN CIPOCOK JAYA

TAHUN 2013

TAHUN 2013

TAHUN 2013

Badan Pusat Statistik Kota Serang

serangkot

a.

bps.

(2)

serangkot

a.bps.

(3)

Buku Statistik Kecamatan Cipocok Jaya diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang. Tahun

2013 ini merupakan edisi kedua. Buku ini diharapkan akan menjadi ikon BPS yang bisa dibanggakan pada level

kecamatan.

Publikasi Statistik Kecamatan diterbitkan untuk melengkapi Kecamatan Dalam Angka yang sudah rutin

diterbitkan tiap tahun. Berbeda dengan publikasi Kecamatan Dalam Angka (KDA) yang menitik beratkan pada

tabel dan grafik, publikasi Statistik Kecamatan Cipocok Jaya banyak menampilkan ulasan dan analisa dari angka

yang ada serta situasi tentang wilayah.

Materi yang disajikan pada Statistik Kecamatan Cipocok Jaya berisi berbagai informasi/indikator yang terkait dengan hasil

pembangunan dari berbagai sektor dan diharapkan dapat digunakan untuk bahan kajian, perencanaan, dan evaluasi berbagai macam

program yang telah dijalankan.

Akhirnya kami sampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami

untuk membuat prototype ini, sehingga penerbitan publikasi ini dapat terlaksana. Kritik dan saran sangat kami hargai guna

penyempurnaan publikasi dimasa mendatang.

Koordinator Statistik Kecamatan Cipocok Jaya,

Ir. Dian Kelanawati

NIP.

19630928 199003 2 002

Kata Pengantar

Kata Pengantar

Kata Pengantar

serangkot

a.

bps.

(4)

Naskah :

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kota Serang

Editor :

BPS Kota Serang

Pengumpul Data :

Koordinator Statistik Kecamatan Cipocok Jaya

Tim Penyusun

Tim Penyusun

Tim Penyusun

serangkot

a.bps.

(5)

5

5

Buku ini berisi berbagai data dan informasi seputar kecamatan Cipocok Jaya yang dikumpulkan oleh Koordinator Statistik Kecamatan serta diolah, dan dianalis secara sederhana oleh tim di BPS Kota Serang. Secara keseluruhan buku ini terdiri dari 10 bagian, yang mencakup berbagai hal seperti informasi umum tentang buku, sekilas pandang Kecamatan Cipocok Jaya, geografi, pemerintahan, kependudukan, pendidikan, kesehatan, sarana sosial, pertanian dan perbandingan antar kecamatan.

Untuk mempermudah para pengguna, pada setiap data yang disajikan disertai penjelasan praktis, dan sumber data, serta analisis sederhana dengan tampilan konfigurasi foto, tabel dan grafik.

Buku ini diterbitkan mulai tahun 2011 sebagai pelengkap dari Publikasi Kecamatan dalam Angka yang ada dan rencananya akan diterbitkan secara rutin setiap tahun

http://problemamuslim.files.wordpress.com/

TENTANG BUKU

TENTANG BUKU

serangkot

a.

bps.

(6)

SEKILAS PANDANG

Kecamatan Cipocok Jaya merupakan wilayah

pembangunan bagian tengah dari Kota Serang.

6

Kecamatan Cipocok Jaya merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan Serang. Letak Kecamatan Cipocok Jaya membujur dari selatan ke timur seakan melingkari kecamatan induknya yaitu Kecamatan Serang. Menurut pembagian wilayah pengembangan Kota Serang, Kecamatan Cipocok Jaya termasuk Wilayah Pengembangan Tengah, dengan peruntukan sebagai pusat pemerintahan/perkantoran, perdagangan, jasa, perumahan/pemukiman, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Kecamatan Cipocok Jaya secara administratif terdiri dari 8 kelurahan dengan ibukota kecamatan terletak di Kelurahan Cipocok Jaya, berjarak 5 km dari pusat pemerintahan Kota Serang. Kontur wilayah Kecamatan Cipocok Jaya sebagian besar merupakan dataran, dengan ketinggian rata-rata kurang dari 500 m dari permukaan laut. Sebagian kecil wilayah Kecamatan Cipocok Jaya adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten, satu-satunya sungai besar yang membelah Kota Serang.

Peta Kecamatan Cipocok Jaya

serangkot

a.bps.

(7)

GEOGRAFI

GEOGRAFI

Luas wilayah Kecamatan Cipocok Jaya adalah 31,54 km

2

7

Secara geografis Kecamatan Cipocok Jaya cenderung menjorok ke tengah Kota Serang. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Serang dan Kasemen, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang dan Kecamatan Curug, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Taktakan dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Walantaka. Bentuk topografi wilayah Kecamatan Cipocok Jaya sebagian besar merupakan dataran, dengan ketinggian rata-rata kurang dari 500 m di atas permukaan laut.

Luas wilayah Kecamatan Cipocok Jaya mencapai 31,54 km2. Kelurahan Banjar Agung dengan luas wilayah 10,55

km2 atau 33,45 persen dari total luas wilayah Kecamatan

Cipocok Jaya adalah kelurahan dengan luas terbesar, sementara Kelurahan Tembong yang memiliki luas 1,44 km2

merupakan kelurahan dengan luas wilayah terkecil. Selain Kelurahan Tembong, terdapat dua kelurahan lainnya yang memiliki luas wilayah kurang dari 2,00 km2 atau kurang dari 6

persen dari luas wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, yaitu Kelurahan Dalung dan Kelurahan Cipocok Jaya.

Persentase Luas Wilayah menurut Kelurahan Tahun 2012

(8)

PEMERINTAHAN

Kecamatan Cipocok Jaya terdiri dari 8 Kelurahan,

76 rukun warga, dan 300 rukun tetangga

8

Secara administrasif, Kecamatan Cipocok Jaya terbagi menjadi delapan kelurahan. Setiap kelurahan selanjutnya dibagi menjadi beberapa rukun warga (RW) dan pada tiap-tiap rukun warga tersebut dibagi lagi menjadi beberapa rukun tetangga (RT) untuk mempermudah koordinasi.

Kecamatan Cipocok Jaya terdiri dari 76 rukun warga dan 300 rukun tetangga dengan jumlah penduduk 89.950 jiwa. Kelurahan Banjarsari memiliki jumlah RT, RW dan populasi penduduk terbesar yaitu 16 RW, 68 RT dan penduduk 17.919 jiwa. Terkait dengan jumlah RT dan RW , kelurahan dengan populasi penduduk lebih dari 10.000 jiwa terdiri dari sedikitnya 10 RW dan 37 RT, sebaliknya kelurahan dengan populasi penduduk kurang dari 10.000 jiwa memiliki jumlah perangkat RW dan RT, masing-masing kurang dari 10 dan 30.

Jumlah RW, RT, dan Penduduk

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2011 Kelurahan Rukun Warga

(RW)

Rukun Tetangga

(RT) Penduduk

(1) (2) (3) (4)

1. Gelam 6 23 7.446

2. Dalung 5 29 6.933

3. Tembong 6 25 6.853

4. Karundang 6 28 8.042

5. Cipocok Jaya 13 45 13.446

6. Banjarsari 16 69 17.919

7. Banjaragung 10 44 14.173

8. Panancangan 14 37 14.138

Jumlah 76 300 89.950

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

serangkot

a.bps.

(9)

PEMERINTAHAN

Tidak terdapat Pegawai Negeri Sipil Golongan I

diKecamatan Cipocok Jaya

9

Pegawai negeri sipil sebagai penyangga perputaran roda pemerintahan, tersebar di kantor-kantor pemerintahan di Kecamatan Cipocok Jaya. Tabel di samping menunjukkan jumlah PNS di kantor kecamatan dan kelurahan berdasarkan golongan. Mayoritas PNS baik di kantor kecamatan maupun kantor kelurahan adalah PNS golongan tiga. Bahkan untuk PNS golongan 4 sama sekali tidak didapati di seluruh kantor kelurahan di Kecamatan Cipocok Jaya. Kelurahan Banjar Sari merupakan kantor kelurahan dengan jumlah PNS terbanyak diantara kantor kelurahan lainnya di Kecamatan Cipocok Jaya.

Kesetaraan peranan perempuan dalam sektor pemerintahan belum dapat dikatakan imbang dengan peranan kelompok pria. Data jumlah PNS berdasarkan tingkatan eselon dan jenis kelamin menunjukkan peranan PNS perempuan kurang dari 20 persen.

Tidak terdapat PNS eselon 2 di Kecamatan Cipocok Jaya, hal ini dapat dipahami karena kajian ini ada pada ruang lingkup kecamatan. Jumlah PNS eselon 3 berjumlah 2 orang, keduanya adalah laki-laki dan terdapat di kantor kecamatan. Sementara itu jumlah PNS eselon 4 berjumlah 41 orang, diantaranya 34 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Golongan di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2013

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

Golongan 2 Golongan 3 Golongan 4

(10)

PEMERINTAHAN

PNS yang menjabat eselon di Kecamatan Cipocok

jaya mayoritas adalah laki-laki, jumlah

perempuan hanya 17 persen saja

10

Jumlah PNS Berdasarkan Tingkatan Eselon dan jenis Kelamin di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2013

Eselon 3 Eselon 4 Eselon 2

Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Kecamatan Cipocok Jaya - - 2 - 4 3

Kelurahan Banjar Agung - - - - 3 1

Kelurahan Banjar Sari - - - - 5 1

Kelurahan Cipocok Jaya - - - - 5 -

Kelurahan Dalung - - - - 3 -

Kelurahan Gelam - - - - 4 -

Kelurahan Karundang - - - - 4 1

Kelurahan Penancangan - - - - 3 1

Kelurahan Tembong - - - - 3 -

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

serangkot

a.bps.

(11)

PENDUDUK

Berdasarkan hasil proyeksi penduduk tahun

2012, populasi penduduk Kecamatan Cipocok

Jaya sebesar 89.950 jiwa

11

Merujuk pada konsep BPS, Penduduk Indonesia mencakup Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dalam wilayah geografis Indonesia, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang bertempat tinggal tidak tetap (seperti tuna wisma, pengungsi, awak kapal berbendera Indonesia, masyarakat terpencil/terasing, dan penghuni perahu/ rumah apung). Anggota korps diplomatik beserta keluarganya, meskipun menetap di wilayah geografis Indonesia, tidak dicakup sebagai penduduk.

Berdasarkan dari hasil Proyeksi Penduduk 2012, jumlah penduduk Kecamatan Cipocok Jaya adalah 89.950 jiwa yang terdiri dari 43.813 laki-laki dan 46.137 perempuan. Populasi penduduk terbesar pada kecamatan ini berada di Kelurahan Banjarsari yaitu 17.919 jiwa yang terdiri dari 9.239 laki-laki dan 7.680 perempuan, sementara kelurahan dengan populasi penduduk terkecil berasal dari Kelurahan Tembong dengan populasi penduduk 6.853 jiwa, terdiri dari 3.568 laki-laki dan 3.285 perempuan. Berkenaan dengan populasi penduduk pada setiap kelurahan, wilayah Kecamatan Cipocok Jaya bagian barat yang terdiri dari Kelurahan Gelam, Dalung, Tembong dan Karundang memiliki populasi penduduk kurang dari 8.000 jiwa, sementara wilayah Kecamatan Cipocok Jaya bagian timur yaitu empat kelurahan lainnya memiliki populasi penduduk lebih dari 12.000 jiwa.

Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin Di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2012 (orang)

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

Kelurahan Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4)

1. Gelam 3.834 3.612 7.446

2. Dalung 4.019 3.914 6.933

3. Tembong 3.568 3.285 6.853

4. Karundang 4.313 3.729 8.042

5. Cipocok Jaya 6.878 6.568 13.446

6. Banjarsari 9.239 7.680 17.919

7. Banjaragung 7.076 6.097 14.173

8. Panancangan 7.210 6.928 14.138

Cipocok Jaya 46.137 43.813 89.950

serangkot

a.bps.

(12)

PENDUDUK

Berdasarkan hasil proyeksi penduduk tahun 2012,

populasi penduduk laki-laki di Cipocok Jaya lebih

besar daripada populasi penduduk perempuan.

12

Rasio jenis kelamin merupakan perbandingan antara populasi laki-laki dan penduduk perempuan. Jika nilai rasio di atas 100 berarti populasi penduduk laki-laki lebih banyak dari populasi perempuan, sebaliknya jika nilai rasio tersebut di bawah 100 berarti jumlah populasi perempuan lebih banyak dari populasi penduduk laki-laki. Rasio jenis kelamin tahun 2011 pada seluruh kelurahan di Kecamatan Cipocok Jaya di atas 100, ini berarti populasi penduduk laki-laki lebih banyak dari populasi penduduk perempuan di semua kelurahan.

Kepadatan penduduk adalah indikator yang menunjukkan sebaran penduduk rata-rata per km2 luas wilayah pada suatu daerah tertentu.

Berdasarkan Proyeksi Penduduk tahun 2012, kepadatan penduduk Kecamatan Cipocok Jaya adalah 2.852 jiwa per km2 dengan kelurahan

terpadat adalah Kelurahan Panancangan dengan 6.016 jiwa per km2,

se-dangkan Kelurahan Banjar Agung mempunyai kepadatan terendah dengan 1.254 jiwa per km2.

Rasio Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk menurut Kelurahan Tahun 2012

Kelurahan Rasio Jenis Kelamin

Kepadatan Penduduk

(1) (2) (3)

1. Gelam 106 1.379

2. Dalung 103 4.311

3. Tembong 109 4.759

4. Karundang 116 3.590

5. Cipocok Jaya 105 5.533

6. Banjarsari 120 3.194

7. Banjaragung 116 1.343

8. Panancangan 104 6.016

Cipocok Jaya 110 2.852

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

serangkot

a.bps.

(13)

PENDIDIKAN

Jumlah SD di Kecamatan Cipocok Jaya

bertambah selama periode 2011

2012

13

Salah satu indikator yang dapat memperlihatkan capaian pembangunan bidang pendidikan adalah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. Upaya penyediaan sarana dan prasarana pendidikan memang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, namun tetap menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan.

Perkembangan jumlah gedung sekolah secara keseluruhan di Kecamatan Cipocok Jaya sepanjang periode 2011–2012 tidak memperlihatkan adanya perubahan yang signifikan. Perubahan jumlah gedung sekolah hanya terjadi pada jenjang sekolah menengah umum yaitu bertambah sebanyak 1 unit dari tahun sebelumnya. Berbeda dengan jenjang SMU, pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sekolah lanjutan pertama (SMP) tidak terdapat perubahan.

Perkembangan Jumlah Sekolah menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2009-2012

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

serangkot

a.bps.

(14)

PENDIDIKAN

Rasio jumlah murid terhadap jumlah sekolah

masih tinggi

14

Rasio murid terhadap sekolah adalah angka rata-rata kemampuan suatu sekolah untuk menampung muridnya pada suatu wilayah. Nilai rasio ini secara tidak langsung bisa menunjukkan banyaknya rombongan belajar atau daya tampung ruangan kelas secara rata-rata pada setiap sekolah.

Rasio murid-sekolah untuk jenjang sekolah dasar (SD) pada tahun 2012 menunjukkan peningkatan dibanding tahun 2011, dari sebesar 307 menjadi 316. Peningkatan rasio murid-sekolah juga terjadi pada jenjang SMP, baik dibanding tahun 2009 maupun dibanding tahun sebelumnya. Kondisi yang terjadi pada jenjang SD dan SMP terjadi karena peningkatan jumlah murid tidak diikuti oleh penambahan jumlah gedung sekolah sebagaimana telah disampaikan sebelumnya.

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

Rasio Murid-Sekolah menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2010-2012

0 50 100 150 200 250 300 350

SD SLTP SMU

2010

2011

2012

serangkot

a.bps.

(15)

PENDIDIKAN

Jumlah guru SD dan SMP terus mengalami

peningkatan

15

Rasio murid terhadap guru adalah rata-rata jumlah murid yang dapat dilayani oleh seorang guru dalam suatu tahun tertentu. Semakin kecil angka rasio ini maka seorang guru dapat lebih intensif dalam mengajar muridnya sehingga diharapkan kualitas pendidikan yang dihasilkan akan semakin baik.

Jumlah guru pada tahun 2012 di Kecamatan Cipocok Jaya secara umum mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah guru pada tahun 2012 dibanding 2 tahun sebelumnya, terjadi pada jenjang SD, SMP dan SMU yaitu 6 persen, 10 persen dan 34 persen.

Selaras dengan jumlah guru yang secara umum mengalami peningkatan, perkembangan jumlah murid juga menunjukkan terjadinya peningkatan pada tahun 2012 dibanding tahun 2011 dan 2012 untuk semua jenjang pendidikan. Peningkatan jumlah murid tertinggi terjadi pada jenjang SMA yaitu 24 persen pada tahun 2011 dibandingkan tahun sebelumnya, kemudian kembali menurun 36 persen pada tahun 2012.

Rasio murid–guru tahun 2012 pada jenjang SD dan SMP mengalami penurunan dibanding 2 tahun sebelumnya. Nilai rasio murid–guru terendah pada jenjang SMP (15,92), sedangkan nilai tertinggi pada jenjang SMA (22,23), belum melampaui rasio ideal sebesar 25 (Suryadarma, 2005).

Rasio Murid dan Guru, 2010-2012

(16)

KESEHATAN

Jumlah Posyandu di Kecamatan Cipocok Jaya

terus meningkat

16

Kesehatan adalah salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia. Upaya pemenuhan kebutuhan mendasar bagi masyarakat ini dapat dilakukan melalui penyediaan fasilitas penunjang kesehatan seperti puskesmas dan posyandu.

Jumlah sentra pelayanan kesehatan masyarakat terdekat pada tingkat kecamatan sepanjang tahun 2010-2012 untuk Kecamatan Cipocok Jaya tidak mengalami perubahan, yaitu sebanyak 5 puskesmas dan puskesmas pembantu. Fasilitas ini tersebar di Kelurahan Banjarsari ( 2 puskesmas pembantu), Kelurahan Banjarangung ( 1 puskesmas dan 1 puskesmas pembantu ) dan Kelurahan Tembong ( 1 puskesmas ).

Posyandu adalah fasilitas penunjang kesehatan yang berasal dari swadaya masyarakat yang secara tidak langsung perpanjangan tangan dari puskesmas guna melayani masyarakat. Jumlah fasilitas ini pada tahun 2012 bertambah 1 unit dari tahun sebelumnya.

Rasio penduduk terhadap fasilitas kesehatan adalah rata-rata, kemampuan suatu fasilitas kesehatan tertentu dalam melayani penduduk dalam satu tahun. Semakin kecil rasio maka semakin bagus indikator kesehatan, karena dianggap semakin banyak fasilitas kesehatan yang mampu melayani penduduk.

Rasio puskesmas-penduduk menunjukkan penurunan selama tahun 2010–2012. Hal ini terjadi karena ada penambahan 2 puskesmas. Berbeda dengan puskesmas, rasio posyandu-penduduk mengalami peningkatan pada tahun 2012 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2011-2012

Rasio Penduduk terhadap Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2011-2012

Faskes Rasio fasilitas kesehatan

2010 2011 2012

Puskesmas 20.233 16.932 12.850

Posyandu 909 951 999

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2012

(17)

KESEHATAN

17

Faktor penting selain fasilitas penunjang kesehatan yang juga berperan dalam upaya pemenuhan kesehatan bagi masyarakat adalah tenaga kesehatan. Ketersediaan tenaga kesehatan pada tingkat kecamatan akan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Jumlah tenaga kesehatan medis pada tahun 2012 yang tercatat di Kecamatan Cipocok Jaya adalah 13 orang dokter dan 32 orang bidan. Khusus untuk kesehatan maternal, Dinas Kesehatan juga mencatat sebanyak 36 orang dukun bayi. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah bidan dan dokter mengalami kenaikan, namun untuk dukun bayi terlatih jumlahnya tetap yaitu 41 orang.

Rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk adalah rata-rata kemampuan tenaga kesehatan untuk melayani penduduk dalam satu tahun. Besarnya rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk untuk dokter selama tahun 2009-2011 terus menunjukkan peningkatan, namun kembali menurun pada tahun 2012. Berbeda dengan perkembangan rasio dokter–jumlah penduduk, besarnya rasio untuk bidan dan dukun bayi sepanjang tahun 2009-2012 cenderung berfluktuasi.

Jumlah Tenaga Kesehatan di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2009-2012 (Orang)

Rasio Tenaga Kesehatan terhadap Penduduk Tahun 2009-2012

Tenaga

Pada tahun 2012 jumlah tenaga kesehatan

mengalami kenaikan

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

(18)

KESEHATAN

Sarana pelayanan KB di Kecamatan Cipocok Jaya

sudah cukup memadai

18

Salah satu upaya mengendalikan perkembangan jumlah penduduk adalah melalui program keluarga berencana. Program ini bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga secara tidak langsung juga akan mengurangi rasio ketergantungan yang akan menjadi beban dalam pembangunan.

Beberapa sarana pelayanan KB di Kecamatan Cipocok Jaya dapat ditemui pada tahun 2012. Dilihat dari keberadaannya sarana tersebut, setiap kelurahan telah memilki sebuah pos KB dan setidaknya lima posyandu. Keberadaan kedua sarana pelayanan KB pada setiap kelurahan diharapkan akan memudahkan akses masyarakat untuk dapat mengikuti program keluarga berencana. Dilihat dari sebaran posyandu pada setiap kelurahan, jumlah sarana tersebut pada Kelurahan Dalung, Banjarsari dan Banjaragung masih perlu ditingkatkan lagi karena secara rata-rata masih harus melayani lebih dari 1.000 penduduk.

Jumlah Sarana Pelayanan KB di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2012

Desa KKB Pos KB Posyandu

(1) (2) (3) (4)

1. Gelam - 1 10

2. Dalung - 1 6

3. Tembong 1 1 10

4. Karundang - 1 10

5. Cipocok Jaya 1 1 14

6. Banjarsari - 1 13

7. Banjaragung 1 1 13

8. Panancangan 1 1 14

Jumlah 4 8 90

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

serangkot

a.bps.

(19)

SARANA SOSIAL

Mayoritas penduduk Cipocok Jaya beragama

Islam

19

Sejarah mencatat Kota Serang sebagai pusat penyebaran Islam di Banten. Melalui Kesultanan Banten, Islam kemudian menyebar ke seluruh pelosok Banten dan banyak diterima sebagai agama yang dianut oleh warga Banten.

Kecamatan Cipocok Jaya sebagai bagian dari Kota Serang menunjukkan fakta tersebut. Data tahun 2011 memperlihatkan mayoritas penduduk Cipocok Jaya (98,45 persen) beragama Islam. Pemeluk agama lainnya seperti Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha juga, namun masing-masing jumlahnya kurang dari 1 persen.

Mengingat agama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk adalah Islam, sarana peribadatan dari pemeluk agama lainnya tidak dapat ditemui di Kecamatan Cipocok Jaya. Selama tahun 2009–2012, jumlah masjid, langgar dan mushola di Kecamatan Cipocok Jaya tidak mengalami perubahan, yaitu sebanyak 176. Setiap masjid, langgar dan mushola di Kecamatan Cipocok Jaya secara rata-rata pada tahun 2012 harus menampung 474 jamaah, akibat tidak adanya penambahan jumlah sarana peribadatan tersebut.

Jumlah Pemeluk Agama di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2012

Sumber: Kota Serang Dalam Angka 2013 98.45%

0.96% 0.32% 0.06% 0.21% 1.55%

Islam

Khatolik

Protestan

Hindu

Budha

serangkot

a.

bps.

(20)

PERTANIAN

20

Mengacu pada rencana umum tata ruang (RUTR) Kota Serang, arah pengembangan Kecamatan Cipocok Jaya bukan ditujukan untuk sektor pertanian. Hal ini agaknya tidak sejalan dengan hasil kompilasi data produksi beberapa komoditi pertanian yang ternyata cukup potensial di Kecamatan Cipocok Jaya.

Pertanian tanaman padi bukan merupakan sub sektor tanaman pangan unggulan dari Kecamatan Cipocok Jaya. Kondisi ini tercermin dari produktivitas tanaman padi di kecamatan ini yang tidak mencapai 10 persen. Rendahya potensi tanaman padi dari Kecamatan Cipocok Jaya, selain disebabkan oleh sedikitnya area persawahan juga akibat produktivitas padi yang belum optimal.

Pertanian tanaman pangan selain padi yang cukup banyak diusahakan di Kecamatan Cipocok Jaya adalah tanaman palawija. Berdasarkan data tahun 2012, jenis tanaman palawija di Kecamatan Cipocok Jaya dengan produksi relatif besar adalah kelompok tanaman sumber karbohidrat yang terdiri dari jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Dibanding produksi total Kota Serang untuk ketiga jenis tanaman palawija tersebut, share produksi dari masing-masing tanaman sumber karbohidrat tersebut tidak kurang dari 5 persen, bahkan untuk ubi jalar andilnya mencapai 23,00 persen. Merujuk pada temuan tersebut, tanaman ubi jalar merupakan jenis tanaman palawija yang cukup potensial di Kecamatan Cipocok Jaya.

Luas Panen dan Produksi Padi dan Palawija di Kecamatan Cipocok Jaya

Tahun 2012

Jenis Tanaman Luas Panen

(Ha)

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

Produksi palawija tahun 2012 meningkat

serangkot

a.

bps.

(21)

PERTANIAN

21

Jenis tanaman bahan makanan selain padi dan palawija yang banyak diusahakan di Kecamatan Cipocok Jaya adalah hortilkultura, khususnya kelompok sayuran dan buah-buahan. Sesuai dengan kondisi geografis dan iklim Kecamatan Cipocok Jaya, jenis tanaman yang diusahakan pada kelompok ini merupakan tanaman tropis untuk dataran rendah, diantaranya adalah kacang panjang, cabe merah, terong dan mentimun.

Empat jenis tanaman sayuran utama pada tahun 2012 dari Kecamatan Cipocok Jaya adalah ketimun, kacang panjang, terung dan cabe merah. Produksi ketimun mencapai lebih dari 300 kuintal, begitu pula dengan produksi kacang panjang mencapai 300 kuintal, sementara untuk produksi terung dan cabe merah masing-masing sebesar 150 dan 240 kuintal.

Selain tanaman sayuran, di Kecamatan Cipocok Jaya juga terdapat tanaman buah-buahan. Komoditas buah yang terbesar adalah rambutan, nangka, mangga, pisang, pepaya dan nanas. Pada tahun 2012, produksi rambutan mencapai 13.000 kuintal, diikuti oleh produksi nangka dan mangga masing-masing mencapai 900 dan 700 kuintal. Sementara itu produksi pisang, pepaya serta nanas tidak terlalu dominan, masing-masing hanya sejumlah 258 kuintal, 30 kuintal dan 1,5 kuintal.

Persentase Produksi Sayuran di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2012

Sumber: Kecamatan Cipocok Jaya Dalam Angka 2013

Produksi sayuran terbesar Kecamatan

Cipocok Jaya adalah ketimun

Jenis Tanaman Luas Panen

(Ha)

Jumlah Pohon dan Produksi Buah Buahan di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2012

Jenis Tanaman Seluruhnya Menghasilkan Produksi (Ku)

(22)

PERTANIAN

22

Kecamatan Cipocok jaya juga tercover sebagai kecamatan penghasil komoditas perkebunan. Tanaman perkebunan yang terdapat di Kecamatan Cipocok Jaya antara lain adalah kelapa, kakao dan melinjo.

Produksi melinjo merupakan yang tertinggi diantara tiga tanaman perkebunan yang di sebutkan di atas, yaitu mencapai 3.000 ton pada tahun 2012. Tidak terlalu mengherankan jika komoditas ini merupakan komoditas perkebunan yang paling dominan di Kecamatan Cipocok Jaya. Sebagian besar lahan perkebunan yang diusahakan masyarakat Cipocok Jaya merupakan areal yang ditanami melinjo.

Produksi kelapa di Kecamatan Cipocok Jaya berada di posisi berikutnya setelah melinjo, yaitu mencapai 2.620 ton pada tahun 2012. Walaupun produksi kelapa belum melampaui produksi melinjo, namun produktivitas kelapa jauh melampaui melinjo dengan areal tanam kelapa yang hanya seluas 131 Ha.

Tanaman kakao sebagai salah satu tanaman perkebunan yang diusahakan di Kecamatan Cipocok, pada tahun 2012 menyumbangkan hasil produksinya sebesar 80 kilogram. Capaian produksi kakao hanya mencapai angka tersebut dikarenakan areal tanam yang masih sedikit, yaitu hanya seluas 0,66 Ha.

Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat di Kecamatan Cipocok Jaya Tahun 2012

Sumber: Kota Serang Dalam Angka 2013

Jambu biji

Produksi Tanaman Perkebunan terbanyak

Kecamatan Cipocok Jaya adalah Melinjo

serangkot

a.bps.

(23)

PERBANDINGAN ANTAR

KECAMATAN DI KOTA

23

Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk dan Sex Ratio menurut Kecamatan

Kecamatan Luas (Km2)

Penduduk Tahun 2012

Kepadatan Sex Ratio

Laki-Laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Curug 49,60 25.456 23.654 49.110 990,12 107,62

2. Walantaka 48,48 41.506 39.997 81.503 1.681,17 103,77

3. Cipocok Jaya 31,54 46.137 43.813 89.950 2.851,93 105,30

4. Serang 25,88 110.533 106.252 216.785 8.376,55 104,23

5. Taktakan 47,88 42.868 40.191 83.059 1.734,73 106,66

6. Kasemen 63,36 47.549 43.941 91.490 1.443,97 108,21

Jumlah 266,74 314.049 297.848 611.897 2.293,98 105,44

Sumber: BPS Kota Serang

serangkot

a.bps.

(24)

DATA MENCERDASKAN BANGSA

DATA MENCERDASKAN BANGSA

DATA MENCERDASKAN BANGSA

Badan Pusat Statistik Kota Serang

Jln. Letnan Jidun Nomor 6 Kepandean Serang 42115 Telp 0254-200705 fax. 0254-212935

serangkot

a.

bps.

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk pencegahan yang dilakukan misalnya dengan membentuk SMS center dan satuan tugas (satgas) anti narkoba agar masyarakat dapat melaporkan permasalahan terkait

Sehubungan dengan penjualan seluruh kepemilikan saham PT MDS (Catatan 38), pada bulan April 2010, PT MPP telah mencatat penurunan nilai untuk beberapa aset tetap

(4) Hasil uji determinasi (R 2 ) sebesar 0,351 arti dari koefisien ini adalah bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi variabel tingkat pendidikan dan motivasi orang

Musculi plantar pedis melawan kekuatan yang cenderung mengurangi arcus longitudinalis dengan diterimanya berat pada ujung posterior arcus.. kemudian dipindahkan ke

Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Time

Orang Kelantan, walau pun yang berkelulusan PhD dari universiti di Eropah (dengan biasiswa Kerajaan Persekutuan) dan menjawat jawatan tinggi di Kementerian atau di Institusi

Kejelasan penyampaian ide tentang budaya dan perbedaaan budaya Kriteria Penilaian: Ketepatan Bentuk Penilaian: Non test: PR Test : UTS Kuliah dan SCL (Small Group Discussion)

Dataran yang ada seluas 2.622.655,77 Ha (55,75%) merupakan lahan pertanian yang terdiri dari persawahan, pertanian kering, kebun campur dan perkebunan. Adapun permasalahan utama