• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK I PENERAPAN TEORI BELAJAR PIAGE (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KELOMPOK I PENERAPAN TEORI BELAJAR PIAGE (1)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KELOMPOK I

PENERAPAN TEORI BELAJAR PIAGET DALAM BILANGAN

MATEMATIKA SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN MATEMATIKA 1

Dosen pembimbing :

Nur Fadli Hazhar Fachrial, ST, M, Pd. Di susun oleh :

1. Hilwatul Uzmah ( 178610034 ) 2. Diah Dinda Ningtias` ( 178610018 )

3. Dita Fazriah ( 178610023 )

4. Salwah ( 178610073 )

5. Nur Aisah ( 178610049 )

STKIP ARRAHMANIYAH

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR ( PGSD )

SEMESTER

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Kemudian shalawat besertakan salam kita sampaikan buat junjungan alam kita Nabi Muhammad SAW, yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti apa yang telah kita rasakan saat ini. Sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang bertemakan “bilangan” Penulisan makalah ini merupakan sebagai tugas mata kuliah Perkembangan peserta didik di STKIP Arrahmaniyah. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan, bimbingan dan bantuan yang sangat berarti selama penulisan makalah ini hingga dapat diselesaikan. Izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Nur Fadly Hazhar Fachrial, ST. M.Pd. dan rekan-rekan mahasiswa/mahasiswi yang telah berbagi pendapat dalam hal ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan bagi dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Depok, 17 Juli 2018

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...

DAFTAR ISI ...

BAB I PENDAHULUAN ...

A. Latar Belakang ... B. Rumusan Masalah ... C. Tujuan Rumusan Masalah ...

BAB II PEMBAHASAN ...

A. Teori Zean pieaget ... B. Pengertian bilangan ... C. Macam-macam bilangan ...

BAB III PENUTUP...

A. Kesimpulan ... B. Saran ...

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Angka /lambang bilangan merupakan sebuah simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan > bilangan lima = angka hindu –arab 5 ; angka romawi V, angka biner 101.

Nomor adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukan pada satu atau lebih angka yang melambangkan sebuah bilangan bulat dalam suatu barisan bilangan-bilangan bulat yang berurutan > nomor 1,2,,4 (urutan).

Contohnya “nomor 10” maka akan menunjukan ke bilangan dengan angka 10 dalam susunan bilangan bulat.

B. Rumusan Masalah

Melihat dari latar belakang masalah maka penulis dapat menarik suatu permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimana penerapan konsep bilangan menurut teori jean piaget pada pembelajaran matematika sekolah dasar ?

2. Apa pengertian tentang bilangan? 3. Apa saja macam-macam bilangan? C. Tujuan Masalah

Adapun yang tujuan yang akan di dapat dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :

1. Peserta didik mampu memahami dan menguasai penerapan konsep bilangan menurut jean piaget.

(6)

3. Pesera didik mampu memahami dan menguasai macam-macam berfikir abstrak masih membutuhkan bantuan memanipulasi objek-objek konkret atau pengalaman-pengalaman yang langsung dialaminya.

Piaget menekankan bahwa proses belajar merupakan proses asimiasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses mendapatkan informasi dan pengalaman baru yang langsung menyatu dengan struktur mental yang sudah dimiliki seseorang. Adapun akomodasi adalah proses menstruktur kembali mental sebagai akibat adanya informasi dan pengalaman baru. Artinya pada proses akomodasi terjadi perubahan pikiran sebagai suatu akibat adanya informasi dan pengalaman baru sehingga mereka secara aktif mencoba.

B. Pengertian Bilangan

Bilangan adalah kumpulan angka yang menempati urutan dari sebelah kanan sebagai nilai satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya.

Simbol dan lambang yang di pakai untuk mewakili suatu bilangan di sebut dengan angka atau lambang bilangan. Didalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, serta bilangan kompleks.

C. Macam – macam Bilangan

1. Bilangan Cacah

(7)

2. Bilangan Asli

Bilangan asli adalah bilangan yang dimulai dari angka 1 dan bertambah 1. Contoh : 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya

3. Bilangan Bulat

Bilangan Bulat adalah himpunan bilangan bulat negatif, bilangan nol dan bilangan bulat positif. Contoh : ..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, dan seterusnya

4. Bilangan Prima

Bilangan Prima adalah bilangan yang tidak dapat dibagi oleh bilangan apapun, kecuali bilangan itu sendiri dan 1. Contoh : 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, dan seterusnya

5. Bilangan Pecahan

Bilangan Pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/b, dengan a dan b adalah bilangan bulat dan b=0. Bilangan a disebut sebagai pembilang dan bilangan b disebut sebagai penyebut. Contoh : 3,1 3,2 8,1 8,5 dan seterusnya

{Keterangan tambahan : = 2,4 2, berarti 2,4 bukan termasuk pecahan.}

6. Bilangan Rasional

Bilangan Rasional adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk a/b, dengan a dan b adalah anggota bilangan bulat dan b ≠ 0. Contoh : 4,1

3

4, dan seterusnya

(8)

Bilangan irrasional adalah bilangan-bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau bilangan selain bilangan rasional. Contoh : √2, √3, √5, √6, √7, dam seterusnya

8. Bilangan Romawi

Bilangan romawi adalah sistem penomoran yang berasal dari romawi kuno menggunakan huruf latin yang melambangkan angka numerik.

Contoh : I, II, III, IV, V, VI, IX, XII, dan seterusnya

9. Bilangan Genap

Bilangan genap adalah bilangan-bilangan yang selalu habis dibagi 2. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, dan seterusnya

10. Bilangan Ganjil

Bilangan ganjil adalah bilangan yang apabila dibagi 2 hasilnya selalu tersisa 1 atau bilangan yang dapat dinyatakan dengan (2n-1) dengan n = bilangan bulat . Contoh : -3, -1, 3, 5, 7, dan seterusnya

11. Bilangan Kompleks

Bilangan kompleks adalah bilangan yang angota-angotanya (a+b) dimana a, b E R,i2 = -1. Dengan a bagian bilangan rill dan b bagian dari bilangan imajiner. Contoh : 2-3i, 8+2, dan seterusnya

12. Bilangan kuadrat

Bilangan kuadrat adalah bilangan yang dihasilkan dari perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri sebanyak dua kali dan disimbolkan dengan pangkat 2.

Contoh : 22, 32, 42, 52, dan seterusnya

(9)

Bilangan komposit adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1 dan bukan termasuk bilangan prima. Contoh : 4, 6, 8, 9, 10, 12, dan seterusnya

14. Bilangan positif

Bilangan positif adalah bilangan yang bernilai positif selain nol. Contoh : 2, 3, 4, ¼, dan seterusnya

15. Bilangan negatif

(10)

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Menurut piaget, anak SD umumnya berada pada periode-periode konkret.

Periode ini disebut operasi konkret sebab berfikir logikanya berdasarkan sumber manipulasi fisik objek-objek konkret. Artinya, untuk berfikir abstrak masih membutuhkan bantuan memanipulasi objek-objek konkret atau pengalaman-pengalaman yang langsung dialaminya. Piaget menekankan bahwa proses belajar merupakan proses asimiasi dan akomodasi.

Bilangan adalah kumpulan angka yang menempati urutan dari sebelah kanan sebagai nilai satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya.

Simbol dan lambang yang di pakai untuk mewakili suatu bilangan di sebut dengan angka atau lambang bilangan.

Saran

(11)

9

Daftar Pustaka

A. Karso, DKK. 1998. Pendidikan matematika I. Jakarta. Depdikbud. UT

Referensi

Dokumen terkait

Untuk membandingkan bilangan bulat positif yang sangat besar atau bilangan bulat negatif sangat kecil, kalian bisa dengan mengamati angka-angka penyusunnya.2. Sedangkan penawar

perpangkatan suatu perkalian bilangan berpangkat bulat positif 1c 4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan bulat besar sebagai bilangan berpangkat bulat

Bilagan acak terdiri dari barisan bilangan rill atau barisan bilangan bulat dengan variasi nilai yang bersifat acak dalam satu interval nilai tertentu.. Bilangan acak

Bilagan acak terdiri dari barisan bilangan rill atau barisan bilangan bulat dengan variasi nilai yang bersifat acak dalam satu interval nilai tertentu1. Bilangan acak

Suatu barisan d agar dapat dikatakan grafik adalah barisan tersebut harus merupakan barisan bilangan bulat tak negatif yang tidak naik, derajat.. maksimalnya harus lebih kecil

Tentukan bilangan bulat positif a dan b dengan sifat banyaknya bilangan bulat positif n yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk ax + by untuk suatu bilangan bulat non-negatif x,

Bilangan bulat kurang dari 10 harus ditulis dengan huruf, sedangkan untuk bilangan sepuluh atau lebih ditulis dengan angka kecuali penulisan bilangan pada nomor tabel,

Diberikan sebuah barisan enam bilangan bulat positif yang monoton naik dimana setiap bilangan (kecuali bilangan pertama) adalah kelipatan dari bilangan sebelumnya