Naufal Mamduh
Pendidikan Sosiologi B 2013
4815133958
Metodelogi Penelitian Kualitatif
Perpustakaan FIS UNJ:
Sebuah Kondisi Ironi Di Ruang Literasi
a. Pengantar
Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan FIS UNJ. Pada tanggal 25 Maret, 6 April dan 7 April 2015. Saya melakukan pengamatan sekitar 1-2 jam setiap harinya dan tujuan saya melakukan pengamatan ini untuk mengentahui kondisi Perpustakaan FIS UNJ. Perpustakaan FIS UNJ terletak di lantai satu gedung K FIS UNJ. Ruangannya bersebelahan dengan ruang kelas 102 dan kamar mandi. Perpustakaan FIS UNJ memiliki sekitar 25 rak buku dan 1 rak yang dikhususkan untuk tempat penitipan.
Ketika masuk pengunjung diharuskan untuk mengisi buku tamu dan menitipkan tas miliknya kepada pustakawan. Tempat kerja pustakawan berada di sisi kanan ketika kita masuk. Tempat tersebut seakan membentuk sekat antara perpustakaan dan tempat kerja pustawakan. Di sekat tersebut ada tiga komputer, dua meja besar yang salah satunya berbentuk seperti meja resepsionis hotel, satu rak buku dan rak tempat penitipan tas.
Perpustakaan FIS UNJ memiliki sekitar 25 rak buku yang tersusun pada formasi 3 barisan vertikal dan 2 horizontal. Jenis buku di dalam perpustakaan FIS UNJ cukup beragam. Di rak pertama yang berada di sebelah kiri pintu masuk terdapat barisan buku-buku bertemakan hukum dan ekonomi serta hasil skripsi dari jurusan sosiologi dan buku-buku teks berbahasa Inggris yang berada di barisan belakang. Lalu di barisan kedua ada beberapa rak buku bertemakan sejarah dan hasil skripsi. Pada rak ketiga, terdapat beberapa rak buku hasil skripsi mahasiswa FIS UNJ. Untuk dua rak yang berbaris horizontal ada beberapa buku hasil penelitian dosen dan skripsi. Kedua rak buku tersebut ada yang di paling belakang ruangan dan dekat meja pustakawan. Untuk yang paling belakang panjangnya menutupi tembok ruangan Perpustakaan FIS UNJ. Demi kenyamanan mahasiswa, ada dua baris meja dan bangku yang berada dekat barisan rak buku teks bahasa inggris dan di dekat jendela. Deretan meja yang dekat jendela di lengkapi satu stop kontak yang teraliri listrik untuk para pengunjung yang membawa laptop. Kemudian perpustakaan ini dilengkapi juga sepasang AC, pengharum ruangan dan hotspot. Perpustakaan FIS UNJ buka senin-jumat dari pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB dengan jeda istirahat pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB.
b. Kondisi yang Tidak Terawat
Buku menjadi aspek penting dalam sebuah perpustakaan. Berdasarkan pengamatan di Perpustakaan FIS UNJ jumlah buku yang tersedia cukup banyak tapi tidak terawat. Banyak
buku yang sudah robek dan kuning kertasnya. Selain itu peletakan buku terkesan tidak teratur. Memang sebagian besar buku sudah diberi nomor tetapi karena tidak ada catalog membuat kita sangat sulit mencari buku yang diinginkan. Perpustakaan hanya menuliskan jenis buku di kertas yang ditempelkan pada rak buku. Saya mengamati tulisannya hanya berisi jenis buku Hukum,Statistik dan tulisan-tulisan yang menandakan hasil skripsi jurusan-jurusan di FIS UNJ. Mengenai buku, kondisi cukup parah ada pada puluhan buku teks bahasa inggris yang berada di sudut ruangan. Buku tersebut sudah menguning kertasnya. Selain itu banyak debu serta begitu kotor. Buku tersebut selain banyak, halamannnya juga tebal. Karena tidak terurus dan jarang dibaca saya sangat kesulitan untuk mengeluarkan buku tersebut. Selain pada barisan buku teks bahasa inggris, kondisi buku yang sudah robek serta rak buku yang berdebu banyak terlihat pada rak-rak buku di bagian bawah. Hampir disetiap rak terdapat beberapa buku yang sudah bercampur debu sehingga untuk mengambilnya saja, sudah malas karena banyak debu. Buku di Perpustakaan FIS UNJ juga banyak yang karya lama. Saya melihat buku tersebut terbitan tahun 1990-2000an. Tidak adanya pembaruan buku tersebut bahkan menjalar pada majalah TEMPO yang menurut pengakuan pustakawan kalau Perpustakaan FIS UNJ sudah tidak berlangganan lagi sejak tahun 2014.
Bentuk tidak adanya perawatan juga terlihat pada buruknya tata letak buku. Saya mengamati pada rak buku yang bertuliskan “hukum” ternyata pada raknya terdapat buku-buku sejarah. Justru buku-buku yang benar-benar berisi tentang hukum dan ekonomi tidak diberi tanda sama sekali. Kemudian pada rak buku yang bertuliskan “statistik” kondisinya hampir sama. Memang sedikit lebih baik karena benar-benar ada buku bertemakan statistik disana tapi hanya dua tingkat di rak saja. Sisanya berisi buku bertemakan sosiologi dan psikologi.
Buku-buku yang tersusun cukup rapi hanya pada hasil skripsi para sarjana FIS UNJ. Dengan cover merah maroon, ratusan buku-buku tersebut mendominasi perpustakaan FIS UNJ. Selain itu karya penelitian dosen yang dibiayai oleh DANA DIPA PNBP Universitas Negeri Jakarta dan hasil Kuliah Kuliah Lapangan(KKL) mahasiswa FIS UNJ tersusun cukup rapi. Sisanya beberapa jurnal mahasiswa dan dosen seperti Komunitas,Scripta Societa,Sosialita dan Mimbar ironis kondisinya. Bukunya berserakan begitu saja di beberapa rak. Kondisinya juga banyak yang robek serta edisi lama. Banyaknya Kondisi buku yang robek,menguning,minim katalog dan berdebu menjadi bukti tidak ada perawatan yang maksimal dari pustakawan.
c. Kegiatan Mahasiswa di Perpustakaan FIS UNJ
Saya melakukan pengamatan tentang kegiatan apa saja yang dilakukan mahasiswa FIS UNJ ketika sedang di perpustakaan. Pada pengamatan tersebut, kegiatan yang sering dilakukan mahasiswa FIS UNJ di perpustakaan adalah mengerjakan tugas. Pada penelitian saya di hari senin tanggal 6 April 2015, kondisi perpustakaan begitu ramai. Semua bangku terisi penuh sampai-sampai ada duduk di lantai. Saya mengamati jika ada dua tipe orang yang saat itu sedang sibuk mengerjakan tugas di Perpustakaan FIS UNJ. Ada yang mengetik di Laptop dan yang menuliskan tulisannya di kertas folio. Untuk yang mengerjakan di kertas folio saya menanyakan pada Ayu yang berstatus mahasiswa jurusan Ilmu Sosial Politik. Dia mengaku kalau dirinya sedang mengerjakan Ujian Tengah Semester(UTS). Selain mengerjakan tugas, tidak sedikit mahasiswa yang mengunjungi Perpustakaan FIS UNJ untuk mengerjakan skripsi. Saya mengatakan demikian karena saya sering bertemu dengan para senior saya di jurusan sosiologi angkatan 2011 yang mengunjungi perpustakaan FIS UNJ untuk mencari contoh skripsi.
Selain mengerjakan tugas, perpustakaan FIS UNJ juga sering dikunjungi oleh mahasiwa yang hanya ingin mengisi waktunya untuk membaca. Menurut pengakuan Dhiya Salma seorang mahasiswi jurusan sosiologi angkatan 2014, dirinya mengaku sering ke perpustakaan FIS UNJ untuk sekedar menghabiskan waktunya dengan membaca buku.
Perpustakaan FIS UNJ juga dijadikan tempat mengobrol bagi para mahasiwa. Peristiwa ini saya amati pada hari selasa 7 April 2015. Saat itu ada dua orang wanita yang sedang duduk tenang. Satu orang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya sedangkan satunya lagi tertidur dengan kepala di atas meja. Lalu sekitar 20 menit kemudian, ada dua orang wanita menghampiri mereka. Mereka wanita yang sedari tadi mengerjakan tugas berhenti mengetik dan yang tertidur kemudian terbangun dan menyambut mereka. Singkat cerita keempat wanita tersebut bercerita banyak hal. Mulai dari masalah berat badan, urusan untuk Praktik Kuliah Lapangan(PKL) dan sebagainya.
d. Kritik Mahasiwa Terhadap Perpustakaan FIS UNJ
Kondisi perpustakaan yang demikian rupa saya tanyakan kepada beberapa mahasiswa FIS UNJ. Saya mewawancarai enam mahasiswa FIS UNJ yaitu Dewi Rizsky Nur Amalia, Rizka Maulidia, Dhiya Salma, Ahmad Rifai, AnisaSuci dan Abdul Kodir Goza. Pada wawancara pertama saya dengan Dewi Rizsky Nur Amalia, beliau mengatakan jika kesannya ketika berkunjung pertama kali ke perpustakaan FIS UNJ, sangat mengecewakan. Baginya kondisi perpustakaan di sekolahnya dulu lebih baik dibandingkan perpustakaan FIS UNJ.
“Dahulu di SMA saya, perpustakaannya memiliki komputer yang canggih,bukunya lengkap dan dingin sehingga begitu nyaman. Ini berbeda sekali dengan perpustakaan FIS UNJ yang kondisi ruangannya begitu”
Wanita yang juga aktif dalam organisasi Badan Legislative Mahasiwa(BLM) ini mengaku jika dirinya lebih sering berkunjung ke Unit Pelayanan Umum(UPT) Perpustakaan UNJ untuk mengerjakan tugas. Alasannya karena disana tempatnya lebih luas,nyaman. Kondisi yang kurang nyaman di perpustakaan FIS UNJ membuat Rizka Maulidia mengaku baru sekali mengunjungi perpustakan tersebut. Mahasiswi yang aktif menjadi relawan pengajar ini mengatakan jika banyak sekali kekurangan di Perpustakaan FIS UNJ.
“Saya ke perpustakaan FIS UNJ saat itu untuk mencari bahan skripsi untuk tugas Teori Sosiologi Modern semester 3 kemarin. Kesan awal yang saya dapat ketika itu cukup baik tapi saya tidak pernah kembali ke perpustakaan FIS UNJ karena tempatnya terlalu sempit, bukunya tidak tertata rapi sehingga saya kesulitan untuk mencari buku. Sekarang,jika ada tugas saya memilih pergi ke Lab Sosiologi UNJ”
Kritik para mahasiwa FIS UNJ tidak hanya soal kenyamanan ruangan saja, ada juga yang mengkritik tentang pelayanan dan sistem pencarian buku. Kritik ini disampaikan oleh Mahasiswa Sosiologi FIS UNJ yaitu Ahmad Rifai dan Anisa Suci dari jurusan Sejarah FIS UNJ. Mereka mengkritik tidak adanya sistem e-catalog di perpustakaan FIS UNJ. Baginya dengan adanya sistem tersebut maka para mahasiswa lebih mudah untuk mencari buku yang diinginkan. Selain itu bagi Anisa Suci, pelayanan pustakawan FIS UNJ kurang memuaskan.
“Pustakawan sering telat ketika membuka perpustakaan. Saya sering kesal karena pustakawan yang seharusnya membuka perpustakaan pukul 09.00 WIB malah mundur sampai pukul 10.00 WIB.”
Bagi mereka kondisi perpustakaan FIS UNJ bukan merupakan perpustakaan yang ideal. Bahkan Ahmad Rifai yang pernah mengunjungi Perpustakaan Daerah DKI Jakarta mengatakan jika perpustakaan FIS UNJ harus belajar banyak ke Perpustakaan Daerah DKI Jakarta.
“Seharusnya perpustakaan FIS UNJ bisa mencontoh sistem di Perpustakaan Daerah DKI Jakarta. Disana itu sistemnya sudah E-Catalog, jadi sangat mudah untuk mencari buku. Selain itu bukunya juga harus diperbaharui seperti disana”
Mahasiswa FIS UNJ tentunya sangat mengharapkan memiliki perpustakaan yang bagus. Bagi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu Abdul Kadir Goza yang berharap jika perpustakaan FIS UNJ bisa meningkatkan pelayanannya dan kenyamanan tempatnya. Kemudian Goza juga berpesan kepada para mahasiswa untuk bisa menghargai kondisi Perpustakaan FIS UNJ serta berusaha menghidupi suasana Perpustakaan FIS UNJ dengan sering mengunjunginya. Pendapat yang serupa juga dikatakan oleh Mahasiswi Jurusan Sosiologi 2014 Dhiya Salma. Dirinya berharap jika kondisi perpustakaan FIS UNJ bisa lebih bersih, nyaman dan ada katalog yang memudahkan mahasiswa untuk mencari buku di Perpustakaan FIS UNJ.
e. Kesimpulan
Perpustakaan FIS UNJ merupakan lokasi tempat dimana kita bisa menikmati ilmu dengan gratis. Kita bisa menerawang dunia,mengetahui banyak hal serta membuat karya tulisan tanpa harus membeli buku bacaan yang dibutuhkan. Keberadaan perpustakaan di lingkungan kampus sangat penting karena ini memudahkan mahasiswa untuk mencari referensi buku. Perpustakaan menjadi penting bagi perguruan tinggi karena ini menjadi harta yang sesungguhnya yang dimiliki perguruan tinggi. Dengan buku yang melimpah, para civitas akademika menjadi semakin giat menciptakan karya. Kemudian kondisi yang nyaman menjadikan perpustakaan menjadi tempat favorit sehingga mahasiswa menjadi rajin membaca serta berliterasi. Lalu bagaimana budaya akademik dan literasi bisa berkembang jika kondisi perpustakaannya saja tidak terawat.
Kondisi Perpustakaan FIS UNJ harus cepat diperbaiki karena sebagai fakultas yang bergerak dalam bidang keilmuan humaniora membuat Perpustakaan harus mampu memenuhi hasrat para mahasiswa untuk berliterasi karena dengan adanya buku yang lengkap maka budaya akademis semakin berkembang sehingga status mahasiswa sebagai agen perubahan bisa benar-benar terwujud
.