KAJIAN HUBUNGAN VOLUM E LALU LINTAS TERHADAP
EM ISI GAS BUANG KENDARAAN DI RUAS JALAN
M AJAPAHIT SEM ARANG
(St udi Kasus : Kadar CO dan PM 10)
Penelit i :
Rudat in Rukt iningsih
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik
Unika Soegijapranata
KATA HANTAR
Puj i syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena at as limpahan karunia-Nya laporan penelit ian ini dapat t erselesaikan. Laporan ini dibuat sebagai upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi para st af pengaj ar.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang t elah membant u dari sej ak persiapan, survey sampai t erselesainya laporan ini
Tent unya laporan ini masih j auh dari sempurna karena ket erbat asan kemampuan, unt uk it u mohon saran dan krit ik unt uk perbaikan selanj ut nya
Semarang, 3 Juli 2014 Ket ua Penelit i
DAFTAR ISI
Lembar Judul
Lembar Pengesahan Lembar Review Kat a Hant ar Daf t ar Isi Abst rak
Bab I Pendahuluan 1
1. 1. Lat ar Belakang 1
1. 2. Perumusan Masalah 2 1. 3. Tuj uan Penelit ian 2 1. 4. Bat asan Masalah 2
Bab II Tinj auan Pust aka 2 2. 1. Polusi Udara dan Kendaraan Bermot or 2 2. 2. Volume Kendaraan 6
Bab III Met ode Penelit ian 8 3. 1. Lokasi dan Wakt u Penelit ian 8 3. 2. Teknik Pengumpulan Dat a 8 3. 3. Cara Pengumpulan Dat a di Lapangan 8 3. 4. Peralat an Penelit ian 9 3. 5. Alur Penelit ian 9 3. 6. Personil Pelaksana 10
Bab IV Hasil Penelit ian dan Pembahasan 10 4. 1. Hasil dan Analisis Dat a Lalu Lint as 10 4. 2. Analisis Lalu Lint as dan Kualit as Udara Ambien 12
4. 3. Pembahasan 14
5. 1. Kesimpulan 14
5. 2. Saran 15
KAJIAN HUBUNGAN VOLUME LALU LINTAS TERHADAP
EMISI GAS BUANG KENDARAAN DI RUAS JALAN MAJAPAHIT SEMARANG (St udi Kasus : Kadar CO dan PM10)
Abst rak
Kot a Semar ang t er masuk kot a r aya yai t u kot a yang ber penduduk l ebi h dar i sat u j ut a j i wa. Per masal ahan yang di hadapi ol eh kot a r aya sebagi an besar adal ah aki bat t r anspor t asi dar at yai t u sal ah sat unya pencemar an udar a (BSLLAK, 1998). Juml ah kendar aan ber mot or yang semaki n meni ngkat di Kot a Semar ang t ent unya akan mendukung meni ngkat nya pol usi udar a aki bat emi si gas buang kendar aan di r uas-r uas j al an.
Penel i t i an di l akukan di Ruas Jal an Maj apahi t pada har i Rabu dan Kami s pada pagi dan si ang har i dengan car a mel akukan per hi t ungan j uml ah kendar aan. Pengol ahan dat a sur vey per hi t ungan l al u l i nt as di anal i si s unt uk mendapat kan ni l ai VCR, dan menggunakan model yang di kembangkan Hobbs (1979) dan Rukt i ni ngsi h (2003). Hasi l penel i t i an menunj ukkan bahwa vol ume l al u l i nt as yang mel al ui Ruas Jal an Maj apahi t masi h mampu di l ayani ol eh Ruas Jal an t er sebut . Hal i ni di t unj ukkan dengan VCR sebesar 0. 437. Sedangkan konsent r asi CO ber dasar kan model Hobbs (1979) dan Model Rukt i ni ngsi h (2003) ber ki sar 5. 5 – 8 ppm dan PM10 ber ki sar 117 – 126 mi kr ogr am/ m3. Kondi si t er sebut masi h ber ada di bawah ambang bat as kual i t as udar a ambi en Jawa Tengah.
Tr af f i c Rest r ai n dan per bai kan kondi si angkut an umum mer upakan sol usi yang bai k unt uk menj aga agar kual i t as udar a ambi en di Ruas Jal an Maj apahi t l ebi h t er j aga sehi ngga masyar akat dapat memper ol eh udar a yang ber si h.
Kat a Kunci : Kual i t as udar a ambi en, Vol ume l al u l i nt as, Kadar CO dan PM10
I. PENDAHULUAN 1. 1. Lat ar Belakang
Transport asi merupakan bagian pent ing pada rant ai kehidupan manusia karena t ransport asi adalah pemindahan barang, orang dan j asa dari suat u t empat ke t empat lain. Dengan t ingkat kebut uhan yang t inggi maka t eknologi t ransport asi berkembang dengan sangat pesat dan selalu t erkait dengan segenap akt ivit as masyarakat modern. Namun dibalik keharmonisan hubungan keduanya t ersimpan dampak-dampak negat if . Dampak-dampak negat if t ersebut ant ara lain adalah penurunan kualit as lingkungan hidup
oleh IPCC (Int er gover nment al Panel On Cl i mat e Change) pada t ahun 1990 dalam Aden (1996) yang menyat akan bahwa t ransport asi darat menyebabkan :
a.
Peningkat an konsent rasi gr eenhouse gases di at mosf ier sebagai akibatulah manusia;
b.
Peningkat an nat ur al gr eenhouse ef f ect yang dapat meningkat kansuhu rat a-rat a di muka bumi sebesar 0. 3 sampai 0. 6 deraj at Celcius pada abad ini.
c.
Tanpa usaha unt uk mengurangi emisi gas buang, peningkat an suhusebesar 0. 3 deraj at Celcius perdekade t ampaknya bukan sesuat u yang t idak mungkin;
d.
Akibat lain dari peningkat an suhu ini adalah naiknya permukaan airlaut set inggi 6 cm per dekade.
Kot a Semarang t ermasuk kot a raya yait u kot a yang berpenduduk lebih dari sat u j ut a j iwa pada urut an ke enam set elah Jakart a, Surabaya, Bandung, Medan, dan Palembang. Permasalahan yang dihadapi oleh kot a raya sebagian besar adalah akibat t ransport asi darat yait u salah sat unya pencemaran udara (BSLLAK, 1998). Penanganan yang kurang hat i-hat i dan kurang t erpadu t idak akan dapat memecahkan masalah secara t epat dan baik t et api akan menimbulkan permasalahan baru yang lebih kompleks dan rumit .
Kot a Semarang merupakan ibukot a propinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas 373, 73 km2 dengan j umlah penduduk pada Tabel 1. 1 di bawah ini :
Tabel 1. 1. Jumlah Penduduk 5 Tahun t erakhir
Tahun 2012 2011 2010 2009 2008 Tot al (j iwa) 1. 559. 198 1. 544. 358 1. 527. 433 1. 506. 924 1. 481. 640 Pert umbuhan
penduduk (%)
0, 96 1, 89 1, 45 1, 49 1, 52
Kepadat an penduduk (j iwa/ Km² )
4. 172 4. 133 4. 087 4. 032 3965
Pert ambahan j umlah penduduk menyebabkan meningkat nya kebut uhan hidup sehingga j umlah perj alananan di ruas j alan Kot a Semarang semakin bert ambah yang berakibat j umlah alat t ransport asi yang t urun ke j alan semakin banyak sehingga pert umbuhan kendaraan bermot or di Kot a Semarang cenderung semakin meningkat , hal ini t erlihat pada Tabel 1. 2 di bawah ini :
Tabel 1. 2. Jumlah kendaraan diperinci berdasar j enis kendaraan
Jenis Kendaraan 2012 2011 2010 2009 2008 Bis 445 445 443 443 467 Truk 1. 474 1474 913 913 1019 Angkot / mikrolet 1. 355 1. 355 859 859 813 Mobil pribadi 33. 523 33. 523 44. 660 44. 660 34. 625 Sepeda Mot or 151. 286 151. 286 119. 019 119. 019 123. 527 Sumber: BPS Kot a Semarang, 2013
1. 2. Perumusan Masalah
Jumlah kendaraan bermot or yang semakin meningkat di Kot a Semarang t ent unya akan mendukung meningkat nya polusi udara akibat emisi gas buang kendaraan di ruas-ruas j alan. Hubungan ant ara emisi gas buang kendaraan di ruas j alan dan volume lalu lint as merupakan hal yang menarik unt uk dit elit i.
1. 3. Tuj uan Penelit ian Tuj uan penelit ian ini adalah :
1. Menget ahui volume lalu lint as di ruas j alan Maj apahit Semarang
2. Menget ahui emisi gas buang kendaraan di ruas Jalan Maj apahit yang direpresent asikan sebagai kadar CO dan PM 10 ambien.
1. 4. Bat asan Masalah
Karena luasnya lingkup permasalahan, ket erbat asan wakt u, ket erbat asan biaya dan ket erbat asan kemampuan maka dilakukan pembat asan-pembat asan pada penelit ian ini yait u sebagai berikut :
a. Wilayah St udi adalah Kot a Semarang
c. Model Kualit as Udara ambien yang dipilih adalah kadar CO dan PM10 (part ikel debu), hal ini dipilih karena merupakan emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan yang cukup besar dan berbahaya.
d. Variabel yang mempengaruhi kualit as udara yang akan dit elit i adalah volume lalu lint as. Pemilihan variabel ini didasarkan pada kondisi Kot a Semarang yang semakin lama volume kendaraan semakin meningkat . e. Penelit ian ini t idak membahas t ent ang penyebaran polut an di udara.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2. 1. Polusi Udara dan Kendaraan Bermot or
Polusi udara menurut Aden (1996) adalah gas yang merupakan gabungan ant ara asap kot or dan bau yang t idak sedap, dan banyak diant aranya merupakan sumbangan dari emisi gas buang kendaraan bermot or. Sedangkan menurut Hariyadi (2001) yang dimaksud dengan polusi udara at au pencemaran udara adalah masuknya at au dimasukkannya zat , energi at au komponen lain ke udara dan at au berubahnya t at anan udara karena kegiat an manusia oleh proses alam sehingga kualit as udara t urun sampai t ingkat t ert ent u yang menyebabkan udara menj adi berkurang f ungsinya at au t idak sesuai unt uk perunt ukkannya, salah sat u sumbernya adalah sumber bergerak yait u kendaraan bermot or. Emisi gas buang adalah pemancaran at au pelepasan gas yang berasal dari pembakaran pada kendaraan bermot or yang menggunakan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi ( bensin dan solar) ke lingkungan udara melalui knalpot kendaraan bermot or. Jenis zat -zat yang dihasilkan oleh emisi gas buang kendaraan adalah :
a. CO (Carbon Monoksida)
Carbon XY Haemoglobin. Kadar zat ini dalam darah akan memberikan pengaruh pada kesehat an manusia (Malkhamah, 2001). Sedangkan menurut Cohn dan Mc Voy (1982) kekuat an CO mengikat haemoglobin 200 kali dari kekuat an Oksigen(O2) mengikat haemoglobin, dan zat yang t erbent uk akibat ikat an t ersebut yait u Carbon XY Haemoglobin t ernyat a lebih st abil dibandingkan dengan zat hasil ikat an ant ara O2 dengan haemoglobin (Oxyhaemoglobin) sehingga adanya CO yang t erhirup akan mengganggu ikat an Oxyhaemoglobin yang berakibat ikat an yang t idak st abil akan pecah dan haemoglobin akan berikat an dengan CO. Akibat yang dit imbulkan oleh kadar Carbon XY haemoglobin dalam darah adalah pengurangan daya penglihat an dan kesadaran, perubahan irama det ak j ant ung dan apabila t erlalu banyak dapat menimbulkan kemat ian. Pengaruh CO di dalam darah pada Tabel 2. 1 yait u :
Tabel 2. 1. Pengaruh kadar CO Kadar Pengaruh
5 – 10 % Pengurangan daya pengelihat an
10 – 30 % Sakit kepala dan berkurang kinerj a saat Olah raga 30 – 60 % Tidak sadarkan diri
> 60 % Kemat ian (Sumber : Malkhamah, 2001)
Secara khusus unt uk penderit a penyakit hat i dan j ant ung apabila kadarnya 2, 5 % – 3 % dapat menimbulkan serangan j ant ung at au penyakit hat i menj adi kambuh dan apabila kadar 10 % dalam darah ibu hamil dapat mempengaruhi bayi dalam kandungan.
b.Part ikel debu (PM10)
Menurut penelit ian Sarwidi (2001) dalam KR (2001) part ikel debu dan asap hit am dapat merusak paru-paru dan menyerang mat a karena part ikel yang t erhirup t idak dapat dibuang sehingga menempel pada hidung dan paru-paru. Part ikel debu ini j uga akan menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan sepert i inf erksi saluran napas (Bappedal Jat eng, 2003).
Tabel 2. 2. Baku Mut u Kualit as Udara Ambien Propinsi Jawa Tengah No. Paramet er Sat uan Baku Mut u
1. Sulf ur Dioksida (SO2) g/ Nm3 365 2. Float ing (PM10) g/ Nm3 150 3. Nit rogen Dioksida (NO2) g/ Nm3 150 4. Karbon Monoksida (CO) g/ Nm3 10 5. Ozon (O3) g/ Nm3 200 (Sumber Bappedal, 2003)
Fakt or-f akt or yang mempengaruhi polusi udara ant ara lain adalah volume lalu lint as, komposisi lalu lint as, kecepat an, j enis kendaraan, j enis bahan bakar, usia kendaraan, ukuran berat , j umlah berhent i dan berj alan, RPM dan gradien j alan (Malkhamah 2001). Variabel- variabel di at as dapat disederhanakan dalam bent uk model persamaan yait u sebagai berikut di bawah ini :
PU : f (VLL, KLL, KK, JK, JBBM, UK, UB, JBB, RPM, GJ)…………(2. 1) Dengan :
PU : Polusi Udara
VLL : Volume Kendaraan KLL : Komposisi Lalu lint as KK : Kecepat an Kendaraan JK : Jenis Kendaraan JBBM : Jenis Bahan Bakar UK : Usia Kendaraan
UB : Ukuran Berat Kendaraan JBB : Jumlah Berhent i dan Berj alan RPM : Put aran Mesin
GJ : Gradien Jalan.
Berbagai model dit emukan secara empiris unt uk menget ahui hubungan volume lalu lint as dan polusi udara ant ara lain yang dikemukan oleh Hobbs (1979) yang t erangkum dalam Tabel 2. 3 dan Rukt iningsih (2003) pada Tabel 2. 4 di bawah ini,
Tabel 2. 3 Model Regresi Polusi Udara (Hobbs, 1979) Jenis Polut an Rumus Regresi Ket erangan Konsent rasi CO (C)
Tabel 2. 4 Model Regresi Polusi Udara (Rukt iningsih, 2003) Jenis Polut an Rumus Regresi Ket erangan
Set iap j enis kendaraan mempunyai karakt erisik pergerakan yang berbeda, karena dimensi, kecepat an, percepat an maupun kemampuan manuver masing-masing t ipe kendaraan berbeda sert a berpengaruh t erhadap geomet rik j alan, oleh karena it u digunakan suat u sat uan unt uk perencanaan lalu lint as yait u Sat uan Mobil Penumpang (SMP) (BSLLAK, 1999). yang dapat dilihat pada Tabel 2. 5 di bawah ini,
Tabel 2. 5 Sat uan Mobil Penumpang (SMP) Berbagai Kendaraan Jenis Kendaraan SMP di Ruas Jalan Mobil Penumpang 1, 0
Kendaraan roda t iga 1, 0 Sepeda Mot or 0, 33 Truk Ringan (<5 t on) 1, 5 Truk Sedang (5 – 10 t on) 1, 0 Truk Besar (>10 t on) 2, 5 Mikrobis 1, 8 Bis Besar 2, 0 (Sumber : BSLLAK, 1999).
Selain volume lalu lint as, unt uk menget ahui kondisi j alan perlu diket ahui kapasit as j alan dalam melayani arus lalu lint as. Kinerj a lalu lint as at au indikat or kemampuan j alan dalam melayani arus lalu lint as adalah VCR (Vol ume Capaci t y Rat i o) yait u perbandingan ant ara Volume Lalu Lint as suat u ruas j alan dibagi dengan Kapasit as j alan. Adapun Kapasit as j alan beberapa j alan di Kot a Semarang adalah sebagai berikut di bawah ini,
Tabel 2. 6. Kapasit as Jalan Kot a Semarang
No. Nama Jalan Kot a Kapasit as (SMP/ j am) 1. Jl. Kaligawe 5750. 16
9. Jl. MH Thamrin 5337. 70 10. Jl. Mgr. Soegij opranot o 8525. 09 11. Jl. Vet eran 3331. 17 12. Jl. Dr. Cipt o 5568. 08 13. Jl. Raya Boj a 3046. 16 14. Jl. Pemuda 6635. 08 15. Jl. Kompol Maksum 4461. 60
(Sumber : DisHubKomInf o Kot a Semarang, 2009)
III. METODE PENELITIAN
3. 1. Lokasi dan Wakt u Penelit ian
Berdasarkan penelit ian sebelumnya (Rukt iningsih, 2003) lokasi penelit ian yang dipilih adalah Jalan Maj apahit . Dasar pemilihan lokasi adalah bahwa pada j alan- t ersebut mempunyai volume lalu lint as cukup besar dan merupakan koridor model mat emat is polusi udara di ruas j alan.
Wakt u penelit ian yang dipilih adalah pada hari kerj a yait u hari rabu dan kamis, j am yang dipilih adalah pagi hari j am 07. 30 sampai j am 9. 30 dan sore hari j am 14. 00-15. 30.
3. 2. Teknik Pengumpulan Dat a
Dat a yang dipergunakan dalam penelit ian ini adalah dat a sekunder yang diperoleh dari inst ansi t erkait yait u BPS Kot a Semarang, Dinas Perhubungan Kot a Semarang sedangkan dat a primer berupa dat a volume lalu lint as. Teknik pengambilan sampel (Teknik Sampling) yang dipergunakan adalah sampling probabilit as acak sederhana yait u semua elemen mempunyai kesempat an yang sama sebagai sampel (Hasan, 2002).
3. 3. Cara Pengumpulan Dat a di Lapangan
Cara pengumpulan dat a adalah dengan cara observasi t ak part isipan yait u observasi dengan cara pengamat berada di luar subyek yang dit elit i dan t idak ikut dalam kegiat an yang dilakukan oleh obyek yang dit elit i (Hasan, 2002) dan observasi berst rukt ur yait u pengamat dalam melaksanakan observasinya menggunakan pedoman pengamat an (Hasan, 2002).
3. 4. Peralat an Penelit ian
Unt uk memudahkan penelit ian dipergunakan alat -alat yait u : a. Formulir penelit ian dan alat t ulis
b. Clipboard unt uk alas menulis
c. Tr af f i c Count er unt uk menghit ung volume lalu lint as d. Jam unt uk menget ahui wakt u
e. Komput er unt uk kompilasi dan pengolahan dat a. 3. 5. Alur Penelit ian
Unt uk memperj elas j alannya penelit ian maka diagram alir penelit ian adalah sebagai berikut di bawah ini :
Gambar 3. 1. Bagan Alir Jalannya Penelit ian
Pengukuran di lapangan
Dat a Prim er
Analisa dan Pem bahasan Dat a
Selesai M ulai
Survey Pendahuluan
3. 6. Personil Pelaksana Pelaksana Penelit ian adalah :
Ket ua Penelit i : Rudat in Rukt iningsih Anggot a (surveyor) : 11 Mahasiswa Teknik Sipil
IV. Hasil Penelit ian dan Pembahasan 4. 1. Hasil dan Analisis Dat a Lalu Lint as
Survey dilakukan pada t anggal 16 April 2014 dan 17 April 2014 yait u pada pagi hari yait u j am 08. 00 – 11. 00 dan sore hari yait u pada j am 13. 00 – 16. 00. Pert imbangan wakt u yang dipilih adalah bahwa pada wakt u t ersebut adalah wakt u peak season (wakt u sibuk) pagi dan sore hari.
Kendaraan yang dihit ung adalah mobil penumpang, sepeda mot or, bis dan t ruk, adapun hasil penelit ian adalah sebagai berikut ,
Tabel 4. 1. Jumlah kendaraan dan Volume kendaraan berdasarkan j enisnya pada survey hari I (16 April 2014)
No. Jenis Kendaraan 08. 00 – 11. 00 13. 00-16. 00
Jumlah Volume Jumlah Volume 1. Mobil Penumpang 4198 4198 4182 4182 2. Mot or 17538 5787. 54 11636 3839. 88 3. Truk Ringan 114 171 130 195 4. Truk Sedang 104 104 142 142 5. Truk Besar 96 240 82 205 6. Mikrobus 40 72 46 82. 8 7. Bus Besar 28 56 36 72
Jumlah Tot al 10628. 54 8718, 68 Jumlah kendaraan
dengan BBM bensin
9985. 54 8021. 88
(Sumber : Hasil Survey Liem dkk yang dianalisis, 2014)
Tabel 4. 2. Jumlah kendaraan dan Volume kendaraan berdasarkan j enisnya pada survey hari II (17 April 2014)
No. Jenis Kendaraan 08. 00 – 11. 00 13. 00-16. 00
3. Truk Ringan 170 255 130 195
(Sumber : Hasil Survey Liem dkk yang dianalisis, 2014)
Tabel 4. 3. Volume Lalu Lint as 3 menit an survey hari I dan II (16 – 17 April 2014) (Sumber : Hasil Survey Liem dkk yang dianalisis, 2014)
Tabel 4. 4. VCR Jalan Maj apahit (Jalan Brigj end. Sudiart o) (16-17 April 2014)
Hasil survey lalu lint as menunj ukkan bahwa VCR Jalan Maj apahit at au Jalan Brigj end. Sudiart o rat a rat a adalah 0. 437 pada hari Rabu t anggal 16 April 2014 ant ara j am 08. 00 – 11. 00 dan 0. 359 pada periode j am 13. 00 – 16. 00. Sedangkan pada hari kamis t anggal 17 April 2014 VCR t erukur sebesar 0, 424 pada pagi hari dan 0, 358 pada sore hari. Nilai VCR t ersebut menunj ukkan bahwa pelayanan j alan Maj apahit t ersebut masih mencukupi unt uk lalu lint as yang melalui j alan t ersebut pada periode wakt u pant auan hal ini t erbukt i dengan VCR yang kurang dari 0. 75 (MKJI, 1997).
4. 2. Analisis Lalu Lint as dan Kualit as Udara Ambien
Dat a lalu lint as diat as dianalisis dengan rumus kualit as udara ambien yait u model Hobbs (1979) dan Rukt iningsih (2003). Unt uk model Hobbs(1979) dat a volume lalu lint as yang dibut uhkan adalah selama 3 j am dan kualit as udara ambien yang diperoleh dari rumus t ersebut meliput i Konsent rasi CO, Nox dan Asap (S). Sedangkan model yang dikembangkan Rukt iningsih (2003) adalah hubungan ant ara volume lalu lint as dan konsent rasi CO dan PM10.
Hubungan ant ara volume lalu lint as dan kualit as udara ambien dari kedua model adalah sebagai berikut di bawah ini,
Berdasarkan model yang dipublikasikan Hobbs (1979), t ernyat a konsent rasi CO di Jl. Maj apahit pada saat survey 2 hari periode 08. 00 – 11. 00 adalah rat a-rat a 6. 344 ppm dan pada periode 13. 00 – 16. 00 adalah rat a-rat a 5. 574. Sedangkan Konsent rasi Nox rat a-rat a -77. 265 mikrogram/ m3 periode pagi dan -56. 368 mikrogram/ m3 pada periode sore. Sedangkan Asap akibat kendaraan bermot or t erdet eksi 225. 716 mikrogram/ m3 pada pagi hari dan 186. 316 mikrogram/ m3 pada siang sampai sore hari. Berdasarkan model yang dikembangkan oleh Rukt iningsih (2003), perhit ungan konsent rasi CO dan PM10 adalah sebagai berikut pada t abel di bawah ini,
4 174. 85 124. 4228 164. 95 122. 7596 161. 08 122. 10944 154. 39 120. 98552 5 200. 67 128. 76056 153. 78 120. 88304 159. 66 121. 87088 148. 85 120. 0548 6 160. 3 121. 9784 141. 07 118. 74776 162. 18 122. 29424 151. 37 120. 47816 7 181. 13 125. 47784 129. 48 116. 80064 156. 07 121. 26776 142. 34 118. 96112 8 178. 36 125. 01248 129. 71 116. 83928 142. 96 119. 06528 145. 47 119. 48696 9 167. 92 123. 25856 133. 17 117. 42056 156. 9 121. 4072 153. 77 120. 88136 10 168. 13 123. 29384 153. 8 120. 8864 156. 61 121. 35848 130. 39 116. 95352 11 177. 1 124. 8008 158. 55 121. 6844 204. 74 129. 44432 156. 72 121. 37696 12 151. 24 120. 45632 169. 62 123. 54416 204. 35 129. 3788 172. 18 123. 97424 13 176. 29 124. 66472 147. 84 119. 88512 175. 95 124. 6076 161. 5 122. 18 14 192. 87 127. 45016 126 116. 216 126. 47 116. 29496 156. 01 121. 25768 15 188. 49 126. 71432 123. 91 115. 86488 168. 7 123. 3896 115. 48 114. 44864 16 191. 32 127. 18976 135. 87 117. 87416 165. 99 122. 93432 118. 48 114. 95264 17 170. 35 123. 6668 123. 91 115. 86488 173. 93 124. 26824 118. 7 114. 9896 18 158. 18 121. 62224 147. 25 119. 786 171. 55 123. 8684 139. 53 118. 48904 19 144. 81 119. 37608 153. 05 120. 7604 164. 71 122. 71928 147. 55 119. 8364 20 179. 22 125. 15696 160. 62 122. 03216 178. 39 125. 01752 149. 16 120. 10688
3499. 92 683. 03456 2872. 64 577. 65152 3398. 08 665. 92544 2863. 88 576. 17984 (Sumber : Hasil Analisis, 2014)
Berdasarkan model yang dikembangkan oleh Rukt iningsih (2003) menunj ukkan bahwa konsent rasi CO di Ruas Jalan Maj apahit selama periode 3 menit adalah rat a-rat a 7. 7 pada pagi hari dan 6. 8 pada siang hari sedangkan Konsent rasi PM10 berkisar 125. 25 mikrogram/ m3 pada pagi hari dan 117. 8 mikrogram/ m3 pada siang hari.
4. 3. Pembahasan
Berdasarkan analisis dat a menggunakan model yang dikembangkan oleh Hobbs (1979) dan Rukt iningsih (2003) maka t ernyat a kadar CO ant ara 2 model t ersebut adalah hampir sama yait u berkisar ant ara 5. 5 – 8 ppm, sedangkan part ikel asap hanya dimiliki oleh model Hobbs (1979) dan PM10 t erdapat pada model Rukt iningsih.
Berdasarkan Baku Mut u yang ada di Jawa Tengah t ernyat a kualit as udara ambien yang disyarat kan adalah ant ara lain Kadar CO dan Kadar PM10. Sehingga model yang digunakan adalah model Rukt iningsih (2003).
demikian pula dengan kadar PM10 masih berada di bawah ambang yait u 150. Namun j ika kondisi dibiarkan maka lama kelamaan ambang bat as akan t erlampaui.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan cara t raf f ic rest rain yait u pengurangan penggunaan kendaraan bermot or pribadi sehingga kualit as udara ambien dapat t erj aga lebih baik. Unt uk mengat asi sulit nya pergerakan t ent unya angkut an umum merupakan pilihan yang paling t epat maksudnya pembat asan penggunaan kendaraan bermot or pribadi harus diikut i dengan perbaikan kondisi angkut an umum sehingga dapat dij amin keamanan, keselamat an, ket erj angkauan dan kepast iannya. Unt uk mewuj udkan hal t ersebut diat as peran pemerint ah sangat lah pent ing mengingat UU no. 22 Tahun 2009 t ent ang Lalu Lint as Angkut an Jalan mengamanahkan bahwa Pemerint ah harus menyediakan angkut an umum bagi masyarakat .
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab t erdahulu, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut ,
1. Kondisi Jalan Maj apahit at au Jalan Brigj end Sudiart o masih mampu menampung volume lalu lint as yang melalui t erbukt i dari VCR yang merupakan indikat or kinerj a lalu lint as menunj ukkan angka 0, 437.
2. Kualit as udara ambien yang didekat i adalah CO dan PM10
3. Konsent rasi CO di Ruas Jalan Maj apahit berkisar ant ara 5. 5-8 ppm berdasarkan pendekat an dengan model Hobbs (1979)dan Model Rukt iningsih (2003) t ernyat a masih berada di bawah ambang bat as di Jawa Tengah (10) 4. Konsent rasi PM10 berdasarkan pendekat an model Rukt iningsih (2003)
berkisar ant ara 117 – 126 mikrogram/ m3 dan t ernyat a masih berada di bawah ambang bat as di Jawa Tengah yang sebesar 150 mikrogram/ m3. 5. Kondisi Jalan Maj apahit j ika dibiarkan saj a t anpa t indakan konkrit t erut ama
6. Traf f ic Rest rain yang disert ai dengan perbaikan angkut an umum t ent unya akan menolong kondisi t ersebut karena mampu mengurangi penggunaan kendaraan bermot or pribadi.
7. Peran Pemerint ah dalam program t ersebut sangat diperlukan karena sesuai amanat UU lalu lint as yait u UU no. 22 Tahun 2009 bahwa Pemerint ah harus menyediakan angkut an umum sebagai upaya mengurangi penggunaan kendaraan bermot or pribadi.
5. 2. Saran
1. Perlu dilakukan penelit ian yang lebih int ensif t erut ama unt uk Ruas Jalan Maj apahit sehingga diperoleh gambaran yang lebih mendekat i kenyat aan 2. Perlu dilakukan penelit ian lanj ut an unt uk pengembangan model kualit as
DAFTAR PUSTAKA
Aden Set iabudi Thomas; 1996; Dampak Transport asi Terhadap Lingkungan; Maj alah Teknik Jalan dan Transport asi No. 087 Juni, Dit j en Bina Marga, Jakart a
Alhusin, Syahri ; 2001; Aplikasi St at ist ik Prakt is dengan SPSS 9; P. T. Elex Media Comput indo; Jakart a
Anonim; 2000; Pengembangan dan pemanfaat an Energi Akhir sert a Sisi Permint aan Energi, Agenda Sekt oral Energi 2000; Jakart a
Anonim; 2001;OZON maj alah bulanan lingkungan hidup; Vol. 2 no. 9 Juni ; Jakart a
BSLLAK; 1998; Sist em Transport asi Kot a Cet akan Pert ama ; Direkt orat BSLLAK; Jakart a
BPS Kot a Semarang; 2013; Kot a Semarang dalam Angka 2012; BPS Kot a Semarang Cohn F Louis, Mc. Voy R Gary; 1982; Enviroment al Analysis of Transport Syst em;
John Wiley and Son , Inc. ; Canada.
Hobbs F. D; 1979;Traffic Planning and Engineering Second Edit ion; Pergamon Press; Brit ish
Hobbs FD, Tot omiharj o S, Waldij ono; 1995; Perencanaan dan Teknik Lalu Lint as Edisi kedua; Gadj ah Mada Universit y; Yogyakart a.
Liem Krisna MT, dkk ; 2014 ; Pengaruh Volume Lalu Lint as Terhadap Perubahan Iklim Kot a Semarang ; Tugas Mat a Kuliah Rekayasa Lingkungan ; Prodi Teknik Sipil Unika Soegij apranat a Semarang.
Malkhamah, S; 2001; Perencanaan Lingkungan Transport asi (bahan kuliah); MSTT – UGM; Yogyakart a
Rukt iningsih, R ; 2003; Model Mat emat is Hubungan kadar CO dan PM10 t erhadap Volume dan kecepat an Lalu Lint as Pada Ruas Jalan Kot a Semarang (St udi Kasus : Ruas Karang Ayu-Penggaron) ; Laporan Hasil Penelit ian dan Dinas P dan K Propinsi Jawa Tengah ; Semarang
Rukt iningsih, R, dkk ; 2013 ; Penyelenggaraan Lalu Lint as Angkut an Jalan Kot a Semarang ; Naskah Akademik Raperda Kot a Semarang ; Kot a Semarang