DAFTAR PERTANYAAN
Pertanyaan-pertanyaan berikut berasal dari partisipasi audience yang menyimak pemaparan persentasi kami tanggal 3 Mei 2013. Partisipasi audience pada sesi pertanyaan kami nilai sangat baik, terbukti dengan antusias bertanya yang mereka tunjukkan. Dalam sesi pertanyaan ini, kami membuka tiga term/sesi pertanyaan yang masing-masing berisi tiga pertanyaan. Aturan main pertanyaan adalah, masing-masing penanya menanyakan maksimal dua pertanyaan. Ketika pemateri menjawab pertanyaan, maka tidak boleh ada pertanyaan baru yang lahir kecuali penambahan atas ketidakjelasan jawaban dari pemateri.
Berikut penulis lampirkan daftar pertanyaan yang diperoleh, adalah sebagai berikut: Pertanyaan Term Satu
1. Winda Dwiastuti Herman
Aspek apakah yang mendukung pemikiran Plato bahwa dia lebih menyukai bentuk pemerintahan aristrokasi disbanding demokrasi?
Jawab:
Plato pada dasarnya, adalah sosok yang memiliki idealism yang tinggi. Kami catat ada tiga hal yang mempengaruhi hal tersebut.
1. Plato adalah seseorang yang lahir dari keluarga Aristrokat. Hal ini dirasa wajar karena biasanya factor keluarga adalah factor yang paling kuat dan utama dalam pembentukan karakter dan pola pikir seseorang;
2. Walaupun berasal dari Athena yang menganut sistem demokrasi, namun Plato memandang sinis sistem demokrasi yang dianut oleh Negara kota asalnya tersebut. Sebab, menurutnya salah satu penyebab kekalahan Athena atas Sparta adalah sistem demokrasi yang lemah dan disintegrasi serta tidak stabil. Berbanding terbalik dengan sistem Aristrokat militeristik yang dianut oleh Sparta dan dianggap lebih baik oleh Plato karena memiliki integritas dan kesolidan yang tinggi;
3. Kematian gurunya, Socrates yang dihukum mati dalam pemerintahan Demokrasi
Apakah dunia Barat secara tegas meniru filsuf Romawi-Yunani? Jelaskan menurut pendapat Anda!
Jawab:
Menurut pendapat kami, kontribusi besar telah diwariskan oleh filsuf Romawi-Yunani untuk para pemikir Barat, dapat dibuktikan dengan berbagai kesamaan pandangan hidup mereka (way of life) secara umum. Namun, kontribusi tersebut tidak ditelan mentah-mentah oleh pemikir Barat. Mereka menyesuaikan pemikiran filsuf Romawi-Yunani dengan keadaan di zamannya. Penyesuaian tersebut dilakukan agar pemikiran filsuf klasik bisa bermanfaat untuk masyarakat di Eropa Abad Pertengahan pada umumnya. Penyesuaian dilakukan, utamanya karena kondisi sosial politik yang berbeda antara kedua zaman ini.
3. Dyan Novita Yasha
Pertanyaan Term Dua 1. Melyansyah
a. Apakah kontribusi dan perbedaan dari masing-masing pemikir di zaman Yunani-Romawi dengan pemikir Barat?
b. Mengapa Monarki dikatakan Aristoteles sebagai bentuk pemerintah yang paling baik, sedangkan menurut banyak sumber mengatakan bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang paling baik?
Jawab:
sesuai dengan kehendak mereka, yaitu tanpa tekanan dan tindasan. Selain itu, teori imperium merupakan salah satu warisan penting dari Yunani-Romawi terhadap Barat di bidang politik. Teori ini yang mengakari lahirnya kontrak sosial.
- Walaupun kontribusi besar telah cukup banyak ditularkan oleh bangsa Romawi, namun perbedaan antara pemikiran dari keduanya tetap ada. Hal ini dikarenakan factor kondisi lingkungan yang berbeda. Perbedaan tersebut antara lain di bidang pembentukan suatu Negara, konsep hak milik, dan lain-lain.
b. Monarki memang dikatakan Aristoteles sebagai bentuk Negara yang terbaik. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa monarki diperintah oleh seoarang filsuf, sebagai orang yang pintar, arif dan bijaksana (politicos). Seorang filsuf diyakini sebagai manusia sempurna yang tidak mungkin menyelewengkan kekuasaan dan kewenangannya. Kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat. Tapi Aristoteles menyadari sistem monarki nyaris tak mungkin ada dalam realitas, ia hanya gagasan yang lahir bersifat normative yang sangat sukar diwujudkan dalam dunia emperis. Oleh karena itu demokrasi adalah, menurut Aristoteles, dari tiga bentuk negara itu yang bisa diwujudkan dalam kenyataan, dan sistem demokrasi ini lah yang disebarluaskan sebagai bentuk Negara yang terbaik karena semua keputusan bersumber dari rakyat. 2. Vico Bagja Lukito
Plato adalah filsuf yang hidup di Athena yang menganut sistem demokrasi.
a. Bagaimana menurut Anda mengenai pemikiran Plato yang lebih menyukai sistem otoriter oleh Sparta sedangkan dia hidup di Athena?
b. Bagaimana bisa di dalam suatu Negara terdapat dua bentuk sistem pemerintahan? Jawab:
a. Kami rasa hal tersebut adalah wajar. Ketika seseorang lebih mengagumi milik orang lain daripada milik sendiri adalah sebuah bentuk kepedulian terhadap kedua hal yang berbeda. Rasa suka atau rasa benci adalah hasil dari kajian seseorang terhadap sesuatu. Plato mengkaji bentuk demokrasi yang dianut oleh Athena dan dia merasa banyak kekuarangan dari demokrasi. Sedangkan sistem otoriter oleh Sparta menurutnya adalah yang terbaik.
buah Negara. Jadi wajar jika kedua Negara kota itu menganut bentuk pemerintahan yang berbeda.
3. Dian Risnawati
Apakah perbedaan dari setiap bentuk pemikiran hokum Barat yaitu Ius Civile, Ius Gentium, dan Ius Naturale?
Jawab:
Jelas ada perbedaan antar ketiga bentuk pemikiran tersebut. Perbedaannya bisa dilihat dari masing-masing definisi yang sudah kami paparkan pada makalah.
Ius Civile adalah hukum sipil yang secara khusus diberlakukan untuk kalangan sipil dan warga Negara Romawi, bukan warga Negara lain. Kedua, Ius Gentium yaitu hukum yang diberlakukan untuk semua orang, terlepas apapun kewarganegaraannya. Ius Naturale adalah prinsip filsafat hukum yang menganggap keadilan dan kebenaran selamanya sesuai dengan tuntutan rasional dan hakikat alam.
Pertanyaan Term Tiga 1. Juanda
a. Menagap sistem Monarki dikatakan sebagai sistem yang tidak realistis menurut Aristoteles?
b. Bagaimana dan atas dasar apa Aristoteles menyimpulkan demokrasi sebagai bentuk pemenrintahan alternative dari monarki?
Jawab:
ditemukan. Hal ini yang menyebabkan Aristoteles memberi pemahaman mengenai bentuk demokrasi yang menurutnya lebih baik dan realistis untuk diterapkan.
b. Mengenai dasar apa yang membuat Aristoteles memiliki kesimpulan tersebut, kami tidak memasukkannya dalam pemabahasan dikarenakan pembatasan tinjauan keilmuan. Namun, kami mencoba untuk melihat dari sisi historis. Menurut beberapa sumber yang kami baca, ada tiga bentuk pemerintahan pada masa Aristoteles yang terbesar, yakni Monarki, Aristokarsi, dan Demokrasi. Monarki memang bentuk pemerintahan terbaik namun sulit diterapkan dalam realitas. Aristokrasi, kita tahu bentuk ini merupakan sistem pemerintahan otoriter yang tidak memperkenankan rakyat ikut campur di dalam kepemerintahan. Dan demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang segala bentuk pemerintahan, kebijakan, dan peraturannya bersumber dari rakyat yang nanti akan dikembalikan oleh rakyat. Berdasarkan kajian historis di atas, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintahan terbaik (sebagai alternative dari monarki yang tidak realistis) karena suara rakyat adalah suara Negara.
2. Aulia Kartika A
Mengapa konstitusi begitu penting dalam pemisahan kekuasaan menurut Montesquie? Jawab:
Konstitusi penting dalam mengatur batasan-batasan kekuasaan dan kewenangan antara pilar suprastruktur politik, begitupun pembagiannya harus diatur dengan tegas dalam Undang-Undang yang berlaku di setiap Negara. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekuasaan absolute.
3. Wahyu Novarianto
Apakah spesifikasi perbedaan golongan antara aristokrasi dan demokrasi? Jawab: