• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Pasca Kemerdekaan (.ppt)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarah Pasca Kemerdekaan (.ppt)"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan

Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil

Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil

keputusan, mengesahkan dan menetapkan

keputusan, mengesahkan dan menetapkan

Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik

Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik

Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai

Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai

UUD 45

UUD 45

.

.

Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara

Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara

Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI)

Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI)

dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan

dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan

sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat

sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat

(MPR) yang akan dibentuk kemudian.

(MPR) yang akan dibentuk kemudian.

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul

dari Otto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI

dari Otto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI

sebagai presiden dan wakil presiden Republik

sebagai presiden dan wakil presiden Republik

Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden

Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden

akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

(3)

Pada

Pada

29

29

Agustus

Agustus

1945

1945

kelompok tersebut melantik

kelompok tersebut melantik

Soekarno sebagai Presiden dan

Soekarno sebagai Presiden dan

Mohammad

Mohammad

Hatta

Hatta

sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan

sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan

konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya.

konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya.

Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat

Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat

(KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu

(KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu

dapat dilaksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan

dapat dilaksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan

pemerintahan baru pada

pemerintahan baru pada

31

31

Agustus

Agustus

dan

dan

menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8

menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8

provinsi:

provinsi:

Sumatra

Sumatra

,

,

Kalimantan

Kalimantan

(termasuk wilayah

(termasuk wilayah

Sabah, Sarawak dan Brunei),

Sabah, Sarawak dan Brunei),

Jawa

Jawa

Barat

Barat

,

,

Jawa

Jawa

Tengah

Tengah

,

,

Jawa

Jawa

Timur

Timur

,

,

Sulawesi

Sulawesi

,

,

Maluku

Maluku

(termasuk

(termasuk

Maluku

(4)

Era 1945-1949

Era 1945-1949

Indonesia: Era 1945-1949

Indonesia: Era 1945-1949

dimulai dengan masuknya

dimulai dengan masuknya

Sekutu

Sekutu

diboncengi oleh

diboncengi oleh

Belanda

Belanda

(

(

NICA

NICA

) ke berbagai

) ke berbagai

wilayah Indonesia setelah kekalahan

wilayah Indonesia setelah kekalahan

Jepang

Jepang

, dan

, dan

diakhiri dengan

diakhiri dengan

Pengakuan

Pengakuan

kemerdekaan

kemerdekaan

Indonesia

Indonesia

oleh

oleh

Belanda

Belanda

pada tanggal

pada tanggal

27

27

Desember

Desember

1949

1949

.

.

Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah pada masa

Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah pada masa

itu, pergantian berbagai posisi kabinet,

itu, pergantian berbagai posisi kabinet,

Aksi

Aksi

Polisionil

Polisionil

oleh

oleh

Belanda

Belanda

, berbagai perundingan, dan

, berbagai perundingan, dan

peristiwa-peristiwa sejarah lainnya.

(5)

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

 Sesuai dengan Sesuai dengan perjanjianperjanjian WinaWina pada tahun pada tahun 19421942, bahwa , bahwa negara-negaranegara-negara

sekutu

sekutu bersepakat untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini bersepakat untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini diduduki

diduduki JepangJepang pada pemilik koloninya masing-masing bila Jepang pada pemilik koloninya masing-masing bila Jepang berhasil diusir dari daerah pendudukannya.

berhasil diusir dari daerah pendudukannya.

 Menjelang akhir Menjelang akhir perangperang, tahun , tahun 19451945, sebagian wilayah , sebagian wilayah IndonesiaIndonesia telah telah

dikuasai oleh tentara

dikuasai oleh tentara SekutuSekutu. Satuan tentara . Satuan tentara AustraliaAustralia telah mendaratkan telah mendaratkan pasukannya di

pasukannya di MakasarMakasar dan dan BanjarmasinBanjarmasin, sedangkan , sedangkan BalikpapanBalikpapan telah telah diduduki oleh

diduduki oleh AustraliaAustralia sebelum sebelum JepangJepang menyatakan menyerah kalah. menyatakan menyerah kalah. Sementara

Sementara PulauPulau MorotaiMorotai dan dan IrianIrian BaratBarat bersama-sama dikuasai oleh bersama-sama dikuasai oleh satuan tentara

satuan tentara AustraliaAustralia dan dan AmerikaAmerika SerikatSerikat di bawah pimpinan Jenderal di bawah pimpinan Jenderal Douglas

Douglas MacArthurMacArthur, Panglima Komando Kawasan Asia Barat Daya (, Panglima Komando Kawasan Asia Barat Daya (South South West Pacific Area Command/SWPAC

West Pacific Area Command/SWPAC).).

 Setelah perang usai, tentara Setelah perang usai, tentara AustraliaAustralia bertanggung jawab terhadap bertanggung jawab terhadap

Kalimantan

Kalimantan dan Indonesia bagian Timur, dan Indonesia bagian Timur, AmerikaAmerika SerikatSerikat menguasai menguasai Filipina

Filipina dan tentara dan tentara InggrisInggris dalam bentuk komando dalam bentuk komando SEACSEAC ( (South East Asia South East Asia Command

Command) bertanggung jawab atas ) bertanggung jawab atas IndiaIndia, , BurmaBurma, , SrilankaSrilanka, , MalayaMalaya, , Sumatra

Sumatra, , JawaJawa dan Indocina. SEAC dengan Panglima dan Indocina. SEAC dengan Panglima Lord MountbattenLord Mountbatten sebagai Komando Tertinggi Sekutu di

sebagai Komando Tertinggi Sekutu di Asia Asia TenggaraTenggara bertugas melucuti bertugas melucuti bala tentera

bala tentera JepangJepang dan mengurus pengembalian tawanan perang dan dan mengurus pengembalian tawanan perang dan tawanan warga sipil sekutu (

tawanan warga sipil sekutu (Recovered Allied Prisoners of War and Recovered Allied Prisoners of War and Internees/RAPWI

Internees/RAPWI).).

1945: Kembalinya Belanda bersama Sekutu

(6)

1945: Mendaratnya Belanda diwakili NICA 1945: Mendaratnya Belanda diwakili NICA

Berdasarkan

Berdasarkan

Civil Affairs Agreement

Civil Affairs Agreement

, pada

, pada

23

23

Agustus

Agustus

1945

1945

Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang, Aceh.

Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang, Aceh.

15 September

15 September

1945, tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di

1945, tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di

Jakarta

Jakarta

, dengan didampingi

, dengan didampingi

Dr. Charles van

Dr. Charles van

der

der

Plas

Plas

, wakil

, wakil

Belanda pada Pihak Sekutu di Perang Dunia II.

Belanda pada Pihak Sekutu di Perang Dunia II.

Kehadiran tentara Sekutu ini, diboncengi

Kehadiran tentara Sekutu ini, diboncengi

NICA

NICA

(Netherland

(Netherland

Indies Civil Administration - pemerintahan sipil Hindia

Indies Civil Administration - pemerintahan sipil Hindia

Belanda) yang dipimpin oleh

Belanda) yang dipimpin oleh

Dr. Hubertus J van

Dr. Hubertus J van

Mook

Mook

, ia

, ia

dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato

dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato

siaran radio

siaran radio

Ratu

Ratu

Wilhelmina

Wilhelmina

tahun

tahun

1942

1942

(

(

statkundige

statkundige

concepti

concepti

atau konsepsi kenegaraan), tetapi ia mengumumkan

atau konsepsi kenegaraan), tetapi ia mengumumkan

bahwa ia tidak akan berbicara dengan

bahwa ia tidak akan berbicara dengan

Soekarno

Soekarno

yang

yang

dianggapnya telah bekerja sama dengan

dianggapnya telah bekerja sama dengan

Jepang

Jepang

.

.

Pidato Ratu Wilhemina itu menegaskan bahwa di kemudian

Pidato Ratu Wilhemina itu menegaskan bahwa di kemudian

hari akan dibentuk sebuah persemakmuran yang di antara

hari akan dibentuk sebuah persemakmuran yang di antara

anggotanya ialah Kerajaan Belanda dan Hindia Belanda, di

anggotanya ialah Kerajaan Belanda dan Hindia Belanda, di

(7)

1945: Pertempuran melawan Sekutu dan NICA 1945: Pertempuran melawan Sekutu dan NICA

Terdapat berbagai pertempuran yang terjadi pada

Terdapat berbagai pertempuran yang terjadi pada

saat masuknya Sekutu dan

saat masuknya Sekutu dan

NICA

NICA

ke Indonesia,

ke Indonesia,

yang saat itu baru

yang saat itu baru

menyatakan

menyatakan

kemerdekaannya

kemerdekaannya

.

.

Pertempuran yang terjadi di antaranya adalah:

Pertempuran yang terjadi di antaranya adalah:

Peristiwa

Peristiwa

10 November

10 November

, di daerah

, di daerah

Surabaya

Surabaya

dan sekitarnya.

dan sekitarnya.

Palagan

Palagan

Ambarawa

Ambarawa

, di daerah

, di daerah

Ambarawa

Ambarawa

,

,

Semarang

Semarang

dan sekitarnya.

dan sekitarnya.

Perjuangan

Perjuangan

Gerilya

Gerilya

Jenderal

Jenderal

Soedirman

Soedirman

,

,

meliputi

meliputi

Jawa

Jawa

Tengah

Tengah

dan

dan

Jawa

Jawa

Timur

Timur

Bandung

Bandung

Lautan

Lautan

Api

Api

, di daerah

, di daerah

Bandung

Bandung

dan

dan

sekitarnya.

(8)

Karena situasi keamanan ibukota

Karena situasi keamanan ibukota

Jakarta

Jakarta

(Batavia

(

Batavia

saat itu) yang

saat itu) yang

makin memburuk, maka pada tanggal

makin memburuk, maka pada tanggal

4

4

Januari

Januari

1946

1946

, Soekarno

,

Soekarno

dan

dan

Hatta

Hatta

dengan menggunakan kereta api, pindah ke

dengan menggunakan kereta api, pindah ke

Yogyakarta

Yogyakarta

sekaligus pula memindahkan

sekaligus pula memindahkan

ibukota

ibukota

. Meninggalkan

. Meninggalkan

Sjahrir

Sjahrir

dan

dan

kelompok yang pro-negosiasi dengan

kelompok yang pro-negosiasi dengan

Belanda

Belanda

di

di

Jakarta

Jakarta

.

.

Pemindahan ke

Pemindahan ke

Yogyakarta

Yogyakarta

dilakukan dengan mengunakan

dilakukan dengan mengunakan

kereta api, yang disebut dengan singkatan KLB (Kereta Luar

kereta api, yang disebut dengan singkatan KLB (Kereta Luar

Biasa). Orang lantas berasumsi bahwa rangkaian kereta api yang

Biasa). Orang lantas berasumsi bahwa rangkaian kereta api yang

digunakan adalah rangkaian yang terdiri dari gerbong-gerbong

digunakan adalah rangkaian yang terdiri dari gerbong-gerbong

luar biasa. Padahal yang luar biasa adalah jadwal perjalanannya,

luar biasa. Padahal yang luar biasa adalah jadwal perjalanannya,

yang diselenggarakan di luar jadwal yang ada, karena kereta

yang diselenggarakan di luar jadwal yang ada, karena kereta

dengan perjalanan luar biasa ini, mengangkut Presiden beserta

dengan perjalanan luar biasa ini, mengangkut Presiden beserta

Wakil Presiden, dengan keluarga dan staf, gerbong-gerbongnya

Wakil Presiden, dengan keluarga dan staf, gerbong-gerbongnya

dipilihkan yang istimewa, yang disediakan oleh Djawatan Kereta

dipilihkan yang istimewa, yang disediakan oleh Djawatan Kereta

Api (DKA) untuk VVIP.

Api (DKA) untuk VVIP.

1946: Ibukota pindah ke Yogyakarta

(9)

1946: Perubahan sistem pemerintahan 1946: Perubahan sistem pemerintahan

Pernyataan

Pernyataan

van

van

Mook

Mook

untuk tidak berunding dengan

untuk tidak berunding dengan

Soekarno

Soekarno

adalah salah satu faktor yang memicu perubahan sistem

adalah salah satu faktor yang memicu perubahan sistem

pemerintahan dari

pemerintahan dari

presidensiil

presidensiil

menjadi

menjadi

parlementer

parlementer

. Gelagat

. Gelagat

ini sudah terbaca oleh pihak Republik Indonesia, karena itu

ini sudah terbaca oleh pihak Republik Indonesia, karena itu

sehari sebelum kedatangan

sehari sebelum kedatangan

Sekutu

Sekutu

, tanggal

, tanggal

14 November

14 November

1945

1945

,

,

Soekarno

Soekarno

sebagai kepala

sebagai kepala

pemerintahan

pemerintahan

republik

republik

diganti oleh

diganti oleh

Sutan

Sutan

Sjahrir

Sjahrir

yang seorang

yang seorang

sosialis

sosialis

dianggap sebagai figur

dianggap sebagai figur

yang tepat untuk dijadikan ujung tombak diplomatik,

yang tepat untuk dijadikan ujung tombak diplomatik,

bertepatan dengan naik daunnya partai sosialis di

bertepatan dengan naik daunnya partai sosialis di

Belanda

Belanda

.

.

Terjadinya perubahan besar dalam sistem pemerintahan

Terjadinya perubahan besar dalam sistem pemerintahan

Republik Indonesia (dari

Republik Indonesia (dari

sistem

sistem

Presidensiil

Presidensiil

menjadi

menjadi

sistem

sistem

Parlementer

Parlementer

) memungkinkan perundingan antara pihak RI dan

) memungkinkan perundingan antara pihak RI dan

Belanda. Dalam pandangan

Belanda. Dalam pandangan

Inggris

Inggris

dan Belanda

dan

Belanda

, Sutan

,

Sutan

Sjahrir

Sjahrir

dinilai sebagai seorang moderat, seorang intelek, dan seorang

dinilai sebagai seorang moderat, seorang intelek, dan seorang

(10)

Pihak Republik Indonesia memiliki alasan politis untuk mengubah

Pihak Republik Indonesia memiliki alasan politis untuk mengubah

sistem pemerintahan dari Presidensiil menjadi Parlementer, karena

sistem pemerintahan dari Presidensiil menjadi Parlementer, karena

seminggu sebelum perubahan pemerintahan itu,

seminggu sebelum perubahan pemerintahan itu,

Den Haag

Den Haag

mengumumkan dasar rencananya. Ir Soekarno menolak hal ini,

mengumumkan dasar rencananya. Ir Soekarno menolak hal ini,

sebaliknya

sebaliknya

Sjahrir

Sjahrir

mengumumkan pada tanggal

mengumumkan pada tanggal

4

4

Desember

Desember

1945

1945

bahwa pemerintahnya menerima tawaran ini dengan syarat

bahwa pemerintahnya menerima tawaran ini dengan syarat

pengakuan

pengakuan

Belanda

Belanda

atas Republik Indonesia.

atas Republik Indonesia.

Tanggal

Tanggal

10

10

Februari

Februari

1946

1946

, pemerintah Belanda membuat pernyataan

, pemerintah Belanda membuat pernyataan

memperinci tentang politiknya dan menawarkan mendiskusikannya

memperinci tentang politiknya dan menawarkan mendiskusikannya

dengan wakil-wakil Republik yang diberi kuasa. Tujuannya hendak

dengan wakil-wakil Republik yang diberi kuasa. Tujuannya hendak

mendirikan persemakmuran Indonesia, yang terdiri dari

mendirikan persemakmuran Indonesia, yang terdiri dari

daerah-daerah dengan bermacam-macam tingkat pemerintahan sendiri, dan

daerah dengan bermacam-macam tingkat pemerintahan sendiri, dan

untuk menciptakan warga negara Indonesia bagi semua orang yang

untuk menciptakan warga negara Indonesia bagi semua orang yang

dilahirkan di sana. Masalah dalam negeri akan dihadapi dengan

dilahirkan di sana. Masalah dalam negeri akan dihadapi dengan

suatu parlemen yang dipilih secara demokratis dan orang-orang

suatu parlemen yang dipilih secara demokratis dan orang-orang

Indonesia akan merupakan mayoritas. Kementerian akan

Indonesia akan merupakan mayoritas. Kementerian akan

disesuaikan dengan parlemen tetapi akan dikepalai oleh wakil

disesuaikan dengan parlemen tetapi akan dikepalai oleh wakil

kerajaan. Daerah-daerah yang bermacam-macam di Indonesia yang

kerajaan. Daerah-daerah yang bermacam-macam di Indonesia yang

dihubungkan bersama-sama dalam suatu susunan federasi dan

dihubungkan bersama-sama dalam suatu susunan federasi dan

persemakmuran akan menjadi rekan (

persemakmuran akan menjadi rekan (

partner

partner

) dalam Kerajaan

) dalam Kerajaan

Belanda, serta akan mendukung permohonan keanggotaan Indonesia

Belanda, serta akan mendukung permohonan keanggotaan Indonesia

dalam organisasi

(11)

Pada bulan April dan Mei

Pada bulan April dan Mei

1946

1946

, Sjahrir mengepalai delegasi

, Sjahrir mengepalai delegasi

kecil Indonesia yang pergi berunding dengan pemerintah

kecil Indonesia yang pergi berunding dengan pemerintah

Belanda di

Belanda di

Hoge

Hoge

Veluwe

Veluwe

. Lagi, ia menjelaskan bahwa titik

. Lagi, ia menjelaskan bahwa titik

tolak perundingan haruslah berupa pengakuan atas Republik

tolak perundingan haruslah berupa pengakuan atas Republik

sebagai negara berdaulat. Atas dasar itu Indonesia baru mau

sebagai negara berdaulat. Atas dasar itu Indonesia baru mau

berhubungan erat dengan Kerajaan Belanda dan akan bekerja

berhubungan erat dengan Kerajaan Belanda dan akan bekerja

sama dalam segala bidang. Karena itu Pemerintah Belanda

sama dalam segala bidang. Karena itu Pemerintah Belanda

menawarkan suatu kompromi yaitu: "

menawarkan suatu kompromi yaitu: "

mau mengakui Republik

mau mengakui Republik

sebagai salah satu unit negara federasi yang akan dibentuk

sebagai salah satu unit negara federasi yang akan dibentuk

sesuai dengan Deklarasi 10 Februari

sesuai dengan Deklarasi 10 Februari

".

".

Sebagai tambahan ditawarkan untuk mengakui pemerintahan

Sebagai tambahan ditawarkan untuk mengakui pemerintahan

de facto

de facto

Republik atas bagian

Republik atas bagian

Jawa

Jawa

dan Madura

dan

Madura

yang belum

yang belum

berada di bawah perlindungan pasukan

berada di bawah perlindungan pasukan

Sekutu

Sekutu

. Karena

. Karena

Sjahrir

Sjahrir

tidak dapat menerima syarat-syarat ini, konferensi itu bubar

tidak dapat menerima syarat-syarat ini, konferensi itu bubar

(12)

 Tanggal Tanggal 17 17 JuniJuni 19461946, , SjahrirSjahrir mengirimkan mengirimkan surat rahasiasurat rahasia kepada kepada van van

Mook

Mook, menganjurkan bahwa mungkin perundingan yang sungguh-, menganjurkan bahwa mungkin perundingan yang sungguh-sungguh dapat dimulai kembali. Dalam surat Sjahrir yang khusus ini,

sungguh dapat dimulai kembali. Dalam surat Sjahrir yang khusus ini,

ada penerimaan yang samar-samar tentang gagasan van Mook

ada penerimaan yang samar-samar tentang gagasan van Mook

mengenai masa peralihan sebelum kemerdekaan penuh diberikan

mengenai masa peralihan sebelum kemerdekaan penuh diberikan

kepada Indonesia; ada pula nada yang lebih samar-samar lagi tentang

kepada Indonesia; ada pula nada yang lebih samar-samar lagi tentang

kemungkinan Indonenesia menyetujui federasi Indonesia - bekas

kemungkinan Indonenesia menyetujui federasi Indonesia - bekas

Hindia Belanda dibagi menjadi berbagai negara merdeka dengan

Hindia Belanda dibagi menjadi berbagai negara merdeka dengan

kemungkinan hanya Republik sebagai bagian paling penting. Sebagai

kemungkinan hanya Republik sebagai bagian paling penting. Sebagai

kemungkinan dasar untuk kompromi, hal ini dibahas beberapa kali

kemungkinan dasar untuk kompromi, hal ini dibahas beberapa kali

sebelumnya, dan semua tokoh politik utama Republik mengetahui hal

sebelumnya, dan semua tokoh politik utama Republik mengetahui hal

ini.

ini.

 Tanggal Tanggal 17 17 JuniJuni 19461946, sesudah Sjahrir mengirimkan surat rahasianya , sesudah Sjahrir mengirimkan surat rahasianya

kepada van Mook, surat itu dibocorkan kepada pers oleh surat kabar di

kepada van Mook, surat itu dibocorkan kepada pers oleh surat kabar di

Negeri Belanda. Pada tanggal

Negeri Belanda. Pada tanggal 24 24 JuniJuni 19461946, , van van MookMook mengirim kawat mengirim kawat ke

ke Den HaagDen Haag: ": "menurut sumber-sumber yang dapat dipercaya, usul menurut sumber-sumber yang dapat dipercaya, usul balasan (yakni surat Sjahrir) tidak disetujui oleh Soekarno dan ketika

balasan (yakni surat Sjahrir) tidak disetujui oleh Soekarno dan ketika

dia bertemu dengannya, dia marah. Tidak jelas, apa arah yang akan

dia bertemu dengannya, dia marah. Tidak jelas, apa arah yang akan

diambil oleh amarah itu

diambil oleh amarah itu". Pada waktu yang sama, surat kabar Indonesia ". Pada waktu yang sama, surat kabar Indonesia menuntut dijelaskan desas-desus tentang Sjahrir bersedia menerima

menuntut dijelaskan desas-desus tentang Sjahrir bersedia menerima

pengakuan

pengakuan de factode facto Republik Indonesia terbatas pada Jawa dan Republik Indonesia terbatas pada Jawa dan Sumatra.

(13)

1946: Penculikan terhadap PM Sjahrir

1946: Penculikan terhadap PM Sjahrir

 Tanggal Tanggal 27 27 JuniJuni 19461946, dalam Pidato Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad , dalam Pidato Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad

SAW, Wakil Presiden

SAW, Wakil Presiden HattaHatta menjelaskan isi usulan balasan di depan rakyat menjelaskan isi usulan balasan di depan rakyat banyak di alun-alun utama

banyak di alun-alun utama YogyakartaYogyakarta, dihadiri oleh , dihadiri oleh SoekarnoSoekarno dan sebagian dan sebagian besar pucuk pimpinan politik. Dalam pidatonya, Hatta menyatakan

besar pucuk pimpinan politik. Dalam pidatonya, Hatta menyatakan

dukungannya kepada

dukungannya kepada SjahrirSjahrir, akan tetapi menurut sebuah analisis, publisitas , akan tetapi menurut sebuah analisis, publisitas luas yang diberikan Hatta terhadap surat itu, menyebabkan kudeta dan

luas yang diberikan Hatta terhadap surat itu, menyebabkan kudeta dan

penculikan terhadap Sjahrir.

penculikan terhadap Sjahrir.

 Pada malam itu terjadi Pada malam itu terjadi peristiwaperistiwa penculikanpenculikan terhadapterhadap PerdanaPerdana MenteriMenteri SjahrirSjahrir, ,

yang sudah terlanjur dicap sebagai "pengkhianat yang menjual tanah airnya".

yang sudah terlanjur dicap sebagai "pengkhianat yang menjual tanah airnya".

Sjahrir diculik di

Sjahrir diculik di SurakartaSurakarta, ketika ia berhenti dalam perjalanan politik , ketika ia berhenti dalam perjalanan politik menelusuri Jawa. Kemudian ia dibawa ke Paras, kota dekat

menelusuri Jawa. Kemudian ia dibawa ke Paras, kota dekat SoloSolo, di rumah , di rumah peristirahatan seorang pangeran Solo dan ditahan di sana dengan pengawasan

peristirahatan seorang pangeran Solo dan ditahan di sana dengan pengawasan

Komandan Batalyon setempat.

Komandan Batalyon setempat.

 Pada malam tanggal Pada malam tanggal 28 28 JuniJuni 19461946, , IrIr SoekarnoSoekarno berpidato di radio berpidato di radio YogyakartaYogyakarta. .

Ia mengumumkan, "Berhubung dengan keadaan di dalam negeri yang

Ia mengumumkan, "Berhubung dengan keadaan di dalam negeri yang

membahayakan keamanan negara dan perjuangan kemerdekaan kita, saya,

membahayakan keamanan negara dan perjuangan kemerdekaan kita, saya,

Presiden Republik Indonesia, dengan persetujuan Kabinet dan sidangnya pada

Presiden Republik Indonesia, dengan persetujuan Kabinet dan sidangnya pada

tanggal

tanggal 28 28 JuniJuni 19461946, untuk sementara mengambil alih semua kekuasaan , untuk sementara mengambil alih semua kekuasaan pemerintah". Selama sebulan lebih,

pemerintah". Selama sebulan lebih, SoekarnoSoekarno mempertahankan kekuasaan yang mempertahankan kekuasaan yang luas yang dipegangnya. Tanggal

luas yang dipegangnya. Tanggal 3 3 JuliJuli 19461946, , SjahrirSjahrir dibebaskan dari dibebaskan dari penculikan; namun baru tanggal

penculikan; namun baru tanggal 14 14 AgustusAgustus 19461946, Sjahrir diminta kembali , Sjahrir diminta kembali untuk membentuk kabinet.

untuk membentuk kabinet.

(14)

1946: Konferensi Malino - Terbentuknya "negara" baru

1946: Konferensi Malino - Terbentuknya "negara" baru

Bulan Juni 1946 suatu krisis terjadi dalam

Bulan Juni 1946 suatu krisis terjadi dalam

pemerintahan Republik Indonesia, keadaan ini

pemerintahan Republik Indonesia, keadaan ini

dimanfaatkan oleh pihak Belanda yang telah

dimanfaatkan oleh pihak Belanda yang telah

mengusai sebelah Timur Nusantara. Dalam

mengusai sebelah Timur Nusantara. Dalam

bulan Juni diadakan konferensi wakil-wakil

bulan Juni diadakan konferensi wakil-wakil

daerah di

daerah di

Malino

Malino

, Sulawesi, di bawah Dr. Van

, Sulawesi, di bawah Dr. Van

Mook dan minta organisasi-organisasi di

Mook dan minta organisasi-organisasi di

seluruh Indonesia masuk federasi dengan 4

seluruh Indonesia masuk federasi dengan 4

bagian: Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Timur

bagian: Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Timur

(15)

1946: Perjanjian Linggarjati

1946: Perjanjian Linggarjati

Bulan Agustus pemerintah Belanda melakukan usaha lain untuk

Bulan Agustus pemerintah Belanda melakukan usaha lain untuk

memecah halangan dengan menunjuk tiga orang Komisi Jendral

memecah halangan dengan menunjuk tiga orang Komisi Jendral

datang ke

datang ke

Jawa

Jawa

dan membantu

dan membantu

Van

Van

Mook

Mook

dalam perundingan baru

dalam perundingan baru

dengan wakil-wakil republik itu. Konferensi antara dua belah pihak

dengan wakil-wakil republik itu. Konferensi antara dua belah pihak

diadakan di bulan Oktober dan November di bawah pimpinan yang

diadakan di bulan Oktober dan November di bawah pimpinan yang

netral seorang komisi khusus

netral seorang komisi khusus

Inggris

Inggris

,

,

Loard

Loard

Killean

Killean

. Bertempat di

. Bertempat di

bukit

bukit

Linggarjati

Linggarjati

dekat

dekat

Cirebon

Cirebon

. Setelah mengalami tekanan berat -

. Setelah mengalami tekanan berat

-terutama Inggris- dari luar negeri, dicapailah suatu persetujuan

terutama Inggris- dari luar negeri, dicapailah suatu persetujuan

tanggal

tanggal

15 November

15 November

1946

1946

yang pokok pokoknya sebagai berikut :

yang pokok pokoknya sebagai berikut :

Belanda mengakui secara

Belanda mengakui secara

de facto

de facto

Republik Indonesia dengan

Republik Indonesia dengan

wilayah kekuasaan yang meliputi

wilayah kekuasaan yang meliputi

Sumatra

Sumatra

,

,

Jawa

Jawa

dan

dan

Madura

Madura

.

.

Belanda

Belanda

harus meninggalkan wilayah

harus meninggalkan wilayah

de facto

de facto

paling lambat

paling lambat

1

1

Januari

Januari

1949

1949

,

,

Republik Indonesia dan

Republik Indonesia dan

Belanda

Belanda

akan bekerja sama dalam

akan bekerja sama dalam

membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama

membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama

Republik

Republik

Indonesia

Indonesia

Serikat

Serikat

, yang salah satu bagiannya adalah Republik

, yang salah satu bagiannya adalah Republik

Indonesia

Indonesia

Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni

Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni

Indonesia - Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.

(16)

Untuk ini

Untuk ini

Kalimantan

Kalimantan

dan Timur Raya akan menjadi

dan Timur Raya akan menjadi

komponennya. Sebuah Majelis Konstituante didirikan, yang

komponennya. Sebuah Majelis Konstituante didirikan, yang

terdiri dari wakil-wakil yang dipilih secara demokratis dan

terdiri dari wakil-wakil yang dipilih secara demokratis dan

bagian-bagian komponen lain. Indonesia Serikat pada

bagian-bagian komponen lain. Indonesia Serikat pada

gilirannya menjadi bagian Uni Indonesia-Belanda bersama

gilirannya menjadi bagian Uni Indonesia-Belanda bersama

dengan

dengan

Belanda

Belanda

,

,

Suriname

Suriname

dan Curasao. Hal ini akan

dan Curasao. Hal ini akan

memajukan kepentingan bersama dalam hubungan luar negeri,

memajukan kepentingan bersama dalam hubungan luar negeri,

pertahanan, keuangan dan masalah ekonomi serta kebudayaan.

pertahanan, keuangan dan masalah ekonomi serta kebudayaan.

Indonesia Serikat akan mengajukan diri sebagai anggota PBB.

Indonesia Serikat akan mengajukan diri sebagai anggota PBB.

Akhirnya setiap perselisihan yang timbul dari persetujuan ini

Akhirnya setiap perselisihan yang timbul dari persetujuan ini

akan diselesaikan lewat arbitrase.

akan diselesaikan lewat arbitrase.

Kedua delegasi pulang ke

Kedua delegasi pulang ke

Jakarta

Jakarta

, dan Soekarno-Hatta

, dan Soekarno-Hatta

kembali ke pedalaman dua hari kemudian, pada tanggal

kembali ke pedalaman dua hari kemudian, pada tanggal

15 November

15 November

1946

1946

, di rumah Sjahrir di Jakarta, berlangsung

, di rumah Sjahrir di Jakarta, berlangsung

penandatanganan secara resmi

penandatanganan secara resmi

Perundingan

Perundingan

Linggarjati

Linggarjati

.

.

Sebenarnya Soekarno yang tampil sebagai kekuasaan yang

Sebenarnya Soekarno yang tampil sebagai kekuasaan yang

memungkinkan tercapainya persetujuan, namun Sjahrir yang

memungkinkan tercapainya persetujuan, namun Sjahrir yang

diidentifikasikan dengan rancangan dan yang bertanggung

diidentifikasikan dengan rancangan dan yang bertanggung

(17)

Parade Tentara Republik Indonesia (TRI) di Purwakarta, Jawa Barat, pada tanggal 17

(18)

1946-1947: Peristiwa Westerling

1946-1947: Peristiwa Westerling

Pembantaian Westerling

Pembantaian Westerling

adalah sebutan

adalah sebutan

untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat

untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat

sipil di

sipil di

Sulawesi

Sulawesi

Selatan

Selatan

yang dilakukan oleh

yang dilakukan oleh

pasukan Belanda

pasukan Belanda

Depot Speciale Troepen

Depot Speciale Troepen

pimpinan

pimpinan

Westerling

Westerling

. Peristiwa ini terjadi pada

. Peristiwa ini terjadi pada

Desember

Desember

1946

1946

-Februari

-Februari

1947

1947

selama operasi

selama operasi

militer

militer

Counter Insurgency

Counter Insurgency

(penumpasan

(penumpasan

pemberontakan).

(19)

 Sementara Sementara PerjanjianPerjanjianLinggarjatiLinggarjati sedang berlangsung, di daerah-daerah di luar Jawa dan sedang berlangsung, di daerah-daerah di luar Jawa dan Sumatera, tetap terjadi perlawanan sengit dari rakyat setempat. Walaupun banyak pemimpin

Sumatera, tetap terjadi perlawanan sengit dari rakyat setempat. Walaupun banyak pemimpin

mereka ditangkap, dibuang dan bahkan dibunuh, perlawanan rakyat di Sulawesi Selatan tidak

mereka ditangkap, dibuang dan bahkan dibunuh, perlawanan rakyat di Sulawesi Selatan tidak

kunjung padam. Hampir setiap malam terjadi serangan dan penembakan terhadap pos-pos

kunjung padam. Hampir setiap malam terjadi serangan dan penembakan terhadap pos-pos

pertahanan tentara Belanda. Para pejabat Belanda sudah sangat kewalahan, karena tentara

pertahanan tentara Belanda. Para pejabat Belanda sudah sangat kewalahan, karena tentara

KNIL

KNIL yang sejak bulan Juli menggantikan tentara Australia, tidak sanggup mengatasi yang sejak bulan Juli menggantikan tentara Australia, tidak sanggup mengatasi

gencarnya serangan-serangan pendukung Republik. Mereka menyampaikan kepada pimpinan

gencarnya serangan-serangan pendukung Republik. Mereka menyampaikan kepada pimpinan

militer Belanda di Jakarta, bahwa apabila perlawanan bersenjata pendukung Republik tidak

militer Belanda di Jakarta, bahwa apabila perlawanan bersenjata pendukung Republik tidak

dapat diatasi, mereka harus melepaskan Sulawesi Selatan.

dapat diatasi, mereka harus melepaskan Sulawesi Selatan.

 Maka pada Maka pada 9 November9 November19461946, Letnan Jenderal , Letnan Jenderal SpoorSpoor dan Kepala Stafnya, Mayor Jenderal dan Kepala Stafnya, Mayor Jenderal Buurman

Buurman van van VreedenVreeden memanggil seluruh pimpinan pemerintahan Belanda di Sulawesi memanggil seluruh pimpinan pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan ke markas besar tentara di

Selatan ke markas besar tentara di BataviaBatavia. Diputuskan untuk mengirim pasukan khusus dari . Diputuskan untuk mengirim pasukan khusus dari DST pimpinan

DST pimpinan WesterlingWesterling untuk menghancurkan kekuatan bersenjata Republik serta untuk menghancurkan kekuatan bersenjata Republik serta mematahkan semangat rakyat yang mendukung Republik Indonesia. Westerling diberi

mematahkan semangat rakyat yang mendukung Republik Indonesia. Westerling diberi

kekuasaan penuh untuk melaksanakan tugasnya dan mengambil langkah-langkah yang

kekuasaan penuh untuk melaksanakan tugasnya dan mengambil langkah-langkah yang

dipandang perlu.

dipandang perlu.

 Pada Pada 15 November15 November 1946, Letnan I Vermeulen memimpin rombongan yang terdiri dari 20 1946, Letnan I Vermeulen memimpin rombongan yang terdiri dari 20 orang pasukan dari Depot Pasukan Khusus (DST) menuju

orang pasukan dari Depot Pasukan Khusus (DST) menuju MakassarMakassar. Sebelumnya, . Sebelumnya, NEFISNEFIS telah mendirikan markasnya di Makassar. Pasukan khusus tersebut diperbantukan ke garnisun

telah mendirikan markasnya di Makassar. Pasukan khusus tersebut diperbantukan ke garnisun

pasukan KNIL yang telah terbentuk sejak Oktober 1945. Anggota DST segera memulai tugas

pasukan KNIL yang telah terbentuk sejak Oktober 1945. Anggota DST segera memulai tugas

intelnya untuk melacak keberadaan pimpinan perjuangan Republik serta para pendukung

intelnya untuk melacak keberadaan pimpinan perjuangan Republik serta para pendukung

mereka.

mereka.

 Westerling sendiri baru tiba di Makassar pada 5 Desember 1946, memimpin 120 orang Westerling sendiri baru tiba di Makassar pada 5 Desember 1946, memimpin 120 orang Pasukan Khusus dari DST. Dia mendirikan markasnya di desa

Pasukan Khusus dari DST. Dia mendirikan markasnya di desa MatoanginMatoangin. Di sini dia . Di sini dia menyusun strategi untuk

menyusun strategi untuk Counter InsurgencyCounter Insurgency (penumpasan pemberontakan) dengan caranya (penumpasan pemberontakan) dengan caranya sendiri, dan tidak berpegang pada

sendiri, dan tidak berpegang pada Voorschrift voor de uitoefening van de Politiek-Politionele Voorschrift voor de uitoefening van de Politiek-Politionele Taak van het Leger

Taak van het Leger - VPTL (Pedoman Pelaksanaan bagi Tentara untuk Tugas di bidang - VPTL (Pedoman Pelaksanaan bagi Tentara untuk Tugas di bidang Politik dan Polisional), di mana telah ada ketentuan mengenai tugas intelijen serta perlakuan

Politik dan Polisional), di mana telah ada ketentuan mengenai tugas intelijen serta perlakuan

terhadap penduduk dan tahanan, yaitu suatu buku pedoman resmi untuk Counter Insurgency.

(20)

Operasi Militer

Operasi Militer

Tahap Pertama

Tahap Pertama

Aksi pertama operasi Pasukan Khusus DST dimulai pada malam tanggal Aksi pertama operasi Pasukan Khusus DST dimulai pada malam tanggal 1111 menjelang

menjelang 12 12 DesemberDesember. Sasarannya adalah desa Batua serta beberapa desa kecil di . Sasarannya adalah desa Batua serta beberapa desa kecil di sebelah timur Makassar dan Westerling sendiri yang memimpin operasi itu.

sebelah timur Makassar dan Westerling sendiri yang memimpin operasi itu.

Pasukan pertama berkekuatan 58 orang dipimpin oleh Sersan Mayor H. Dolkens Pasukan pertama berkekuatan 58 orang dipimpin oleh Sersan Mayor H. Dolkens menyerbu desa Borong dan pasukan kedua dipimpin oleh Sersan Mayor Instruktur menyerbu desa Borong dan pasukan kedua dipimpin oleh Sersan Mayor Instruktur J. Wolff beroperasi di desa Batua dan Patunorang. Westerling sendiri bersama J. Wolff beroperasi di desa Batua dan Patunorang. Westerling sendiri bersama

Sersan Mayor Instruktur W. Uittenbogaard dibantu oleh dua ordonan, satu operator Sersan Mayor Instruktur W. Uittenbogaard dibantu oleh dua ordonan, satu operator radio serta 10 orang staf menunggu di desa Batua.

radio serta 10 orang staf menunggu di desa Batua.

Tahap Kedua

Tahap Kedua

Setelah daerah sekitar Makassar dibersihkan, aksi tahap kedua dimulai tanggal Setelah daerah sekitar Makassar dibersihkan, aksi tahap kedua dimulai tanggal 19 19 Desember

Desember 19461946. Sasarannya adalah Polombangkeng yang terletak di selatan . Sasarannya adalah Polombangkeng yang terletak di selatan Makassar di mana menurut laporan intelijen Belanda, terdapat sekitar 150 orang Makassar di mana menurut laporan intelijen Belanda, terdapat sekitar 150 orang pasukan TNI serta sekitar 100 orang anggota laskar berenjata. Dalam penyerangan pasukan TNI serta sekitar 100 orang anggota laskar berenjata. Dalam penyerangan ini, Pasukan DST menyerbu bersama 11 peleton tentara KNIL dari Pasukan

ini, Pasukan DST menyerbu bersama 11 peleton tentara KNIL dari Pasukan Infanteri XVII. Penyerbuan ini dipimpin oleh Letkol KNIL Veenendaal. Satu Infanteri XVII. Penyerbuan ini dipimpin oleh Letkol KNIL Veenendaal. Satu pasukan DST di bawah pimpinan Vermeulen menyerbu desa Renaja dan desa pasukan DST di bawah pimpinan Vermeulen menyerbu desa Renaja dan desa Komara. Pasukan lain mengurung Polombangkeng. Selanjutnya pola yang sama Komara. Pasukan lain mengurung Polombangkeng. Selanjutnya pola yang sama seperti pada gelombang pertama diterapkan oleh Westerling. Dalam operasi ini 330 seperti pada gelombang pertama diterapkan oleh Westerling. Dalam operasi ini 330 orang rakyat tewas dibunuh.

orang rakyat tewas dibunuh.

Tahap Ketiga

Tahap Ketiga

Aksi tahap ketiga mulai dilancarkan pada

Aksi tahap ketiga mulai dilancarkan pada 26 26 DesemberDesember 1946 terhadap Goa 1946 terhadap Goa dan dan dilakukan dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 26 dan 29 Desember serta

dilakukan dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 26 dan 29 Desember serta 3 3 JanuariJanuari 1947

(21)

 Berapa ribu rakyat Sulawesi Selatan yang menjadi korban keganasan Berapa ribu rakyat Sulawesi Selatan yang menjadi korban keganasan

tentara Belanda hingga kini tidak jelas. Tahun 1947, delegasi Republik

tentara Belanda hingga kini tidak jelas. Tahun 1947, delegasi Republik

Indonesia menyampaikan kepada

Indonesia menyampaikan kepada DewanDewan KeamananKeamanan PBB PBB, korban , korban

pembantaian terhadap penduduk, yang dilakukan oleh Kapten Raymond

pembantaian terhadap penduduk, yang dilakukan oleh Kapten Raymond

Westerling sejak bulan Desember 1946 di Sulawesi Selatan mencapai

Westerling sejak bulan Desember 1946 di Sulawesi Selatan mencapai

40.000 jiwa.

40.000 jiwa.

 Pemeriksaan Pemerintah Belanda tahun Pemeriksaan Pemerintah Belanda tahun 19691969 memperkirakan sekitar 3.000 memperkirakan sekitar 3.000

rakyat Sulawesi tewas dibantai oleh Pasukan Khusus pimpinan Westerling,

rakyat Sulawesi tewas dibantai oleh Pasukan Khusus pimpinan Westerling,

sedangkan Westerling sendiri mengatakan, bahwa korban akibat aksi yang

sedangkan Westerling sendiri mengatakan, bahwa korban akibat aksi yang

dilakukan oleh pasukannya "hanya" 600 orang.

dilakukan oleh pasukannya "hanya" 600 orang.

 Perbuatan Westerling beserta pasukan khususnya dapat lolos dari tuntutan Perbuatan Westerling beserta pasukan khususnya dapat lolos dari tuntutan

pelanggaran HAM Pengadilan Belanda karena sebenarnya aksi terornya

pelanggaran HAM Pengadilan Belanda karena sebenarnya aksi terornya

yang dinamakan

yang dinamakan contra-guerillacontra-guerilla, memperoleh ijin dari Letnan Jenderal , memperoleh ijin dari Letnan Jenderal Spoor dan Wakil Gubernur Jenderal Dr. van Mook. Jadi yang sebenarnya

Spoor dan Wakil Gubernur Jenderal Dr. van Mook. Jadi yang sebenarnya

bertanggungjawab atas pembantaian rakyat Sulawesi Selatan adalah

bertanggungjawab atas pembantaian rakyat Sulawesi Selatan adalah

Pemerintah dan Angkatan Perang Belanda.

Pemerintah dan Angkatan Perang Belanda.

 Pembantaian tentara Belanda di Sulawesi Selatan ini dapat dimasukkan ke Pembantaian tentara Belanda di Sulawesi Selatan ini dapat dimasukkan ke

dalam kategori kejahatan atas kemanusiaan (crimes against humanity),

dalam kategori kejahatan atas kemanusiaan (crimes against humanity),

yang hingga sekarangpun dapat dimajukan ke pengadilan internasional,

yang hingga sekarangpun dapat dimajukan ke pengadilan internasional,

karena untuk pembantaian etnis (Genocide) dan crimes against humanity,

karena untuk pembantaian etnis (Genocide) dan crimes against humanity,

tidak ada kadaluarsanya. Perlu diupayakan, peristiwa pembantaian ini

tidak ada kadaluarsanya. Perlu diupayakan, peristiwa pembantaian ini

diajukan ke International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda.

(22)

1947:Peristiwa-peristiwa lainnya

1947:Peristiwa-peristiwa lainnya

 Pada bulan Februari dan Maret 1947 di Malang, Pada bulan Februari dan Maret 1947 di Malang, S M S M KartosoewirjoKartosoewirjo ditunjuk sebagai ditunjuk sebagai salah seorang dari lima anggota Masyumi dalam komite Eksekutif, yang terdiri dari

salah seorang dari lima anggota Masyumi dalam komite Eksekutif, yang terdiri dari

47 anggota untuk mengikuti sidang KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), dalam

47 anggota untuk mengikuti sidang KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), dalam

sidang tersebut membahas apakah Persetujuan Linggarjati yang telah diparaf oleh

sidang tersebut membahas apakah Persetujuan Linggarjati yang telah diparaf oleh

Pemerintah Republik dan Belanda pada bulan November 1946 akan disetujui atau

Pemerintah Republik dan Belanda pada bulan November 1946 akan disetujui atau

tidak Kepergian S M Kartosoewirjo ini dikawal oleh para pejuang Hizbullah dari

tidak Kepergian S M Kartosoewirjo ini dikawal oleh para pejuang Hizbullah dari

Jawa Barat, karena dalam rapat tersebut kemungkinan ada dua kubu yang bertarung

Jawa Barat, karena dalam rapat tersebut kemungkinan ada dua kubu yang bertarung

pendapat sangat sengit, yakni antara sayap sosialis (diwakili melalui partai Pesindo),

pendapat sangat sengit, yakni antara sayap sosialis (diwakili melalui partai Pesindo),

dengan pihak Nasionalis-Islam (diwakili lewat partai Masyumi dan PNI). Pihak

dengan pihak Nasionalis-Islam (diwakili lewat partai Masyumi dan PNI). Pihak

sosialis ingin agar KNPI menyetujui naskah Linggarjati tersebut, sedang pihak

sosialis ingin agar KNPI menyetujui naskah Linggarjati tersebut, sedang pihak

Masyumi dan PNI cenderung ingin menolaknya Ketika anggota KNIP yang anti

Masyumi dan PNI cenderung ingin menolaknya Ketika anggota KNIP yang anti

Linggarjati benar-benar diancam gerilyawan Pesindo, Sutomo (Bung Tomo)

Linggarjati benar-benar diancam gerilyawan Pesindo, Sutomo (Bung Tomo)

meminta kepada S M Kartosoewirjo untuk mencegah pasukannya agar tidak

meminta kepada S M Kartosoewirjo untuk mencegah pasukannya agar tidak

menembaki satuan-satuan Pesindo.

menembaki satuan-satuan Pesindo.

 DR H J Van Mook kepala Netherland Indies Civil Administration (NICA) yang DR H J Van Mook kepala Netherland Indies Civil Administration (NICA) yang kemudian diangkat sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda, dengan gigih

kemudian diangkat sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda, dengan gigih

memecah RI yang tinggal 3 pulau ini Bahkan sebelum naskah itu ditandatangani

memecah RI yang tinggal 3 pulau ini Bahkan sebelum naskah itu ditandatangani

pada tanggal 25 Maret 1947, ia telah memaksa terwujudnya Negara Indonesia Timur

pada tanggal 25 Maret 1947, ia telah memaksa terwujudnya Negara Indonesia Timur

(NIT), dengan presiden Sukowati, lewat Konferensi Denpasar tanggal 18 - 24

(NIT), dengan presiden Sukowati, lewat Konferensi Denpasar tanggal 18 - 24

Desember 1946

Desember 1946

 Pada bulan tanggal 25 Maret 1947 hasil perjanjian Linggarjati ditandatangani di Pada bulan tanggal 25 Maret 1947 hasil perjanjian Linggarjati ditandatangani di Batavia Partai Masyumi menentang hasil perjanjian tersebut, banyak unsur perjuang

Batavia Partai Masyumi menentang hasil perjanjian tersebut, banyak unsur perjuang

Republik Indonesia yang tak dapat menerima pemerintah Belanda merupakan

Republik Indonesia yang tak dapat menerima pemerintah Belanda merupakan

kekuasaan berdaulat di seluruh Indonesia. Dengan seringnya pecah kekacauan, maka

kekuasaan berdaulat di seluruh Indonesia. Dengan seringnya pecah kekacauan, maka

pada prakteknya perjanjian tersebut sangat sulit sekali untuk dilaksanakan.

(23)

Proklamasi Negara Pasundan Proklamasi Negara Pasundan

 Usaha Belanda tidak berakhir sampai di NIT. Dua bulan setelah itu, Usaha Belanda tidak berakhir sampai di NIT. Dua bulan setelah itu,

Belanda berhasil membujuk Ketua Partai Rakyat Pasundan, Soeria

Belanda berhasil membujuk Ketua Partai Rakyat Pasundan, Soeria

Kartalegawa, memproklamasikan Negara Pasundan pada tanggal 4 Mei

Kartalegawa, memproklamasikan Negara Pasundan pada tanggal 4 Mei

1947. Secara militer negara baru ini sangat lemah, ia benar benar sangat

1947. Secara militer negara baru ini sangat lemah, ia benar benar sangat

tergantung pada Belanda, tebukti ia baru eksis ketika Belanda melakukan

tergantung pada Belanda, tebukti ia baru eksis ketika Belanda melakukan

Agresi dan kekuatan RI hengkang dari Jawa Barat.

Agresi dan kekuatan RI hengkang dari Jawa Barat.

 Di awal bulan Mei 1947 pihak Belanda yang memprakarsai berdirinya Di awal bulan Mei 1947 pihak Belanda yang memprakarsai berdirinya

Negara Pasundan itu memang sudah merencanakan bahwa mereka harus

Negara Pasundan itu memang sudah merencanakan bahwa mereka harus

menyerang Republik secara langsung. Kalangan militer Belanda merasa

menyerang Republik secara langsung. Kalangan militer Belanda merasa

yakin bahwa kota-kota yang dikuasai pihak Republik dapat ditaklukkan

yakin bahwa kota-kota yang dikuasai pihak Republik dapat ditaklukkan

dalam waktu dua minggu dan untuk menguasai seluruh wilayah Republik

dalam waktu dua minggu dan untuk menguasai seluruh wilayah Republik

dalam waktu enam bulan. Namun mereka pun menyadari begitu besarnya

dalam waktu enam bulan. Namun mereka pun menyadari begitu besarnya

biaya yang ditanggung untuk pemeliharaan suatu pasukan bersenjata

biaya yang ditanggung untuk pemeliharaan suatu pasukan bersenjata

sekitar 100.000 serdadu di Jawa, yang sebagian besar dari pasukan itu

sekitar 100.000 serdadu di Jawa, yang sebagian besar dari pasukan itu

tidak aktif, merupakan pemborosan keuangan yang serius yang tidak

tidak aktif, merupakan pemborosan keuangan yang serius yang tidak

mungkin dipikul oleh perekonomian negeri Belanda yang hancur

mungkin dipikul oleh perekonomian negeri Belanda yang hancur

diakibatkan perang. Oleh karena itu untuk mempertahankan pasukan ini

diakibatkan perang. Oleh karena itu untuk mempertahankan pasukan ini

maka pihak Belanda memerlukan komoditi dari Jawa (khususnya gula) dan

maka pihak Belanda memerlukan komoditi dari Jawa (khususnya gula) dan

Sumatera (khususnya minyak dan karet).

(24)

1947: Agresi Militer I

1947: Agresi Militer I

Pada tanggal

Pada tanggal

27

27

Mei

Mei

1947

1947

,

,

Belanda

Belanda

mengirimkan Nota

mengirimkan Nota

Ultimatum, yang harus dijawab dalam 14 hari, yang berisi:

Ultimatum, yang harus dijawab dalam 14 hari, yang berisi:

 Membentuk pemerintahan ad interim bersama; Membentuk pemerintahan ad interim bersama;

 Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama; Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama;

 Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerahdaerah yang diduduki Belanda;

daerahdaerah yang diduduki Belanda;

 Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah daerah Republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie

daerah Republik yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie

bersama); dan

bersama); dan

 Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor

Perdana

Perdana

Menteri

Menteri

Sjahrir

Sjahrir

menyatakan kesediaan untuk

menyatakan kesediaan untuk

mengakui kedaulatan Belanda selama masa peralihan, tetapi

mengakui kedaulatan Belanda selama masa peralihan, tetapi

menolak gendarmerie bersama. Jawaban ini mendapatkan

menolak gendarmerie bersama. Jawaban ini mendapatkan

reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di Republik.

reaksi keras dari kalangan parpol-parpol di Republik.

Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba, Belanda

Ketika jawaban yang memuaskan tidak kunjung tiba, Belanda

terus "mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan

terus "mengembalikan ketertiban" dengan "tindakan

kepolisian". Pada tanggal

kepolisian". Pada tanggal

20

20

Juli

Juli

1947

1947

tengah malam (tepatnya

tengah malam (tepatnya

21

21

Juli

Juli

1947

1947

) mulailah pihak

) mulailah pihak

Belanda

Belanda

melancarkan '

melancarkan '

aksi

aksi

polisionil

(25)

 Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali dimana mereka telah Aksi Belanda ini sudah sangat diperhitungkan sekali dimana mereka telah

menempatkan pasukan-pasukannya di tempat yang strategis. Pasukan yang

menempatkan pasukan-pasukannya di tempat yang strategis. Pasukan yang

bergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak

bergerak dari Jakarta dan Bandung untuk menduduki Jawa Barat (tidak

termasuk Banten), dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung

termasuk Banten), dan dari Surabaya untuk menduduki Madura dan Ujung

Timur. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamankan wilayah

Timur. Gerakan-gerakan pasukan yang lebih kecil mengamankan wilayah

Semarang. Dengan demikian, Belanda menguasai semua pelabuhan

Semarang. Dengan demikian, Belanda menguasai semua pelabuhan

perairan-dalam di Jawa Di Sumatera, perkebunan-perkebunan di sekitar Medan,

dalam di Jawa Di Sumatera, perkebunan-perkebunan di sekitar Medan,

instalasi- instalasi minyak dan batubara di sekitar Palembang, dan daerah

instalasi- instalasi minyak dan batubara di sekitar Palembang, dan daerah

Padang diamankan. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian

Padang diamankan. Melihat aksi Belanda yang tidak mematuhi perjanjian

Linggarjati membuat Sjahrir bingung dan putus asa, maka pada bulan Juli 1947

Linggarjati membuat Sjahrir bingung dan putus asa, maka pada bulan Juli 1947

dengan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri,

dengan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri,

karena sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam

karena sebelumnya dia sangat menyetujui tuntutan Belanda dalam

menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda.

menyelesaikan konflik antara pemerintah RI dengan Belanda.

 Menghadapi aksi Belanda ini, bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak Menghadapi aksi Belanda ini, bagi pasukan Republik hanya bisa bergerak

mundur dalam kebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka

mundur dalam kebingungan dan hanya menghancurkan apa yang dapat mereka

hancurkan. Dan bagi Belanda, setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini

hancurkan. Dan bagi Belanda, setelah melihat keberhasilan dalam aksi ini

menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kembali. Beberapa orang

menimbulkan keinginan untuk melanjutkan aksinya kembali. Beberapa orang

Belanda, termasuk van Mook, berkeinginan merebut Yogyakarta dan

Belanda, termasuk van Mook, berkeinginan merebut Yogyakarta dan

membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak, tetapi pihak

membentuk suatu pemerintahan Republik yang lebih lunak, tetapi pihak

Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyukai 'aksi polisional'

Amerika dan Inggris yang menjadi sekutunya tidak menyukai 'aksi polisional'

tersebut serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukan

tersebut serta menggiring Belanda untuk segera menghentikan penaklukan

sepenuhnya terhadap Republik.

sepenuhnya terhadap Republik.

 Setelah terjadinya Setelah terjadinya AgresiAgresi MiliterMiliter BelandaBelanda I I pada bulan Juli, pengganti pada bulan Juli, pengganti SjahrirSjahrir

adalah

adalah AmirAmir SyarifudinSyarifudin yang sebelumnya menjabat sebagai yang sebelumnya menjabat sebagai MenteriMenteri PertahananPertahanan

.

(26)

1948: Perjanjian Renville

1948: Perjanjian Renville

 Sementara peperangan sedang berlangsung, Dewan Keamanan PBB, atas Sementara peperangan sedang berlangsung, Dewan Keamanan PBB, atas

desakan

desakan AustraliaAustralia dan dan IndiaIndia, mengeluarkan perintah peletakan senjata , mengeluarkan perintah peletakan senjata tanggal

tanggal 1 1 AgustusAgustus 19471947, dan segera setelah itu mendirikan suatu , dan segera setelah itu mendirikan suatu KomisiKomisi Jasa-Jasa

Jasa-Jasa BaikBaik, yang terdiri dari wakil-wakil Australia, Belgia dan Amerika , yang terdiri dari wakil-wakil Australia, Belgia dan Amerika Serikat, untuk menengahi perselisihan itu .

Serikat, untuk menengahi perselisihan itu .

 Tanggal Tanggal 17 17 JanuariJanuari 19481948 berlangsung konferensi di atas kapal perang berlangsung konferensi di atas kapal perang

Amerika Serikat, Renville, ternyata menghasilkan persetujuan lain, yang

Amerika Serikat, Renville, ternyata menghasilkan persetujuan lain, yang

bisa diterima oleh yang kedua belah pihak yang berselisih. Akan terjadi

bisa diterima oleh yang kedua belah pihak yang berselisih. Akan terjadi

perdamaian yang mempersiapkan berdirinya zone demiliterisasi Indonesia

perdamaian yang mempersiapkan berdirinya zone demiliterisasi Indonesia

Serikat akan didirikan, tetapi atas garis yang berbeda dari persetujuan

Serikat akan didirikan, tetapi atas garis yang berbeda dari persetujuan

Linggarjati, karena plebisit akan diadakan untuk menentukan apakah

Linggarjati, karena plebisit akan diadakan untuk menentukan apakah

berbagai kelompok di pulau-pulau besar ingin bergabung dengan Republik

berbagai kelompok di pulau-pulau besar ingin bergabung dengan Republik

atau beberapa bagian dari federasi yang direncanakan Kedaulatan Belanda

atau beberapa bagian dari federasi yang direncanakan Kedaulatan Belanda

akan tetap atas Indonesia sampai diserahkan pada Indonesia Serikat.

akan tetap atas Indonesia sampai diserahkan pada Indonesia Serikat.

 Pada tanggal 19 Januari ditandatangani persetujuan Renville Wilayah Pada tanggal 19 Januari ditandatangani persetujuan Renville Wilayah

Republik selama masa peralihan sampai penyelesaian akhir dicapai,

Republik selama masa peralihan sampai penyelesaian akhir dicapai,

bahkan lebih terbatas lagi ketimbang persetujuan Linggarjati : hanya

bahkan lebih terbatas lagi ketimbang persetujuan Linggarjati : hanya

meliputi sebagian kecil Jawa Tengah (Jogja dan delapan Keresidenan) dan

meliputi sebagian kecil Jawa Tengah (Jogja dan delapan Keresidenan) dan

ujung barat pulau Jawa -Banten tetap daerah Republik Plebisit akan

ujung barat pulau Jawa -Banten tetap daerah Republik Plebisit akan

diselenggarakan untuk menentukan masa depan wilayah yang baru

diselenggarakan untuk menentukan masa depan wilayah yang baru

diperoleh Belanda lewat aksi militer. Perdana menteri Belanda

diperoleh Belanda lewat aksi militer. Perdana menteri Belanda

menjelaskan mengapa persetujuan itu ditandatangani agar Belanda tidak

menjelaskan mengapa persetujuan itu ditandatangani agar Belanda tidak

"menimbulkan rasa benci Amerika".

(27)

 Sedikit banyak, ini merupakan ulangan dari apa yang terjadi selama Sedikit banyak, ini merupakan ulangan dari apa yang terjadi selama

dan sesudah perundingan Linggarjati. Seperti melalui persetujuan

dan sesudah perundingan Linggarjati. Seperti melalui persetujuan

Linggarjati, melalui perundingan Renville, Soekarno dan Hatta

Linggarjati, melalui perundingan Renville, Soekarno dan Hatta

dijadikan lambang kemerdekaan Indonesia dan persatuan Yogyakarta

dijadikan lambang kemerdekaan Indonesia dan persatuan Yogyakarta

hidup lebih lama, jantung Republik terus berdenyut. Ini kembali

hidup lebih lama, jantung Republik terus berdenyut. Ini kembali

merupakan inti keuntungan Seperti sesudah persetujuan Linggarjati,

merupakan inti keuntungan Seperti sesudah persetujuan Linggarjati,

pribadi lain yang jauh dari pusat kembali diidentifikasi dengan

pribadi lain yang jauh dari pusat kembali diidentifikasi dengan

persetujuan -dulu Perdana Menteri Sjahrir, kini Perdana Menteri Amir-

persetujuan -dulu Perdana Menteri Sjahrir, kini Perdana Menteri Amir-

yang dianggap langsung bertanggung jawab jika sesuatu salah atau

yang dianggap langsung bertanggung jawab jika sesuatu salah atau

dianggap salah.

dianggap salah.

 PerjanjianPerjanjian Renville Renville tidak lebih baik daripada tidak lebih baik daripada perundinganperundingan didi

Linggarjati

Linggarjati. Kedua belah pihak menuduh masing-masing melanggar . Kedua belah pihak menuduh masing-masing melanggar perdamaian, dan

perdamaian, dan IndonesiaIndonesia menuduh menuduh BelandaBelanda mendirikan mendirikan blokadeblokade dengan maksud memaksanya menyerah. Bulan Juli

dengan maksud memaksanya menyerah. Bulan Juli 19481948, , KomisiKomisi Jasa-jasa

Jasa-jasa BaikBaik, yang masih ada di tempat mengawasi pelaksanaan , yang masih ada di tempat mengawasi pelaksanaan persetujuan itu, melaporkan bahwa

persetujuan itu, melaporkan bahwa IndonesiaIndonesia mengeluh akan gencatan mengeluh akan gencatan senjata yang berulang-ulang.

(28)

Moh. Hatta menjadi Perdana Menteri

Moh. Hatta menjadi Perdana Menteri

 Dari adanya Dari adanya AgresiAgresi MiliterMiliter I I dengan hasil diadakannya dengan hasil diadakannya PerjanjianPerjanjian Renville Renville

menyebabkan jatuhnya pemerintahan

menyebabkan jatuhnya pemerintahan AmirAmir SjarifuddinSjarifuddin. Seluruh anggota . Seluruh anggota yang tergabung dalam

yang tergabung dalam kabinetnyakabinetnya yang terdiri dari anggota yang terdiri dari anggota PNIPNI dan dan Masyumi

Masyumi meletakkan jabatan ketika meletakkan jabatan ketika PerjanjianPerjanjian Renville Renville ditandatangani, ditandatangani, disusul kemudian

disusul kemudian AmirAmir sendiri meletakkan jabatannya sebagai sendiri meletakkan jabatannya sebagai PerdanaPerdana Menteri

Menteri pada tanggal pada tanggal 23 23 JanuariJanuari 19481948. Dengan pengunduran dirinya ini dia . Dengan pengunduran dirinya ini dia mungkin mengharapkan akan tampilnya kabinet baru yang beraliran

mungkin mengharapkan akan tampilnya kabinet baru yang beraliran

komunis untuk menggantikan posisinya. Harapan itu menjadi buyar ketika

komunis untuk menggantikan posisinya. Harapan itu menjadi buyar ketika

Soekarno

Soekarno berpaling ke arah lain dengan menunjuk berpaling ke arah lain dengan menunjuk HattaHatta untuk memimpin untuk memimpin suatu

suatu ''kabinetkabinet presidentilpresidentil' ' daruratdarurat (1948-1949), dimana seluruh (1948-1949), dimana seluruh pertanggungjawabannya dilaporkan kepada

pertanggungjawabannya dilaporkan kepada SoekarnoSoekarno sebagai sebagai PresidenPresiden..

 Dengan terpilihnya Dengan terpilihnya HattaHatta, dia menunjuk para anggota yang duduk dalam , dia menunjuk para anggota yang duduk dalam

kabinetnya mengambil dari golongan tengah, terutama terdiri dari

kabinetnya mengambil dari golongan tengah, terutama terdiri dari

orang-orang

orang PNIPNI, , MasyumiMasyumi, dan tokoh-tokoh yang tidak berpartai. , dan tokoh-tokoh yang tidak berpartai. AmirAmir dan dan kelompoknya dari

kelompoknya dari sayap kirisayap kiri kini menjadi pihak kini menjadi pihak oposisioposisi. Dengan . Dengan mengambil sikap sebagai oposisi tersebut membuat para pengikut

mengambil sikap sebagai oposisi tersebut membuat para pengikut SjahrirSjahrir mempertegas perpecahan mereka dengan pengikut-pengikut

mempertegas perpecahan mereka dengan pengikut-pengikut AmirAmir dengan dengan membentuk partai tersendiri yaitu

membentuk partai tersendiri yaitu PartaiPartai SosialisSosialis Indonesia Indonesia (PSI), pada (PSI), pada bulan Februari 1948, dan sekaligus memberikan dukungannya kepada

bulan Februari 1948, dan sekaligus memberikan dukungannya kepada

pemerintah

(29)

1948-1949: Agresi Militer II

1948-1949: Agresi Militer II

Agresi Militer II

Agresi Militer II

terjadi pada

terjadi pada

19

19

Desember

Desember

1948

1948

yang diawali dengan serangan terhadap

yang diawali dengan serangan terhadap

Yogyakarta

Yogyakarta

,

,

ibu

ibu

kota

kota

Indonesia

Indonesia

saat itu, serta

saat itu, serta

penangkapan

penangkapan

Soekarno

Soekarno

,

,

Mohammad

Mohammad

Hatta

Hatta

,

,

Sjahrir

Sjahrir

dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya

dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya

ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya

ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya

Pemerintah

Pemerintah

Darurat

Darurat

Republik

Republik

Indonesia

Indonesia

di

di

Sumatra

Sumatra

yang dipimpin oleh

yang dipimpin oleh

Sjafruddin

Sjafruddin

Prawiranegara

(30)

1949: Perjanjian Roem-Roojen

1949: Perjanjian Roem-Roojen

Akibat dari

Akibat dari

Agresi

Agresi

Militer

Militer

tersebut

tersebut

, pihak

, pihak

internasional melakukan tekanan kepada

internasional melakukan tekanan kepada

Belanda, terutama dari pihak

Belanda, terutama dari pihak

Amerika

Amerika

Serikat

Serikat

yang mengancam akan menghentikan

yang mengancam akan menghentikan

bantuannya kepada

bantuannya kepada

Belanda

Belanda

, akhirnya dengan

, akhirnya dengan

terpaksa

terpaksa

Belanda

Belanda

bersedia untuk kembali

bersedia untuk kembali

berunding dengan RI. Pada tanggal

berunding dengan RI. Pada tanggal

7

7

Mei

Mei

1949

1949

,

,

Republik

Republik

Indonesia

Indonesia

dan

dan

Belanda

Belanda

menyepakati

(31)

Serangan Umum 1 Maret 1949 atas Yogyakarta

Serangan Umum 1 Maret 1949 atas Yogyakarta

Serangan Umum

Serangan Umum

1

1

Maret

Maret

1949

1949

terhadap kota

terhadap kota

Yogyakarta

Yogyakarta

dipimpin oleh

dipimpin oleh

Letnan

Letnan

Kolonel

Kolonel

Soeharto

Soeharto

dengan tujuan utama untuk

dengan tujuan utama untuk

mematahkan moral

mematahkan moral

pasukan

pasukan

Belanda

Belanda

serta

serta

membuktikan pada dunia

membuktikan pada dunia

internasional

internasional

bahwa

bahwa

Tentara

Tentara

Nasional

Nasional

Indonesia

Indonesia

(TNI) masih

(TNI) masih

mempunyai kekuatan untuk mengadakan

mempunyai kekuatan untuk mengadakan

(32)

Konferensi Meja Bundar

Konferensi Meja Bundar

Konferensi Meja Bundar

Konferensi Meja Bundar

adalah sebuah

adalah sebuah

pertemuan antara pemerintah

pertemuan antara pemerintah

Republik

Republik

Indonesia

Indonesia

dan

dan

Belanda

Belanda

yang dilaksanakan di

yang dilaksanakan di

Den Haag

Den Haag

,

,

Belanda

Belanda

dari

dari

23

23

Agustus

Agustus

hingga

hingga

2 November

2 November

1949

1949

, yang menghasilkan

, yang menghasilkan

kesepakatan:

kesepakatan:

Belanda

Belanda

mengakui kedaulatan

mengakui kedaulatan

Republik

Republik

Indonesia

Indonesia

Serikat

Serikat

.

.

Irian

Irian

Barat

Barat

akan diselesaikan setahun setelah

akan diselesaikan setahun setelah

pengakuan kedaulatan.

(33)

Pengakuan kedaulatan oleh Belanda

Pengakuan kedaulatan oleh Belanda

(34)

Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada

Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada

27

27

Desember

Desember

1949

1949

, berselang empat tahun setelah P

, berselang empat tahun setelah P

roklamasi

roklamasi

Kemerdekaan

Kemerdekaan

RI

RI

pada

pada

17

17

Agustus

Agustus

1945

1945

.

.

Pengakuan ini dilakukan ketika

Pengakuan ini dilakukan ketika

soevereiniteitsoverdracht

soevereiniteitsoverdracht

(penyerahan kedaulatan)

(penyerahan kedaulatan)

ditandatangani di

ditandatangani di

Istana

Istana

Dam

Dam

,

,

Amsterdam

Amsterdam

.

.

Di

Di

Belanda

Belanda

selama ini juga ada kekhawatiran bahwa

selama ini juga ada kekhawatiran bahwa

mengakui

mengakui

Indonesia

Indonesia

merdeka pada tahun

merdeka pada tahun

1945

1945

sama

sama

saja mengakui tindakan

saja mengakui tindakan

politionele acties

politionele acties

(

(

Aksi

Aksi

Polisionil

(35)

Pada 1950, Indonesia menjadi anggota ke-60

Pada 1950, Indonesia menjadi anggota ke-60

Perserikatan

(36)

Era 1950-1959

Era 1950-1959

Era 1950-1959

Era 1950-1959

ialah era Presiden

ialah era Presiden

Soekarno

Soekarno

memerintah menggunakan konstitusi

memerintah menggunakan konstitusi

Undang-Undang

Undang-Undang

Dasar

Dasar

Sementara

Sementara

Republik

Republik

Indonesia

Indonesia

1950

1950

. Periode ini berlangsung dari

. Periode ini berlangsung dari

17

(37)

Referensi

Dokumen terkait

sebanyak 7 komplain, pada bulan Februari, bulan Maret dengan jumlah sebanyak

Tertahannya pertumbuhan sektor bangunan dikonfirmasi oleh penurunan volume penjualan semen di Kepulauan Riau pada bulan Januari dan Februari, namun kembali meningkat pada

Proses yang dihasilkan pada bulan Januari belum kapabel dengan level sigma 3,63-Sigma sehingga akan dilakukan penelitian pada bulan Februari dan Maret sebagai control

Ia berperang melawan Belanda pada tahun 1947 dan pada tahun 1948 ia tidak mau menerima perjanjian Renville antara Indonesia dan Belanda, keluar dari partai

Untuk memenuhi pembuatan Undang-Undang yang bersifat tetap itu, pada bulan Desember 1955 diadakan Pemilihan Umum guna memiih anggota-anggota Konstituante.

Setelah jatuhnya kabinet Sjahrir maka pada tanggal 3 Juli 1947 dilantiklah kabinet yang baru dan Amir Syariffudin ditunjuk sebagai perdana menteri sekaligus merangkap

Pada bulan Januari volume penjualan sebesar 222 kotak, di bulan Februari mengalami kenaikan menjadi 310 kotak, di bulan Maret mengalami penurunan volume penjualan menjadi 235 kotak,

Lama Penyembuhan Luka Perineum Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Lama Penyembuhan Luka Perineum Ibu postpartum di PMB Soemidyah Ipung, A.Md, Keb Kota Malang pada bulan Februari-Maret 2019