Samik
085731160005
•
Mengapa Harus Bekerja ?
•
Mengapa Harus Islami ?
•
Seperti Apa Bisnis Islami Itu ?
•
Bagaimana Caranya ?
•
Mengapa harus bergabung dengan Jibril?
JIBRIL:
Jaringan Bisnis Islami
Visi: Berbisnis dan beramal untuk menggapai
Ridho Allah
Misi:
1. Menjalankan bisnis sesuai aturan Islam
2. Membuat jaringan pengusaha muslim
KEBUTUHAN
JASMANI
NALURI
Memerlukan
harta untuk
pemenuhanny
a
MENGAPA HARUS
Melapangkan bumi dan isinya
sebagai rizki manusia:
“Dialah Yang menjadikan bumi ini mudah
bagi kamu, maka berjalanlah di segala
penjurunya dan makanlah sebagian dari
rezeki-Nya”
(QS. Al Mulk : 15)
“Sesungguhnya Kami telah menempatkan
kalian di bumi, dan Kami adakan bagi
kalian di atasnya (sumber-sumber)
penghidupan.” (QS. Al-A’raf
: 10)
FASILITAS
ALLAH
Manusia diperintahkan untuk bekerja dan
mengelolanya
“Dia (Allah) telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan
menjadikan kamu pemakmurnya..”
(QS.
“Janganlah kalian iri hati terhadap apa yang
dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian lebih
banyak daripada sebahagian yang lain. Laki-laki
akan mendapatkan bahagian dari apa yang
mereka usahakan dan wanitapun akan
mendapatkan bahagian dari apa yang mereka
usahakan. Mohonlah kepada Allah sebahagian
dari kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. An-Nisaa: 32)
SUNNATULLAH
Rajin
berhasil usaha
BEKERJA …
Apabila ada hukum syara’
diterapkan maka akan ada
kemashlahatan
Hukum asal perbuatan
adalah terikat dengan
hukum syara’
نوكت عرشلا نوكي امثيح
ةحلصملا
Hukum asal dari benda adalah mubah
selama tidak ada dalil yang
mengharamkan
n maslahat
MENGAPA
“Dua telapak kaki manusia akan
selalu tegak (di hadapan Allah),
hingga ia ditanya tentang
umurnya untuk apa ia habiskan,
tentang ilmunya untuk apa ia
pergunakan, tentang hartanya
dari mana ia peroleh dan untuk
apa ia belanjakan, dan tentang
tubuhnya untuk apa ia korbankan”
(HR.
Tirmidzi dari Abu Barzah ra.)
Telah diatur oleh Islam
WAJIB
bagi kepala keluarga
Sebab pokok dan mendasar
bagi manusia untuk memiliki
harta kekayaan
Maka, BEKERJA
Dalam
Pandangan
ISLAM …
Maka, BEKERJA
Dalam
Pandangan
ISLAM …
“Sesungguhnya Allah telah
mewajibkan atas kalian berusaha
(bekerja), maka hendaklah kalian
berusaha.” (HR. Thabrani)
(1)
KAFAAH (keahlian)
Melalui Pendidikan, Latihan &
Pengalaman
(2)
HIMMAH (etos kerja tinggi)
Motivasi Ibadah
(3)
AMANAH (terpercaya)
Pengawasan Allah dan Tauhid
PROFESIONALISME
DALAM BISNIS
Penempatan jabatan dan posisi kepada orang yang ahli
Imam Muslim
meriwayatkan dari Abu Dzar ra. :
“Ya Rasul Allah, apakah anda tidak berkenan mengangkat diriku
sebagai pemimpin wilayah ?’ Rasulullah saw menjawab seraya
menepuk-nepuk kedua bahuku : ‘Hai Abu Dzar, anda seorang
yang lemah, sedangkan tugas itu adalah suatu amanat yang
akan membuat orang menjadi hina dan menyesal pada hari
kiamat, kecuali jika ia mampu menunaikan hak dan kewajiban
yang dipikulkan kepadanya.”
Mengangkat orang yang tidak ahli termasuk melanggar
amanat dan berkhianat terhadap Allah, Rasul-Nya dan
kaum Muslimin.
“Barangsiapa yang mengangkat seseorang sebagai pemimpin
jama’ah, padahal ia tahu bahwa di dalam kelompok itu terdapat
orang yang lebih baik, maka ia telah mengkhianati Allah,
mengkhianati Rasul-Nya dan mengkhianati kaum Mu’minin.”
(HR. Al-Hakim)
Bekerja sungguh-sungguh
Dituntut Islam karena :
◦
Lebih mulia
“Tidaklah seorang di antara kamu, makan suatu
makanan lebih baik daripada memakan dari hasil
keringatnya sendiri” (HR. Baihaqi)
◦
Menghapus dosa
Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan
dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang
hari maka pada malam itu ia diampuni.” (HR. Ahmad)
“Sesungguhnya di antara perbuatan dosa ada dosa
yang tidak bisa terhapus oleh shaum dan Shalat.
Ditanyakan pada beliau : ‘Apakah yang dapat
menghapuskannya, Ya Rasulullah ?” Jawab Rasul saw:
“Bekerja
(kesusahan)
dalam
mencari
nafkah
penghidupan”(HR. Abu Nu’aim)
◦
Disukai Allah dan Rasulullah
“Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat
hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam
mencari rizki yang halal.”
(HR. Adailami)
◦
Didoakan Rasulullah
“Ya Allah! Berikanlah keberkahan kepada
ummatku, pada usaha yang dilakukannya di
pagi hari.”
(HR. Tirmidzi
) .
Rasulullah saw pernah “mencium” tangan Sa’ad
bin Mu’adz ra kemudian Rasululllah saw
bersabda :
“(Ini adalah) dua tangan yang dicintai Allah
Ta’aala”
Amanah penting bagi pekerja Muslim
“Tunaikanlah
amanat
terhadap
orang
yang
mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap
orang yang mengkhianatimu.”
(HR. Ahmad dan Abu
Daud)
Tidak amanat bukan orang beriman.
“Tidak beriman orang yang tidak memegang amanat
dan tidak ada agama orang yang tidak menepati janji.”
(HR. Adailami)
Selalu melanggar amanat tergolong munafik.
“Tanda orang munafik itu ada tiga macam : jika
berbicara ia berdusta, jka berjanji dia mengingkari dan
jika di beri kepercayaan dia khianat.” (Hr. Ahmad).
Aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya
Seluruh aktivitas bisnis dilakukan hanya dengan
cara yang HALAL saja.
Output-
nya :
- Ditujukan untuk mendapatkan PROFIT,
- Usahanya terus TUMBUH berkembang,
- Pertumbuhan usaha BERLANGSUNG terus
menerus,
- Usahanya mendapat KEBERKAHAN
CIRI BISNIS
BEKERJA & BISNIS
DALAM PARADIGMA ISLAM
BEKERJA
(
al-'amal
)
KARAKTERISTIK
BISNIS ISLAMI vs NON ISLAMI
ISLAMI
KARAKTER
BISNIS
ISLAMI
NON
Aqidah Islam
(nilai-nilai transendental)
ASAS
(Nilai-nilai material)
Sekularisme
Dunia - akhirat
MOTIVASI
Dunia
Profit & Benefit
(non materi/qimah),
Pertumbuhan,
Keberlangsungan,
Keberkahan
ORIENTASI
Profit,
Pertumbuhan,
Keberlangsungan
Tinggi,
Bisnis adalah bagian dari
ibadah
ETOS KERJA
Tinggi,
Bisnis adalah kebutuhan
duniawi
Maju & produktif,
Konsekuensi keimanan
& manifestasi
kemusliman
KARAKTERISTIK
BISNIS ISLAMI vs NON ISLAMI
ISLAMI
KARAKTER
BISNIS
ISLAMI
NON
Cakap & ahli di bidangnya, Konsekuensi dari
kewajiban seorang muslim
KEAHLIAN Cakap & ahli di bidangnya, Konsekuensi dari motivasi reward & punishment Terpercaya &
bertanggung jawab,
Tujuan tidak menghalalkan Cara
AMANAH Tergantung kemauan
individu (pemilik kapital), Tujuan menghalalkan cara Halal MODAL Halal & haram Sesuai dengan akad
kerjanya
SDM Sesuai dengan akad kerjanya atau sesuai keinginan pemilik
modal
Halal
SUMBERDAYA
Halal & haram
Visi dan misi organisasi
terkait erat dengan misi
penciptaan manusia di
dunia
MANAJEMEN
KARAKTERISTIK
BISNIS ISLAMI vs NON ISLAMI
ISLAMI
KARAKTER
BISNIS
NON
ISLAMI
Jaminan halal bagi setiap
masukan, proses &
keluaran,
Mengedepankan
produktivitas dalam
koridor syariah
MANAJEMEN
OPERASI
Tidak ada jaminan halal
bagi setiap masukan,
proses & keluaran,
Mengedepankan
produktivitas dalam
koridor manfaat
Jaminan halal bagi setiap
masukan, proses &
keluaran keuangan
MANAJEMEN
KEUANGAN
Tidak ada jaminan halal
bagi setiap masukan,
proses & keluaran
keuangan
Pemasaran dalam koridor
jaminan halal
PEMASARAN
MANAJEMEN
Pemasaran menghalalkan
cara
SDM profesional &
berkepribadian Islam,
SDM adalah pengelola
bisnis,
SDM bertanggung jawab
pada diri, majikan &
Allah SWT
MANAJEMEN
SDM
SDM adalah faktor
SDM profesional,
produksi,
SDM bertanggung jawab
INPUT
Entrepreneurshi p
BAGAIMANA CARA
BISNIS ISLAMI
ITU ?
SIAPKAN DIRI UNTUK MENJADI PRIBADI PROFESIONAL
SIAPKAN WADAH USAHA SECARA TEPAT
SIAPKAN PRODUK YANG SMART
8 PENYEBAB
KEGAGALAN USAHA*
Tanpa pengalaman di bidangnya 9%
Tanpa pengalaman manajemen 18%
Pengalaman berusaha tidak memadai 20%
Tidak cakap/tidak memiliki kemampuan
mengelola perusahaan kecil
(tidak ulet, tidak pintar, tidak telaten) 45%
Lalai 3%
Penggelapan 2%
Bencana 1%
Lain-lain 2%
•sumber:
Small Business Administration
,
AS
seperti dikutip dalam Marbun ( 1996)
Tidak berkeahliaan
atau keahlian tidak
memadai
FAKTA, BUKAN GOSIP
Tidak amanah
Tidak beretos kerja
atau etos kerja
SIAPKAN DIRI UNTUK MENJADI
PRIBADI PROFESIONAL
AMANAH
(Terpercaya)
HIMMAH
(Beretos kerja)
KAFA’AH
(Berkeahlian)
Dibina melalui
Diklat &
Pengalaman
Penyadaran
Motivasi
Wirausaha sebagai
Ibadah
Menjaga Amanah dalam
Wirausaha
INPUT – PROSES - OUTPUT
Pihak I
Pihak I I
Pengelola
Modal
Pengelola
dan Modal
Pengelola
Abdan
Mudharabah
Mudharabah
Modal
Mudharabah
Tidak sah
Mudharabah
Pengelola dan
Modal
Mudharabah
Mudharabah
Inan
USAHA SENDIRI
atau
USAHA BERSAMA (
SYIRKAH
)
SIAPKAN WADAH USAHA
SECARA TEPAT :
No. Skim Pembiayaan SBU
Pihak Lain
Konsekwensi
1.
Modal Sendiri
Pemodal
-
Usaha milik sendiri
2.
Pinjaman
Debitur
Kreditur
Pengembalian
pinjaman tanpa bunga
3.
Murabahah
Pembeli
Penjual
Pembayaran dengan
margin
Pengelola
Pemodal
4.
Mudharabah
Pemodal
Pengelola
Bagi hasil keuntungan
dan kerugian
5.
Musyarakah
Pengelolola &
pemodal
Pengelolola &
pemodal
Bagi hasil keuntungan
dan kerugian
6.
Hibah
Penerima hibah
Penghibah
Amanah
Skim Pembiayaan
Usaha
SIAPKAN PRODUK SECARA
SMART :
PRODUK
Specific
(khas)
Attainable
(dapat dicapai)
Measurable
(dapat dihitung)
Realistic
(realistis)
Timely Basis
PASARKAN PRODUK SECARA SMART
DATANGI DI SAAT TEPAT. Mendatangi calon pembeli: di
kantor pada saat yang tidak terlalu sibuk; di rumah pada saat yang tidak terlalu banyak terlibat urusan
keluarga, atau di tempat lain yang memungkinkan. KARTU NAMA.
Membuat kartu nama dan
Mencari informasi dari keluarga, saudara, sejawat, dan kenalan dekat; atau juga
lembaga-lembaga pemerintah (Kantor Deperindag, Depkop dan PKM), serta
konsultan.
RANTAI
BERSAMBUNG.
Dengan cara rantai bersambung, yaitu menggunakan
referensi atau informasi dari seorang pembeli yang
merekomendasikan calon pembeli lain.
DOOR TO DOOR.
Langsung mengunjungi konsumen
pengguna akhir, seperti ibu
rumah tangga bagi keperluan rumah tangga.
AKTIF.
Menjadi anggota dari suatu
perkumpulan atau organisasi.
FORUM.
Mengikuti pameran, eksibisi, dan
pertemuan-pertemuan yang memungkinkan bagi publikasi produk Anda.
5
Modal hanyalah pelengkap.
Dalam berbisnis, modal uang jelas bukanlah segala-segalanya. Keahlian, jaringan, nama baik, penguasan teknologi, pengetahuan mengenai pasar adalah
modal yang sama pentingnya dengan uang.
Reputasi dulu.
Caranya? Bangunlah nama baik, keahlian,
kepercayaan, kualitas dan harga diri. Begitu Anda dikenal dalam bidang usaha Anda, uang akan
datang mengejar Anda.
Tumbuh dari bawah.
Bisnis yang baik tidak pernah tiba-tiba besar. Hampir semua pengusaha sukses, merintis usahanya dari bawah hinga mencapai sukses.
Konsentrasi di bidang yang dikuasai.
Penguasaan bidang menjadi syarat mutlak untuk maju. Belum pernah terdengar kisah sukses
pengusaha yang berada dalam bidang yang tidak dikuasainya sama sekali.
Anti kerumunan.
Bisnis yang diawali dengan mengkopi sukses orang lain dan masuk dalam kerumunan sangat berbahaya. Dalam kerumunan akan sulit bernafas, bahkan sulit keluar dengan mulus. Kemungkinan babak belur sangat besar.
*Dr. Rhenald Kasali, dalam kata pengantar buku 50 Usahawan Tahan Banting, Kiat Sukses di Masa Krisis.