• Tidak ada hasil yang ditemukan

KINESIOLOGI DAN BIOMEKANIK CERVICAL SPINE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KINESIOLOGI DAN BIOMEKANIK CERVICAL SPINE"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

KINESIOLOGI

KINESIOLOGI

DAN

DAN

BIOMEKANIK

BIOMEKANIK

CERVICAL SPINE

CERVICAL SPINE

(2)

TUJUAN INSTRUKSIONAL

TUJUAN INSTRUKSIONAL

Mahasiswa memahami manualterapi

Mahasiswa memahami manualterapi

dengan cara :

dengan cara :

 Mampu mendefinisikan manualterapi dan Mampu mendefinisikan manualterapi dan

neuromusculoskeletalvegetative

neuromusculoskeletalvegetative

mechanism

mechanism

 Mampu merinci tentang proses asuhan Mampu merinci tentang proses asuhan

manualterapi anggota gerak atas

manualterapi anggota gerak atas

 Mampu menghubungkan anatomi terapan Mampu menghubungkan anatomi terapan

dalam kajian histologis struktur jaringan

dalam kajian histologis struktur jaringan

spesifik dengan fungsi anggota gerak atas

spesifik dengan fungsi anggota gerak atas

 Mampu menilai tentang proses asuhan Mampu menilai tentang proses asuhan

manualterapi

(3)

Pertanyaan studi

Pertanyaan studi

Jelaskan pengertian manualterapi.Jelaskan pengertian manualterapi.

Jelaskan proses asuhan manualterapi.Jelaskan proses asuhan manualterapi.

Apa yang harus dipelajari dalam anatomi terapan? Apa yang harus dipelajari dalam anatomi terapan?

Jelaskan. Jelaskan.

Jelaskan tentang struktur jaringan spesifik: Jelaskan tentang struktur jaringan spesifik:

kapsuloligamenter, muskulotendinogen, neurologis, kapsuloligamenter, muskulotendinogen, neurologis,

diskus intervertebralis, osteogen dan integumen. diskus intervertebralis, osteogen dan integumen.

Jelaskan tentang patologi inflamasi dan proses Jelaskan tentang patologi inflamasi dan proses

penyembuhan luka. penyembuhan luka.

Jelaskan tentang patologi inaktifitas dan immobilisasi Jelaskan tentang patologi inaktifitas dan immobilisasi

dan komplikasinya pada jaringan spesifik. dan komplikasinya pada jaringan spesifik.

(4)

Persendian mandibula dgn temporal → Persendian mandibula dgn temporal → terjadi antara kepala mandibula dan terjadi antara kepala mandibula dan

fosa mandibula dr tuberkulum artikularis fosa mandibula dr tuberkulum artikularis

temporal temporal

Fungsional mrpk gabungan 2 sendi : Fungsional mrpk gabungan 2 sendi : ▪

Bentuk permukaan sendi tergantung Bentuk permukaan sendi tergantung

perkembangan oklusi gigi dan umur → perkembangan oklusi gigi dan umur → bila tidak terdapat gigi (bayi, orang tua) bila tidak terdapat gigi (bayi, orang tua) → fosa mandibula rata dan tuberkulum → fosa mandibula rata dan tuberkulum

(5)

DISKUS ARTIKULARIS DAN

DISKUS ARTIKULARIS DAN

KAPSULA ARTIKULARIS

KAPSULA ARTIKULARIS

Discus art. Merupakan

Discus art. Merupakan

kantong yang mudah

kantong yang mudah

bergerak untuk kaput

bergerak untuk kaput

mandibula

mandibula

Kapsula art. lentur

Kapsula art. lentur

Pembentuk sendi disebut

Pembentuk sendi disebut

juga sebagai tuberkulum

juga sebagai tuberkulum

(6)

LIGAMENTS

LIGAMENTS

1. Lig.kapsular: sekeliling fosa

1. Lig.kapsular: sekeliling fosa

mandibula-tuberkulum

mandibula-tuberkulum

artikularis

artikularis

2. Lig.temporo mandibular lateral:

2. Lig.temporo mandibular lateral:

fungsi→ menahan gerak

fungsi→ menahan gerak

rahang bawah

rahang bawah

3. Lig.stilomandibularis: fungsi →

3. Lig.stilomandibularis: fungsi →

menahan grk mandibula saat

menahan grk mandibula saat

depresi secara berlebihan

depresi secara berlebihan

4. Lig.sfenomandibularis: fungsi →

4. Lig.sfenomandibularis: fungsi →

sbg suspensi depresi

sbg suspensi depresi

5. Lig.mandibular malleolar:

(7)

OTOT TMJ

OTOT TMJ

1.

1. m. masseter: otot kuat yg berfungsi m. masseter: otot kuat yg berfungsi menutup rahang dgn mengangkat menutup rahang dgn mengangkat mandibula

mandibula

2. m. temporalis: fungsi sbg otot pengangkat 2. m. temporalis: fungsi sbg otot pengangkat

rahang bawah yg paling kuat rahang bawah yg paling kuat

3. m. pterigoideus lateralis: mrpk otot 3. m. pterigoideus lateralis: mrpk otot

pengarah TMJ dan terlibat dlm semua pengarah TMJ dan terlibat dlm semua gerak mandibula → sering terlibat pd gerak mandibula → sering terlibat pd disfungsi diskus TMJ

disfungsi diskus TMJ

4. m. pterigoideus medialis: fungsi 4. m. pterigoideus medialis: fungsi

mengangkat mandibula dan mendorong mengangkat mandibula dan mendorong ke depan, berperan pd pergeseran

ke depan, berperan pd pergeseran

(8)

5. m. digastrik: fungsi menarik 5. m. digastrik: fungsi menarik mandibula ke posterior dan mandibula ke posterior dan

depresi depresi

6. m. stiloideus: fungsi membantu 6. m. stiloideus: fungsi membantu

depresi dan menarik tulang hioid depresi dan menarik tulang hioid

ke superior dan ke posterior ke superior dan ke posterior 7. m. geniohioid: fungsi menarik 7. m. geniohioid: fungsi menarik

mandibula keatas dan belakang mandibula keatas dan belakang 8. m. milohioid: fungsi membantu 8. m. milohioid: fungsi membantu

menekan mandibula menekan mandibula

9. m. infrahioid: fungsi memastikan 9. m. infrahioid: fungsi memastikan

(9)

SARAF

SARAF

Berasal dari saraf kranial

Berasal dari saraf kranial

• Cabang saraf segmen C1-C3Cabang saraf segmen C1-C3

• N. Trigeminus ( N. V )N. Trigeminus ( N. V )

N. Fasialis ( N. VII )N. Fasialis ( N. VII )

• N. Hypoglosus ( N. XII )N. Hypoglosus ( N. XII )

(10)

Osteokinematika dan

Depresi-elevasi,

Depresi-elevasi,

Protrusi-retrusi,

Protrusi-retrusi,

Lateral deviasi kanan-kiri

Lateral deviasi kanan-kiri

Artrokinematika

Artrokinematika

grk traksi arah caudal,

grk traksi arah caudal,

translasi keventral saat depresi

translasi keventral saat depresi

(11)

Pendahuluan.

Pendahuluan.

Cervical spine merupakan bag yg paling Cervical spine merupakan bag yg paling

kompleks dari tubuh, maka pemeriksaan dan

kompleks dari tubuh, maka pemeriksaan dan

pengelolaan yg akurat dilakukan dengan

pengelolaan yg akurat dilakukan dengan

hati-hati scr sistematis. Ganggguan gerak dan

hati scr sistematis. Ganggguan gerak dan

fungsi cervical sering berkaitan dengan

fungsi cervical sering berkaitan dengan

temporo mandibular joint, shoulder complex,

temporo mandibular joint, shoulder complex,

upper thoracal joint dan upper costae.

upper thoracal joint dan upper costae.

Patologi yang dijumpai dalam cervical spine Patologi yang dijumpai dalam cervical spine

meliputi trauma, proses inflamasi, degenerasi,

meliputi trauma, proses inflamasi, degenerasi,

neoplasma dll yg menimbulkan manifestasi

neoplasma dll yg menimbulkan manifestasi

gangguan gerak dan fungsi tertentu.

(12)

2. Anatomi Cervical spine regional2. Anatomi Cervical spine regional

 Sikap dan gerak cervical spine rumit, misal sikap/posisi Sikap dan gerak cervical spine rumit, misal sikap/posisi leher protrusion atau deviation atau rotation akan

leher protrusion atau deviation atau rotation akan mempengaruhi gerak dan fungsi leher secara

mempengaruhi gerak dan fungsi leher secara

keseluruhan dan akan menimbulkan patologi tetentu. keseluruhan dan akan menimbulkan patologi tetentu.

 Krn facets mengarah pd bidang tranversal, Krn facets mengarah pd bidang tranversal, gerak gerak luas.

luas.

 Gerak leher spesifik secara segmental maupun Gerak leher spesifik secara segmental maupun

regional sangat besar kontribusinya dlm spesifikasi regional sangat besar kontribusinya dlm spesifikasi

patologi, assessment maupun intervensi. patologi, assessment maupun intervensi.

 Cervical spine mobilitas besar dan Cervical spine mobilitas besar dan stabilitas besar stabilitas besar dan spesifik yg dibentuk secara pasif dan aktif.

dan spesifik yg dibentuk secara pasif dan aktif.

(13)

CERVICAL SPINE

CERVICAL SPINE

 Arah facets pd bidang Arah facets pd bidang

tranversal,

tranversal, grk luas kesegala grk luas kesegala arah.

arah.

 Grk leher spesifik scr Grk leher spesifik scr

segmental maupun regional.

segmental maupun regional.

 Cervical spine mobilitas besar Cervical spine mobilitas besar

 stabilitas besar & spesifik. stabilitas besar & spesifik.  Dipilah sbg Atlanto occypital Dipilah sbg Atlanto occypital

(upper), Atlanto axial (mid) dan

(upper), Atlanto axial (mid) dan

intervertebral joint C2-3,

intervertebral joint C2-3,

s/dC6-7 (lower)

(14)

Atlanto occypital joint (C

0

-C

1

)

Sendi sinovial jenis ovoid yg

Sendi sinovial jenis ovoid yg

dibentuk inferior articular face

dibentuk inferior articular face

occyput dan articular face atlas.

occyput dan articular face atlas.

Gerak utama fleksi-ekstensi

Gerak utama fleksi-ekstensi

dikenal sbg

dikenal sbg

‘yes joint’

‘yes joint’

Peran otot suboccypital sbg anti

Peran otot suboccypital sbg anti

(15)

Atlanto axial joint (C

Atlanto axial joint (C

11

-C

-C

22

)

)

 Mrpk three joint complex Mrpk three joint complex

 Sendi sinovial jenis sendi putar,

dibentuk oleh atlas dan dens dmn gerak utamanya rotasi kanan-kiri, dikenal sbg

‘No joint’

‘No joint’

 Penjepitan a. vertebralis kontralat.Penjepitan a. vertebralis kontralat.

 C0-C1-C2 penting dlm pengaturan C0-C1-C2 penting dlm pengaturan

posisi kepala

(16)

C2-3, C3-4, C4-5, C5-6, dan C6-7

C2-3, C3-4, C4-5, C5-6, dan C6-7

 Grk segala arah, fleksi-ekstensi, Grk segala arah, fleksi-ekstensi,

fleksi lateral kanan-kiri dan rotasi.

fleksi lateral kanan-kiri dan rotasi.

 Terdpt Uncovertebral (uncinate) joint Terdpt Uncovertebral (uncinate) joint

bukan mrpk sendi sebenarnya ttp

bukan mrpk sendi sebenarnya ttp

pertemuan tepi lateral corpus

pertemuan tepi lateral corpus

vertebra cervicalis, mengarahkan

vertebra cervicalis, mengarahkan

grk fleksi-ekstensi

grk fleksi-ekstensi

 Gerak rotasi-fleksi lateral scr Gerak rotasi-fleksi lateral scr

homolateral dan ekstensi

homolateral dan ekstensi → iritasi → iritasi facet dan isi foramen.

facet dan isi foramen.

(17)

Facets dan Uncovertebral

Facets dan Uncovertebral

joint

joint

 Mulai dari C2 kebawah membentuk intervertebral joint atau facets, Mulai dari C2 kebawah membentuk intervertebral joint atau facets,

dimana terletak lebih pada bidang tranversal.

dimana terletak lebih pada bidang tranversal.

 Facets dibentuk oleh inferior articular process dengan superior Facets dibentuk oleh inferior articular process dengan superior

articular process vertebra bawahnya, dimana arah permukaan

articular process vertebra bawahnya, dimana arah permukaan

sendi lebih dalam bidang tranversal sehingga memungkinkan

sendi lebih dalam bidang tranversal sehingga memungkinkan

luasnya gerak leher kesegala arah.

luasnya gerak leher kesegala arah.

 Sudut kemiringan dan sudut bukaan facets tiap segment Sudut kemiringan dan sudut bukaan facets tiap segment

bervariasi, sehingga memiliki dominasi gerakan yg bervariasi tiap

bervariasi, sehingga memiliki dominasi gerakan yg bervariasi tiap

segment.

segment.

 Uncovertebral (uncinate) joint bukan merupakan sendi yang Uncovertebral (uncinate) joint bukan merupakan sendi yang

sebenarnya tetapi merupakan pertemuan tepi lateral corpus

sebenarnya tetapi merupakan pertemuan tepi lateral corpus

vertebra cervicalis, yang berkembang dan degenerasi sesuai

vertebra cervicalis, yang berkembang dan degenerasi sesuai

umur.

umur.

 Uncovertebral terdapat pada cervical spine saja, juga sebagai Uncovertebral terdapat pada cervical spine saja, juga sebagai

stabilisasi dan mengarahkan gerak segmental sehingga lebih

stabilisasi dan mengarahkan gerak segmental sehingga lebih

dominan fleksi-ekstensi.

(18)

Muscular

Muscular

 Fungsi utama otot leher utk stabilisai dan menahan kepala, sebagian besar Fungsi utama otot leher utk stabilisai dan menahan kepala, sebagian besar

kearah tipe I atau tonik, sering dijumpai patologi tightness, contracted and

kearah tipe I atau tonik, sering dijumpai patologi tightness, contracted and

tendomyosis.

tendomyosis.

 Pemendekan atau myosis sering dijumpai sbg penyebab utama, terutama pada Pemendekan atau myosis sering dijumpai sbg penyebab utama, terutama pada cervico occypital (atas belakang), scalenus m., upper trapezius m., levator

cervico occypital (atas belakang), scalenus m., upper trapezius m., levator

scapulae m. dan sternocleido mastoid m.

scapulae m. dan sternocleido mastoid m.

 Active stability yang dilakukan pada posisi yang benar akan mengurang iritasi Active stability yang dilakukan pada posisi yang benar akan mengurang iritasi

pada facets dan uncovertebral maupun discus, karena kontraksi yang imbang

pada facets dan uncovertebral maupun discus, karena kontraksi yang imbang

dan minimal.

dan minimal. Otot cervical spine meliputi :Otot cervical spine meliputi :

 Bagian Anterior : Sternocleido mastoid m., Longus cervicis m. (descending, Bagian Anterior : Sternocleido mastoid m., Longus cervicis m. (descending,

ascending dan longitudinal), Rectus capitis anterior m., Superficial band (rectus

ascending dan longitudinal), Rectus capitis anterior m., Superficial band (rectus

capitis anterior minor m), Rectus capitis lateralis m, Scalenus anterior m.,

capitis anterior minor m), Rectus capitis lateralis m, Scalenus anterior m.,

Scalenus medius m. dan Scalenus posterior m.

Scalenus medius m. dan Scalenus posterior m.

 Bagian Posterior: Rectus capitis major dan minor ms., Obliquus capitis superior Bagian Posterior: Rectus capitis major dan minor ms., Obliquus capitis superior & inferior ms., Cervical tranverso spinalis m., Interspinous m., Semispinalis

& inferior ms., Cervical tranverso spinalis m., Interspinous m., Semispinalis

capitis & cervicis ms., Tranversus thoracis dan longissimus thoracis ms.,

capitis & cervicis ms., Tranversus thoracis dan longissimus thoracis ms.,

Splenius capitis m. dan splenius cervicis m., Levator scapulae m. dan

Splenius capitis m. dan splenius cervicis m., Levator scapulae m. dan

Trapezius m.

(19)

3. Analisis gerak cervical

3. Analisis gerak cervical

GERAK AKTIF

GERAK AKTIF

 Cervical flexionCervical flexion

 Kompresi pada anterior pilar (Disc & corpus) Kompresi pada anterior pilar (Disc & corpus)

dan traksi posterior pilar.

dan traksi posterior pilar.

 Pada gerak fleksi dg dagu menyentuh sternum, Pada gerak fleksi dg dagu menyentuh sternum,

terjadi pengurangan lordosis cervical hingga

terjadi pengurangan lordosis cervical hingga

sedikit kifosis.

sedikit kifosis.

 Disini C5 tidak bergerak.Disini C5 tidak bergerak.

Ketegangan otot erector spine regio Ketegangan otot erector spine regio cervical membatasi gerak fleksi.

(20)

Extension

Extension

Kompresi posterior pilar (facets)

Kompresi posterior pilar (facets)

membatasi gerak ekstensi disamping otot

membatasi gerak ekstensi disamping otot

depan cervical dan lig. longitudinale

depan cervical dan lig. longitudinale

anterior dan traksi anterior pilar.

anterior dan traksi anterior pilar.

(21)

Cervical Left & Right lateral flexionCervical Left & Right lateral flexion

 Secara automatik terjadi gerak rotasi Secara automatik terjadi gerak rotasi

kontralateral dikenal sebagai couple of

kontralateral dikenal sebagai couple of

movement.

movement.

 Terjadi compression uncovertebral dan facet Terjadi compression uncovertebral dan facet

sisi homolateral dan traction sisi kontralateral.

sisi homolateral dan traction sisi kontralateral.

 Pembatasan oleh otot cervical dan girdle sisi Pembatasan oleh otot cervical dan girdle sisi

kontralateral, serta ligamenta sisi kontralateral.

kontralateral, serta ligamenta sisi kontralateral.

(22)

Cervical Left & Right Rotation

Cervical Left & Right Rotation

Secara automatik terjadi gerak lateral

Secara automatik terjadi gerak lateral

fleksi kontralateral.

fleksi kontralateral.

(23)

Cervical Protraction - Retraction

Cervical Protraction - Retraction

Pada gerak protraksi C6-7-Th1 terjadi

Pada gerak protraksi C6-7-Th1 terjadi

gerak ekstensi atlanto occypital (C0-C1).

gerak ekstensi atlanto occypital (C0-C1).

Pada retraksi C6-7-Th1 terjadi gerak

Pada retraksi C6-7-Th1 terjadi gerak

(24)

GERAK ISOMETRIK

GERAK ISOMETRIK

 Harus hati-hati bila dilakukan pada Cervical Harus hati-hati bila dilakukan pada Cervical

spine

spine

 Tidak terjadi kontraksi otot secara spesifik, Tidak terjadi kontraksi otot secara spesifik,

tetapi secara group.

tetapi secara group.

 Gerak fleksi isometrik untuk grup otot flexor, Gerak fleksi isometrik untuk grup otot flexor,

ekstensi isometrik untuk grup extensor, rotasi

ekstensi isometrik untuk grup extensor, rotasi

untuk rotator dan fleksi lateral untuk grup

untuk rotator dan fleksi lateral untuk grup

lateral flexor.

lateral flexor.

 Gerak isometric lebih ditujukan untuk Myotome Gerak isometric lebih ditujukan untuk Myotome

test (table).

(25)

Segm Dermatome Myotome C2 Occypital Neck flexion C3 Cervical Neck flexion

C4 Pundak Neck side flexion C5 Sisi lateral lengan atas Deltoid & Biceps C6 Sisi lateral lengan bawah dan

tangan Biceps & Extensor carpi radialis Long – Brev C7 Bagian tengah telapak tangan Triceps, Wrist flexor & Fingers

extensor C8 Sisi medial lengan bawah dan

(26)

GERAK PASIF

GERAK PASIF

Cervical Flexion – Extension

Cervical Flexion – Extension

ROM:

ROM:

End feel: Fleksi Elastic end feel, bila

End feel: Fleksi Elastic end feel, bila

terdapat ketegangan otot menjadi springy

terdapat ketegangan otot menjadi springy

end feel.

end feel.

Pada gerak ekstensi hard end feel

Pada gerak ekstensi hard end feel

(27)

Cervical Left/Right lateral flexion

Cervical Left/Right lateral flexion

ROM pasif: 450

ROM pasif: 450

End feel: Elastic, Sering dijumpai Springy

End feel: Elastic, Sering dijumpai Springy

end feel karena pembatasan otot lebih

end feel karena pembatasan otot lebih

dominan, utk menghindarinya dilakukan

dominan, utk menghindarinya dilakukan

(28)

Rotasi Cervical

Rotasi Cervical

ROM pasif 80

ROM pasif 80

00

(29)

Provokasi 3 dimension ekstensi.

Provokasi 3 dimension ekstensi.

Yaitu gerak rotasi-fleksi lateral secara

Yaitu gerak rotasi-fleksi lateral secara

homolateral dan ekstensi. Kompresi

homolateral dan ekstensi. Kompresi

facets dan uncovertebral serta

facets dan uncovertebral serta

penyempitan foramen intervertebral sisi

penyempitan foramen intervertebral sisi

homolateral.

(30)

Gapping 3 dimensi fleksi.

Gapping 3 dimensi fleksi.

Yaitu gerak rotasi homolateral -fleksi

Yaitu gerak rotasi homolateral -fleksi

lateral kontralateral dan fleksi.

lateral kontralateral dan fleksi.

Terjadi gapping (pembukaan/traksi) sisi

Terjadi gapping (pembukaan/traksi) sisi

(31)

Analisis Provokasi

Analisis Provokasi

 Compression.Compression.

 In netral positionIn netral position

 Compression pada seluruh komponen pillars.Compression pada seluruh komponen pillars.

In flexionIn flexion

 Compression pada corpus dan discus intervertebralCompression pada corpus dan discus intervertebral

In extensionIn extension

 Compression pada bilateral facets dan penyempitan Compression pada bilateral facets dan penyempitan intervertebral forament.

intervertebral forament.

 In In side flexionside flexion

Compression pada facets dan penyempitan Compression pada facets dan penyempitan intervertebral forament secara unilateral sisi intervertebral forament secara unilateral sisi

(32)

Traction

Traction

Terjadi peristiwa sebaliknya dari bila

Terjadi peristiwa sebaliknya dari bila

(33)

Joint play movement.

Joint play movement.

Atlanto occypitalis traksi arah

Atlanto occypitalis traksi arah

longitudinal, translasi berlawanan arah.

longitudinal, translasi berlawanan arah.

Atlanto axial traksi arah longitudinal,

Atlanto axial traksi arah longitudinal,

sedangkan C2-3 hingga C6-7 traction

sedangkan C2-3 hingga C6-7 traction

dikenal sbg gapping.

dikenal sbg gapping.

(34)

Gerak Segmental

Gerak Segmental

Segmental provocation& gapping.

Segmental provocation& gapping.

Atlanto occipital joint

Atlanto occipital joint

Posisi seluruh cervical spine fleksi

Posisi seluruh cervical spine fleksi

ditahan kedua tengan jari terjalin, gerak

ditahan kedua tengan jari terjalin, gerak

(35)

Atlanto axial joint

Atlanto axial joint

Posisi seluruh cervical spine fleksi

Posisi seluruh cervical spine fleksi

ditahan kedua tengan jari terjalin dan

ditahan kedua tengan jari terjalin dan

eksteksi cranium, gerak rotasi cranium

eksteksi cranium, gerak rotasi cranium

(36)

C2-3, C3-4, C4-5, C5-6, C6-7, C7-Th1.

C2-3, C3-4, C4-5, C5-6, C6-7, C7-Th1.

Dilakukan gapping segmental, yaitu

Dilakukan gapping segmental, yaitu

gerak rotasi homolateral - fleksi lateral

gerak rotasi homolateral - fleksi lateral

kontralateral dan fleksi secara

kontralateral dan fleksi secara

(37)

Pengukuran panjang otot.

Pengukuran panjang otot.

Scalenus m.

Scalenus m.

Posisi cervical spine fleksi lateral

Posisi cervical spine fleksi lateral

kontralateral girdle depresi cranium

kontralateral girdle depresi cranium

rotasi homolateral (utk m. scalenus

rotasi homolateral (utk m. scalenus

medialis), rotasi kontralateral (utk m.

medialis), rotasi kontralateral (utk m.

(38)

Upper cervical ms.

Upper cervical ms.

Posisi cervical spine ekstensi cranium

Posisi cervical spine ekstensi cranium

(39)

Upper trapezius m.

Upper trapezius m.

(40)

Levator scapulae m.

Levator scapulae m.

Posisi shouldes abduksi-elevasi, cervical

Posisi shouldes abduksi-elevasi, cervical

spine fleksi lateral kontralateral girdle

spine fleksi lateral kontralateral girdle

(41)

Stermocleidomastoideus m.

Stermocleidomastoideus m.

Cervical spine rotasi homolateral, fleksi

Cervical spine rotasi homolateral, fleksi

(42)

Thanks to your

Thanks to your

attention

attention

Referensi

Dokumen terkait

• Processus transversus lebih besar dari vertebrae cervical lain, hanya terdiri dari tuberkel posterior, bersama dengan costotransversus yang melekat pada lateral

‹ Uraikan tes dan praktekkan Joint play movement pada sendi cervical spinez. ‹ Uraikan dan praktekkan tes panjang

Hal ini menunjukkan bahwa Teknik Mulligan dan Soft Tissue Mobilization menghasilkan peningkatan lingkup gerak sendi (LGS) ekstensi, rotasi dan lateral fleksi cervical yang

Degree of limitation of range of motion of the cervical spine [7] Level The general range of motion score Point evaluation Unlimited 0 points 0 points Mild limitation 1 - 6

Introduction Paediatric cervical spine C-spine injury CSI is serious yet relatively uncommon, occurring in less than 1% of all children evaluated following blunt trauma.1 In the

Axial sectional image of T1-weighted cervical MR also shows low to intermediate signal intensity of the exophyting mass in the right epidural space at the C4/5 facet joint white arrows

Type : stretching, strengthening, stabilization The movements or exercises performed are Spine Stretching Techniques cervical spine flexion, cervical spine lateral flexion, thoracic

In this study, cervical spine movement during videolaryngoscopic intubation was compared between direct epiglottis eleva- tion and indirect epiglottis elevation in patients receiving