• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi Bakteri Pseudomas fluorescence dan Bacillus subtillis untuk Mengendalikan Hawar Daun Bakteri pada Kedelai (Pseudomonas syringae pv. glycine)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Potensi Bakteri Pseudomas fluorescence dan Bacillus subtillis untuk Mengendalikan Hawar Daun Bakteri pada Kedelai (Pseudomonas syringae pv. glycine)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 . Daya hambat bakteri antagonis potensial
Tabel 2. Insiden Penyakit layu PSG pada kedelai pada berbagai kombinasi perlakuan   pada pengamatan 15 ; 30; dan 45 hari setelah inokulasi (hsi)     ( % ) secara invivo pada tanah steril
Tabel 3. Rata- rata  Insiden penyakit layu PSG akibat pengaruh macam   antagonis pada berbagai

Referensi

Dokumen terkait

dapat dilihat bahwa pengaruh pupuk organik terhadap tinggi tanaman kedelai pada pengamatan 7 MST, perlakuan kontrol B0 berbeda tidak nyata terhadap B1 dan B2 tetapi berbeda

Mengetahui waktu aplikasi Pseudomonas fluorescens dan Paenibacillus polymyxa yang efektif dalam menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman

Enkapsulasi benih menggunakan bakteri P.fluorescens dengan formulasi kompos tidak memengaruhi keparahan penyakit pada 25 HSI, namun penambahan bahan pembawa kaolin, talc dan

Pada pengujian rumah kaca, perlakuan benih dan aplikasi/ penyemprotan tanaman dengan konsentrasi 2% memberikan hasil yang lebih baik dalam menekan penyakit HDB dan

Gejala penyakit paling lama muncul pada genotipe unggul dijumpai pada Limboto, Inpari 10, dan Situ Patenggang yang tidak jauh berbeda dibandingkan masa inkubasi pada

Hal ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dua jenis bakteri tersebut dalam menekan kemunculan gejala dan perkembangan penyakit busuk lunak pada tanaman

Pada pengujian rumah kaca, perlakuan benih dan aplikasi/ penyemprotan tanaman dengan konsentrasi 2% memberikan hasil yang lebih baik dalam menekan penyakit HDB dan

Aplikasi di rumah kaca pada tanaman padi IR 64 yang telah disemprot dengan agen biokontrol menunjukkan bahwa penggunaan isolat C32a mampu menekan panjang lesio HDB lebih baik