• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepemimpinan Transformasional sebagai intervening ke

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kepemimpinan Transformasional sebagai intervening ke"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

AB

TUGAS UTS MANAJEMEN KEPERAWATAN

“KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL SEBAGAI KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM TATA KELOLA INSTANSI PELAYANAN

KESEHATAN ”

Disusun Untuk Memenuhi

Tugas Mata Kuliah Manajemen Keperawatan

Oleh :

EKA SAKTI WAHYUNINGTYAS NIM. 022020114410009

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN F A K U L T A S K E D O K T E R A N

UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

(2)

A. Latar Belakang

(3)

Kepemimpinan transformasional, digambarkan sebagai gaya kepemimpinan yang dapat membangkitkan atau memotivasi karyawan, sehingga dapat berkembang dan mencapai kinerja pada tingkat yang tinggi. Oleh karena itu, penulis membahas mengenai gaya kepemimpinan transformasional sebagai gaya kepemimpinan efektif dalam tata kelola di instansi pelayanan kesehatan.

B. Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan adanya hubungan antara pemimpin dan pengikut dimana pemimpin mempengaruhi pengikut atau pihak lain atau bawahannya untuk bekerjasama sukarela dalam mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengantugasnya untuk mencapai hal-hal yang diinginkan oleh pimpinan (Ali, 2010). Menurut Gardner dikutip dari Marquis dan Huston (2010), mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu proses yang bersifat persuasif dan peneladanan oleh individu atau tim kepemimpinan yang mempengaruhi suatu kelompok untuk mengikuti arahan pimpinan atau diberikan oleh pimpinan kepada bawahannya. Merton dikutip dari Swanburg (2000), menguraikan kepemimpinan sebagai suatu transaksi masyarakat dimana seseorang anggota mempengaruhi yang lainnya.Ia menyatakan bahwa lebih baik bila seseorang dengan posisi sedang berkuasa mengkombinasikan antara kekuasaan dan kepemimpinan untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuan.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam kepemimpinan adalah kegiatan memimpin yang pada intinya meliputi suatu hubungan ada seseorang yang disebut pemimpin dan yang dipimpin agar mau bekerja bersama ke arah pencapaian tujuan tertentu.

C. Gaya Kepemimpinan

(4)

kepemimpinan menggambarkan kombinasi yang konsisten dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang mendasari perilakuseseorang (Rivai, 2003). Dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan adalah sekumpulan pola perilaku yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Gillies (1994) mengatakan gaya kepemimpinan berdasarkan wewenang dan kekuasaan dibedakan menjadi empat yaitu : otoriter, demokratis, partisipatif dan bebas tindak atau Laissez–Faire. 1. Gaya Kepemimpinan Otoriter

Merupakan gaya seorang pemimpin yang berorientasi pada tugas, menggunakan jabatan kekuasaan posisi dan kekuasaan dalam memimpin, mempertahankan tanggung jawab untuk semua perencanaan tujuan dan pembuatan keputusan serta memotivasi bawahan dengan menggunakan penghargaan (reward) dan kesalahan (punishment) (Gillies dikutip dari Marquis, 2010).

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Merupakan kepemimpinan yang menghargai sifat dan kemampuan setiap staf.Membuat rencana dan pengontrolan dalam penerapannya informasi diberikan seluas - luasnya dan terbuka (Nursalam, 2007). Gaya kepemimpinan ini menggunakan kekuatan pribadi dan kekuatan jabatan untuk menarik gagasan dari para pegawai dan memotivasi anggota kelompok untuk menentukan tujuan sendiri, mengembangkan rencana dan mengontrol praktek mereka sendiri (Gillies, 1996).

3. Gaya kepemimpinan Partisipatif

Merupakan gabungan antara otoriter dan demokratis, yaitu pemimpin yang menyampaikan hasil analisis masalah dankemudian mengusulkan tindakan tersebut kepada bawahannya.Staf diminta saran dan kritiknya serta mempertimbangkan respon staf terhadap usulannya, dan keputusan akhir ada pada kelompok (Nursalam, 2007).

4. Gaya kepemimpinan Laissez–Faire

(5)

kegiatan tanpa pengarahan, supervisi dan koordinasi dan memaksa mereka untuk merencanakan, melakukan, dan menilai pekerjaan mereka yang menurut mereka tepat (Gillies, dikutip dari Marquis 2010).

Berbagai jenis kepemimpinan yang tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Semua gaya kepemimpinan dapat dipilih untuk digunakan tergantung dari situasi dan kondisi yang ada. Pelaksanaan gaya kepemimpinan dapat didasarkan pada situasi kondisi serta kemampuan dari seluruh anggota yang ada dalam organisasi. Pemilihan tipe kepemimpinan yang terbaik untuk sebuah situasi yang ada sangat dipengaruhi oleh berbagai banyak faktor, antara lain kesulitan atau kompleksitas tugas yang diberikan, banyaknya waktu yang tersedia untuk penyelesaian tugas, ukuran kelompok kerja, pola komunikasi dalam kelompok, latarbelakang pendidikan dan pengalaman, dan kebutuhan akan kebebasan, informasi dan prestasi (Tannenbaum & Schmit dikutip dari Arwani, 2006).

D. Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap Kinerja Pelayanan Kesehatan di Instansi Pelayanan Rumah Sakit dan Puskesmas

(6)

Puskesmas harus berusaha mengintegrasikan karakteristik kepemimpinan . Pada akhirnya tingkat kepuasan pasien akan menjadi sebuah tantangan dalam upaya pemberian pelayanan kesehatan yang sesuai harapan dan tuntutan publik.

Disamping pengembangan pelayanan yang efisien dan efektif, pelayanan prima merupakan tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seluruh rumah sakit. Kepemimpinan transformasional merupakan salah satu alternatif bentuk kepemimpinan yang sesuai untuk kondisi yang terus menerus berubah dalam pelayanan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan prevalensi kejadian penyakit yang terus mengalami perubahan. Kepemimpinan transformasional akan merubah peran sumber daya manusia terutama tenaga kesehatan yang berada langsung untuk menangani pasien baik di Rumah Sakit maupun Puskesmas. Sumber daya manusia akan memiliki peran baru dimana mereka lebih dihargai dan semakin banyak terlibat dalam berbagai pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang pelayanan, sehinga menimbulkan motivasi untuk berinisiatif dalam melakukan perawatan atau pelayanan kepada pasien, melakukan inovasi dalam usaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan Antara Kesejahteraan Sumber Daya Manusia Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Melalui Variabel Antara Kualitas Pelayanan Kesehatan .... Hubungan Antara Ketersediaan

Pengelolaan sumber daya manusia bagi setiap perusahaan merupakan keharusan yang sangat strategis untuk dilakukan, sebab dengan pengelolaan sumber daya manusia secara tepat

Pengelolaan sumber daya manusia bagi setiap perusahaan merupakan keharusan yang sangat strategis untuk dilakukan, sebab dengan pengelolaan sumber daya manusia secara tepat

meliputi perencanaan kebutuhan dan program sumber daya manusia yang diperlukan, pengadaan yang meliputi pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan sumber daya manusia

Visi dan misi adalah sarana untuk meningkatkan pelayanan public, pengelolaan pembangunan dengan mengoptimalkan potensi desa yang ada dan memperhatikan sumber daya manusia

Penghujung tulisan, banyaknya perawat di indonesia merupakan suatu aset yang di miliki oleh tenaga kesehatan untuk bisa mewujudkan pelayanan yang baik yang mampu

a) Pengadaan Tenaga Kerja atau Pengadaan Sumber Daya Manusia/Recruitment : memperoleh jenis dan jumlah tenaga atau sumber daya manusia yang tepat, sesuai

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menciptakan atau membentuk sumber daya manusia yang baik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan yaitu dengan merekrut tenaga kerja yang