• Tidak ada hasil yang ditemukan

mikroskop dengan alat foto leitz dan leiva papan tetes Melting point apparatus electrical thermal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "mikroskop dengan alat foto leitz dan leiva papan tetes Melting point apparatus electrical thermal"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

HKTODE PENELITIAN 1. A la t - a l a t ya n g d i gunakan gelas obyek tabung reaksi gelas ukur gelas piala

mortir dan stamper ba tang p en ga du k corong gelas

mikroskop dengan alat foto leitz dan leiva papan tetes

M e lt in g point apparatus electrical thermal

2. B ahan - b a h a n y an g di g una k an

Ampisilin trihidrat p.g. (Berno)

Ta blet Ampisilin trihidrat (Kimia Farma)

Sirup kering Ampisilin trihidrat (Kimia Farma) A moksisilin trihidrat p.g.(Berno)

Tablet Amoksisilin trihidrat (Kimia Farma)

Sirup kering Amoksisilin trihidrat (Kimia Farma)

3. P ereaksi y a n g d igunakan Hg (N03 >2 2,1 %

(2)

Garam Reinechkat 5% dalam HC1 0,1 N HC1 0,1 N p.a. Asam oksalat 8% Asam tartrat 10% K 3 [ F e ( C H ) 6 ] K 4 [F e( CN )6 ] KMnO^ p.a.

A s am asetat glasial p.a. N atriu m kobalt nitrit p.a. H i dr ok si la mi n p.a. F e C l 3 4,7% F ehlin g A Fehling B Aqua b r o m p.a. NaOH 1 N p.a C u ( C H 3 C 0 0 ) 2 P b( GH 3C 0 0 ) 2 4. M et od e Penelitian

4.1. I de nt ifikasi Ampisilin dan Amoksisilin 4.1.1. Ampisilin trihidrat

1. Org a noleptis

Diamati bentuk, w a r n a dan bau ampisilin H g C l 2 2,7 %

(3)

2 . Reaksi warna

a. Disuspensikan 10 mg ampisilin dalam 1 ml air d itambah 2 ml campuran Fehling A dan Fehling B ditambah 6 ml air. Akan ter- bentuk warna fuchsin ungu.

b. Larutan 5 mg ampisilin dalam 3 ml air ditambah 1,0 ml NaOH (80 g/1) dan dibiar- kan 5 menit, kemudian d itambah 1,3 ml asam hidroklorida (70 g/1) dan 10 totes FeC l3 (25 g/1) akan terbentuk warna merah ungu. c. Larutan 5 mg ampisilin dalam 1,0 ml air

ditambah 1-2 tetes Fe Cl3 (25 g/ 1) akan terbentuk l a r u t a n 'k u n i n g .

3. Penentuan suhu lebur

Ampisilin trihidrat dimasukkan ke dalam pipa kapiler kemudian dimasukkan ke dalam alat penentu suhu lebur. Dicatat suhu pada saat zat mulai melebur.

4.1.2. Amoksisilin trihidrat 1. Organoleptis

Diamati bentuk, warna dan bau amoksisilin t r i h i d r a t .

2. Reaksi warna

a. Disuspensikan 10 mg amoksisilin trihidrat dalam 1 ml air ditambah 2 ml campuran 2 ml

(4)

larutan F e h l i n g A dan F ehl ing B dan 6 ml air akan terbentuk wa rna fuchsin ungu.

b. Larutan 5 mg amoksisilin trihidrat d a l a m 3 ml air di t amb a h 1,0 ml NaOH (80 g/1) dan biarkan 5 menit kemudian dit ambah 1,3 ml asam hidr o klorida (70 g/ 1) dan 10 tfetes FeClg (25 g/1) akan t erbentuk w a r n a merah u n g u .

c. Larutan 5 mg amoksisilin dal am air

d ita m bah 1-2 tetes FeClg (25 g/1) akan terbentuk larutan jernih.

4.2. P em be nt uk an kristal dengan cara sublimasi

Lebih kurang 50 mg sampel dima suk kan ke dalam alat sublimasi dengan diameter 1,5 cm dan tinggi 4 cm. Kemudian di p anaskan di atas nyala lampu spiri- tus dari jarak 5 cm sampai serbuk mulai berwarna coklat. Sublimat yang terjadi di amati dib awah m i k r o s k o p .

4.3. Pembentukan kristal dari larutan zat yang didnali- sis dengan p ereaksi tertentu

4.3.1. P enyiapan larutan uji

a. Larutan ampisilin trihidrat 0,66% dalam air D it im ba ng 100 m g ampisilin trihidrat dilarut-

(5)

diguanakan sebagai larutan uji dan sebagian untuk membuat larutan yang lebih encer.

b. Larutan ampisilin trihidrat 0,33% dalam air dipipet 5 ml larutan ampisilin trihidrat

0,6 6% di t amb a h air sampai 1 0 ml.

c. Larutan ampisilin trihidrat 0,066% d alam air

dipipet 1 ml larutan ampisilin trihidrat

0 ,6 6% d it am bah air sampai 1 0 ml.

d. Larutan tablet Ampisilin trihidrat 0,66%

Tablet digerus sampai halus ditimbang

sejumlah tertentu yang setara atau yang

me ng a n d u n g 300 mg ampisilin trihidrat, d il arutkan d alam 45 ml air dan disaring. F il t rat n ya sebagian untuk uji dan sebagian digunakan sebagai larutan uji dan sebagian untuk membuat larutan yang lebih encer,.

e. Larutan tablet Ampisilin trihidrat 0,33%

Dipipet 5 ml larutan tablet Ampisilin

trihidrat 0 ,6 6% d itambah air sampai 1 0 ml.

f. Larutan tablet Ampisilin trihidrat 0,066%

Dipipet 1 ml larutan tablet Ampisilin

trihidrat 0 ,6 6% ditambah air sampai 1 0 ml.

g. Larutan sirup kering Ampisilin trihidrat

0 ,6 6 %

(6)

kering A m pisilin trihidrat yang mengandung

300 mg ampisilin trihidrat, digerus,

d il arutkan dal a m 45 ml air dan disaring. Fi lt r a t n y a sebagian digunakan sebagai larutan uji dan sebagian digunakan untuk membuat larutan yang lebih encer.

Larutan sirup kering Ampisilin trihidrat

0,33%

Dipipet 5 ml larutan sirup kering Ampisilin trihidrat 0,6 6% dit a mbah air sampai 1 0 ml.

Larutan sirup kering ampisilin trihidrat

%

0,066%

Dipipet 1 ml larutan sirup kering Ampisilin trihidrat 0 ,6 6% di t amba h air sampai 1 0 ml.

Larutan amoksisilin trihidrat 0,25%

Di timbang amoksisilin trihidrat 50 mg

d ilarutkan d ala m 20 ml air. S e b a g i a n ’ larutan di gunakan sebagai larutan uji dan sebagian untuk membuat larutan yan g lebih encer.

Larutan amoksisilin trihidrat 0,125%

Dipipe_t 5 ml larutan amoksisilin trihidrat 0,25% d i tam b ah air 10 ml.

larutan amoksisilin trihidrat 0,025%

Dipipet 1 ml larutan amoksisilin trihidrat 0,25% d i tam b ah air sampai 10 ml.

(7)

n. Larutan tablet Amoksisilin trihidrat 0.25%

Digerus tablet amoksisilin trihidrat,

di tim b ang s ejumlah tertentu yang mengandung

100 mg Amoksisilin trihidrat kemudian

d il arutkan dalam 40 ml air dan disaring

Fi lt ra tn ya sebagian digunakan sebagai

larutan uji dan sebagian untuk membuat

larutan yang lebih encer.

o. Larutan tablet Amoksisilin trihidrat 0,125%

Dipipet 5 ml larutan tablet Amoksisilin

trihidrat 0,25% di t amba h air sampai 10 ml. p. Larutan tablet Amoksisilin trihidrat 0,025%

Dipipet 1 ml larutan tablet Amoksisilin

trihidrat 0,25% di t amba h air sampai 10 ml. q. Larutan sirup kering Amok sisilin trihidrat

0,25%

Ditimbang sejumlah tertentu granul sirup

kering amoksisilin trihidrat yang mengandung

1 0 0 mg amoksisilin trihidrat kemudian

digerus, d ilarutkan da lam 40 ml air dan disaring. F ilt r atn y a sebagian digunakan

sebagai larutan uji dan sebagian untuk

(8)

r. Larutan sirup kering Amoksisilin trihidrat 0,125%

Dipipet 5 ml larutan sirup kering 0,25%

dita m bah air 10 ml.

s.. Larutan sirup kering A moksisilin trihidrat 0,025%

Dipipet 1 ml larutan sirup kering amoksisilin trihidrat 0,25% d i tam bah air sampai 10 ml. 4.3.2. Pembuatan kristal

A. Dengan pereaksi aqua brom

a. Dua tetes larutan uji yang men gandu ng 0,66% ampisilin 'trihidrat ditambah dua tetes aqua brom kemudian di diamkan selama 10 menit, kristal yang

t erbentuk diamati di bawah mikroskop.

b. Dua tetes larutan uji yang meng and ung 0,25% amoksisilin trihidrat dit amb ah dua tetes aqua brom kemudian d idiamkan selama 10 menit, kristal yang terbentuk diamati di bawah mikroskop.

B. Dengan pereaksi H g(N 0 g)2 2,7% dalam air

a. Dua tetes larutan uji yang m engandung ampisilin trihidrat 0,066% da l am air dit amb ah dua tetes pereaksi H g C N O g ^ 2,7%. Didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit kemudian diamati kristal yang

t erbentuk di bawah mikroskop.

(9)

amoksisilin trihidrat 0,025% dit amb ah d u a tetes pereaksi H g (N0 g >2 2,7% dalam air. D idiamkan pada suhu kamar selama 10 menit kemudian diamati kristal yang te rbentuk di ba wah mikroskop.

C. Dengan p ereaksi H g C l2 2,7%

a. Dua tetes larutan uji dalam air yang mengandung ampisilin trihidrat 0,33% d i t a m b a h dua tetes pereaksi H g C l2 2,7% . Didiamkan pada suhu kamar

selama 15 menit kemudian amati kristal yang terbentuk di bawah mikroskop.

b. Dua tetes larutan uji dal am air yang mengandung

amoksisilin trihidrat 0,125% ditambah 2

tetes pereaksi H g C l2 2,7%. Didiamkan selama 15

menit kemudian amati kristal yang terbentuk di bawah mikroskop.

D. Dengan pereaksi Ga r ao Reinechkat 5% dalam HC1 0,1 N a. T i ga tetes larutan uji dalam air yang mengandung

ampisilin trihidrat 0,66% ditamba h 3 tetes

pereaksi garam Reinechkat 5% da lam HC1 0,1 N. Dipanaskan di atas nyala lampu spiritus selama 1 menit kemudian amati kristal yang terbentuk di bawah mikroskop.

b. T iga tetes larutan uji dalam air yang mengandung amoksisilin trihidrat 0,25% ditambah 3 tetes pereaksi garam Reinechkat 5% dalam HC1 0,1 N.

(10)

menit kemudian amati kristal yang terbentuk di b aw ah mikroskop.

E. Dengan pereaksi asam oksalat 8% dala m air

a. Dua tetes larutan uji dalam air yang mengandung

ampisilin trihidrat 0,66% d itambah 2 tetes

pereaksi asam oksalat 8% dalam air. Didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit, kemudian amati kristal yang terbentuk di bawah mikroskop.

b. D ua tetes larutan uji dalam air yang me ngand ung amoksisilin trihidrat 0,25% di tamba h 2 tetes p ereaksi asam oksalat 8% d a l a m air. Didiamkan p ada suhu kamar selama 10 menit kemudian amati

kristal yang te rbentuk di bawah mikroskop. F. Dengan pereaksi asam tartrat 10% dala m air

a. Dua tetes larutan uji dalam air yang

m en gandung ampisilin trihidrat 0,66% dita mba h 2

tetes pereaksi asam tartrat 10% da lam air.

D idiamkan pada suhu kamar selama 10 menit

kemudian amati kristal yang terbentuk di bawah mikroskop.

b. Dua tetes larutan uji dalam air yang meng and ung amoksisilin trihidrat 0,25% dit ambah 2 tetes pereaksi asam tartrat 10% dalam air. Didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit kemudian amati

I

(11)

G. Dengan pereaksi K3 [Fe(CN)g] 11 %

a. T i g a tetes larutan uji d a lam air yang mengandung ampisilin trihidrat 0 ,6 6% dit amb ah 1 tetes

p ereaksi K3 [Fe(CN)6 ]. Dipanaskan di atas nyala

lampu spiritus selama 1 menit kemudian amati

kristal yang terbentuk di bawa h mikroskop.

b. Tig a tetes larutan uji da lam air ya ng mengandung amoksisilin trihidrat 0,25% di tam bah pereaksi

K3[Fe(CN)g]. Dipanaskan di atas nyala lampu

spiritus selama 1 menit kemudian amati kristal

yang terbentuk di bawah mikroskop. H. Dengan pereaksi K4[Fe(CN)g] 11%

a. Empat tetes larutan uji dalam air yang me ngandung ampisilin trihidrat 0 ,6 6% di t a m b a h 1 tetes

pereaksi K4[Fe(CN)g]. Dipanaskan di atas nyala

lampu spiritus selama 1 menit kemudian diamati

kristal yang terbentuk di bawah mikroskop.

b. Empat tetes larutan uji dalam air yan g men gandung amoksisilin trihidrat 0,25% di t a m b a h 1 tetes pereaksi K4[Fe(CN)g]. Dipanaskan di atas nyala

lampu spiritus selama 1 menit kemudian amati

kristal yang terbentuk di bawah mikroskop. I. Dengan p ereaksi KHnO^

a. Dua tetes larutan uji dalam air yang m engand ung ampisilin trihidrat 0 ,6 6% dit ambah 2 tetes

(12)

2 menit kemudian amati kristal yang terbentuk di bawah mikroskop.

b. Dua tetes larutan uji dala m air y ang mengandung amoksisilin trihidrat 0,25% d ita mbah 2 tetes pereaksi RMnO^. Didiamkan selama 2 menit kemudian

amati kristal yang terbentuk di bawa h mikroskop. J. Dengan p ereaksi natrium kobalt nitrit 5% dalam air.

a. Satu ml larutan je n uh zat yang di uji atau 1 mg bahan d i tam b ah 1 ml natrium kobalt nitrit 5% d al am air dit a mba h 1 tetes asam asetat glasial.

Di panaskan selama 3 menit di atas nyala lampu s p i r i t u s .

K. Dengan p ereaksi Cu(CH3C0G)2

a. Dua tetes larutan uji yang men g a n d u n g 0,66% ampisilin trihidrat d i tam bah dua tetes pereaksi Cu(CH3C00>2 ,d idiamkan selama 5 menit kemudian

kristal yang terbentuk diamati di bawah

m i k r o s k o p .

b. D ua tetes larutan uji yang menga ndu ng 0,25% amoksisilin trihidrat ditambah dua tetes pereaksi Cu ( C H 3C00>2> d idiamkan selama 5 menit kemudian

kristal yang terbentuk diamati di bawah

(13)

L. Dengan pereaksi P b C C H g C O O ^

a. Du a tetes larutan uji yang mengandung' 0,66% ampisilin trihidrat d ita mbah dua tetes pereaksi P b C C H g C O O ^ , di diamkan selama 5 menit kemudian

kristal yang terbentuk diamati di bawah

mikroskop.

b. Dua tetes larutan uji yang meng and ung 0,25% amoksisilin trihidrat ditam bah d ua tetes pereaksi Pb C CHg C OO) ^ ,di d iam k an selama 5 menit kemudian

kristal ya n g terbentuk diamati di bawah

mikroskop.

4.4. Pem bentukan kristal dengan penguapan pelarut

a. D ua sampai tiga tetes larutan uji dalam air yang m en ga n d ung ampisilin trihidrat 0,66% di atas gelas obyek dibiarkan pada suhu kamar sampai pe laru t nya menguap kemudian kristal yang terbentuk diamati di bawah mikroskop.

b. Dua sampai tiga tetes larutan uji dalam air yang me n gandung amoksisilin trihidrat 0,25% di atas gelas obyek dibiarkan pada suhu kamar sampai p ela r utn y a menguap kemudian kristal yang terbentuk diamati di bawah mikroskop.

Referensi

Dokumen terkait

Jadi semakin besar nilai dari sebuah proyek maka akan semakin banyak juga dana yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut untuk merealisasikan proyek tersebut,

OB-van (Outside Broadcast-van) Stage Mobile dipilih untuk promosi event outdoor, karena dapat menjangkau tempat-tempat atau lokasi tersulit sekalipun, simple dan tidak memerlukan waktu

Dengan adanya media viewboard pada website surat keputusan Perguruan Tinggi Raharja dapat memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam mendapatkan informasi klasifikasi jumlah

Penurunan kemampuan pembentukan gel pada surimi selama penyimpanan beku secara kuantitas disebabkan oleh menurunnya kadar protein, khususnya protein larut garam (Gambar

[r]

dikarenakan selama perlakuan berlangsung 5 ekor diantaranya mati Dari hasil penghitungan terhadap jumlah leukosit didapatkan jumlah median yang tertinggi terdapat pada

Berkaitan dengan hal tersebut, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah, khususnya Pasal 2 ayat (2) disebutkan bahwa Retribusi Pelayanan Pasar

penyelesaian masalah yang lebih berorientasi dan kompleks, terutama untuk masalah analisis mengacu pada konsep belajar atau formula. Selain itu, mahasiswa