• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. I. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. I. Latar Belakang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEMAJUAN I DAN RENCANA TINDAK LANJUT

PENELITIAN OPERASIONAL RISET

“MODEL PENINGKATAN PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK KB PRIA DALAM UPAYA PENCAPAIAN KKP PESERTA KB PRIA MELALUI

STIMULANT EKONOMI PRODUKTIF DAN INSENTIF DALAM WILAYAH PROPINSI BENGKULU “ TAHUN 2009

BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang

Berbagai kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan dalam membentuk perilaku positif tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi telah dilakukan, namun keikutsertaan pria secara aktif menjadi peserta KB belum mencapai hasil yang diharapkan. KKP yang diharapkan tahun 2009 sebesar 4,5persen.

Hal tersebut terbukti dalam laporan hasil SDKI tahun 2007 bahwa peserta KB pria 1,9 persen atau mengalami kenaikan hanya 0,1 persen dibandingkan tahun 2003 sebesar 1,8persen. Bila melihat laporan SDKI di Propinsi Bengkulu pada tahun 2003 dimana pengetahuan wanita yang sudah berkeluarga tentang kondom sebesar 52,9persen, untuk MOP sebesar 39persen sedangkan pengetahuan pria hanya 31,9persen. sehingga dapat dikatakan bahwa pemakaian kontrasepsi setiap pasangan masih didominasi oleh wanita ketimbang pria.

Rendahnya peningkatan partisipasi pria ber-KB di Propinsi Bengkulu disebabkan masih rendahnya informasi bagi pasangan suami Isteri tentang KB dan kesehatan reproduksi, belum ada bantuan ekonomi produktif bagi Kelompok KB Pria, dan rendahnya stimulan insentif bagi anggota KB Pria. Disamping itu dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan bisa dipastikan bahwa lebih banyak disampaikan kepada para wanita daripada pria, sehingga perlu adanya terobosan yang bisa memacu Anggota kelompok KB pria dalam kesertaan mereka pada Program KB dan Kesehatan Reproduksi yang berbasis gender di Propinsi Bengkulu.

Berdasarkan kondisi di atas permasalahan tersebut perlu dirumuskan menjadi “bagaimana meningkatkan partisipasi Anggota kelompok KB pria dalam upaya mencapai KKP KB pria melalui model stimulan ekonomi produktif dan insentif dan stimulan lain dalam wilayah Propinsi Bengkulu”?.

Oleh karena itu, permasalahan penelitian ini dirumuskan dalam suatu judul “MODEL PENINGKATAN PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK KB PRIA DALAM UPAYA MENCAPAI KKP KB PRIA MELALUI STIMULANT EKONOMI PRODUKTIF DAN INSENTIF DALAM WILAYAH PROPINSI BENGKULU“

(2)

II. Tujuan

1. Tujuan umum

Meningkatkan partisipasi Anggota kelompok KB pria dalam upaya menunjang pencapaian KKP KB pria melalui stimulant ekonomi produktif dan insentif dalam wilayah Propinsi Bengkulu.

2. Tujuan khusus

 Meningkatkan partisipasi Anggota kelompok KB pria dalam upaya meningkatkan jumlah Anggota yang secara aktif ber-KB

 Mengidentifikasi pilihan bentuk model stimulant Anggota kelompok KB pria dalam memacu anggota dalam kelompok KB pria memahami Program KB.

 Mendorong anggota kelompok KB pria dalam mengajak Anggota baru perluasan jangka dan pembinaan anggota melalui KIE yang tepat. III. METODOLOGI PENELITIAN

a. Desaian dan Metode Penelitian Penelitian

Desain penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Data sekunder diambil melalui hasil penelitian sebelumnya dan liter lain yang relevan, sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Penelitian Operasional ini merupakan penelitian yang ditindak lanjuti dengan aksi penanganan masalah pada saat proses penelitian berlangsung. dan dimaksudkan untuk mendorong terjadinya perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku sosial pada Pasangan Suami-Isteri dan masyarakat dalam menerima konsep KB dan Kesehatan Reproduksi, terutama bagi pria.

Perubahan dasar yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terutama kaum pria setelah melalui intervensi yang dilakukan peserta kelompok KB pria dan bantuan petugas promosi BKKBN untuk memutuskan menjadi peserta baru KB pria.

b. Kerangka Konsep

Berdasarkan hasil identifikasi tahap awal maka strategi dalam meningkatkan partisipasi pria ber-KB adalah meningkatkan stimulant bagi kader kelompok KB Pria melalui bantuan ekonomi produktif dan pemberian insentif dan stimulant lainya, disajikan melalui gambar berikut :

(3)

Intervensi melalui Kelp KB Pria

Kondisi Yang Kondisi awal Diharapkan

c. Proses Pelaksanaan

Dimulai dari dasar penentuan research questions, menyusun desain, instrumen, pengumpulan data, pengolahan, analisis data sampai menyusun model tindakan dengan selalu melibatkan bersama masyarakat (bertumpu pada kebutuhan masyarakat).

d. Sampel Penelitian

Pada tahap awal penentuan sampel menggunakan metode purporsive sampling, yang telah ditentukan untuk dievaluasi yang selanjutnya ditetapkan model berikutnya yang meliputi 9 Kelompok KB Pria yang tersebar di 7 Kabupaten yang mewakili dari 24 kelompok KB Pria yang tersebar pada 9 Kabupaten/Kota, yang dapat mewakili pada kelompok Baru dan kelompok lama yaitu :

 Kabupaten Kepahiang 1 kelompok (Kelompok Kencana di Tebat Karai),

 Kabupaten Rejang Lebong 1 kelompok (Kelompok Tunas Bangsa di Talang Rimbo Lama),

 Kabupaten Lebong 1 Kelompok ( Kelompok Lestari di Betanggur),  Kabupaten Seluma 1 kelompok (Kelompok Lestari di Tanjung Seluai),  Kabupaten Bengkulu Selatan 2 kelompok ( Kelompok Lestari di

Manna, Kelompok Sarasan di Pasar Manna)

 Kabupaten Kaur 2 kelompok (Kelompok Sempurna Jaya dan Jaya Baru),

 Bengkulu Utara 1 kelompok (Kelompok Pria Utama di Giri Mulya). 1. Rendahnya; akses informasi Pasutri dan masyarakat tentang Kespro dan KB 1. Intervensi Program Media KIE, Orientasi, bantuan modal, kelembagaan penanganan KB Pria, (Dana, Sarana, Kebijakan). KB Pria Meningkat Kelp KB pria dapat melakukan : 1. KIE 2. R/R 3. Ekonomi Produktif 4. Pely.KB dan Rujukan

(4)

IV. Intervensi dan Hasil Intervensi :

a. Intervensi yang telah dilakukan

Dari hasil penjajagan kebutuhan diperoleh gambaran permasalahan yang dihadapai oleh kelompok KB Pria yang perlu segera diberikan tindak lanjut. Intervensi yang dilakukan yaitu :

• Disain dan penyebaran bahan KIE pada 9 kelompok KB Pria daerah sasaran penelitian dalam rangka memenuhi kebutuhan akan bahan-bahan KIE bagi anggota untuk melakukan penyuluhan/KIE oleh anggota Kelompok KB Pria.

• Memberikan alat kontrasepsi Kondom pada kelompok KB Pria untuk memenuhi kebutuhan alat kontrasepsi kondom diwilayah sasaran penelitian.

• Memberikan orientasi dengan peserta pengurus kelompok KB Pria dan Bidan dengan materi tentang Progam KB, KIP/Konseling dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok KB Pria dalam melakukan penyuluhan.

• Memberikan bantuan operasional untuk kegiatan selama tiga bulan, digunakan untuk pembuatan papan nama kelompok untuk meningkatkan eksistensi keberadaan kelompok KB Pria serta operasional dalam melaksanakan kegiatan di kelompok KB Pria wilayah sasaran

• Memberikan suplemen bantuan modal UPPKS pada 5 kelompok KB Pria, dalam rangka meningkatkan kelompok KB Pria yang mandiri. b. Hasil Intervensi

1. Kualitatif

• Perubahan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan dari peserta orientasi. Bidan Desa sebagai rujukan

• Pertemuan kegiatan di desa yaitu Arisan, pengajian, Zikir, Kelompok kegiatan lainnya walaupun belum rutin

• Kegiatan ekonomi produktif mendorong kreatifitas kelompok .

• Keadaan kelembagaan secara administratif sudah lebih legal dengan dibuktikan adanya SK minimal dari Kepala Desa

• Kelompok KB Pria telah melakukan pendataan terhadap peserta KB Aktif MOP dan Kondom yang selama ini belum dilaksanakan • Pengurus/anggota kelompok KB Pria sudah dapat melakukan

rujukan dan pemberian Kondom pada Calon atau Peserta KB Aktif baik di desanya maupun desa lain.

• Perhatian Kabupaten dan Kecamatan sudah baik ( Ketua Kelompok di Giri Mulya di pinjami motor dinas untuk pelaksanaan KIE)

(5)

• Perkembangan awal data peserta KB Pria MOP dan Kondom pada bulan November dan dibandingkan dengan bulan Desember dan Agustus 2009

2. Kuantitatif.

A. Data Kelembagaan, Kegiatan Kelompok, dan Ekonomi

Pada awal kegiatan kelembagaan dari kelompok KB Pria sudah berjalan berdasarkan Surat Keputusan dari Kepala Desa, dimasa depan diharapkan adanya dukungan dari Surat Keputusan yang lebih tinggi.

Untuk kegiatan lainnya hasil identifikasi kebutuhan rata-rata kelompok tidak mempunyai kegiatan, rata-rata belum mengetahui apa yang harus dikerjakan, setelah dilakukan intervensi mulai ada kegiatan rutin, termasuk kegiatan ekonomi produktif.

b. Data Kesertaan KB Pria

Pada awal kegiatan pada bulan November 2009 peserta MOP 94 dan peserta Kondom 82, setelah dilakukan intervensi salah satunya pembinaan, maka bulan Desember 2008 dilakukan pendataan ulang terhadap peserta KB Pria oleh kelompok KB Pria , maka data MOP terekap menjadi 174 atau 50,58 persen dan peserta Kondom terekap 170 atau 49,42 persen, sampai akhir tahun 2008 terus monitoring dan pembinaan baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi sampai dilakukan evaluasi tengah.

No Sasaran

Nov Des Agustus Nov Des Agustus Nov Des Agustus

1 Tj. Seluai Ada Ada Ada Tdk Ada Ada Ada Tdk Ada Dlm Pemben Ada

tukan

2 Kayu Kunyit Ada Ada Ada Tdk Ada Ada Ada Tdk Ada

3 Seginim Ada Ada Ada Tdk Ada Ada Ada Tdk Ada

4 Tj. Iman Ada Ada Ada Tdk Ada Ada Ada Tdk Ada

5 Luas Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada

6 Cirebon Br Ada Ada Ada Tdk Ada Ada Ada Tdk Ada Dlm Pemben Ada

tukan

7 Tlg Rimbo Ada Ada Ada Tdk Ada Ada Ada Tdk Ada Dlm Pemben Ada

tukan

8 Betanggur Ada Ada Ada Tdk Ada Ada Ada Tdk Ada Dlm Pemben Ada

tukan

9 Gr. Mulya Ada, Tdk Ada Ada Kadang2 Ada Ada Tdk Ada Dlm Pemben Ada

Ada SK tukan

(6)

Perkembangan kesertaan ber-KB dilanjutkan sampai bulan Agustus 2009 untuk melihat perkembangan selama tidak dilakukan intervensi, data tersebut dijadikan salah satu indikator masukan dalam kelanjutan OR KB Pria tahun 2009. Berdasarkan laporan dari anggota kelompok KB Pria, PLKB dan Koordinator lapangan KB diperoleh gambaran kenaikan secara signifikan terhadap peserta MOP dimana peserta MOP bulan agustus 2009 sebesar 182 peserta naik 8 orang atau 4,40 persen, peserta kondom bulan Agustus 2009 sebesar 207 naik 37 peserta atau 17,87 persen.

c. Kontribusi Kesertaan KB Pria Baru terhadap pencapaian KB Pria tahun 2009

No Kabupaten

MOP KDM MOP KDM MOP KDM

Bengkulu Utara 4 14 8 369 50,00 3,79 Bengkulu Selatan -4 -5 18 289 -22,22 -1,73 Rejang Lebong 2 5 1 572 200,00 0,87 Kota Bengkulu 26 452 0,00 0,00 Mukomuko 3 191 0,00 0,00 Kaur 4 -2 0 992 0,00 -0,20 Seluma 1 5 0 286 0,00 1,75 Kepahiang 1 0 1 138 100,00 0,00 Lebong 0 18 0 220 0,00 8,18 Bengkulu Tengah 2 84 0,00 0,00 8 35 59 3593 13,56 0,97

PB di Kelompok PB Kabupaten Prosentase Kontribusi

Juli 2009

No Sasaran

+/-MOP KDM MOP KDM MOP KDM MOP KDM

1 Tj. Seluai 11 0 11 2 12 7 1 5 2 Kayu Kunyit 23 0 23 14 20 6 -3 -8 3 Seginim 11 8 94 10 93 13 -1 3 4 Tj. Iman 12 0 4 20 5 21 1 1 5 Luas 25 5 25 13 28 12 3 -1 6 Cirebon Baru 8 9 8 16 9 16 1 0 7 Talang Rimbo 1 12 1 16 3 21 2 5 8 Betanggur 0 31 1 31 1 49 0 18 9 Giri Mulya 3 17 7 48 11 62 4 14 Jumlah 94 82 174 170 182 207 8 37 November Desember Peserta KB Pria Agustus 2009 Peserta KB Pria Peserta KB Pria

(7)

Setelah dilakukan intervensi pada tahun 2008, sebagaimana tujuan penelitian memperlihatkan kemajuan dari peserta KB Pria dengan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tahun 2009 untuk peserta KB Baru MOP dan Kondom masing-masing 13,56 persen untuk peserta MOP dan 0,97 persen untuk peserta Kondom

d. Kontribusi Kesertaan KB Pria Aktif terhadap pencapaian KB Pria tahun 2009

Kontribusi peserta KB Pria Aktif pada kelompok KB Pria daerah sasaran penelitian terhadap pencapaian KB Pria tahun 2009 untuk MOP sebesar 21,54 persen dan peserta Kondom sebesar 3,37 persen.

No Kabupaten

MOP KDM MOP KDM MOP KDM

Bengkulu Utara 11 62 190 600 5,79 10,33 Bengkulu Selatan 113 19 169 346 66,86 5,49 Rejang Lebong 3 21 28 882 10,71 2,38 Kota Bengkulu 114 822 0,00 0,00 Mukomuko 52 316 0,00 0,00 Kaur 33 31 52 471 63,46 6,58 Seluma 12 7 189 1846 6,35 0,38 Kepahiang 9 16 29 336 31,03 4,76 Lebong 1 49 1 268 100,00 18,28 Bengkulu Tengah 21 202 0,00 0,00 182 205 845 6089 21,54 3,37 Juli 2009

PA di Kelompok PA Kabupaten Prosentase Kontribusi

V. Permasalahan

• Masalah teknis untuk pelayanan MOP yang tidak dapat segera dilakukan pelayanan sehingga calon MOP berubah pikiran untuk memakai alat kontrasepsi lain selain MOP disebabkan berbagai alasan.

• Tidak semua peserta KB Kondom baik yang baru maupun yang lama/aktif bersedia melaporkan ke Bidan atau PPKBD atau Sub PPKBD dan dicatat serta dilaporkan khususnya peserta KB kondom (belum semua terdaftar di PPKBD dan Sub PPKBD yang dilaporkan melalui R/R Dalap)

• KIE belum meluas pada masyarakat masih sebatas kelompok dan keluarga

• Peserta MOP belum seluruhnya dapat dijadikan panutan/sumber informasi bagi calon peserta KB Pria

• Masih ada persoalan sosial dimana kekhawatiran isteri , belum mantapnya calon MOP, malu menyatakan menjadi peserta KB Pria, dan masih ada stigma bahwa KB merupakan urusan wanita

(8)

A S E S S M E N T

VI. Rencana Tindak Lanjutan Penelitian KB Pria Tahun 2009 1. OUTPUT/Keluaran

Keluaran dari hasil penelitian lanjutan tahun 2009 diharapkan menghasilkan Pola penggarapan lanjutan penguatan kapasitas kelompok KB pria yang tepat berdasarkan pada kebutuhan dan potensi masyarakat dengan ukuran :

a. Dapat melakukan KIE dan ditemukan sistem KIE yang tepat,

b. Pelayanan KB Pria dan rujukan secara mandiri oleh kelompok KB Pria, c. Adanya jaringan kelembagaan yang kuat dengan melibatkan

stakeholder diwilayah sasaran penelitian,

d. Kemandirian kelembagaan, operasional kegiatan dan kegiatan ekonomi produktif.

2. OUTCOME/Manfaat

Dengan kegiatan ini kesertaan ber-KB Pria akan meningkat pada tahun 2009 sebesar 2,5%, disamping itu terjaminnya rasa aman baik dalam kebutuhan alkon maupun terjadi komplikasi dan kegagalan.

3. Proses Pelaksanaan Alur kegiatan sebagai berikut

monev P E R S I A P IN TE R VE NS I 1. Kegiatan Persiapan : - Penyusunan Proposal - Perapian Administrasi - Penyusunan Instrumen

- Pelaksanaan Uji Coba Instrumen - Perbaikan Instrumen

2. Identifikasi Kebutuhan(Observasi dan Interview)

3. Intervensi: Disesuaikan dengan hasil identifikasi kebutuhan 4. Monitoring: Monitoring kegiatan

dari persiapan sampai intervensi 5. Evaluasi&Laporan: Evaluasi dan

Pelaporan kegiatan dari persiapan s.d. akhir kegiatan

(9)

4. Sasaran Kegiatan Penelitian

a. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan dari Pengurus/anggota kelompok KB Pria dalam memberi KIE

b. Struktur organisasi Legalitas Kepengurusan.

c. Mengadakan penyuluhan massa pada kelompok tertentu 5. Rencana Pelaksanaan berikutnya

a. Mengidentifikasi gerak operasional dari kelompok KB Pria termasuk masalah dan keberhasilan dalam mencari akseptor baru MOP dan Kondom, membina peserta KB Aktif, serta peran dan fungsi sebagai Institusi.

b. Melakukan assesmen kebutuhan dalam menangani masalah dan menjaga keberhasilan mencari akseptor baru dan membina akseptor aktif serta peran dan fungsi sebagai institusi

c. Melakukan Intervensi yang tepat berdasarkan kebutuhan dari masing-masing kelompok, sehingga dapat melakukan :

– KIE yang tepat dalam penggarapan KB Pria

– Tersedia tenaga terampil/panutan dalam memberikan KIE dan rujukan dan pelayanan KB Pria.

– Penguatan jaringan kemitraan terutama dengan bidan – Sistem r/r yang tepat

– Peningkatan pemahaman masyarakat tentang KB Pria

d. Mampu mengusahakan operasional secara mandiri melalui kegiatan usaha

Catatan :

1. Legalitas Kepengurusan dituangkan melalui SK Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu dan diharapkan oleh Bupati

2. Petunjuk Teknis

3. Kepengurusan masa berlakunya ada tenggang waktu 4. Kegiatan Kelompok dituangkan dalam petunjuk teknis

Referensi

Dokumen terkait

serbi relasi antara politik dan unsur-unsur lain dalam sistem pemilihan umum kepala daerah secara langsung di Banyumas pada tahun 2008 dan 2013.. Dapat memberikan

Kecemasan berat pada saat praktik klinik dapat mempengaruhi intervensi.. mahasiswa kepada klien dan bahkan membahayakan klien (Melo,

kebidanan baik kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan masa.. dua antara kehamilan (KB) sehingga dapat

Perkembangan olahraga tea kwon do di Indonesia pada tahun-tahun terakhir ini mengalami kemajuan yang sangat signifikan hingga ke pelosok – pelosok daerah dalam

Perbedaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti terletak pada tujuan, metode penelitian dan intervensi, dimana tujuan dalam penelitian ini adalah untuk

Penelitian ini mampu memberikan kontribusi yang baik dengan memberikan bukti yang empiris mengenai pengaruh kompensasi non finansial terhadap motivasi intrinsik dan

Sesuai dengan Pasal 3 UU Nomor 14 Tahun 2008 dijelaskan beberapa tujuan dari adanya keterbukaan informasi yaitu; (1) Menjamin hak warga negara untuk mengetahui

Hasil EHRA ini di harapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan Buku Putih Sanitasi dan Perencanaan pembangunan sanitasi di tingkat kabupaten, serta mampu