CHAPTER V
THESIS
INTRODUCTION
Tesis adalah hal terakhir yang harus diderita, ehm, dirasakan oleh
kawan-kawan Magister Kenotariatan FHUI Depok & Salemba. Deritanya
masing-masing, tidak semua sama dan tidak semua beda. Maksudnya,
memang banyak cerita tentang tesis disana dan disini, tapi tidak semua cerita
itu terjadi di diri kita, yang sedang menjalani tesis.
Tesis artinya, tes, cobaan. Teses artinya, banyak cobaan. Kemudian
diserap dari telinga yang budeg jadinya, Tesis. Yah, ternyata arti itu tidak
benar. Arti tesis itu tiap orang beda.
Okay, saya ga mau lama-lama cerita, tokh teman-teman harus
bergerak cepat. Baiklah, ini penjelasannya.
LET'S GET STARTED
1. KAPAN BOLEH MENGAJUKAN TESIS?
Mulai 4-7 hari setelah tanggal pembayaran uang kuliah menurut kalender
UI, kalender bisa dilihat di SIAK-NG. Dalam tahun 2015, maka
diperkirakan pengajuan proposal dilakukan pada tanggal 14 Januari 2015
hingga 14 Februari 2015. Pada tahun 2013, tanggal yang tertera ini dapat
disimpangi karena ada yang mengajukan proposal pada bulan Maret dan
dengan alasan yang dapat diterima, ternyata proposalnya lolos.
KESIMPULAN
Kalian punya 1 bulan buat sehat, cari judul proposal, boleh dari
skripsi, boleh dari tesis kampus laen, asal jangan dari hati laen.
2. APAKAH ADA SIDANG PROPOSAL?
Informasi ini belum sah, tapi tolong harap selalu memperhatikan
perkembangan informasi, karena, jika ternyata ada, maka harap
persiapkan proposal kawan-kawan sekalian.
3. SYARAT BISA AMBIL TESIS APAAN BRO?
1. Sudah bayar uang kuliah Semester dimana anda akan ambil Tesis
2. Klik IRS Tesis (4 SKS)
3. Pastikan : TELAH AMBIL MPPLH
4. Sudah Semester 4 (Rekomendasi)
4. PERSIAPAN TESIS PENTING APA SAJA?
1. KETAHUI SUBJEK APA YANG ANDA KUASAI DAN
KIRA-KIRA DAPAT BAHAN/MATERI PENULISAN YANG MUDAH
2. Jangan persulit anda sendiri dengan menulis Topik Tesis yang
menjerumuskan anda sendiri. (Misal : cari bahannya susah,
wawancaranya susah, belum ada bukunya, belum ada
putusannya)
3. Tidak semua dosen menerima Tesis yang mempelajari buku saja
(STUDI PUSTAKA), beberapa dosen menerima tapi beberapa dosen
lebih mengutamakan adanya kasus (STUDI KASUS)
4. Peneliti ahli sekalipun mempelajari milik orang lain, artinya jangan
capek-capek mikirin yang original, realistislah bahwa waktu anda
sedikit untuk perfect, kecuali anda sudah siap dari lama. Ketiklah dari
bahan yang sudah ada atau setidaknya kutip dengan tanggung jawab
(baca : plagiat boleh asal tidak ketahuan)
5. Setelah tahu bidang yang anda kuasai, mulai cari nama dosen. Atau
bisa dibalik, cari nama dosen, lobby, dan cari materi hasil ngobrol
sama dosen (tidak semua dosen bisa) ~saya ngga ngajarin nakal,
tapi tokh semua sudah tahu nampaknya~
6. KOMPETISI DOSEN ADA, kalau anda daftar akhir-akhir, maka
akan diarahkan oleh Sekre MKNUI kepada dosen yang saat itu masih
kosong, anda hanya bisa berdoa, kecuali ada keajaiban (tiba-tiba ada
dosen baik hati mau menerima anda)
7. KOMPETISI SISWA ADA, bukan kami ga percaya satu sama lain,
mohon saling melindungi perasaan siswa satu dengan lainnya, jangan
ambil judul mahasiswa lain, jangan ambil ide mahasiswa lain, beri
kesempatan, be fair
6. APA
YANG
HARUS
DIKETAHUI
DARI
DOSEN
PEMBIMBING?
Tidak semua dosen menerima mahasiswa bimbingan dengan kuota yang
banyak, misal Bu Arikanti 7 mahasiswa, Bu Liza 3 mahasiswa dsb.
dikarenakan masing-masing kesibukan dosen berbeda. Dosen pada
umumnya menerima 10 mahasiswa
7. SIAPAKAH DOSEN PEMBIMBING YANG BAIK?
Teman-teman, mohon maaf, tulisan ini akan tersebar dan saya berniat
menjaga sebaik-baiknya hubungan semua mahasiswa dengan dosen,
staff, maupun yang terkait dalam kuliah. Jadi saya hanya menyampaikan
ini :
1. Jika dosen susah ditemui, maka sebaik-baiknya mencari tahu nomor
beliau, sms terlebih dahulu kemudian telepon dengan janji.
2. Pelajarilah mood dosen tersebut, tidak semua selalu dalam kondisi
baik.
3. Masalah cepat atau tidak selesainya tesis anda, tergantung anda, bukan
dosen. Dosen akan bantu jika anda terlihat semangat dan menjaga
hubungan baik dengan dosen. Dosen yang baik sekalipun bisa membuat
tesis anda lama jika anda malas atau tidak sopan.
4. Anda dibantu atau tidak sama dosen, sepenuhnya tergantung anda.
Dosen baik sekalipun tidak sanggup membantu anda jika anda tidak
membantu diri anda sendiri menyelesaikan tesis.
5. Good things about thesis, is absolutely on your own hands. Tidak ada usaha
baik yang berbuah jelek. Jika ada, maka dipastikan usaha anda masih
kurang.
8. DOSEN YANG TIDAK BAIK DALAM TESIS SIAPA?
Tidak ada dosen yang tidak baik, be positive, kalaupun ada, jangan
memandang satu pandangan saja. Let's see, barangkali beliau sedang ada
masalah. Barangkali anda sendiri tidak menepati janji temu dengan
dosen. Be wise, jangan melawan dosen.
9. BAGAIMANA MENYIAPKAN PROPOSAL YANG BAIK?
1. Proposal tidak harus rapi, tapi sebaiknya enak dibaca.
2. Minimal 8 - 10 halaman. Terlalu banyak, misal 15, rawan ditolak.
3. Terus terang, bantulah diri anda sendiri dengan menulis tesis
SUDAH
DISESUAIKAN
DENGAN
PERATURAN
PENULISAN TESIS UI DARI AWAL, untuk menghindari edit
ulang di akhir tesis.
4. Jika anda menulis dari awal sudah berantakan, maka di akhir anda
hanya akan merasakan pahitnya editing.
5. SAYA AKAN SERTAKAN PANDUANNYA, JANGAN SEDIH
YAA..
11. STRUKTUR PROPOSAL YANG BAIK GIMANA SIH?
~Attention/Perhatian : tuntunan ini tidak wajib diikuti, tokh
nanti jika ada perubahan, ikuti keinginan dosen pembimbing
masing-masing ya, apa yang saya tulis adalah yang saya sendiri
alami dan diabsahkan~
1. Proposal adalah BAB I dari sebuah tesis, ya hanya BAB I saja, dan
diakhiri dengan Daftar Pustaka/Daftar Referensi. Inilah penulisan BAB
nya :
BAB I
(Tulisan ditulis dengan huruf kapital dan angka romawi, BAB I. Ditulis
di tengah halaman dan dengan huruf Times New Roman, ukuran 12.)
2. Penulisan angka bab dan sub bab :
1.1. Latar Belakang Permasalahan
1.1.1 ...
1.2. Pokok Permasalahan
1.2.1 ...
1.3. Metode Penelitian
1.3.1 ...
1.3.2 ...
1.3.2.1 ...
1.4. Sistematika Penulisan
1.5. Daftar Referensi
3. Minimal 10-15 buku untuk referensi proposal (tiap dosen beda).
Artinya, dalam menulis proposal, harus ada referensi 10 atau 15 buku
yang berbeda untuk dijadikan footnote.
4. Cara menulis footnote, ukuran 10 pt, Times New Roman :
2 Soerjono Soekanto, Penulisan dan penelitian Hukum, Grafika Mandiri, Jakarta, 2006.
5. Halaman ditulis di sisi pojok kanan bawah, ukuran 12 pt, Times New
Roman. Halaman untuk BAB, ditaruh di kanan atas pojok, sementara
halaman lain selain halaman BAB, ditulis di kiri pojok bawah.
6. Di pojok kiri bawah tiap halaman (selain COVER) juga dicantumkan
kata-kata "Universitas Indonesia" dalam Times New Roman, 12 pt.
7. Proposal ga perlu dijilid bagus-bagus, jilid lakban atau spiral saja
cukup.
8. Selain yang saya sebutkan disini, mohon membaca panduan yang
nanti saya sertakan lagi. Makasih.
12. SETELAH PROPOSAL SIAP DIAJUKAN, LALU SAYA
NGAPAIN?
1. Datanglah ke Sekre MKNUI Depok
2. Ajukan proposal tersebut ke staff yang disarankan
3. Staff akan memastikan sekali lagi bahwa judul anda belum pernah ada
yang punya, atau jikapun ada, anda harus membahas hal lain.
4. Maka anda akan mengisi formulir yang disiapkan.
5. Anda dapat mengajukan siapa dosen yang anda inginkan.
13. APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN PROPOSAL TESIS
SAYA DITOLAK?
Jika proposal tesis anda ditolak, ikuti saran dari sekretariat kenapa
proposal tesis anda ditolak. Misal, anda lupa mencantumkan Sub Bab
Pokok Permasalahan, anda lupa menulis Daftar Referensi, atau
disarankan judul anda diubah karena tidak sesuai dengan bidang notariat,
dll.
14. APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN PROPOSAL TESIS
SAYA DITERIMA?
Jika proposal tesis anda diterima, anda harus menunggu beberapa saat
untuk mengambil formulir yang sudah ditandatangani Kaprodi. Lalu
dalam waktu sesegera mungkin, mulailah menghubungi dosen
pembimbing anda dan ketiklah sesuai arahan (jangan serta merta ngetik
langsung sampai bab III jika tidak diarahkan untuk itu)
THE CONCLUSION
Yap kawan-kawan, itu tadi serentetan pertanyaan yang penting
diketahui dalam menghadapi Thesis Season di MKN FHUI. Nah,
kesimpulannya adalah :
1. Jangan menunggu sampai deadline untuk buat proposal. Waktu
anda cuma sedikit. Persiapkan dari sekarang.
2. Pengorbanan Tesis anda dimulai sambil menghadiri kuliah, jika
anda ada kelas mengulang ataupun tidak, sisihkan waktu anda
untuk menulis.
3. Selalu sentuh tesis anda tiap waktu, ini akan membuat anda
bersemangat mengerjakannya.
PUTUSAN AKHIR
Demikian prosedur tesis :
1. Mahasiswa harus klik IRS tesis terlebih dahulu
2. Mahasiswa sebelum mengajukan proposal, cek dulu daftar judul di
Perpustakaan UI dan di Buku Daftar Judul Tesis di meja Ibu Ain (Wismar
Ain Marzuki di Sekre MKN)
3. Pastikan tidak ada judul yang sama persis bahasannya dengan anda.
4. Kemudian tulis judul sementara anda di buku untuk membooking hak
paten tesis supaya tidak diambil oleh orang lain.
5. Bawalah proposal di hari itu atau hari lain untuk diajukan, pastikan
judulnya sesuai dengan yang anda masukkan di buku daftar judul.
6. Jika beruntung, Ibu Ain akan memperbolehkan anda menulis tesis
tersebut dipersilakan mengisi serangkaian formulir.
7. *TIPS* Mintalah kepada bu Ain dosen yang anda yakini, bisa kok
dimintakan (Asal, jangan milih dosen yang sudah penuh kuota
bimbingannya). Makanya, buruan saja daftar supaya dapat dosen yang
enak.
8. Setelah dosen pembimbing dipilih, anda harus mendatangi dosen
tersebut untuk meminta tanda tangannya sebagai tanda persetujuan
bahwa dia pembimbing tesis anda, jangan lupa bawa proposal juga.
9. Bawa bukti tanda tangan tersebut kembali ke sekre beserta proposal
yang sudah di acc sama dosen pembimbing anda.
10. SELESAI PROSES PROPOSAL
11. Anda akan dikasih kartu bimbingan yang datang bersama surat
persetujuan pembimbing untuk membimbing anda.
JANGAN LUPA MASUKKAN JUDUL DAN NAMA DOSEN PEBIMBING DI
SIAK
12. BIMBINGAN DIMULAI
13. Kerjakan bab bab yang diminta dosen pembimbing anda
14. Pada suatu tahap, anda akan mendapatkan ACC final untuk tesis anda,
harap diketahui, anda harus lulus semua mata kuliah untuk bisa
sidang tesis
15. Ajukan ke sekre bahwa tesis anda siap diuji final
16. Isilah formulir yang disediakan dan sertakan apa yang disyaratkan, yaitu
lembar asli bimbingan, dan tesis yang sudah di acc, jilid biasa saja 1
eksemplar
17. Sesuai jadwal ujian sidang Fakultas, anda akan diminta mengambil
undangan sidang
18. Berikan undangan tersebut kepada dosen pembimbing, dosen penguji2
yang tertera namanya pada form ujian sidang
19. Kumpulkan kopian 3 eksemplar tesis yang sudah diacc final ke sekre
20. Persiapkan presentasi tesis anda dengan powerpoint atau pdf
21. Simpan di flashdisk anda
22. Tunggu hari sidang tiba
23. Ketika sidang, pakailah pakaian yang rapi, jeans boleh asal sepatu.
Kemeja rapi juga.
24. Masuk ruang sidang, salam kepada dosen2
25. Dosen memulai ujian
26. TERNYATA SIDANG TIDAK SESERAM YANG DIPIKIRKAN, ada yang
diajak ngobrol diluar materi, ada yang bercanda, ada yang curhat, ada
yang galau, ada yang membahas kuliah di negeri seberang. Santai saja.
27. Anda dipersilakan menunggu diluar sementara nilai diperbincangkan oleh
dosen
28. Nilai segera diumumkan (tergantung dosen, ada yang maunya pas
tanggal kumpul revisi final)
29. Revisi dikerjakan sampai tanggal yang ditentukan
30. Dikumpulkan revisi tersebut di sekre dan di dosen.
JANGAN LUPA MASUKKAN REVISI JUDUL (ANDAIKATA ADA) DI SIAK
31. Nilai diumumkan lagi
32. Upload sesuatunya yang dibutuhkan untuk lulus fakultas (yudisium)
melalui situs [
lib.ui.ac.id
], pilih pojok kiri bawah, Unggah UI-Ana
32. Y.U.D.I.S.I.U.M (pengumuman kelulusan fakultas)
33. Daftar Wisuda
34. WISUDA
YUDISIUM & WISUDA
Teman-teman, berikut syarat Yudisium (keadaan dimana siswa dinyatakan
boleh wisuda) :
1. Pertama-tama masuk SIAK-NG
2. Upload Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
3. Masukkan juga judul tesis anda supaya nilai bisa dilihat
4. Masuk [
lib.ui.ac.id
]
5. Di pojok kiri bawah ada menu “Pedoman Penyerahan TA”
6. Ikuti caranya (BACA DENGAN TELITI)
7. Masuk ke
lib.ui.ac.id/unggah
8. Klik “Panduan Penulisan”
9. Ikuti semua langkah disana
10. Langkah selanjutnya meminta juga Surat Bebas Pustaka
Syarat Wisuda (Penuhi Dulu Syarat Yudisium) :
SELENGKAPNYA
DI
http://alumni.ui.ac.id/wisudaOnline/www/index.php/pendaftaran/index/
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Permasalahan
Kemajuan
teknologi
dan
berkembangnya
kebutuhan
manusia
mempengaruhi tata cara kehidupan dalam masyarakat, pemerintah sebagai
pendukung kelancaran kehidupan bermasyarakat tersebut mencoba merumuskan
peraturan yang melindungi segala pihak yang memanfaatkan perkembangan
teknologi tersebut. Dalam menjalankan tugasnya, Notaris harus mengikuti
perkembangan tersebut, oleh karenanya Notaris harus siap menghadapi perubahan
agar dapat terus mempertahankan perannya sebagai pejabat umum yang
berwenang membuat akta otentik.
Untuk mendukung kelancaran dalam menjalankan pemerintahan dan
kehidupan bersama, pemerintah mengakomodir kemajuan tersebut dengan
peraturan perundang-undangan. Hal ini terbukti dari disahkannya Undang-undang
nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada tanggal
25 Maret 2008. Dengan diundangkannya Undang-undang nomor 11 Tahun 2008
tersebut, pemerintah berharap dapat mengakomodir perlindungan bagi siapapun
yang melakukan segala jenis kegiatan yang berhubungan dengan informasi
elektronik, transaksi elektronik dan kegiatan yang memanfaatkan sistem informasi
elektronik lainnya.
Dengan perkembangan akomodasi informasi dan transaksi elektronik yang
sedemikian pesatnya, Notaris sebagai pejabat umum yang bertugas melayani
masyarakat diharapkan juga mengikuti kemajuannya sesuai kebutuhan. Konsep
Notaris yang memanfaatkan sistem informasi elektronik pernah diperkenalkan
sejak tahun 1995 sebagai Cyber Notary. Cyber Notary adalah konsep yang
memanfaatkan kemajuan teknologi bagi para notaris untuk membuat akta otentik
dalam dunia maya serta menjalankan perannya terutama untuk membantu
kemajuan perusahaan melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham secara
Tele-conference. Pada prinsipnya, konsep cyber notary ditujukan untuk
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
2
mempermudah transaksi antara para pihak yang tinggalnya berjauhan, sehingga
jarak bukan menjadi masalah lagi.
Namun demikian, untuk dapat menerapkan Cyber notary di Indonesia
tidaklah mudah. Masih banyak hambatan-hambatan serta kendala yang ditemui
untuk mengimplemntasikannya. Hambatan-hambatan tersebut muncul antara lain
dari pertentangan antara media transaksi elektronik dengan kegiatan Notaris yang
dibatasi oleh peraturan undangan di Indonesia. Peraturan
perundang-undangan yang mengatur bidang kenotariatan di Indonesia diatur didalam
Undang-undang No 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.
Profesi Notaris sudah diakui keberadaannya sejak abad II pada masa
Romawi kuno, dimana mereka dikenal sebagai tabelionis atau notarius. Pada
masa itu, mereka adalah golongan orang yang mencatat pidato. Istilah notaris
diambil dari nama pengabdinya, Notarius, yang kemudian menjadi istilah/titel
bagi golongan orang penulis cepat atau stenografer. Notaris adalah salah satu
cabang dari profesi hukum yang tertua di dunia.
1Lembaga Notariat itu sendiri menurut sejarahnya, timbul atas kebutuhan
dalam pergaulan sesama manusia, yang menghendaki adanya alat bukti baginya
mengenai hubungan hukum keperdataan yang ada dan/atau terjadi di antara
mereka; suatu lembaga dengan para pengabdinya yang ditugaskan oleh kekuasaan
umum untuk dimana dan apabila undang- undang mengharuskan sedemikian atau
dikehendaki oleh masyarakat, membuat alat bukti tertulis yang mempunyai
kekuatan otentik.
2Di Indonesia sendiri, pengaturan mengenai lembaga notariat berawal pada
tahun 1860, dimana Pemerintah Belanda pada waktu itu menganggap perlu untuk
menyesuaikan peraturan-peraturan mengenai jabatan notaris di Indonesia dengan
yang berlaku di negeri Belanda dan karenanya sebagai pengganti dari
peraturan-peraturan yang lama diundangkanlah Peraturan Jabatan Notaris (Notaris
Reglement) pada tanggal 26 Januari 1860 (Stb. No.3) mulai berlaku pada tanggal
1 Juli 1860.
31 G.H.S Lumban Tobing, Peraturan Jabatan Notaris, (Jakarta: PT Erlangga), 1983, hal.2 2 ibid.
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
3
Seiring dengan perkembangan hukum di Indonesia, maka Peraturan
Jabatan Notaris tersebut juga harus diperbaharui. Menyikapi hal tersebut, pada
tanggal 6 Oktober 2004, mulai di undangkan UUJN. Sejak peraturan perundangan
ini berlaku, maka sekaligus mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi :
1. Reglement op Het Notaris Ambt in Nederlands Indie (Stbl.1860 : 3)
sebagaimana telah diubah terakhir dalam lembaran Negara 1954 Nomor 101;
2. Ordonantie 16 September 1931 tentang Honorarium Notaris;
3. Undang-undang nomor 33 tahun 1954;
4. Pasal 54 Undang-undang nomor 8 tahun 2004 tentang perubahan atas
undang- undang nomor 2 tahun 1986 tentang peradilan umum;
5. Peraturan pemerintah nomor 11 tahun 1949 tentang sumpah/janji Jabatan
Notaris.
4Menurut Pasal 1 Undang-undang nomor 30 tahun 2004 yang dimaksud
dengan Notaris adalah Pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta
otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang.
Tugas Notaris secara umum yaitu memberikan bukti tertulis atas peristiwa hukum
yang terjadi di dalam masyarakat. Notaris diberikan kewenangan untuk membuat
alat bukti yang diinginkan para pihak yang bersangkutan.
Kemudian diatur juga dalam Pasal 15 UUJN, kewenangan Notaris adalah :
1. Notaris berwenang membuat akta otentik mengenai semua perbuatan,
perjanjian, dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-
undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk
dinyatakan dalam akta otentik, menjamin kepastian tanggal pembuatan akta,
menyimpan akta, memberikan grosse, salinan dan kutipan akta, semuanya itu
sepanjang pembuatan akta-akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan
kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh undang-undang.
52. Notaris berwenang pula :
a. mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di
bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus;
4 Pasal 91 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.
5 Santia Dewi dan R.M. Fauwas Diradja. Panduan Teori & Praktik Notaris, (Yogyakarta: Pustaka Yustisia), 2011, hal. 10.
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
4
b. membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku
khusus;
c. membuat kopi dari asli surat-surat di bawah tangan berupa salinan yang
memuat uraian sebagaimana ditulis dan digambarkan dalam surat yang
bersangkutan;
d. melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat aslinya;
e. memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta;
f. membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan; atau
g. membuat akta risalah lelang.
h. Selain kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2),
Notaris mempunyai kewenangan lain yang diatur dalam peraturan
perundang-undangan.
Di Indonesia sendiri, eksistensi lembaga Notaris muncul sebagai salah satu
upaya negara dalam menciptakan kepastian dan perlindungan hukum bagi anggota
masyarakat. Hal ini mengingat bahwa dalam wilayah hukum privat atau perdata,
negara menempatkan Notaris sebagai pejabat umum yang berwenang dalam
membuat akta otentik, untuk kepentingan pembuktian ataupun alat bukti. Oleh
karena itu dibutuhkan alat bukti tertulis otentik mengenai keadaan, peristiwa, atau
perbuatan hukum yang dilaksanakan melalui jabatan tertentu, yaitu oleh notaris
sebagai pejabat umum.
Pengertian Akta Otentik menurut Pasal 1868 KUHPerdata yaitu suatu akta
yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan undang-undang oleh atau di hadapan
pejabat umum yang berwenang untuk itu di tempat akta itu dibuat. Agar dapat
dinyatakan sebagai akta otentik, suatu akta Notaris harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
1. Akta harus dibuat oleh atau di hadapan pejabat umum yang berwenang.
2. Akta harus dibuat dalam bentuk yang ditentukan oleh Undang-Undang.
3. Akta dibuat oleh yang berkuasa untuk itu di tempat di mana akta itu dibuat.
66 Ibid., hal 12.
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
5
Akta Notaris dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu akta yang dibuat
oleh Notaris atau Akta Relaas atau dinamakan akta pejabat serta Akta yang dibuat
dihadapan atau yang dinamakan Akta Partij.
Akta Relaas adalah akta yang dibuat dalam jabatannya. Notaris atas
permintaan para pihak menguraikan secara otentik suatu tindakan yang dilakukan
ataupun suatu keadaan yang dilihat, disaksikan oleh Notaris itu sendiri dalam
Notaris tersebut menjalankan jabatannya. Akta tersebut memuat uraian dari
Notaris akan sesuatu yang dialami, dilihat, dan disaksikannya.
Sedangkan akta yang dibuat dihadapan Notaris atau Akta Partij, yaitu akta
yang memuat secara otentik keterangan-keterangan dari orang-orang yang
bertindak sebagaipihak-pihak dalam akta itu. Notaris mengkonstatir
keterangan-keterangan para pihak dan disusun redaksinya sesuai dengan keinginan para pihak
yang bersangkutan.
7Salah satu fungsi akta yang penting adalah sebagai alat pembuktian. Akta
otentik merupakan alat pembuktian yang sempurna bagi kedua belah pihak dan
ahli warisnya serta sekalian orang yang mendapat hak darinya tentang apa yang
dimuat dalam akta tersebut. Akta Otentik merupakan bukti yang mengikat yang
berarti kebenaran dari hal-hal yang tertulis dalam akta tersebut harus diakui oleh
hakim, yaitu akta tersebut dianggap sebagai benar selama kebenarannya itu tidak
ada pihak lain yang dapat membuktikan sebaliknya. Menurut Pasal 1857
KUHPerdata, jika akta dibawah tangan tanda tangannya diakui oleh orang
terhadap siapa tulisan itu hendak dipakai, maka akta tersebut dapat merupakan
alat pembuktian yang sempurna terhadap orang yang menandatangani serta para
ahli warisnya dan orang-orang yang mendapatkan hak darinya.
Berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi melalui internet
belakangan ini menyebabkan banyak transaksi yang dilakukan secara elektronik
dengan menggunakan data digital sebagai pengganti kertas. Sama dengan
transaksi pada umumnya yang menggunakan kertas, dokumen yang digunakan
untuk transaksi ditandatangani oleh dan atau untuk dan atas nama pihak yang
7 Ibid, hal 33.
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
6
melakukan transaksi dengan tujuan bahwa dokumen tersebut benar-benar berasal
dari dan telah disetujui oleh orang yang membubuhkan tanda tangan tersebut.
Dengan ketentuan pasal 5 ayat 4 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008
yang mengakui dokumen digital sebagai alat bukti, dikaitkan dengan keadaan
sekarang, maka tidak ada perbedaan lagi antara akta yang dibuat dihadapan atau
oleh notaris dengan akta elektronis yang dibuat sesuai Undang-undang Nomor 11
tahun 2008.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, sangatlah penting bagi notaris untuk
mengetahui mengenai perkembangan Cyber Notary di Indonesia terutama kaitan
antara Relaas Akta dengan Tele-conference. Tentunya Notaris juga harus
mengacu pada Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
dan Undang-undang nomor 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris untuk
diselaraskan dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik mengingat bahwa pelaku usaha terutama Perseroan Terbatas
menginginkan efektivitas dan kemudahan melalui teknologi yang ada dewasa ini.
Berkaitan dengan hal tersebut penulis berkeinginan untuk melakukan
penelitian dan menyusunnya dalam tesis dengan judul “Aplikasi Tele-conference
Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta”.
B. Pokok Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka perumusan
masalah dalam penelitian ini dapat penulis rumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah dampak dari penerapan Tele-conference terhadap sifat otentik
dan keabsahan Relaas Akta yang dibuat oleh Notaris disesuaikan dengan
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Peraturan Jabatan Notaris.
2. Mengapa penerapan Tele-conference dalam pembuatan Relaas Akta
Perseroan Terbatas oleh Notaris di Jakarta belum banyak digunakan?
C. Metode Penelitian
Penelitian tentang “Aplikasi Tele-conference Terhadap Relaas Akta
Perseroan Terbatas di Jakarta” merupakan suatu penelitian hukum normatif, yaitu
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
7
pendekatan yang dilakukan dengan mengadakan penelusuran asas-asas hukum
umum, untuk kemudian membuat suatu interpretasi terhadap peraturan hukum
umum. Selanjutnya akan dilakukan pengujian hasil interpretasi terhadap teori dan
atau prinsip- prinsip hukum umum.
8Penelitian ini bersifat deskriptif analitis yaitu penelitian yang bermaksud
untuk mempertegas hipotesa-hipotesa, agar dapat membantu didalam memperkuat
teori-teori lama, atau didalam kerangka menyusun teori-teori baru. Juga guna
mengetahui gambaran mengenai jawaban terhadap permasalahan-permasalahan
yang diajukan.
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder yaitu data yang diperoleh langsung melalui penulusuran kepustakaan
atau dokumentasi. Sehingga penelitian ini menggunakan macam bahan hukum
primer sebagai norma dasar, bahan sekunder sebagai bahan yang memberikan
informasi yang berkaitan dengan isi sumber primer serta implementasinya, serta
menggunakan bahan hukum tersier sebagai pemberi petunjuk (pelengkap)
terhadap sumber primer dan sekunder.
9Berdasarkan jenis dan bentuknya, data yang diperlukan dalam penelitian
ini adalah data sekunder. Dimana Data sekunder tersebut diperoleh melalui
sumber kedua, yaitu melalui studi kepustakaan, yaitu dari data- data yang sudah
tersedia. Data Sekunder terdiri dari :
a. Bahan hukum primer yaitu bahan–bahan hukum yang mengikat, dan terdiri
dari: Norma atau kaedah dasar, yakni Pembukaan UUD 1945, Peraturan
Dasar, yakni Batang Tubuh UUD 1945 dan Peraturan Perundang-Undangan,
seperti UU dan peraturan yang setaraf, Keputusan Presiden dan peraturan
yang setaraf, Keputusan Menteri dan peraturan yang setaraf,
Peraturan-Peraturan Daerah, Bahan Hukum yang tidak dikodifikasikan, Yurisprudensi,
Traktat, serta Bahan hukum yang masih berlaku hingga sekarang.
b. Bahan Hukum sekunder yaitu bahan-bahan hukum yang memberikan
penjelasan mengenai bahan hukum primer. Misalnya rancangan
8 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum (Jakarta: Universitas Indonesia), 2005, hal. 51.
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
8
undang, hasil-hasil penelitian, hasil karya dari ahli hukum atau sarjana hukum
serta dari kalangan hukum.
c. Bahan Hukum Tertier yakni bahan yang memberikan petunjuk maupun
penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder; contohnya adalah
kamus, ensiklopedia, indeks kumulatif.
10Dalam Penelitian ini, penulis akan menggunakan bahan hukum primer
berupa Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang jabatan Notaris, Undang-
Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, juga
menggunakan bahan hukum sekunder yang berupa hasil karya ilmiah para penulis
sebelumnya, dalam hal ini karya ilmiah yang berhubungan langsung dengan judul
penulis dan menggunakan bahan hukum tertier yang berupa penjelasan dari kamus
atau ensiklopedia yang terkait dengan topik penelitian ini.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, studi kepustakaan
dilakukan dengan mengacu pada buku-buku, dan peraturan perundang-undangan
dari perpustakaan.
Dalam penulisan ini, bentuk penelitian hukum yang digunakan
adalah dengan penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan.
Penelitian kepustakaan yaitu, penelitian yang menekankan pada penggunaan data
sekunder atau berupa norma hukum tertulis dan atau wawancara dengan informan
serta narasumber. Data hasil penelitian ini dianalisis secara kualitatif, yaitu data
kepustakaan. Keseluruhan data hasil penelitian akan dikemukakan dan akhirnya
yang akan menjawab pokok permasalahan dari penelitian ini.
D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam tesis ini terdiri dari tiga bab dan tiap bab
dibagi menjadi beberapa sub bab. Adapun sistematika setiap bab adalah sebagai
berikut:
BAB I Pendahuluan
10 Ibid.
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
9
Dalam bab ini berisikan antara lain mengenai latar belakang masalah, pokok
permasalahan, metode penelitian dan sistematika penulisan. Pembahasan dibatasi
agar tidak menyimpang dari pokok pembahasannya. Dalam bab ini juga diuraikan
mengenai latar belakang, pokok permasalahan, metode penelitian dan sistematika
penulisan.
BAB II Pembahasan
Dalam bab ini berisikan antara lain mengenai teori umum tentang jabatan
Notaris, siapakah Notaris, bagaimanakah kewenangan Notaris dalam membuat
akta, teori umum mengenai akta, apa yang disebut dengan akta, apa yang
dimaksud dengan akta otentik, ketentuan mengenai otentisitas akta, kemudian
teori umum Tele-conference sebagai media teknologi dan sarana yang
memanfaatkan sistem informasi elektronik, serta teori umum dan analisis
mengenai penerapan Tele-conference dalam Relaas Akta Perseroan Terbatas, apa
saja kendala yang ditemui jika menggunakan teknologi Tele-conference dalam
pembuatan Relaas Akta Perseroan Terbatas, Penulis akan memberikan jawaban
atas semua pokok permasalahan yang dipertanyakan pada bab sebelumnya.
BAB III Penutup
Pada bab terakhir ini, penulis akan menyajikan suatu kesimpulan dan saran
dari segala penguraian dan pembahasan dari seluruh isi judul tesis tersebut.
E. Daftar Pustaka
BUKU REFERENSI
G.H.S Lumban Tobing. Peraturan Jabatan Notaris, Jakarta: PT Erlangga, 1983.
Harahap, M. Yahya. Hukum Perseroan Terbatas, Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Nadapdap, Binoto. Hukum Perseroan Terbatas Berdasarkan Undang-Undang
No.40 Tahun 2007, Jakarta: Permata Aksara, 2012.
Naja, H.R. Daeng. Teknik Pembuatan Akta (Buku Wajib Kenotariatan),
Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2012.
NAMA : ARIESTA WIBISONO ANDITYA
NPM : 1206307795
MATA KULIAH : MPPLH
DOSEN : 1. Sri Mamudji, S.H., M.L.L.
2. Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H.
UNIVERSITAS INDONESIA
Aplikasi Tele-Conference Terhadap Relaas Akta Perseroan Terbatas di Jakarta,Ariesta Wibisono Anditya, MKN FHUI, 2013
10
Santia Dewi dan R.M. Fauwas Diradja. Panduan Teori & Praktik Notaris,
Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2011.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan
Singkat, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.
Sudikno Mertokusumo. Penemuan Hukum Suatu Pengantar, Yogyakarta:
Penerbit Liberty, 2009.
UNDANG-UNDANG
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Peraturan Jabatan Notaris.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik.
Kode Etik Ikatan Notaris Indonesia.
ARTIKEL
Cyber Notary. Magister Kenotariatan Universitas Hasanuddin. 2009.
Pemerintah dan INI Bahas Konsep Cyber Notary. Hukum Online.
www.hukumonline.com, 2011.
KAMUS
Kamus Hukum. J.CT. Simorangkir, Rudy T. Erwin dan J.T. Prasetyo. Jakarta:
C.V. Madjapahit, 1972.
Universitas Indonesia
PEDOMAN TEKNIS PENULISAN
TUGAS AKHIR MAHASISWA
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI………..………... 1
1. PENDAHULUAN………... 3 2. FORMAT TUGAS AKHIR ………..………... 4
2.1 BAGIAN AWAL………..………..……. 4
2.1.1 Halaman Sampul………... 4 2.1.2 Halaman Judul………..………... 4 2.1.3 Halaman Pernyataan Orisinalitas ... 4 2.1.4 Halaman Pengesahan………... 4 2.1.5 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih……….…... 5 2.1.6 Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk
Kepentingan Akademis………... 5 2.1.7 Abstrak/Abstract……….…... 5 2.1.8 Daftar Isi………...…... 5 2.1.9 Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lain .. ... 5 2.2 BAGIAN ISI ...………..……….………… 6 2.3 BAGIAN AKHIR...………….……….…. 6 2.3.1 Daftar Referensi ..………... 6 2.3.2 Lampiran………..…………... 6 3. PENULISAN ………...…...………..…... 7 3.1 Kertas………... 7 3.2 Pengetikan……….... 7 3.3 Penomoran Halaman………... 8
3.3.1 Angka Romawi Kecil………... 8 3.3.2 Angka Latin……...………..…………... 8 3.4 Halaman Sampul………... 8
3.5 Halaman Judul………... 9
3.6 Halaman Pernyataan Orisinalitas ... 9 3.7 Halaman Pengesahan………... 9 3.8 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih…...………... 9 3.9 Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk
Kepentingan Akademis………... 9 3.10 Abstrak/Abstract……….…………...…….…... 9
3.11 Daftar Isi………...……… 10
3.12 Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lain.……….…… 10 3.13 Isi Tugas Akhir ……….. 10 3.14 Tabel dan Gambar………...…….……… 11 3.15 Persamaan Matematika……….………... 12
3.16 Angka……….………... 12
3.17 Daftar Referensi ... 12
3.18 Lampiran………... 13
2
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Contoh Halaman Sampul………... 15 Lampiran 2. Contoh Halaman Judul..……….... 16 Lampiran 3. Contoh Halaman Pernyataan Orisinalitas ... 17 Lampiran 4. Contoh Halaman Pengesahan ……….………... 18 Lampiran 5. Contoh Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih……….……… . 21 Lampiran 6. Contoh Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah
untuk Kepentingan Akademis ……… 22 Lampiran 7. Contoh Abstrak………...………... 23 Lampiran 8. Contoh Daftar Isi…….………...…………... 25 Lampiran 9. Contoh Daftar Gambar ………. 26 Lampiran 10. Penulisan Kutipan…….………. 27 Lampiran 11. Penulisan Daftar Referensi…..……… 34 Lampiran 12. Prosedur Pengumpulan Tugas Akhir ... 42
3
1. PENDAHULUAN
Tugas Akhir (TA) adalah karya ilmiah yang disusun menurut kaidah keilmuan dan ditulis berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia, di bawah pengawasan atau pengarahan dosen pembimbing, untuk memenuhi kriteria-kriteria kualitas yang telah ditetapkan sesuai keilmuannya masing-masing. Tugas Akhir dibuat sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan suatu program studi. Tugas Akhir yang dimaksud dalam pedoman ini mencakupi, tetapi tidak terbatas pada, skripsi, tesis, disertasi, dan rancangan yang dihasilkan oleh sivitas akademika Universitas Indonesia.
Karya tersebut akan menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan UI yang dinamakan koleksi UI-ana, yaitu karya ilmiah yang dihasilkan oleh sivitas akademika UI, tulisan tentang UI, dan tentang tokoh UI. Dalam upaya mendokumentasikan seluruh koleksi UI-ana, baik dalam format tercetak maupun digital, diperlukan Pedoman Penulisan
Tugas Akhir yang dapat digunakan di semua fakultas dan Program Pascasarjana tanpa
mengurangi keunikan setiap fakultas/departemen.
Pedoman ini disusun oleh Tim Penyusun Pedoman Penulisan Tugas Akhir dan Tim Digitalisasi UI-ana yang dikoordinasikan oleh Perpustakaan UI, dan diterbitkan dengan tujuan memberikan tuntunan kepada penulis tugas akhir. Tim Penyusun memberi kesempatan kepada Program Studi/Departemen Fakultas untuk membuat petunjuk tambahan mengenai hal-hal yang tidak diatur dalam pedoman ini.
Pedoman ini disahkan penggunaannya melalui SK Rektor UI Nomor: 628/SK/R/UI/2008 tanggal 16 Juni 2008 dan wajib digunakan oleh sivitas akademika UI sebagai panduan penulisan tugas akhir.
4
2. FORMAT TUGAS AKHIR
Pedoman Penulisan Tugas Akhir ini dibagi dalam tiga bagian : (a) awal; (b) isi; dan
(c) akhir.
2.1 BAGIAN AWAL
Bagian Awal Tugas Akhir terdiri atas: a. Halaman Sampul
b. Halaman Judul
c. Halaman Pernyataan Orisinalitas d. Halaman Pengesahan
e. Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih (jika diperlukan)
f. Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk Kepentingan Akademis
g. Abstrak (dalam bahasa Indonesia dan Inggris) h. Daftar Isi
i. Daftar Tabel (jika diperlukan) j. Daftar Gambar (jika diperlukan) k. Daftar Rumus (jika diperlukan) l. Daftar Notasi (jika diperlukan) m. Daftar Lain (jika diperlukan) n. Daftar Lampiran (jika diperlukan)
2.1.1 Halaman Sampul
Sebagai halaman terdepan yang pertama terbaca dari suatu karya ilmiah, Halaman Sampul harus dapat memberikan informasi singkat, jelas dan tidak bermakna ganda (ambigu) kepada pembaca tentang karya ilmiah tersebut yang berupa judul, jenis karya ilmiah (skripsi/tesis/disertasi), identitas penulis, institusi, dan tahun pengesahan. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Sampul dapat dilihat pada butir 3.4. Contoh Halaman Sampul dapat dilihat pada Lampiran 1.
2.1.2 Halaman Judul
Secara umum informasi yang diberikan pada Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul, tetapi pada Halaman Judul, dicantumkan informasi tambahan, yaitu untuk tujuan dan dalam rangka apa karya ilmiah itu dibuat. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Judul dapat dilihat pada butir 3.5. Contoh Halaman Judul dapat dilihat pada Lampiran 2.
2.1.3 Halaman Pernyataan Orisinalitas
Halaman ini berisi pernyataan tertulis dari penulis bahwa tugas akhir yang disusun adalah hasil karyanya sendiri dan ditulis dengan mengikuti kaidah penulisan ilmiah. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Pernyataan Orisinalitas dapat dilihat pada butir 3.6. Contoh Halaman Pernyataan Orisinalitas dapat dilihat pada Lampiran 3.
2.1.4 Halaman Pengesahan
Halaman Pengesahan berfungsi untuk menjamin keabsahan karya ilmiah atau pernyataan tentang penerimaannya, khususnya skrispi, tesis, dan disertasi, oleh institusi penulis. Di fakultas tertentu, seperti FKG, pada ”Halaman Pengesahan” perlu ditambahkan pernyataan ”lolos uji etik penelitian” bila subjek penelitian
5 makhluk hidup atau benda mati yang harus dijaga hak asasinya atau dihormati. Penulisan pernyataan tersebut mengikuti ketentuan yang berlaku selama ini di FKG. Ketentuan mengenai penulisan Halaman Pengesahan dapat dilihat pada butir 3.7. Contoh Halaman Pengesahan dapat dilihat pada Lampiran 4.
Catatan : penggunaan istilah ”dewan penguji” (pembimbing dan penguji) dan susunan atau jumlah anggota ”dewan penguji” bergantung pada kebijakan setiap fakultas atau Program Pascasarjana.
2.1.5 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
Halaman Kata Pengantar memuat pengantar singkat atas karya ilmiah. Halaman Ucapan Terima Kasih memuat ucapan terima kasih atau penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas akhir. Sebaiknya, ucapan terima kasih atau penghargaan tersebut juga mencantumkan bantuan yang mereka berikan, misalnya bantuan dalam memperoleh masukan, data, sumber informasi, serta bantuan dalam menyelesaikan tugas akhir. Ketentuan mengenai penulisan Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada butir 3.8. Contoh Ucapan Terima Kasih dapat dilihat pada Lampiran 5.
2.1.6 Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk Kepentingan Akademis
Halaman ini berisi pernyataan dari mahasiswa penyusun tugas akhir yang memberikan kewenangan kepada Universitas Indonesia untuk menyimpan, mengalih-media/format-kan, merawat, dan memublikasikan tugas akhirnya untuk kepentingan akademis. Artinya, Unversitas Indonesia berwenang untuk memublikasikan suatu tugas akhir hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan hak cipta tetap pada penulis. Contoh Lembar Pernyataan dapat dilihat pada Lampiran 6.
2.1.7 Abstrak/Abstract
Abstrak merupakan ikhtisar suatu tugas akhir yang memuat permasalahan, tujuan, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan. Abstrak dibuat untuk memudahkan pembaca mengerti secara cepat isi tugas akhir untuk memutuskan apakah perlu membaca lebih lanjut atau tidak. Ketentuan yang menyangkut penulisan abstrak dapat dilihat pada butir 3.10. Contoh Abstrak dapat dilihat pada Lampiran 7.
2.1.8 Daftar Isi
Daftar Isi memuat semua bagian tulisan beserta nomor halaman masing-masing, yang ditulis sama dengan isi yang bersangkutan. Biasanya, agar daftar isi ringkas dan jelas, subbab derajat ke dua dan ke tiga boleh tidak ditulis. Ketentuan yang menyangkut penulisan Daftar Isi dapat dilihat pada butir 3.11. Contoh Daftar Isi dapat dilihat pada Lampiran 8.
2.1.9 Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lain
Daftar tabel, gambar, dan daftar lain digunakan untuk memuat nama tabel, gambar, dan sebagainya yang ada dalam tugas akhir. Penulisan nama tabel, gambar, dan sebagainya menggunakan huruf kapital di awal kata (title case). Ketentuan yang menyangkut penulisan dapat dilihat pada butir 3.14.
6
2.2 BAGIAN ISI
Isi tugas akhir disampaikan dalam sejumlah bab. Pembagian bab dari pendahuluan sampai kesimpulan ditentukan oleh fakultas sesuai kebutuhan, atau dengan peraturan yang terdapat pada butir 3.13.
2.3 BAGIAN AKHIR
Bagian ini terdiri dari: a. Daftar Referensi b. Lampiran (jika ada)
2.3.1 Daftar Referensi
Daftar Referensi merupakan daftar bacaan yang menjadi sumber, atau referensi atau acuan dan dasar penulisan tugas akhir. Daftar referensi ini dapat berisi buku, artikel jurnal, majalah, atau surat kabar, wawancara, dan sebagainya. Dianjurkan agar 70% daftar referensi yang digunakan merupakan terbitan terbaru (minimal terbitan 2 tahun terakhir) dari jurnal ilmiah internasional.
2.3.2 Lampiran
Lampiran merupakan data atau pelengkap atau hasil olahan yang menunjang penulisan tugas akhir, tetapi tidak dicantumkan di dalam isi tugas akhir, karena akan mengganggu kesinambungan pembacaan. Lampiran yang perlu disertakan dikelompokkan menurut jenisnya, antara lain jadwal, tabel, daftar pertanyaan, gambar, grafik, desain. Pengelompokan lampiran disesuaikan dengan kebijakan fakultas.
7
3. PENULISAN
Penampilan merupakan faktor penting untuk mewujudkan tugas akhir yang rapi dan seragam.
3.1 Kertas
Spesifikasi kertas yang digunakan: - Jenis : HVS
- Warna : Putih polos - Berat : 80 gram
- Ukuran : A4 (21,5 cm x 29,7 cm)
3.2 Pengetikan
Ketentuan pengetikan adalah sebagai berikut:
a) Pencetakan dilakukan pada satu sisi kertas (single side) b) Posisi penempatan teks pada tepi kertas:
- Batas kiri : 4 cm (termasuk 1 cm untuk penjilidan) dari tepi kertas - Batas kanan : 3 cm dari tepi kertas
- Batas atas : 3 cm dari tepi kertas - Batas bawah : 3 cm dari tepi kertas
c) Setiap halaman pada naskah Tugas Akhir, mulai Abstrak sampai Daftar Referensi harus diberi “auto text” pada footer dengan tulisan Universitas Indonesia (Arial 10 poin cetak tebal), ditulis pada posisi rata kanan (align right).
Gambar : Posisi Penempatan Teks pada Tepi Kertas
…..……… ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ………. ……… Universitas Indonesia
8 d) Huruf menggunakan jenis huruf Times New Roman 12 poin (ukuran sebenarnya)
dan diketik rapi (rata kiri kanan – justify).
e) Pengetikan dilakukan dengan spasi 1,5 (Line spacing = 1.5 lines).
f) Huruf yang tercetak dari printer harus berwarna hitam pekat dan seragam.
3.3 Penomoran Halaman
Penomoran halaman tidak diberi imbuhan apa pun. Jenis nomor halaman ada dua macam, yaitu angka romawi kecil dan angka latin.
3.3.1 Angka Romawi Kecil
a. Digunakan untuk bagian awal Tugas Akhir (lihat butir 2.1), kecuali Halaman Sampul
b. Letak: tengah 2,5 cm dari tepi bawah kertas.
c. Khusus untuk Halaman Judul, penomorannya tidak ditulis tetapi tetap diperhitungkan.
3.3.2 Angka Latin
a. Digunakan untuk bagian isi Tugas Akhir dan bagian akhir Tugas Akhir.
b. Letak: sudut kanan atas; 1,5 cm dari tepi atas kertas dan 3 cm dari tepi kanan kertas.
c. Khusus untuk halaman pertama setiap bab, penomorannya diletakkan di tengah, 2,5 cm dari tepi bawah kertas.
3.4 Halaman Sampul
Halaman Sampul Tugas Akhir, secara umum, mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a. Halaman Sampul Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, dan lain-lain) terbuat dari karton tebal dilapisi kertas linen cokelat (untuk Tugas Akhir program Magister dan Doktor), putih (untuk program Sarjana).
b. Semua huruf dicetak dengan tinta kuning emas dengan spasi tunggal (line spacing
= single) dan ukuran sesuai dengan contoh di Lampiran 1.
Ketentuan Halaman Sampul
a. Diketik simetris di tengah (center). Judul tidak diperkenankan menggunakan singkatan, kecuali nama atau istilah (contoh: PT, UD, CV) dan tidak disusun dalam kalimat tanya serta tidak perlu ditutup dengan tanda baca apa pun.
Logo UI : Logo Universitas Indonesia dengan diameter 2,5 cm dan dicetak dengan warna emas
Universitas Indonesia Judul
Jenis atau jenjang Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi) Nama
NPM Fakultas Program Studi Tempat
Bulan & Tahun disahkannya Tugas Akhir dan dituliskan dalam angka dengan format 4 digit (contoh: Januari 2006)
9 b. Informasi yang dicantumkan pada punggung halaman sampul adalah: jenis tugas
akhir, dan judul tugas akhir. Informasi yang dicantumkan seluruhnya menggunakan huruf besar, dengan jenis huruf Times New Roman 12 poin, dan ditulis di tengah punggung halaman sampul (center alignment).
c. Halaman sampul muka tidak boleh diberi siku besi pada ujung-ujungnya.
3.5 Halaman Judul
Halaman Judul Tugas Akhir, secara umum, adalah sebagai berikut :
a. Format Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul, hanya ada penambahan keterangan tujuan disusunnya Tugas Akhir.
b. Semua huruf ditulis dengan spasi tunggal (line spacing = single) dan ukuran sesuai dengan contoh pada Lampiran 2.
3.6 Halaman Pernyataan Orisinalitas
Halaman Pernyataan Orisinalitas ditulis dengan spasi ganda (line spacing = double), tipe Times New Roman 12 poin dengan posisi di tengah-tengah halaman (center
alignment) sesuai dengan contoh pada Lampiran 3.
3.7 Halaman Pengesahan
Halaman Pengesahan Tugas Akhir ditulis dengan dengan spasi tunggal (line spacing
= single), tipe Times New Roman 12 poin sesuai dengan contoh pada Lampiran 4.
3.8 Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih
Halaman Kata Pengantar atau Ucapan Terima Kasih Tugas Akhir, secara umum, adalah sebagai berikut:
a. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi 1,5 (line
spacing = 1.5 lines) dan ukuran sesuai dengan contoh pada Lampiran 5.
b. Judul Kata Pengantar atau Ucapan Terima Kasih ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar.
c. Urutan pihak-pihak yang diberi ucapan terima kasih dimulai dari pihak luar, lalu
keluarga atau teman.
d. Jarak antara judul dan isi Kata Pengantar/Ucapan Terima Kasih adalah 2 x 2 spasi.
3.9 Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk Kepentingan Akademis
Halaman Pernyataan, secara umum, adalah sebagai berikut:
a. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dengan spasi 1,5 (line spacing = 1.5 lines) dan ukuran sesuai dengan contoh pada Lampiran 6.
b. Khusus untuk judul Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk Kepentingan Akademis ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (kapital) dengan spasi tunggal (line spacing = single)
3.10 Abstrak/Abstract
Ketentuan penulisan Abstrak adalah sebagai berikut:
a. Abstrak adalah ringkasan atau inti atau ikhtisar dari Tugas Akhir.
b. Minimum 75 kata dan maksimum 100 kata dalam satu paragraf, diketik dengan tipe Times New Roman 12 poin, spasi tunggal (line spacing = single).
c. Abstrak disusun dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Setiap versi bahasa mengikuti ketentuan butir b.
10 d. Jika memungkinkan, pengetikan untuk abstrak bahasa Indonesia dan Inggris
diletakkan dalam satu halaman.
e. Nama Mahasiswa (tanpa NPM) dan Program Studi ditulis di atas abstrak dengan tambahan informasi berupa Judul Tugas Akhir
f. Di bagian bawah Abstrak dituliskan Kata Kunci. Untuk Abstrak dalam Bahasa Indonesia, Kata Kunci diberikan dalam Bahasa Indonesia. Untuk Abstrak dalam Bahasa Inggris, Kata Kunci diberikan dalam Bahasa Inggris (dicari padanan katanya).
g. Semua istilah asing, kecuali nama, dicetak miring (italic). Contoh Abstrak dapat dilihat pada Lampiran 7.
h. Isi abstrak ditentukan oleh keilmuan masing-masing.
3.11 Daftar Isi
Halaman Daftar Isi Tugas Akhir secara umum adalah sebagai berikut:
a. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dengan spasi tunggal
(line spacing = single).
b. Khusus untuk judul tiap bab ditulis dengan Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (kapital). Contoh Daftar Isi dapat dilihat pada Lampiran 8. c. Jarak antara judul dengan isi Daftar Isi adalah 3 spasi.
3.12 Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lain
Ketentuan penulisan Daftar Gambar Tugas Akhir secara umum adalah sebagai berikut:
a. Semua huruf ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin dalam spasi tunggal (line spacing = single) sesuai dengan contoh pada Lampiran 9.
b. Khusus untuk judul Daftar Gambar ditulis dengan tipe Times New Roman 12 poin, dicetak tebal dan huruf besar (kapital).
3.13 Isi Tugas Akhir
Bagian tubuh/pokok memuat uraian/penjabaran/analisis yang dilakukan oleh penulis. Penjabaran mencakup tinjauan pustaka, metode penelitian, dan hasil serta pembahasannya. Penggunaan istilah atau judul tiap bab dan subbab, serta penambahan subbab disesuaikan dengan kebijakan fakultas masing-masing. Misalnya, ”Tinjauan Pustaka” atau ”Tinjauan Literatur”, ”Pembahasan” atau ”Analisis”. Demikian juga dengan Sistematika yang umumnya dipakai dalam penulisan Tugas Akhir adalah sebagai berikut:
1. PENDAHULUAN
1.1 Subbab Derajat Kesatu
1.1.1 Subbab Derajat kedua Butir yang Pertama 1.1.2 Subbab Derajat kedua Butir yang Kedua 1.1.2.1 Subbab Derajat ketiga Butir yang Pertama Tingkatan subbab maksimal 3
Ketentuan penulisan untuk setiap bab
a. Setiap bab dimulai pada halaman baru.
b. Judul bab seluruhnya diketik dengan huruf kapital, simetris di tengah (center), cetak tebal (bold), tanpa garis bawah, tidak diakhiri tanda titik, dan satu spasi simetris tengah (center), jika lebih dari satu baris.
11 c. Judul bab selalu diawali penulisan kata ‘BAB’ lalu langka Arab yang
menunjukkan angka dari bab yang bersangkutan dan ditulis dengan huruf kapital, tipe Times New Roman, 12 poin, dan cetak tebal (bold).
Contoh penulisan bab :
BAB 2
TEORI PENUNJANG
d. Perpindahan antarbab tidak perlu diberi sisipan halaman khusus.
Suatu yang bukan merupakan subordinat dari judul tulisan harus ditulis dengan sandi berikut.
• Bullet atau huruf: jika tidak akan dirujuk di bagian lain dari tugas akhir, bentuknya bebas, asalkan berupa bentuk dasar (bulat, kotak, tanda minus), dan konsisten dalam keseluruhan tugas akhir.
• Huruf: jika akan dirujuk di bagian lain dari tugas akhir, harus digunakan huruf untuk menghindari kerancuan dengan penggunaan angka untuk bab dan subbab. Bentuknya bebas, asalkan konsisten dalam keseluruhan tugas akhir. Contoh: a. atau a) atau (a). Ini merupakan derajat terakhir, dalam arti tidak boleh memiliki subperincian di dalamnya. Contoh penggunaan subperincian yang dilarang, sebagai berikut.
Jenis sistem operasi komputer antara lain: • DOS • Windows Windows 3.xx Windows 95/98 Windows NT • UNIX Linux
3.14 Tabel dan Gambar
Yang tergolong gambar adalah gambar, grafik, dan diagram. Ketentuan pembuatan tabel dan gambar adalah sebagai berikut.
a. Gambar, grafik, dan diagram diberi nama.
b. Penulisan nama tabel, gambar, dan lainnya menggunakan huruf besar di awal kata (title case).
c. Tabel dan gambar ditempatkan di antara bagian teks yang paling banyak membahasnya. Tabel dan gambar harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berdiri sendiri, agar dapat dimengerti oleh pembaca tanpa membaca keterangan dalam teks.
d. Jika tabel ditulis dalam posisi landskap, sisi atas tabel adalah sisi yang dijilid. e. Tabel dan gambar selalu simetris di tengah (center) terhadap halaman.
f. Nomor tabel dan gambar harus menyertakan nomor bab tabel dan gambar tersebut berada. Misalnya tabel 1.1. berarti tabel pertama yang ada di bab 1. Jika dalam suatu tugas akhir hanya terdapat 1 (satu) buah tabel atau gambar, maka tidak perlu diberi nomor.
g. Daftar notasi dan daftar singkatan ditulis dengan huruf aslinya (tidak dibuat kapital ataupun lowercase) dan disusun berdasarkan abjad. Penulisannya diurutkan dari huruf kecil, huruf besar, dan simbol (contoh : a, B, ?)
12 Tabel: judul ditulis di atas tabel, rata kiri atau simetris di tengah (center)
berjarak 1,5 spasi terhadap tabel yang bersangkutan. Judul tabel ditulis langsung mengikuti nomor tabelnya.
Gambar: judul ditulis di bawah gambar berjarak 1,5 spasi, simetris (center) terhadap gambar yang bersangkutan. Judul gambar ditulis langsung mengikuti nomor gambarnya.
i. Penulisan sumber gambar dan tabel.
Tabel: sumber tabel (jika bukan olahan sendiri) ditulis di bagian bawah tabel berjarak 1,5 spasi dari tabel, huruf tegak tipe Times New Roman 10 poin.. Sumber yang sudah diolah lebih lanjut perlu diberi catatan ”telah diolah kembali”.
Gambar: sumber gambar (jika bukan olahan sendiri) harus ditulis di bagian bawah judul gambar berjarak 1,5 spasi dari judul gambar, huruf tegak tipe
Times New Roman 10 poin.. Sumber yang sudah diolah lebih lanjut perlu
diberi catatan ”telah diolah kembali”.
j. Peletakan tabel atau gambar, berjarak tiga spasi setelah teks. Penulisan teks setelah tabel atau gambar dilanjutkan dengan jarak 1,5 spasi dari baris terakhir judul gambar.
k. Apabila judul gambar atau tabel melebihi satu baris, penulisannya simetris di tengah (center) dan diketik dengan satu spasi.
l. Jika tabel dan gambar terlalu panjang, dapat diputus dan dilanjutkan dengan mengetikkan nomornya dan keterangan “sambungan” dalam tanda kurung.
m. Jika tabel dan gambar terlalu lebar, terdapat beberapa ketentuan sebagai berikut: ditempatkan secara memanjang di halaman tersendiri;
ditempatkan pada kertas lebar kemudian dilipat agar tidak melebihi format kertas;
diperkecil ukurannya sesuai format tugas akhir, tetapi ukuran huruf yang tercantum di dalamnya tidak boleh lebih kecil dari 10 poin(ukuran sebenarnya).
3.15 Persamaan Matematika
Persamaan matematika lebih baik ditulis dalam bentuk yang lazim dalam matematika walaupun dalam satu baris. Semua persamaan matematika ditulis dengan tabulasi 1,5 cm dari kiri dan harus mempunyai nomor yang diletakkan di sebelahnya dan rata kanan terhadap batas kanan pengetikan.
Contoh:
M Q 209 43 , 530 + = (5.1)
Keterangan: 5 artinya persamaan itu ditulis pada bab 5, sedangkan 1 artinya persamaan itu adalah persamaan matematika pertama yang ditulis pada bab tersebut.
3.16 Angka
Penulisan angka mengikuti peraturan yang berlaku pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan edisi terbaru.
3.17 Daftar Referensi
Jenis media yang makin berkembang memungkinkan penulis untuk mencari sumber informasi dari berbagai jenis media. Perkembangan itu diikuti oleh perkembangan berbagai format penulisan kutipan dan daftar referensi. Setiap fakultas/departemen berhak menentukan sendiri format penulisan kutipan yang akan digunakan.
13 Lampiran 11 hanya memberikan contoh penulisan kutipan berdasarkan format APA dan MLA. Format lain penulisan daftar referensi diserahkan kepada fakultas.
3.18 Lampiran
Ketentuan pembuatan lampiran adalah sebagai berikut.
a. Nomor dan judul lampiran ditulis di sudut kanan atas halaman (right-aligned) dengan huruf tegak tipe Times New Roman 12 poin.
b. Judul lampiran ditik dalam satu baris menggunakan huruf kapital di awal kata
(title case).
c. Lampiran yang lebih dari satu halaman, pada halaman berikutnya diberi keterangan “lanjutan” dalam tanda kurung pada sudut kanan atas halaman
(right-aligned).
14
4.DAFTAR REFERENSI
Bekerian, D.A. (1973). In search of the typical eyewitness. American Psychologist, 48, 574-576.
Bjork, R.A. (1989). Retrieval inhibition as an adaptive mechanism in human memory. In H.L.Roediger III & F.I.M. Craik (Eds.), Varieties of memory & consciousness (pp. 309-330). Hillsdale, NJ: Erlbaum.
Cone, J.D., & Foster, S.L. (1993). Dissertations and theses from start to finish:
Psychology and related fields. Washington, DC: American Psychological
Association.
National Institute of Mental Health. (1990). Clinical training in serious mental illness (DHHS Publication No. ADM 90-1679). Washington, DC: U.S. Government Printing Office.
New drug appears to sharply cut risk of death from heart failure. (1993, July 15). The
Washington Post, p.A12.
Rheingold, H. (1993). The virtual community. August 17, 1996. http://www.wellcom/user/vcbook/
Strunk, W. (1995,May). The elements of style (online). January 5, 1999. Bartleby Library. http://www.columbia.edu/acis/bartleby/strunk/
Universitas Indonesia (2004). Pengantar penulisan imiah.
(Akan ditambahkan Pedoman Penulisan skripsi yang digunakan oleh Fakultas di lingkungan UI)
15 Lampiran 1: Contoh Halaman Sampul
UNIVERSITAS INDONESIA
JUDUL
(ukuran: 14 Times New Roman)
SKRIPSI/TESIS/DISERTASI
(ukuran: 14 Times New Roman)
NAMA NPM
FAKULTAS ... PROGRAM ...
TEMPAT BULAN & TAHUN
16 Lampiran 2: Contoh Halaman Judul
UNIVERSITAS INDONESIA
JUDUL
(ukuran: 14 Times New Roman)
SKRIPSI/TESIS/DISERTASI
(ukuran: 14 Times New Roman)
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar…
NAMA NPM FAKULTAS... PROGRAM STUDI ... KEKHUSUSAN ……… TEMPAT
17
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS
Skripsi/Tesis/Disertasi ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk
telah saya nyatakan dengan benar.
Nama : ... NPM : ... Tanda Tangan : ... Tanggal : ...
18 Lampiran 4: Contoh Halaman Pengesahan (S1)
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini diajukan oleh :
Nama :
NPM :
Program Studi :
Judul Skripsi :
Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana ... pada Program Studi ..., Fakultas..., Universitas Indonesia
DEWAN PENGUJI
Pembimbing : ... ( ...tanda tangan...) Pembimbing : ... (... tanda tangan ...) Penguji : ... ( ... tanda tangan ...) Penguji : ... ( ... tanda tangan ...)
Ditetapkan di : ... Tanggal : ...
19
HALAMAN PENGESAHAN
Tesis ini diajukan oleh :
Nama :
NPM :
Program Studi :
Judul Tesis :
Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Magister ... pada Program Studi ..., Fakultas ..., Universitas Indonesia.
DEWAN PENGUJI
Pembimbing : ... ( ...tanda tangan...) Pembimbing : ... (... tanda tangan ...) Penguji : ... ( ... tanda tangan ...) Penguji : ... ( ... tanda tangan ...)
Ditetapkan di : ... Tanggal : ...