• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 PROSEDUR PELAKSANAAN Proses Hubungan Kerja Antar Divisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 PROSEDUR PELAKSANAAN Proses Hubungan Kerja Antar Divisi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

PROSEDUR PELAKSANAAN

3.1. PROSES PELAKSANAAN UMUM

3.1.1. Proses Hubungan Kerja Antar Divisi

Mei mei, Liliy Tanie, dan Yayang Sebagai pemimpin perusahaan yang berwenang mengambil keputusan atas semua desain yang berhubungan dengan , Tayangan TV salon, Promo voucher, brosur flyer, sertifikat website media sosial PT.Mayindo Tritunggal.

Ivon Sebagai General Manager yang memberikan proyek langsung kepada desainer grafis, mengontrol dan merevisi semua desain yang telah dibuat oleh desainer grafis.

Andy Leonardo Haliman Bertugas sebagai Internship desainer grafis yang mengerjakan dan merevisi semua proyek desain yang diberikan oleh General Manager.

3.2. PROSES KERJA KREATIF PERUSAHAAN 3.2.1. Tata Letak / Layout

A. Pengertian tata letak / layout

Layout didalam bahasa memiliki arti tata letak. Sedangkan menurut istilah, layout merupakan usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan elemenelemen atau unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, tabel dll) menjadikan komunikasi visual yang komunikatif, estetik dan menarik.

Di sini diperlukan pertimbangan ketika sedang mendesain suatu infomasi yang seefektif mungkin. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

B. Prinsip – Prinsip yang berhubungan dengan layout

1. Kesederhanaan

(2)

manusia didalam menerima informasi. secara insting manusia menginginkan kesederhanaan dalam menerima informasi. Namun dalam penyederhanaan juga harus memperhatikan segmen kepada siapa informasi itu akan disampaikan.

2. Kontras

Kontras amat diperlukan guna menarik perhatian, memberi penekanan terhadap elemen atau pesan yang ingin disampaikan. Berikut ini tips yang dapat menarik perhatian terhadap pesan yang akan disampaikan, yaitu menggunakan style bold dan italic pada body teks, memilihkan huruf display yang lebih atraktif, gunakan kontras warna, ada tekstur dalam latar belakang, memperbesar bagian tertentu yang ingin ditonjolkan.

3. Keseimbangan

Keseimbangan merupakan Suatu hal yang amat penting dalam penyampaian suatu informasi. Susunan yang simetris mampu memberikan kesan yamg formal, seimbang, dapat dipercaya dan mapan. Sebaliknya susunan yang asimetris sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu dinamika, energy serta pesan yang tidak formal. 4. Keharmonisan

Maksud dari harmoni ialah memiliki keselarasan antara satu elemen dengan elemen grafis yang lain. Harmoni dapat diwujudkan dalam 2 bentuk yaitu :

A. Harmoni dari segi bentuk

Harmoni yang dilihat dari bentuk ialah dimana adanya keserasian dalam penempatan elemen grafis. Hal itu dapat dilihat dari segi bentuk dan ukurannyaapakah itu kartu nama, stiker, poster dan sebagainya.pemilihan bentuk huruf juga memiliki peranan yang penting sebagaimana untuk tujuan apa desain itu dibuat.

B. Harmoni dari segi warna

Warna memiliki pengaruh yang amat besar, karena tiap-tiap warna memiliki sifatnya masing-masing, seperti merah yang memiliki arti

(3)

berani, biru yang memiliki kesan tenang dan lain sebagainya. Lihat kembali tujuan dari desain yang telah dibuat, karena ketepatan dalam memilih warna dapat membuat informasi yang didalamnya menjadi lebih efektif.

5. Stressing

Dalam pengertian bahasannya disebut sebagai sebuah penekanan, memiliki fungsi untuk memberikan titik tertentu yang memperoleh fokus perhatian. Stressing lebih mengarah kepada titik perhatian atau eye catching dalam suatu publikasi. Pada sebuah karya grafis memungkinkan adanya lebih dari satu stressing, namun harus dibedakan mana yang akan dijadikan fokus utama agar tidak mengesankan berebut perhatian yang akhirnya membuat pesan didalamnya menjadi tidak efektif.

C. Grid pada layout 1. Grid System

Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.

2. The Golden Section

Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah. Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh

(4)

sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi. Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan di mulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377.

3. The Symetrical Grid

Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2:3.

D. Mengorganisir Layout

Layout yang baik mudah untuk mengikuti dan memberikan fokus jelas kepada khalayak untuk membantu agar mudah menemukan cara mereka melalui publikasi, presentasi, atau halaman web. Mengatur dan menekankan informasi Anda untuk membuat pesan Anda sebagai jelas mungkin. Memutuskan apa yang ingin pembaca untuk melihat atau membaca posisi pertama dan itu yang sesuai, kemudian memutuskan apa yang ingin pembaca untuk membaca atau melihat berikutnya. Kualitas tata letak Anda menentukan seberapa cepat pembaca Anda akan diarahkan melalui publikasi cepat dan bagaimana mereka akan dapat membacanya.

A. Pedoman untuk Mengorganisir Layouts:

1. Menggunakan berbagai jenis ukuran untuk berbagai elemen.

2. Membentuk suatu hirarki dari jenis ukuran untuk utama, subheads, teks, dan lain-lain sesuai dengan format

(5)

3. Semua format utama sama, semua teks harus diformat sama, teks, dan lain-lain sesuai dengan format.

4. Membuat elemen yang paling penting agar khalayak bisa menemukan hal yang besar pada hal-hal yang kecil.

5. Menggunakan rules (baris) untuk memisahkan informasi ke dalam grup.

6. Menggunakan berbagai jenis ketebalan font.

7. Gunakan spasi kosong untuk tujuan desain dalam publikasi.

8. Informasi posisi penting di sudut kiri atas. Di sudut kiri atas biasanya membaca terlebih dahulu. Menempatkan kotak sekitar informasi penting.

9. Berikan bullet pada item-item yang penting.

10. Gunakan warna kebalikan (jenis putih pada latar belakang gelap) untuk memisahkan atau menekankan.

B. Panduan umum untuk Layouts:

1. Menentukan tujuan publikasi, presentasi, atau situs web sebelum memulai membuat layout.

2. Membuat dasar pesan yang akan disampaikan dan rencana tata ruang di sekitarnya.

3. Pilih yang sesuai jenis media (halaman web, presentasi, cetak buku, newsletter, atau brosur, dll) dan ukuran.

4. Mengidentifikasi target pemirsa tersebut, kemudian menulis dan mendesain publikasi, presentasi, atau situs web agar selalu berada dalam benak khalayak.

3.2.2. Penggunaan Tipografi, Warna, Ilustrasi dan Fotografi

A. Tipografi

Di dalam Desain Grafis, tipografi didefinisikan sebagai suatu proses seni untuk menyusun bahan publikasi menggunakan huruf cetak Oleh karena itu, “menyusun” meliputi merancang bentuk huruf cetak hingga merangkainya dalam sebuah komposisi yang tepat untuk memperoleh suatu efek tampilan yang dikehendaki.

(6)

Dalam Desain Komunikasi Visual tidak bias lepas dari tipografi sebagai unsur pendukungnya. Perkembangan tipografi banyak dipengaruhi oleh faktor budaya dan teknik pembuatan.Karakter tipografi yang ditimbulkan dari bentuk Hurufnya biasa dipersepsikan berbeda.

Rangkaian huruf dalam sebuah kata atau kalimat bukan hanya berarti sebuah makna yang mengacu pada sebuah objek atau gagasan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyuarakan citra atau kesan secara visual, karena dalam suatu huruf terdapat nilai fungsional dan nilai estetika, pemilihan jenis huruf pun harus disesuaikan dengan citra yang ingin diungkapkan. Huruf-huruf dapat digolongkan menurut jenisnya yaitu:

1. Roman

Pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku.2.

2. Serif

Memiliki sirip, kaki, atau serif yang berbentuk lancip pada ujungnya, dan ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.3.

3. Egyptian

jenis huruf yang memiliki ciri kaki, sirip, atau serif yangberbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampirsama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil. Egyptian populer dengan sebutan slab serif.4.

4. Sans Serif

jenis huruf yang tidak memiliki kaki, atau serif jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan. ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

(7)

menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena,kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.

6. Miscellaneous

merupakan jenis huruf pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Tipografi dapat dikatakan alat komunikasi apabila tipografi tersebut dapat berkomunikasi dalam bentuknya yang paling kuat, jelas. Eksekusi terhadap desain tipografi dalam rancang grafispada aspek legibility akan mencapai keberhasilan bila melalui prosesinvestigasi terhadap makna, alasan-alasan kenapa teks harus dibaca, dan siapayang membacanya.

Tipografi Merupakan unsur penting dalam layout. Tipografi sebaiknya tidak dipahami sebatas memilih jenis huruf tetapi juga soal mengorganisasikan huruf. Pengorganisasian tersebut tak sebatas memilih jenis huruf yang cocok untuk headline, subheadline, body text, caption dll.

Pengorganisasian di sini meliputi pengaturan jarak antar baris, antarhuruf, antar kata, spasi, termasuk memastikan bentuk/anatomi huruf yangsebaiknya memiliki perbedaan dengan angka (misalkan huruf i capital sebaiknya tidak sama dengan angka 1). Pemilihan jenis huruf juga dengan memperhatikan kelengkapan seri huruf seperti regular, bold, bold italic, italic, Tipografi pun termasuk ke dalam prinsip konstanta dan variabel.

Body text surat kabar atau jurnal umumnya merupakan konstanta,baik jenis maupun ukuran. Sedangkan untuk headline selain memiliki konstanta pada jenis huruf biasanya memiliki variabel ukuran dengan alasanpertimbangan keseimbangan ruang. Disamping itu, body text yang konstanberkaitan dengan hitungan jumlah karakter yang telah disesuaikan dengankebutuhan ruang/kolom.

B. Warna

Warna juga merupakan unsur yang paling penting dan berpengaruh pada desain layout. Warna, sebagai unsur visual yang berkaitan dengan bahan

(8)

yang mendukung keberadaannya ditentukan oleh jenis pigmennya. Kesan yang diterima oleh mata lebih ditentukan oleh cahaya. Menurut Maran L. David dalam bukunya Visual Design in Dress (1987:119) yang dikutip dari Sulasmi Darmaprawira, menggolongkan warna menjadi dua, yaitu earnaeksternal ddan internal. Warna eksternal adalah warna yang bersifak fisika atau faali, sedangkan warna internal adalah warna sebagai persepsi manusia, secara manusia melihat warna kemudian pengolahanya diotak dan cara mengekspresikanya

Warna merupakan pelengkap gambar serta mewakili suasana kejiwaanpembuat gambar dalam berkomunikasi. Warna juga merupakan unsur yangsangat tajam untuk menyentuh kepekaan penglihatan sehingga mampumerangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood, semangat danlainnya.Secara visual, warna memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu memberikanrespon secara psikologis.

Molly E. Holzschlag (seperti dikutip Kusrianto,2007), seorang pakar tentang warna, dalam tulisannya Creating Color Scheme membuat daftar mengenai kemampuan masing-masing warna ketika memberikan respon secara psikologis, seperti warna merah mampu memberikan respon yang ditimbulkan kekuatan, bertenaga, kehangatan, nafsu, cinta, agresifitas, bahaya. warna biru menimbulkan kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, perintah, warna hijau menimbulkan kesan alami, kesehatan, pandangan yang enak, kecemburuan,pembaruan, warna kuning menimbulkan rasa optimis, harapan, filosofi, ketidakjujuran atau kecurangan, pengecut, pengkhianatan. Warna orange menimbulkan energy keseimbangan, kehangatan, warna coklat menimbulkan respon dapat dipercaya, nyaman, bertahan, warna abu-abu menimbulkan intelek, futuristic, modis, kesenduan, merusak dan warna putih menimbulkan rasa bersih, kemurnian atau suci, kecermatan, innocent (tanpa dosa) steril, kematian.

Sulasmi Darmaprawira W.A, Warna, Teori dan Kreatifitas Penggunaanya ( Bandung, PenerbtITB :2002) Hal 30 Dalam sebuah

(9)

layout, warna berpesan untuk menciptakan mood, menarik perhatian, menandai teks atau bagian yang penting, dan mengatur layout.Semua warna akan berkomunikasi dengan baik dan indah jika digunakan pada tempat yang tepat, dengan perpaduan yang tepat pula.

C. Ilustrasi

Menurut Sigit Santoso, ilustrasi berasal dari kata Latin illustre yang artinya menerangkan. Ilustrasi dapat berupa gambar, simbol, relief, atau musik yang bertujuan untuk mengkomunikasikan atau menjelaskan sesuatu. Menurut Simmon Jennings dalam bukunya yang berjudul ”The Complete Guideto Advanced Illustration and Design” ilustrasi memiliki tiga fungsi, yaitu ilustrasi sebagai informasi, ilustrasi sebagai dekorasi, dan ilustrasi sebagai komentar.

Untuk menciptakan suatu ilustrasi pada desain grafis dapat melalui cara-cara berikut:

1. Manual/ Hand Drawing/ Gambar Tangan. Dengan menggunakan alat

seperti pensil, airbrush, kuas, cat, spidol dan lainnya. Cocok untuk pembuatan konsep, sketsa, ide, karikatur, komik, lukisan dan lainnya. Untuk memindahkan ke dalam format digital perlu alat seperti Scanner atau Foto Digital.

2. Computerized. Menggunakan komputer, anda dapat membuat gambar

secara vector (Coreldraw) atau bitmap (Adobe Photoshop). Format vector yang terdiri dari koordinat-koordinat, cocok untuk pembuatan logo dan gambar line-art. Format Bitmap terdiri dari pixel-pixel, sangat cocok untuk foto.

Pada saat teknologi komputer sudah populer, goresan ilustrasi berwarna yang terutama dibuat dengan pena dan tinta hitam maupun cat air, kini digantikan dengan program-program gambar seperti Corel Draw, Ilustrator, Canvas, maupun free Hand.

Salah satu teknik yang banyak digunakan oleh para ilustrator adalah pembuatan skets di atas kertas menggunakan pensil, yng kemudian dibuat

(10)

outline bentuknya dengan tinta hitam. Skets tersebut kemudian di-scan sehingga menghasilkan image bitmap.

Image hasil scan selanjutnya di-trace untuk mengkonversi dari format bitmap yang terdiri dari titik-titik menjadi vektor. Dari situlah akhirnya hasil tracing dari outline diproses dengan menggunakan fasilitas yang terdapat pada program komputer sehingga diperoleh hasil akhir.

Kemudahan gambar yang diperoleh menggunakan komputer dapat dimodifikasi dan digandakan dengan cepat, bail secara keseluruhan maupun bagian-bagian tertentu sehingga pembuatan efek-efek yang sama pada saat harus membuat adegan lain dari ilustrasi akan menjadi lebih mudah.

D. Fotografi

Fotografi (dalam bahasa Inggris photography),berasal dari bahasa Yunani,yang kosa katanya adalah "Fos" yang artinya Cahaya,dan "Grafo" yang artinya Melukis/menulis.di sini sudah jelas bahwa proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Fotografi pada awalnya di temukan oleh seorang berwarganegaraan cina bernama Moti di abad ke V sebelum masehi.Moti berhasil menemukan gejala fotografi, Apabila sebuah ruangan gelap,ada sedikit lubang dan lubang itu mendapatkan pancaran sinar,maka di sisi tembok ruangan gelap itu akan terlihat gambar sumber cahaya tadi secara terbalik.

Selang waktu yang cukup lama,untuk manusia mengembangkan penemuan Moti,hingga pada abad ke IV setelah masehi,seorang ilmuwan bernama aristoteles menemukan prinsip proyeksi,fotografi semakin berkembang dan terus berkembang hingga pada tahun 1839 istilah fotografi mulai di kenalkan oleh sir john heschel.Tak selang beberapa lama pada tahun 1990 george Eastman memperkenalkan “film”berbasis seloloid yang di beri

(11)

nama Kodak.hingga terus berkembang dan berkembang hingga saat ini di era fotografi digital.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan(disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

1. Pengertian ISO

Secara definisi ISO (ASA dalam kasus fotografi film) adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya. namun hasil foto yang di hasilkan akan semakin noise atau berpasir. ukuran ISO dalam perbedaan satu stop adalah: 100 ->200 ->400-> 800 ->1600->3200->H1 angka iso disini di sesuaikan dengan angka iso yang ada di kamera entry level.

2. Pengertian Shutter Speed

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera kita terbuka.Secara lebih mudah,shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto.dan lebih gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

Apa bila kita mensetting shutter speed sebesar400 dalam kamera kita,berarti rentang waktu sebanyak 1/400second.maka sesingkat dan sekilat itu lah rentang watu di kamera kita terbuka. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, maka akan selama

(12)

30 detik itu pula kamera kita membuka rana. Sering di kenal istilahnya slow speed.

Setting shutter speed di kamera kita biasanya dalam kelipatan 2 jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 dan seterusnya.

Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image stabilizer.

3. Diagfragma/aperature

Diagfragma atau aperature berarti,bukaan yang ada di lensa, semakin lebar diagfragma yang di buka (angka kecil)maka akan semakin sempit/pendek DOF/ruang tajam yang kita dapatkan. Dan kebalikanya semakin kecil lubang diagfragma yg di buka (angka besar) maka akan semakin lebar DOF/ruang tajam yang kita dapatkan, biasanya diagfragma dengan prinsip DOF lebar (lubang diagfragma kecil) di gunakan untuk pemotretan landscape/panorama.

Angka dari diagfragma sendiri tergantung pada berapa banyak bukaan yang mampu dihasilkan oleh lensa,biasanya pada lensa kit diagfragma angka paling kecil mencapai 5.6 (bukaan terbesar)dan angka paling besar 36(bukaan terkecil). Contoh: apabila kita ingin memotret model dengan latar belakang blur atau kabur, ada baiknya kita menggunakan bukaan terbesar dari lensa, karena apabila kita menggunakan bukan tersempit pada lensa, hasil yang di dapat, latar belakang ikut terekam dengan tajam atau jelas.

diagfragma maksimum besar adalah hal yang baik. Hal ini memungkinkan lebih banyak cahaya untuk mencapai sensor gambar,

(13)

sehingga memungkinkan anda untuk menggunakan kecepatan rana yang lebih cepat. Kecepatan rana yang lebih cepat tidak akan menimbulkan efek goyangan kamera dan menghasilkan gambar yang tidak kabur. Keuntungan lain dari aperture maksimum yang besar adalah untuk memberikan pandangan / DOF (depth-of-field) yang dekat. Hal ini memungkinkan untuk mengaburkan latar belakang baik dengan demikian mengisolasi subjek Anda (terutama efektif ketika mengambil potret).

Diagfragma minimum kecil juga merupakan hal yang baik. Hal ini memungkinkan kita untuk menggunakan kecepatan rana yang lambat pada hari cerah. Kecepatan rana lambat memungkinkan gambar menjadi kabur. Keuntungan lain dari aperture minimum kecil adalah untuk meningkatkan pandangan / DOF (depth-of-field) yang lebih luas Peningkatan pandangan memungkinkan anda untuk mengambil gambar pemandangan dimana banyak gambar di latar depan dan mencapai semua jalan ke latar belakang (biasanya, 'tak terhingga') adalah dalam fokus yang sama dan tajam.untuk mensiasati agar tidak kabur,karena goyang.kita bisa mensiyasatinya dengan menggunakan tripod/atau kaki penahan untuk kamera.

4. Exposure Compesation / kompensasi

Masih berkaitan dengan pencahayaan, hal yang perlu diperhatikan terutama fotografi digital adalah menghindari pencahayaan berlebih sehingga foto menjadi terlalu terang karena akan banyak detail yang hilang dan tidak bisa dimunculkan kembali. Untuk mengecek apakah foto kita terlalu terang, kita bisa lihat di layar LCD atau histogram.

Selain itu seringkali bila pemandangan di depan kita lebih banyak warna gelapnya daripada terangnya, kamera sering salah menafsirkan, sehingga foto menjadi lebih terang. Untuk itu, kita bisa mengakalinya dengan mengunakan fungsi kompensasi pencahayaan. Nilai kompensasi tergantung pemandangan, jenis pengukur cahaya atau

(14)

metering yang aktif dan jenis kamera. Disarankan untuk coba-coba saja sampai menemukan pencahayaan yang optimal.

3.2.3. Proses Hubungan Kerja Antar Divisi

Dalam desain grafis, diperlukan adanya perancangan yang baik. Untuk itu ada beberapa tahapan dalam perancangan tersebut, yaitu :

1. Konsep

sebuah pemikiran atau gagasan yang berupa tujuan atau maksud, sasaran atau segment pasar yang dituju (audience) yang berasal dari desainer atau klien yang akan mendasari dalam perancangan dan pembuatan desain grafis

2. Media

alat yang penyampai pesan, media bisa berupa cetak dan elektronik. Agar pesan yang disampaikan tepat kepada sasaran atau audien diperlukan sebuah media yang tepat.

3. Ide

Sebagai seorang desainn grafis profesional ia harus kaya akan ide. Ide-ide tersebut tidak bisa muncul begitu saja, tetapi harus dicari dengan cara melihat, membaca, sehingga dia memiliki wawasan yang luas dan dapat menerapkan idenya kedalam desain visual. Ide-ide kreatif biasanya berasal dari pemikiran-pemikiran yang melampau batas.

4. Data

Berbagai data harus kita kumpulkan dan dipilah sebelum diolah menjadi produk Grafis Data-data tersebut bisa berupa data teks yang berupa informasi atau pesan yang disampaiakan data visual seperti foto dan ilustrasi.

5. Visualisasi

Berbagai komponen yang masuk kedalam visualisasi antara lain warna, layout, finishing. Komponen-komponen diatas saling melengkapi untuk menampilkan desain yang menarik dan informatif. Kepaduan antara komponen tersebut akan menentukan keefektifan suatu desan dalam menyampaikan informasi.

(15)

6. Produksi Media Cetak - Print Preview Media Elektronik - Tahapan Produksi . Pra Produksi Produksi Pasca Produksi

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan pengujian terhadap keseluruhan sistem. Pengujian ini membandingkan antara jumlah ideal kebutuhan pakan ayam 50 ekor dengan jumlah pakan yang

Sehingga wallis sudah sesuai dengan apa yang di utarakan oleh Siawanto Sutojo (2004 ), dalam bukunya membangun citra perusahaan, citra sebagai pancaran atau reproduksi jati diri

Program pengembangan karantina pertanian, pengendalian mutu dan keamanan hasil pertanian ditujukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk pertanian agar memiliki nilai

Kekeliruan ini biasa dilakukan karena dalam banyak buku teks statistik hanya disampaikan bahwa untuk regresi berganda rumus / yang digunakan adalah rumus persamaan 18 atau

Pengarusutamaan gender baru dapat terlaksana dengan baik jika semua pihak yang terlibat dalam pembangunan baik pemerintah , DPRD, organisasi non pemerintah dan mitra

Ratu SPG (PT. Vinnete Media Kreasi) adalah Agency SPG yang memberikan pelayanan yang memiliki nilai lebih untuk klien kami.. Dengan background pendidikan dan pengalaman founder

Dari beberapa hasil wawancara diatas yang telah dilakukan dengan beberapa informan serta hasil pengamatan penulis terkait pengembangan aparatur di Dinas Komunikasi

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa krioprotektan DMF dan gliserol menunjukkan kemampuan melindungi spermatozoa kuda dari efek pembekuan lebih