• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN NILAI ANTIGEN SQUAMOUS CELL CARCINOMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERBEDAAN NILAI ANTIGEN SQUAMOUS CELL CARCINOMA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERBEDAAN NILAI ANTIGEN SQUAMOUS CELL

CARCINOMA, SERUM KREATININ, DAN BLOOD

UREA NITROGEN PADA PASIEN KANKER SERVIKS

SEL SKUAMOSA STADIUM IIB-IIIB SEBELUM DAN

SESUDAH KEMOTERAPI BLEOMISIN, ONCOVIN

®

,

MITOMISIN, DAN KARBOPLATIN SEBANYAK TIGA

SIKLUS

Skripsi

I LUH KADE INTAN PUSPA SARI 1108505020

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

ii

Lembar Pengesahan

PERBEDAAN NILAI ANTIGEN SQUAMOUS CELL

CARCINOMA, SERUM KREATININ, DAN BLOOD

UREA NITROGENPADA PASIEN KANKER SERVIKS

SEL SKUAMOSA STADIUM IIB-IIIB SEBELUM DAN

SESUDAH KEMOTERAPI BLEOMISIN,

ONCOVIN

®

,MITOMISIN, DAN KARBOPLATIN

SEBANYAK TIGA SIKLUS

Skripsi

Skripsi ini diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana farmasi (S.Farm) di Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

Oleh

I LUH KADE INTAN PUSPA SARI 1108505020

Menyetujui:

Pembimbing I Pembimbing II

Rini Noviyani, S.Si., M.Si., Apt Dr. dr. I Nyoman Gede Budiana, Sp. OG., (K) NIP. 197711042008122001 NIP. 197108182006041001

Mengesahkan: Ketua Jurusan Farmasi

Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam

Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si., Apt. NIP.196804201994021001

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

”Perbedaan Nilai Antigen Squamous Cell Carcinoma, Serum Kreatinin, dan

Blood Urea Nitrogen Pada Pasien Kanker Serviks Sel Skuamosa Stadium

IIB-IIIB Sebelum dan Sesudah Kemoterapi Bleomisin, Oncovin®, dan Mitomisin, dan Karboplatin Sebanyak Tiga Siklus”tepat pada waktunya.

Penyusunan skripsiini tentunya tidak terlepas dari dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ir. Anak Agung Gde Raka Dalem, M.Sc.(Hons), selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana.

2. Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si., Apt., selaku Ketua Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Terima kasih atas bimbingan dan bantuannya.

3. Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG (K) selaku Ketua Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis I Obstetri dan Ginekologi FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing, mengarahkan, serta memberikan motivasi dan perhatian kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. 4. Rini Noviyani, S.Si., M.Si., Apt. selaku dosen pembimbing I yang telah

(4)

iv

memberikan motivasi dan perhatian kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.

5. dr. I Nyoman Gede Budiana, Sp. OG (K) selaku pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktunya membimbing, mengarahkan, serta memberikan motivasi dan perhatian kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.

6. Dr. Sagung Chandra Yowani, S.Si., Apt., M.Si. selaku dosen pengajar di Jurusan Farmasi yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing, mengarahkan, serta memberikan motivasi dan perhatian kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.

7. Seluruh dosen penguji proposal maupun skripsi, terima kasih atas masukan, kritikan, dan saran untuk penelitian ini.

8. Semua staf di Poliklinik Kebidanan RSUP Sanglah, khususnya Ibu Dayu, Ibu Gung Puspa, Ibu Gung Era, Ibu Maria, Ibu Made Sutami, dan Ibu Made. Terimakasih atas kerjasama serta dukungan yang telah diberikan kepada penulis.

9. Seluruh PPDS Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah, khususnya dr. Brahmantara, dr. Rumbawa, dr. Sastra, dr. Bambang, dr. Agus, dr. Sagung, dr. Satrio, dr. Budi, dr. Nadya, dr. Gusde Parama, dr. Martin, dr. Yos, dr. Yuda, dr. Cok, dan dr. Sudarsono. Terima kasih telah membantu penulis dalam melakukan penelitian di poliklinik kebidanan.

(5)

v

10. Laboratorium Klinik Prodia Denpasar, yang telah membantu penulis dalam memeriksa nilai antigen SCC semua pasien. Terima kasih atas kerjasamanya.

11. Keluarga penulis, yaitu I Made Erdana selaku ayah, Ni Ketut Murniati selaku Ibu, Ni Wayan Linda Pertiwi dan I Gede Sugiharta selaku kakak. Terima kasih atas dukungan, saran, dan motivasi yang diberikan.

12. Tim penelitian BOM-Karboplatin yaitu Jayanti, Nia, dan Yuni. Terima kasih telah berjuang bersama serta dukungan dari awal hingga akhir penelitian ini dilakukan.

13. Sahabat Lumierre Onze Vauquelin yang telah memberikan dukungan, saran, motivasi untuk berjuang bersama di farmasi udayana.

14. Serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penyusunan skripsi ini selanjutnya. Harapan penulis, semoga skripsi ini dapat bermanfaat kedepannya.

Bukit Jimbaran, Agustus 2015

(6)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

LEMBAR PENGESAHAN... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

ABSTRAK ... xiii ABSTRACT ... xiv BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 6 1.3.1 Tujuan umum ... 6 1.3.2 Tujuan khusus ... 6 1.4 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Human Papilloma Virus ... 8

2.2 Kanker Serviks ... 9

2.2.1Gejala dan Tanda Kanker Serviks ... 10

2.2.2Stadium Kanker Serviks ... 11

2.2.3 PenatalaksanaanKanker Serviks... 12

2.3 Bleomisin, Oncovin, Mitomisin, dan Karboplatin (BOM-Karboplatin) ... 15

2.3.1 Bleomisin ……… .. 16

2.3.2 Oncovin……….. 17

(7)

vii

2.3.4 Karboplatin………. 20

2.4 Penanda Tumor Antigen SCC ... 23

2.4.1 Metode Pemeriksaan SCC ... 24

2.5 Parameter Efek Samping pada Ginjal ... 26

2.5.1 Serum Kreatinin……… ... 27

2.5.2 Blood Urea Nitrogen (BUN) ... 29

BAB III METODE PENELITIAN... 32

3.1 Rancangan Penelitian ... 32

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 32

3.3 Bahan Penelitian... 32

3.3.1 Sampel penelitian ... 33

3.4 Alat Penelitian ... 35

3.5 Prosedur Penelitian... 36

3.5.1 Prosedur pemeriksaan kadar antigen SCC ... 39

3.5.2 Prosedur pemeriksaan kadar serum kreatinin dan BUN .... 40

3.6 Analisa Data ... 41

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 43

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 63

DAFTAR PUSTAKA... 65 LAMPIRAN

(8)

viii

DAFTAR SINGKATAN DAN ISTILAH

Alopesia : Hilangnya rambut pada bagian tubuh

Bladder atony : Kelemahan tonus otot kandung kemih, kandung kemih membesar dan melebar

BOM : Bleomisin, Oncovin®, Mitomisin

BUN : Blood Urea Nitrogen

CMIA : Chemiluminescent Microparticle Immunoassay D44v6 : Differentiation 44 isoform 6

EDTA : Ethylene Diamine Tetraacetic Acid

FIGO : International Federation of Gynecology and Obstetric

GCF : Gynecologic Cancer Foundation

Ginekologi : Ilmu kedokteran yang berkenaan dengan fungsi alat tubuh dan penyakit khusus pada wanita

GLDH : Glutamate dehydrogenase

Histerektomi : Operasi pengangkatan rahim

HTIB : 3-Hydroxy-2,4,6-Triiodo Benzoic acid Myelosupresi : Menghambat aktivitas sumsum tulang

mTOR : Mammalian target of rapamycin

NAD : Nikotinamida Adenosin Dinukleotida

NADH : Nikotinamida Adenosin Dinukleotida Hidrogen Nefrotoksisitas : Efek destruktif atau beracun terhadap sel ginjal Onkologi : Ilmu tentang kanker

Paralitik illeus : Keadaan di mana usus gagal atau tidak mampu melakukan kontraksi peristaltik untuk menyalurkan isinya

Paresthesias : Sensasi abnormal, biasanya menusuk yang disebabkan terutama oleh tekanan atau kerusakan saraf perifer

RLUs : Relative Light Units

SCC : Squamous Cell Carcinoma

(9)

ix

Sel Skuamosa :Jenis epitel yang tersusun oleh sel-sel gepeng mirip lempengan

(10)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel2.2.4 Klasifikasi stadium klinis kanker serviks menurut FIGO ... 11

Tabel 2.2.5 Pemilihan terapi berdasarkan stadium penyakit... 15

Tabel 2.5.1 Kategori gangguan ginjal berdasarkan serum kreatinin ... 29

Tabel 4.1 Karakteristik Pasien ... 44

Tabel 4.2 Hasil analisis perbedaan nilai antigen SCC sebelum kemoterapi seri I dan sesudah kemoterapi seri III dengan Uji Wilcoxon ... 47

Tabel 4.3 Hasil Analisis Nilai Serum Kreatinin Sebelum Kemoterapi I dan Sesudah Kemoterapi III dengan Uji t Berpasangan ... 51

Tabel 4.4 Hasil Analisis Nilai Serum Kreatinin Kemoterapi Seri Pertama dengan Uji t Berpasangan ... 52

Tabel 4.5 Hasil Analisis Nilai Serum Kreatinin Kemoterapi Seri Kedua dengan Uji t Berpasangan ... 53

Tabel 4.6 Hasil Analisis Nilai Serum Kreatinin Kemoterapi Seri Ketiga dengan Uji t Berpasangan ... 54

Tabel 4.7 Hasil Analisis Nilai Serum BUNSebelum Kemoterapi I dan Sesudah Kemoterapi III dengan Uji Wilcoxon ... 57

Tabel 4.8 Hasil Analisis Nilai BUN Kemoterapi Seri Pertama dengan Uji Wilcoxon ... 58

Tabel 4.9 Hasil Analisis Nilai BUN Kemoterapi Seri Kedua dengan Uji t Berpasangan ... 59

Tabel 4.10 Hasil Analisis Nilai BUN Kemoterapi Seri Ketiga dengan Uji Wilcoxon ... 60

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Human Papilloma Virus ... 7

Gambar 2.2 Algoritme Terapi Kanker Serviks ... 13

Gambar 2.3 Grafik Hubungan Antara Serum Kreatinin dan GFR ... 28

Gambar 3.1 Alur kerja penelitian ... 36

Gambar 3.2 Alur perlakuan sampel ... 38

Gambar 3.3 Alur pemeriksaan kadar antigen SCC di Laboratorium Klinik Prodia ... 40

Gambar 3.4 Alur pemeriksaan kadar serum kreatinin dan BUN di Laboratorium Patologi Klinik FK UNUD/RSUP Sanglah ... 41

(12)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Pernyataan Kelaikan Etik dari Komisi Etik Litbang FKUNUD/RSUP Sanglah Denpasar ... 70 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian dari Komisi Etik Litbang FK UNUD/RSUP

Sanglah Denpasar ... 71 Lampiran 3. Pernyataan Amandemen Perubahan Judul Penelitian dari

Komisi Etik Litbang FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar ... 72 Lampiran 4. Hasil Uji Normalitas dan Uji Wilcoxon Antigen SCC ... 73 Lampiran 5. Hasil Uji Normalitas dan t Berpasangan Serum Kreatinin ... 75 Lampiran 6. Hasil Uji Normalitas dan t Berpasangan Blood Urea Nitrogen

(BUN) ... 77 Lampiran 7. Grafik Nilai Antigen SCC Pasien Sebelum Kemoterapi I dan

Sesudah Kemoterapi III... 81 Lampiran 8. Grafik Nilai Serum Kreatinin Per Pasien ... 82 Lampiran 9. Grafik Nilai Blood Urea Nitrogen (BUN) Per Pasien ... 83

(13)

xiii

ABSTRAK

Kemoterapi dengan menggunakan regimen BOM-Cisplatin telah diketahui belum memberikan efektivitas yang maksimal serta memiliki toksisitas yang tinggi, sehingga dilakukan penggantian agen cisplatin dengan karboplatin. Hingga saat ini belum terdapat data yang memadai mengenai tingkat efektivitas dan toksisitas dari kemoterapi BOM-Karboplatin yang diberikan di RSUP Sanglah. Dilakukan penilaian efektivitas terapi BOM-Karboplatin dengan parameter antigen SCC dan toksisitas kemoterapi BOM-Karboplatin pada ginjal dengan parameter Scr dan BUN. Penelitian ini dilakukan secara prospektif dengan metode consecutive

sampling selama bulan Februari sampai Juni tahun 2015 di RSUP Sanglah

Denpasar. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan atau metode Wilcoxon dengan taraf kepercayaan 95%.

Diperoleh lima orang pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Median nilai antigen SCC pada kelima pasien adalah 2,2 ng/L. Berdasarkan analisis secara statistik, nilai antigen SCC sebelum kemoterapi I dan setelah kemoterapi III berbeda tidak bermakna (p>0,05). Rerata nilai serum kreatinin dan BUN sebelum kemoterapi I dan sesudah kemoterapi BOM-Karboplatin seri III masih berada dalam rentang normal. Secara statistik, nilai serum kreatinin dan BUN sebelum kemoterapi I dan sesudah kemoterapi BOM-Karboplatin seri III berbeda tidak bermakna (p>0,05).

Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai antigen SCC, serum kreatinin, dan BUN sebelum kemoterapi I dan sesudah kemoterapi III BOM-Karboplatin pada pasien kanker serviks sel skuamosa stadium IIB-IIIB.

(14)

xiv

ABSTRACT

Chemotherapy using BOM-Cisplatin regimen known did not provide a maximum effectivity and their toxicity are still high, so the cisplatin agent as replace by carboplatin. There are not insufficient data yet on the effectiveness and toxicity of BOM-carboplatin chemotherapy given at Sanglah General Hospital. An assessment held about the effectiveness of BOM-carboplatin therapy with SCC antigen parameter and BOM-carboplatin chemotherapy toxicity in the kidneys with parameters SCr and BUN. This study was conducted prospectively with consecutive sampling method during February to June 2015 in Sanglah General Hospital. Datawere analyzed by paired t test or Wilcoxon method with 95% confidence level.

Five patients met the inclusion and exclusion criteria. Median value of SCC antigen in five patients was 2.2 ng/L. Based on statistical analysis, the value of SCC antigen before first chemotherapy and after third chemotherapy do not differ significantly (p> 0.05). The mean value of serum creatinine and BUN before first series and after third series of BOM-carboplatin chemotherapy is still in the normal range. Based on statistical analysis, the value of serum creatinine and BUN before first chemotherapy and after third chemotherapy do not differ significantly (p> 0.05).

There were no significant differences in the value of SCC antigen, serum creatinine and BUN before first series and after third series of BOM-carboplatin chemotherapy in patients with squamous cell cervical cancer stage IIB-IIIB.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa tidak terjadi perubahan yang bermakna pada kadar albumin kedua pasien kanker serviks sel skuamosa stadium IIB-IIIB yang menerima

Korelasi antara Nilai Parameter Hemostasis terhadap Tumor Marker pada Pasien Kanker Paru Bukan Sel Kecil dengan Kemoterapi. Pada akhirnya dalam menilai adakah korelasi

Penelitian kami menunjukkan perbedaan kadar IL-6 serum yang bermakna antara pasien kanker paru dibandingkan orang sehat (P=0.000;r=0,854) dengan menggunakan uji Korelasi