• Tidak ada hasil yang ditemukan

0leh : Bibik Nurudduja,S.Ag,M.H

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "0leh : Bibik Nurudduja,S.Ag,M.H"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

0leh :

(2)

Bibik nurudduja

• Tinggal di Desa Kunir RT 01 RW 06 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak Jawa Tengah

• Alumni fak.Syariah IAIN Walisongo Semarang & Magister Ilmu Hukum konsentrasi Hukum

Kelautan UNDIP Semarang • Presidium Nasional

Kelompok Kepentingan Perempuan Nelayan – Koalisi Perempuan

(3)

• Laporan terbaru FAO (2012) menempatkan Indonesia sebagai produsen perikanan tangkap kedua terbesar di dunia setelah Tiongkok • Di sektor perikanan

budidaya, Indonesia berada di posisi ke-4 setelah

Tiongkok, Vietnam dan India

(Temu Akbar Nelayan Indonesia 2015,

http://www.kiara.or.id/temu-akbar-nelayan-indonesia-2015/

(4)

• Di Indonesia, jumlah

nelayan tangkap mencapai

2,2 juta jiwa (Kementerian

Kelautan dan Perikanan,

2012).

(5)

Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan.

(Pasal 1 butir 10, UU No 9 tahun 1985)

(6)

Penangkapan ikan adalah kegiatan untuk

memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apa pun, termasuk kegiatan yang

menggunakan kapal untuk memuat,

mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau

(7)

Data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah nelayan miskin di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 7,87 juta orang atau 25,14 persen dari total penduduk miskin nasional yang mencapai 31,02 juta orang.

(Terpuruknya Nelayan di Negeri Maritim diakses dari

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/107767/terpuruknya-nelayan-di-negeri-maritim pada tanggal 16 September 2015 jam 07.40 WIB )

(8)

• Berdasarkan data Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan. Sedikitnya 56 juta orang terlibat dalam aktivitas

perikanan. Aktivitas ini mulai dari penangkapan, pengolahan, sampai dengan pemasaran hasil tangkapan. Dari jumlah itu, 70 persen atau sekitar 39 juta orang adalah perempuan nelayan.

(Nasib Perempuan Nelayan

• Diakses dari http://www.kiara.or.id/nasib-perempuan-nelayan/ pada tanggal 16 September 2015 jam 07.52 WIB)

(9)

Kehidupan perempuan nelayan di

Morodemak kab.demak

• Pekerjaan mencari ikan di laut dilakukan oleh laki-laki • Memperbaiki jaring dan

perahu jika rusak

• Pra penangkapan ikan : membeli solar dan

menyiapkan perbekalan, mencari hutang untuk perbekalan dilakukan perempuan

• Pasca penagkapan :

menjual, mengolah dan mengawetkan ikan

dilakukan perempuan • Mengerjakan pekerjaan

domestik : memasak, mencuci, membersihkan

(10)

• Perempuan nelayan di morodemak bekerja

dari jam 02.00 pagi dinihari dan berakhir pada

malam jam 21.00

(11)

Pemiskinan Perempuan Nelayan

Konstruksi Gender Kebijakan Pemerintah Praktek tata niaga ikan Kerusakan alam/ lingkungan

(12)

Pembedaan peran

laki-laki dan perempuan

Laki-laki Perempuan

Anak laki-laki dibebaskan bermain keluar rumah bahkan kadang mencuri kambing untuk pesta dengan kawan-kawannya pun dimaklumi

Anak perempuan dianggap tambeng / nakal jika sering bermain keluar rumah

Laki-laki adalah pemimpin rumah tangga Perempuan yang dipimpin

Jika perempuan suaminya meninggal, maka keluarga anaknya atau adiknya akan memasukkan perempuan tersebut ke dalam KKnya. Bahkan ada juga yang

menjual rumahnya untuk diberikan pada keluarga terdekat yang ada laki-lakinya. (contoh kasus Nyi Kah)

Baru setelah ada program Raskin masing-masing membuat KK untuk kepentingan mendapatkan Raskin

(13)

Lanjutan....

Laki-laki Perempuan

Suami bebas mengambil keputusan Istri harus patuh pada suami bahkan pada saat suami melakukan kekerasan terhadap istri (contoh kasus hidayah ) Remaja laki-laki segera diajari bekerja di

laut

Remaja perempuan segera dinikahkan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga

bekerja di laut Membantu suami bekerja mulai dari membeli solar, menyiapkan perbekalan, mencari hutang, menjual hasil tangkapan, mengolah, mengawetkan dan

mengerjakan semua pekerjaan rumah Bekerja sesuai tanggal kerja / petengan Pekerjaan domestik tidak pernah libur

(14)

Contoh kisah Nyi Kah

(samaran)

• Suami nyi kah meninggal. Seperti adat di sana, adik nyi kah kemudian memasukkan ke dalam Kknya. Karena merasa tidak punya penghasilan nyi kah menjual rumah dan tanahnya untuk diberikan adik laki-lakinya yang rencananya nyi kah akan selamanya menupang hidup pada adiknya. Pada suatu hari nyi kah dan adiknya bertengkar dan nyi kah diusir dari rumah adiknya

• Karena tidak punya tempat tinggal ada seorang juragan yang mau menampung nyi kah. Nyi kah dan juragan itu membuat perjanjian lisan yang isinya nyi kah boleh menumpang hidup pada juragan dengan membantu pekerjaan di rumah juragan itu sehari-hari. Seperti mencuci, memasak, mengirim pakanan untuk para kuli. Tidak ada perjanjian tentang upah. Sementara si juragan akan menanggung semua biaya kematian jika nyi kah nanti meninggal.

• Setelah 3 tahun ikut si juragan, keponakannya yang ayahnya mengusir nyi kah meminta nyi kah kembali untuk diminta membantu menjaga anak-anak karena keponakannya mempunyai empat orang anak. Nyi kah kembali untuk dipekerjakan tanpa upah

• Nyi kah kembali pada adik dan keponakannya, sementara kerjanya yang telah 3 tahun bersama juragan tidak dibayar

(15)

Kasus Hidayah

• Hidayah sedang menjemur ikan. Suami datang entah dapat asutan

darimana ia kemudian menampar dan memukul hidayah hingga hiudngnya berdarah dan pingsan.

• Kasus ini dilaporkan ke polsek dan lama kasusnya tidak segera jalan. Masyarakat dan keluarga mencemooh hidayah karena dianggap

perempuan tidak tahu diri karena malaporkan suami. Masyarakat juga berpikir suami hidayah tidak akan masuk penjara

setelah mendapatkan pendampingan dari LBH kasus ini berjalan dan suami hidayah dipenjara tahun 2010 . Sejak saat itu masyarakat morodemak tahu bahwa suami tidak boleh semena-mena pada istri karena bisa dipenjara Sekarang keempat anak hidayah semuanya ikut ibunya. Hidayah

(16)

Kebijakan pemerintah

• Karena definisi nelayan dipahami laki-laki,

perempuan nelayan tidak ditemukenali data-data dan persoalannya oleh publik dan tidak bisa sulit

mengakses program pemerintah yang

diperuntukkan nelayan

• keberadaan nelayan

perempuan, tidak diakui oleh negara. Karena

sebagian besar perempuan nelayan tidak melakukan penangkapan ikan,

melainkan melakukan

pekerjaan pengolahan hasil laut, budi daya ikan dan

rumput laut serta

pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan perikanan dan kelautan

(17)

• Dalam KTPnya

perempuan nelayan

disebut ibu rumah tangga

atau wiraswasta

• Meskipun ibu solekah

bekerja sebagai jurumudi

kapalnya, perempuan

nelayan belum

mendapatkan pengakuan

yang memadai

(18)

• Kebijakan larangan alat tangkap yang merusak

lingkungan yang tidak dijalankan sejak tahun

1980 (waktu itu keputusan mentri pertanian

nomor 503/ Kpts/7/1980 )

• Baru peraturan mentri perikanan dan kelautan

nomor 2 tahun 2015 Tentang Larangan

Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat

Hela (trawls) dan Pukat Tarik (seine nets)

• Yang belum dieksekusi hingga sekarang

(19)

Praktek tata niaga ikan

Tahun 1990

• Bakul boleh melakukan lelang tanpa uang cash • Bakul menjadi terbiasa ikut lelang tanpa uang

• Para bakul seret / bendahara kapal / istri para jurumudi harus mencari hutang agar para jurag/ ABK bisa

membawa pulang uang untuk makan anak istri • Praktek rentenir manjadi subur

• Uang hasil melaut banyak terpotong untk para rentenir • Lelang menjadi jarang dilakukan dan para bakul terbuasa

menghutang hasil penangkapan. Nelayan semakin miskin dan rentenir semakin kaya

(20)

Kerusakan alam

Alat tangkap destruktif

Pencemaran dari hulu dan di laut

Reklamasi pantai

Pengrusakan mangrove

(21)

Kerusakan alam

Penambangan pasir laut

(22)

Perempuan nelayan sebagai warga negara

Pasal 27 UUD 1945

1. Tiap – tiap warga negara bersamaan kedudukannya di muka hukum dan pemerintahan dan wajib menjungjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya 2. 2tiap-tiap warga negara berhak

atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

(23)

Organisasi nelayan perempuan

Cara untuk mendapatkan informasi , berkomunikasi , mengakses dan mengontrol program pemerintah

(24)

Referensi

Dokumen terkait

'TQihu tidaA^Btsa Sedan moAg SerfaHanCaA, figCcm Berjalan masiA suAt moAg meranglig^fiA.. AA O A tidoAmeAAat AasUtapi

Bagi kabupaten/kota yang mendapatkan alokasi DAU tambahan Bantuan Penyetaraan Penghasilan Tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa tetapi belum mencukupi; dan/atau yang tidak