• Tidak ada hasil yang ditemukan

The effect of remembering (Dzikir) toward pain scale changing on osteoarthritis patient in Cempaka room RSUD Karanganyar regency.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "The effect of remembering (Dzikir) toward pain scale changing on osteoarthritis patient in Cempaka room RSUD Karanganyar regency."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PROGAM OF S-1 NURSING

STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2016 Wiwik Ernawati1, Atiek Murharyati2, Joko Kismanto3

1) Student in Nursing Study STIKES Kusuma Husada Surakarta

2) Lecture of Study program of Nursing STIKES Kusuma Husada Surakarta 3) Lecture of Study program of Nursing STIKES Kusuma Husada Surakarta

The effect of remembering (Dzikir) toward pain scale changing on osteoarthritis patient in Cempaka room RSUD Karanganyar regency

Abstract

Joint pain is a joint inflammation which is marked by joint swollen, reddish, hot, pain and problem in movement. In this condition old people feel very disturbing, if it is happen in more than one joint. Dzikir could potentially reduce joint pain. Nurse as educator could suggest patient to do Dzikir as intervention to fill patient comfort. Therefore researcher interested to know whether Dzikir gave effect to pain scale changing on osteoarthritis patient in Cempaka room RSUD Karanganyar.

This research was Quasi experimental with pre and post test without design control. Population of this research was all osteoarthritis patient hospitalized in Cempaka room RSUD Karanganyar December 2015 - February 2016 period. Sampling technique employed was consecutive sampling and got 19 respondents. The data was taken by employing Numerical Rating Scale (NRS).

The result showed that coefficient determination (R2) was 0.397. It meant the effect of dependent variable (post Dzikir) to independent variable (preDzikir) was 39.7%.

Conclusion from this research, there was an effect statistically and significantly for implementing Dikir toward pain scale changing on osteoarthritis patient.

Key words: remembering (dzikir), pain, osteoarthritis Reference : 43 (2006 – 2012)

1. Pendahuluan

Nyeri sendi adalah suatu peradangan sendi yang ditandai dengan pembengkakan sendi, warna kemerahan, panas, nyeri dan terjadinya gangguan gerak. Pada keadaan ini lansia sangat terganggu, apabila lebih dari satu sendi yang terserang. Perubahan nyeri yang terjadi pada lansia menyebabkan jaringan sekitar sendi, ligament dan kartilago mengalami penurunan elastisitas karena terjadi degenerasi (Santoso, 2009).

Secara umum, ada dua kategori nyeri yaitu nyeri akut dan nyeri kronis.Nyerikronis menunjukkan ciri-ciri yang jelas berbeda jika dibandingkan dengan nyeri akut. Nyeri akut biasanya awitannya tibatiba sedangkan nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermitten yang menetap sepanjang suatu periode waktu (Muttaqin, 2008).

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit persendian yang kasusnya paling banyak dijumpai secara global. Diketahui bahwa osteoartritis di derita oleh 151 juta jiwa di seluruh dunia dan mencapai 24 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara. Prevalensi

osteoartritis terus meningkatdengan bertambahnya usia. Berdasarkan temuan radiologis di dapati bahwa 70% penderita yang berumur lebih dari 65 tahun menderita osteoartritis. Sedangkan prevalensi osteoartritis lutut pada wanita berumur 75 tahun keatas dapat mencapai 35% dari jumlah kasus yang ada. Diperkirakan juga bahwa satu sampai dua juta lanjut usia di Indonesia menjadi cacat karena osteoartritis (Soeroso, 2006)

Di Indonesia, angka Osteoartritis total mencapai 36,5 juta orang dan 40 % dari populasi usia diatas 70 tahun menderita osteoarthritis dan 80 % mempunyai keterbatasan gerak dalam berbagai derajat dari ringan sampai berat. (Tangtrakulwanich, 2006). Menurut Dewi S K (2009), prevalensi Osteoartritis di Indonesia pada usia < 40 tahun mencapai 5 %, pada usia 40 – 60 tahun mencapai 30 % dan 65 % pada usia > 61 tahun serta secara radiologis penderita osteoarthritis lutut cukup tinggi terjadi pada pria yaitu mencapai 15,5 % dan 12,7 % pada wanita.

Dzikir merupakan suatu perbuatan mengingat, menyebut, mengerti, menjaga dalam bentuk ucapan lisan, gerakan hati dan gerakan anggota badan yang mengandung arti pujian, rasa syukur dan do’a untuk

(2)

memperoleh ketentraman batin, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan agar memperoleh keselamatan serta terhindar dari siksa (Suhaemi, 2008)

Dzikir berpotensi untuk mengurangi nyeri sendi, perawat sebagai edukator dapat menganjurkan pasien untuk melakukan dzikir sebagai intervensi untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman pasien yang mengalami nyeri sendi. Seperti fenomena yang sering dijumpai peneliti, misalkan ada pasien mengalami nyeri hebat sampai gelisah peneliti sarankan untukberdzikir atau beristiqfar menyebut nama Alloh, disamping bisa mengalihkan perhatian juga bisa mengurangi nyerinya. Dengan demikian peneliti tertarik untuk mengetahui adakah pengaruh dzikir terhadap perubahan skala nyeri pada pasien osteoarthritis di ruang Cempaka RSUD Kabupaten Karanganyar.

Nyeri sendi adalah suatu peradangan sendi yang ditandai dengan pembengkakan sendi, warna

kemerahan, panas, nyeri dan terjadi gangguan gerak. Dzikir berpotensi untuk mengurangi nyeri sendi. Dzikir merupakan suatu perbuatan mengingat, menyebut, mengerti, menjaga dalam bentuk ucapan lisan, gerakan hati dan gerakan anggota badan yang mengandung arti pujian, doa untuk memperoleh ketentraman batin, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh keselamatan serta terhindar dari siksa

TUJUAN

Peneliti bertujuan untuk mengetahui pengaruh dzikir terhadap perubahan skala nyeri pada pasien osteoarthritis di ruang Cempaka RSUD Kabupaten Karanganyar.

METODE

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan

eksperimental semu (quasi experiment) pada penderita osteoarthritis dan menggunakan rancangan one group pre and post test design. Desain menggunakan penilaian sebelum diberikan intervensi dan penilaian ulang setelah dilakukan intervensi, sehingga bisa dibandingkan antara sebelum dan sesudah

intervensi.Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karanganyar.Cara

pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket/kuesioner. Data dianalisa secara

univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Wilcoxon signed rank test dan uji jegresi linear

HASIL

Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan usia

Karakteristik Frekuensi (f) Prosentase (%)

44- 55 Tahun 12 63 %

56 – 66 Tahun 7 37 %

Jumlah 19 100%

Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan Jenis kelamin

Karakteristik Frekuensi (f) Prosentase (%)

Laki - laki 13 68 %

Perempuan 6 32 %

Jumlah 19 100%

Tabel 3. Karakteristik responden berdasarkan Pendidikan

Karakteristik Frekuensi (f) Prosentase (%)

SD 3 16 % SMP 8 42 % SMA 7 37 % Perguruan Tinggi 1 5 % Jumlah 19 100%

Hasil analisa menunjukkan bahwa dari 19 responden yang diteliti, karakteristik responden terbanyak adalah kelompok usia 44-55 tahun dengan jumlah 12 orang responden (63 %),kelompok jenis kelamin responden terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 13 orang responden (68 %), kelompok

pendidikan responden terbanyak adalah SMP dengan jumlah 8 orang responden (42 %).

Tabel 4. karakteristik tingkat nyeri pasien osteoartritis sebelum dzikir

Kategori Frekuensi (f) Prosentase (%) Tidak nyeri 0 0 Nyeri ringan 0 0 Nyeri sedang 18 95 % Nyeri berat 1 5 % Jumlah 19 100%

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 19 responden yang diteliti, sebagian besar responden yang di teliti menunjukan 18 orang (95%) mengalami tingkat nyeri sedang.

(3)

Tabel 5. karakteristik tingkat nyeri pasien osteoartritis sebelum dzikir

Kategori Frekuensi (f) Prosentase (%) Tidak nyeri 2 10% Nyeri ringan 14 74 % Nyeri sedang 3 16 % Nyeri berat 0 0 Jumlah 19 100%

Tabel diatas menunjukkan jumlah responden setelah melakukan dzikir sebanyak 14 (74%) responden yang mengalami nyeri dengan kualitas nyeri ringan.

Tabel 6. Analisa pengaruh dzikir terhadap perubahan nyeri

Pre dzikir Post dzikir Pearson Correlation Pre dzikir 1.000 0.630 Post dzikir 0.630 1.000 Sig. ( 1-tailed) Pre dzikir 0.002 Post dzikir 0.002 N Pre dzikir 19 19 Post dzikir 19 19

Tabel ini terdapat “pearson correlation” berarti menggunakan korelasi pearson. Korelasi Pre vs Post dzikir = 0,630. (catatan: besarnya nilai korelasi antara -1 s/d +-1). Sehingga angka 0,630 termasuk korelasi yang tinggi/signifikan. Pada “sig(1-tailed)” sebesar =0.002 ini dibandingkan dengan taraf signifikansi 5% = 0,05. jika sig(1-tailed) lebih kecil dari 0,05 maka terdapat korelasi yang signifikan. Sebaliknya jika angka sig(1-tailed) lebih besar dari 0,05 maka korelasi tidak signifikan. Hasil analisis diatas berarti ada korelasi yang signifikan.

Tabel 7.Wilcoxon signed rank test

N Mean Rank Sum of Rank s Post dzikir Negative Ranks 19a 10.00 190.0 0 Predzikir Positive Ranks 0b 0.00 0.00 Ties 0c Total

Berdasarkan metode perhitungan yang dilakukan di dalam rumus Wilcoxon signed rank test, nilai-nilai yang di dapat adalah: nilai mean rank dan sum of ranks dari kelompok negatif ranks, positive ranks dan ties. Negatif ranks artinya sampel dengan nilai kelompok kedua (postDzikir) lebih tinggi dari nilai kelompok pertama (preDzikir). Positive ranks adalah sampel dengan nilai kelompok kedua

(postDzikir) lebih rendah dari

nilai kelompok pertama (preDzikir). Sedangkan ties adalah nilai kelompok kedua (postDzikir) sama besarnya dengan nilai kelompok pertama (preDzikir). Simbol N menunjukkan jumlahnya, Mean Rank adalah peringkat rata-ratanya dan sum of ranks adalah jumlah dari peringkatnya.

Tabel 8. Test statistic

Postdzikir - Predzikir

Z -4.185a

Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000

Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon signed rank test, maka nilai Z yang didapat sebesar -4,185 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah menerima H1 atau yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kelompok predzikir dan postdzikir

Uji regresi linear

Hasil analisa dengan bantuan komputer dengan SPSS 16.0 dapat di jelaskan besarnya nilai /korelasi R yaitu sebesar 0.630 dan dijelaskan besarnya prosentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisian determinasi yang merupakan hasil dari pengkuadratan R. dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0.397 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (Post dzikir) terhadap variabel terikat Pre dzikir adalah sebesar 39.7%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain.

PEMBAHASAN

Dari 19 responden yang diteliti, 12 (63%) orang berusia antara 45-55 tahun dan 7 (37%) berusia antara 56-66 tahun. Prosespenuaan dianggap sebagaipenyebabpeningkatan kelemahan di sekitar sendi, penurunan kelenturan sendi, kalsifikasi tulang rawan dan menurunkan fungsi kondrosit, yangsemuanyamendukungterjadinya OA. Studi Framinghammenunjukkanbahwa27%orangberusia63–

70 tahun memilikibukti

radiografikmenderitaOAlutut,yang

meningkatmencapai40%padausia80tahunataulebih. Hasil analisa menggambarkan 13 (68%) responden berjenis kelamin laki-laki dan 6 ( 32%) responden berjenis kelamin perempuan.

(4)

Hasil analisa7 (37%) responden menunjukkan berpendidikan Sekolah Menengah Atas dan 8 (42%) berpendidikan terakhir Sekolah Menengah Pertama, sedangkan yang lainya berpendidikan SD 16% dan perguruan tinggi 5%

Pendidikan memiliki peranan yang penting dalam menentukan kualitas manusia, dengan pendidikan manusia memperoleh pengetahuan dan informasi. Semakin tinngi tingkat pendidikan seseorang maka akan berkualitas hidupnya ( Hurlock,2007)

Berdasarkan tingkat nyeri responden sebagian besar responden mengalami nyeri dalam kategori sedang sebanyak 18 orang (95%), dan 1 orang (5%) mengalami nyeri berat . Hal tersebut menunjukkan bahwa pasien yang dirawat inap di Ruang Perawatan RSUD Karanganyar mengalami nyeri kategori sedang.

Penelitian dari 19 responden setelah melakukan dzikir terdapat 2 (10%) yang tidak mengalami nyeri, 14 (74%) yang mengalami nyeri ringan, 3 (16%) responden yang mengalami nyeri sedang, dan tidak ada responden yang mengalami nyeri berat.

Berdasarkan pengujian statistik dengan uji Regresi Linear, dinyatakan ada pengaruh yang signifikan pemberian metode dzikir terhadap perubahan rasa nyeri pada pasien Osteoartritis yang dirawat inap yang ditunjukan dengan nilai R2sebesar 0.397 dengan signifikansi 0.004 atau kurang dari 0,05, pada taraf signifikan 95%. Hal itu menunjukkan bahwa setiap pasien yang melakukan dzikir akan mengurangi rasa nyeri sebesar 39.7%. sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh metode dzikir terhadap perubahan nyeri pada pasien Osteoartritis yang dirawat inap terbukti atau diterima.

Secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pasien di RSUD Karanganyar memiliki nyeri yang sedangyaitu 18 responden. Dan perubahan nyeri setelah melakukan dzikir sangat signifikant, yaitu 14 responden nyeri ringan dan 2 responden tidak nyeri.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Karakteristik responden semuanya beragama islam, usia 45-55 tahun sebanyak 12 (63%), laki-laki 13 (68%), berpendidikan SMP 8(42%).Tingkat nyeriresponden sebelum dzikir sebanyak 18 responden (74%) memiliki tingkat nyeri sedang dan 1 (5%) responden yang mengalami nyeri berat.Tingkat nyeri responden setelah dzikir sebanyak 14(74%) mengalami nyeri ringan, 3(16%) responden nyeri sedang, dan 2(10%) tidak mengalami nyeri.

Hasil analisa menunjukkan terdapat pengaruh yang kuat pemberian metode dzikir dalam mengurangi rasa nyeri pada pasien osteoartritis yang dirawat inap di RSUD Karanganyar dengan nilai p value <0,005

dankoefisien determinasi (R2) sebesar 0.397 yang artinya pengaruh variabel bebas (Post dzikir) terhadap variabel terikat (Pre dzikir) adalah sebesar 39.7%

DAFTAR PUSTAKA

Anas, Tamsuri. 2006. Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta; EGC

Arikunto,S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta.Rineka Cipta Bayumi, Syaikh Muhammad. 2008.Hidup Sehat

dengan Dzikir & Doa. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Brunner & Suddarth. 2010. Buku Ajar Keperawatn Medikal Bedah voleme 1. Jakarta: EGC.

Brandt KD. Osteoarthritis, Harrison’s Principle of Internal Med – II 16th Ed. Editor Kasper, Braunwald Fanci et al. Mc Graw – Hill New York 2008

Bijlsma JWJ. Patient Centred Outcomes in Osteoarthritis. Ann of Rheum Dis 2008 Corwin, EJ 2009, Buku saku patofisiologi, 3 edn, EGC,

Jakarta.

Dharmady Agus & Triyanto. 2008. Manajemen Nyeri Dalam Suatu Tatanan Tim Medis Multidisiplin. Majalah Kedokteran Atmajaya, 1(3) : 1-5 Depkes. 2009. Buku Saku Pencegahan Kanker Leher

Rahim dan Kanker Payudara Jakarta: direktorat pengendalian penyakit tidak menular. Diunduh pada tanggal 14 April pada situs http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/download/b ukusaku kanker .p df

Dzikir. Diunduh pada tanggal 12 April 2012 pada situs

http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=view article&artid=

Elin Y. S., dkk. 2008. Iso Farmakoterapi. Jakarta : PT. ISFI. 349-353

Felson, D.T., 2008, Osteoarthritis, HARRISON’s Principles of Internal Medicine, 17th Edition, 2158-2165, Mc Graw-Hill Companies Inc, NewYork.

Hammad. 2009. Peran terapi Al Qur’an terhadap tingkat kecemasan dan imunitas pasien hospitalisasi. Jurnal Ners volume 4 nomor 2 Oktober 2009 halaman 113-118.

Hawari dadang.2008.Manajemen stress,cemas dan depresi, Jakarta : FKUI

Helmi, Z.N. 2012. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta:Salemba Medika. Laporan Hasil Penelitian Mahasiswa Fakultas

Psikologi Universitas Darul „Ulum Jombang. .2011. Pengaruh pembacaan doa oleh perawat terhadap kecemasan pasien yang akan menjalani operasi. Diunduh pada tanggal 12

(5)

http://journal.uii.ac.id/indexphp/Snati/article/vie wFile/764/698 Dzikir penentram hati. Diunduh pada tanggal 12 April 2012 pada situs http://www.dzikir.org/index.php/dzikir

?format=pdf

Mansjoer, Arif. 2008. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Jakarta: Media Aesculapius.

Mardiyono, Anggraini, M., & Dyah Sulistyowati (2007). Pengaruh terapi Zikir terhadap Penurunan kecemasan pasien prabedah mayor. Unpublished Research, Lecturer National Grand, The Ministry of Education, Indonesia. Purwokerto: Soedirman University Sitepu, Malang. Suliswati. 2008. Konsep Dasar Keperawatan

Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Martin, K.R., Diana, K., Tamara, B.H., et all. 2013. Body Mass Indeks, Ocupational Activity, and Leisure Time Physical Activity: An Exp;oration of Risk Factor and Modifiers for Knee Osteoarthritis in The 1946 British Birth Cohort. BMC Muscular Disorders. 14(219), 1471−2474 Martini, F H. Fundamental of Anatomy and Physiology.

7th ed. San Francisco: Pearson Benjamin Cummings, 2006.

Messier, S.P., Gutekunst, D.J., Davis, C., et al. 2008. Weight loss reduces kneejoint loads in overweight and obese older adults with knee osteoarthritis. Arthritis Rheum. 52, 2026–2032 Muttaqin Arif dan Kumala Sari. 2008. Gannguan

Gastrointestinal Aplikasi Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Salemba Medika Notoatmodjo,S.(2010).Metodologi Penelitian

Kesehatan.Jakarta.Rineka Cipta

Nunung, 2009. The effect of Zikir meditation on the post operative pain and physiological responses among Muslim patients undergoing abdominal surgery in MedanIndonesia. Published Master Thesis in Public Health and Medical Technology Academic Intitutes Network(PHMT Net)Ministry of Public Health, Thailand. Sjamsuhidayat, R. 1998. Ilmu Bedah (edisi revisi). Jakarta: EGC.

Nursalam, 2012. Management Keperawatan edisi 3, Jakarta : Salemba Medika

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Buku Ajar Fundamental : konsep, proses, dan praktik. Jakarta : EGC

Price and Wilson. 2008. Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6. Vol.2. Jakarta : EGC.

Rospond. (2008). Pemeriksaan dan Penilaian Nyeri. Diakses dari

http://lyrawati.files.wordpress.com/2008/07/pe meriksan-dan-penilaiannyeri.pdf pada tanggal 1 Agustus 2016.

Sangkan, A. 2010. Berguru Kepada Allah. Jakarta: Yayasan Bukit Thursina

Santoso, Singgih. 2009. Panduan Lengkap Menguasai

Statistik dengan SPSS 17. Elex Media

Komputindo: Jakarta.

Sugiyono. (2009). Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta

Suhaimie, Muhammad Yasin. 2008. Dzikir dan Doa. Malang: Universitas Muhammadiyah

Sutrisno, J. 2006. Pengaruh Bimbingan Doa dan Dzikir Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi di RSUD Swadana Pare Kediri.

Sholeh M. (2006). Agama sebagai Terapi Telaah Menuju Kedokteran Holistik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Saleh.(2010). Berszikir untuk kesehatan saraf.Jakarta: Zaman

Sheikh, S.I., Khanam, A. 2013. Osteoarthritis in post menopausal women. World Journal of

Pharmaceutical Sciences.

Shipton, E.A. (2008). The Chronic Pain Experience. Diakses dari http://nzma.org.nz/journal/121-1270/2944 pada tanggal 2 Agustus 2016.

Suheimi, 2008. Persalinan Tanpa Rasa Nyeri. http://ksuemi.blogspot.com. Diakses tanggal 2 Agustus 2016

Soeroso S, Isbagio H, Kalim H, Broto R, Pramudiyo R. Osteoartritis. In: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta:Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;2006.p.1195-1201.

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 5. Jakarta: Interna, 2009: 1873-85.

Wachjudi RG; Nyoman A. 2006. Prevalensi Osteoartritis pada populasi Penderita Reumatik di Bandung.

Zainul, Zen. (2007). Kekuatan metode lafidzi; Hidup Sehat dengan Olah Lahir, Fikir, dan Fikir. Jakarta: Duantum Madia

Gambar

Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan Jenis  kelamin
Tabel  diatas  menunjukkan  jumlah  responden  setelah  melakukan  dzikir      sebanyak  14  (74%)  responden yang mengalami nyeri dengan kualitas nyeri  ringan

Referensi

Dokumen terkait

Analisis ini menggunakan skala Likert.Angket ini digunakan untuk mendapatkan data tentang penilaian diri peserta didik terhadap ketersediaanbahan ajar, kesenagan

Fasilitas yang dapat diperoleh dari sistem ini antara lain pendaftaran penduduk, pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru bagi masyarakat yang belum memiliki KTP, perpanjangan

Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarty to Ideal Solution) untuk Tender Proyek Pengadaan Barang, terdapat

Studi Komparasi Model Pembelajaran Mnemonik, Advance Organizer dan Ekspositori terhadap Daya Ingat (Retensi) Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X

indeks penyumbatan, kadar karet kering, %-KAS, pH lateks, kadar sukrosa, kadar fosfat anorganik, kadar tiol, aktivitas SOD, produksi etilen, kadar ACC, aktivitas

Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan berkah, rahmat, dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

Tujuan dari penelitian ini adalah Menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang pemberian makan yang baik pada bayi untuk

Menurut hasil yang didapatkan, hampir seluruh panelis mengatakan sangat setuju dengan pengaroma kayu manis ditambahkan pada sediaan sirup buah kawista, karena