• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk daging beku, harga jual dari distributor sebesar Rp /kg dan dijual diritel Rp /kg. Rata-rata kebutuhan sebanyak 122,5 ton perbulan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Untuk daging beku, harga jual dari distributor sebesar Rp /kg dan dijual diritel Rp /kg. Rata-rata kebutuhan sebanyak 122,5 ton perbulan."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Tetapkan HET Gula, Minyak dan

Daging, Kemendag Fasilitasi

Kesepakatan

APRINDO

Distributor

Jakarta (TNC) – Guna menjaga stabilitas harga ketiga bahan pokok komoditas gula, minyak goreng dan daging, Kementerian Perdagangan RI menetapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) tersebut.

Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut, Kemendag juga memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan D i s t r i b u t o r g u l a , m i n y a k g o r i n g d a n d a g i n g , y a n g ditandatangani hari (14/4) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

“Kementerian Perdagangan menetapkan kebijakan HET untuk komoditas gula sebesar Rp.12.500/kg, minyak goring kemasan sederhana Rp.11.000/liter, dan daging beku dengan harga maksimal Rp.80.000/kg. Masyarakat dapat memperoleh komoditas pangan tersebut diritel modern mulai 10 April 2017, Untuk memastikan terlaksananya kebijakan ini, Kemendag turut memfasilitasi penandatanganan MoU antara Prindo dengan distributor gula, minyak goring dan daging,” jelas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Dalam MoU tersebut, kata Mendag, dicapai kesepakatan harga jual gula dari produsen sebesar Rp.11.900/kg franco DC dengan kemasan 1 kg, dan Rp.10.900/kg loco pabrik yang dikemas ukuran 50 kg untuk dikemas ulang dalam kemasan 1 kg oleh masing-masing ritel. Adapun kebutuhan per bulan sebanyak 11.520 ton per bulan. Sedangkan batas waktu pembayaran yang ditetapkan adalah selama 14 hari.

(2)

Untuk daging beku, harga jual dari distributor sebesar Rp.75.000/kg dan dijual diritel Rp.80.000/kg. Rata-rata kebutuhan sebanyak 122,5 ton perbulan. Batas waktu pembayaran yang ditetapkan adalah 14 hari.

Sementara itu, untuk minyak goring harga jual dari produsen Rp.10.500/liter dan dijual diritel Rp.11.000/liter. Kebutuhan komoditas ini sebanyak 9,22 juta liter per bulan. Diantaranya akan dipenuhi dari Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) 2,10 juta liter dan Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) 1,80 juta liter (menyesuaikan dengan kapasitas packing line). Batas waktu pembayaran yang ditetapkan adalah 14 hari.

Penetapan HET ini dipastikan tidak akan membuat dunia usaha merugi. “Penetapan HET ini dimaksudkan untuk membuat titik keseimbangan harga yang baru untuk kepentingan konsumen dan rakyat, tanpa merugikan pelaku usaha,’ tegas Mendag.

Mendag juga memastikan pelaksanaan kebijakan HET akan dikawal Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)/ “KPPU akan mengawal pelaksanaan kebijakan HET serta akan memberlakukan sanksi tegas apabila terjadi tindakan yang mengarah ke persaingan usaha yang tidak sehat,’ ungkap Enggar.

Perkembangan harga barang kebutuhan pokok terpantau relative stabil walaupun masih berada diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok per senin (3/4) dibandingkan senin pecan lalu (27/3) umumnya juga relative stabil (turun/naik 0-2%).

Dengan komoditas yang ada saat ini, Kemendag memastikan pasokan cukup dan harga stabil menjelang Puasa. Lebaran dan idul Adha. “Kami menjamin suplai akan tersedia dan harga akan tetap stabil menjelang puasa, Lebaran, hingga Idul Adha.’ Pungkas Mendag. (Mich/Red)

(3)

Walikota Bekasi Didemo Lagi,

Kadishub : Kami Siap Menemui

Kota Bekasi (TNC) – Pagi menjelang siang, ratusan warga

berdemo didepan kantor Pemerintah Daerah Kota Bekasi, jalan Ahmad Yani (21/3).

Berdasarkan pantauan Awak Media, para pendemo berteriak bersama meminta Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, agar keluar menemui mereka, kalau tidak keluar mereka mengatakan akan masuk menemui Walikota.

“Kita minta Walikota Bekasi keluar temui kita, kalau tidak keluar kita yang masuk,” ujar mereka.

(4)

Bekasi, yang melarang para angkutan Elf 01A dan tidak mengijinkan melewati jalur stasiun bulan-bulan. Padahal hal itu (jalur) sudah dilalui selama bertahun-tahun.

Sementara itu, ketika ditemui Yayan Yuliana, Kadis Perhubungan Kota Bekasi mengatakan bahwa pihaknya (Pemkot Bekasi) sedari pagi siap menemui para pendemo, namun pihak pendemo yang menolak ditemui olehnya.

“Kami siap menerima dan menemui pendemo, tapi mereka tidak mau atau menolak kalau bukan Walikota yang menemui. Kan kita juga adalah bagian dari pemerintah. Walikota diwakili oleh kita,” tutur Yayan kepada Awak Media (21/3).

Yayan menambahkan, bahwa pihaknya hanya ingin mengembalikan jalur yang semestinya.

“Kita justru menegakkan aturan mengenai trayek itu. Kan memang jalurnya Terminal Bekasi – Cikarang PP, bukan kita potong atau putus jalurnya, sesuai ijin trayek. Itu aja…,” katanya.

Menanggapi demo yang berlangsung, Lumbanraja, Sekjen Organda K o t a B e k a s i m e n g a t a k a n b a h w a p i h a k n y a h a n y a b i s a mensosialisasikan kepada pengusaha 01A, sesuai keputusan yang dibuat oleh Pemkot Bekasi.

“Kami sudah mensosialisasikan kepada Pengusaha 01A, sesuai dengan keputusan yang dibuat oleh Pemkot Bekasi. Organda gak mungkin toh melanggar kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

(5)

(M-3L)

Kadis PUPR, Masa Pendapat 10

orang bisa mempengaruhi

Bekasi Kota, TNC – Menanggapi tudingan Pemuda Bekasi terkait

kasus proyek Jati Asih Rp 68 miliar yang hingga kini belum ada pertanggungjawabkan, Kepala Dinas PUPR, Tri Adhianto mengaku bahwa proyek itu belum dilaksanakan dan tahun ini akan dilaksanakan

“Kemarin SK Gubernur telat, gak bisa dilakukan tahun kemarin. Sehingga dana itu meluncur sesuai SK Gubernur tahun 2017, sekarang dalam proses perencanaan, mudah- mudahan bulan depan kita lelang,” kelitnya usai dikonfirmasi awak media di acara Musrenbang RKPD 2018 di Gedung Al- Muzahirin.(16/03)

Saat ditanya bahwa proyek tersebut sudah dilaksanakan sebelumnya, Tri kembali berkelit dan menyebut proyek tersebut belum dilaksanakan tahun kemarin dengan alasan proses waktunya yang pendek

Namun diakuinya, dinasnya mencoba untuk mengoptimalkan agar supaya lebih optimal lantaran memiliki waktu yang panjang.

Saat disinggung tudingan Pemudi Bekasi yang menyebut dinas PUPR sarang mafia proyek, Tri kembali bungkam dan mengatakan tidak usah dikomentarin.

“Masa pendapat 10 orang bisa mempengaruhi. Ente juga bisa menilai lah. Lo uda tau lah apa yang dikometarin. Kalau mau nanya yang enak-enak aja, yang makro aja lah,” pungkas Tri Adiantio.

(6)

Berita sebelumnya, Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Untuk Pembangunan Rakyat (PUPR) menyambangi Kantor Dinas PUPR Kota Bekasi Selasa, (14/3).

Mereka mendesak Kepala Dinas Perumahan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Tri Adhianto dan Seketarisnya untuk mundur dari jabatannya karena dianggap gagal dalam melaksanakan tugas perencanaan, penyerapan anggaran dan pengawasan pekerjaan pemerintah dalam sektor infrastruktur fisik

“Selain mundur, Kami juga mendesak Kejari Bekasi membongkar skandal mafia proyek di dinas PUPR. Seperti kasus proyek Jatiasih yang Rp 68 miliar. Sebab hingga kini belum ada pertanggung jawaban,” ujar Korlap aksi, Hasan Basri saat

(7)

“Berapa triliun yang sudah dianggarkan untuk infrastruktur fisik.dan berapa kerugian negara akibat mafia proyek. aparatur hukum harus fokus dan serius. Jadikan Kadis PUPR sebagai perioritas untuk diperiksa agar mafia proyek lain terbongkar,” tandasnya.

Lebih jauh Hasan Basri mengatakan sebagai pemuda Bekasi, mereka akan terus tetap melakukan aksi dan berjuang sampai Kadis PUPR ditangkap dan dipenjara “Kami tidak akan berhenti untuk lakukan aksi jika Kadis PUPR tidak ditangkap dan dipenjara, Kami juga dorong KPK,” tutupnya

(Amsar/Norton/M-3L)

Diduga Kuat Oknum Kepsek Buat

Laporan Pertanggungjawaban

Dana BOS Palsu

MINAHASA SELATAN, TNC – Ditengarai ada Oknum Kepala Sekolah SD

(Sekolah Dasar) di Kabupaten Minsel (Minahasa Selatan), Kecamatan Suluun, dengan sengaja menyalahgunakan dana BOS. Bahkan diduga kuat membuat laporan pertanggung jawaban palsu terkait dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Hal itu disampaikan kepada Awak Media oleh beberapa guru yang merasa perbuatan Kepsek tersebut keliru dan berharap ditindak tegas oleh Dinas Dikpora Kabupaten Minsel Sulawesi Utara. Perihal informasi yang diberikan Narasumber enggan disebutkan identitasnya.

(8)

serta tidak benar dalam mempergunakan dana BOS. Bahkan, dalam membuat laporan pertanggungjawaban Oknum tersebut berani membuat laporan dengan konten palsu.

“Kepsek itu kumpul barang-barang diruang kelas, lalu difoto supaya bisa dimasukan pada laporan pertanggung jawaban, padahal belinya pakai uang kami, sedangkan setahu kami ada dana BOS, lalu dikemanakan samua dana itu,” tutur seorang Guru yang mengetahui tindakan nakal Oknum Kepsek tersebut (14/3). Mereka mengatakan bahwa tidak mempunyai tempat untuk mengadu, karena jika ketahuan mereka mengadu ke Dinas Dikpora maka mereka akan dipersalahkan oleh Oknum Kepsek itu. Oleh karena itu mereka hanya mengadu ke Media, dengan harapan nantinya ada tindakan tegas dari pihak Dinas Dikpora Kabupaten Minsel.

Sayangnya, ketika Awak Media ingin mengkonfirmasikan ke Kepala Sekolah yang bersangkutan, orang tersebut masih belum bisa dikonfirmasi. Bahkan, Kadis Dikpora Kabupaten Minsel pun cukup sulit ditemui.

Menanggapi adanya dugaan penyalahgunaan dana dan jabatan, Yosep Lengkong, Ketua LI Tipikor Wilayah Indonesia Timur, mengatakan bahwa bukan soal sedikit banyaknya uang yang diselewengkan, melainkan cara yang tidak benar yang dilakukan oleh Oknum Kepsek tersebut yang keliru.

“Dana BOS memang hanya sedikit nominalnya dan tidak banyak, namun disini bukan soal sedikit banyaknya dana yang dipermasalahkan, tapi mengenai bagaimana menggunakan uang negara secara benar dan bertanggung jawab,” pungkas Yosep (14/).

Rencananya, pihak Yosep dan LI Tipikor akan menyikapi secara serius perihal laporan dugaan penyalah gunaan dana dan wewenang jabatan disekolah dasar tersebut. (TJ)

(9)

Masih

Ada

163

Pegawai

Kemenkeu Belum Lapor LHKPN

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan data dari KPK hingga 31 Desember 2016 menyatakan tingkat kepatuhan pejabat Kemenkeu yakni 99,43 persen. Toh Ani merasa tak sepenuhnya bangga dengan capaian tersebut.

Ani mengatakan, dari 72 ribu pegawai Kementerian Keuangan, pejabat yang wajib lapor LHKPN jumlahnya sebanyak 29.806 pegawai atau 40 persen dari jumlah pegawai.

Dari jumlah tersebut, kata Ani, belum seluruhnya melaporkan LHKPN. Masih ada 163 pegawai yang memiliki jabatan penting namun belum lapor LHKPN.

“163 yang belum lapor dari 72.000,” kata Ani dalam sosialisasi e-LHKPN di lingkungan Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa 14 Maret 2017.

Oleh karenanya, Ani meminta pada para jajarannya di eselon I untuk menanyakan ke eselon II, lalu yang di eselon II menanyakan ke bawahannya untuk mengecek pelaporan LHKPN.

Ani menjelaskan, ia sudah berjanji pada Ketua KPK Agus Raharjo dua bulan lalu bahwa laporan LHKPN di Kemenkeu 100 persen lapor. Itu dilakukan untuk membangun kredibilitas di Kemenkeu. “Sekarang kredibilitas saya jatuh karema ada 0,57 persen yang belum lapor. Saya minta Pak Hadiyanto (Sekjen) dan Bu Sumiyati (Irjen) untuk cari siapa saja 163 itu. Saya minta posisinya di mana,” ujar Ani.

(10)

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun menebar ancaman. Ani mengaku tidak akan segan-segan untuk memberi nilai merah jika sampai akhir minggu ini ada di antara 163 orang itu masih tak patuh. Nilai merah ini akan berdampak pada penempatan jabatan.

“Enggak usah dipromosikan lagi, kalau perlu ganti saja sampai dia bisa lapor dengan benar,” jelas Ani.

(AHL/MTC)

OJK Terbitkan 11 Peraturan

Pandu Perusahaan Asuransi dan

Perusahaan Reasuransi

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan

beberapa peraturan baru terkait perasuransian. Langkah tersebut dilakukan sebagai wujud konsistensi dalam memperkuat industri keuangan nasional, utamanya di tengah sengitnya persaingan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, setidaknya terdapat 11 peraturan yang diterbitkan oleh OJK di 2016 yang antara lain mengatur mengenai tata kelola perusahaan asuransi yang baik, perizinan usaha dan kelembagaan, penyelenggaraan usaha, dan kesehatan keuangan.

“Peraturan OJK tersebut berlaku bagi seluruh perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi yang menyelenggarakan usaha dengan prinsip konvensional maupun syariah, dan juga berlaku bagi perusahaan penunjang asuransi,” kata Firdaus, dalam acara

(11)

Executive Meeting CEO, COO, Executive, dan Aktuaris Perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia, yang diselenggarakan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, di Jakarta, Selasa 14 Maret 2017. Firdaus menjelaskan, latar belakang diterbitkannya berbagai peraturan OJK baru itu adalah untuk memberikan panduan terkait ketentuan lebih lanjut mengenai berbagai substansi yang diatur dan diamanatkan dalam UU 40/2016 tentang Perasuransian dan juga dalam rangka menyempurnakan peraturan yang sudah ada sebelumnya.

(12)

Tujuh

Regulasi

CSR

Di

Indonesia

Melaksanakan tanggungjawab sosial secara normatif merupakan kewajiban moral bagi jenis perusahaan apapun. Ketika perusahaan sebagai komunitas baru melakukan intervensi terhadap masyarakat lokal, sudah menjadi keharusan untuk melakukan adaptasi dan memberikan kontribusi, dikarenakan keberadaannya telah memberikan dampak baik positif maupun negatif.

Tidak hanya berkutat pada aspek normatif, saat ini CSR telah diatur dalam beberapa regulasi yang sifatnya mengikat agar ’perusahaan tertentu’ wajib melaksanakan tanggungjawab sosialnya. Terdapat proses panjang berkaitan dengan sejarah munculnya peraturan terkait CSR atau program yang pada mulanya identik dengan istilah Community Development (CD), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Saat ini berdasarkan catatan penulis, terdapat 7 (tujuh) regulasi terkait tanggungjawab sosial perusahaan baik dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, maupun peraturan menteri. Diluar itu pemerintah daerah juga menerbitkan aneka produk sejenis Perda CSR. Setidaknya lebih dari 50 Kab/ Kota di Indonesia telah Menerbitkan Perda CSR. Sebagian daerah mampu mengimplementasikan Perda, dan hanya sebagian kecil

(13)

daerah mendapatkan impact dari keberadaan Perda CSR.

Agar memudahkan memahami regulasi CSR dan mampu menerapkannya sesuai jenis, cakupan, dan kebutuhan perusahaan. Penulis memaparkan ke-7 (tujuh) regulasi CSR di Indonesia, jika sudah memahami, pihak perusahaan diharapkan bisa merujuk pada aturan mana yang mengikatnya, selain juga menjadi kontrol bagi pihak lain yang akan menjadikan CSR sebagai alat kepentingan kalangan tertentu. Bagi pemerintah pusat maupun daerah, dengan memahami aturan yang ada, diharapkan tidak membuat regulasi baru yang berpotensi bertentangan dengan peraturan diatasnya, atau mengalihbebankan tanggungjawab pembangunan pemerintah kepada perusahaan.

Adapun Ketujuh regulasi terkait tanggungjawab sosial perusahaan di Indonesia sebagai berikut; Pertama, Peraturan yang mengikat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagaimana Keputusan Menteri BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL terdiri program perkuatan usaha kecil melalui pemberian pinjaman dana bergulir dan pendampingan (disebut Program Kemitraan), serta program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat sekitar (disebut Program Bina Lingkungan), dengan dana kegiatan yang bersumber dari laba BUMN.

Kedua, Peraturan mengikat Perseroan Terbatas (PT) yang operasionalnya terkait Sumber Daya Alam (SDA), yaitu Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. Dalam pasal 74 disebutkan: (1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, (2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan

(14)

diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.

Ketiga, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan. PP ini melaksanakan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 . Dalam PP ini, perseroan yang kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam diwajibkan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kegiatan dalam memenuhi kewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan tersebut harus dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang dilaksanakan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.

Keempat, Peraturan yang mengikat jenis perusahaan penanaman modal, yaitu Undang-Undang Penanaman Modal Nomor 25 Tahun 2007. Dalam Pasal 15 (b) dinyatakan bahwa “Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.” Sanksi-sanksi, diatur dalam Pasal 34, berupa sanksi administratif dan sanksi lainnya, diantaranya: (a) Peringatan tertulis; (b) pembatasan kegiatan usaha; (c) pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal; atau (d) pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal.

Kelima, Peraturan CSR bagi perusahaan pengelola Minyak dan Gas (Migas), diatur dalam Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi Nomor 22 Tahun 2001. Dalam pasal 13 ayat 3 (p) disebutkan: Kontrak Kerja Sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib memuat paling sedikit ketentuan-ketentuan pokok yaitu: (p) pengembangan masyarakat sekitarnya dan jaminan hak-hak masyarakat adat”.

(15)

Keenam, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin, Undang-undang ini tidak membahas secara khusus peran dan fungsi perusahaan dalam menangani fakir miskin, melainkan terdapat klausul dalam pasal 36 ayat 1 “Sumber pendanaan dalam penanganan fakir miskin, meliputi: c. dana yang disisihkan dari perusahaan perseroan. Diperjelas dalam ayat 2 Dana yang disisihkan dari perusahaan perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf digunakan sebesar-besarnya untuk penanganan fakir miskin. Sedangkan pada Pasal 41 tentang “Peran Serta Masyarakat”, dalam ayat 3 dijelaskan bahwa “Pelaku usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf j berperan serta dalam menyediakan dana pengembangan masyarakat sebagai pewujudan dari tanggung jawab sosial terhadap penanganan fakir miskin.

Ketujuh, Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 13 Tahun 2012 tentang Forum tanggungjawab dunia usaha dalam penyelenggaraan Kesejehteraan Sosial. Kementrian Sosial memandang penting dibentuknya forum CSR pada level Provinsi, sebagai sarana kemitraan antara pemerintah dengan dunia usaha. Rekomendasi Permensos adalah dibentuknya Forum CSR di tingkat provinsi beserta pengisian struktur kepengurusan yang dikukuhkan oleh Gubernur.

A n e k a r e g u l a s i d i a t a s d e n g a n s e g a l a k e l e b i h a n d a n kekurangannya, menimbulkan optimisme juga kekhawatiran. Optimisme, karena berbagai pihak memandang besarnya potensi CSR dalam mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan. Kekhawatiran muncul, karena bagaimanapun perusahaan ”tersandera” oleh aneka aturan CSR baik pada level pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah. Padahal hampir di semua perusahaan, CSR dianggarkan dari ’keuntungan perusahaan’,

(16)

belum semua perusahaan menganggarkannya secara khusus, karena bagaimanapun core perusahaan adalah bisnis. Perusahaan-pun berasumsi bahwa kewajibannya mensuskseskan program pemerintah dengan menunaikan aneka pajak.

Sebetulnya diikat oleh aturan apapun, CSR tidak akan maksimal jika perusahaan sendiri belum faham apa itu CSR, belum menempatkan staf secata khusus sebagai pengelola CSR, belum memiliki struktur CSR, belum memiliki code of conduct, belum memiliki sistem administrasi CSR.Karena yang saat ini terjadi multipihak berebut memanfaatkan dana CSR.

Kita pahami bahwa core perusahaan adalah bisnis, bukanlah mengurusi CSR semata, jika kian dibelit aneka aturan CSR pada berbagai level. Sangat besar kemungkinan investasi-investasi di negeri ini akan berpindah ke negara lain, karena banyak ikatan yang semakin menambah beban modal perusahaan.

Source: www.rahmatullah.net

Petani: Wajar Industri Ambil

Cabai dari Pemasok

Jakarta – Distribusi cabai baik untuk industri maupun pasar mesti diatur. Jadi tidak menimbulkan masalah seperti belakangan ini dengan Bareskrim menetapkan tersangka ke beberapa pengepul atas dugaan monopoli.

(17)

Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid menganggap, peristiwa itu sebenarnya merupakan hal yang biasa dalam bisnis. Baik pemasok dan industri telah memiliki kesepakatan yang harus dipenuhi terkait pasokan cabai.

Supaya kondisi ini tak berlarut, maka perlu pengaturan pasokan cabai sehingga di kemudian hari tak menimbulkan masalah.

“Ke depan harus diatur, penyuplai harus mempunyai 80 persen, pemasok kerja sama untuk industri. Kalau sekarang diambil 100 barang, industri 80, pasar 20. Sortiran itu yang nggak boleh dia ambilnya ke pasar, jual lagi ke industri. Jadi saat seperti sekarang langka, langka diambil dia tambah langka barang harga naik. Dia harus masok industri itu yang terjadi,” kata dia kepada Awak Media, Jakarta, Sabtu (11/3/2017).

Bukan hanya itu, pengaturan di tingkat petani sampai pemasok juga mesti diatur.

“Iya, yang harus ke depannya, minimal kerjasama petani pemasok begitu. Itu yang harus ditegakkan. Kalau nggak begitu terus,” ungkap dia.

Menurut dia, peristiwa yang terjadi ialah hal yang wajar. Itu merupakan mekanisme pasar.

(18)

“Itu kejadian pasar, mekanisme pasar pemasok industri seperti itu. Pemasoknya ambil barang ke pasar, kalau industri terserah. Dia ngomong nih industri saya nggak ada barang, saya ambil pasar harganya segini. Wajar dong,” ujar dia.

(L6C)

Menteri Jonan Tekankan Pemda

Bantu Efisiensi Hulu Migas

KUTAI KARTANEGARA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong pemerintah daerah agar turut membantu efisiensi regulasi terkait dengan administrasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

“Kami dorong bahwa SKK Migas harus membantu bahwa semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) bisa efisien, Jadi prosesnya tidak menunggu dua tahun, dokumen itu kalau di tangan saya cepat loh,” kata Jonan ketika meninjau Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Jumat (10/3/2017).

Lebih lanjut, ia mengatakan, apabila proses di pemerintah daerah cepat, maka daerah tersebut juga akan mendapatkan dana bagi hasil lebih cepat.

Menteri ESDM meminta agar industri hulu migas lebih efisien dalam melaksanakan operasional produksi. “Sekarang begini, industri hulu migas itu bisnis yang harga jualnya tidak bisa menentukan sendiri, maka satu-satunya cara yang dengan efisiensi,” katanya.

(19)

keperluan operasional harus efisien, selain itu di sisi distribusi juga perlu diminimalisir tingkat pemborosan biaya, dan teknologi harus sering dikembangkan untuk menemukan kemudahan.

Jonan meninjau lokasi South Procesing Unit (SPU) salah satu lapangan Blok Mahakam di Anggana, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Jumat.

Dengan menggunakan helikopter, Jonan beserta rombongan langsung mendarat di helipad SPU. Dengan kondisi hujan, Jonan tetap melanjutkan agenda tinjauan menuju ruang kontrol lapangan SPU.

Jonan menyempatkan berdiskusi dengan Total E&P selaku operator pengelola blok Mahakam.

Wilayah Blok Mahakam yang akan dikunjungi meliputi South Processing Unit (SPU), Lapangan Bekapai dan Terminal Gas Senipah. Blok Mahakam merupakan produsen gas terbesar Indonesia yang dilengkapi dengan terminal Liquified Natural Gas (LNG), selain LNG Tangguh, dan LNG Donggi Senoro. Kontribusi gas Blok Mahakam dalam total produksi gas nasional sekitar 20%, disusul oleh Proyek Tangguh sekitar 17%.

Blok yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Saat ini blok Mahakam dalam tahap alih kelola dari kontraktor eksisting kepada kontraktor baru yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam telah ditandatangani antara SKK Migas dengan PT Pertamina Hulu Mahakam tanggal 29 Desember 2015 dan akan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2018.

“Proses transisi Blok Mahakam dari Total dan Inpex kepada Pertamina, merupakan contoh alih kelola blok migas yang berjalan cukup mulus. Telah dipersiapkan dengan baik, sehingga keberlangsungan operasi migas tetap terjaga ditengah

(20)

pergantian operator,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.

Dalam masa transisi alih kelola blok Mahakam, SKK Migas dan Pertamina Hulu Mahakam telah menandatangani amandemen KKS pada bulan Oktober 2016.

Amandemen tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk dapat berinvestasi lebih awal untuk kegiatan pengeboran blok Mahakam dalam rangka menjaga tingkat produksi migas blok Mahakam.

Pada tahun 2017 rencananya akan dilakukan pengeboran sebanyak enam sumur oleh Total E&P Indonesie dan 19 sumur oleh PT Pertamina Hulu Mahakam.

(dni/oz)

Toko Modern Kian Menjamur,

Walikota

Dituding

Pro

Kapitalis

Kota Bekasi, (TNC) – Pengamat Kebijakan Publik, Usman Yunanto

menuding Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi lebih berpihak kepada kapitalis dibandingkan pro terjadap peningkatan pedagang kecil.

(21)

Celaknya, kata dia, Pemerintah Daerah seolah tutup mata. Bahkan dengan dalih peningkatan sumber pendapatan daerah proses perizinan pun mudah untuk dikeluarkan.

“Entah bagaimana pola pemikiran Walikota. Padahal pada satu kesempatan,Pepen (Sapaan Rahmat Effendi-red) membuat statmen seolah berpihak kepada rakyat, semisal mengenai tunggakan BPJS. Tapi disatu sisi sumber pendapatan masyarakat mulai terkikis melalui kebijakannya yang kontrofersi,” ungkap Usman di Bekasi, Jumat (3/3).

Karena, kata dia, menjamurnya toko modern, semua pasti bertalian dengan regulasi yang mengatur pada pemerintahan itu sendiri. Seperti, dari awal pengurusan ijin seharusnya sudah bisa dikaji, bahkan ditertibkan. Agar usaha warung kelontong tidak terancam oleh kehadiran toko modern yang bertebaran belakangan ini.

Menanggapi fenomena sosial yang cukup serius tersebut, Walikota Bekasi Rahmat Effendi menghimbau agar Dinas terkait yang menangani langsung bisa membangun komunikasi positif, antara pedagang kecil dengan pengusaha toko modern.

“Perlu didorong kepada Kepala Dinas untuk improfisasi (Solusi komunkasi, red) itu,” ujar dia kepada Awak Media, seusai membuka acara coffie morning dengan IPPAT Kota Bekasi (3/3). Rahmat menambahkan, seharusnya pedagang kecil bisa mendapatkan manfaat dari kehadiran usaha toko modern tersebut.

“Pedagang kecil seharusnya bisa mendapat manfaat dari grosir kayak Alfa, Indomart…,” ucapnya.

Dia mengakui pemerintahannya harus membangun dan menjalin komunikasi antara mereka (Pedagang kecil-Pengusaha toren, red).

“Nah, itu yang harus dibangun… Pemerintah harus bisa memecahkan itu… Komunikasinya,” tutur dia ketika itu.

(22)

Walikota menyebutkan pernah bertemu dan komunikasi dengan petinggi toko modern seperti Alfamart, mereka bersedia menjual dibawah harga dia, bila ada warung kecil disekitarnya.

“Saya pernah ngomong dengan bos nya Alfa itu… Kalau ada warung kecil, dia bisa menjual dibawah harga grosir dia…,” tandas dia.

Banyak pihak tentu berharap agar Walikota Bekasi Rahmat Effendi lebih bijak dalam membuat dan mengambil kebijakan, sehingga lebih pro kepada rakyat kecil ketimbang kapitalis. (M-3L)

Referensi

Dokumen terkait

Mengacu pada hasil analisa finite element , untuk menanggulangi thermal expansion material yang terjadi antara ring dan poros, maka rekomendasi yang dapat dilakukan

Seorang anak yang mendapatkan stimulus dalam berbahasa yang tidak sesuai dengan karakteristik tahap perkembangan mereka, maka stimulus tersebut dapat membuat mereka

Hasil penelitian menemukan bahwa variabel product, people , dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pemilihan SD Islam Al Azhar 32 Padang. Hal

Sri Muhammad Kusumantoko, S.H.I (Sakit) Mughni (TK) Nur Aida Santi, S.H. Bersalin) Fahruddin, S.Ag., MH (Sakit).. Nur Aida Santi, S.H. Bersalin) Sorendo Pratama (HT) Mochamad Nur

Selanjutnya dari cara menggambar pun bisa kelihatan kepribadian seseorang misal : jika saat mengambar anda terlalu sering menghapus atau kotor menandakan bahwa anda adalah orang

R: Kalau saya yang punya dirumah, yang punya di rumah, saya punya, brandnya ada baracuta, ada levi’s, ada Dokter Martens, adidas, fred perry, trus saya biasanya gak cuman

Hipotesis Keempat pertama sebagaimana dikemukakan terdahulu bahwa kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang self assessment dan persepsi yang baik

Apakah dengan pemilihan prinsip dan metode dalam akuntansi serta bahasa pemrograman yang digunakan dalam menghasilkan sistem pengolahan data elektronik untuk