• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, penataan ruang kota bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Namun kenyataannya, kini kota menghadapi berbagai permasalahan yang jauh dari tujuan penataan ruang kota tersebut. Menurut Hakim (2008), salah satu permasalahan yang terjadi di perkotaan adalah hilangnya ruang terbuka publik. Ruang terbuka publik adalah tempat para warga melakukan kontak sosial serta melakukan berbagai macam kegiatan tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya (Budiharjo, 1997). Salah satu penyebab hilangnya ruang terbuka publik menurut Sindo dalam website resminya , terjadi karena semakin banyak ruang kota yang menjadi ruang komersial.

Dampak dari hilangnya ruang terbuka publik cukup membahayakan bagi eksistensi suatu kota. Hal ini disebabkan karena ketiadaan ruang publik berpengaruh pada kehidupan sosial masyarakat yang menghuni suatu kota.

Keberadaan ruang publik cukup berpengaruh pada kegiatan sosial masyarakat. Sebagai sebuah ruang untuk melakukan kontak sosial, ketiadaan ruang terbuka publik dapat membentuk karakter masyarakat kota yang individualis dan asosial (Hakim, 2008). Masyarakat individualis dan asosial terjadi karena masyarakat tidak mempunyai media untuk saling berinteraksi dan bekerja sama. Masyarakat asosial cenderung tidak peduli terhadap keadaan lingkungan sekitarnya. Pemerintah kota sebagai pihak yang paling berwenang untuk memberikan pelayanan pada warga kota, menjawab kebutuhan ruang terbuka publik dengan berbagai cara. Hal ini disebabkan karena ruang terbuka publik sangatlah penting. Kini, dengan semakin responsifnya pemerintah terhadap kepentingan lain, ruang terbuka publik dapat diadakan dengan strategi yang baru, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan program adalah Car Free day.

Di Indonesia, acara Car Free Day yang diprakarsai oleh Kementrian Lingkungan Hidup diselenggarakan dengan maksud ganda, yakni sebagai solusi masalah lingkungan dan menyediakan ruang terbuka publik bagi masyarakat kota yang

(2)

bersangkutan. Tujuan pertama, Car Free Day muncul sebagai solusi atas masalah lingkungan. Car Free Day dianggap sebagai solusi untuk mengatasi semakin tingginya polusi udara yang salah satu penyumbang terbesarnya berasal dari penggunaan kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, pemerintah mengantisipasinya dengan menutup beberapa ruas jalan utama selama beberapa jam. Penutupan jalan tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang melewati jalan utama sekaligus berimbas pada pengurangan jumlah polutan (Karbon Monoksida, Hidrokarbon, dan Nitrogen Oksida) dari kendaraan bermotor yang dapat mencemari udara kota. Adapun tujuan yang kedua adalah Car Free Day berusaha menyediakan ruang publik bagi warga kota. Ruang jalan yang dikosongkan untuk sementara waktu menjadi milik warga kota yang bersangkutan. Warga dapat melakukan berbagai macam aktivitas. Biasanya kegiatan yang dominan dilakukan adalah kegiatan olahraga.

Saat ini, Car Free Day telah menjadi sebuah trend yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Menurut situs resmi Car Free Day Daerah Khusus Ibukota (DKI), saat ini sebanyak 19 kota di Indonesia sudah menyelenggarakan car free day. Namun demikian, penyelenggaraan Car Free Day baru terpusat di kota-kota yang berlokasi di Pulau Jawa.

Sementara itu, salah satu kota yang menyelenggarakan Car Free Day adalah Kota Kediri. Di Kota ini Car Free Day diberi nama “Dhoho Car Free Day”. Dhoho Car Free Day sebagai suatu ruang terbuka yang unik mempunyai banyak keterbatasan, karena hanya diselenggarakan dalam waktu yang singkat serta menggunakan fasilitas jalan untuk mendukung fungsi barunya sebagai ruang terbuka publik.

Kota Kediri ke depan diperkirakan akan mendapati langkanya ruang publik, seiring pesatnya pertumbuhan bisnis dan penduduk yang lebih membutuhkan ruang-ruang privat, idealnya suatu kota memiliki ruang-ruang publik yang cukup luas akan tetapi saat ini kota Kediri hanya memiliki sekitar 5% luas wilayah ruang publik dari luas wilayah kota keseluruhan.

Kebutuhan ruang publik sebagai sarana untuk berkumpul sangat beralasan mengingat padatnya aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang kota selama satu pekan sebelumnya, baik ditempat kerja, kantor, kampus, maupun di sekolah. Mereka membutuhkan hiburan yang lebih fleksibel, praktis, murah dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Mereka membutuhkan sarana untuk mencukupi kebutuhan jiwa

(3)

melalui refresing selain kebutuhan jasmani setelah mereka berolahraga. Keseimbangan dua kebutuhan inilah yang senantiasa orang-orang kota ingin penuhi sebagai cara untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Apalagi trend masyarakat kota saat ini menginginkan adanya kesesuaian antara dua hal tersebut; kesegaran tubuh dan kesehatan jiwa. Sehingga dipilihnya kawasan Car Free Day sebagai ruang publik bersama ini bisa jadi karena kawasan ini adalah kawasan paling baru yang sengaja diperuntukkan pemerintah Kota Kediri sebagai sarana berolaraga di akhir pekan masyarakat Kota Kediri.

Car Free Day merupakan fenomena akibat semakin berkurangnnya ruang publik yang mampu mewadahi kegiatan warganya dan menjadi ruang sosial, juga merupakan bentuk “kebosanan” publik dengan rutinitas kota yang hanya dipenuhi dengan kendaraan bermotor. Selain itu juga juga merupakan bentuk pemenuhan akan kebutuhan aktivitas di ruang luar bagi masyarakat, karena dewasa ini masyarakat lebih diarahkan menuju ke mall sebagai ruang publik baru, menggantikan ruang terbuka sebagai ruang publik. Sebenarnya jalan memiliki fungsi utama yaitu sebagai ruang publik dan ruang sosial untuk warga kotanya.

Diharapkan dengan kegiatan Car Free Day akan menciptakan ruang publik baru yang lebih nyaman dan merakyat, tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar, menambah relasi sosial dengan orang-orang terdekat. Menciptakan ruang publik yang merangsang kreatifitas masyarakatnya, sebagai upaya meningkatkan SDM masyarakat kota yang belum merata.

Car Free Day adalah sebuah program untuk mengurangi ketergantungan masyarakat menggunakan kendaraan bermotor atau dengan kata lain mengurangi ketergantungan akan alat transportasi dengan cara mengkosongkan jalanan dari kendaraan bermotor dan sekaligus dapat digunakan untuk kegiatan lain seperti bersepeda atau berolahraga. Penutupan jalan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali berjalan kaki di jalan-jalan yang biasa dilewati oleh kendaraan pribadi dan kendaraan umum.

Kegiatan Car Free Day selain berdampak positif bagi lingkungan ternyata juga mempunyai tujuan khusus dari Gerakan Nasional yaitu “Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat”. Konsep program Car Free Day juga menimbulkan peningkatan aktivitas masyarakat untuk bergerak, ber-rekreasi dan

(4)

berolahraga di kawasan bebas kendaraan bermotor, kebutuhan dan minat masyarakat untuk menyemarakkan program Car Free Day ini dengan berbagai aktivitas sosial, seni, budaya, pendidikan, kesehatan dan olahraga, bahkan aktivitas ekonomi masyarakat, tidak hanya kelompok umur masayarakat usia dewasa, tetapi juga kelompok generasi muda, dan anak-anak, remaja sampai muda.

Mulai hari Minggu, 21 desember 2014, Pemerintah Kota Kediri bekerjasama dengan DISHUKOMINFO Kota Kediri mengukir sejarah baru dengan menggulirkan program pembebasan Jalan Dhoho sebagai jantung kota dari hiruk-pikuk kendaraan bermotor. Program tersebut disebut dengan nama “Dhoho Car Free Day”, yang akan secara kontinyu dilaksanakan setiap hari Minggu mulai jam 05.00 hingga 09.00 masyarakat kota Kediri mempunyai “tambahan” ruang publik sepanjang + 1,5 kilometer. Kebijakan Pemkot tersebut sudah barang tentu diterapkan setelah melalui pengkajian dari berbagai aspek. Dengan prasangka baik Pemkot Kediri, seluruh elemen masyarakat tentu berharap mendapatkan manfaat yang signifikan dari program tersebut. Selain itu pemkot kota Kediri menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atau menumbuhkan minat dan motivasi masyarakat khususnya masyarakat Kota Kediri untuk giat berolahraga dan menumbuhkan jiwa kreatifitas masyarakatnya terutama dalam bidang olahraga, sosial, budaya dan ekonomi, karena dalam program Car Free Day di Kota Kediri banyak sekali menyuguhkan berbagi acara menarik antara lain kegiatan senam aerobik bersama, pentas seni pelajar, kegiatan komunitas pecinta hewan, komunitas skateboard, dan komunitas-komunitas yang lainnya serta banyak sekali pedagang-pedagang makanan dari mulai pedagang-pedagang makanan khas Kota kediri sampai pedagang-pedagang pernak-pernik. Tentunya ini merupakan paradigma yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota kediri dengan menekankan pada aspek sosial dan kesehatan. Aspek sosial merupakan sebuah aspek yang di pengaruhi oleh berbagai macam faktor antara lain :

1. Aspek lingkungan dimana masyarakat itu tinggal dan beraktivitas, ketika masyarakat itu sulit melakukan aktivitas di lingkungan mereka seperti, mereka harus pergi ke tempat kerja, ke kantor, dan kesekolah untuk melakukan aktivitas terhambat oleh faktor kemacetan kendaraan yang sangat padat, ini akan dapat merusak kehidupan sosial masyarakat.

(5)

2. Aspek kesehatan merupakan aspek yang sangat mendasar untuk masyarakat, kesehatan masyarakat secara luas di pengaruhi oleh aspek buruknya lingkungan secara global. Hal ini juga dapat melihat tentang buruknya kualitas udara yang di sebabkan oleh asap kendaraan, karena kita mengetahui bahwa asap kendaraan mengandung zat CO2 yang sangat berbahaya dan bisa berakibat radikal bebas.

Dari dua aspek diatas maka pemerintah perlu meningkatkan indeks kebahagiaan (happines Indeks) dan kenyamanan masyarakatnya dengan salah satunya menyelenggarakan sebuah program untuk memberikan wadah atau tempat bagi masyarakat dapat menghirup udara yang bersih dan segar terutama pada pagi hari. Salah satu program yang berkaitan dengan hal tersebut dan sangat menarik adalah program Car Free Day.

Dukungan dari pemerintah daerah Kota Kediri untuk memberikan fasilitas perkembangan yang signifikan dari olahraga rekreasi di seluruh pelosok Kota Kediri, harus diapresiasi dan diakomodir, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga oleh kalangan dunia usaha dan masyarakat sendiri. Kebijakan pro aktivitas fisik sehat dan olahraga, mau tidak mau akan mewarnai kebijakan dan orientasi pembangunan dan pengembangan fasilitas publik dan tata ruang kota, yang seharusnya direncanakan dan dikembangkan oleh pemerintah Kota Kediri sendiri.

Dhoho Car Free Day sebagai ruang terbuka publik yang unik mempunyai banyak keterbatasan dalam hal durasi pelaksanaan kegiatan. Lebih lanjut lagi, Dhoho Car Free Day di jalan Dhoho selalu ramai dikunjungi oleh warga Kota Kediri, meskipun di lokasi lain juga menyelenggarakan hal yang serupa. Fenomena ini memunculkan rasa ingin tahu untuk mengungkapkan alasan-alasan di balik besarnya antusiasme warga Kota Kediri pada penyelenggaraan Dhoho Car Free Day.

Bertitik tolak pada latar belakang di atas maka dapat dirumuskan judul penelitian ini adalah Ruang Terbuka Publik Sebagai Ruang Terbuka Olahraga

Rekreasi (Survei Minat Dan Motivasi Masyarakat Melakukan Olahraga Rekreasi Melalui Program Car Free Day Di Sepanjang Ruas Jalan Dhoho Kota Kediri Tahun 2015).

(6)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka dapat diketahui bahwa rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana minat masyarakat melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri Tahun 2015 ?

2. Bagaimana motivasi masyarakat melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri Tahun 2015 ?

3. Apa saja bentuk - bentuk olahraga rekreasi yang berada di kawasan Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri Tahun 2015?

4. Apa manfaat yang diperoleh setelah melakukan olahraga rekreasi di kawasan Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri Tahun 2015 ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui dan mendiskripsikan minat masyarakat melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015.

2. Untuk mengetahui dan mendiskripsikan motivasi masyarakat melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015.

3. Untuk mengetahui dan mendiskripsikan bentuk - bentuk olahraga rekreasi yang berada di kawasan Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015.

4. Untuk mengetahui manfaat yang diperoleh masyarakat setelah melakukan olahraga rekreasi di kawasan Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu:

(7)

1. Manfaat untuk pembaca

Dapat dijadikan sebagai bahan referensi yang dapat menambah pemahaman tentang minat dan motivasi sebagai faktor masyarakat melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015. 2. Manfaat untuk peneliti

Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman secara jelas dan baik bagi peneliti mengenai minat dan motivasi masyarakat melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015.

3. Manfaat untuk ilmu pengetahuan

Memotret dan menjelaskan fenomena antusiasme warga Kota Kediri dalam memanfaatkan Dhoho Car Free Day, dengan melibatkan faktor-faktor seperti minat dan motivasi dalam melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015. Penjelasan fenomena ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk ilmu keolahragaan, khususnya dalam pemanfaatan ruang terbuka publik untuk olahraga.

4. Manfaat untuk pemerintah Kota Kediri

Dengan mengetahui minat dan motivasi masyarakat melakukan olahraga rekreasi melalui program Car Free Day di sepanjang ruas jalan Dhoho Kota Kediri tahun 2015, maka diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penyediaan, pengelolaan dan perbaikan ruang terbuka olahraga yang ada di Kota Kediri.

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan PTK ini adalah hasil belajar IPA dengan KD: memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi serta fungsinya. Berdasar hasil tes formatif nilai rata- rata kelas hanya

Emisi surat utang korporasi di pasar domestik selama Januari 2018 mencapai Rp7,67 triliun atau naik 2,84 kali dibandingkan dengan Januari 2018, berdasarkan data oleh

Dengan adanya pemilihan auditor berkualitas membawa pengaruh atas pengelolaan mekanisme corporate government, sehingga penggunaan jasa auditor untuk audit atas laporan keuangan

Post-tes atau tes akhir diakuan pada akhir penelitian dengan tujuan untuk mengetahui dan mengukur kemampuan siswa setelah dilasanakannya pembelajaran pada kedua

Selain itu, pembeli dapat mengakses web untuk melihat buku apa saja yang dijual pada toko buku ini, pembeli juga dapat membeli buku secara online dan

Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/ Jasa untuk pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2013, seperti tersebut di bawah ini

Selama ini krisan lebih banyak digunakan bungganya dan dibudidayakan untuk bunga potong, dan efek farmakologi lainya yang telah diteliti oleh Xie dkk (200). Penelitian ini

[r]